Home Blog Page 15256

Terancam Absen di Catalunya

LE MANS – Pembalap Repsol Honda Dani Pedrosa terancam absen dari sirkuit. Kecelakaan yang dialaminya di Le Mans, Minggu (15/5) kemarin, membuatnya kemungkinan absen pada seri yang digelar di kampung halamannya, Catalunya, Spanyol, tiga pekan mendatang.

Pedrosa mengalami cedera bahu kanannya akibat menyenggol ban belakang Marco Simoncelli saat keduanya bertarung memperebutkan posisi kedua di Le Mans.

Seperti dikutip The Independent, Selasa (17/5), cedera ini sontak membuat eksistensi Pedrosa di MotoGP musim ini terancam berantakan. Pembalap asal Spanyol ini kabarnya bakal absen pada seri kelima MotoGP di depan publiknya di Barcelona, 5 Juni mendatang.

Lebih dari itu, The Spaniard (julukan Pedrosa) bahkan mengisukan bakal kembali naik meja bedah untuk menyembuhkan patah tulang pada bahunya. Jika ini terjadi, maka, Pedrosa pun terancam absen di lebih dari satu seri. “Dalam beberapa hari ke depan, kami baru akan memutuskan apakah dia harus menjalani operasi untuk memulihkan patahan pada tulang bahunya atau membiarkan tulang itu sembuh sendiri tanpa intervensi (operasi),” ujar salah staf tim Repsol Honda.

Akibat kecelakaan ini, Pedrosa pun harus rela posisinya di klasemen, melorot. Pembalap yang memenangi seri di Estoril, Portugal ini harus rela posisinya turun ke peringkat tiga dengan 61 poin, atau lima angka di belakang rekan setimnya Casey Stoner dan terpaut 17 poin dari pimpinan klasemen sementara Jorge Lorenzo.

Menyikapi kecelakaan ini, sejumlah pembalap pun melontarkan rasa simpatinya untuk Pedrosa. Setelah sebelumnya rekan setimnya, Casey Stoner, kali ini giliran pembalap Repsol Honda lainnya, Andrea Dovizioso dan pembalap Ducati Valentino Rossi yang memberikan dukungan moril kepada The Spaniard. “Hari ini Dani (Pedrosa) tidak beruntung. Saya berharap dia segera pulih,” tutur Dovi sebagaimana dikutip Crash.net.

“Saya sangat prihatin atas kecelakaan yang dialami Dani. Cedera  kali ini sangat buruk. Saya hanya bisa mendoakan agar dia cepat sembuh. Semoga beruntung Dani,” tandas Rossi. (net/jpnn)
The Doctor (sebutan Rossi). (net/jpnn)

Persaingan Semakin Ketat

Grand Final KBPPP Yamaha Road Race 2011

MEDAN-Persaingan ketat antar racer Molen Motor Deri Irfandi (Alfa Scorpii), Hadi Renaldi dari Andra Team, dan M Reza dari Ogek Motor akan mewarnai grand final KBPP Yamaha Road Race 2011 yang dilaksanakan Ambarwulan Club Indonesia (ACI) di Sirkuit Jalan Lintas Pematang Raya Sidikalang, Minggu (22/5).

Dari empat seri yang sudah digelar, ketiganya berpeluang memperebutkan tempat terbaik di kelas Open. Sementara itu di kelas pemula akan menampilkan Hadi Renaldi (Andra Team), Faisal Hidayat (Sampurna Multicom), dan Afrizal Doni (Molen Motor).

Selain tropi Bupati Simalungun, tropi Kapolres Simalungun, tropi Dandim 0207 Simalungun, dan tropi Ketua KBPPP Pematang Siantar-Simalungun turut juga diperebutkan total hadiah Rp 60 juta dan dua unit sepeda motor Yamaha untuk juara umum di lima seri kelas Tune Up Yamaha dan Standard Yamaha Pemula.

Ketua Panitia Ir Cecep Hidayat memastikan partai grand final ini mendapat dukungan dari Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM dan segenap unsur Muspida. Hal itu sendiri sebagai komitmen Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM untuk mendukung perkembangan cabang olahraga otomotif ke arah yang positif.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Bupati Simalungun demi tersengggaranya grand final tersebut,” ujar Ir Cecep Hidayat didampingi Sekretaris Panitia Agam Munthe dan Pimpinan Lomba Mulia Nasution, Senin (16/5).
Untuk itu Cecep mengingatkan seluruh pembalap untuk mempersiapkan diri maupun kendaraannya agar dapat tampil maksimal. Dirinya juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi semangat sportifitas selama menjalani lomba karena kemenangan bukan tujuan utama dari lomba. “Kalah menang itu biasa. Untuk itu tunjukkan penampilan terbaik,” tegasnya.

Pendaftaran sendiri dibuka hingga Jumat (20/5) ini. Untuk Kota Medan pendaftaran dilakukan di Jalan Asrama No.5 Medan (Jl. Binjai KM 6,5) Tel. 0618451327/081260517449. Sedangkan untuk Simalungun di Saung Shikar Jalan Kartini Pematang Siantar, Contack Person (CP): Mihar 081375767689. Peserta dikenakan biaya pendaftaran Rp210 ribu. (jul)

Nasib Pemain LPI Masih tak Jelas

JAKARTA – Nasib pemain  Liga Primer Indonesia (LPI) untuk memperkuat timnas Indonesia ternyata masih tandatanya. Bisa atau tidaknya Andik Vermansyah dkk berkostum Merah Putih tergantung kepada kebijakan pengurus baru PSSI yang akan terpilih pada kongres 20 Mei nanti.

Sementara ini keberadaan LPI memang sudah diakomodir KN selaku acting Exco PSSI. “Dalam aturan FIFA, tiap satu federasi hanya ada satu kompetisi tertinggi. Tidak boleh ada dua,” kata Iman Arif, deputy bidang teknik Badan Tim Nasional (BTN) kepada Koran ini kemarin.

Iman mengaku terus mencari informasi ke FIFA terkait keberadaan LPI. Sebab jika nanti terlanjur ada pemain LPI yang dimainkan untuk timnas tapi tiba-tiba ada yang mempermasalahkan di bakang hari maka timnas akan dikenai sanksi.  “Karena itu kita tunggu saja bagaimana keputusan pengurus baru nanti. Apakah LPI akan dijadikan semacam turnamen resmi atau seperti apa. Yang penting harus dibawah PSSI,” lanjut Iman.

Saat ini ada 17 pemain LPI yang dipanggil seleksi pembentukan skuad SEA Gamas 2011. Sekarang mereka tangah digembleng mentalnya lewat program character building yang digelar di Batujajar Jawa Barat. Sebelum berlaga di SEA Games November mendatang pada 18-23 Juli timnas U-23 terlebih dulu akan berlaga di Piala AFF U-23 .
Sementara itu, program character building berakhir lebih cepat dari rencana sebelmnya. Rancana awal progam dari Satlak Prima itu baru akan berakhir pada 21 Mei. Tapi dengan beberapa pertimbangan, character building unutk skuad timnas akan diakhir besok (19/5).

Kemarin, di tengah suasana memanas menjelang kongres, Ketua Komte Normalisasi (KN) Agum Gumelar dan beberapa anggotanya meninjau lokasi pelaksanaan kongres. (ali/jpnn)

Target Tim Putra Lolos Kualifikasi

JAKARTA- Tim pelatnas catur proyeksi SEA Games 2011 bakal diuji kesiapannya. Mereka akan melakoni try out internasional pertama pada kualifikasi kejuaraan dunia di Filipina pada 23-29 Mei mendatang,
Indonesia yang tergabung di zona 3.3 akan bertarung menghadapi 18 negara untuk bisa melaju ke babak kualifikasi berikut. Dalam kejuaraan tersebut, Indonesia mengirimkan seluruh pecatur pelatnas  yang berjumlah 23 orang.
Even ini nantinya juga bakal menjadi even seleksi akhir pecatur nasional sebelum dikerucutkan hingga hanya tersisa sekitar 16 pecatur untuk tim inti SEA Games.

“Kami tidak ingin terlalu membebani anak-anak. Yang penting mereka bisa mendapatkan pengalaman dan mengasah kemampuan sebelum tanding di SEA Games,” terang Kabid Binpres Percasi Christianus Liem.
Dia berharap pecatur-pecatur yang telah menjadi grand master semisal Irene Kharisma, Susanto Megaranto, mapupun Cerdas Barus  bisa menunjukkan kelasnya. Sedangkan, untuk pecatur muda seperti Medina Warda dan Chelsea Monica Sihite berhasil menambah elo rating masing-masing untuk mendapatkan norma Master Internationalnya.
Namun, perjuangan pecatur Merah Putih tersebut dipastikan tidak mudah. Lawan-lawan yang akan mereka hadapi dipastikan cukup berat. Christianus menyebut Vietnam, Mongolia, Filipina, dan Singapura sebe lawan yang berat. (aam/diq/jpnn)

Terlacak Sebagai Pelatih Bomber

Mabes Polri Rilis Foto Sigit Qurdowi dan Hendro

JAKARTA-Mabes Polri merilis foto dua tersangka teroris yang tewas akibat baku tembak di Sukoharjo, Sigit Qurdowi dan Hendro Yunianto. Kedua jenazah saat ini masih berada di Semarang.

Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam menjelaskan, Minggu (15/5), kedua jenazah masih diteliti. Untuk jenazah Hendro, polisi telah mengirim sampel DNA ke Jakarta. Sementara untuk Sigit, Polri masih mencari keluarganya. ”Kita masih mencari data pembanding dari keluarganya masih dicari orangtua dan anaknya. Rumahnya masih dikunci,” kata Anton saat jumpa pers di Mabes Polri.

Dari foto yang dirilis, nampak wajah Sigit tanpa kumis dan memiliki rambut sedang. Sementara dari foto, Hendro memiliki potongan rambut cepak dan berkumis.

Anton mengatakan, dengan tewasnya Sigit dan Hendro maka total jumlah pelaku jaringan teroris Cirebon mencapai 15 orang. 12 orang diamankan, 3 tewas termasuk Sigit, Hendro dan pelaku bom bunuh diri M Syarif.
“5 kelompok Cirebon, 3 kelompok Depok dan Boyolali. 4 kelompok Surakarta, 2 Sukoharjo, satu M Syarif,” terang Anton.

Polisi masih terus menyelidiki adanya pihak lain yang ikut dalam jaringan Cirebon. Anton memastikan masih ada pihak yang masih diburu. “Jumlahnya nanti ya masih didalami,” tandasnya.

Sementara, hasil penggeledahan yang dilakukan polisi di rumah keluarga Sigit Qurdowi di Solo yang berakhir, Minggu (15/5) malam. Polisi menyita beberapa barang yang dicurigai terkait aksi terorisme. Diantara barang yang disita adalah sepucuk senjata api, ratusan VCD, dan uang tunai hingga puluhan juta rupiah.

Rumah orangtua Sigit ini terletak di Jalan Arjuna, Potrojayan, Serengan, Solo, digeledah polisi sejak siang hingga malam, selama hampir lima jam. Penggeledahan itu disaksikan oleh pengurus RT dan RW setempat. Menurut Ketua RT, Aris Nugroho, dari penggeledahan itu polisi menyita sejumlah barang yang dicurigai terkait dengan tindak terorisme yang disangkakan pada Sigit.

“Ada beberapa barang yang disita karena dicurigai terkait tindak terorisme, yaitu satu pucuk senjata api, 15 keping VCD, dan tunai Rp53 juta,” ujar Aris.

Penggeledahan rumah keluarga Sigit tersebut tersebut sempat membuat kaget warga sekitar lokasi. Sekitar pukul 14.30 WIB puluhan anggota Densus datang langsung membuat gaduh karena mendobrak paksa pintu pagar rumah milik Wihartono, ayah kandung Sigit.

Warga yang berkerumun mendekat karena mendengar kegaduhan, langsung diusir petugas. Warga dan wartawan yang berdatangan diusir menjauh hingga belasan meter dari rumah tersebut, dengan alasan menghindarkan kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Berhasil mendobrak pintu pagar, petugas berpenutup muka dan besenjata lengkap tersebut langsung masuk ke dalam rumah. Selanjutnya mereka melakukan penggeledahan di dalam rumah.

Sigit Hermawan Wijayanto adalah anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Wihartono dan Endang Wilasti. Dia kemudian lebih dikenal dengan nama Sigit Qurdowi setelah aktif di laskar sejak awal tahun 2000-an. Keluarga hingga saat ini belum bersedia memberikan keterangan terkait kasus Sigit.

Polisi jauh-jauh hari telah menyita laptop salah satu tersangka terkait perusakan minimarket Alfamart di Cirebon. Ternyata dalam laptop itu terdapat rekaman video tersangka Sigit Qurdowi sedang melatih M Syarif.
“Dari laptop yang disita ada file yang sudah diambil data-data. Kita cek, ada video pelatihan. Sigit melatih bomber yang tewas M Syarif,” ujar Anton Bachrul. Di dalam video itu, kata Anton, terdapat belasan orang yang sedang dilatih secara militer. “Lebih dari 10 orang,” imbuhnya.

Dari video itu pula, polisi berhasil mengidentifikasi sejumlah orang yang diduga pelaku teroris. “Kita tahu orang-orangnya, siapa,” terang Anton.

Seperti diketahui, dua terduga teroris, Sigit Qurdowi dan pengawalnya Hendro tewas akibat baku tembak dengan polisi di Kampung Dukuh, Desa Sanggrahan, Grogol, Sukoharjo sekitar pukul 01.00 WIB, Sabtu (14/5). Sigit Qurdowi dan Hendro antara lain merupakan DPO bom gereja dan Mapolsek Pasar Kliwon (Solo) pada bulan Desember 2010. Mereka juga terlibat jaringan terorisme di Cirebon. (net/bbs/jpnn)

Merasa Dicurangi, PSMS Laporkan Wasit ke PT Liga Indonesia

MEDAN- Kekalahan 3-1 atas Mitra Kukar pada laga kedua penyisihan Grup B Babak Delapan Besar Divisi Utama, kemarin (15/5) sore berbuntut panjang. Manajemen PSMS tak terima hasil itu karena merasa dizolimi wasit Prasetya Hadi asal Surabaya yang memimpin laga itu.

Menurut kubu Ayam Kinantan seharusnya bisa memenangkan laga tersebut lantaran punya sejumlah peluang. Hanya saja kepemimpinan wasit memang sedikit diragukan kejujurannya. Atas dasar itulah manajemen PSMS sudah membuat laporan resmi ke PT Liga Indonesia (LI) untuk menyoroti kepemimpinan wasit dan hakim garis.
“Lihat saja bagaimana wasit memimpin. Saya punya bukti rekaman pertandingan yang mungkin bisa jadi pertimbangan PT LI menghukum wasit. Selain menduga ada apa-apanya, kami nilai wasit memang tak punya kemampuan yang bagus dalam peraturan memimpin pertandingan,”koar Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa, saat dihubungi wartawan koran ini, kemarin malam.

Memang di babak pertama ada indikasi wasit tak cermat melihat posisi offside terhadap tiga peluang emas PSMS. Pertama jebakan offside yang tak sempurna oleh bek Mitra Kukar berhasil dimanfaatkan Nopianto lolos ke kotak penalti, namun asisten wasit langsung angkat bendera. Padahal, dari tayang ulang di layar kaca terlihat Nopianto masih dalam posisi onside. Bahkan komentator pertandingan juga menilai Nopianto masih dalam posisi onside. Namun keputusan wasit tak bisa diganggu gugat.

Tak lama kemudian, PSMS kembali memainkan serangan sporadis dengan strategi umpan-umpan terobosan. Kalau wasit memimpin dengan baik maka seharusnya satu lagi peluang dari proses umpan terobos itu berhasil dimanfaatkan oleh Rinaldo, yang berhasil lepas dari kawalan bek Mitra Kukar. Namun lagi-lagi wasit angkat bendera tanda offside. Padahal dari reply layar kaca ANTV yang menyiarkan laga itu secara langsung, terlihat Rinaldo dalam posisi onside. Karena mendapati hal itu, komentator bahkan sampai mempertanyakan keputusan wasit.

“Bahkan bukan hanya kami yang menilai PSMS dicurangi. Semua melihat di layar kaca. Bahkan publik tuan rumah juga mendukung bahwa wasit memang kerap keliru,” tambah Benny.

Dan apa yang diutarakan Benny tampaknya ada benarnya. Seusai laga, kecaman terhadap wasit digaungkan di dunia maya. Terutama situs jejaring sosial, Facebook. Sejumlah fans fanatik PSMS ramai-ramai membuat status tentang buruknya kinerja wasit. Termasuk oleh salah satu punggawa PSMS, Donny Fernando Siregar. Donny bahkan sangat-sangat kecewa hingga memutuskan ingin segera gantung sepatu alias mundur dari sepak bola.

“Sepak bola kita hancur karena kecurangan wasit. Kenapa wasit curang pasti ada penyebabnya. Jujur saya ingin segera gantung sepatu. Sudah jenuh dengan kondisi ini,”beber Donny.

Di statusnya Donny menulis tabungan udah cukup, mulai berpikir untuk gantung sepatu, biarpun belum tua tapi rasanya bermain sepak bola di Indonesia sangat-sangat memuakkan, aktor utamanya adalah wasit, merekalah yang merusak sepak bola Indonesia. (ful)

Tak Ada UN Ulangan, Wajib Ikuti Paket C

15 Siswa SMK Budi Satria tak Lulus

MEDAN-Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan akan merilis pengumuman Ujian Nasional (UN) 2011, Senin (16/5) hari ini pukul 15.00 WIB. Dari data Diknas Kota Medan yang terbanyak tak lulus dari SMK Budi Satria Medan berjumlah 15 siswa. Sementara dari 39.326 peserta UN dari SMA/MA dan SMK, siswa yang tidak lulus mencapai 109 orang.

Jumlah tersebut masing-masing untuk SMA/MA 24.440 peserta, tak lulus 66 orang atau 0,27 persen. Khusus SMA dengan 22.579 peserta, tak lulus 56 orang atau 0,25 persen, untuk Madrasah Aliyah (MA) peserta yang tak lulus 10 orang. Sedangkan SMK 14.886 peserta yang tak lulus 43 orang atau 0,29 persen.
Kepala Disdik Kota Medan Hasan Basri mengatakan, pengumuman UN akan dilaksanakan serentak di Kota Medan sekira pukul 15.00 WIB di sekolah masing-masing. “Kepada seluruh siswa yang tak lulus, diminta tak berkecil hati dan dapat mengulang pada tahun depan,” kata Hasan Basri. Sedangkan kepada sekolah, guru dan orangtua, lanjutnya, diminta memberikan pemahaman dan motivasi agar siswa tak melakukan hal-hal yang dilarang.

Siswa yang tak lulus Ujian Nasional (UN) Sumut 2011 tingkat SMA Sederajat disarankan ikut Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket C yang akan digelar Agustus 2011 mendatang. Jika tak ikut UNPK Paket C, mau tak mau siswa harus mengulang ujian tahun depan.

Ketua Panitia UN Sumut 2011 Disdik Sumut Ilyas Sitorus mengatakan, untuk tahun pelajaran 2010/2011 ini tak ada lagi ujian ulangan. “Bagi peserta ujian yang dinyatakan tidak lulus UN disarankan mengikuti UNPK Paket C yang akan digelar Agustus 2011 mendatang.

Atau kalau tidak mau ikut UNPK Paket C mereka dapat mengulang pada tahun depan,” ujarnya.
Pada tahun 2011 ini ada sebanyak 466 peserta UN tingkat SMA/MA/SMK di Sumut dinyatakan tak lulus, dengan rincian SMA/MA 242 dan SMK 224. “Namun persentase ketidaklulusan tersebut lebih kecil dibanding tahun sebelumnya,” papar Ilyas.

Secara rinci Ilyas menjelaskan, jumlah peserta UN 2011 jenjang SMA/MA di Sumut sebanyak 116.918 orang. Dari jumlah tersebut 242 dinyatakan tidak lulus. Sementara untuk jenjang SMK jumlah pesertanya mencapai 67.202 orang dan yang dinyatakan tidak lulus sebanyak 224 orang.

“Jika dibanding tahun lalu untuk jenjang yang sama, jumlah peserta UN SMA/MA tercatat 121.429 orang dan yang tak lulus sebanyak 271 orang. Sedangkan bagi SMK, dari jumlah peserta UN sebanyak 63.078 orang yang dinyatakan tidak lulus sebanyak 452 orang,” tuturnya.

Dia juga menjelaskan, untuk sistem pengumuman kelulusan diserahkan langsung ke Disdik kabupaten/kota, yakni dapat melalui surat ataupun mengundang orangtua masing-masing siswa ke sekolah untuk mengambil lembaran pengumuman kelulusan.

“Namun berdasar pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pihak sekolah mengundang dengan memanggil orangtua. Tapi, ada juga berupa pengumuman yang hanya ditempel di sekolah, tergantung kebijakan Disdik kabupaten/kota dan sekolah,” jelas Ilyas.

Otda Picu Jebloknya Mutu Pendidikan

Angka kelulusan peserta Ujian Nasional (UN) SMA/MA tahun ini yang tidak beranjak jauh dibanding angka kelulusan tahun lalu, menunjukkan pemerintah tidak berupaya serius memperbaiki mutu pendidikan. Tidak adanya pergeseran peringkat daerah tahun ini dibanding tahun lalu, juga mengindikasikan pemerintah tidak melakukan pemetaan standar mutu pendidikan. Seperti tahun lalu, tahun ini yang terbaik masih ditempati Bali dan terburuk NTT.
Anggota Komisi X DPR TB Dedi S Gumelar menilai, kenaikan persentase kelulusan dari tahun lalu 99,04 persen menjadi 99,22 persen tahun ini, tidak bisa lantas dikatakan telah terjadi kenaikan mutu pendidikan.
“Kalau dilihat statistik, ada perbaikan 0,18 persen. Tapi secara substantif, kenaikan ini angka murni hasil ujian atau gabungan kecurangan,” ujar Dedi Gumelar, politisi dari PDI Perjuangan yang biasa dipanggil Miing itu, kepada wartawan koran ini, Minggu (15/3).

Miing menyebutkan setidaknya ada dua faktor utama buruknya mutu pendidikan di Tanah Air. Pertama, pemerintah pusat tidak serius melakukan pemetaan mutu pendidikan. Mestinya, dari hasil UN tahun lalu, dimana wilayah Indonesia timur kualitasnya buruk, digenjot dalam setahun. “Nyatanya NTT tetap terburuk. Saya gak kaget jika Indonesia timur anjlok. Ini membuktikan pemerintah tidak melakukan upaya untuk keadilan mutu guru dan perbaikan infrastruktur pendidikan di wilayah timur,” terang Miing.

Dia mengingatkan pemerintah pusat bahwa sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang sisdiknas, UN bukan bertujuan untuk melepaskan begitu saja siswa dari sekolah. “Tapi lebih dari itu, untuk pemetaan standar mutu pendidikan. Mana yang buruk, ya diperbaiki. Jika sama saja, berarti pemerintah tidak berbuat apa-apa,” cetusnya.
Faktor kedua, dipicu dari daerah sendiri. Dikatakannya, di era otonomi daerah seperti sekarang ini, urusan pendidikan sangat terkooptasi oleh kepentingan politik. Kepala dinas pendidikan, kepala sekolah, dan guru yang berkualitas justru tidak terpakai jika dia tidak punya kedekatan dengan kepala daerah. “Sebaliknya, meski pun tidak bagus tapi pernah menjadi tim sukses (kepala daerah saat pemilukada, Red), dia terpakai. Tergantung kedekatan dengan kepala daerah,” ujarnya.

Karenanya, Miing mengaku, jauh-jauh hari sudah mendesak pemerintah pusat agar urusan pendidikan tidak lagi menjadi kewenangan daerah. “Karena terlalu besar kooptasi politiknya. Bagaimana pendidikan bisa baik jika terus dikendalikan kepentingan politik,” sergahnya.

Seperti diberitakan, kelulusan peserta Ujian Nasional (UN) SMA/MA Tahun Ajaran 2010/2011 mencapai 99,22 persen. Dari 1.461.941 peserta UN SMA/MA, jumlah peserta yang lulus sebanyak 1.450.498. Sisanya, yang tidak lulus 11.443 (0,78 persen) peserta.

Dibandingkan angka kelulusan tahun 2009/2010 ada kenaikan jumlah kelulusan. Angka kelulusan UN tahun lalu, gabungan ujian utama dan ujian ulang, sebanyak 99,04 persen. Persentase ketidaklulusan tertinggi di NTT dengan 5,57 persen, terbaik Bali dengan 0,04 persen. Sedang Sumut persentase ketidaklulusannya mencapai 0,21 persen. (saz/sam)

Medan Pengekspor Terbesar di Asia

Kontes Ikan Cupang Internasional di Plaza Millenium

Ikan cupang beragam jenis dan warna dipamerkan dalam Kontes Ikan Cupang Internasional yang diselenggarakan di pelataran parkir Plaza Millenium Medan, di Jalan Kapten Muslim, 13-15 Mei.

Bagus Syahputra, Medan

Kontes kali ini diikuti 450 ikan cupang berbagai jenis berasal dari 50 daerah di Indonesia serta Australia, Thailand, Malaysia dan Singapura.

Acara kontes ini bekerja sama dengan Pemerintahan Kota Medan melalui Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan. Kontes ikan cupang juga dihadiri oleh Wali Kota Medan, Rahudman Harahap dan ratusan pengunjung yang hadir untuk melihat dan membeli ikan cupang.

Kontes ikan cupang disesuaikan dengan jenisnya seperti ikan cupang jenis halfmoon. Ikan cupang jenis ini memiliki ciri khusus yaitu ekornya lebar seperti kipas. Ikan cupang jenis serit siripnya bergerigi dan menjuntai panjang mirip sisir, ikan cupang plakat sirip bagian bawah lebih panjang, ada juga ikan cupang jenis giant, female dan baby. Untuk ikut kontes peserta harus membayar uang pendaftaran Rp60.000.

Tak tanggung-tanggung harga ikan cupang yang ikut kontes mulai puluhan ribu hingga jutaan rupiah sesuai dengan kualitas ikan dan kondisi ikannya.

Dalam kontes tersebut bibit ikan cupang asal Kota Medan cukup diperhitungkan karena bibitnya sangat baik dari struktur tubuh dan warna, sehingga menjadi incaran pencinta ikan cupang. Bibit ikan cupang asal Kota Medan bahkan merupakan bibit yang berkualitas karena banyak peserta yang memelihatnya. Bahkan, perternak ikan cupang asal Kota Medan mengekspor sebanyak 400 bibit ikan cupang dengan berbagai ukuran dan jenis ke Singapure, Malaysia dan Australia.

Menurut Edi Amin, ketua penyelenggara kontes ikan cupang mengaku, meskipun peternak ikan cupang asal Kota Medan minim pengetahuan soal ikan cupang, tapi didukung bibit ikan cupang yang baik. Sehingga ikan cupang asal Kota Medan diperhitungkan di kawasan Asia. Saat ini, katanya, belum ada pembinaan ikan cupang kepada peternak.
“Ikan cupang Kota Medan sangat baik kualitasnya dan Medan pengekspor terbanyak di Asia per minggu bisa mengekspor 400 ikan,” ujar Edi Amin. Edi Amin menuturkan, bisnis ikan cupang cukup menggiurkan keutungan yang besar dengan modal sedikit, karena ikan cupang tidak memakan biaya besar untuk perawatan sehari-sehari. “Cukup memberi ikan dengan makanan seperti kutu air, jentik dan cacing merah,” katanya. (*)

Ganja Legal Asal Untuk Medis

Anita Hara

Presenter sekaligus model Anita Hara menyetujui jika tanaman ganja dilegalkan untuk kebutuhan medis. Namun ia berharap jangan sampai tanaman tersebut diperjualbelikan secara bebas.

“Karena kalau memang untuk penyakit dibutuhkan ya, kenapa nggak? Dilegalkan kalau untuk pengobatan aku setuju. Asalkan jangan diperdagangkan bebas untuk diperjualbelikan,” papar Anita.

Pengalaman sanak saudaranya yang pernah dirawat di rumah sakit menjadi alasan Anita kenapa zat adiktif tersebut dibutuhkan untuk kesehatan. Namun presenter keturunan Jerman itu menuntut pemerintah mengawasi ketat jika ganja benar-benar dilegalkan.

“Mungkin harus ada peraturan tertulis yang benar-benar dan tegas. Dan harus ketat distribusinya ke dokter-dokter atau rumah sakit yang memang butuh,” sarannya. (bcg/rm/jpnn)

Survei Indo Barometer: Kepuasan Terhadap SBY Jatuh

JAKARTA- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan pemerintahannya mendapatkan alarm serius. Kepuasan publik terhadap kinerjanya terus bergerak turun menembus batas “aman”, yakni di bawah 50 persen. Saat ini, hanya 48,9 persen publik yang menyatakan puas dengan kinerja Presiden SBY.

“Ini agak membahayakan, karena angkanya sudah di bawah 50 persen,” kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari saat mempresentasikan hasil survei lembaganya di Hotel Atlet Century, Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta Pusat, kemarin (15/5).

Turut berbicara ekonom dari Universitas Indonesia Faisal Basri dan Direktur Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti.
Menurut Qodari, tren kepuasan publik terhadap SBY terus menurun sejak pilpres. Data survei Indo Barometer menunjukkan kepuasan terhadap SBY pada Agustus 2009 masih 90,4 persen. Selanjutnya terjun bebas menjadi 74,5 persen per Januari 2010, 50,9 persen pada Agustus 2010, dan sekarang menjadi 48,9 persen.

Kepuasan publik terhadap kinerja Wapres Boediono juga tidak lebih baik. Hanya 36,1 persen publik yang menyatakan puas. “Ini lampu kuning yang sudah agak kemerah-merahan bagi SBY dan Boediono untuk segera memperbaiki kinerja pemerintahan,” katanya.

Dia  menyebut turunnya kepuasan terhadap kinerja SBY ini otomatis akan memperlemah dukungan publik terhadap berbagai program pemerintah. “Begitu juga dukungan kepada parpol beliau (Partai Demokrat, Red),” tegas Qodari.
Ketidakpuasan terhadap kinerja SBY yang paling menonjol tampak pada bidang ekonomi. Sebanyak 55,8 persen publik mengaku tidak puas. Hanya 41,2 persen yang memiliki penilaian sebaliknya. Meskipun tidak terlalu jauh jaraknya, gejala yang sama juga terlihat pada aspek penegakan hukum, yakni 47,8 persen tidak puas dan 46,7 persen puas.

“Kedua hal ini yang perlu dijadikan prioritas terobosan, bukan hanya perhatian, SBY-Boediono,” katanya.
Faisal Basri mengatakan langkah perbaikan yang dikerjakan pemerintahan SBY -Boediono tidak menyentuh lapisan terbesar masyarakat. Karena itu, meskipun indikator ekonomi makro meningkat, ketidakpuasan publik juga terus menanjak.

“Saya dengar banyak orang bilang,di mana -mana, tidak hanya jakarta, tapi juga daerah, bahwa periode pertama SBY agak lumayan. Tapi, periode kedua ini terasa lebih mengecewakan. Makanya, ketidakpuasan meningkat intensitasnya di periode kedua ini,” katanya.

Dia menyebut sektor ekonomi yang mengalami pertumbuhan tinggi di antaranya sektor jasa modern, keuangan, dan asuransi di perkotaan. Sekator manufaktur juga lebih ke otomotif yang dekat dengan kalangan menengah atas.
“Namun, sebagain besar rakyat justru masih terseok -seok,” ujar pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, 6 November 1959, itu.

Dia menduga ketidakpuasan terhadap kinerja SBY semakin membesar karena penurunan jumlah orang miskin di desa berjalan lamban. Padahal, dua pertiga penduduk miskin berada di desa. Ini terdeteksi dari perkembangan sektor pertanian yang tertatih -tatih. Menanggapi hasil survei tersebut, Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief menyatakan, menghargai hasil survei tersebut. “Hasil survei apapun kami tetap menghargai,” ujar Andi, di sela acara diskusi, di warung Daun, Jakarta, kemarin.

Namun, secara khusus, Andi menyatakan tidak begitu saja mempercayai hasil survei Indobarometer terakhir. Terutama, terkait penurunan kepuasan terhadap presiden dan kerinduan terhadap orde baru. (pri/dyn/jpnn)