Home Blog Page 15235

Kegagalan Tahun 2007 Lecut Motivasi Pemain

Bentuk Manejer Bersama

MEDAN-Kegagalan tim sepak bola Sumut berlaga pada Pekan Olahraga Nasional  (PON) XVII lalu merupakan cerita pahit yang tak ingin diulangi pengurus PSSI Sumut sekarang ini.

Berkaca pada kegagalan di atas, segenap pengurus PSSI Sumut menyadari jika soliditas tim merupakan syarat mutlak jika ingin berlaga pada PON XVIII Riau mendatang.

“Merupakan sebuah kecelakaan jika Sumut sampai tak lolos lagi pada PON mendatang. Kegagalan yang terjadi pada tahun 2007 hendaknya menjadi pelajaran dan menambah motivasi untuk melakukan yang terbaik saat berlaga pada babak Pra PON yang berlangsung di Aceh nanti,” bilang Firdaus, penasehat tim sepak bola Sumut, kemarin (15/6).
Karena hal tersebut di atas, Plt Ketua PSSI Sumut H Idrus Junaidi mengeluarkan SK bernomor  006/PSSI-SUMUT/VI/2011 tentang perubahan SK manajemen tim Pra PON PSSI Sumut. Dalam surat itu tertera jika tim sepak bola Sumut dimanejeri tiga orang yakni Dr. H.M. Nur Rasyid, M. Achyar, dan Drs H. Azzam Nasution MAP.
“Kami sampaikan jika pengurus harian menyepakati keputusan membentuk manajer bersama, yang mana hampir semua yang ada di dalamnya adalah pengurus PSSI Sumut,” ujar Idrus Junaidi, Plt Ketua PSSI Sumut.

Selanjutnya Dr HM Nur Rasyid menjabarkan jika tim sepak bola Sumut merupakan hasil seleksi Porwilsu yang berlangsung 15-25 Juni 2010. Selanjutnya seluruh pemain pertama kali melakoni latihan pada 25 Juli 2010 di Stadion Teladan Medan.

“Tim ini berisikan pemain terbaik dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Sumut. Sejauh ini tim telah berlatih sekitar 11 bulan dengan menorehkan hasil 17 kali menang, 4 kali imbang dan sekali kalah. Tim ini juga sukses menjadi juara pada Piala Bank Sumut dan juara Inalum Cup. Jadi persiapannya sudah cukup matang,” ungkap pria yang akrab disapa Dr Mamad ini.

Sementara itu pelatih tim sepak bola Pra PON Sumut Rudi Saari menegaskan jika pihaknya optimis mampu melewati hadangan Sumbar dan Aceh. “Bukan bermaksud memandang enteng Kepri, tapi dari dulu pesaing kita di Pulau Sumatera memang Aceh dan Sumbar,” beber pria yang pernah sukses mengantarkan PSMS dua kali menjuarai Piala Emas Bang Yos (PEBY)itu.

Selanjutnya Rudi berharap dukungan dan do’a masyarakat Sumut demi suksesnya tim sepak bola Sumut pada babak Pra PON. “Bagaimanapun juga mereka adalah duta masyarakarat Sumatera Utara. Jadi mari sama-sama kita dukung,” imbuh Rudi lagi.

Rencananya, tim sepak bola Sumut akan dilepas pada hari Sabtu (18/5) di Stadion Teladan Medan oleh Gubsu dan Ketua KONI Sumut. “Kami berharap agar insan sepak bola di Sumut bersedia meluangkan waktunya pada acara itu guna menambah motivasi pemain,” harap Rudi. (jun)

Berpeluang Bawa Pulang Gelar

JAKARTA – Pebulu tangkis Indonesia bakal memulai perjuangannya pada babak utama kejuaraan Singapura Super Series 2011 hari ini (15/6). Peluang meraih mencapai partai puncak terbuka lebar di nomor tunggal putra.
Itu setelah melihat peta persaingan di nomor bergengsi tersebut. Peluang pebulu tangkis tunggal putra terbaik Indonesia Taufik Hidayat untuk melaju sampai partai puncak cukup memungkinkan.
Ini disebabkan pebulu tangkis terbaik dunia asal Malaysia Lee Chong Wei memilih absen.  Kondisi itu membuat Taufik menjadi unggulan pertama sekaligus berada di grup yang berbeda dengan lawan berat lainnnya asal Tiongkok Lin Dan.
Meskipun, dia harus menghadapi pebulu tangkis Tiongkok seperti Bao Chunlai dan Chen Long sebelum menuju final. Tapi,  Taufik diyakini bakal bisa menang.

Pada pertandingan pertama hari ini, Taufik bakal meladeni perlawanan pebulu tangkis non unggulan asal Malaysia Daren Leiw. Jika menang, dia akan berhadapan kembali dengan pemain non-unggulan asal Tiongkok atau Thailand.
Dikonfirmasi perihal peluangnya, Taufik rupanya tidak terlalu menggebu dalam kejuaraan yang berakhir pada 19 Juni mendatang. Dia menyebut jika tidak ingin terlalu ngotot dalam Sipangapura Super Series kali ini.
“Target saya sebenarnya di Indonesia Terbuka. Tapi, ini juga cukup penting untuk mendongkrak poin olimpiade. Saya jadikan ini sebagai salah satu ajang pemanasan agar siap tampil pada even internasional empat tahunan ,” ujarnya melalui pesan singkat.  (aam/diq/jpnn)

Sepak Takraw Sesumbar Raih Medali Emas

MEDAN-Sebanyak 14 atlet sepak takraw Sumatera Utara siap  berlaga pada Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) se-Sumatera yang berlangsung di Batam pada 20 Juni hingga 27 Juni 2011.

Keempat atlet tersebut adalah Ewin Saparuddin, Imam Matra Aristian, Abdul Rahman, Ari Guswanto, Ari Syahputra, Muhammad Rizki Satria Aritonang, Ikhlas Dakwatul Haq Syn, Heri Irawan, Muhammad Hafiz Abde, Prama Doni, Boy Armada Sima, Asep Prabowo, Hairul Nayan Silaen, dan Muhammad Gusti Nanda.

Menurut pelatih kepala tim sepak takraw Sumut Ibrahim kepada wartawan Sumut Pos, Senin (13/6) bahwa kesemua atlet tadi digembleng secara serius di Unimed Medan.

Dilanjutkannya, bahwa materi latihan yang diberikan meliputi latihan fisik, teknik dan mental. “Kita juga melakukanujicoba dnegan beberapa klulb sepak takraw yang ada di Medan,” ujar Ibrahim.
Terkait lawan yang akan dihadapi pada Porwil nanti Ibrahim mengungkapkan bahwa Sumatera Barat (Sumbar) dan Kepulauan Riau (Kepri) masih menjadi ancaman.

“Pemain mereka memiliki skil yang cukup bagus, selain pengalaman yang cukup teruji. Tapi, pada Porwil nanti kami tetap menargetkan medali emas,” pungkas Ibrahim.(omi)

Elbert Sie Terancam Dicoret

JAKARTA- Elbert Sie terancam tak akan menjadi penggawa timnas tenis Indonesia di SEA Games 2011 mendatang. Itu setelah PP Pelti menyatakan bahwa kondisi fisik Elbert menurun drastis setelah sakit beberapa lama.
Ketum PP Pelti Martina Wijaya mengatakan, sakit yang diderita Elbert memang membuat kondisi fisiknya menurun drastis. Akibatnya, Elbert tak bisa turun di banyak kejuaraan internasional yang digeber di Indonesia.
“Kalau dia bisa mengejar ketinggalan fisiknya, ya bisa masuk. Masalahnya adalah kalau dia tidak bisa. Tentu harus terlempar,” terang Martina.

Peluang Elbert sendiri saat ini termasuk kritis. Pasalnya, Juli mendatang PP Pelti bakal melakukan degradasi lagi hingga komposisi timnas menjadi 100 persen. Itu sesuai dengan target yang sudah diberikan Program Indonesia Emas (Prima). Dengan sisa waktu yang ada, Elbert diprediksi tak akan bisa mengejar  ketinggalan yang ada.
Meski tanpa Elbert, PP Pelti menyatakan tak khawatir. Apalagi mereka melihat para petenis putranya mampu menunjukkan perkembangan signifikan. Di antaranya ialah kesuksesan Christopher Rungkat menyabet hattrick gelar di turnamen internasional di Jakarta dan Surabaya.

“Kami harapkan hal itu akan menular di SEA Games nanti. Mereka memiliki peluang juga,” tambah Martina.
PP Pelti sendiri menyatakan bakal menyandarkan asa untuk merebut emas di sektor putri. Alasannya, persaingan di sektor tersebut tak seberat di pos putra. Hal itu sudah dibuktikan kala Lavinia Tananta mampu merebut emas di SEA Games Laos pada 2009 lalu.

Lavinia sendiri masih menjadi andalan bagi Indonesia di SEA Games 2011 nanti. Selain itu, Ayu Fani Damayanti juga diharapkan bisa menjadi senjata rahasia untuk merebut emas. Petenis asal Bali tersebut pada SEA Games 2009 lalu hanya bisa merebut perak.

“Peluang untuk merebut emas memang lebih besar di sektor putri. Tapi kami harapkan para petenis putra juga mampu menjawab tantangan tersebut,” tegas Martina. (ru/jpnn)

Atletik Harapkan Triyaningsih

JAKARTA- Kehilangan Suryo Agung Wibowo di nomor lari jarak pendek 100 dan 200 meter membuat PB PASI mengalihkan tumpuan utama ke nomor lain. Induk organisasi atletik di Indonesia tersebut berharap emas bisa didapat dari nomor lari jarak jauh dan lari gawang.

Manajer Tim Pelatnas Atletik SEA Games 2011 Paulus Lay menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sudah mematangkan persiapan itu dari jauh-jauh hari. Sebab, salah satu nomor yang akan dijadikan lumbung emas selain lari jarak pendek adalah dua nomor tersebut.

“Tanpa Suryo kami sudah bersiap, kalau sekarang harapan besar kami inginkan agar sukses di nomor lari jarak jauh dan lari gawang putri untuk memenuhi target emas kami,” terangnya saat ditemui kemarin (14/6)
Atlet putra dan putri yang nantinya menjadi andalan tim atletik Indonesia di nomor lari jarak jauh 5.000 dan 10.000 meter adalah Agus Suprayogo dan Triyaningsih. Keduanya, menurut Paulus, sudah menunjukkan peningkatan yang siginifikan.

Optimisme bahwa kedua pelari tersebut bsia menyumbangkan emas  berdasrakan hasil uji coba terakhir pada ajang kejuaraan lari jarak jauh Jakarta 10K. Baik Agus maupun Triyaningsih mampu mempertajam catatan waktunya.
“Saya yakin dengan kemampuan anak-anak. Mereka juga menunjukkan usaha kerasnya selama ini dalam latihan. Walaupun berlatih di daerahnya sendiri, mereka ternyata bisa terus kompetiitif dan konsisten dengan catatannya,” ucap lelaki asal Solo, Jawa Tengah (Jateng), tersebut.

Selain Triyaningsih, masih ada pelari lainnya yang masih bisa dipoles seperti Yulianingsih dan Jauhari Johan. Mereka disiapkan sebagai pelapis Agus dan Triyaningsih. (aam/diq/jpnn)

Ruang Biologis Bisa Disalahgunakan

Setelah Polresta Medan meresmikan ruangan biologis yang diperuntukkan bagi para tahanan sebagai sarana pelampiasan hasrat biologisnya, kini giliran Mapoldasu meresmikan ruangan yang sama. Rencananya, ruangan biologis tersebut, akan diresmikan Kapolri Jenderal Pol Timor Pradopon didampingi Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, hari ini (16/6).

Seberapa pentingkah ruangan biologis tersebut, dan apakah tidak ada peluang penyelewengan terhadap fungsi ruangan biologis tersebut? Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos Ari Sisworo dengan anggota Komisi A DPRD Sumut yang juga Wakil Ketua Fraksi PDI P Syamsul Hilal.

Seberapa penting keberadaan ruangan biologis, khususnya bagi para tahanan?
Saya pikir, keberadaan ruangan biologis tersebut sangat penting dan patut direspon secara positif. Karena dengan keberadaan ruangan biologis, hak-hak para tahanan masih bisa terpenuhi meskipun tidak secara luas. Dan yang terpenting, hasrat-hasrat para tahanan bisa tersalurkan secara legal.

Apakah keberadaan ruangan biologis tersebut sudah menjamin tidak akan disalahgunakan?
Persoalan yang mungkin bisa saja terjadi di kemudian hari adalah peluang akan disalahgunakan. Karena belum ada jaminan, keberadaan ruangan biologis tersebut, murni bersih, misalnya dari adanya pungutan liar dan sebagainya dari oknum-oknum kepolisian. Jadi, tidak tertutup kemungkinan akan terjadinya penyimpangan.

Kendala lainnya?
Kita ketahui, ruangan biologis khusus diperuntukkan bagi para tahanan yang telah berumahtangga. Nah, timbul pertanyaan bagaimana pula dengan para tahanan yang belum berrumahtangga? Dari munculnya pertanyaan ini, timbul asumsi bahwa jikalau ada seorang tahanan yang statusnya masih lajang atau belum berrumahtangga, mungkin-mungkin saja bisa kerjasama dengan penjaga ruangan biologis tersebut untuk menyediakan perempuan dengan imbalan. Ini kan penyimpangan. Ini asumsi yang bisa saja muncul.

Jadi, apa yang harus dilakukan pihak kepolisian?
Yang pasti adalah pengawasan. Pengawasan yang benar-benar ketat, pengawasan yang benar-benar transparan dan pengawasan yang benar-benar sebagai bentuk empati terhadap para tahanan yang terbelenggu hasrta kemanusiawiannya. Apabila nantinya didapatkan ada oknum-oknum yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan terkait keberadaan ruangan biologis tersebut, maka pihak kepolisian harus memberi sanksi yang tegas sesuai dengan aturan yang ada.(*)

Diperas Polisi Gadungan

Aksi polisi gadungan yang dimainkan Parlaungan Siagian (40), warga Jalan Tirta Deli No 9A Tanjung Morawa, berakhir di sel tahanan Mapoldasu, Rabu (15/6). Pasalnya, aksinya memeras M Sihombing gagal setelah sang korbann
mengadukan pemerasan tersebut ke Mapoldasu.

Mendapat laporan tersebut, petugas Subdit III Umum Ditreskrimum Polda Sumut, Bripka M Harahap beserta tiga personel Propam Aipda Hasibuan, Bripka Siringoringo dan Bripka M Nasir Koto melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka di depan Polsek Helvetia.

“Tersangka sering mengaku polisi dan selalu menunjukkan senjata api.  Ternyata setelah ditangkap, tersangka adalah masyarakat sipil dan senpi yang disita dari pinggangnya ternyata senpi mainan,” ujar Kasubdit III Umum Ditreskrimum Kompol Andry Setiawan.

Menurut cerita M Sihombing, selaku korban, saat itu dia diancam dengan senjata api, yang belakangan diketahui pemantik api (mancis) berbentuk pistol, untuk menyerahkan uang Rp5 juta dan temannya Rp8,5 juta. M Sihombing akhirnya memberikan uang sebesar yang diminta Parlaungan Siagian. Tak lama Parlaungan pergi, M Sihombing langsung melaporkannya ke Polda Sumut. “Begitu dia ditangkap, saya dikabari dan diminta untuk datang ke Polda membuat pengaduan. Waktu kejadian pemerasan itu, minggu lalu saya diancamnya dengan senjata. Dia mengancam akan menembak saya,” katanya. (ari)

Lebarkan Jalan Kami

085360978xxx

Yth Bapak Wali Kota Medan, Kepala Dinas Bina Marga  Kota Medan, kami warga minta tolong supaya segera dikerjakan pelebaran Jalan Pelita I, Kelurahan Sidorame Barat I dan Sidorame Barat II, Kecamatan Medan Perjuangan dan paritnya dibuat dua saluran. Hal tersebut untuk menghindari banjir dan kemacetan.

Dikaji Terlebih Dahulu

Terimakasih, kami sampaikan untuk melakukan pelebaran jalan sangat diperlukan kajian yang menyeluruh. Mulai letak jalannya, kepadatannya serta di sekitaran jalannya. Dari hasilan kajian tersebut sudah ada, maka bisa dilakukan kebijakannya.

Sebab, kebijakan untuk melebarkan jalan tak hanya bisa diusulkan saja. Melainkan harus disiapkan secara kesuluruhannya, bahkan kajian sosial serta anggarannya untuk dilakukan pembangunan. Tanpa ada kajian, kami tidak bisa mengambil kebijakannya.

Ir H Syaiful Bahri, Sekda Medan

Segera Lakukan Kajian

Pembangunan di Kota Medan harus tetap merata, mulai dari kajian melakukan pembangunan, penyiapan anggaran, kajian geografis hingga kepada kajian sosial. Terakhir adalah persetujuan sejumlah pihak bila jalan tersebut dilebarkan.

Dengan adanya hasil kajian inilah dilahirkannya kebijakan. Berangkat dari hal itu semua, maka segera dilakukannya percepatan pembangunan. Kami minta Pemko Medan segera merumuskannya, karena kebutuhan jalan di Kota Medan sangat krusial.

Apalagi, jumlah kendaraan yang semakin banyak tapi jumlah jalan tak bertambah. Ada baiknya, Pemko Medan sudah melakukan kajian di sejumlah ruas jalan sehingga kemacetan bisa terhindarkan dari warga Kota Medan.

H Ahmad Arif SE MM
Ketua Fraksi PAN DPRD Medan

Ambil Tunjangan, Dipungli

08126546xxx

Ketika tunjangan guru sekarang ramai dalam urusan penyiapan berkas, maka ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan mengatas namakan orang lain/KUPT dalam melakukan pungli uang yang sangat besar untuk ukuran guru-guru seperti di Dinas Pendidikan/UPT Kecanatan Medan Selayang. Lebih meyedihkan dilakukan oleh seorang wanita lagi, mohon pihak-pihak berwenang melakukan pengawalan atas pelayanan publik, kami yakin bahwa Sumut Pos melakukan kontrol sosial terimakasih.

Buat Laporan Tertulis

Terimakasih informasinya, kami sampaikan kepada pengirim SMS untuk membuat laporan secara tertulis kepada Dinas Pendidikan Kota Medan. Dengan adanya laporan tertulis itulah, kami di Dinas Pendidikan bisa memberikan kebijakan. Karena laporan tertulis itu juga menjadi dasar kami untuk mengecek laporan yang disampaikan kepada kami.

Hasan Basri
Kepala Dinas Pendidikan
Kota Medan

Bangun Karakter dengan Kegiatan Ekstrakurikuler

Kegiatan ekstrakurikuler diakui memiliki peranan penting dalam membangun karakter dan kemandirian siswa. Selain itu, kegiatan ekstrakulikuler juga mampu membawa prestasi yang membanggakan sekaligus mengharumkan nama baik sekolah.

Dengan kegiatan ekstrakulikuler,  SMA Panca Budi sempat dikenal melalui cabang olahragakarate.
Kepala SMA Panca Budi Amdan SH mengaku, lewat karate berbagai kegiatan olahraga prestasi telah diraih anak didiknya baik dalam skala lokal, nasional hingga internasional.

“Kita pernah menjadi yang terbaik dalam olimpiade olahraga sains nasional (02SN) untuk cabang karate tahun 2009, dan meraih juara 1 di ajang Piala Mendagri untuk cabang yang sama,” ungkapnya.
Selain cabang karate, berbagai prestasi akademik juga ditorehkan siswa Panca Budi yakni dinobatkan sebagai juara Favorit Ekskul Dinas Pendidikan Kota Medan tahun 2010.

Untuk pembentukan karakter, SMA Panca Budi juga menerapkan siswanya lewat Bimbingan Akhlak dengan metode Islamic Spiritual Building (ISB).

“Keinginan ini sesuai tujuan utama pemilik Yayasan Prof H.

Kadirun Yahya, yakni menciptakan tamatan yang memiliki intelektual dan keimanan yang didukung dengan kemampuan dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya.
Terbukti hingga selama dua tahun berturut-turut SMA Panca Budi mampu menamatkan siswa didiknya dengan persentase fantastis yakni kelulusan 100 persen. Bahkan tahun 2010, 30 persen tamatan Panca Budi diterima di berbagai Perguruan Tinggi Negeri yang ada di Indonesia.(uma)