Home Blog Page 15239

Menezes Mulai Dihujat

RIO DE JANEIRO-Performa timnas Brazil jelang Copa Amerika 2011 belum menjanjikan. Bahkan, tim asuhan Mano Menezes itu mendapat ejekan suporter saat menjamu Belanda (4/6) dan Rumania (7/6) pada laga uji coba di Brazil.
Para suporter juga mempertanyakan keputusan Menezes yang tidak memanggil duo Real Madrid Kaka dan Marcelo. Alasan Menezes untuk Kaka dapat diterima, lantaran sang pemain baru pulih dari cedera dan belum kembali ke performa terbaik.

Masalahnya berbeda dengan Marcelo. Musim lalu dia bermain sangat fantastis bersama Los Blancos, julukan Real. Entrenador Real Jose Mourinho selalu menjadikannya pemain utama di bek kiri.
Tercatat lima gol dan enam assist disumbangkannya untuk Real. Dia menjadi sosok yang tergantikan di bek kiri.
Ternyata, di timnas Brazil untuk persiapan Copa Amerika 2011, Menezes lebih memilih bek kiri Fenerbahce Andre Santos dan bek serbabisa Barcelona Adriano. Mengecewakan bagi Marcelo yang juga ditepikan Dunga pada Piala Dunai 2010 lalu.

Namun, Menezes punya alasan tersendiri meninggalkan Marcelo yakni dinilai kurang memiliki komitmen terhadap tim Samba.

Penyebabnya, ketika dipanggil membela Brazil melawan Skotlandia pada laga uji coba (27/3), dia tidak bergabung ke kamp latihan dengan dalih cedera.

Ternyata, pada laga Real sepekan berikutnya Marcelo segar bugar dan bisa turun lapangan.
“Ketika itu saya masih berada di Eropa setelah laga melawan Skotlandia,” bilang Manezes.
“Apa yang saya lihat meyakinkan saya tentang apa yang sebelumnya kami pikirkan (keraguan akan cedera Marcelo),” tambah Menezes, seperti dilansir Marca.

Sejatinya, banyak email yang dia terima dari berbagai pihak. Intinya, mereka meminta agar Marcelo dipanggil membela skuad Brazil untuk Copa Amerika. Alasannya, apa yang dilakukan Marcelo lantaran tekanan dari klubnya.
“Bagi saya dan para fans, yang paling penting adalah skuad ini. Saya ingin para pemain memahami dan merasakan hal yang sama,” tegas Manezes. “Mereka harus mendahulukan tim atau tidak sama sekali,” pungkas mantan pelatih Corinthians itu. (ham/jpnn)

Tak Serapuh Kaca

Irwansyah Putra

Lahir dari keluarga kurang mampu menjadikan Irwansyah Putra (41) sosok pekerja. Baginya, kehidupan tidak bisa dibiarkan seperti air mengalir. Mengubah penghidupan harus dengan usaha. Dan, dia mampu membuktikannya.

Kesan biasa langsung masuk dalam otak ketika bertemu dengan lelaki kelahiran 41 tahun yang lalu ini. Bahkan, cenderung melihatnya sebagai seorang karyawan biasa yang tidak memiliki apa-apa. Tetapi tahukah Anda? Bahwa pria dengan postur tubuh pendek ini merupakan seorang pekerja keras yang memiliki prinsip untuk selalu disiplin dan konsentrasi dalam kehidupannya, hingga di usianya yang masih muda, pria ini memiliki beberapa usaha sekaligus.

Terlahir dari keluarga yang kurang mampu, Irwansyah Putra pria kelahiran Rantau Prapat 4 Januari 1971, pria ini kini memiliki usaha Rapy Ray (usaha yang bergerak dalam kaca), Ray Developer (bergerak dalam bidang developer), BMT dan TK Ulul Ilmi. Padahal, pria ini awalnya adalah seorang pria yang melamar ke berbagai perusahaan sejak dirinya selesai menyelesaikan bangku SMEA 1 di Medan. “Berbagai perusahaan saya coba, tetapi saya tidak pernah diterima,” ucap Irwan.

Bermodal uang Rp1,250 juta pada tahun 1992, Irwansyah mencoba membangun usaha yang bergerak dalam bidang kaca, padahal dirinya tidak memiliki back ground pendidikan ekonomi apalagi usaha. “Saya pilih kaca karena usaha ini memiliki modal kecil,” ucap Irwansyah.

Bermodal dengan tekad kuat, berbagai toko kaca didatangi oleh Irwansyah agar dapat bekerja sama dengannya. Usaha tersebut berbuah manis, dalam waktu 2 tahun, Irwan dapat membeli ruko dan membuat toko kaca sendiri.
Berbagai rintangan diterima pria ini ketika mulai merintis usaha, mulai susah mendapatkan kredit dari bank, antrean untuk mendapatkan kaca dari pabrik (kala itu Irwan hanya mampu membeli dalam skala kecil), hingga pasar yang dikuasai oleh pengusaha keturunan.

Lalu, dia pun memikirkan sebuah trik untuk merebut pasar, yakni harus menjatuhkan harga kaca di pasaran. “Bahkan keuntungan untuk 1 lembar kaca hanya saya terima Rp500 hingga Rp700. Namun, saya percaya, tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan,” ujarnya.

Untuk menambah keuntungan dari penjualan kaca, Irwan bercoba kreatif dengan menggolah kaca sisa, “Biasanya saya olah untuk menjadi produk lain, seperti kaca untuk lampu semprong,” ujar Irwan.

Tahun berganti, tawaran pekerjaan mulai berdatangan kepadanya. “Terbersit untuk menerima (tawaran pekerjaan) karena penghasilan sebagai karyawan pasti lebih besar dari pada kerjaan saya saat itu. Saya tolak, meski sulit merintis usaha masih terasa saat itu. Saya bukan dari keluarga berada, sejak dulu saya sudah terbiasa untuk mencari uang sendiri untuk membayar uang sekolah dan kebutuhan sendiri,” lanjut irwan.

Hasil jerih payah tersebut dapat dilihat dengan berbagai usaha yang telah dimilikinya. Karena itu, walaupun dirinya pemilik usaha, tetapi dirinya tetap digaji berdasarkan kinerjanya.  Akhir tahun setelah audit buku dan hitungan untuk perusahaan dan karyawan lain, baru diketahui keuntungan perusahaan. Keuntungan tersebutlah yang kemudian diputar kembali oleh Irwan untuk membangun usaha yang lain. Ketika modal cukup, Irwan kembali berpikir untuk mengembangkan usaha baru, dan pilihannya jatuh pada pengembangan rumah, “Saya pernah menghitung, untuk sebuah rumah membutuhkan kaca yang banyak, seperti kaca jendela,” ucapnya.

Menjadi developer pun dipilihnya, sementara usaha kaca yang dirintisnya telah mandiri dengan 22 outlet yang tersebar diseluruh Sumut. Dari ke 22 outlet tersebut, semuanya dikelola oleh mantan karyawan Irwan yang telah mengabdi selama bertahun-tahun. Dan dari membantu modal karyawan ini pulalah Irwansyah membuka usaha BMT pada tahun 2007. (mag-9)

Inggris, Belajarlah dari Spanyol

MANCHESTER – Meski sudah gantung sepatu dari Manchester United dan tim nasional Inggris, pantang bagi Paul Scholes untuk melewatkan perkembangan kedua tim kesayangannya tersebut.

Terlebih untuk tim nasional Inggris, yang dinilai Scholes mengalami kemandekan prestasi. Menurutnya, The Three Lions harus berubah, mengadaptasi dan belajar dari jawara Eropa dan dunia, Spanyol.

Kemandekan atau bahkan masa depan yang suram akan menghinggapi timnas Inggris di masa mendatang, jika bercermin dari hasil imbang yang didapat Inggris U-21 saat bentrok dengan Spanyol U-21 di EURO U-21 Denmark.
Bisa dibilang, Inggris beruntung dapat diselamatkan Danny Welbeck di menit-menit akhir pertandingan yang membuat kedudukan sama,1-1 antara Inggris dan Spanyol. Demi masa depan Inggris yang lebih baik, Scholes mengimbau para punggawa muda Inggris untuk belajar dari Barcelona dan Spanyol untuk kembangkan apa yang mereka sudah miliki.
“Meskipun laga tersebut berakhir 1-1, saya pikir jika anda orang Inggris, pasti juga akan berpikir kita betul-betul beruntung. Secara teknik, para pemain muda Spanyol tersebut jauh lebih superior dalam segala hal dari Inggris,” cetus Scholes seperti disitat Goal, Selasa (14/6).

“Ketika Anda melihat tim seperti Spanyol dan Barca melakukan five-yard passes, mereka tak melakukannya dengan banyak gaya, tapi melakukannya secara efektif. Mereka terlihat percaya diri bermain dengan bola, mereka dapat membuat Anda tampak seperti orang bodoh,” tambah pria kelahiran Salford tersebut.

“Saya kira hal penting yang dapat dipelajari dari Spanyol adalah, mereka bermain secara tim. Semua pemain adalah bintang. Mereka bermain possession ball dan bergerak dengan cepat. Mereka juga tak segan untuk mengejar bola. Itulah pelajaran yang saya harap dapat diterapkan para pemain Inggris di level junior maupun senior,” tutup Scholes. (net/jpnn)

Ditangkap Densus, Tewas Mendadak

BANDUNG- Seorang terduga teroris tewas mendadak setelah ditangkap Densus 88 Mabes Polri.  Untung Budi Santoso alias Khaidir (48), warga Kampung Sukarame RT 1/9 Desa Cingcin Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung itu dimakamkan kemarin (14/6) di dekat rumahnya. Polisi mengklaim Untung meninggal karena sakit jantung.
“Setahu kami di keluarga, Untung tidak pernah mengeluhkan dan tidak punya riwayat sakit jantung,” ujar adik ipar almarhum Abdul Haq pada wartawan usai pemakaman kemarin (14/6).

Saat dimakamkan pun, kata dia, ada darah yang mengucur di belakang kepala Untung. “Kalau sakit jantung, kok kepalanya luka sampai berdarah,” katanya. Di tubuh jenazah pun, lanjutnya, ada bekas jahitan di dagu dan dada. “Padahal, tidak punya riwayat luka,” katanya.

Jenazah Untung diantar langsung oleh ambulan kepolisian pukul 4.20 WIB, kemarin (14/6). Keluarga hanya pasrah dengan kejadian ini.

“Mati ada di tangan Allah, tapi penyebabnya memang kami belum semuanya percaya (sakit jantung,red),” kata Abdul Haq. Keluarga Untung semuanya melihat setelah diberitahu petugas.

Kepala Divisi Humas Polri menjelaskan, otak tersangka terorisme Muhammad Sibghotulloh alias Faisal alias Mus’af alias Hani alias Yuardi, yang ditangkap di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (11/6), diduga sebagai otak terorisme di Palu, Sulawesi Tengah, dan Cirebon, Jawa Barat. “Dari keterangannya dikembangkan ke serangkaian penangkapan. Termasuk Untung,” katanya. Faisal diduga memiliki peranan penting lainnya dalam perencanaan aksi terorisme di dalam negeri. (rdl/apt/jpnn)

Bagi-bagi Buku ke Hakim dan Jaksa

Anthony Zedra Abidin

Selama di dalam tahanan, terdakwa kasus suap Dewan Gubernur Senior (DSG) Bank Indonesia Anthony Zedra Abidin menghabiskan waktu dengan menulis. Hasil tulisannya yang sudah berbentuk sebuah buku itu pun dibagi-bagikan kepada hakim dan jaksa. “Ini buku hasil tulisan selama di tahanan,” ujar Anthony. Anthony mengatakan itu saat membacakan pembelaan pribadi di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta.
Buku itu bertajuk ‘Kabut Zaman’ dengan halaman yang cukup tebal. Ada enam buku yang dibagikan, 5 untuk hakim dan sisanya untuk jaksa.

Ketua majelis, Suwidya menegaskan jika pemberian buku ini adalah bagian dari pembelaan. “Kalau diberikan untuk pribadi, silakan,” katanya.(net/jpnn)

KPK Tunggu Interpol

JAKARTA –  Setelah KPK mengirimkan red notice kepada polisi dan Interpol awal Juni lalu, kini Nunun Nurbaeti Daradjatun resmi menjadi buronan internasional (interpol). Per Selasa (14/6), wajah istri mantan Wakil Kepala Polri Adang Daradjatun itu sudah terpampang di situs Interpol. Link website Interpol yang memuat foto Nunun adalah http://www.interpol.int/public /data/wanted/notices/data/2011 /57/2011_33557.asp. Dalam halaman itu, tertulis Nunun Daradjatun. Lengkap dengan ciri-ciri sosialita yang sering bolak-balik Singapura, Thailand, dan Kamboja itu. Mulai usia 60 tahun, tempat tanggal lahir, tinggi badan, berat badan hingga warna rambut.

Dalam situs tersebut, perempuan kelahiran 28 September 1950 itu tercatat melakukan tindak pidana fraud atau suap. Di kolom penanganan kasus tertulis nama Corruption Eradication Commission atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Juru bicara KPK Johan Budi mengatakan, meski Nunun sudah ditetapkan sebagai buron interpol tidak serta merta sosialita kelas atas itu bisa langsung tertangkap. “Pasti semuanya butuh waktu,” kata Johan. Yang jelas, lanjut dia, KPK akan sangat terbantu dengan penetapan buron tersebut.

KPK, dalam hal ini hanya bisa menunggu pihak Interpol untuk menangkap Nunun. Namun, kata Johan, pihaknya tidak hanya menunggu. Beberapa langkah akan terus diambil KPK untuk memulangkan mantan tim sukses pemenangan Megawati-Hasyim Muzadi dalam pemilu presiden periode 2004-2009 itu.

Seperti yang diketahui, beberapa hal yang sudah dilakukan KPK untuk menangkap Nunun adalah dengan mencabut paspor, menggandeng dubes RI di beberapa Negara, mengirim tim penyidik ke Thailand dan bekerjasama dengan aparat negara-negara yang diduga menjadi tempat persembunyian Nunun.

“Upaya-upaya itu yang masih terus dilakukan KPK,” kata Johan. Selain itu KPK juga memiliki cara-cara yang tidak belum bisa diungkapkan ke publik.

Namun, bisa jadi harapan KPK itu akan bertepuk sebelah tangan. Sebab, di situs tersebut Interpol sendiri mengatakan bahwa red notice itu hanya pemberitahuan. Artinya, pengumuman tersebut bukanlah surat perintah penangkapan internasional. Semuanya kembali pada keseriusan polisi lokal negara lain.
Pengamat hukum internasional Hikmahanto Juwana menyatakan red notice bisa jadi tidak efektif untuk memulangkan Nunun ke Indonesia. Setidaknya, yang bersangkutan punya alasan kenapa dia menyebutkan  hal itu.(kuh/dim/jpnn)

Nazaruddin Utus Pengacara

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak patah arang memanggil mantan Bendahara Umum Demokrat Muhammad Nazaruddin dalam kasus suap proyek wisma atlet Sea Games 2011 Palembang. Setelah Senin (13/6) lalu mangkir dari panggilan pertama, KPK kembali memanggil Nazaruddin besok (16/6).

“Kami sudah kirimkan surat panggilan ke tiga tempat,” kata juru bicara KPK Johan Budi kemarin. Tiga tempat yang dilayangi surat panggilan adalah rumah Nazaruddin, Partai Demokrat dan Setjen DPR. Seperti pemanggilan pertama, pemanggilan tersebut murupakan panggilan untuk menjadi saksi dalam kasus Sesmenpora.

Sementara itu, Muhammad Nazaruddin mengaku tidak akan memenuhi panggilan KPK. Namun dia mengutus pengacaranya untuk memenuhi panggilan komisi antikorupsi itu. “Hari Kamis pengacara saya akan hadir di KPK pukul 10.00 WIB,” ujar Nazaruddin lewat pesan singkat kepada wartawan, Selasa (14/6)

Pengacara Nazaruddin akan menjelaskan mengapa ia mangkir dari panggilan KPK. Dia berharap KPK memahaminya. “Untuk memberikan informasi ke KPK mengapa saya belum bisa menghadiri panggilan KPK,” jelasnya.
Sementara itu Nazar akan memenuhi panggilan KPK setelah sembuh. Nazar sudah dua kali mangkir dari panggilan KPK. “Saya akan ke kantor KPK kalau sudah sembuh,” tandasnya.

Ketua KPK Busyro Muqoddas saat dihubungi wartawan kemarin mengatakan bahwa pihaknya baru saja menerima laporan dari Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait kasus suap proyek wisma atlet. Menurut Busyro, PPATK menyebut ada lima sampai enam orang yang terlibat dalam 13 transaksi mencurigakan dugaan korupsi pembangunan wisma atlet di Kemenpora. “Laporan ini telah kami diterima sebagian, belum sepenuhnya,” ucapnya.

Nah, dari lima sampai enam orang yang terlibat itu, tiga diantaranya adalah orang-orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Yakni Sesmenpora Wafid Muharam, Mindo Rosalina Manulang dan El Idris.(kuh/jpnn)

Beli Aset Pailit, Ketua Umum Peradi Terseret

KPK Periksa Otto Hasibuan dalam Kasus Hakim Suap

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengendus keterlibatan Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Otto Hasibuan dalam kasus suap PT Skycamping Indonesia (SCI) dengan tersangka hakim nonaktif Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat Syarifuddin Umar. Kemarin (14/6) pengacara senior ini diperiksa oleh penyidik KPK.

Otto datang memenuhi panggilan KPK sekitar pukul 09.45 WIB. Pria dengan dandanan parlente khas pengacara itu dikawal para pengikutnya. Tak mengeluarkan komentar apapun, Otto langsung masuk untuk menemui para penyidik. Saat keluar sekitar pukul 19.00 WIB, Otto tidak bicara banyak dengan wartawan yang menunggunya. Dia hanya mengakui bahwa pihaknya yang hendak membeli aset PT SCI.

Menurut salah seorang staf KPK, pemeriksaan bertujuan untuk mendalami rencana pembelian aset PT SCI yang telah dinyatakan pailit oleh Otto. “Dia berencana membeli aset milik PT SCI yang sekarang masih dipermasalahkan,” kata staf tersebut kepada Jawa Pos (grup Sumut Pos).

Staf tidak mau namanya dikorankan itu mengatakan bahwa KPK akan menelusuri lebih lanjut apakah Otto ikut terlibat dalam pemberian uang tersebut.

Juru bicara KPK Johan Budi mengatakan Otto diperiksa sebagai saksi untuk tersangka kurator PT SCI Puguh Wirawan.  Namun saat ditanya tentang apa keterkaitan pengacara kondang itu dengan kasus penyuapan PT SCI, Johan mengaku belum mengetahuinya. Apakah Otto terlibat dalam pembelian aset perusahaan yang dinyatakan pailit itu? “Saya belum dengar itu,” katanya.

Selain Otto, kemarin Puguh menjalani pemeriksaan. Dia diperiksa sebagai tersangka. Sheila Salomo, pengacara Puguh, mengatakan bahwa kliennya telah mengaku memberikan uang Rp250 juta kepada Syarifuddin. Namun, uang tersebut bukan berasal dari seorang donatur yang berada di belakang Puguh. “Nggak ada (donator) itu,” kata Sheila.
Dia menerangkan, uang tersebut merupakan fee yang dikumpulkan Puguh bersama teman-teman sesama kurator yang lain. “Uang itu dari hasil penjualan aset PT SCI yang lain. Tapi saya nggak tahu yang mana,” ucapnya. Ketika ditanya siapa kurator lain yang mengumpulkan fee untuk Syarifuddin, Sheila menjawab dua orang tersebut adalah Michael Marcus Iskandar dan Khairil Poloan.

Michael sebelumnya pernah diperiksa KPK terkait kasus penyuapan ini. Tepatnya para Kamis (9/6) lalu. Dia tidak sendiri, KPK juga memeriksa beberapa kurator. Reza Rizal, Darwati dan Royandi Haikal. “Memang ada kurator lain yang belum kami periksa. Tapi jika memang dibutuhkan akan kami periksa secepatnya,” kata juru bicara KPK Johan.
Terpisah, saat ICW bertandang ke gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Wakil Koordinator ICW Emerson Yuntho mengatakan, sepak terjang Syarifuddin dalam sidang yang membebaskan Gubernur Bengkulu non aktif Agusrin Maryono Najamuddin harus diusut. Sebab, kasus tersebut diduga telah merugikan keuangan negara hingga Rp21,3 miliar itu. “Pembebasan itu jelas jadi kontroversi karena hakim dinilai mengabaikan sejumlah fakta hukum,” kata Emerson.

Seperti diberitakan, Syarifuddin adalah hakim ketua sidang Agusrin. Dalam sidang itu, dia memenangkan Agusrin dan membebaskan dia dari jerat hukum. Namun, belakangan Syarifuddin ditangkap KPK lantaran menerima suap untuk kasus lain yakni penjualan aset PT. SCI.

Dia juga meminta kepada Kejagung untuk hati-hati dalam menyusun memori kasasi vonis bebas Agusrin. Nanti, kata Emerson, kejaksaan harus menyakinkan hakim agung bahwa pertimbangan hakim atas vonis bebas adalah keliru.(kuh/dim/ken/agm/jpnn)

Lima Cabor Ramaikan Lake Toba

MEDAN-Lima cabang olahraga dipertandingkan guna lebih memeriahkan pelaksanaan Lake Toba Ecotourism Sport 2011 yang akan digelar di kawasan Danau Toba, 19 Juni hingga 3 Juli mendatang.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Olahraga Dispora Sumut Drs Darwis Siregar kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (14/6) menjelaskan, lima cabang olahraga yang digelar dalam event  tahunan kebanggaan masyarakat Sumut ini adalah tinju, bolavoli pantai, dragon boat, binaraga dan drumband.

Cabang tinju, kata Darwis didampingi H Sakiruddin SE MM, Drs Mazrinal Nasution MAP dan Drs Syafei Pilly, merupakan Kejurnas tingkat Junior dan Youth. Pelaksanaannya digelar 21 hingga 27 Juni.
Pembukaan cabang olahraga tinju sekaligus dijadikan sebagai pembukaan  Lake Toba Ecotourism Sport 2011 oleh Plt Gubsu Gatot Pudjo Nugroho.

Kejurnas tinju yang akan diikuti berbagai provinsi tanah air, untuk tingkat junior memperebutkan Piala Bupati Simalungun, dan untuk Youth memperebutkan Piala Plt Gubsu.

Selanjutnya cabang bolavoli pantai akan digelar 19 hingga 21 Juni di Parbaba Kabupaten Samosir yang akan dibuka langsung oleh Bupati Samosir Mangindar Simbolon.

Cabang olahraga dragon boat digelar di Pantai Bahari Prapat 25 dan 26 Juni, dibuka Bupati Tobasa. Selanjutnya cabang Binaraga digelar 24 hingga 25 Juni di Prapat dan Drumband digelar 3 Juli di Open Stage Prapat dilanjutkan dengan upacara penutupan.

Pelaksanaan event yang dikemas  Dispora Sumut dan instansi terkait serta Pemkab di kawasan Danau Toba, selain memperlombakan lima cabang olahraga, juga akan menggelar berbagai event seni budaya yang tujuannya adalah guna mendukung sektor wisata di daerah wisata andalan Sumut, Danau Toba.

Pihak panitia, tambah  Darwis hingga kini terus melakukan persiapan demi lancar dan suksesnya event ini. (jun)

Kebakaran Diduga dari Generator

LANGKAT- Kebakaran pipa gas di PT Pertamina EP Field Pangkalan Susu, di lingkungan III, Kelurahan Pangkalan Batu, Kecamatan Berandan Barat, Langkat, Senin (12/6) malam, diduga berasal dari mesin generator.
Menurut salah seorang pekerja yang minta namanya dirahasiakan, Selasa (14/6) dini hari menyebutkan, dia bersama 3 pekerja dari Pertamina Pangkalan Susu dan 8 orang dari PT Salamander North Sumatera, mengerjakan pembersihan pipa gas yang tersumbat.

Saat melakukan pembersihan, mereka membawa generator pompa Pertamina ke lokasi transmisi. Ketika dilakukan pembersihan pipa, tekanan gas pompa generator terlalu tinggi hingga menimbulkan percikan api dan menyambar pipa gas.

“Akibatnya, klep manipol (penyuplai) meledak dan terjadi kobaran api,” sebut pekerja tadi. Disebutkannya lagi, kobaran api terus membesar dan membubung tinggi, hingga tak mampu dikendalikan.
Humas PT Pertamina Pangkalan Susu Pirngadi ketika dikonfirmasi di lokasi kejadian mengatakan, sejauh ini pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. “Kami masih melakukan penyelidikan atas penyebab kebakaran ini,” katanya.(mag-11)