Home Blog Page 15313

Tanda Kurung Siku […]

Tanda kurung siku mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat dinaskah asli.

Misalnya:
Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemerisik.(net/jpnn)

Awas Kau, Kutembak Kau Nanti

Cleaning Service Bank BRI Tewas di Tangan Polisi

Maksud hati hanya ingin bercanda, namun fatal akibatnya. Peristiwa ini dialami Muhammad Dermawan (21) warga Pasar VII, Tembung, Medan yang tertembak senjata laras panjang jenis SSI V2 milik Briptu Vico Panjaitan, personel Sabhara Polresta Medan bahagian Ba Sat Pam Objek Vital di BRI Jalan Putri Hijau depan Capital Building, Selasa (31/5) sekitar pukul 15.30 WIB.

Keterangan yang diperoleh di lokasi, awalnya Dermawan yang baru lima bulan bekerja sebagai cleanic service, sedang mencuci sepeda motornya, Yamaha Vega hitam BK 2806 CH, di basement Kantor BRI Cabang Putri Hijau. Usai mencuci, Dermawan kemudian melapnya dengan kain kering ditemani personel polisi yang ngepam di lokasi tersebut, sambil duduk sekitar parkiran sepeda motor.

Tak berapa lama, Vico turun dari lantai I menuju Basement sambil memegang senpi. Sambil bercanda, Vico mengarahkan senjatanya ke tubuh Dermawan. Menurut saksi mata bernama Daniel Panjaiatan, saat itu Vico memang sedang bercanda. “Keduannya teman akrab dan sering bercanda. Waktu turun dari lantai satu, polisi itu mengatakan kepada Dermawan: ‘Awas kau, kutembak kau nanti’, “ ujar pria yang bertugas sebagai cleaning service di lantai III kantor itu.
Teman Vico yang berada di parkiran sempat mengingatkan agar Vico tidak bermain-main dengan senjatanya. “Temannya mengingatkan dan mengatakan ‘Gila Kau’,” ucapnya lagi.
Dalam jarak tiga meter, senjata Vico yang ternyata tidak terkunci meledak tiba-tiba dan mengenai tubuh Dermawan hingga terjatuh bersimbah darah.
Polisi yang baru dua bulan ngepam di BRI itu kalut. Dalam keadaan kebingungan langsung menggendong korban dan membawanya keluar dari basement menuju ke RS Tembakau Deli, tak jauh dari lokasi kejadian. Sayang,  nyawa Dermawan tak tertolong lagi.
“Jadi Luka tembak dari punggung sebelah kanan tembus ke dada kanan hingga tembus ke lengan tangan kanannya hingga mengenai cakram sepeda motornya,” kata Tim Identifikasi Polresta Medan yang berada dilokasi.
Karyawan BRI yang mendengar suara lentusan senjata api langsung mendatangi sumber suara. Kemudian melaporkannya ke Polsek Medan Barat yang meneruskannya ke Polresta Medan.
“Pelaku sudah diamankan di Polresta Medan untuk diperiksa dan dimintai keterangannya,” ungkap Kapolsek Medan Barat, Kompol Arke F Ambat saat ditemui di lokasi.
Polisi yang tiba di lokasi langsung memasang garis polisi melakukan olah TKP. “Pemeriksaan sementara, karena kelalaian saat bercanda dengan temannya. Kita tunggu lah hasil pemeriksaannya,” beber Arke.
Bisa saja senjata tersebut memang sudah tidak bagus. “Senjata itu sangat bahaya kalau dimain-mainkan, karena ada setannya. Sedangkan untuk jenis senjata SSI V2 tersebut memang kurang bagus, bila tertekan belakangnya, sensitif, akan meledak,” ungkapnya mengakhiri.
Kabid Humas Poldasu AKBP Raden Heru Prakoso mengatakan sudah melakukan pemeriksaan terhadap personil polisi tersebut. “ Kita lihat saja hasil pemeriksaannya. Hasilnya yang dapat membuktikan dia bersalah atau tidak,” cetus Heru.

Dari rumah sakit, jenazah Muhammad Dermawan dibawa ke rumah duka di Jalan Amal Bakti Pasar VII Percut Sei Tuan Deli Serdang. Di rumah duka tampak Waka Polresta Medan, AKBP Pranyoto, beserta jajarannya dan teman kerja almarhum.
Di mata keluarga, Dermawan dikenal sebagai sosok yang pendiam, taat ibadah, pekerja keras dan sering membantu kebutuhan keluarga. Korban merupakan anak 7 dari 8 bersaudara dari pasangan Darussalam dan Sau Leberti.
Alumni Pondok Pensantren Al-Ulmul Al-Qur’an di Kabupaten Langkat itu baru 3 bulan bekerja sebagai cleaning service di Bank BRI. Penghasilannya disisihkan untuk membeli sepeda motor buatan tahun 2004. Dermawand iketahui memiliki teman wanita bernama Tika.
Adik korban, Darma Alwi (18) mengatakan, pihak keluarga tidk memiliki firasat apapun sebagai tanda-tanda kemadian abangnya. “Abang terlalu cepat meningglkan kami. Ibu saja masih di Padang, di perjalanan pulang,” katanya.
Rencananya korban akan dikebumikan di pemakaman Muslim yang tidak jauh dari rumah duka pukul 13.00 WIB, setelah Salat Dzuhur.
Paman korban, Chaidir Sulaiman meminta peristiwa itu diusut tuntas dan pelakunya dihukum sesuai peraturan yang berlaku. “Saya memawakili keluarga meminta keadilan yang seadil-adilnya kepada pihak kepolisian,” tegasnya.
Pengamat Kriminologi dan Hukum Pidana dari Fakultas Hukum UMSU, Nursarini Simatupang, melihat kelalaian Briptu Vico Panjaitan tidak lepas dari sifat pamer kekautan.
Nursaini mengingatkan, polisi yang memegang sejata harusnya mempunyai kondisi tubuh yang sehat fisik dan psikologis supya senjata yang dipegangnya tidak membayakan diri sendiri dan orang sekitarnya.
“Kedepan, polisi harus melakukan pengetesan ulangan seperti kesehatan, psikologis serta jangan sekali lagi polisi menunjukkan kekuatan yang berlebihan sehingga hal seperti ini tidak terjadi kembali,” tandasnya.(adl/mag-7)

BRI Dibobol, Rp1,1 M Lenyap

Hanya 500 Meter dari Mapolsek

TAPTENG-Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Pinangsori yang berada di jalan Sibolga-Padangsidempuan kilometer (Km) 33 Kecamatan Pinangsori Kabupaten Tapteng, dibobol. Berankas berisi uang sebesar Rp1,1 miliar dan receiver CCTV berhasil dibawa kabur kawanan pencuri.

Aksi ini baru diketahui pihak BRI Unit Pinangsori, Selasa (31/5) pukul 06.00 WIB, saat Elida br Situmorang (16) yang sehari-harinya bertugas sebagai cleaning service melihat pintu samping bank terbuka. Elida kemudian menghubungi Nigonggom Banjarnahor (38), penjaga malam di BRI Unit Pinangsori. Nigonggom kemudian melaporkan kejadian tesebut ke Mapolsek Pinangsori yang berjarak 500 meter.

Kapolsek Pinangsori AKP Kamdani SAg dan anggotanya langsung melakukan olah TKP di kantor bank berbentuk bangunan semi permanen itu. Dari olah TKP diketahui, brankas berisi uang transaksi nasabah sebesar Rp1,1 miliar serta receiver CCTV yang berfungsi untuk merekam seluruh kegiatan yang ditangkap dua unit CCTV yang terpasang di dua ruangan bank, sudah tidak berada di tempatnya.

“Kita menemukan beberapa kerusakan di sejumlah pintu. Pelakunya professional, lebih dari lima orang,” jelasnya.
Untuk membawa brankas seberat 1 ton, kemungkinan besar pelaku juga membawa mobil. Brankas diseret menggunakan pasir sungai yang sudah dipersiapkan. “Pasir ditabur di lantai bank sampai keluar. Berdasarkan temuan sejumlah jejak kaki di tiga kursi di bawa ventilasi udara, diduga jejak kawanan yang bertugas memonitor kondisi di luar gedung,” jelasnya.

Untuk menghilangkan jejak, kawanan pencuri membawa kabur receiver CCTV yang berfungsi merekam berbagai kegiatan di ruang utama dan ruang kepala unit bank BRI Pinangsori.

“Ada dua unit CCTV yang dipasang di bank BRI Unit Pinangsori ini, satu dipasang di salah satu sudut ruang utama bank dan satu lagi di dalam ruangan kepala unit bank. Pencuri membawa kabur receiver untuk menghikangkan jejak,” ucapnya.

Kerja profesional dan akurat dari para pelaku ini ditengarai melibatkanorang dalam. “Merujuk keterangan penjaga malam, Nigonggom Banjarnahor, dia meninggalkan bank pukul 00.30 WIB karena istrinya sakit. Ada dugaan keterlibatan orang dalam, namun belum bisa kita pastikan,” kata Kapolsek.

Saat ini polisi masih memeriksa petugas jaga malam dan meminta keterangan petugas cleaning service  dan pihak bank, termasuk memeriksa semua hand phone (HP) pegawai bank untuk mengumpulkan informasi.
Dan untuk mempersempit ruang gerak kawanan pembobol bank, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian kabupaten Tapanuli Selatan dan kepolisian Padangsidempuan, karena kuat dugaan kawanan pencuri bergerak kearah dua arah tersebut.

Informasi dihimpun METRO TAPANULI (grup Sumut Pos) di TKP, kawanan perampok ini sudah paham situasi bank. Kawanan rampok tidak mengganggu ATM, langsung masuk ke ruang kepala unit untuk mengambil berankas.
Sementara kondisi bangunan kurang layak, karena sebahagian bangunan masih terbuat dari papan. Sementara pintu depan bank dikunci hanya menggunakan plang pintu dari dalam, sedangkan pintu samping terbuat dari tripleks.
Untuk merusak gembok dan menghancurkan semen cor penahan brankas, dibutuhkan kerja keras dan pasti menghasilkan suara yang keras. Namun warga sekitar sama sekali tidak ada yang mendegar atau mengetahui kejadian tersebut.

Kepala Bank BRI unit Pinangsori, Rudianto Tambunan, memastikan dipastikan tidak akan membuat rugi para nasabahnya. “Pihak nasabah tidak akan dirugikan karena bank BRI menggunana sistem data sentralisasi. Seluruh data nasabah tersimpan secara online di BRI pusat,” ucapnya.
Untuk sementara, BRI Unit Pinangsori ditutup serta nasabah diarahkan bertransaksi ke BRI Unit Sibabangun. “Rabu (hari ini, 1 Juni 2011, Red), BRI Unit Pinangsori kembali beroperasi seperti biasa,” ujarnya. (afn/smg)

Intel KPK Awasi Syamsul di RS

Kondisi Membaik, Sudah Mulai Berbicara

JAKARTA-Meski dalam kondisi sakit dan di rawat di Rumah Sakit (RS) Jantung Harapan Kita, Jakarta Barat, Gubernur Sumut nonaktif, Syamsul Arifin, masih juga diawasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain menempatkan dua personel Brimob yang mengawasi 24 jam, KPK juga melakukan pengawasan secara ‘tertutup’. Siapa saja yang menemui Syamsul di ruang rawat inap, tampaknya dianggap penting bagi KPK.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Sumut Pos dari beberapa petugas RS Jantung Harapan Kita, petugas berpakaian preman yang mengaku dari KPK pernah menanyakan buku tamu, yang berisi nama-nama pembesuk terdakwa perkara dugaan korupsi APBD Langkat itu. Hanya saja, lantaran pihak keluarga Syamsul tidak menyediakan buku tamu, petugas RS hanya menyebutkan nama-nama tokoh yang terkenal saja, atau yang dikenalnya.
“Dan itu sudah biasa, setiap ada tahanan yang dirawat di sini, selalu ada petugas KPK yang mengawasi.  Biasanya mereka melihat buku tamu. Kalau tidak ada buku tamu pasti mereka tanya ke Brimob yang menjaga,” terang seorang pegawai RS Jantung Harapan Kita kepada Sumut Pos, Selasa petang (31/5).

Koran ini lantas menanyakan ke petugas keamanan dalam (pamdal) RS, yang menjaga pintu utama lima ruang VIP di lantai III, yang salah satu ruangnya ditempati Syamsul. Menurut petugas, memang pihak keluarga Syamsul tidak menyediakan buku tamu. “Kalau ada buku tamunya enak, meski ganti shif jaga, kita tetap bisa tahu siapa saja yang datang dari pagi hingga malam,” ujar petugas jaga.

Sedang seorang anggota Brimob yang sedang menjaga Syamsul di pintu masuk, tidak mau banyak komentar. “Kita jaga saja Mas. Kita siap menjalankan perintah saja,” ujar anggota Brimob yang sudah akrab dengan para wartawan yang biasa meliput di pengadilan tipikor itu. Dia menyebut, kawan satunya lagi sedang salat.

Entah apa yang dibutuhkan KPK terkait pemantauan terhadap diri Syamsul dan para pembesuknya itu. Bisa saja, ini lantaran proses persidangan belum selesai. KPK, lewat jaksa penuntut umum (JPU)-nya, masih punya tanggung jawab membuktikan dakwaannya terhadap Syamsul bisa terbukti di persidangan. Barangkali, KPK tak mau ada ‘anasir-anasir’ lain yang bisa mengganggu proses pembuktian.

Juru Bicara KPK Johan Budi saat dikonfirmasi mengenai pengawasan Syamsul meski sedang sakit itu, tidak membantahnya. Jadi memang benar ada intel KPK yang terus mengawasi? “Ya yang kayak gini nggak mungkin lah aku omongkan,” kilah Johan.

Yang pasti, lanjutnya, prosedur bakunya adalah KPK meminta bantuan kepolisian untuk menempatkan dua personel Brimob melakukan pengawasan 24 jam. “Jadi, memang pemantuan oleh kepolisian itu atas permintaan KPK,” ujar Johan.

Mengenai kondisi Syamsul sendiri, memasuki hari keempat dirawat, kemarin, kondisinya mulai membaik. “Kondisinya sudah mulai bagus. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, kesehatan beliau sudah menuju ke arah yang lebih baik, setidaknya dibanding ketika pertama kali masuk. Gulanya juga sudah normal,” terang anggota kuasa hukum Syamsul, Abdul Hakim Siagaan, sesaat setelah keluar dari ruang perawatan Syamsul. Meski mulai membaik, Syamsul masih menggunakan alat pacu jantung temporer (temporary pacamaker/TPM).

Rencananya, hari ini Syamsul kembali menjalani pemeriksaan yang sifatnya lebih menyeluruh. “Besok (hari ini, Red) kita berharap sudah ada rekomendasi dari dokter mengenai kondisi beliau. Kita berharap, rekomendasinya menyatakan kesehatan sudah bagus,” ujar Abdul Hakim.

Dia cerita, meski masih lemah, Syamsul sudah mulai bicara, walau masih terbatas. Diceritakan Hakim, pihaknya sempat menceritakan proses persidangan singkat di pengadilan tipikor Senin (30/5) lalu. “Beliau merespon, dengan mengatakan, ‘kalau Senin kemarin sidang, tinggal sedikit lagi ya”. Karena beliau ingin persidangan cepat selesai,” terang Hakim, anggota kuasa hukum Syamsul yang paling rajin mengunjungi kliennya itu di RS.
Hakim menyebutkan, pada Selasa kemarin, sejumlah tokoh yang datang membesuk Syamsul antara lain Menteri Agama Suryadharma Ali, Ketua Fraksi PPP DPR Hasrul Azwar, bupati Langkat Ngongesa Sitepu, dan beberapa lagi yang lain. Petugas di RS juga menyebutkan, Kapolda Sumut Irjen Pol Wisnu Amat Sastro juga datang siang hari.

Tuai Empati

Sempat mengalami kemunduran kesehatan, membuat sejumlah orang yang dekat Syamsul Arifin merasa berempati dengan cara langsung menjenguk mantan Bupati Langkat tersebut. Salah satunya, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Sumut Hardi Mulyono.

“Aku baru nyampe Jakarta, dan sekarang sedang di rumah sakit lagi menjenguk datok (Syamsul Arifin, Red),” ujarnya saat dihubungi Sumut Pos melalui telepon seluler, kemarin.

Diceritakannya, setelah tiga hari masuk rumah sakit, kondisi Syamsul Arifin sudah membaik. Besar kemungkinan, Syamsul Arifin sudah diperbolehkan keluar rumah sakit, hari ini (1/6). “ Alhamdulillah…. Mungkin hari ini sudah bisa keluar,” katanya.

Sedangkan Wakil Sekretaris DPD Golkar Sumut, Sabar Syamsurya Sitepu, saat ditanyakan tanggapannya, enggan memberikan komentar. “Cukup di hati saja lah. Kita politisi, nanti berkomentar malah disalahartikan,” ungkapnya.
Sabar terakhir bertemu Syamsul Arifin, Senin (23/5) lalu, saat Syamsul hendak menjalani persidangan. “Saya menyempatkan waktu mengikuti persidangan itu. Seusai sidang, saya salami Datok (Syamsul Arifin, red) dan tak berapa lama saya langsung balik ke Medan. Jadi tidak lama-lama,” bebernya.

Menurut Wakil Ketua DPRD Medan ini, Syamsul Arifin memang tampak lebih kurus dari sebelumnya saat masih menjadi Gubsu. “Kalau masalah sakit jantungnya, memang sudah lama. Tapi mungkin nggak terlalu dirasakan. Yang waktu itu masih dipersoalkan sakit saluran kemihnya saja,” paparnya.

Sakit ini juga, lanjut Sabar, menjadi salah satu panduan bagi Dewan Pimpinan Daerah (DPP) Dolkar untuk memutuskan memberhentikan sementara Syamsul Arifin sebagai Ketua DPD Golkar Sumut.
“Ini lah Golkar dengan sikap pemberhentian sementara itu. Agar tidak semakin membuat beban kepada yang bersangkutan, meskipun belum ada putusan incraht dari Pengadilan Tipikor,” terangnya.
Sabar juga menyesalkan, terlalu lamanya proses persidangan yang dijalani Syamsul Arifin. “Prosesnya masih menanyai saksi-saksi terus, terlalu lama turun vonisnya. Kalau sudah turun, kan tinggal menjalani waktu penahanannya saja,” cetusnya.(sam/ari)

Lima Dara Medan Wakili 5 Provinsi

Miss Indonesia

Lima dara cantik asal Kota Medan tampil di malam puncak Miss Indonesia ke-7 tahun 2011 di Central Park, Jakarta, Jumat, 3 Juni 2011. Kelimanya akan bertarung membela lima provinsi yang mereka wakili.

Malam puncak Miss Indonesia ke-7 tahun 2011 dengan tema Ragam Cantik Indonesia akan dihadiri Miss World 2010, Alexandria Mills dan Chairwoman Miss World Organization, Julia Morley, Asyifa Latief, Miss Indonesia 2010, akan menyerahkan mahkotanya kepada Miss Indonesia 2011 pada akhir acara.

Sebanyak 33 wanita cantik siap bersaing memperebutkan gelar wanita tercantik, pintar, sehat, dan bernilai ketimuran. Dari data yang dilansir wikipedia dari 33 dara itu 5 diantaranya berasal dari Kota Medan.
Kelima dara cantik asal Medan itu masing-masing Eviliana mewakili Propinsi Bangka Belitung, Veny Desi Arti mewakili Propinsi Bengkulu, Mellyza Shavira mewakili Nangroe Aceh Darusalam (NAD), Asti Lukita Wardani mewakili Jawa Tengah serta wakil Propinsi Sumatera Utara, Liza Lestari Ginting.

Ajang Miss Indonesia 2011 ini diawali dengan audisi di beberapa kota besar menghasilkan 33 finalis dari perwakilan seluruh provinsi Indonesia. Mereka sudah menjalani karantina sejak 24 Mei hingga puncak penganugerahan Miss Indonesia 2011 pada 3 Juni 2011

“Berbagai pembekalan diberikan dalam masa itu sehingga cara bersikap, wawasan, jiwa sosial, dan kepribadian mereka terlihat serta menjadi salah satu penilaian dewan juri,” terang Ketua Dewan Juri Miss Indonesia, Liliana Tanoesoedibjo di Hard Rock Cafe, Thamrin, Jakarta, Senin (30/5).

“Seorang wanita akan tampak lebih cantik jika dia dapat memperlihatkan kepribadian dirinya dan mempunyai prinsip yang baik dalam hidup,” sambung Liliana.

Dalam gelaran yang berlangsung rutin setiap tahun, juri lainnya seperti Martha Tilaar, Ferry Salim, Tantowi Yahya, dan Harry Darsono juga akan mengumumkan kategori lain selain Miss Indonesia. Kategori tersebut antara lain Miss Kulit Cantik, Miss Tubuh Indah, Miss Persahabatan, Miss Favorite, Miss Lifestyle, dan Miss Online.
Dalam malam final, akan diwarnai kolaborasi antara musisi papan atas dipadu dengan penampilan 33 finalis dalam balutan busana dan aksesoris para desainer. Finalis yang terpilih sebagai pemenang akan mewakili Indonesia dalam ajang Miss World 2011. (fal/bbs)

DPRD: Pemko Pelihara Masalah

Retribusi Merdeka Walk

MEDAN-Pemko Medan dituding sengaja memelihara persoalan retribusi Merdeka Walk. Hal itu dibuktikan adanya dua klausul yang dikeluarkan Pemko sejak 2005 lalu, namun tak satupun diputuskan. Akibatnya, Merdeka Walk dicatat sebagai penghutang retribusi.

Ketua Komisi C DPRD Medan, Jumadi, menuding Pemko Medan sengaja memelihara persoalan retribusi Merdeka Walk sejak 2005 dengan membiarkan pembahasan dua klausul berlarut-larut.

“Ada apa sebenarnya di Merdeka Walk? Kalau memang mau mencari keuntungan pribadi, seharusnya bukan caranya seperti itu. Retribusi harus tetap ditarik,” tukasnya, kemarin (31/5).

Melihat sikap Pemko Medan yang belum memutuskan satu kebijakan dari dua klausul perjanjian yang dikeluarkan Pemko Medan, Jumadi menegaskan, Komisi C DPRD Medan akan memanggil manajemen Merdeka Walk dan Pemko Medan dalam hal ini Dinas Pertamanan serta Bagian Umum. “Karena masalah retribusi harus segera diselesaikan, agar si wajib retribusi segera melunasinya,” ucapnya.

Dia mengingatkan Wali Kota Medan Rahudman Harahap tidak menyia-nyiakan waktu untuk menyelesaikan masalah retribusi Merdeka Walk. “Bila sekarang ada sekitar Rp1,5 miliar lebih belum tertagih, harusnya jangan dibiarkan lagi. Wali Kota Medan segera bertindak,” sebutnya.

Sementara itu, Sekda Medan Syaiful Bahri menegaskan, Pemko Medan segera menuntaskan retribusi Merdeka Walk. “Pak wali juga berniat menyelesaikan retribusi Merdeka Walk,” sebutnya.

Meski Pakai Klausul Kedua, Retribusi Merdeka Walk Selalu Kurang

Sementara itu, Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Tata Usaha Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Medan, Sumiadi, menegaskan, pihak yang paling berkepentingan memungut retribusi di Merdeka Walk adalah Dinas Pertamanan. Hal itu sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) No 21 Tahun 2002.

“Pihak pengelola Merdeka Walk memang ingin membayar retribusi ke Bagian Umum, tapi kami tidak mau. Karena dalam Perda yang ada, pihak Dinas Pertamanan lah yang berhak menarik retribusinya, karena MW merupakan pemanfaatan ruang terbuka hijaunya,” ujarnya.

Terkait dua klausul atau dikotomi aturan, Sumiadi menuturkan, klausul pertama yang memuat aturan 365 hari x 5.318 meter x Rp200 per meter per hari, sehingga mencapai Rp388.214.000. Dalam aturan ini dinyatakan kalau pihak penagih retribusi adalah Dinas Pertamanan merupakan klausul yang diajukan oleh pihak pemerintah. Namun, pihak pengelola MW tidak bersedia mengikuti klausul itu sehingga membuat klausul kedua, dengan pembayaran sesuai dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Maka dari itu, muncullah klausul kedua yang isinya retribusinya hanya dikutip sebesar 0,25 per meter persegi dikalikan nilai NJOP hingga retribusinya hanya berkisar Rp100 juta lebih per tahun. Dalam aturan ini dinyatakan kalau pihak penagih retribusinya adalah bagian umum Pemko Medan.
“Ceritanya seperti itu, namun pada pembayaran retribusinya tetap ke Dinas Pertamanan, bukan ke Bagian Umum,” terangnya lagi.

Pada kesempatan itu, Sumiadi juga membenarkan, bahwa pihak pengelola MW tak pernah penuh membayar retribusi. “Pembayarannya sering kurangkan!” cetusnya.

Sedangkan Sekretaris Komisi D DPRD Medan Muslim Maksum yang ditemui di Gedung DPRD Medan menuturkan, harusnya ada perhatian serius dari Pemko Medan untuk segera mengatasi persoalan itu, terkait dua klausul yang ada.
“Klausul itu harus direvisi, agar tidak terjadi persoalan di kemudian hari. Jangan nantinya, masalah ini akhirnya menjadi temuan dan memunculkan persoalan baru,” tegasnya.(ril/ari)

Kadisdikpora DS Gugup Ditanya Tentang BOS

LUBUK PAKAM-Anggota Komisi D Deliserdang memenuhi janji mempertanyakan dugaan korupsi di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga (Disdikpora) Pemkab Deliserdang, kemarin (31/5).

Dalam rapat dengar pendapat itu, Kadisdikpora Hj Sa’adah Lubis S Pd, hadir bersama sejumlah stafnya.
Selama rapat dengar pendapat berlangsung, Sa’adah Lubis terlihat gelisah. Ketika Manager BOS Disdik Pemkab Deliserdang Drs H Asli Rambe SH MPd memberikan penjelasan seputar proses dan penggunaan dana BOS di sekolah-sekolah, beberapa kali Saa’dah menghubungi seseorang melalui ponselnya.

Tak lama kemudian, sekitar pukul 11.30 WIB, kepala dinas yang baru tiga bulan menjabat itu keluar ruangan komisi D. Sambil berdiri di depan pintu di sisi luar ruangan, Sa’adah bicara dengan stafnya yang sudah menunggu. Entah disadari atau tidak, Sa’adah mengayun-ayunkan daun pintu sehingga mengeluarkan suara “derikan” pintu membuat suasana dengar pendapat kurang nyaman. Setelah itu, Sada’ah memasuki ruangan sebari membawa sebuah bundelan berkas.

Saat itu, Drs H Asli Rambe dicecar pertanyaan seputar tindakan pengutipan terhadap kepala sekolah ketika membuat laporan pertanggungjawaban (LPj) pengunaan dana BOS. Kemudian anggota DPRD mempertanyakan kenapa terjadi penerimaan ganda anggaran dana BOS di SDN 101734 di Kecamatan Sunggal.

Pertanyaan anggota legislator itu membuat Asli Rambe kelimpungan, hampir tidak berdaya memberikan penjelasan. Kemudian dengan cekatan Sa’adah mengambil alih pembicaraan. “Perlu kami jelaskan bahwa pengunaan dana BOS harus sesuai prosedur yang berlaku. Bila ada yang melanggarnya, akan kena sangsi tegas,” ungkap Sa’adah.
Namun, ketika anggota komisi D Robinson Sembiring mengajukan pertanyaan seputar adanya anggaran ganda di SDN 101734 Kecamatan Sunggal, Sada’ah langsung terdiam. ”Ibu bilang semua sekolah harus taat dengan peraturan yang ada. Lantas kenapa SDN 101734 dana BOS nya dabel,” ketus Robinson.

Melihat kondisi rapat dengar pendapat mulai “memanas”, ketua komisi D Jaresman S, langsung mengambil alih pembicaraan dan menghentikan rapat dengar pendapat untuk dilanjutkan pekan depan.

Sementara itu, sikap Wakil Bupati Deli Serdang Zainuddin Mars yang ‘meminta’ agar DPRD mengurus para demonstran dari Barisan Rakyat Anti Korupsi yang datang ke kantor DPRD pada 25 Mei, masih menjadi perhatian banyak pihak.

Ketua Tim Investigasi Advokasi, Sosial Rakyat Indonesia (TAS-RI) Yanfeberi Tampubolon menyayangkan sikap Zainuddin yang dinilai telah menlecehkan lembaga legislatif
“Zainuddin Mars tidak boleh bersikap demikian. Sebagai wakil bupati jangan mengeluarkan pernyataan yang terkesan cuci tangan,” tegasnya saat dijumpai di kantornya di Jalan K H Agus Salim, Lubuk Pakam, Selasa (31/5).
Kehadiran massa Barisan Rakyat Anti Korupsi saat itu untuk menyampaikan aspirasi ke anggota DPRD tentang dugaan korupsi yang dilakukan Bupati Amri Tambunan dan Wakil Bupati Zainuddin Mars. Secara kebetulan, Zainuddin Mars berada di kantor DPRD mengikuti sidang paripurna. Zainuddin Mars kemudian “melarikan” diri dari pintu belakang.

“Dapat saja Zainuddin Mars menghadapi para pendemo saat itu, bukan malah menghindar, kemudian menlontarkan pernyataan yang tidak baik. Kalau tidak salah, jangan menghindar tetapi buktikan dengan keterbukaan,” ungkapnya.
Korditor aksi Barisan Rakyat Anti Korupsi, Ekosupriyanto, menjamin pihaknya akan konsisten menyuarakan pengungkapan dugaan korupsi yang dilakukan Amri Tambunan bersama Zainuddin Mars.
“Kami akan selalu memantau anggota DPRD membentuk Pansus Penanganan Dugaan Korupsi APBD Deli Serdang,” tegasnya.

Disebutkanya, Zainuddin Mars diduga memakai uang anggaran belanja Dinas Infokom Deli Serdang TA APBD 2008 untuk kampanye Pilkada Bupati dan Wakil Bupati sekitar Rp1 miliar. Dugaan dugaan korupsi mark-up 7 SKPD yang modusnya mark-up yang dilakukan 7 SKPD dengan cara menambahkan anggaran dari jumlah yang tercantum dalam anggaran APBD yang sudah disahkan oleh DPRD Deli Serdang.

Terjadinya dugaan korupsi di Dinas PU Rp81 miliar. Sehingga permintaan agar kasus Ir Marapintah Harahap (mantan Kadis Kimbagwil) diduga melalukan korupsi Rp10 miliar  dana GDSM yang kasusnya merupakan titipan KPK yang sampai sekarang masih di-peties-kan di Poldasu hendaknya transpransi.

Dugaan korupsi Bupati Deli serdang Rp883 miliar, hasil temuan BPK-RI Ta 2006-2009 yang telah disampaikan oleh panitia Akuntablitas Publik (PAP), mencopot Kajari Lubuk Pakam yang diduga menerima suap dari Dinas pendidikan Pemuda dan Olahraga Deli Serdang yang terindikasi korupsi Rp93 miliar. Kemudian dipertanyakan status Dr Masduhq Siregar (kadis kesehatan) terduga korupsi pengadaan obat pelayanan kesehatan dasar TA 2006 senilai Rp3 miliar yang kasusnya di petieskan oleh Kejatisu.(btr)

3 Peserta Punya Nomor Ujian Ganda

14 Peserta SNMPTN Ujian di Cikal USU

MEDAN-Pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2011 di panitia local (Panlok) Universitas Sumatera Utara (USU) ditemukan tiga peserta dengan nomor ujian sama. Hal itu diketahui ketika peserta kebingungan saat ada peserta lain duduk di kursi yang sama.

Yessi Herlina seorang peserta yang mengalami hal tersebut menceritakan, ketika ia datang ke lokasi ujian terkejut karena tempat duduknya telah diduduki peserta lain. “Anehnya nomor ujiannya sama tapi fotonya bukan foto saya,” jelasnya, Selasa (31/5) di lokasi ujian Politeknik Negeri Medan.

Hal tersebut dialami Doni Purwanto dengan lokasi ujian di FKG USU dan Robert Kennedy di Astornomi USU.
Akhirnya oleh panitia, ketiga peserta tersebut dialihkan lokasi ujiannya di Cikal USU bersama ke-11 peserta lain yang memiliki alasan berbeda pula. Sembilan orang diantaranya dialihkan panitia untuk mengikuti ujian di Cikal USU karena tersasar saat mencari lokais ujian. Dan dua orang lagi karena saat mengikuti ujian dalam keadaan sakit.
Seharusnya terdapat enam peserta penyandang cacat yang berlokasi ujian di Cikal USU. Namun, hingga waktu ujian berakhir, dua penyandang tuna netra dan empat penyandang tuna daksa tersebut tak hadir.

Ketua SNMPTN Panlok USU Prof Zulkifli Nasution menjelaskan, nomor peserta ganda terjadi akibat human error. “Hal ini wajar, coba bayangkan dan hitung, dari 31.500 peserta yang mengikuti ujian, hanya tiga yang mengalami kesalahan. Berarti hanya 0,0001 persen saja kan?” ujarnya di Cikal USU.

Sebelumnya, Zulkifli mewakili Rektor USU Prof Syahril Pasaribu yang masih berada di Jakarta, bersama anggota panitia lainnya memantauan ke beberapa lokasi ujian pukul 08.30 WIB.

Dimulai dengan mengunjungi Yayasan Pendidikan Miftahussalam di Jalan Darussalam Medan. “Beberapa tahun belakangan kita selalu meninjau di daerah USU saja, tahun ini kita buat berbeda. Dan ini juga atas arahan dari Rektor,” ujarnya.

Selanjutnya, panitia melakukan pantauan ke RS Sari Mutiara Medan. Di rumah sakit tersebut terdapat seorang peserta yang mengalami sakit asam lambung. Hingga Selasa (31/5) Kristianto Pardosi telah berada di rumah sakit tersebut selama empat hari.

Saat panitia melakukan pantauan, Kristianto mencoba untuk melaksanakan ujian. Namun, ia menyatakan tak sanggup dan menyerah. Setelah mencoba melakukan ujian, Kristianto terlihat muntah-muntah. “Saya tak sanggup berpikir keras saat ini. Kondisi saya tak memungkinkan,” katanya.

Setelah dari RS Sari Mutiara Medan, barulah panitia kembali melakukan pantauan di Cikal USU.(saz)

Sementara itu, pelaksanaan ujian tulis SNMPTN 2011 di Panlok Unimed berjalan lancar. Pada pelaksanaannya diikuti seorang penderita tuna netra Rido Saptahadi dalam kelompok IPS dan penderita lumpuh Marlehon Sihite yang ikut dalam kelompok IPC.
Rido Saptahadi peserta ujian penderita tuna netra menjelaskan, ia akan tetap berusaha semaksimal mungkin untuk bisa mewujudkan keinginannya melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. “Pilihan pertama saya adalah Bahasa Inggris di UPI dan pilihan kedua saya di Bahasa Inggris di Unimed,” tuturnya.
Ketua SNMPTN 2001 Panlok Unimed Prof Selamat Triono menjelaskan, tahun ini peminat Unimed meningkat secara jumlah dan menempati urutan ketujuh paling diminati secara nasional. “Pada peringkat pertama diduduki oleh Unpad dengan jumlah pendaftar 56.224 orang, di tempat kedua USU dengan pendaftar 55.385 orang, UI di tempat ketiga dengan pendaftar 53.398 orang, UGM di tempat keempat dengan pendaftar 49.256 orang, Unhas di tempat kelima dengan pendaftar 48.915 orang, di tempat keenam UPI dengan pendaftar 41.093 orang dan di tempat ketujuh Unimed dengan pendaftar 40.578 orang. “Ini meningkat dibanding tahun lalu yang hanya 38.000-an pendaftar,” papar Selamat.
Selamat juga mnejelaskan, pelaksanaan ujian keterampilan akan dimulai pada 3-4 Juni 2011 mendatang.
Masing-masing program studi (Prodi) yang akan mengikuti ujian keterampilan tersebut yakni Prodi Olahraga dengan jumlah peserta 2.060 orang. Untuk Prodi Seni Tari dan Desain 94 orang dan untuk Prodi Seni Rupa, Drama dan Musik 332 orang. Total keseluruhan mencapai 2.486 orang. “Sedangkan untuk ujian keterampilan Prodi Etnomusikologi yang berjumlah 51 orang dilakukan di USU,” jelas Selamat.
Selamat juga mengatakan, pada 3-4 Juni 2011 nanti yang terjadi libur karena cuti bersama, ditegaskan kepada peserta untuk tetap hadir melaksanakan ujian. “Karena kita tidak libur kita tetap melaksanakan ujian keterampilan tersebut,” terangnya.
Lebih lanjut Selamat menerangkan, untuk calon mahasiswa dari jalur undangan pada 31 Mei hingga 1 Juni 2011 ini juga harus malkukan pelaporan. “Jika tak melakukan pelaporan dianggap gugur. Dan peserta yang mengikuti ujian tulis juga dianggap gugur,” tegasnya.
Untuk melakukan pelaporan dilakukan di Gedung Baru Pascasarjana Unimed. “Dari program Bidik Misi Unimed yang mendapatkan kuota 500 baru terdaftar sebanyak 499 calon mahasiswa. Sementara yang melalui jalur undangan sekitar 787 orang. Sementara yang melakukan pendaftaran sebnyak 3000-an peserta,” tutur Selamat. (saz)

Gencatan Senjata Batal, Perang Sipil Dimulai

Yaman Kembali Memanas

SANAA- Gencatan senjata antara pihak oposisi dengan Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh gagal terwujud, akibatnya perang sipil dimulai.  Hal itu ditunjukkan kondisidi negara itu semakin memanas. Lebih dari 50 orang tewas saat demonstrasi di Taiz, Yaman selatan.

“Perjanjian gencatan senjata telah berakhir,” ujar pejabat pemerintah tanpa memberi detail lebih jauh. Pengumuman itu muncul setelah bentrok satu malam di Sanaa, yang menewaskan banyak orang dan puluhan orang terluka.
Sejumlah sumber menyebutkan serangan peluru-peluru artileri kelas berat terjadi  di dekat gedung kementrian dalam negeri dan rumah seorang pemimpin suku anti presiden,  Sadiq al-Amar.

Mereka mengatakan pasukan yang loyal kepada Saleh mengalami tekanan dari pengunjuk rasa yang meminta presiden berhenti dan mengakhiri 33 tahun kepemimpinan. Pasukan Yaman menembakkan puluhan peluru roket dan rudal ke sebuah gunung dekat rumah al-Amar.

Seorang wartawan melaporkan terjadi pertempuran tersengit di dalam ibu kota. “Orang-orang pergi, beberapa rumah terbakar dan pasukan suku-suku mengambil alih sejumlah gedung pemerintah dan kantor polisi,” ujarnya.
Mereka berkata pasukan keamanan mencoba mencegah siapa pun berkumpul di dalam kota dan menembaki mereka yang mencoba melakukan itu. Pihak medis mengonfirmasi dua orang telah terbunuh dalam insiden tersebut.
Kabar banyaknya korban tewas itu diketahui ketika pengunjuk rasa memprotes dan menyebut pasukan keamanan menghalau pendudukan selama empat bulan di Taiz , Senin (31/5) waktu setempat, dan membunuh 21 orang.
Menurut laporan yang diterima PBB, lebih dari 50 pengunjuk rasa telah dibunuh di Taiz sejak Minggu (29/5). Kantor  hak asasi  PBB telah menerima banyak laporan, harus diverifikasi lagi sepenuhnya, bahwa lebih dari 50 orang dibunuh oleh  tentara Yaman, Garda Republik dan elemen lain yang memiliki afiliasi ke pemerintah,” ujar kepala bidang hak asasi PBB, Navy Pillay.

Kekerasan terakhir menewaskan 30 orang . Mereka dilaporkan terbunuh oleh serangan udara di Zinjibar, Yaman. Kawasan itu disebut dikuasi  pejuang yang masih terkait dengan Al Qaidah.Serangan udara Senin, sepertinya adalah balasan dari pengambilalihan kota oleh 300 pejuang yang diduga terkait Al Qaidah dan penyergapan semalam yang membunuh setidaknya 6 tentara Yaman serta melukai puluhan lagi.

“Rakyat sipil menemukan kendaraan militer dan kendaraan lapis baja. Mereka semua dihancurkan dan tubuh enam tentara ditemukan di sisi jalan,” kepala redaksi Attariq, koran oposisi utama, Ayman Mohammed Nasser.
Penguasa global itu telah menekan Saleh untuk meneken kesepakatan yang dimediasi negara-negara Teluk Arab, di bawah payung Dewan Kerjasama Teluk (GCC) untuk menyerahkan kekuasaannya.

Di bawah kesepakatan itu, Saleh akan mundur dari tampuk kekuasaan dalam 30 hari dan sebagai imbalan akan memiliki kekebalan dari tuntutan hukuman. Pihak oposisi telah menekan kesepakatan itu, namun Saleh menolak untuk menandatangani.

Dibawah Saleh, Yeman kini diambang kehancuran keuangan, dengan sekitar 40 persen populasi hidup dengan penghasilan kurang dari 2 dolar (Rp20 ribuan) per hari dan ketiga kalinya menghadapi kelaparan bertahun-tahun.
Paling tidak 320 orang telah tewas dalam pertempuran di Yaman, sejak protes yang menghendaki Saleh mengakhiri kepemimpinannya dimulai empat bulan lalu. Unjuk rasa itu terinspirasi oleh kebangkitan rakyat yang mengakhiri rezim lama di Tunisia dan Mesir. (bbs/jpnn)

16 Tewas di Jerman, 1.150 Warga Terinfeksi

Korban Mentimun Maut di Eropa Bertambah

BERLIN -Wabah bakteri Escherichia coli atau E coli merebak di Jerman selama sepekan terakhir terus membawa korban. Bakteri mematikan tersebut mencemari mentimun yang dilaporkan berasal dari Spanyol. Hingga, Selasa (31/5) 16 orang di Jerman tewas akibat mengkonsumsi mentimun yang terkontaminasi bakteri itu.
Kasus mentimun maut dan merebaknya wabah E coli di negara yang dipimpin Kanselir Angela Merkel itu memicu sinyal bahaya di beberapa negara Eropa. Misalnya, Belanda, Belgia, Prancis, Denmark, Austria, Republik Ceko, dan Rusia. Apalagi, jumlah korban tewas bertambah dua kemarin. Seorang di antaranya adalah warga Swedia. Padahal, Senin (30/5) lalu, korban tewas tercatat 14 orang.

Seorang juru bicara (jubir) rumah sakit di Kota Boras, VÃstra GÃtaland County, Swedia, mengungkapkan warganya yang meninggal akibat terinfeksi E coli adalah perempuan paro baya usia 50-an tahun.
Kali pertama, wabah E. coli itu merebak dari kawasan barat laut Jerman. Dalam waktu sekitar sepekan, wabah E coli telah menjangkiti seluruh wilayah Jerman. Lembaga pengendali epidemi nasional Jerman mengatakan bakteri kali pertama ditemukan di negara itu telah menginfeksi 1.150 orang. Sebanyak 373 di antaranya kena HUS. Padahal, sindrom tersebut jarang terjadi.

™Sebanyak 796 orang lainnya mengalami perdarahan usus (EHEC),™ kata Jubir Robert Koch Institute, Susanne Glashmacher. Untuk mencegah bertambahnya korban, Federal Institute for Risk Assessment Jerman mengimbau agar masyarakat tak mengonsumsi mentimun. (ap/afp/bbc/hep/dwi/jpnn)