Home Blog Page 15277

Kirim Peti Mati untuk Promosi

JAKARTA- Kiriman paket peti mati ke sejumlah perusahaan termasuk beberapa redaksi media di Jakarta, sempat menimbulkan kehebohan Senin (6/6) pagi. Peti mati itu dikirm ke sejumlah perusahaan seperti Tempo, Kompas.Com, AnTV, Indosat, Garda Otto, Metro TV dan lainnya. Paket itu diketahui kemudian dikirimkan oleh Sumardy dari Buzz&Co, untuk tujuan promosi produk. Hanya saja, kiriman itu ditanggapi beragam dan sempat menimbulkan keresahan.

CEO Buzz & Co Sumardy Ma pun langsung meminta maaf kepada sejumlah pihak yang menerima kiriman peti mati darinya. Pakar marketing dari mulut ke mulut ini berharap pihak-pihak yang menerima paket tidak melaporkan ke polisi.

“Saya minta maaf, tidak ada niat jelek. Saya ingin memberi alternatif pemasaran di dunia marketing,” kata Sumardy saat dikonfirmasi, Senin (6/6).

Dia menjelaskan, tidak ada sama sekali niatan dia dan perusahaannya melakukan teror dengan mengirim peti mati itu. Dia hanya ingin melakukan kampanye pemasaran yang menarik.

“Tindakan ini berawal dari niat yang baik, medium-nya peti mati karena sesuai dengan judul buku yang kami launching ‘Rest in Peace Advertising Killed by Word Mouth Agency’,” imbuh pria yang pernah mencicipi pendidikan di American Word of Mouth Marketing Association ini.

Kadiv Humas Polri Irjen (Pol) Anton Bachrul Alam, pihak yang mengirim (peti mati tersebut) telah memberikan klarifikasi, dan menyatakan bukan bermaksud untuk meneror.

Sehingga katanya, jika pun perlu diproses, harus ada keberatan atau laporan dari penerima kiriman.(zul/jpnn)

Gunakan Tiga Bahasa Asing

FP UMN Al-Washliyah

Medan-Fakultas Pertanian (FP) Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah saat ini menjaring mahasiswa baru untuk tahun akademik 2011/2012. Fakultas yang telah terakreditasi BAN-PT Nomor 027/BAN-PT/Ak-X/S1/XI/2007 menggunakan kurikulum berbasis kompetensi dilengkapi tiga bahasa asing yakni Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin dan Bahasa Arab serta muatan kewirausahaan.

“Prospek lapangan pekerjaan antara lain di BUMN/BUMD, instansi pemerintah dan swasta, perbankan, wirausaha dan jurnalis,” urai Ir Zulkarnain Lubis MSi, dekan Fakultas Pertanian UMN Al-Washliyah di kampus Jalan Garu II Nomor 93 Medan, Selasa (31/5) lalu.

Selain itu, di bawah kepemimpinan Zulkarnain, FP UMN Al-Washliyah menyiapkan alumni intelektual muslim yang berilmu amaliyah dan amaliyah ilmuan. “Di FP UMN Al-Washliyah tersedia lembaga kemahasiswaan yang mampu menyiapkan Anda menjadi intelektual muslim yang berilmu amaliyah dan amaliyah ilmuan. Di sini ada lembaga intra dan ekstra universitas seperti Forum Studi Islam (FSI), Lembaga Dakwah Kampus (LDK), Himpunan Mahasiswa Pecinta Alam (HIMPA) dan Himpunan Mahasiswa Agribisnis (Himagri),” kata Zulkarnain.

Ia menambahkan, dosen FP UMN Al-Washliyah diasuh dosen berpengalaman berkualifikasi pendidikan stara-2 dan strata-3. Dilengkapi pula laboratorium komputer (internet), laboratorium Bahasa Inggris, Kebun Percobaan dan perpustakaan mandiri.

Zulkarnain menambahkan, pihaknya juga menyediakan beasiswa bagi mahasiswa yang berasal dari sekolah Al-Washliyah atau siswa juara 1 hingga 3 di SLTA sederajat. ‘’Biaya pendidikan terdiri dari uang pendaftaran Rp125 ribu (regular) dan Rp150 ribu (transfer). Uang kuliah termasuk uang praktikum Rp2,7 juta per tahun (regular) dan Rp3,7 juta (eksekutif) yang dapat dicicil lima kali,” jelasnya.

Bagi mahasiswa baru juga dikenakan biaya kelengkapan mahasiswa Rp1,6 juta dan uang pembangunan Rp500 ribu yang hanya dibayar pada tahun pertama perkuliahan yang dapat dicicil selama lima kali.
‘’Pendaftaran dilaksanakan empat gelombang dimulai 1 Juni hingga 30 September 2011 . Calon mahasiswa membawa legalisir fotokopi ijazah SMA, SMK atau MA, legalisir fotokopi UAN/NEM/UN, foto ukuran 2×3 cm dan 3×4 cm masing-masing empat lembar,” jelasnya. (saz)

MA Resmi Berhentikan Hakim Suap

JAKARTA- Mahkamah Agung (MA) memenuhi janjinya untuk memberhentikan hakim suap Syarifuddin Umar. Kemarin (6/6), Ketua MA Harifin A Tumpa resmi menonaktifkan hakim Syarifuddin, melalui penandatanganan Surat Keputusan (SK) MA 88 KMA SK/6/2011.

“Pagi ini (kemarin), saya telah menandatangani SK yang memberhentikan sementara Haji Syarifuddin, Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat terhitung mulai 1 Juni 2011, sejak dia ditangkap,” papar Ketua MA Harifin A Tumpa, di gedung MA, kemarin (6/6).

Harifin memaparkan, pemberhentian sementara atas hakim Syarifuddin, diatur dalam Pasal 15 PP No 26 Tahun 1991. Dalam peraturan pemerintah tersebut disebutkan bahwa hakim agung atau hakim diberhentikan sementara, dalam hal perintah penangkapan dan diikuti penahanan. “Ini adalah dasar yang diapakai oleh MA untuk berhentikan yang bersangkutan,” tegas Harifin. Pemberhentian seperti yang tercantum dalam aturan tersebut, tambah dia, juga berlaku bagi hakim suap kasus Gayus Tambunan, Muhtadi Asnun dan hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Ibrahim yang terbukti menerima suap dari pengacara Adner Sirait terkait perkara sengketa tanah.

Lewat pemberhentian sementara tersebut, lanjut dia, merupakan bukti bahwa MA, tidak menolerir segala bentuk praktik tercela yang dilakukan hakim. (ken/aga/jpnn)

Raih ISO dari 3 Negara

Politeknik Mandiri Bina Prestasi (MBP)

MEDAN-Politeknik Mandiri Bina Prestasi (MBP) pada 10 Maret 2011 lalu telah berhasil meraih Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu, International Organization for Standardization, (ISO) 9001:2008 dari SAI Global (Australia), JAS ANZ (Selandia Baru) dan KAN (Indonesia).

Kampus yang berlokasi di Jalan Jamin Ginting No 285-287 Medan persis di belakang gedung AMIK MBP ini masih belum dikenal banyak masyarakat Sumut khususnya Kota Medan. “Banyak menyangka Politeknik MBP sama dengan AMIK MBP, mungkin karena kampusnya berada di belakang kampus AMIK MBP, dan sama-sama memakai nama MBP,” ujar Direktur Politeknik MBP Drs Tenang Malem Tarigan MSi Ak, Senin (6/6).

Namun, Politeknik MBP jauh lebih terkenal di tingkat Nasional. Pasalnya, berbagai even dan kompetisi tingkat Nasional telah berhasil diraih Politeknik MBP. “Seperti, selalu menjadi pemenang Program Hibah Kompetisi yang diselenggarakan Dirjen Dikti Kemendiknas sejak 2004 hingga 2008. Serta telah pernah meraih predikat kandidat 100 kampus terbaik Nasional dari Ditjen Dikti Kemendiknas pada 2007 dan 2008,” paparnya.

Walau baru berdiri pada 2 Agustus 2002 lalu dengan SK Mendiknas Nomor 148/D/O/2002, menurutnya, dalam berlomba meningkatkan mutu pendidikan di kampus tersebut, pihaknya tak pernah setengah setengah. Alhasil, Politeknik MBP terbiasa menjadi pemenang. “Di sini dikelola program studi (prodi) Akuntansi, Perbankan, Sekretaris, Bahasa Inggris, Manajemen Hotel, Teknik Listrik, Teknik Elektronika, Teknik Telekomunikasi, Teknik Mesin Prodksi, Perawatan dan Perbaikan Mesin sera Teknik Sipil,” tutur Tenang.

Tenang juga menjabarkan, alumni Politeknik MBP juga telah menghasilkan alumni yang mumpuni dan tersebar di berbagai perusahaan ternama Nasional juga Internasional. “Seperti Bank Indonesia, BCA, Bank Mandiri, Hotel JW Marriot, PT Astra, Pertamina, PT PLN, Telkomsel, sebagai PNS berbagai departemen dan nondepartemen, perusahaan asing di Malaysia, Jepang dan Amerika Serikat, dan masih banyaklagi,” katanya.
Untuk mewujudkan visi menjadi perguruan tinggi unggulan dalam penyelenggaraan pendidikan terapan di Sumut pada 2020, Politeknik MBP terus menata sistem dan layanan sehingga mampu memiliki reputasi dan dikenal secara nasional maupun Internasional.

Dengan komitmen dan budaya tersebut, Politeknik MBP akhirnya menjadi Politeknik Swasta Pertama di Sumut-NAD yang berhasil meraih Sertifikasi ISO 9001:2008. “Keberhasilan tersebut merupakan wujud nyata dari Rencana Strategis Jangka Panjang 2010-2020, yang berkomitmen menciptakan Politeknik MBP menjadi perguruan tinggi terapan unggulan yang menghasilkan lulusan yang berkompetensi global,” ungkap Tenang.

Keberhasilan Politeknik MBP meraih sertifikasi ISO 9001:2008, dilakukan dengan kerja keras, cerdas dan ikhlas dari semua sivitas akademika. “Program ini telah saya canangkan melalui Renstra Jangka Panjang 2010-2020. Seyogianya menurut schedule sertifikasi ISO akan dicapai pada 2015. Namun, telah berhasil dicapai pada 2011 ini. Keberhasilan tersebut adalah keberhasilan bersama, mulai dari pimpinan dan fungsionaris, dosen, pegawai, mahasiswa serta stakeholder terkait,” katanya.

Sesuai dengan komitmen, pihak Politeknik MBP akan memberi kesempatan pada 68 orang putra-putri terbaik daerah Sumut berupa beasiswa penuh atau gratis 100 persen, melalui seleksi yang dilaksanakan Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru.

Politeknik MBP juga telah mulai menerima mahasiswa baru untuk gelombang pertama yang ditutup 4 Juni 2011 lalu. Gelombang kedua telah dimulai pada 6 Juni hingga 6 Agustus 2011. Sedangkan gelombang ketiga dimulai pada 9 Agustus hingga 12 Oktober 2011 mendatang. (saz)

Kejar ke Kamboja, KPK Gandeng Interpol

Nunun Nurbaeti, Tersangka Kasus Suap Cek Perjalanan

JAKARTA-Tersangka kasus suap cek perjalanan (traveler cheque) Nunun Nurbaeti Daradjatun ternyata sudah meninggalkan Thailand jauh sebelum paspornya ditarik oleh pemerintah pada 26 Mei lalu. Data Ditjen Imigrasi Kemenkum dan HAM, sejak tanggal 23 Maret 2011, istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun itu diketahui sudah tidak berada di negeri Gajah Putih. Dia telah berpindah ke Phnom Penh, Kamboja.

Dua hari yang lalu kami dapat informasi dari sumber di Thailand bahwa dia sudah di Kamboja,? ujar Dirjen Imigrasi Kemenkumham, Bambang Irawan ketika dihubungi, kemarin (6/6). Meski begitu, Bambang menegaskan, setelah paspornya ditarik oleh pemerintah 26 Mei 2011, maka posisi Nunun terkunci di Kamboja. Nunun dipastikan tidak bisa lari ke negara lain.

“Secara normatifnya begitu, kalau paspornya dicabut,” imbuh dia. Bambang menambahkan, pihaknya juga telah mengeluarkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) untuk Nunun. Artinya, tersangka pemberi dalam kasus suap cek perjalanan itu siap untuk dipulangkan ke Indonesia.

Sementara itu, menindaklanjuti permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pihak Imigrasi terus memonitor keberadaan Nunun. Mantan Kakanwil Kemenkumham Riau itu menyatakan bahwa upaya pemantauan dilakukan bersama dengan pihak Kemenlu. “Kami akan terus amati, Kemlu juga sudah memonitor,” katanya.
Di bagian lain, KPK justru menyatakan baru mendapat informasi keberadaan Nunun yang terkini, dari media. Menanggapi informasi tersebut, Wakil Ketua KPK Haryono Umar mengungkapkan KPK akan segera memulangkan Nunun dengan bantuan Interpol. (ken/fal/iro/jpnn)

Tewas Minum Racun

TEBING TINGGI- Binsar Amin Adfendi (35) warga Jalan Toba, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi di temukan tewas di Jalan Iman Bonjol, diduga minum racun tikus, Senin (6/6) sekira pukul 08.00 WIB.

Korban nekad minum racun karena cemburu buta mendegar kabar mantan istrinya berpacaran dengan pria lain. Aksi nekad ini sempat membuat geger seluruh masyarakat Jalan Toba yang melihat korban terkapar ditengah-tengah rel kereta api.

Sejumlah warga yang mengetahui peristiwa itu, langsung melarikan korban kerumah orang tuanya yang tidak jauh dengan rumah korban.

Menurut Br Sibarani, ibu korban, anaknya sering melakukan aksi bunuh diri karena cemburu mendengar mantan istrinya menjalin hubungan dengan pria lain.

”Anak ku ini selalu mengeluh tentang masalah rumah tangganya, karena ditinggal istrinya, Binsar sudah empat kali minum racun,” kata Br Sibarani.(mag-3)

Polisi Amankan Dua Pria

Perampokan Uang Pensiun Rp1,5 M dari PT Pos Indonesia Kisaran

MEDAN- Enam tim yang dibentuk pihak kepolisian untuk memburu pelaku perampokan dana pensiun PNS Rp1,5 miliar di Desa Sei Bejangkar, Kecamatan Sei Balai, Batubara, Jumat (3/6) lalu, mengamankan dua orang pria diduga terlibat dalam perampokan PT Pos Indonesia cabang Kisaran, Minggu (5/6) malam.  Kedua pria tersebut berinisial J dan S, yang diamankan dari lokasi berbeda.

“Keduanya warga Sumut. J dibekuk di Asahan dan S di Riau,” ujar Kabid Humas Polda Sumut AKBP Heru Prakoso didampingi Kasubid Dokliput AKBP MP Nainggolan, Senin (6/6).

Dijelaskan Heru, enam tim yang dibentuk diantaranya, empat tim dari Polres Asahan dan dua tim dari Poldasu yang telah menyebar ke berbagai lokasi (daerah) di curigai sebagai tempat persembunyian para pelaku. Bahkan, beberapa di antaranya, melakukan pelacakan di provinsi perbatasan, Riau.

“Enam tim itu telah tersebar di berbagai daerah di Sumut dan sebagian melakukan pengejaran ke Riau,” terangnya.
Sementara, lanjut Heru, kedua pelaku yang dicurigai sampai saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami penyelidikan.

“Penyelidikannya untuk mencari kepastian, apakah mereka memang terlibat atau tidak. Jika ikut terlibat dalam perampokan tersebut, tentu akan memberi petunjuk bagi kita untuk meringkus tersangka lainnya,” beber Heru.
Seperti diketahui sebelumnya, tiga pegawai PT Pos Indonesia Cabang Asahan, Erwan Maulana (Bendahara Kantor Pos Kisaran), Bahrum Rangkuti (Manager Unit pelayanan luar), dan Dahnyal (staf unit marketing) dirampok 10 kawanan perampok bersenjata api dan senjata tajam. Peristiwa tersebut dialami ketiganya di tengah perjalanan menuju Kantor Pos Sei Bejangkar, Kecamatan Sei Balai, dengan membawa uang pensiunan PNS,TNI/Polri senilai Rp1,5 miliar.
Terpisah, Kapolres Asahan AKBP Drs Marzuki MM, ketika dikonfirmasi terkait penangkapan dua pria diduga pelaku perampokan membantah hal tersebut.“Belum ada mas,” bantahnya.(adl/Ing/smg)

Kepala BPN Sergai Diperiksa Jaksa

SERGAI-  Mantan Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sergai Syahrul Anwar SH, diperiksa Sat Reskrim Polres Sergai terkait dugaan penerbitan sertifikat palsu atas nama Edy Prasetya alias Awi, Senin (6/6).
Keterangan diperoleh Sumut Pos menyebutkan, kasus ini bermula dari terbitnya permohonan sertifikat tanah seluas 1.272 M2 di Jalan Kabupaten, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai pada Maret 2007 lalu.

Setelah adanya permohonan tadi, BPN Sergai menerbitkan sertifikat atas nama Edy Prasetya yang ditanda tangani Kepala BPN Sergai, ketika itu dijabat Syahrul Anwar SH.

Belakangan, BPN Sergai, melalui surat Nomor :520-01/PENG/03/2007 menerbitkan permohonan sertifikat atas nama Kwek Mok Wang di salah satu koran harian terbitan Medan.(mag-15)

Polisi Cari Aktor Kerusuhan PT SM

MEDAN- Penyelidikan polisi terkait kerusuhan di PT Sorikmas Mining, Madina,  difokuskan mencari aktor intelektual dalam kasus tersebut.

“Perkembangannya, polisi akan mencari siapa aktor intelektual di balik penyerangan dan pembakaran perusahaan pertambangan emas dan memburu enam orang diduga terlibat dalam aksi  itu,” ujar Kabid Humas Polda Sumut AKBP Heru Prakoso, Senin (6/6).

Saat ini, lanjut Heru, Polres Asahan sudah menetapkan enam orang tersangka pengerak massa, penyedia dana, menyiapkan bahan bakar serta pelaku pengrusakan dan pembakaran.

“Untuk enam orang yang diburu teridentifikasi sebagai tersangka, mempunyai peran masing-masing,” ucapnya.
Sedangkan pemeriksaan terhadap pelaku penembakan Sholat (19), polisi akan menyelidiki siapa oknum petugas yang melepaskan tembakan saat kerusuhan di PT SM.

“Pemeriksaan dilakukan ke dalam atau internal, pasti kita selidiki siapa yang melakukan penembakan dan akan diproses sesuai ketentuan jika bertindak di luar Standar Operasional Prosedur (SOP),” tambahnya.

Sebelumnya, Polda Sumut sempat menahan dua orang dan telah ditetapkan statusnya sebagai tersangka, yaitu Amdani Lubis dan Syafruddin. Tapi, setelah menjalani pemeriksaan, Amdani Lubis dilepaskan karena dianggap tidak cukup bukti untuk dijadikan tersangka.

“Amdani Lubis kita lepaskan karena bersangkutan tidak terlibat. Itu semua berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian,” tandasnya. (adl)

21 Kg Ganja Gagal Diselundupkan

LANGKAT- Seberat 21 kilogram ganja kering asal Aceh, gagal diselundupkan Tarmizi (26) warga Desa Cut, Kecamatan Titeue, Kabupaten Pidie, NAD setelah tertangkap petugas Polres Langkat, Senin (6/6).

Menurut informasi dihimpun di Mapolres Langkat menyebutkan, barang haram tersebut, rencananya akan diedarkan ke Pekan Baru, Riau. belum sampai ditempat tujuan, aksi nekat pelaku keburu dicium petugas unit Narkoba Polres Langkat.
Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti ganja kering seberat 21 kilo yang disimpan pelaku didalam bagasi mobil penumpang Bus Kurnia BL 7310 BB jurusan Aceh-Pekanbaru. Pelaku berikut barang bukti langsung digelandang ke Mapolres Langkat untuk dimintai keterangan.

Menurut Tarmizi, dia hanya kurir dan mendapat upah Rp2 juta untuk mengantarkan barang haram tersebut. Dia juga mengaku, baru dua kali melakukan aksi serupa.
Kasat Narkoba Polres Langkat AKP SR Tambunan saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut. Saat ini pihaknya masih meminta keterangan pelaku. (mag-1)