Home Blog Page 15260

Pesta Rossoneri

AC Milan vs Cagliari

MILAN – Pesta scudetto ke-18 AC Milan di San Siro, kemarin dinihari, juga diwarnai dengan kemenangan telak 4-1 (3-1) atas tamunya Cagliari. Meski telah mengunci gelar, tapi tim berjuluk Rossoneri tersebut enggan mengendurkan tenaga.

Ya, tim besutan Massimiliano Allegri itu tidak ingin perayaan pesta mereka di depan publik sendiri diwarnai dengan kekalahan. Makanya, sejak babak pertama intensitas serang Milan sudah tinggi dan mereka akhirnya unggul 3-1.
Striker asal Brazil Robinho mencetak dua gol pada menit ke-22 dan 35, kemudian gelandang enerjik Gennaro Gattuso menambah satu gol pada menit ke-23. Cagliari sempat mencetak gol di menit ke-38 melalui Andrea Cossu.
Pada babak kedua, giliran Clarence Seedorf yang menambah gol pada menit ke-77.

“Kami semua ingin para pemain mengakhiri dengan mantap di kandang di hadapan fans dan pemilik klub,” bilang Allegri, seperti dilansir Football Italia.

Sejak pekan ke-36, dengan hasil seri tanpa gol di Olimpico, Roma, dengan tuan rumah AS Roma saja sudah cukup mengunci gelar. Makanya, laga kemarin dini hari sudah tidak lagi menentukan, hanya menjaga gengsi belaka.
Dari kubu Cagliari harus mengakui ketangguhan sang juara. “Kali ini kami menyaksikan bagaimana kami perlu bermain pada level tinggi ketika melawan tim seperti Milan. Anda akan sulit bangkit saat sudah tertinggal 0-2,” kata Roberto Donadoni, pelatih Cagliari.

Setelah memastikan kemenangan, skuad Milan kemudian menerima trofi dan penyerahan medali. Para pemain membawa keluarga mereka ke lapangan untuk merayakan scudetto. Juga gelandang Kevin Prince Boateng memenuhi nazar menari moonwalk ala Michael Jackson.

Rombongan skuad Milan juga sempat melakukan parade keliling kota Milan menggunakan bus dengan atap terbuka. Selain itu, Milan membentang spanduk yang tulisannya menyindir rival sekotanya Inter Milan yang sempat dominan sejak skandal Calciopoli terungkap pada 2006.

“18 Scudetto, semua kami dapatkan di lapangan,” tulis spanduk yang dibawa rombongan Milan. Yang dimaksud mereka adalah semua gelar Milan murni didapat di lapangan, berbeda dengan Inter yang mendapat satu gelar pemberian karena Juventus dihukum pada 2005-2006.

Allegri yang baru kali pertama merayakan scudetto sepanjang karirnya sebagai pemain maupun pelatih, sangat antusias. “Ini memang pengalaman pertama saya dan saya sangat bersemangat merayakannya,” kata Allegri.
Kemudian, owner Milan sekaligus perdana menteri Italia Silvio Berlusconi dalam pidatonya kembali mengumbar janji akan membeli pemain anyar pada awal musim depan.
“Senang melihat tahun lalu membeli sederet bintang, musim depan akan kami lakukan lagi,” katanya. (ham/jpnn)

Ubah Citra MTs Jadi Sekolah Favorit

MTs Al Ittihadiyah Jalan Karya Jaya

MEDAN- Untuk menyiapkan peserta didik yang terampil, mandiri dan memiliki keimanan, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Ittihadiyah mulai melakukan berbagai terobosan.

Beberapa langkah yang dilakukan sekolah yang berada di Jalan Karya Jaya Gang Karya VII, Pangkalan Masyhur ini diantaranya dengan menerapkan program pendidikan yang memadukan pendidikan umum dan agama.
Hal ini disampaikan Kepala Sekolah MTs, Al Ittihadiyah, Pamonoran  Siregar SPdi saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

“Selama ini orang masih beranggapan jika sekolah MTs Al Ittihidayah hanya diperuntukkan bagi orang  yang ingin ‘mengaji’ saja. Untuk itulah tugas kami kedepan untuk merubah pandangan masyarakat dengan terus melakukan perubahan pola pendidikan dengan menyeimbangkan pelajaran umum dan agama,” ungkapnya.

Adapun prosesnya itu sendiri lanjut Pamonoran, telah dilakukan sejak beberapa tahun belakangan ini. Bahkan beberapa kemajuan telah dirasakan MTs Al Itthadiyah sejak empat tahun belakangan.

Terbukti jumlah peserta didik hampir setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Tentu saja menurut Pamonoran,  ini tak lain dikarenakan  tingkat kepercayaan orangtua dan wali siswa yang juga mengalami peningkatan.

“Empat tahun yang lalu kita sempat mengalami kemunduran baik sistem dan pola pendidikan maupun jumlah siswa yang hanya berkisar 54 orang. Namun hingga saat ini kita terus mengalami banyak kemajuan dengan peningkatan jumlah siswa menjadi 200-an lebih,” terangnya.

Dengan tetap memberikan pemahaman pendidikan secara Islami tanpa mengabaikan pendidikan umum, MTs Al Ittihadiyah merasa yakin kedepannya sekolah yang berdiri sejak tahun 1996 lalu itu akan terus mengalami peningkatan dengan melakukan berbagai pembenahan.

Kemajuan yang diraih MTs Al Ittihadiyah juga menurut Pamonoran karena sekolah itu juga menyediakan staf pengajar yang profesional dan terampil sesuai bidang yang dimilikinya.

Menurut Pamonoran sendiri hingga saat ini seluruh staf pengajar MTs Al Ittihadiyah merupakan lulusan S1 dari berbagai jurusan.

“Bahkan dari jumlah 17 staf pengajar yang masih aktif di MTs Al Ittihadiyah, lima orang diantaranya sedang persiapan dalam penyelesaian program S2,” tuturnya.

Namun peningkatan segi kualitas staf pengajar tak akan berjalan seimbang tanpa sarana yang memadai. Sehingga langkah kedepan yang akan terus dilakukan Yayasan MTs Alttihadiyah adalah meningkatkan kualitas sarana dan prasarana dalam mendukung program pendidikan yang tengah dilakukan.
Salah satunya dengan menyediakan sarana laboratorium komputer dan internet  perpustakaan sesuai perkembangan zaman. (uma)

Lille Akhiri Puasa Gelar 56 Tahun

PARIS – Penantian panjang Lille OSC akan gelar akhirnya berakhir. Klub berjuluk Les Dogues itu menjuarai Piala Prancis setelah mengalahkan juara bertahan Paris Saint Germain 1-0 (0-0) pada final yang dihelat di Stade De France, kemarin dini hari.

Sukses mereka tersebut mengakhiri puasa gelar selama 56 tahun. Kali terakhir Lille berpesta gelar adalah pada 1955 di ajang yang sama. Makanya, keberhasilan itu disambut antusias dan juga menjadi modal berharga dalam upaya menjuarai Ligue 1 musim ini.

Kans Lille dobel gelar sangat besar. Pasalnya, saat kompetisi tinggal menyisakan tiga pertandingan lagi, Lille memimpin klasemen sementara dengan koleksi 69 poin. Mereka unggul empat angka atas pesaing terdekat mereka Olympique Marseille.

Kemenangan Lille atas PSG sungguh dramatis. Bagaimana tidak, gol baru tercipta pada menit ke-89. Yang menjadi pahlawan kemenangan Lille adalah striker asal Polandia Ludovic Obraniak melalui sepakan bebasnya dekat area penalti.

Sejatinya, Lille memiliki peluang lagi untuk menambah keunggulan jelang bubaran dari titik penalti akibat pelanggaran kiper PSG Gregory Coupet terhadap Gervinho. Sayang, Mathieu Debuchy gagal menjalankan tugasnya sebagai eksekutor.

“Saya sejatinya kecewa karena tidak dimainkan sejak menit pertama, tapi saya bangga karena akhirnya mencetak gol penentu kemenangan. Apalagi, ini adalah gelar pertama setelah lebih dari 50 tahun selalu gagal,” kata Obraniak, seperti dikutip Goal.

“Saya sungguh beruntung. Bola kebetulan berada pada posisi yang bagus dan saya menendang sekuat tenaga dengan harapan agar ada pemain lain yang siap menyambutnya, ternyata gol. Sama seperti yang pernah saya lakukan bagi Polandia,” kata Obraniak.

Kebahagiaan terlihat di mata Rudi Garcia, sang pelatih. “Tentu kami bahagia. Gelar ini sebagai penghargaan kepada pendukung,” bilangnya. (ham/jpnn)

Dilirik Liverpool, Inginkan Madrid

MUNICH-Real Madrid bukan satu-satunya klub yang menginginkan Hamit Altintop. Liverpool diam-diam sedang menjajagi kemungkinan memboyong pemain asal Turki itu ke Anfield.

Altintop akan meninggalkan Allianz Arena dengan status bebas transfer. Liverpool bisa mendapatkannya tanpa mengeluarkan sepeser pun, dan menggajinya tidak terlalu tinggi.

Real Madrid juga tertarik mendapatkan Altintop, karena tidak perlu mengeluarkan uang. Karl-Heinz Rummenigge, chairman Bayern Munich, juga menegaskan Los Blancos tertarik memboyong pemain yang akan dilepasnya musim panas ini.

Altintop gagal tampil reguler bersama Bayern sepanjang musim lalu. Ia relatif hanya tiga kali bermain 90 menit, dan belasan kali menjadi cadangan.

Jika Altintop menerima tawaran Real Madrid, pemain berusia 28 tahun itu kemungkinan mengalami hal sama di Santiago Bernabeu. Sedangkan Liverpool kemungkinan bisa memberinya banyak kesempatan bermain.
Namun Liverpool harus bisa meyakinkan Altintop bahwa Anfield adalah tempat yang tepat untuknya melanjutkan karier.

Altintop sendiri sempat dikabarkan akan kembali ke Turki, namun kalau ada tawaran dari Los Blancos, ia bisa saja berubah pikiran dan bergabung dengan tim besutan Jose Mourinho itu.

“Madrid termasuk klub besar dan terbaik di dunia. Tentu saja saya akan sangat senang kalau bisa bergabung dengan mereka. Tapi itu baru sekedar spekulasi karena sama sekali belum ada kontak dari mereka,” ungkapnya pada Marca.
“Saya belum memutuskan masa depan saya, tapi yang pasti saya akan pergi dari Jerman. Saya sendiri merasa terhormat bisa memperkuat Munchen selama empat tahun. Sayangnya di musim ini saya jarang mendapatkan kesempatan bermain sehingga tidak mendapat perpanjangan kontrak.”

Pemain berusia 28 tahun ini menyalahkan mantan pelatih Munchen, Louis van Gaal yang jarang menurunkannya pada musim ini. Ia hanya delapan kali menjadi starter di Bundesliga Jerman. Padahal pemain serba-bisa ini termasuk pemain utama sejak didatangkan dari Schalke pada 2007. Total, Altintop sudah 99 kali bermain dan mencetak 11 gol. (bbs/jpnn)

United Untung Rp1 Triliun

BELUM pernah ada klub sepak bola di dunia yang sukses meraup pemasukan 100 juta pounds (Rp1,38 triliun) dalam semusim. Namun, Manchester United berpotensi merealisasikannya musim ini (2010-2011). Parameternya, laporan keuangan United yang diumumkan kemarin.

Sampai tiga perempat musim atau catatan pembukuan hingga 31 Maret 2011, United sudah mengantongi keuntungan 75,3 juta pounds atau lebih dari Rp1 triliun. Itu berarti mengalami kenaikan 33 persen dibandingkan periode yang sama musim lalu.

Sebagai catatan, keuntungan itu belum termasuk pundi-pundi uang yang dikeruk dari sukses menjuarai Premier League. Juga apabila memenangi Liga Champions di Wembley 28 Mei nanti.

Naiknya income United tak lepas dari kontribusi sektor sponsor. Sebagai catatan, Setan Merah “ sebutan United “ menggandeng 24 sponsor musim ini. Juga pemasukan tambahan 5,5 juta pounds (Rp 76 miliar) dari penjualan saham dari nilai total 29,5 juta pounds (Rp 409 miliar).

“Kenaikan pemasukan dari sponsorhip mampu menutup penurunan pemasukan dari tiket dan hak siar televisi dengan nominal 5 juta pounds (Rp 69 miliar)”. Demikian rilis United di situs resmi klub seperti dikutip di Soccernet.
Ya, turunnya penonton di Old Trafford musim ini merupakan imbas dari aksi protes fans United terhadap keluarga Glazer sebagai pemilik klub.

Fans menganggap Glazer-lah biang keladi atas utang menumpuk yang menjerat kubu Setan Merah sekarang ini. (dns/jpnn)

Gelar Sempurna

LISBON – Sungguh luar biasa performa FC Porto musim ini di Primeira Liga Portugal.
Kemenangan 2-0 (2-0) atas Maritimo pada pekan terakhir, membuat mereka mengakhiri musim tanpa terkalahkan. Modal berharga jelang final Europa League, 18 Mei nanti.

Meski sudah mengunci juara sejak kompetisi masih tersisa tujuh laga, tapi sama sekali Porto tidak mengendurkan permainannya saat bertandang ke Estadio dos Barreiros. Mereka langsung menggebrak sejak awal laga dan unggul 2-0 di babak pertama.

Gol kemenangan Porto diceploskan Varela di menit ke-21 dan Walter pada menit ke-32.
Porto pun mencatat 84 poin dari 27 kemenangan dan tiga kali seri. Mereka menjadi tim pertama yang melakukannya dalam 33 tahun terakhir di Liga Portugal.

Sebelumnya, klub yang mampu mencatat hasil fantastis dengan tidak terkalahkan sepanjang satu musim adalah Benfica ketika masih diperkuat Eusebio.

Sejatinya Benfica pernah mengakhiri musim tanpa kalah pada 1978 tapi gagal jadi juara.
“Apa yang kami capai sekarang sangat sulit dicapai dan kami bakal terus menyimpan kenangan ini selamanya,” bilang Andres Villas Boas, pelatih Porto, kepada SportTV.
“Kami sangat bangga atas setiap usaha yang telah kami kerjakan,” pungkasnya. (ham/jpnn)

Taylor Gagalkan Kemenangan Chelsea

Dramatis, sundulan Steven Taylor menggagalkan kemenangan Chelsea pada lanjutan Engkish Premier League (EPL) matchday ke-37 yang berlangsung di Stadion Stamford Bridge.

Pada pertandingan kemarin (15/5) Newcastle United sukses mencuri satu poin di kandang Chelsea berkat sundulan kepala Steven Taylor di masa injury time sehingga memaksa pertandingan berakhir imbang 2-2, Minggu (15/5).
Alhasil Chelsea gagal memetik poin penuh atas tamunya itu. Walau, sebelumnya tuan rumah sempat dua kali unggul namun akhirnya klub berjuluk The Blues harus puas mengakhiri laga dengan skor 2-2. Posisi Frank Lampard dkk. di urutan kedua pun belum aman.

Ya, dalam laga kemarin tuan rumah unggul duluan lewat gol cepat Branislav Ivanovic. Newcastle menyamakan skor di menit sepuluh lewat Jonas Gutierrez.

Di babak kedua Chelsea praktis menguasai pertandingan. Namun baru di menit ke-83 mereka berhasil menjaringkan bola. Tendangan bebas Frank Lampard gagal dijangkau kiper Tim Krul. Bola disambar Alex untuk membawa The Blues unggul 2-1.

Steven Taylor membuyarkan kemenangan tuan rumah berkat gol-nya di masa injury time.
Hasil ini membuat koleksi poin Chelsea menjadi 71 dan berada di urutan kedua. (net/jpnn)

PSB Lebih Cepat, Terima 225 Siswa Baru

SMP Negeri 1 Medan Terapkan Sistem RSBI

MEDAN-  Alumni SMP Negeri 1 Medan, dipersiapkan untuk bisa bersaing dengan alumni sekolah lain, khususnya sekolah yang berstandar internasional dalam melanjutkan pendidikan ke sekolah tingkat atas.

Kepala SMP Negeri 1 Medan, Drs H Ahmad Siregar mengatakan, tahun ini merupakan angkatan ke-5, yang bakal diterima di SMP Negeri 1 Medan dengan sistem Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI).

“Kami di SMP Negeri 1 Medan ini, sistem Penerimaan Siswa Baru (PSB) berbeda dengan 44 sekolah negeri lainnya yang ada di Kota Medan. Jadi kami lebih cepat PSB- Nya dibanding mereka,” ungkap Ahmad Siregar kepada wartawan koran ini di sekolahnya Jalan Bunga Asoka Medan.

Saat ini saja, sambung Ahmad Siregar proses PSB sudah masuk tahap seleksi administrasi. Tahun ini  calon siswa yang berminat sangat banyak, sementara siswa baru yang bakal diterima cuma 225 orang.

Namun demikian, kata Ahmad Siregar para pendaftar tersebut bakal diseleksi lagi sesuai dengan tahapan-tahapan yang sudah ditentukan. Sesuai jadwal 30 Mei hingga 1 Juni mendatang, akan diadakan tes potensi akademik MIPA (Matematika dan IPA). Kemudian sambung Ahmad Siregar dilanjutkan dengan tes potensi akademik pengetahuan umum (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPS dan PKn). Selain itu ada juga tes potensi non akademik yang meliputi tes kemampuan dasar komputer (Ms Word dan operator dasar Komputer).  Sebelum diumumkan pendaftar yang dinyatakan lulus pada 27 Juni mendatang, calon siswa juga wajib mengikuti tes wawancara dengan materi tentang pendidikan Matematika, IPA dan Bahasa Inggris.

Lantas apa yang membedakan RSBI dengan sekolah reguler lainnya? Ditanya begitu Ahmad Siregar menjawab banyak perbedaanya. Salah satu yang  mendasar adalah soal jam belajar di RSBI jam belajarnya 50 jam sehingga siswa pulang sekolah pukul 15.30 WIB, sementara sekolah reguler cuma 32 jam sehingga pulang sekolah pukul 14.00 WIB.

Selain itu, RSBI bahasa pengantar di kelas menggunakan bahasa Inggris, sementara sekolah reguler masih menggunakan bahasa Indonesia. Demikian juga sarana dan prasarana di RSBI yakni berbasis teknologi informasi seperti laptop, internet dan lain sebagainya. (dra)

ISL Makin Jauh

Mitra Kukar vs PSMS

TENGGARONG- Langkah PSMS lolos ke Indonesian Super  League (ISL) semakin berat. Kekalahan telak 3-1 atas Mitra Kukar di Babak Delapan Besar Liga Indonesia Minggu (15/5) membuat peluang ke semi final kian tipis.
Laga di Grup B tinggal sekali lagi. PSMS harus melewati hadangan Persiba Bantul di laga pamungkas yang digelar bersamaan Rabu (18/5) mendatang. Tentu bukan perkara mudah karena Persiba merupakan tim kuat dengan sejumlah pemain bagus.

Pada laga kontra tuan rumah Mitra Kukar, PSMS bermain cukup baik. Namun koordinasi di lini belakang dan tak berkutiknya lini depan menjadi masalah besar.  Tertinggal satu bola, PSMS tak menyerah untuk terus menyerang. Salah satu cara menyerang yang coba diperagakan PSMS adalah dengan memainkan umpan-umpan terobosan. Dan PSMS berhasil memperagakan cara menyerang seperti itu dengan target man, Gaston Castano. Sayang wasit berkali-kali menggagalkan serangan PSMS dan menaggapnya sebagai bentuk pelanggaran karena offiside. Dari layar kaca, tampak peluang dari Nopianto di babak pertama yang berhasil lolos dari jebakan offiside, namun lines man angkat bendera tanda offside. Selanjutnya ada peluang dari Gaston dan Donny Fernando Siregar yang juga dianulir lantaran offside. Sepanjang laga tercatat ada tiga umpan terobos manis yang lolos namun dianggap offside. Bahkan komentator laga sampai melontarkan tanda tanya terhadap keputusan wasit.

Selanjutnya PSMS kembali kebobolan lewat Franco Hita menit 28 dan JunaidiTagor Menit 67. Menjelang usai laga PSMS dapat gol hiburan lewat titik putih. Gaston yang ditunjuk jadi algojo mampu melaksanakan tugasnya di menit 86. Hasil itu tak berubah hingga usainya laga.  (ful)

Putra Pespa Tahan Tim Pra PON

MEDAN-Hasil mengejutkan diraih kesebelasan Putra Pespa saat menjamu tim sepak bola Sumut yang sedang melakukan persiapan sebelum berlaga di ajang Pra PON mendatang.

Itu terjadi saat anak asuh trio pelatih Rudi Saari ditahan imbang tuan rumah dengan skor 1-1 pada pertandingan yang berlangsung di lapangan Putra Pespa Marendal I, Sabtu (14/5).

Gol untuk Putra Pespa dilesakkan pemain yang juga kapten tim kesebelasan Pro Titan Suyatno pada menit ke-35, sedangkan gol balasan tim Pra PON Sumut dicetak Safri Koto pada menit ke-88.

Memang, pada pertandingan yang disaksikan tokoh sepak bola daerah setempat hingga Kades Marendal I Kustomo SH, tim Pra PON menguasai jalannya pertandingan, namun sulit menembus lini pertahanan tuan rumah. Jika pun mampu, tetap saja finishing touch Safri Koto dkk tak mampu membobol gawang Putra Pespa.
“Kami tak memikirkan hasil akhir, karena kami ingin mengetahui kelemahan tim ini demi perbaikan ke depan,” bilang Rudi Saari.

Terpisah, tokoh sepak bola Sumut Prof. Johar Arifin Husein mengatakan bahwa grafik naik turunnya performa sebuah tim sepak bola  adalah hal biasa. Untuk mengatasinya, Johar berharap agar tim Pra PON Sumut memperbanyak latih tanding, utamanya menghadapi tim-tim senior dengan kekuatan yang jauh lebih baik.
“Bukan perkara menang atau kalah. Terpenting adalah mengetahui, mengevaluasi dan segera melakukan perbaikan atas kesalahan yang terjadi di lapangan,” bilang Johar.

Kepada para pemain Johar berpesan untuk berlatih seserius mungkin demi meloloskan tim Sumut pada PON XVIII mendatang.

“Empat tahun lalu kita gagal. Itu sungguh memalukan karena sebelumnya Sumut dianggap sebagai salah satu kiblat sepak bola nasional. Jadi, saya berharap agar kegagalan serupa tak terjadi lagi,” imbuh Johar.
Di sisi lain Johar juga berpesan kepada para pemain bahwa bila Sumut mampu lolos ke PON XVIII mendatang, maka para pemain yang terlibat didalamnya akan memiliki masa depan yang cerah, sebab biasanya gelaran PON menjadi ajang pencarian pemain oleh tim pemandu bakat yang berasal dari klub-klub besar di tanah air.
“Jangan sia-siakan kesempatan ini. Berlatihlah secara serius demi kejayaan sepak bola Sumut dan kejayaan pribadi menuju masa depan yang lebih baik,” pungkas Johar. (jun)