Home Blog Page 15312

Gara-gara Kebelet Pipis

Beberapa menit saja ditinggal untuk buang air kecil, sepeda motor Supra milik Steven (17), warga Jalan Perintis Kemerdekaan, yang diparkirkannya di pelataran parkir Taman Budaya Sumatera Utara, lenyap disikat pencuri.

Dengan perasaan kesal, Steven pun pulang ke rumahnya dan akhirnya mengadukan peristiwa itu ke Polsekta Medan Timur, kemarin (31/5).
Menurut Steven, saat itu dia kebelet pipis. Lantas, dia memarkirkan sepeda motornya di pelataran parkir Taman Budaya Sumatera Utara. Dengan tergesa-gesa dia menuju toilet Taman Budaya untuk buang air kecil.

Usai buang air kecil, dia pun kembali ke pelataran parkir. Alangkah kagetnya dia ketika mengetahui sepeda motor miliknya yang masih kredit itu sudah tidak ada lagi di pelataran parkir tersebut. Lantas, dia pun mencoba mencari di sekeliling Taman Budaya, namun upaya tersebut sia-sia. Sepeda motor yang baru saja dibelinya itu sudah raib digondol pencuri.

“Belum lunas pula itu kreditnya. Terpaksa harus ke showroom untuk mengurus surat-suratnya lagi,” cetusnya.(jon)

Tingkatkan Kualitas Guru Negeri

Kualitas sekolah negeri ternyata jauh tertinggal dibanding sekolah swasta. Ini terlihat dari nilai rata-rata Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Atas (SMA) IPA/IPS tahun pelajaran 2010/2011.  Pasalnya, tak satupun sekolah negeri masuk 10 besar nilai tertinggi UN.

Hal ini terungkap pada acara apresiasi dan ucapan terima kasih Wali Kota Medan kepada Kepala Sekolah SMP, SMA dan SMK se-Kota Medan di SMAN 1 Jalan Cik Di Tiro Medan, Kamis (26/5) lalu. Karenanya, diharapkan kepada Dinas Pendidikan Kota Medan untuk meningkatkan kualitas guru-guru di sekolah negeri. Demikian dikatakan Anggota Komisi B DPRD Kota Medan Bahrumsyah kepada wartawan Sumut Pos, Juli Ramadhani Rambe, kemarin. Berikut petikan wawancaranya.

Dengan tidak adanya sekolah negeri yang masuk 10 besar besar nilai tertinggi UN, apa pendapat Anda?
UN tidak dapat dijadikan sebagai pembuktian terbaik atau tidaknya kualitas sekolah negeri maupun swasta. Karena ada berbagai faktor yang terlibat dalam hal ini, faktor nonteknis misalnya. Jadi nilai UN tidak bisa menjadi acuan, tetapi seharusnya menjadi cambuk untuk intropeksi diri dalam sistem pengajaran. Kenapa sekolah swasta dapat mendapatkan nilai terbaik, sedangkan negeri tidak.

Jadi apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki ini?
Harus ada peningkatan kualitas dan wawasan guru. Selama ini, sertifikasi yang di utamakan oleh para guru hanya sebagai acuan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar. Jadi seharusnya, sertifikasi tersebut bukan hanya untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar, tapi juga sebagai peningkatan kualitas juga.

Barometer pada sekolah swasta, yang menghasilkan siswa-siswi berprestasi. Jadi sistem pengajaran yang diubah, misalnya penambahan mata pelajaran, kegiatan ekstra kurikuler dan pemerataan pendidikan di Kota Medan. Maksudnya, jangan guru yang berkualitas berkumpul di satu sekolah atau daerah saja, tapi juga harus ada di daerah Medan Utara ataupun Medan Selatan.

Apa perlu kita belajar dari sekolah swasta?
Saya rasa  tidak perlu. Setiap sekolah sudah memiliki sistem pengajaran yang telah diatur. Sekarang hanya bagaiman untuk meningkatkan kualitasnya. Intropeksi diri dan meningkatkan rasa peduli dalam meningkatkan pengajaran, jangan terlalu kaku antar hubungan guru dan murid.

Bagaimana dengan fasilitas sekolah negeri yang kurang dibandingkan dengan sekolah swasta?
Ya, kita ketahui bahwa sekolah swasta memiliki fasilitas yang lebih dibandingkan sekolah negeri. Misalnya di sekolah swasta selalu memiliki kegiatan ekstrakurikuler yang dapat meningkatkan potensi diri dari masing-masing siswa.

Sementara itu, sekolah negeri hanya memiliki kegiatan ekstrakurikuler sekadarnya. Selain itu, sekolah swasta selalu mendapatkan les tambahan dari para gurunya (privat). Tapi berbicara tentang fasilitas, dana tersebut sudah masuk dalam anggaran APBD untuk Dinas Pendidikan, jadi sekarang bagaimana Dinas Pendidikan dapat menyalurkan ke sekolah negeri.

Jadi apa yang harus dilakukan oleh dinas pendidikan?
Mulai lah berbenah. Jangan memikirkan keuntungan sendiri. Saya berani ngomong karena sudah banyak temuan di lapangan. Saya juga berharap agar Dinas Pendidikan Kota Medan dan jajarannya dapat diaudit, agar dapat diketahui kecurangannnya. Jangan sampai perbuatan ini yang dirugikan adalah masyarakat.(*)

Timnas Pulang, CLS Knights Datang

PERTH – Program training center (TC) tim nasional (timnas) basket putra di Perth, Australia, berakhir. Kemarin malam (1/6) Romy Chandra dkk tiba di tanah air. Pengalaman berlatih tanding dengan tim-tim Australia menjadi bekal untuk menghadapi SEA Games XXVI/2011 November.
Andiko Ardi Purnomo, asisten manajer timnas basket putra, puas dengan hasil TC selama tujuh hari di Perth tersebut. Team building, mental bertanding, dan fisik Romy Chandra dkk meningkat secara signifikan.

“Selama di Australia, kami mendapatkan lawan latih tanding yang jauh lebih berat. Itu berpengaruh signifikan terutama untuk pembangunan tim,” kata Andiko.

Memang tak satu pun kemenangan dibukukan tim besutan Rastafari Horongbala pada tiga laga uji coba. Pertama, saat melawan Wanneroo Wolves, timnas kalah 77-81. Pada uji coba kedua kontra Willetton Tigers, mereka juga kalah 62-70. Kemenangan juga tak dicatatkan saat menghadapi tim kuat Lakeside Lightning.

Setelah tiba di tanah air, para pemain akan mendapatkan kesempatan beristirahat hingga Minggu (5/6). “Mereka berlatih kembali pada Senin (6/6). Tapi bukan lagi 18 pemain, kami akan memotong menjadi 15 pemain,” kata Andiko.

Namun, pria yang juga team president Jakarta Pelita Jaya itu belum mau membocorkan tiga pemain yang harus meninggalkan timnas. “Biar mereka istirahat dahulu,” kilahnya.

Sementara itu, salah satu tim National Basketball League (NBL) Indonesia Nuvo Cahaya Lestari Surabaya (CLS) Knights kemarin tiba di Perth. Tim tersebut juga akan menjalani latihan bersama World Basketball Academy (WBA) pimpinan Andrew Vlahov.  Menurut Christopher J.

Tanuwidjaja, managing partner CLS Knights, para pemain belum menjalani banyak aktivitas. “Setiba di Perth, kami langsung check in di hotel dan keluar makan siang di tepi pantai,” kata Christopher.

Berdasar pengalaman timnas, para pemain mengetahui gambaran pelatihan yang akan dijalani di WBA. Apalagi Sandy  Febiansyakh yang pernah merasakan sentuhan Vlahov saat masih masuk daftar tim pelatnas SEA Games 2011. Perkembangan siginifikan didapatnya, terutama pada akurasi dan timing dalam menembak. (vem/c13/tom/jpnn)

Solo Ingin Tuan Rumah

Parlin Siagian: Segera Gelar Musprovlub

SOLO – Keputusan FIFA memberi kelonggaraan kepada PSSI untuk melaksanakan kongres ulang mendapat respon positif dari salah satu anggota komite normalisasi (KN) PSSI, FX Hadi Rudyatmo. Dijumpai di ruang kerjanya kemarin (31/5), pria yang juga menjabat sebagai Ketum Persis Solo tersebut mengaku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan kedua yang diberikan oleh otoritas tertinggi sepakbola dunia tersebut.

“Saya selaku anggota Komite Normalisasi PSSI sangat berterima kasih kepada FIFA yang telah memberi kelonggaran kepada PSSI. Kami tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu dan berusaha untuk menyelesaikan semua permasalahan di kongres ulang nanti,” kata pria yang akrab disapa Rudy tersebut kepada Radar  Solo (Grup Sumut Pos).

Nah, untuk mensukseskan kongres ulang nanti, pria yang akrab disapa Rudy tersebut mengaku telah memiliki trik jitu agar kekisruhan beberapa waktu lalu tidak terulang kembali. .
“Cara terbaik adalah dengan mengubah sistem penyelenggaraan kongres. Kalau pada kongres sebelumnya kurang ketat, besok harus lebih diperketat,” tegas Rudy.

Perubahan sistem yang dimaksud lebih kepada peraturan peserta kongres nanti. Peserta kongres dan pemilik hak suara (quoter) wajib dibedakan secara jelas dengan menggunakan kartu identitas.
Di sisi lain, Rudy berencana memberi usulan agar kongres ulang PSSI digelar di kota Solo.

Ngototnya Rudy untuk menyelenggarakan kongres di kota Solo karena kota Bengawan merupakan daerah netral dan bukan merupakan basis dari salah satu kelompok yang berkepentingan.
“Jika saya diminta kembali menanggani KN, saya akan mengusulkan secara langsung kalau kongres mendatang digelar di Solo. Kota Solo adalah daerah netral, sehingga bisa meminimalisir kerusuhan,” ujarnya.

Di tempat terpisah mantan pemain dan pelatih PSMS Perlin Siagian mengatakan bahwa kondisi sekarang ini harus dimafaatkan sebaik mungkin oleh insan sepak bola yang ada di Sumut untuk menggelar Musprovlub PSSI Sumut guna menentukan Ketua PSSI Sumut yang definitif.

Hal itu harus dilakukan demi kamajuan sepak bola Sumut yang saat ini justru sedang dalam kondisi carut marut pasca meninggalnya Ketua PSSI Sumut Drs Risuddin.
“Semoga ketua PSSI yang didapat dari hasil muprovlub nanti mampu membawa sepak bola Sumut ke arah yang lebih baik,” bilang Parlin. (jun/fer/jpnn)

Dominasi Big Three Heat

MIAMI – Begitu buzzer di American Airlines Arena berbunyi, Chris Bosh spontan mengacungkan tiga jari ke arah penonton. Tiga jari Bosh bisa diartikan bahwa Miami Heat butuh tiga kemenangan lagi di final NBA 2011. Itu setelah Heat memenangi game pertama atas Dallas Mavericks 92-84 kemarin.

Tapi, tiga jari Bosh juga bisa diartikan lain. Yakni, dominasi big three alias trio superstar Heat. Selain Bosh, juga LeBron James dan Dwayne Wade. Aksi ketiganya sulit dibendung skuad veteran Mavericks pimpinan Dirk Nowitzki.

Mavericks hanya terlihat kompetitif di paro waktu pertama. Di kuarter ketiga dan keempat, Nowitzki cs ngos-ngosan mengimbangi kecepatan LeBron cs.

LeBron mencetak 24 poin, sedangkan 15 dari 22 poin Wade dilesakkan di paro waktu kedua. Namun, bukan perolehan poin yang penting, melainkan bagaimana LeBron cs disiplin dalam bertahan. “Kami tidak mencetak poin sebanyak biasanya, namun kami telah bermain sebagai tim yang bagus. Apalagi ini game pertama,” ungkap LeBron yang meraih kemenangan pertama dari lima final NBA.

“Saya pikir kami bisa lebih baik lagi di game kedua (Jumat pagi WIB, 3/6, Red),” sahut Bosh yang mengemas 19 poin.

Dibandingkan LeBron, Nowitzki meraih tiga poin lebih banyak (27 poin). Namun, dia terlihat bekerja sendirian mengingat shooting rata-rata Mavericks adalah 37 persen atau paling buruk selama playoff. Shawn Marion hanya menyumbang 16 poin, sedangkan pencetak poin terbanya ketiga dari Mavericks kemarin justru datang dari bench, Jason Terry (12 poin).

Jika terlalu bergantung pada Nowitzki, Mavericks bakal sulit melakukan revans atas Miami di final lima tahun lalu. Apalagi Nowitzki mengalami cedera robek tendon di jari tengah tangan kiri. Kabar bagusnya, tangan kiri bukan tangan yang digunakan Nowitzki untuk menembak.

Selain itu, Nowiztki mengatakan apabila bisa mengatasi cederanya dengan dibalut belat. “Ketika Bosh mendapatkan umpan pantulan dan melangkah masuk, saya merasa saya tidak akan bisa mencegahnya. Saya lalu merunduk, tapi jari tengah saya terlalu menahan dan saya sulit meluruskannya lagi. Tapi, saya yakin akan baik-baik saja,” urai Nowitzki tentang insiden cederanya.

Nowitzki pun tetap optimistis Mavericks bakal menyeimbangkan keadaan di game kedua. “Kami adalah tim veteran. Kami tidak akan menyerah hanya karena kalah sekali. Kami tidak ingin pulang dengan skor 0-2,” jelas MVP NBA 2007 itu.

Kabarnya, pelatih Mavericks Rick Carlisle bakal mengubah strategi dengan bermain lebih terbuka di game kedua dibandingkan cenderung fokus defense seperti game pertama. “Biasanya, kami menang ketika menahan lawan dengan shooting rata-rata 38 persen. Jika shooting kami tidak efektif lagi, maka kami harus menyesuaikan diri dengan situasi. Saya percaya ini masih akan menjadi seri yang panjang,” jelas Carlisle. (dns/jpnn)

Pencabutan APBD Momok Klub Liga Indonesia

Diharamkannya APBD untuk klub-klub sepak bola di Indonesia mulai musim depan, diprediksi akan menjadi momok yang akan membuat banyak klub gulung tikar.
Tak terkecuali PSMS yang hingga saat ini masih menyusu APBD. Sepanjang perjalanannya di liga profesional, PSMS baru sekali lepas dari APBD ketika dibesut pengusaha muda Sihar Sitorus.

Sayang dukungan kepada Sihar tidak maksimal sehingga akhirnya PSMS degradasi dari ISL.
Musim depan, PSMS juga belum memberikan pernyataan resmi terkait masa depannya. Kalau masih mengharap APBD maka dipastikan PSMS akan tersendat-sendat prestasinya. Di lain hal, manajemen dan pengurus PSMS hingga kini tak mampu mendatangkan sponsor murni untuk bekerjasama.

“Semua fans ingin melihat timnya mandiri. Meski butuh proses panjang, tapi setidaknya harus kita mulai dari sekarang. Kita memang belum melihat tim yang benar-benar lepas dari APBD di Indonesia, kecuali tim-tim LPI. Tapi kenapa tidak mencoba memulainya. Lagi-lagi ini menegaskan soal kinerja pengurus dan manajemen.

Kalau memang tidak sanggup menghidupi PSMS dengan propit saling menguntungkan, maka mundur saja,” terang Nata Simangunsong, Ketua Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan kemarin. “Ya maksudnya tidak ada lagi istilah kerja bakti. Selama ini pengurus dan manajemen kan beralasan mereka itu tidak dibayar untuk mengurus PSMS dan malah kadang keluar uang. Ke depan kami harap tidak ada lagi hal itu. Jadi yang bekerja untuk PSMS memang dibayar sesuai kemampuannya, kalau yang tak berkompeten jangan direkrut,” sambung Nata.

Kondisi soal APBD sendiri sudah memakan korban sejumlah klub di ISL maupun Divisi Utama. Bahkan sebelum musim tanpa ABPD dimulai, banyak klub yang pailit. Salah satunya Persebaya yang main di Divisi Utama.

Nestapa para pemain Persebaya tampaknya akan memaksa mereka untuk bertindak. Jika gaji para pemain belum terbayar hingga APBD untuk KONI Surabaya cair, para pemain Persebaya berencana untuk tidur di rumah Ketua Umum Persebaya Wishnu Wardhana.

M. Kusen pemain senior Persebaya yang berlaga di Divisi Utama menyatakan bahwa para penggawa Green Force baru saja berkumpul di mes di kawasan Villa Jasmine Sidoarjo, Selasa lalu (31/5).

Dalam pertemuan itu, dia menjelaskan bahwa para pemain sepakat akan beberapa hal. Pertama, mereka akan menunggu kabar cairnya APBD Surabaya. Jika waktu pencairan APBD untuk KONI Surabaya telah tiba, tapi tidak ada tanda-tanda gaji mereka akan dibayar, mereka sepakat bertindak. (ful/uan/jpnn)

Bidik Dzumafo

MEDAN- Bintang Medan berusaha membenahi kualitas skuadnya agar mendapatkan perhatian dari publik pecinta sepak bola di Medan. Selama putaran pertama kerap sepi penonton, Bintang Medan berhara putaran kedua bisa menggaet penonton yang datang ke markasnya di Stadion Teladan.

Salah satu cara yang digeber adalah menambah skuad. Tak lagi menggebu-gebu mendatangkan pemain asing yang tak pernah main di Indonesia sama sekali, kali ini manajemen Bintang Medan berupaya mendatangkan pemain yang sudah punya nama di belantika sepak bola tanah air.

Yang terbaru adalah pemain asing yang kini merumput di PSPS Pekan Baru, Herman Dzumafo Epandi.
Kebutuhan akan striker masih menjadi hal tak terbantahkan bagi Bintang Medan. Sepanjang putaran pertama, Bintang Medan hanya bertumpu kepada sosok Cosmin Vansea. Maka itu kehadiran Djuamfo diharapkan mampu memberikan ketajaman di lini depan.

Saat ini, Cosmin Vansea menjadi satu-satunya penambang gol paling produktif di klub berlambang bintang tersebut yang sejauh ini baru melesakkan 10 gol dari 18 pertandingan yang digelar di putaran pertama. Alasan itu pula yang membuat Chief Executive Officer (CEO) Bintang Medan Dityo Pramono mulai mendekati eks anak buahnya di PSPS Pekan Baru itu.

“Kami sedang menjalin komunikasi dengan Herman Dzumafo. Saya yakin dia cukup tepat untuk jadi bagian dari Bintang Medan di putaran kedua mendatang,” ujar Dityo kemarin.

Menurut Dityo, kemampuan striker tim berjuluk Askar Bertuah itu cukup baik selama di PSPS. Di musim liga Indonesia 2010, pemain berpaspor Kamerun itu memang baru melesakkan 11 gol di penghujung musim ini, raihan gol yang tidak begitu baik. Namun, di musim sebelumnya, dia mengoleksi 16 gol dan 17 gol ketika skuad asuhan Abdul Rahman Gurning itu masih merasakan kompetisi Divisi Utama 2008 lalu.

Menurut Dityo, bisa saja karena alasan kebosanan, Dzumafo tidak begitu tampil trengginas di musim ini dan membutuhkan penyegaran dengan menjadi bagian klub lain seperti Bintang Medan. Momen tersebut itulah yang membuat mantan ketua umum PSPS Pekan Baru itu berniat menggaet Dzumafo.

Dia optimis, kebersamaan yang pernah terjalin antara dirinya dan Herman Dzumafo di PSPS beberapa tahun silam bisa mewujudkan harapannya itu. “Kami kan pernah bekerja sama. Saya yakin, dia mau menerima ajakan saya,” kata mantan anggota Komite Normalisasi (KN) PSSI itu.Sementara itu pada perkembangan seleksi pemain baru Bintang Medan, empat nama akhirnya lolos. Selain mantang gelandang PSMS Medan Donny F Siregar yang otomatis lolos, ada tiga nama lagi yang dinyatakan lolos ke putaran seleksi berikutnya, yakni Dede Ariandi, Ibrahim dan Riko.

Menurut Pelatih Bintang Medan Michael Feichtenbeiner, ketiga nama tersebut selanjutnya akan kembali diseleksi bersama pemain seleksi lainnya yang datang di hari-hari berikutnya. (ful)

Pemain PSMS Masih Terikat Kontrak

Sejumlah pemain PSMS mengaku masih terikat kontrak bervariasi antara hingga Juni ini dan ada yang sampai Juli 2011. Kondisi ini jadi bahan pertanyaan, sebab PSMS sudah dibubarkan mendadak oleh Sekum PSMS Idris.

Artinya skuad PSMS hanya akan makan gaji buta di sisa-sisa kontrak karena praktis tidak ada lagi aktivitas di tubuh PSMS. Bahkan kabarnya pemain asing masih menyisakan dua bulan kontrak lagi. Namun pernyataan dari kubu PSMS sisa kontrak akan dibayarkan pertengahan bulan ini.

Keterikatan kontrak ini menjadikan pemain bingung, sebab di saat bersamaan datang tawaran dari klub lain untuk bergabung. “Benar, saya memang masih terikat kontrak hingga Mei kemarin. Saya kan memang hanya lima bulan dikontrak. Kalau yang lain kabarnya sampai Juni dan ada yang sampai Juli,” kata Donny Fernando Siregar kemarin.

Mendapati kondisi itu ada keraguan apakah manajemen PSMS yang juga sudah dibubarkan oleh Idris, akan menepati janji membayarkan gaji pemain.

“Kita lihat saja nanti. Yang pasti itu hak pemain, maka semua pasti akan menuntut haknya. Kita sebagai pemain kan selalu percaya kepada pengurus. Mari menanti janji itu,” kata Donny.
Maka itu keputusan membubarkan tim dan manajemen secara mendadak oleh Idris mendapatkan protes dan pendapat negatif dari berbagai pihak.

Terlepas dari kondisi itu, Donny sendiri mengaku masih mempertimbangkan tawaran main di Bintang Medan. Menurutnya dia masih berpikir sampai waktu yang belum ditentukan.  (ful)

Perbaiki Lampu Jalan

06177701xxx
Halo Dinas Pertamanan (Distaman) Kota Medan, tolong perbaiki lampu jalan di Pintu Air IV Gang Pribadi lewat Al-Azhar, mulai November 2010 kalian buat putus waktu mangkas pohon yang rawan dan rimbun. Terima kasih Sumut Pos

Kami Perbaiki
Terima kasih informasinya, untuk pelaksanaan perbaikan lampu jalan sudah kami lakukan. Tapi, apabila berkaitan dengan alat-alat, kami masih melakukan pengadaan terlebih dahulu agar bisa dilaksanakannya pemasangan di wilayah tersebut. Kami segera pasang bila alatnya sudah ada.

Erwin Lubis
Kepala Dinas Pertamanan Kota Medan

Berantas Judi Biliar

085362416xxx
Kepada yang terhormat bapak Kapoldasu, tolong berantas judi biliar, permainan kartu leng hingga pagi hari, lokasi narkoba dan juga daerah curanmor di Jalan Tani Asli sebelah klinik Fatiha Medan Sunggal sudah sangat meresahkan masyarakat.  Terima kasih atas perhatian Bapak Kapoldasu.

Kami Tindak Lanjuti
Terima kasih informasinya, kami segera tindak lanjuti dan segera berkordinasi dengan Polresta Medan, karena poldasu tetap komitmen memberantas segala bentuk judi di wilayah hukum poldasu.

AKBP Raden Heru Prakoso
Kabid Humas Poldasu