Home Blog Page 15257

Poldasu Diminta Usut PT SM

MEDAN-Puluhan mahasiswa dan pelajar asal Mandailing Natal (Madina) di Medan, melakukan aksi unjukrasa ke Mapoldasu Jalan SM Raja Km 10,5, meminta Poldasu mengusut dugaan perambahan hutan oleh PT Sorikmas Mining (SM), terkait eksplorasi emas, Jumat (10/6).

Dalam tuntutannya, masa meminta Polda menyelidiki dugaan pencemaran lingkungan di kawasan penambangan, serta mengusut penembakan dilakukan aparat kepolisian terhadap seorang warga saat melakukan aksi penutupan tambang di barak PT SM di Dolok Sihayo, Desa Hutagodang Muda, Kecamatan Siabu, Madina.

Menurut masa, penambangan emas dilakukan PT SM telah merusak ratusan, bahkan ribuan hektar hutan di Madina. Selain di Desa Hutagodang Muda, Siabu, perambahan hutan juga dilakukan disejumlah desa lain untuk mengeksplorasi emas dikawasan tersebut.

“Ini sudah berjalan bertahun-tahun dan mengakibatkan ratusan hektar hutan di Madina rusak. Bahkan berimbas pada keringnya air tanah hingga merusak tanaman sawit masyarakat,” ujar Fachril seorang pengunjukrasa dalam orasinya.

Persoalan lain, lanjut Fachril, pencemaran lingkungan akibat bahan kimia yang digunakan PT SM juga perlu diselidiki. “Limbah dari penambangan emas itu sudah mencemari sungai-sungai yang ada di sekitar perusahaan,” ucapnya sembari meminta izin eksplorasi emas ditinjau ulang.

Sebelumnya, Kabid Humas Poldasu AKBP Heru Prakoso ketika dikonfirmasi mengaku, akan melakukan pemeriksaan secara keseluruhan terhadap PT SM, baik mengenai izin operasional, pemilik, bahkan kemungkinan dugaan adanya kerusakan lingkungan.
“Tim telah dibentuk terdiri dari unsur Poldasu dan Polres Madina untuk memeriksa PT SM secara keseluruhan,” katanya.

Ditambahkan Heru, dalam waktu dekat, pihaknya juga akan memanggil direksi perusahaan untuk memberi penjelasan terkait persoalan di perusahaan tersebut. “Kita akan meminta penjelasan pihak direksi perusahaan untuk mengungkap dari awal operasional perusahaan, mulai perizinan hingga terjadinya kerusuhan dan pengrusakan di barak PT SM,” tandasnya. (adl)

Operasi Sawit Toba Digelar

TEBING TINGGI- Polres Tebing Tinggi mengelar apel siaga sekaligus penyematan pita tanda dimulainya Operasi Sawit Toba tahun 2011 di wilayah hukum Polres Tebing Tinggi, Jumat (10/6) sekira pukul 09.00 WIB.

Oprasi ini dilakukan terkait maraknya aksi perampokan mobil tangki pembawa Crude Palm Oil (CPO) dan prilaku jahat supir tangki yang sengaja menjual CPO ke gudang-gudang tertentu sehingga menyebabkan kerugian pengusaha.

Kapolres Tebing Tinggi AKBP Rebert Haryanto Watratan  mengatakan, akan menyelidiki dan melakukan penyidikan kepada gudang-gudang pemasok CPO ilegal dan membabat habis pengelola gudang CPO ilegal yang masih beroperasi diwilayah hukum Polres Tebing Tinggi.
“Ada indikasi beberapa gudang CPO yang masih buka, dengan operasi sawit toba satu ini, petugas akan menindak dengan tegas pelaku nakal pemain CPO,” tegas Robert.

Operasi ini akan dilaksanakan selama sebulan penuh dan kegiatan apel tanda dimulai operasi bukan kegiatan seromoni saja. “Kepolisian akan berupaya penuh menghimbau pengelola gudang CPO ilegal untuk segera menutup usaha mereka sebelum petugas mengambil langkah tegas,” pintanya. (mag-3)

Sabu-sabu Dijual Seperti Cabai

085276985xxx
Bandar sabu dan pemakai sabu yang tak tersentuh aparat penegak hukum. Kepada Yth Bapak Kapolsek Percut Sei Tuan tolong Pak ditangkap bandar dan pemakai narkoba jenis sabu yang menjual dan memakai dengan seenak di Jalan Pancing III nama penjual Fajar, Dedi Engkel, Juli dan Hendri alias Een yang sudah meresahkan warga sekitarnya.

085276985xxx
Tolong Pak segera ditanggapi karena mereka kayak menjual cabai di Jalan Pancing III.

Kami Tindak Lanjuti
Terima kasih laporannya, kami tindak lanjuti segera mungkin. Kami komitmen berantas narkoba jenis apapun, mulai dari pemakai hingga bandarnya. Karena sudah jelas didalam aturan perundang-undangan, narkoba dilarang beradar dan sembarangan dipakai.

Kompol Maringan Simanjuntak, Kapolsek Percut Sei Tuan

Aku Terpaksa Membunuh…

Pasca Penikaman Mertua dan Abang Ipar oleh Pegawai Bank Sumut

LANGKAT- Pasca penikaman mertua dan abang ipar oleh M Elvin Tarigan (36), pegawai Bank Sumut Cabang Sibolga, yang menewaskan Ramadani Syahputra alias Dani (25) dan melukai Safaruddin alias Udin Batu (66), Kamis (9/6) lalu, menimbulkan penyesalan mendalam bagi tersangka.

Ditemani saudaranya Johanes Surbakti, Elvin yang ditemui di Mapolsek pangkalan Berandan, Jumat (10/6) mengungkapkan, peristiwa berdarah itu tidak akan terjadi, jika mertua dan abang iparnya tidak memukulnya saat terjadi petengkaran dirumah mertuanya di Jalan Cempaka Ujung, Babalan, Langkat.

“Baru saja tiba dirumah mertua, aku mendapat perlakukan yang tidak pantas, mereka sepertinya menolak kehadiran ku di rumah itu,” ujar Elvin.
Saat sampai di rumah mertua, sebut Evin, abang iparnya langsung menyerangnya dengan kata-kata kasar.

“Seolah mereka menuduh ku kerab memukuli adiknya (Amoy). Memang beberapa waktu lalu, aku pernah menampar wajah istri ku itu,” kenang Elvin diruang Juper Polsek Berandan.
Saat pemukulan terjadi, pelaku sempat menghindar. Tapi,  kedua korban terus mengejar hingga ke pintu gerbang. Karena terdesak di pintu gerbang, pelaku akhirnya nekat mencabut pisau dari pinggangnya dan menikam kedua korban.

“Karena terjepit dan tidak ada lagi jalan keluar, aku terpaksa menikam mereka. Aku hanya membela diri dan sama sekali tidak ada niat untuk membunuh abang ipar ku,” kesalnya.
Ketika ditanya senjata yang digunakan, Elvin mengaku, pisau tersebut biasa dibawanya untuk menidurkan anaknya. “Pisau itu bukan untuk membunuh, tapi untuk menemani anak saya tidur dan sudah menjadi tradisi bagi kami,” sebutnya.

Kapolsek Pangkalan Berandan AKP HM Kosim ketika dikonfirmasi mengatakan, sejauh ini tersangka dan mertuanya belum bisa dimintai keterangan karena kondisi keduanya masih belum stabil. (ndi)

Nazaruddin dan Istri Dipanggil Paksa

Dua Kali tak Hadir Saat Pemeriksaan

JAKARTA- Rencana pemeriksaan atas Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin dan istrinya Neneng Sri Wahyuni, batal. Pemeriksaan perdana atas keduanya dalam perkara berbeda, seharusnya berlangsung kemarin (10/6).

Namun, pasangan suami istri yang dikabarkan tengah berada di Singapura tersebut mangkir dalam pemeriksaan tersebut.  Komisi Pemberantasan Korupsi pun memastikan hal tersebut.  “Tidak ada indikasi mau datang. Tidak ada juga surat pemberitahuan,”ujar Ketua KPK Muhammad Busyro Muqoddas, di gedung KPK, kemarin.

Busyro menegaskan kedua saksi tersebut dipanggil terkait dua kasus yang berbeda. Jika keduanya mangkir, KPK segera menjadwal ulang pemanggilan keduanya. Hal itu dibenarkan Juru Bicara KPK Johan Budi SP.

Dia memaparkan, pihaknya akan segera melakukan sejumlah prosedur pemanggilan kedua kepada Nazaruddin dan Neneng. Diantaranya melayangkan surat ke kediaman keduanya, untuk Nazaruddin, lembaga antikorupsi tersebut juga mengirimkan surat panggilan ke Sekjen DPR dan fraksi Partai Demokrat, pekan depan.  Dia mengatakan upaya jemput paksa dikenakan pada Nazaruddin dan istrinya. Hal itu akan dilakukan jika yang bersangkutan dua kali tidak hadir dalam pemeriksaan, tanpa alasan.(ken/jpnn)

Keluarga Korban Penembakan Tolak Damai

BELAWAN- Keluarga korban penembakan, Tengku Fahri (27) menolak berdamai dengan pelaku penembakan. “Kami tidak mau berdamai, kalau pelaku hanya menyelesaikan masalah secara kekeluargaan, bagaimana dengan uang perobatan anak saya, dan efek psikologis yang diakibatkan dari penembakan,” ujar ayah korban, Tengku Muhammad Abzal Ahjad (63) saat ditemui wartawan di Rumah Sakit Martha Friska, Jumat (10/6).

Menurutnya, keluarga pelaku sepertinya keberatan saat dia meminta pelaku untuk menanggung perobatan anaknya. “Keluarga pelaku keberatan menanggung semua biaya perobatan anak saya,” tambahnya. Muhammad Abzal menambahkan, biaya yang sudah dikeluarkan selama anaknya berada di rumah sakit terhitung sejak 3 Juni sebesar Rp40 juta.(mag-11)

Urus KTP dan KK Rp30 Ribu

085370173xxx
Yth Bapak Camat Tanjung Morawa di Desa Bangun Rejo, biaya pengurusan Kartu Keluarga (KK) dan  KTP masing-masing Rp30.000, padahal sebelumnya hanya Rp20.000. Berdasarkan Perda Tahun 2006 masih Rp10.000 belum ada perubahan. Ironisnya lagi, ketua Badan Pemberdayaan Desa (BPD) tutup mata dengan masalah ini.

Harapan kami kepada bapak camat agar biaya KTP dan KK di desa kami dikembalikan seperti semula karena Pemkab Deli Serdang sudah memberikan fasilitas. Terima kasih.

Bayar Sesuai Perda
Terima kasih informasinya, kami dari Pemkab Deli Serdang menyarankan kepada warga untuk tetap mengurus sesuai amanat perda, bila mengurus KTP dikenakan retribusia biaya administrasi Rp10 ribu dan untuk urusan KK dikenakan biaya sebesar Rp6 ribu.

Apabila ada permintaan selisih, segera bayarkan dengan catatan meminta kwitansi kepada petugasnya, bila tak mau memberikan kwitansi jangan dibayar.
Selanjutnya, bila dalam pengurusannya tak bisa tuntas segera. Maka buat laporan ke kecamatan, diteruskan ke inspektorat dan Bupati Deli Serdang.

Umar Sitorus
Kabag Humas Pemkab Deli Serdang

Bank Danamon Diteror Bom

MEDAN- Aksi teror bom kembali terjadi Jumat (10/6). Sebuah bungkusan berwarna coklat yang diduga berisi bahan peledak, diantar orang tak dikenal ke pos sekuriti Bank Danamon Jalan Diponogoro Medan.

Bungkusan itu diterima sekuriti, Alda Warij sekitar pukul 14.00 WIB. Di dalam bungkusan itu tertulis nama pengirim Melda dan ditujukan kepada karyawan Bank Danamon Vivian Loren.
Mendapat bungkusan itu, Alda Warij menghubungi petugas kepolisian yang berjaga di Bank Danamon Briptu M Ardian Nasution. Lalu Ardian menghubungi Mapolsek Medan Baru, untuk menseterilkan areal penemuan kotak mencurigakan tersebut.

Tidak lama kemudian, tim Jihandak Brimob Polda Sumut terjun untuk mengamankan bungkusan tersebut. Setelah berhasil dievakuasi lalu langsung dibawa ke markas Brimob Polda Sumut di Jalan Wahid Hasyim Medan.

Pantauan Sumut Pos,  Tim Jihandak Brimob Polda Sumut melakukan olah pengamanan bungkusan tersebut. Setelah berhasil dievakuasi, bom tersebut langsung dibawa ke markas Brimob Polda Sumut.

Kapolsekta Medan Baru AKP Dony Alexander yang berada di lokasi kejadian menyebutkan paket tersebut dibawa ke Markas Brimob untuk dilakukan pemeriksaan, apakah benar paket itu berisi bom atau tidak.(mag-7/uma)

Pelayanan RSU Pemerintah tak Maksimal

Pelayanan rumah sakit umum (RSU) milik pemerintah kerap mendapat keluhan dari masyarakat. Padahal, RSU milikn pemerintah mendapat suntikan dana dari pemerintah. Seharusnya, pelayanan yang diberikan RSU pemerintah dapat lebih maksimal dibandingkan rumah sakit milik swasta.

Hal ini disampaikan pemerhati kesehatan Dr Umar Zein kepada wartawan Sumut Pos Bagus Syahputra. Berikut petikan wawancaranya.

Menurut Anda, bagaimana kondisi RSU milik pemerintah saat ini?
Saya menilai, RSU milik pemerintah belum bisa berkiprah sebagaimana tuntutan masyarakat untuk memberikan pelayanan medis yang baik. Sementara, RSU milik pemerintah seharusnya dapat memberikan pelayanan yang terbaik, karena semuanya bersumber dari dana pemerintah.
Lain halnya dengan RSU swasta yang mengharapkan dana dari pasien yang berobat. Namun kenyataannya, pelayanan RSU swasta jauh lebih baik daripada RSU milik pemerintah. Saya menilai, rumah sakit swasta malah lebih intens memberi pelayanan kepada masyarakat, padahal tidak didanai pemerintah.

Berarti, pelayanan rumah sakit swasta lebih dari rumah sakit pemerintah?
Ya, dari segi pelayanan. Namun dari tenaga medis, kita tahu sendiri, rumah sakit pemerintah mempunyai tenaga medis yang baik dibandingkan tenga medis rumah sakit swasta. Malah, seperti dokter yang tugas di rumah sakit pemerintah banyak juga membantu pelayanan medis di rumah sakit swasta.

Sebenarnya, pelayanan kesehatan ini isu yang strategis. Milsalnya, sudah miskin, tidak punya KTP, tidak dapat informasi malah kadang ada yang tidak tertanggulangi dengan baik. Padahal, unit pelayanan ada, alat kesehatannya ada, tenaga kesehatannya banyak, ditambah didanai pemerintah, tapi warga miskin masih susah mendapatkan pelayanan yang baik.

Lalu, apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan pelayanan di rumah sakit pemerintah?
Memang tidak mudah dan membutuhkan waktu yang panjang untuk memperbaiki kinerja rumah sakit, khususnya dalam pelayanan. Namun begitu, dapat dimulai dari sektor yang mudah, seperti peningkatan SDM dan pelayanan medis. Peningkatan SDM ini berkaitan dengan segala sektor,

mulai dari manajemen rumah sakit hingga tim medis yang ada di rumah sakit tersebut. Karenanya, memang tidak bisa dilakukan dalam waktu sekejap. Semuanya harus direformasi, sehingga tercipta manajemen yang sehat dan tim medis yang andal.(*)

USU Siapkan 23 Ribu Kursi Ujian

MEDAN- Dalam pelaksanaan Ujian Masuk Bersama Perguruan Tinggi (UMB-PT) Panitia Lokal (Panlok) USU menyiapkan 23 ribu kursi bagi peserta ujian. Sementara, jumlah mahasiswa baru yang akan diterima melalui jalur  UMB-PT 2011 ini hanya berkisar 2.600 orang.

Ketua Panlok UMB PT USU Prof Zulkifli Nasution melalui Kabag Humas USU Bisru Hafi menjelaskan, pihaknya telah mempersiapkan tiga pusat sektor ujian. Ketiga pusat sektor tersebut yakni, sektor pertama di FKG USU untuk program IPC, sektor kedua di FKM USU untuk program IPA dan sektor ketiga di Yaspendhar untuk program IPS.

“Tiap pusat sektor ini memiliki 10 hingga 15 lokasi ujian yang tersebar di masing-masing pusat sektor. Dan diharapkan, lokasi ujian yang telah dipersiapkan ini bisa memenuhi estimasi jumlah peserta yang akan mengikuti UMB PT 2011 di Panlok USU,” ungkapnya, Jum’at (10/6).

Lebih lanjut Bisru juga menjelaskan, kuota dengan jumlah 2.600 tersebut untuk memenuhi kursi di 46 program studi (prodi) S1 yang ada di kampus tersebut. “UMB merupakan seleksi ujian masuk perguruan tinggi setelah dilaksanakannya Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Melalui UMB PT ini USU akan menerima mahasiswa baru untuk Program Mandiri dan Reguler. Namun, tak semua prodi S1 tersedia program regulernya. Artinya tawaran prodi pada UMB PT ini lebih banyak untuk Program Mandiri,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, hal tersebut juga untuk memenuhi kuota penerimaan mahasiswa baru sebanyak 40 persen. “60 persennya akan kita dapat dari SNMPTN lalu. Jadi ini sisanya untuk memenuhi seluruh kuota kursi yang ada di USU. Hal ini sesuai dengan PP No 66 Tahun 2010,” terang Bisru.

Prosedur pendaftaran UMB PT ini dimulai dengan membayar biaya pendaftaran di Bank BNI terdekat berdasarkan kelompok ujian (IPA, IPS, IPC) dan Jenis Ujian I, II dan III diklasifikasikan untuk program regular serta Jenis Ujian IV untuk Program Mandiri. Selanjutnya Bank BNI akan memberikan Nomor Pendaftaran dan PIN yang akan digunakan untuk melakukan pendaftaran secara online.

“Sebelum melakukan pembayaran, peserta diimbau untuk terlebih dahulu memilih pilihan Jenis Ujian I, II dan III. Pilihan jenis ini merupakan pendaftaran untuk program S1 regular. Sedangkan untuk pilihan Jenis Ujian IV merupakan pendaftaran untuk Program Mandiri,” papar Bisru seraya menambahkan, untuk informasi lengkap tentang pendafataran UMB PT ini calon peserta dapat mengakses website www.spmb.or.id atau www.pendaftaran.spmb.or.id.

Bisru juga mengingatkan, foto yang di upload adalah pasfoto berwarna terbaru dengan format dan ukuran sesuai dengan ketentuan. Seperti wajah tampak jelas, berpakaian sopan dan tak memakai cadar bagi wanita. “Pencetakan Kartu Ujian paling lambat 5 Juli 2011, apabila peserta belum atau tak mencetak hingga tanggal tersebut, maka dianggap mengundurkan diri,” tegasnya.
Ujian Tertulis UMB PT dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2011 mulai 08.00 WIB sampai selesai di lokasi yang telah ditentukan dan Pengumuman Hasil Ujiannya pada 17 Juli 2011.

Pada UMB PT 2011 ini, USU bersama 12 perguruan tinggi negeri (PTN) lainnya, yakni Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Universitas Malikussaleh Lhokseumawe, Universitas Riau Pekanbaru, Universitas Jambi, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Universitas Negeri Semarang, Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Palangka Raya dan Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar telah menggelar secara serempak pendaftaran UMB-PT 2011 yang dimulai dengan tahapan Pembayaran Biaya Ujian di Bank BNI pada 1 Juni hingga 4 Juli 2011. Dan Pendaftaran Online telah dibuka sejak 1 Juni hingga 5 Juli 2011 mendatang.

“Bagi calon peserta yang mengalami kesulitan dalam melakukan pendaftaran online, Panlok USU menyediakan Layanan Help Desk. Layanan ini berlangsung selama jam kerja yang berada di kantor Panlok USU dengan alamat Jalan dr T Mansur No 9 B Kampus USU Medan dengan nomor telepon 061-8218387,” papar Bisru.

Sementara itu, hingga Jum’at (10/6) sore jumlah peserta yang telah melakukan pendaftaran UMB PT pada Panlok USU telah mencapai 1.100-an orang. (saz)