Home Blog Page 15258

Kemenag dan Kemendiknas Tertinggi

Usulan Penerimaan CPNS 2011

JAKARTA- Pemerintah pusat berbondong-bondong memasukkan kebutuhan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2011 ke Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN dan RB).
Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) menjadi kementerian dengan usulan kebutuhan CPNS tertinggi.

Data di Kemen PAN dan RB, hampir seluruh kementerian sudah memasukkan data kebutuhan CPNS 2011. Termasuk juga tiga kementerian koordinator, lembaga pemerintah non kementerian, hingga lembaga negara.
Di tingkat kementerian, tercatat kebutuhan CPNS 2011 mencapai 80.572 orang. Sedangkan di tingkat Lembaga Pemerintah Non-Kementerian kebutuhan CPNS 2011 sebanyak 16.843 orang. Dan di Lembaga Negara kebutuhan CPNS 2011 tercatat 6.175 orang.

Khusus di level kementerian, Kemenag dan Kemendiknas menempati posisi atas dalam kebutuhan CPNS 2011. Di Kemenag, tahun ini mereka membutuhkan CPNS 2011 mencapai 18.701 orang. Sementara di Kemendiknas, usulan kebutuhan CPNS 2011 sejumlah 17.077 orang.

Staf Biro Humas Kemenag Syaifullah menjelaskan pihaknya belum mengetahui secara rinci formasi usulan kebutuhan CPNS 2011 tersebut. Namun, dari pengalaman perekrutan CPNS 2010 lalu, formasi yang paling banyak diduduki tenaga pendidik. Baik itu sebagai dosen maupun guru.

Disusul kemudian lowongan bagi penyuluh dan pegawai sekretariat di tingkat provinsi, kabupaten, atau kota. “Kami belum tahu jika tahun ini komposisi formasinya sama,” katanya. Dia juga mengatakan, usulan tersebut masih harus diolah dulu di Kemen PAN dan RB.

Tingginya kebutuhan CPNS 2011 untuk formasi pendidik juga terjadi di Kemendiknas. Mendiknas Mohammad Nuh mengatakan, guru dan dosen masih menduduki posisi atas. “Selanjutnya adalah tenaga di sekretariat kementerian,” tandasMantan Rektor ITS ini kepada waratawan Sabtu malam lalu (14/5).

Kebutuhan guru dalam formasi CPNS 2011 tidak hanya ditutup oleh CPNS yang diajukan daerah. Guru-guru yang diangkat oleh Kemendiknas, menjadi pegawai pusat. Sehingga, NIP (Nomor Induk Pegawai) mereka menyesuiakan dengan NIP pusat.

Sementara itu, kebutuhan dosen juga diprediksi meningkat. Saat ini, jumlah dosen negeri berkisar 80 ribu orang. Dengan pertambahan kampus negeri baru dan dosen yang pensiun, diharapkan muncul kuota CPNS dosen lebih dari seribu orang.(wan/jpnn)

Mengajar Bahasa dengan Bicara

Andini Nur Bahri

Usia bukan halangan untuk berkarya. Buktinya Andini Nur Bahri yang masih berusia 23 tahun mampu melakukan terobosan di bidang pendidikan. Meskipun hingga saat ini dirinya masih merogoh kocek sendiri untuk membuat buku panduan bagi siswa didikannya.

Ya, sejak Januari 2011 lalu dirinya mendirikan Big “A” Power English Education Centre. Memanfaatkan ruang tamu sang nenek ruang yang berukuran 4×6 meter di Jalan Karantina Simpang Gunung Krakatau No 5 Medan itu Andini menggelar pendidikan bahasa Inggris bagi anak-anak warga sekitar.

Namun ada yang berbeda dari metode yang digunakan dibanding kebanyakan kursus sejenis di Kota Medan. Kegiatan yang dibagi dalam empat sesi ini, malam hari untuk Sekolah Dasar, sementara pagi, siang, dan sore untuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu menggunakan metode Learning by Talk. Belajar dari berbicara.

“Bahasa Inggris saat ini juga sudah mengalami peralihan fungsi. Kalau tidak bisa berbahasa Inggris kita itu seperti buta huruf. Sayangnya metode formula yang diterapkan untuk anak-anak terbukti kurang efektif. Begitu juga conversation yang hanya digunakan untuk anak SMA akan sangat terlambat,” ucap wanita berkulit hitam manis ini kepada Sumut Pos beberapa waktu lalu.

Menurut Andini, metode yang mengacu pada rumus memiliki kelemahan saat berbicara. Siswa akan kesulitan dalam memilih penggunaan kosa kata. Hal itu pun dibuktikannya selama menjadi pengajar di beberapa institusi pendidikan di Kota Medan sejak 2008. Bahkan, tidak sedikit teman kuliah dari jurusan yang bersangkutan bertanya yang melahirkan kegelisahan baginya.

Kegelisahan itu pun menemukan jawaban saat menjadi peserta Australia-Indonesia Youth Exchange Program 2009 lalu. Alumni Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU) ini melihat bagaimana pembelajaran bahasa Inggris akan lebih efektif bila dilakukan lewat dialog. Karena lewat berbicara akan membiasakan seseorang dengan bahasa yang digunakannya.

Sekembalinya ke Indonesia, Februari 2009 lalu Andini yang juga menempuh pendidikan di Diploma Bahasa Jepang Fakultas Ilmu Budaya (dulu Sastra) USU ini pun menjajaki penerapan metode tersebut. Hasil yang didapat kemudian menjadi pedomannya mendirikan pelatihan yang saat ini dijalankannya.

“Metodenya sangat sederhana, kelas saya mulai dengan bahasa Inggris dibarengi bahasa Indonesia. Setiap pulang murid diajukan dua pertanyaan dalam bahasa Inggris. Entah karena mau cepat pulang, murid-murid jadi berebut menjawab. Ada juga saya buat dinding motivasi. Setiap pelajaran saya lakukan evaluasi dimana siswa yang terbaik mendapat satu bintang dengan maksud membangkitkan semangat berkompetisi,” bebernya.

Sulung dari lima bersaudara ini juga mengiringi pendidikan dengan buku panduan (guide book) yang disusun bersama kenalan di Australia. Seperti metode yang digunakan, tak ada satu rumus pun ditemui di kedua buku yang diterbitkan dengan dana pribadi itu. Buku pertama berjudul Learning by Talk Junior I dan buku kedua yaitu Learning by Talk Elementary II. Ditambah lagi dengan fasilitas audio visual seperti rekaman percakapan orang Inggris. Sesekali menonton film seperti Harry Potter dengan menghilangkan subtitle. Atau memutar lagu berbahasa Inggris yang paling digandrungi seperti Justin Bieber.

Tak membutuhkan waktu lama, metode itu pun terbukti keberhasilannya. Siswa yang tadinya tidak paham sedikitpun bahkan kesulitan mengucapkan kata-kata, kini sudah lancar berbicara beberapa kalimat. Metode yang disenangi itu bahkan membuat siswa tetap datang meskipun kelas sudah diliburkan. “Ada saja yang datang padahal saya sudah umumkan libur. Mereka begitu antusias,” tutur putri dari Nur Aslinda ini.

Sukses menumbuhkan minat belajar bahasa Inggris tadi lantas menjadi motivasi bagi Andini untuk komit di jalannya. Bahkan sebuah kelas eksklusif dengan sistem subsidi silang sudah disiapkan untuk dibuka tahun ini. Dengan subsidi silang tadi dirinya berharap dapat membantu lebih banyak siswa yang kesulitan membayar uang kursus sebesar Rp50.000 per bulannya itu.

Program lainnya adalah English Day With My Mother yang melibatkan orangtua dalam hal ini orangtua perempuan untuk menjadi teman belajar sang anak. Untuk itu materi yang diisi dengan percakapan sehari-hari antara ibu dan anak dapat diterapkan hanya dalam tiga bulan.

“Memang kelas itu nanti kita lengkapi dengan fasilitas yang lebih mapan karena memang kita tujukan untuk kelas menengah ke atas. Dengan demikian uang kursus mereka yang lumayan besar dapat digunakan untuk membiayai siswa yang tidak mampu. Jujur sahja, banyak di antara siswa ini enggan masuk karena belum bayar  uang kursus. Sangat disayangkan karena dia berprestasi,” paparnya.

Andini juga berharap atensi dari pemerintah untuk menyebarkan minat berbahasa Inggris tadi bagi anak-anak lainnya. Apalagi dengan metode yang sudah dibuktikan efektifitasnya. “Akan ada 360 anak yang bisa belajar geratis selama satu tahun kalau saja pemerintah berkenan mengucurkan dana 250 juta saja. Itu sudah termasuk buku-buku dan staf pengajar,” tambahnya. (jul)

Andini Nur Bahri
Lahir    :     Medan, 13 Juni 1987
Ibu    :     Nur Aslinda
Anak    :     1 dari 5 bersaudara
Saudara    :     Adlin Bahri (21), Andika  Bahri (19), Anggara Bahri   18), Anisa Nur Bahri (14)
Alamat    :     Jalan Karantina No.5     Simpang Jalan Gunung   Krakatau Medan
Pendidikan    : D3 Bahasa Jepang USU
Ekstensi S1 Komunikasi     Fisip USU

Pekerjaan:

  • Pendiri Big ‘A’ Power English Education Centre (2011)
    Pengajar Medan Hotel Institut (2011)

Pengalaman:

  • Pengajar SMA Wahidin Sp Kantor (2009)
  • Pengajar International Education Centre (2009)
  • Pengajar Singapore International         Academy (2009)
  • Pengajar SMA UISU (2008)

Tangki Kosong, Damkar Dilempari

TAPTENG- Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) milik Pemkab Tapteng mengalami pecah kaca depan. Selain karena dituding telat datang, tangki damkar pun diduga dalam keadaan kosong.
Warga yang berang, alhasil melempari damkar tersebut. Peristiwa itu terjadi saat kebakaran yang menimpa rumah milik Ajhar Panggabean di Jalan Sibolga-Psp No 43 Sibuluan, Pandan, Tapteng, Minggu (15/5) sekira pukul 01.00 WIB.

“Pemadam datang lama kali, ada satu jam baru datang. Udah gitu tangkinya kosong pula. Apa enggak marah masyarakat, jadi dilemparilah,” aku beberapa warga sekitar lokasi kebakaran, Minggu (15/5).
Masih keterangan warga, beberapa saat kemudian satu unit damkar milik Pemko Sibolga tiba di lokasi. Tapi sayang, api sudah padam. “Apinya padam karena dipadamkan masyarakat, rame-rame. Pemadamnya datang terlambat, datang waktu apinya sudah padam,” timpal warga.

Putri pemilik rumah, Tuti Br Panggabean (25) mengaku terbangun sekitar pukul 01.00 WIB dan melihat api sudah membakar bagian depan rumah, kios ponsel dan kedai sembako usaha keluarganya.

“Apinya dari depan, dari kios duluan. Aku terbangun  kulihat api dan sudah banyak asap,” terang Tuti seraya mengutarakan kekecewaannya atas kelambanan unit pemadam kebakaran.

Tuti yang saat itu tidur di ruang tamu menyakini bahwa asal api bukan karena korsleting listrik atau dari dapur. Karena, kata Tuti, saat api menyala dan membakar bagian tengah rumah, lampu rumah masih dalam keadaan menyala.

“Bukan dari dapur atau korsleting, apinya dari kios depan,” tandas gadis yang mengaku rumah itu sudah didiami keluarganya sejak lama, bahkan sebelum ia lahir.

Selain Tuti, di dalam rumah ada sepupunya yang masih kelas 4 SD, abangnya Irul Panggabean, kedua orangtuanya Ajhar Panggabean dan Nurlaima Br Sihombing, serta dua anak kos yang menempati kamar di lantai atas. Mereka semua selamat. Namun harta benda yang sempat diselamatkan hanya 5 unit sepedamotor dan sejumlah surat berharga. Harta benda lainnya ludes terbakar.

Sedangkan, rumah yang berada di sebelah rumah korban, yakni milik marga Siagian tidak ikut terbakar. Tapi mengalami rusak ringan. Hingga berita ini diturunkan, garis polisi masih terpasang di lokasi kejadian. Keluarga korban sementara ini tinggal di rumah kerabat mereka yang tak jauh dari lokasi.

Terpisah, Kapolsek Pandan, AKP RY Sitompul juga membenarkan peristiwa pelemparan mobil damkar tersebut. Keterangan yang dihimpun dari warga, aksi pelemparan itu bentuk pelampiasan kemarahan warga. Karena saat damkar milik Pemkab Tapteng itu tiba di lokasi, air di dalam tangki kosong. (mor/smg)

Terjatuh dari Hotel, Balita Asal Malaysia Tewas

SIANTAR- Seorang balita bernama Eina Qistina Putri (1), warga negara Malaysia, tewas meregang nyawa setelah sebelumnya terjatuh dari lantai dua, salah satu hotel berkelas di Kecamatan Tuktuk, Kabupaten Tobasa, Sabtu (14/5) sekira pukul 23.45 WIB.

Informasi yang dihimpun METRO SIANTAR (Grup Sumut Pos), buah hati pasangan Muhammad dan Yuslina ini dikabarkan terjatuh saat keluarga itu tengah makan malam, sekira pukul 08.00 WIB. Kedatangan warga Malaysia itu ke lokasi objek wisata tersebut dalam rangka liburan.

Kemudian anak itu terjatuh saat lepas dari kendali orangtuanya. Namanya anak di usia itu sedang menjalani masa-masa lasak, korban merangkak menuju pagar beranda kamar hotel tersebut, dan dimungkinkan karena pagar beranda hotel itu tidak rapat, Eina pun terjun bebas ke lantai dasar yang penuh bebatuan.

Menurut ibu korban, Yuslina, balita berjenis kelamin perempuan itu, terjatuh saat hendak meraih ukiran pagar hotel. “Saat itu kami tengah makan,” ujarnya seraya menyebut dia lalai memperhatikan anaknya yang sudah merangkak sampai ke pinggir beranda hotel.

Mengetahui buah hatinya terjatuh, Yuslina mengatakan, mereka langsung berkemas dan membawa buah hatinya ke klinik terdekat. Karena tidak mampu menangani, klinik itu kemudian merujuk korban ke Rumah Sakit Vita Insani, yang akhirnya menghembuskan nafas terakhir, setelah beberapa menit menjalani perawatan di rumah sakit itu. Korban diduga meninggal dunia karena mengalami benturan di bagian kepala.

Setelah mengurus administrasi keterangan kematian, warga negara Malaysia itu-pun kemudian melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit umum di Medan untuk keperluan pengurusan keberangkatan kembali ke Malaysia. Sementara itu, informasi yang didapatkan dari TKP menyebutkan kejadian itu bermula saat Yuslina hendak memberi anaknya makan bubur. Saat mempersiapkan bubur, anaknya ditempatkan di keranjang anak. (mag-01/smg)

Tahun ini, Markas Mapolres Sergai Dibangun

SERGAI- Markas Polisi Resort Serdang Bedagai (Mapolres Sergai) dalam waktu dekat akan direalisasikan pembangunannya, sesuai dengan rencana yang telah disepakati. Demikian dikatakan Bupati Serdang Bedagai HT Erry Nuradi dihadapan unsur muspida plus dalam acara pisah sambut Kapolres Sergai dari AKBP Drs Eri Safari kepada AKBP Arif Budiman SIk MH, dan Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional Sergai, Syahrul Anwar SH di Pantai Cermin Theme Park Resort, Jumat malam (12/5).

“Pembangunan Markas Polres Sergai akan dilaksanakan dalam tahun ini juga. Kemarin, Kepala Bidang Sarana Mabes Polri, Kombes Bambang datang ke kantor bupati untuk membicarakan proses ganti untung antara Pemkab Sergai dengan Mabes Polri,” bilang Bupati.

Proses ruislag pertapakan (lahan) Mapolres Sergai dengan Pemkab Sergai sudah sangat lama. Persisnya tahun 2006 sudah dilakukan MoU antara keduanya.

“Memang sudah lama, tetapi memang prosesnya seperti itu melalui berbagai tahapan. Setelah ini, kita tinggal menunggu persetujuan DPRD Sergai dan biayanya oleh Kementerian Keuangan,” terang Bupati.
Melihat kondisi Mapolres Sergai sekarang, Bupati sendiri mengatakan tidak layak mengingat sebelumnya adalah Mapolsek Firdaus.

“Kondisi bangunannya memang tidak layak, kita berharap semuanya berjalan lancar sehingga pelayanan kepolisian kepada masyarakat dapat semakin baik,” tandas Bupati.

Sementara itu, Bupati juga mengucapkan terimakasih kepada Kapolres Sergai yang lama AKBP Eri Safari dan jajarannya yang berhasil mengungkap jaringan kelompok bersenjata di Dolok Masihul.

Sedangkan kepada Kepala kantor BPN Sergai Syahrul Anwar, bupati meminta program layanan rakyat untuk sertifikasi tanah (Larasita) terus dilanjutkan, karena dampaknya kepada masyarakat sangat bermanfaat. (mag-15)

Korban Trafficking Dipulangkan

MEDAN- Hari ini (Senin 16/5), ketiga korban trafficking (perdagangan manusia) Harni (31) dan Sutani (38), warga Nganjuk, Jawa Timur, Sri Wanti (18), warga Pangkalan Brandan, Sumut akan dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing sesuai dengan janji Kapolsekta Medan Sunggal, Kompol Sony Marisi Nugroho.

“Senin (15/5), sesuai dengan janji Pak Kapolsek kami akan diantarkan pulang ke kampung halaman kami. Tapi belum tahu pulangnya naik pesawat apa naik Kapal Laut,” ujar Sutani yang sudah ditinggal suaminya 10 tahun, Minggu (15/5).

Kondisi ketiganya terlihat ceria saat berada di ruang Binmas Polsek Medan Sunggal yang merupakan tempat istirahat ketiganya. Yang diberikan oleh Kapolsek, ruangan kamar berukuran 3 x 4 meter untuk tempat ketiganya beristirahat dan bermalam.

“Enak kok di sini, tapi kami mau pulang ke kampung halaman. Karena rindu sama anak-anak,” ucap Sutani yang rencananya pergi ke Malaysia untuk mencari pekerjaan.

Dari pengakuan Sutani, mereka sangat senang setelah digagalkan berangkat ke Malaysia karena diketahui pasport yang akan mereka gunakan selama di negeri jiran adalah Ilegal.

“Untungnya saja kami kena razia, kalau tidak kami tidak tahu pasport kami legal atau ilegal. Coba kalau ilegal, pasti kami akan dihukum oleh polisi Malaysia,” katanya bersama Harni yang merupakan satu kampung.
Sedangkan hasil pengembangan penyelidikan, penyidik sudah menetapkan satu orang tersangka, Irwan Lubis (40) Warga Jalan Perintis Kemerdekaan, Binjai yang merupakan koordinator ketiga korban yang akan diberangkatkan ke Malaysia melalui jalur laut di Tanjung Balai.

“Kita baru menetapkan satu orang tersangka yang merupakan kordinatornya, sedangkan untuk penyalur korban trafficking, Ratna yang menyediakan tempat untuk tinggal selama di Karantina untuk diberangkatkan ke Malaysia sedang kita buru,” beber Kompol Sony Marisi Nugroho.

Sebelumnya, personel Polsekta Medan Sunggal bersama TNI AD berhasil menggagalkan sindikat perdagangan manusia (trafficking) ke Malaysia saat melakukan razia di Jalan Medan-Binjai Km 16, Sabtu (14/5) dinihari. Petugas berhasil mengamankan tiga wanita dan menangkap seorang koordinatornya.

Ketiga wanita yang nyaris menjadi korban mengaku, akan diberangkatkan dari Belawan dengan menggunakan Kapal Feri, Sabtu (14/5) pukul 06.00 WIB.  Namun, saat berangkat dari Binjai menuju Belawan dengan menumpangi mobil Phanter BK 1035 EW ditangkap petugas saat menggelar razia di Jalan Medan-Binjai Km 16.(adl)

Kader PKS Kemah Tiga Hari

MEDAN- Plt Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujonugroho bersama sejumlah kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang duduk di kursi eksekutif dan legislatif dan pengurus Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS menggelar kemah (Muhayam) selama 3 hari di Hutan Aek Nauli, Simalungun.

Kemah yang digelar mulai 13 Mei hingga 16 Mei 2011 ini diikuti 156 kader PKS di Sumut. Seluruh kader PKS, diwajibkan mengikuti kegiatan tersebut untuk tingkat menengah.

Adapun kader PKS yang kini menjadi pejabat publik yang turut hadir yakni, Wakil Wali Kota Binjai, Timbas Tarigan, dan Wakil Ketua DRRD Sumut, Sigit Pramono Asri serta sejumlah kader PKS yang kini menjabat sebagai anggota DPRD di sejumlah kabupaten/kota se-Sumut.

Ketua Bidang Kepanduan dan Olahraga DPW PKS Sumut, Taufik Hidayat menyampaikan kemah yang digelar ini sebagai bagian untuk latihan fisik dan diisi sejumlah materi khusus tentang kapartaian.

Tujuan digelarnya kemah tersebut, ucapnya sebagai bagian untuk memupuk solidaritas sesama kader, malatih kepemimpinan serta melatih ketaatan setiap kader yang menjadi peserta.

“Kegiatan yang dilaksanakan selama masa kemah di hutan antara lain, olahraga, outbound, pelatihan fisik, penambahan wawasan keamanan nasional dari Mapolda Sumut, keterampilan medis dari relawan Indonesia dan keterampilan survival,” paparnya dalam acara pelepasan peserta kemah, Jumat (13/5) malam.

Sementara itu, mantan Ketua Umum DPW PKS Sumut yang juga Plt Gubernur Sumut, H Gatot Pujo Nugroho ST, saat melepas keberangkatan peserta kemah, mengingatkan tentang pentingnya totalitas dalam melaksanakan kegiatan kemah tersebut.

Baik dalam keadaan berat maupun ringan. Muhayam tersebut diselenggarakan secara legaliter. Jadi, seluruh kader yang menjadi peserta, diperlakukan sama.

“Saya hadir, karena kegiatan ini sebagai bagian untuk kita semua bersama,” sebutnya. (ril)

Kios Layang Terminal Memprihatinkan

LUBUK PAKAM- Sebanyak 50 kios layang yang berada di Terminal Bus  Lubukpakam kondisinya memprihantikan. Dikhwatirkan kios itu akan ‘menelan’ korban jiwa. Kios yang dibangun tahun 1990-an itu tiangnya lapuk serta sengnya keropos.

Akibatnya, tiang penyangga kios miring sekitar  70 derajat. “Bila dibiarkan, diperkirakan akan menelan korban jiwa,” bilang Donald Sinaga warga setempat, Minggu (15/5). Seperti biasa, kios layang itu sering digunakan.  Bahkan pada waktu-waktu tertentu, kios layang ini dipadati penumpang untuk beristirahat sembari menunggu angkot. Kepala Terminal Lubuk pakam, B  Tampubolon  mengatakan, pihaknya tidak berdaya melihat kondisi kios layang yang mulai keropos itu. Bahkan permasalahan ini telah berulang kali dilaporkan ke Dinas Perhubungan Deli Serdang, tetapi belum mandapat respon.(btr)

Dua Jurtul Togel Diringkus

TEBING TINGGI-  Dua orang juru tulis (jurtul) togel berhasil ditangkap petugas tempat yang berbeda. Agus Salim Nasution (41) warga Jalan Ketumbar, Lingkungan IV, Kelurahan Bulian, Kota Tebing Tinggi ditangkap saat sedang asyik menulis pesanan nomor pembeli, Sabtu (14/5) sekira pukul 15.30 WIB di sebuah warung kopi Jalan Lama, Kelurahan Sri Padang, Kota Tebing Tinggi.

Sementara, Zulkifli Siregar (53) penduduk Jalan Sei Sukun, Lingkungan VI, Kota Tebing Tinggi diamankan petugas saat sedang menulis nomor-nomor angka pasangan togel di Jalan Sei Cukai, No 36, Kelurahan Durian, Kota Tebing Tinggi, Sabtu (14/5) sekira pukul 16.00 WIB. Barang bukti yang berhasil disita dari tangan Agus Salim Nasution, uang senilai Rp99.000, kertas rekapan nomor-nomor angka tebakan togel. Dari tangan Zulkifli Siregar diamankan uang senilai Rp34.000, rekapan nomor tebakan togel dan sebuah pulpen.

Keterangan Kasat Reskrim Polres Tebing Tinggi, AKP Lili Astono melalui telepon mengatakan kedua tersangka telah menjadi target petugas. “Selama masih adanya kasus judi togel dan Kim, pihak petugas tidak akan jera untuk melakukan penangkapan,” jelasnya. (mag-3)

Kontes Burung Berkicau Meriah

BINJAI- Masyarakat Kota Binjai menyukai suara merdu kicauan burung. Pasalnya, ratusan masyarakat terlihat memadati tanah Lapang Merdeka Binjai, guna menyaksikan secara langsung kontes burung berkicau yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Binjai, Minggu (15/5).

Kontes burung berkicau ini, sengaja diselenggarakan Pemko Binjai, untuk memerihakan hari jadi Kota Binjai ke-139, yang jatuh pada 17 Mei 2011 mendatang.

Pantawan wartawan koran ini, ratusan masyarakat Kota Binjai, baik anak-anak, remaja dan orangtua, tampak menikmati jalannya kontes burung berkicau tersebut. Bahkan, masyarakat tampak gemberia sembari memberikan yel-yel kepada peserta yang mereka kenal.

Meski saling memberikan yel-yel, ratusan masyarakat yang melihat secara langsung, tidak ada membuat keributan, dan semuanya terlihat akrab. Bahkan, masyarakat yang menyaksikan saling tukar pikiran, guna menebak burung mana yang akan menjadi pemenang.

Ketua Panitia Kontes Burung Berkicau, Mayor CKM dr Darma Malem Sp THT-KL mengaku, peserta dalam kontes burung yang diselenggarakan memang cukup banyak.

“Memang, acara ini kita lihat sangat meriah, bayangkan saja, jumlah pesertanya saja mencapai 779 peserta,” ujar dr Darma. Selain itu, dr Darma juga mengaku, semua peserta yang ikut kontes burung ini, berasal dari 7 provinsi dan 15 kabupaten/kota.

“Kalau juara pertama dari setiap daerah ada, tapi kalau juara bergengsi diraih Kabupaten Deli Serdang,” pungkasnya, seraya menambahkan, untuk juara bergengsi diberikan hadiah Rp10 juta.

Melihat meriahnya acara kontes burung ini, dr Darma juga mengaku, Wali Kota Binjai sangat mendukung dan sangat setuju kalau diadakan setiap tahunnya.

“Kalau memang memungkinkan, acara ini diadakan setiap satu tahun sekali, dan hal itu juga sudah disetujui Wali Kota,”ungkapnya.

Kemeriahan menyambut HUT Kota Binjai ke-139 ini, tentunya tak berakhir sampai di situ saja. Namun, pihak RSU dr Djoelham juga ingin memeriahkan HUT Kota Binjai ini. Seperti yang disampaikan Dirut RSU dr Djoelham Binjai, Drg Susyanto.

“Besok (hari ini-Red) kita akan adakan senam lansia, pemeriksaan darah, pemeriksaan osteoporosis, bazaar dan lain sebagainya. Termasuk juga sunat massal yang akan digelar 20 Mei 2011 mendatang,” ungkap Drg Susyanto.(dan)