Home Blog Page 15240

Rp60 Juta Lewong

Kaca Mobil Anggota TNI Dipecah

SIANTAR- Uang tunai Rp60 juta milik Rusli Rahmat (47) anggota TNI Denkesyah, warga Jalan Marimbun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, hilang dari dalam mobil Kijang Kapsul yang diparkirnya di Jalan Gunung Simanuk-manuk, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Senin (13/6).

Informasi yang dihimpun di kepolisian, Selasa (14/6) menyebutkan, uang itu dibungkus dalam tas warna hitam dan diletakkan didalam mobil Kijang Kapsul, tepatnya disamping kiri tempat duduk supir.
Kemudian mobil diparkirkan di Jalan Gunung Simanuk-manuk, tepatnya di samping kantor Dinkesyah, sekira pukul 10.00 WIB.

Setelah mengunci seluruh pintu mobil, Rusli kemudian masuk kedalam kantor untuk kerja. Sekitar pukul 14.15 WIB, Rusli menyuruh salah seorang pagawai Denkesyah Jonsuari Barus (48), memindahkan mobilnya kedalam parkir kantor Denkesyah. Saat ingin memindahkan mobil atasannya itu, Jonsuari melihat kaca mobil depan sebelah kiri pecah, dan langsung mengabarkan kejadian tersebut kepada Rusli.

Dengan sigap Rusli mengecek kedalam mobil memastikan uang yang dibawanya tadi tidak hilang. Begitu sampai dimobil, Rusli sudah kehilangan uangnya.

“Tadi sebelum kejadian, saya baru memberikan uang Rp60 juta kepada anggota, Serda Yudha. Habis itu sisanya Rp60 juta lagi, dibungkus didalam tas dan diletakkan didalam mobil. Saya tahunya ketika dikabari Jonsuari, sewaktu memindahkan mobil. Saya cek di dalam mobil, uang Rp60 juta itu sudah tidak ada lagi,” terangnya.
Kapolresta Siantar AKBP Alberd T.B Sianipar ketika dikonfirmasi melalui Kasubag Humas AKP Altur Pasaribu mengaku, telah menerima laporan pengaduan korban.

“Berdasarkan hasil keterangan korban, kuat duagaan pelaku terlebih dahulu memecahkan kaca mobil tempat uang itu disimpan,” ujar Altur.(osi/smg)

Gunakan Modul Bimbingan Digital

Bimbel Teknos Genius

MEDAN- Pengumuman kelulusan SMA sudah selesai. Sekarang tinggal persiapan menuju perguruan tinggi yang diinginkan. Berkaitan dengan itu ada baiknya kita mengasah kemampuan di bimbingan belajar (bimbel) Teknos Genius. Bimbel yang berkantor pusat Jakarta ini membuka cabang di Jalan Letjen Djamin Ginting Simpang Kuala Padang Bulan Medan.

Pimpinan Teknos Genius Cabang Medan Drs Utama Sembiring MM mengatakan, bimbel ini didirikan alumni ITB yang bernama Drs Gusti Bagia Mulyadi tahun 1982. Hingga saat ini, bimbel Teknos Genius ini memiliki 174 cabang yang tersebar di kota-kota besar Indonesia, termasuk Medan.

Meskipun baru berusia setahun, Teknos Genius juga membimbing siswa SD, SMP dan SMA.  “Selama setahun ini setidaknya kita telah membimbing 270 orang dan ini merupakan angka yang cukup tinggi untuk usia sebuah bimbingan yang terbilang muda,” ungkapnya.

Sementara itu staf pembimbing Teknos Genius sambung Utama memiliki tenaga pengajar handal dan profesional sesuai bidang dan keahliannya. Yang mana hampir rata-rata pembimbing Teknos Genius merupakan alumni perguruan tinggi negeri ternama Kota Medan seperti USU dan Unimed.

Bahkan menurut Utama, siswa bimbingannya juga dijamin melalui asuransi Bumiputera melalui kerjasama yang telah terbangun. Selain itu Teknos Genius juga memberikan modul bimbingan Digital Mark Reader (DMR) kepada siswanya.
“Setiap siswa yang telah melaksanakan try out akan dilakukan pemeriksaan lembar jawaban menggunakan DMR, agar siswa betul-betul mampu dan terbiasa.Karena kita ketahui sistem ujian akhir nasional, Ujian Masuk Perguruan tinggi Negeri, dan ujian CPNS sudah menggunakan pemeriksaan kunci jawaban menggunakan DMR,” sebutnya.

Utama menambahkan, materi bimbangn untuk anak SD terdiri dari Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, IPA, Matematika, dan IPS, SMP terdiri dari Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Biologi dan Kimia.
Kemudian SMA jurusan IPA yakni Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan SMA jurusan IPS terdiri dari Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sosiologi, Geografi, Ekonomi dan Sejarah. (uma)

Sabri Dipungut Polisi

BINJAI- Sabri (4) bocah Marendal, Medan yang diculik, disiksa dan dipaksa memina-minta oleh Julius (30) warga Jalan Ikan Tenggiri, Binjai Timur, akhirnya bernafas lega. Pasalnya, oknum polisi Bripka Hery Sembiring, berniat untuk mengasuh Sabri.

“Anak ini semalam juga sudah tidur di rumah saya. Kalau memang orangtuanya sudah tak mau dengan anak ini, biar saya ambil saja,” ujar Hery, Juru Periksa (Juper) di unit PPA Polres Binjai, Selasa (14/6).

Hery berminat mengasuh bocah itu, lantaran tidak memiliki anak laki-laki. “Saya kasian melihat Sabri, saya juga tidak punya anak laki-laki. Itu makanya, saya ingin membesarkanya sebagai anak saya sendiri,” kata Hery. Untuk melengkapi hasil pemeriksaa kepolisian, Sabri dibawa ke RSU Dr Djoelham Binjai, Jalan Sultan Hasanuddin, Binjai Kota, untuk divisum. (dan)

Kapolda Siap Dicopot

Terkait Penembakan Warga di PT SM Madina

MEDAN- Pasca penembakan warga di PT Sorikmas Mining (SM), Kabupaten Mandailing Natal, 29 Mei 2011 lalu, Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro siap dicpot dari jabatannya.

“Jika memang yang melakukan penembakan anggota saya, saya bersedia dicopot dari jabatan saya saat ini, jika saya tak menindak tegas mereka,” kata Wisjnu pada rapat dengar pendapat (RDP) DPRD Sumut, Selasa (14/6).
Wisjnu juga mengajak untuk sama-sama membangun demokrasi menyelesaikan berbagai masalah yang terjadi. Pihaknya juga mengaku siap untuk berdialog dalam menyelesaikan permasalahan dan salah paham yang terjadi di madina.

“Atas hal ini, kita telah mendata terdapat tujuh DPO atas kejadian tersebut. Mereka terindikasi melakukan hal itu (pengerusakan dan pembakaran PT Sorikmas Mining) dan berpotensi menjadi tersangka. Mari kita bersikap dewasa dan saling mendukung,” harapnya.

Lebih lanjut, Kapolda Sumut memaparkan, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, pihaknya menjamin tak akan ada penangkapan kepada ketujuh DPO tersebut.

“Kita harapkan ketujuh warga itu mau datang sendiri melaporkan diri. Atau masyarakat sendiri yang menyerahkannya kepada kami. Jika memang tak bersalah akan kita pulangkan,” jelas Wisjnu.
Sementara puluhan warga merasa dia du domba oleh pengelola perusahaan. Pasalnya, pada bukti ekspos PT Sorikmas Mining yang diserahkan kepada pimpinan Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Sumut, terdapat kalimat yang meresahkan warga.

Kalimat tersebut menyatakan, adanya pihak perusahaan melakukan musyawarah dengan tokoh masyarakat setempat yang memiliki pendidikan tinggi dan dianggap mampu menyelesaikan permasalahan tersebut. Namun, saat pimpinan RDP dan sebagian warga menanyakan siapa sebenarnya yang diajak bermusyawarah, pihak perusahaan tak bisa memberikan jawaban konkrit. Mereka berbelit-belit hingga menunda menjawab pertanyaan tersebut.
GM Corporate Development PT Sorikmas Mining Paul Du Plessis menerangkan, pihak manajemen prihatin atas terjadinya hal tersebut. “Kita selama ini tak mengeluarkan statement karena kami menyerahkan sepenuhnya masalah ini kepada pihak kepolisian. (saz)

Lepas Siswa Ikuti SNMPTN

Dalam menghadapi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN) 2011, Bimbel Teknos Genius terus memacu siswanya. Saat ini program yang sedang digalakkan adalah pelatihan. Pelatihan ini berlangsung selama lima Minggu.

Pimpinan Teknos  Genius Cabang Medan Drs Utama Sembiring MM mengatakan, Teknos sedikitnya telah melakukan pelatihan uji coba (try out SNMPTN) sebanyak 4 kali. Dia mengakui persaingan masuk PTN sangat ketat, karena ketersediaan kursi sangat terbatas dan kesempatan lulus setiap peserta adalah sama, yang berbeda adalah besar usaha dan stategi yang dilakukan peserta.

“Kita melakukan pelatihan dengan program persis sama dengan pelaksanaan  SNMPTN sebenarnya,” ungkapnya. Bahkan lanjut Utama, Bimbel Teknos Genius telah melakukan pelepasan peserta didiknya (29/5) mengikuti SNMPTN 2011. “Kita telah melakukan acara pelepasan kepada seluruh siswa bimbingan kita. Semoga nantinya seluruh anak didik kita agar bisa lulus sesuai dengan pilihan dan program pendidikan yang mereka pilih masing-masing,” sebutnya.
Tidak sampai disitu saja bahkan,  Bimbel Teknos Genius juga memberikan reward kepada peserta didik yang mampu berprestasi.(uma)

Polisi Sesalkan Panitia Tender

LUBUK PAKAM– Perkelahian antar kelompok pemuda dalam proses tender proyek pembangunan ruang rawat inap RSUD Lubuk Pakam, Deli Serdang, disebabkan kurang tanggapnya panitia tender.
Kapolsek Lubuk Pakam AKP Muhammad Ikhwan Khalik, ketika dikonfirmasi Selasa (14/6) mengaku, sangat menyesalkan terjadinya peistiwa tersebut. Terlebih, lambatnya pemberitahuan penitia tender meminta pengamanan kepada pihaknya.

“Saya minta pihak RSU Lubuk Pakam khususnya drg Reshky meminta maaf atas pernyataan itu. Sebab, pihak RSU Lubuk Pakam, membuat laporan kepada Kepolisian setelah kekisruhan terjadi.Kok sudah terjadi baru dihubungi,” kata Ikhwan.(btr)

Warga Protes Angkutan Desa

LUBUK PAKAM- Ratusan warga Desa Bangun Sari Baru, Tanjung Morawa, mendatangi kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Deli Serdang, memprotes angkutan desa, Selasa (14/6).

Menurut warga, angkutan umum pedesaan jenis Nitra 94 tidak mematuhi trayek yang ditentukan pemerintah, hingga membuat ratusan warga disana terlantar.

J. Manurung, warga Desa Bangun Sari, ketika dijumpai dikantor Dishub  Deli Serdang menjelaskan, warga lelah menghadapi sikap supir angkutan pedesaan yang  tidak lagi berjalan sesuai trayek ditentukan.
”Jadi kami setiap hari mengeluarkan ongkos Rp10 ribu karena transit dua kali, sebelumnya kami bisa langsung ke tempat kerjaan dengan menggunakan angkutan desa,” ujarnya.(btr)

13 Desa Gelar Pilkades

SERGAI- Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa ( BPMPD) menggelar pemilihan kepala desa ( Pilkades) serentak di 13 Desa di 7 Kecamatan, Selasa (14/6).

Kepala BPMPD Sergai H Ifdal didampingi Kabid Pemerintahan Desa H Chairin F Simanjuntak kepada Sumut Pos mengatakan, semula ada 14 desa yang akan menggelar Pilkades, tapi  Panitia Pemilihan Kepala Desa ( P2K) Desa Citaman Jernih, Kecamatan Perbaungan, mengundurkan diri, sehingga jadwal pemilihan diundur tiga bulan mendatang.(mag-15)
Adapun desa yang menggelar Pilkades yakni, Desa Melati II, Lubuk Bayas Kecamatan Perbaungan, Desa Sei Bamban Kecamatan Sei Bamban, Desa Tanjung Maria, Tegal Sari dan Sarang Giting, Kecamatan Dolok Masihul, Desa Tambak Cekur, Manggis dan Karang Tengah, Kecamatan Serbajadi, Desa Jambu, Kecamatan  Tebing Tinggi , Desa Sei Kari dan Sialtong, Kecamatan Kotarih, dan Desa Tarean, Kecamatan Silinda dengan  calon Kades sebanyak 36 orang,  29 pria dan 7 wanita.(mag-15)

Rumah PNS Disatroni Maling

TEBING TINGGI- Rumah Rumonda Sihombing (52) guru SMP, warga Jalan Kaskas, Lingkungan IV, Kota Tebing Tinggi, disatroni maling, Selasa (14/6) dinihari sekira pukul 03.00 WIB. Akibat pencurian tersebut, Romanda kehilangan barang-barang berharga miliknya senilai Rp20 juta.

Ketika ditemui di Mapolres Tebing Tinggi, Romonda menjelaskan, maling tersebut berhasil membawa kabur sebuah handphon, tiga buah rantai emas berlian, tiga buah cincin berlian, dua buah cincin emas belah rotan dan uang Rp3 juta.
Diterangkan dia, saat itu, Rumonda sedang mengantarkan sayuran ke pasar Inpres, Kota Tebing Tinggi untuk dijual. Sementara suaminya, sedang mengambil sayuran ke sejumlah petani. “Sewaktu meninggalkan rumah, saya meletakkan kunci rumah di bawah pot bunga di teras rumah,” katanya.

“Saat kembali, saya lihat ada orang berlari dari dalam rumah. Setelah masuk kedalam, isi kamar saya sudah berserakan dan sejumlah perhiasan dan uang telah raib,” jelas Rumonda.

Kanit Resum Polres Tebing Tinggi Iptu Topan HT mengatakan, pihaknya telah menerima laporan korban dan langsung melakukan olah TKP. Di lokasi kejadian, petugas menemukan sebuah cincin emas. Saat ini petugas masih memburu pelaku.(mag-3)

Oknum PNS Curi Lembu

BINJAI- Oknum PNS di Bagian Keuangan Pemko Binjai berinisial AG (27) warga Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Binjai Timur, ditangkap petugas Polsek Binjai Timur, karena mencuri lembu Sutoyo (43) warga yang sama, Selasa (14/6).

Keterangan diperoleh Sumut Pos, selain Andi, petugas terlebih dulu mengamankan Ali dan Roni.
Dari keterangan kedua temannya, petugas akhirnya menangkap Andi yang disebut-sebut anak staf ahli Wali Kota Binjai, berinisial MG.

Menurut Sutoyo, saat ditemui di rumahnya Selasa (14/6) menerangkan, peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Mei 2011 lalu. Saat itu, dia mengembala dua ekor lembunya ke tengah sawah tak jauh dari rumahnya.
Karena hari begitu terik, Sutoyo pulang ke rumah untuk mengambil air minum. Begitu kembali, seekor lembunya sudah hilang. Kanit Reskrim Polsek Binjai Timur J Bangun, ketika dikonfirmasi menolak memberikan keterangan prihal penangkapan anak staf ahli Walikota tersebut.

“Saya tidak ada wewenang, tanya saja  Kapolsek,” ucapnya. (dan)