Home Blog Page 15322

Empat Pemimpin Dunia Masuk Daftar Predator Pers

Peringatan Hari Pers

Lembaga advokasi media di Prancis, Reporters Without Borders (RWB), merilis daftar tahunan para tokoh yang dinilai tidak peduli kepada pers.

Tepat saat peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia (World Press Freedom Day) yang jatuh pada Selasa (3/5) lalu. Mereka menyoroti empat pemimpin atau presiden yang kini digoyang revolusi di negeranya.

Keempat presiden yang disebut sebagai predator pers yakni,  Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh dan Presiden Syria, Bashar al-Assad disejajarkan dengan Pemimpin Libya, Muammar Kadhafi dan Raja Bahrain Sheikh Hamad Bin Isa Al-Khalifa sebagai predator pers (press predator) tahun ini.  Itu bukan “prestasi” baru bagi Saleh, Assad dan Khadafi. Tahun lalu ketiganya juga masuk dalam daftar yang sama.

Bagi Sheikh Hamad, julukan tersebut baru muncul setelah revolusi yang kali pertama lahir di Tunisia menjalar ke negaranya. Apalagi, setelah pemerintah Bahrain menindas oposisi dan memberlakukan status darurat militer.
“Ujung tombak kekuatan represif, para pemimpin politik rezim anti perubahan, dan organisasi yang menghambat kinerja jurnalis layak disebut pemangsa pers. Mereka berusaha membunuh kebebasan media dalam melaporkan fakta,” tutur jubir RWB, Rabu (4/5).

Lembaga yang bermarkas di Kota Paris, Prancis, itu membeber 38 individu dan organisasi kriminal dalam daftar Press Predators 2011. Didomainasi pemimpin negara dan pejabat pemerintah, ada juga rohaniawan.

Tetapi, ada juga rohaniawan dan pebisnis yang masuk daftar tersebut. Salah satunya adalah pebisnis dan tuan tanah Honduras, Miguel Facusse Barjum.

Kembali tercantumnya Bashar, Saleh dan Kadhafi menunjukkan bahwa kesewenangan terhadap media masih terjadi di Syria, Yaman, dan Libya. Padahal, dunia internasional mengecam sejak lama.
“Negara-negara itu terus memusuhi jurnalis. Terutama jurnalis dan koresponden asing,” ungkap jubir yang tidak disebut namanya itu.

Pembunuhan terhadap jurnalis pun marak terjadi di Syria, Yaman, Libya, dan Bahrain. Antara lain, kasus kematian Mohamed Al-Nabous di Kota Benghazi, Libya, pada 19 Maret lalu. Jurnalis Libya itu tewas ditembak pasukan pro-Kadhafi.

RWB juga memberikan penghargaan kepada para fotografer yang tewas saat meliput revolusi di Tunisia dan Libya. Di antaranya, Lucas Melbrouk Dolega, Tim Hetherington, dan Chris Hondros. (ap/hep/dwi/jpnn)

Hamas-Fatah Sepakat Rekonsiliasi

GAZA CITY – Rakyat Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza berkumpul merayakan penandatanganan kesepakatan rekonsiliasi antara dua faksi politik, Hamas dan Fatah, Rabu (4/5). Aksi dukungan tersebut bersamaan dengan ditandatanganinya kesepakatan bersejarah antara pemimpin Hamas Khaled Meshaal dan Presiden Palestina, Mahmud Abbas di Kairo, Mesir.

Di Kota Gaza, sekitar 300 orang melambai-lambaikan bendera Palestina dan poster berisi pujian atas dicapainya kesepakatan mengejutkan tersebut. Mereka menyatakan, telah menunggu sejak lama kesepakatan tersebut bisa tercapai.

Suasana aksi sangat meriah. Massa menari dan membakar kembang api di tengah lambaian bendera serta poster bertuliskan “Rakyat Palestina menghendaki berakhirnya perpecahan”.

Sementara, sikap oposisi atas kesepakatan itu terus ditunjukkan  Israel. Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu berupaya meyakinkan PM Inggris, David Cameron,  bahwa rekonsiliasi antara faksi di Palestina adalah bencana Timur Tengah. (cak/jpnn)

SBY Tengahi Konflik Thailand-Kamboja

JAKARTA- Penyelenggaran Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 ASEAN akan dimulai pada pekan depan. Selain membicarakan tentang negara-negara ASEAN, dua negara yang sedang bertikai Thailand dan Kamboja akan bertemu secara bergiliran dengan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

Kedua negara telah membuat agenda pertemuan bilateral dengan Indonesia pada momen KTT ASEAN tanggal 7-8 Mei mendatang. Kedua pemimpin negara akan bertemu secara bergiliran dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
“Saya tahu ada permintaan pertemuan bilateral Thailand kepada Presiden RI, Kamboja dengan Presiden RI. Saya tidak bicara pertemuan trilateral,” kata Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa usai meninjau persiapan KTT ASEAN di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (4/5). Selain itu, Marty menyebut, Indonesia akan bertemu dengan Vietnam. (bbs/jpnn)

Pura-pura Disandera Demi Biaya Nikah

KUALA LUMPUR –  Kesulitan mencari dana untuk pesta pernikahan, sepasang kekasih membuat ide yang tak biasa. Pasangan beda kelamin itu merekayasa penculikan calon pengantin wanita agar sang ayah memberi tebusan untuk biaya menikah sebesar Rp135 juta dan satu unit mobil.

Sekira pukul 18.30 waktu setempat, pasangan itu mengirim pesan singkat kepada ayah si calon pengantin wanita, diyakini sebagai seorang pengusaha. Pesan dikirim  untuk memberitahukan putrinya disandera.  Kepala Kepolisian Selangor Deputi Komisioner Datuk Tun Hisan Tun Hamzah mengatakan, pada pukul 21.00 waktu setempat, pesan lainnya dikirim ke si ayah meminta tebusan sebesar 47 ribu ringgit Malaysia sekira Rp135 juta dan mobil. “Kami langsung membuat tindakan penangkapan pada pukul 22.15 waktu setempat di KL Sentral,” jelasnya dikutip The Star, Rabu (4/5).

Penyelidikan mengungkap bahwa pria berusia 26 tahun yang bekerja sebagai konsultan bersama kekasihnya, seorang staf perawat, telah merencanakan penculikan itu bersama. Polisi kemudian menahan korban penculikan tersebut. (bbs/jpnn)

Dihukum Percobaan, Korban Kejar Terdakwa

MEDAN-Sidang putusan kasus penipuan dengan terdakwa Wiwik Lestari, honorer di RSU Pirngadi Medan, Rabu (04/05), di Pengadilan Medan, ricuh. Pasalnya, keluarga korban penipuan marah ketika mendengar Majelis Hakim diketuai Muhammad SH, hanya menjatuhkan hukuman enam bulan penjara percobaan satu tahun terhadap terdakwa.

Kemarahan keluarga korban semakin menjadi-jadi kerena terdakwa ternyata tidak ditahan. Vonis Majelis Hakim ini jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Irma Hasibuan SH, yang menuntut terdakwa dua tahun penjara karena terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHPidana.

Begitu hakim mengetuk palu menutup sidang, kontan keluarga korban yang sudah terbakar emosi langsung mengejar terdakwa yang juga dikawal ketat keluarganya mulai dari ruang Cakra VI hingga ke Jalan Kejaksaan, sambil terus meneriaki dan memaki-maki terdakwa. “Penipu kau, penipu, enak kali kau ya tak ditahan. Udah, mulai besok sekolah jadi penipu saja, kan enak nggak ditahan,” teriak Dewi, seorang keluarga korban.

Selama dikejar-kejar keluarga korban, terdakwa Wiwik Lestari yang berhasil memperdaya satu keluarga itu, terus melindungi wajahnya dari jepretan kamera wartawan. Bahkan, selama persidangan berlangsung, terdakwa menutupi wajahnya dengan kerudung yang dipakainya.  Seorang keluarga korban sempat ingin menghadang laju mobil yang ditumpangi terdakwa saat akan meninggalkan lokasi pengadilan. Setelah puas mengejar-ngejar terdakwa hingga menjadi perhatian orang banyak, korban penipuan satu keluarga itu kembali ke Gedung PN Medan. Mereka masih berteriak-teriak mengecam putusan hakim yang tidak berpihak kepada keadilan.(rud)

Mandiri, Tetap Hormati Suami

Dewi Motik

Dari tahun ke tahun, jumlah perempuan yang bekerja di luar rumah terus bertambah. Hal itu membuat Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dewi Motik Pramono waspada.

Dia berharap, meningkatnya peran perempuan dalam membantu ekonomi keluarga tidak sampai berdampak buruk terhadap keharmonisan rumah tangga. Apalagi perempuan sampai meremehkan laki-laki. “Ini salah satu kesalahan perempuan. Makin mandirinya perempuan secara ekonomi terkadang menyepelekan laki-laki (suami, Red),” ujarnya dalam acara Kowani Fair di Jakarta (2/5).

Pengusaha kelahiran 10 Mei 1949 itu menambahkan, perempuan tidak sepantasnya mengingkari kodrat sebagai makhluk yang penuh kelembutan. Karena itu, kelembutan tersebut sebaiknya digunakan untuk berkomunikasi dan saling menghormati sehingga dapat meredam gejolak perceraian dan konflik dalam keluarga. “Saya selalu tekankan kepada perempuan, be professional! Be professional!” tegasnya. (mug/jpnn/c6/nw)

Pepi Sukses Kecoh Polisi

Bom di Cawang Tak Ditemukan

JAKARTA-Pimpinan kelompok teror bom buku Pepi Fernando berhasil mengelabui petugas. Setelah disisir secara serius hingga sepekan, paket bom yang diklaim berkekuatan puluhan kilogram itu tak pernah ditemukan.

“Sejak hari ini (kemarin) dinyatakan selesai penyisiran. Tidak ada bom yang ditemukan,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar kemarin (04/05). Pepi mengklaim menanam bom untuk meledakkan fly over Cawang saat rangkaian iring-iringan presiden lewat.

Pepi pun sempat dikeler oleh anggota Densus 88 Mabes Polri, Rabu (27/04) lalu. Petugas dari Gegana Mabes Polri bahkan menurunkan satu peleton (30 anggota)  untuk melakukan penyisiran intensif selama sepekan.

Boy mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki mengapa paket bom tidak ditemukan. Saat dimintai untuk menunjukkan titik penanaman, kata Boy, Pepi dengan yakin mengarahkan tim Gegana Polri ke lokasi.  “Kami sedang pelajari kenapa tidak ditemukan. Apakah ada pihak yang terlebih dulu mengambil barang itu. Kan rentang waktu cukup lama ya. Apalagi itu tempat terbuka,” ujar Boy.

Menurut Polri, Pepi belum terbuka mengenai kegiatan kelompoknya serta target-target selanjutnya. Sebelum tertangkap, mereka telah menebar teror bom buku di empat lokasi, bom di Kota Wisata Cibubur, dan bom di Jalan Puspitek. “Ada kemungkinan dia berbohong,” katanya.  Kewaspasdaan terhadap aksi terorisme hingga kemarin tetap tinggi. Satuan tugas pengamanan VVIP ASEAN melakukan simulasi penanganan bom mobil di komplek Jakarta Convention Centre.   Proses penjinakan bom tersebut dilakukan secara serius dan tidak boleh ada orang mendekat ke arah TKP kecuali petugas Gegana Polri. “Kasum TNI Letjen TNI J Suryo Prabowo selaku Komandan Komando Operasi Pengamanan (Koopspam) KTT Asean ke 18 dan Wakapolri, Komjen Pol Nanan Sukarna selaku Wadankoopspam serta Kapolda Jaya, Irjen Pol Sutarman turut menyaksikan aksi penjinakan bom tersebut.

Dalam penjelasannya kepada media, Kasum TNI menyatakan bahwa kejadian tersebut merupakan latihan untuk menghadapi kontijensi. ?Tidak ada koordinasi terlebih dulu, sehingga tidak ada yang main-main. Jadi tidak ada ancaman bom yang sebenarnya,” kata Suryo.

Di bagian lain, Dubes AS untuk Indonesia Scot Marciel mengingatkan, masih ada kelompok-kelompok yang memberikan ancaman teror setelah Osama mati.  “Masih ada teroris di luar sana dan masih banyak yang perlu dilakukan oleh negara kami dan negara-negara lain,” kata Scot di sela Konferensi Internasional ketujuh Overseas Private Investment Corporation (OPIC) di Hotel Shangri-La, kemarin (4/5). Menurut dia, perlu kerjasama dari negara-negara untuk menangani permasalahan tersebut. Scot menyebut, mereka yang masih memberikan ancaman ini merupakan kelompok-kelompok yang lebih kecil. (fal/rdl/jpnn)

Sekeluarga Hangus Dibakar

Tiga Mayat Menumpuk di Jok Belakang

BANYUWANGI- Pembunuhan tragis terjadi di kawasan sepi tepi jalan Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Banyuwangi sekitar pukul 02.00 kemarin (3/4). Satu keluarga yang terdiri bapak, ibu dan anak diduga dibunuh dengan keji kemudian mayatnya dibakar di dalam mobil.

Korban yang meninggal secara mengenaskan itu adalah keluarga Rosan (43), warga RT 05/RW I, Dusun Dadapan, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Banyuwangi. Selain Rosan, mayat yang hangus dan menumpuk di dalam mobil sisi belakang itu adalah istri Rosan yakni Jamilah (37) dan anak mereka yang masih berumur 14 tahun, Deri Pradana.
Awalnya, ketiga korban tersebut masih jadi misteri hingga pagi kemarin. Namun setelah ditelusuri jejak dan riwayat kepemilikan mobil tersebut, akhirnya diketahui bahwa kendaraan roda empat itu miliki keluarga Rosan dari Desa Karangsari. Polisi juga menemukan celana dalam dan sebuah kartu servis mobil sekitar lima meter dari lokasi mobil tersebut.

Hal ini juga diperkuat dengan temuan bercak darah yang masih baru di rumah korban. Akhirnya, polisi menyimpulkan bahwa tiga jenazah yang hangus di dalam mobil itu adalah keluarga Rosan.

Sementara itu, peristiwa tragis tersebut diduga terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari kemarin. Seorang warga yang akan menuju ke pasar sedang melintas di kawasan itu, mengaku melihat mobil terbakar. Saat itu, api masih membumbung tinggi dan melalap kendaraan tersebut. Sayangnya, warga tersebut tidak melaporkan kejadian mobil kebakaran di kawasan sepi itu kepada polisi.

Setelah itu, warga lain baru mengetahui peristiwa mobil dibakar tersebut sekitar pukul 05.00. Saat itu, kobaran api yang membakar mobil tersebut sudah padam. Nah, kali ini warga tersebut melaporkan peristiwa tersebut kepada Polsek Licin.

Mendapat laporan kejadian itu, Polres Banyuwangi langsung memberikan reaksi. Begitu dapat laporan dari Polsek Licin, jajaran Polres langsung datang ke lokasi sekitar pukul 07.00. Tim yang turun dipimpin langsung oleh Wakapolres Kompol Heru Prasetyo.

Wakapolres Kompol Heru mengatakan, setelah memastikan korban adalah satu keluarga, pihaknya terus melakukan upaya agar pelaku segera ditangkap. (mg6/bay/jpnn)

Pengunjung Pakai Topeng Nunun

Jakarta-Sekitar 15 orang pengunjung sidang Panda Nababan dan kawan-kawan, memakai topeng bergambar Nunun Nurbaeti dan membuat suasana riuh sembari meneriaki jaksa dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menyikapi hal ini, KPK menyerahkan sepenuhnya kepada majelis hakim.

“Karena itu di persidangan, maka kami serahkan sepenuhnya kepada majelis hakim,” tutur Pimpinan KPK, Haryono Umar saat dihubungi, Rabu (4/5).

Haryono mengatakan, majelis persidangan merupakan tempat yang terhormat. Oleh karena itu dia berharap segala persidangan dapat berjalan tertib.

“Namanya juga pengadilan kan tempat terhormat contohnya di pengadilan MK, itu kan sangat tertib sekali. Ya mestinya pengadilan yang lain seluruh pengadilan di Indonesia seperti itu,” tutur Haryono.

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor kemarin, orang-orang ini berdiri di belakang ruang sidang, selama mengikuti persidangan, mereka terus memakai topeng gambar Nunun. Istri Adang Daradjatun memang menjadi saksi kunci perkara ini.

Bukan hanya memakai topeng Nunun, mereka juga terus bertepuk tangan atau mengomentari jalannya persidangan. Tidak jarang mereka juga sering nyeletuk saat hakim berbicara.

Jaksa M Rum sempat mengajukan keberatan terkait ketidaktertiban jalannya persidangan kepada majelis hakim yang diketuai oleh Eka Budhi Prijatna. Namun Eka cenderung membiarkan tindakan itu.
“Sidang memang terbuka untuk umum, tapi saya tidak tahu apa arti poster itu,” kata Eka.
“Supaya jaksa tidak lupa, supaya dikejar yang aslinya,” pekik pengunjung sidang.

“Jaksa, apakah lupa dengan muka itu?” tanya Eka kepada jaksa. “Tidak,” jawab M Rum.
Tidak hanya sekali ini saja, para pengunjung sidang juga sering meneriaki jaksa saat berbicara. Mereka terus bertepuk tangan dan berisik hingga sidang berakhir. (net/jpnn)

Lagi, Warga dan Petugas Bentrok

BINJAI- Masalah tanah eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN 2 Sei Semayang terus memanas. Rabu (4/5), warga dengan petugas nyaris bentrok, gara-gara tanaman warga dicabut petugas.

Tanaman yang dicabut itu berada di Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur. Akibatnya petugas PTPN 2 dan warga nyaris bentrok dan bahkan tangan kanan salah seorang petugas PTPN 2 sempat terkena pukulan oleh warga. Sebab, kedua belah pihak sudah ingin saling serang.

Tak sampai di situ, saat kedua belah pihak berada di lapangan, senjata tajam (sajam) yang sudah masing-masing mereka bawa, juga sempat dikeluarkan guna menghalau satu sama lainnya. Untung saja, aksi saling serang dapat dilerai petugas Polsek Binjai Timur dan Polres Binjai yang turun ke lokasi kejadian.

Mahmud Karim, Ketua Kelompok Tani Kota Binjai, mengatakan, ia akan tetap memperjuangan hak-hak rakyat sampai menemukan titik terang. “Kalau sudah begini, kami akan cari jalan lain, sampai perjuangan kami berhasil,”tegas Mahmud Karim.

Kepala Rayon C, PTPN 2 Sei Semayang, P Samosir, mengatakan, lahan yang digarap warga masih tanggung jawab PTPN 2. “Sudah saya katakan berulang kali, baik HGU yang diparpanjang maupun tidak diperpanjang, itu masih tanggung jawab PTPN 2. Sebab, belum ada penyerahan resmi dari menteri terkait kepada pemerintah. Kalau sudah ada penyerahannya, kita juga tidak mau seperti ini,” ujar P Samosir. (dan)