Home Blog Page 15323

Orang Dekat Bupati Diduga Terlibat

Soal Pemotongan Insentif Bidan Desa

LANGKAT- Pemotongan dana insentif Bidan Desa (Bides) Pegawai Tidak Tetap (PTT) di  lingkungan Dinas Kesehatan Langkat, makin berkembang. Selain melibatkan instansi kesehatan, pemotong dana insentif juga disebut-sebut  melibatkan orang dekat bupati.

Menurut sumber terpercaya di Dinas Kesehatan Langkat,Rabu (4/5) menuturkan, otak pelaku pemotongan dana insentif dilakukan oleh oknum Bides PTT berinisial T yang bertugas di bawah naungan Puskesmas Tanjung Langkat, Kecamatan Salapian.

T dikenal sebagai kerabat atau orang dekat Bupati Langkat Ngogesa Sitepu, sehingga aksi pemotongan dana insentif terhadap ratusan Bides PTT berjalan mulus. Bahkan, Dinkes sendiri harus meminta izin kepada Bupati untuk memanggil bersangkutan terkait persoalan dimaksud.

“Saya sebetulnya merasa terzalimi dengan persoalan ini, karena nama saya dan Dinkes dibawa-bawa pelaku untuk memuluskan aksinya, padahal, sedikitpun saya tidak pernah menyebut atau meminta imbalan kepada Bides itu,”ungkap sumber.

Dia juga menyebutkan, kalau pelaku termasuk kerabat Bupati, sehingga dirinya enggan untuk mempertanyakan prihal pemotongan dilakukan T.  “Gimana saya mau bertindak, dia termasuk dekat dengan Bupati, tapi ya sudahlah, biar dia makan uang potongan itu,” kesalnya.

Kabar kedekatan pelaku dengan Bupati Langkat Ngogesa Sitepu, tampaknya sangat beralasan. Soalnya, pihak Dinkes sendiri, harus terlebih dahulu melapor ke Bupati Langkat untuk melakukan tindakan kepada pelaku terkait pemotongan tersebut. “Kita  lapor dulu ke Bupati, baru kita surati bersangkutan,” kata Kasubag Umum Dinkes Langkat Dimpu Sianturi.

Ketika ditanya lebih lanjut kabar kedekatan itu, Dimpu enggan mengomentari dan mengalihkan  pembicaraan. “Alah,  kalau itu saya nggak ngerti kali, tapi Kadis (Kepala Dinas,red) sudah berangkat menemui Bupati,” ungkapnya.
Dimpu juga membantah keterlibatannya dalam pemotongan dana insentif  tersebut. Untuk itu, dirinya berjanji akan memanggil bersangkutan (T) untuk dimintai keterangan dan memberikan keterangan sebenarnya kepada wartawan. “Besok (hari ini,red), kita surati secara resmi yang bersangkutan untuk dimintai keterangannya. Agar lebih jelas, wartawan dapat langsung meminta keterangannya bila dia datang ke Dinkes,” janjinya.(ndi)

Rusak Sekolah, 4 Pelajar Diamankan

PERDAGANGAN- Empat pelajar SMK yang diduga melakukan pengerusakan serta pencurian di Komplek Perguruan SMK Abdi Sejati Kelurahan Kerasaan Kecamatan Pematang Bandar, Senin (2/5) sekira pukul 23.00 WIB diamankan Polsek Perdagangan.

Keempatnya adalah NS (18) warga Sidaludalu Riau, DFG (18) warga Sei Bejangkar Batubara, RFP (17) warga Tanjung Balai, JP (18) warga Balam Pekan Baru.

Dari keterangan yang diperoleh di Mapolsek Perdagangan, ke-4 siswa ini sebelumnya ditangkap perguruan SMK Abdi Sejati, setelah mengetahui adanya pengerusakan dan pencurian yang dilakukan ke- 4 nya, baru mereka diamankan.
Sebelumnya ke-4 pelajar yang tinggal di asrama itu mencuri pakaian dan gitar milik pelajar lainnya dengan terlebih dahulu merusak pintu asrama, dinding kamar dan lemari.

Aksi ke-4  siswa ini ternyata diketahui pula dua orang temannya yang kemudian melaporkannya ke pihak perguruan dan selanjutnya memberiathukan kepada orangtua masing-masing untuk dilakukan pembinaan. Tapi ternyata tidak ada yang datang sehingga atas perintah yayasan perguruan k-e 4 siswa diserahkan kepada pihak yang berwajib guna pemeriksaan lebih lanjut.(bim/smg)

Sengketa Tanah, Satu Tewas

SAMOSIR- Warga Siduma-duma Desa Parbaba Dolok Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir tiba-tiba heboh. Soalnya, Mangumbang Sihaloho (37) tewas di tempat, Mak Sentia/Esra Br Simbolon (40) kritis dan Manaek Sihaloho dirujuk ke rumah sakit di Medan guna mendapatkan perawatan, kemarin (4/5).

Purba, keluarga korban mengatakan, awal mulanya ada saling klaim kepemilikan tanah di Desa Parbaba antara keluarga Sentia/Jonata Sihaloho dengan Jabaru Sitindaon. Purba mengaku, Lae Simangumbang selain bertani dia membuka usaha kedai tuak untuk menambah penghasilan menghidupi keenam anaknya yang masih kecil-kecil. Kemudian terjadi pertengkaran sehingga membuat nyawa melayang.

Manurut Sitindaon Kepala Desa Parbaba Dolok membenarkan ada pembunuhan di Parbaba Dolok tepatnya di Dusun III Siduma-duma, dan motif pertikaian sampai sekarang belum jelas diketahui dari aparat pemerintah desa.
Kapolres Samosir AKBP Edward.Sirait membenarkan kejadian itu, akan tetapi pihaknya belum dapat memberikan penjelasan yang detail, karena para pelaku masih dilakukan pemeriksaan. “Mungkin Kamis, (hari ini red) akan kita berikan keterangan,’’ ujar Burju.

Burju menambahkan, Esra Simbolon (40) dan Naek Sihaloho (23) saat ini dalam kondisi kritis dan sudah dilarikan  ke RSU Adam Malik Medan untuk mendapatkan perawatan.(nsi/smg)

Kelainan Seks, Suami Pukul Istri

TEBING TINGGI- SH (32), warga Jalan Abadi, Dusun II, Desa Paya Lombang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai, Selasa (3/5) sekira pukul 22.30 WIB memukul istrinya, NR (28) hingga babak belur. Diduga penyebab ketidakharmonikasi pasangan suami istri itu dikarenakan persoalan seksual.

Akibat pemukulan ini, NR membuat pengaduan ke Mapolres Tebing Tinggi, Rabu (4/5). Laporan itu diterima petugas Mapolres Tebing Tinggi dan langsung mengecek ke tempat kejadian perkara.

Pengakuan NR ketika membuat laporan, dia dipukul di bagian bibir satu kali, muka dicakar dan menjambak rambut. Akibatnya, bibir atas pecah, pelipis luka gores serta bagian kepala mengalami luka memar.

Ibu dua anak ini mengaku, diduga penyebab penganiayaan tersebut karena suaminya SH mengalami kelainan seks. “Setiap mengajak berhubungan, suami saya selalu main pukul. Saya sudah tidak tahan terus disiksanya, hampir setiap hari mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT),” kata NR yang mengaku akan meminta cerai dengan suaminya.
Kasat Reskrim Polres Tebing Tinggi, AKP Lili Astono mengaku sudah menurunkan tim untuk mengungkap kasus penganiayaan tersebut. “Kita perintahkan anggota untuk melakukan penangkapan terhadap SH. Sayang pelaku sudah keburu melarikan diri, sementara kini, pelaku (suami-red) masih dalam pengejaran petugas,” tegas Lili.(mag-3)

Ulat Bulu Serang Pohon Sotul

SIDAMANIK- Ribuan ekor ulat bulu berwarna coklat menghabisi daun pohon Sotul, milik A Siburian di persawahan Dusun Manik Siantar, Nagori Bahal Gajah, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Rabu (4/5).
Menurut Siburian kejadian itu sudah berlangsung selama satu minggu. Pertama melihat ulat bulu tersebut, Siburian menyebut jumlahnya masih sedikit, yakni sekitar lima puluh sampai seratus ekor. “Pas kami lihat, kami langsung membakarnya,” ujar dia sembari mengatakan dirinya heran melihat ulat bulu itu semakin bertambah dengan jumlah yang lebih banyak.

Kata dia, bulu ulat bulu berukuran kurang lebih enam centi meter itu, mampu menembus telapak kaki bila terpijak. “Ditembusnya telapak kita. Kalau kena kebadan, gatalnya minta ampun,” ujarnya. Kata dia, melihat warnanya coklat ke abu-abuan, warga tidak mengetahui keberadaan ulat bulu tersebut bila tidak diperhatikan dengan teliti.
Sementara itu, Asido Simaremare, warga setempat meminta agar pihak-pihak terkait segera melihat keberadaan ulat bulu itu, dan memusnahkannya. “Cemana tidak cemas, dalam waktu seminggu ulat itu bisa menghabiskan daun Sotul hingga botak,” ujarnya sembari memperlihatkan ulat bulu itu sudah menyerang pohon coklat yang berdekatan dengan pohon Sotul yang sudah gundul itu.

Ditegaskan Asido, melalui pemberitaan dikoran, dirinya berharap Pemkab Simalungun melalui instansi teknis dapat berkunjung ke daerah mereka.

, untuk memusnahkan ulat bulu tersebut. Kata dia, bila ulat bulu tersebut tidak segera diatasi, mungking seluruh tanaman yang ada di daerah mereka akan habis diserang.

“Uniknya, siang hari ulat bulu ini tidak beraktifitas dan hanya berkumpul-kumpul,” sambung Siburian menunjukkan kumpulan ulat bulu yang ada di batang pohon Sotul tersebut. Kata dia, ulat bulu itu menghabiskan daun Sotul tersebut dimungkinkan pada malam hari.(mag-01/smg)

Pemuda Tiga Ras Tenggelam

NAGORI TIGA RAS- Hendro Edwart Sinaga (26) warga Nagori Tiga Ras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, tenggelam di dasar Danau Toba, Nagori Tiga Ras. Hendro tenggelam,  saat hendak mengambil ikan untuk dijual ke pasar, Rabu (4/5) sekira pukul 04.30 WIB.

Sitio (35), warga setempat, yang mengaku satu profesi dengan Hendro sebagai petani doton (jaring penangkap ikan yang dipasang didalam danau), menduga korban tenggelam saat hendak menaiki pukat.

“Pagi itu ombak kencang, mungkin pas mau mengikatkan solu-nya di dapur-dapur pukatnya. Dia (korban red) tergelincir dan terpental kedanau,” ujarnya menyebut pukat korban mengalami kerusakan. Kata dia, korban sudah berencana untuk memperbaiki pukat itu, sebab, kejadian yang sama sudah dua kali terjadi.

Dimungkinkan karena tidak tahan berenang ke tepi danau, Sitio mengatakan, korban sempat menjerit minta tolong. “Ibunya (Sinde boru Turnip) yang mendengar teriakan itu,” ujarnya menyebut ibu korban kemudian memberitahukan teriakan yang datangnya dari pukat korban kepada warga lain, sembari turun kedanau memastikan teriakan itu. (mag-1/smg)

Warnet Terbakar

LUBUK PAKAM– Satu unit rumah toko (ruko) milik Darma Putra Sembiring (33) Jalan KH Ahmad Dahlan Kota Lubuk Pakam, terbakar Rabu (4/5) pukul 05.45 WIB. Ruko yang digunakan untuk usaha warung internet itu, dikontrak  kepada pasangan suami istri Ismail (29) dan Sri Wahyuni (35).

Ketika kebakaran terjadi pasutri itu tengah tertidur pulas di lantai dua. Gumpalan asap yang datang dari arah lantai bawah, membangunkan Ismail dan Sri Wahyuni. Tanpa sempat menyelamatkan barang berharga miliknya, Ismail langsung mengevakuasi keluarganya lewat lantai dua, melompat ke timbunan pasir yang berada di toko material bangunan yang berada di sampingnya.

Warga yang mengetahui peristiwa itu, langsung menghubungi pemadam kebakaran Pemkab Deli Serdang. Selang beberapa menit, api berhasil.

Kapolsek Lubuk Pakam, AKP Muhammad Ikhwan Khalik mengatakan untuk sementara, dugaan penyebab kebakaran itu akibat hubungan arus pendek pada jaringan listrik yang berada di lantai satu.(btr)

Warga Ancam Ikut Merambah

Terkait Pengalihfungsian Hutan Negara di Langkat

Perambahan Hutan Negara Desa Suka Maju, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat terus berlanjut. Ditengarai perambahan itu dilakukan oleh pengusaha ‘nakal’ yang dilindungai oknum pemerintah kabupaten (Pemkab).

Ya, perambahan hutan di Kabupaten Langkat, tampaknya belum bisa diatasi oleh Pemerintah Kabupaten dibawah pimpinan H Ngogesa Sitepu dan Budiono. Pasalnya, perambahan terus saja terjadi di kawasan seluas hampir 50 hektar tersebut tanpa ada tindakan keras dari aparat pemerintahan setempat. Bahkan, Pemkab Langkat seperti “dipecundangi” oleh pengusaha karena tidak mengindahkan surat teguran Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) Langkat, Nomor: 522.4-/HUTBUN/2011, untuk menghentikan aktivitas perambahan. Buktinya, sebuah alat berat (excavator) masih tetap beroprasi di kawasan tersebut.

Akibat lemahnya pengawalan Pemkab Langkat terhadap hutan negara di pesisir, membuat Rukun Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Desa Suka Maju, Akhyar, kepada wartawan beberapa waktu lalu, mengancam akan merambah hutan negara, apabila persoalan ini tidak disikapi. “Apabila perambahan hutan di kawasan Suka Maju tidak ditindaklanjuti, berarti Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat, ikut terlibat secara langsung mapun tidak dengan cara melakukan pembiaran atas perambahan tersebut. Kalau memang Pemerintah Kabupaten Langkat membiarkannya, maka kami juga akan turut serta melakukan perambahan hutan di kawasan,” ancamnya.

Kekesalan Akhyar, terkait hancurnya ekosistem laut di pesisir, akibat rusaknya kawasan hutan mangrove, yang merupakan lahan pokok bagi masyarakat nelayan di daerah pesisir. Atas dasar  inilah, HNSI melayangkan surat benomor 01/RKN/SKM/04/2011 mengenai ketegasan hukum terhadap para perambah hutan yang masih berlanjut, kepada intansi Pemerintah Kabupaten Langkat, termasuk kepada Bupati Langkat, DPRD Langkat Dinas Kehutanan Langkat, Kapolres Langkat dan Dinas terkait lainnya, agar persolan perambahan hutan di Kabupaten Langkat, khususnya di Desa Suka Maju, segera diberangus.

Indikasi keterlibatan Pemkab Langkat, seperti diutarakan Akhyar, juga sempat mencuat di Desa Suka Maju dengan menyebut salah seorang pimpinan Pemkab Langkat berinisial BD. Informasi yang beredar di kawasan tersebut, cepat-cepat dibantah oleh Wakil Bupati Langkat Budiono saat dihubungi Koran ini, Minggu (1/5) lalu. “Memang saya kenal dengan pengusaha itu, kan kami pernah sama-sama menjadi anggota dewan, mungkin kedekatan itulah yang dimanfaatkan dengan menyebut-nyebut nama saya, saya rasa itu hal wajar, tapi untuk memberikan izin, saya tidak ada hak,” bantahnya.

Demikian pula dengan Bupati Langkat Ngogesa Sitepu, kepada wartawan, Ngogesa mengaku, kalau dirinya tidak pernah akan memberikan izin terkait perambahan hutan dikawasan pesisir Langkat.  “Perambahan hutan negara di kabupaten Langkat, khususnya yang berada di wilayah pesisir pantai, seperti di Desa Karya Maju, Tapak Kuda dan desa pesisir pantai lainnya itu, tetap tidak akan saya izinkan,”katanya.

Ngogesa juga mengatakan, bahwa pihaknya akan segera membuat laporan ke intansi terkait perihal alat berat (eskavator-red) yang sampai saat ini terus merambah hutan. (ndi)

Kami Sudah Capek Bekerja…

Aksi perambahan hutan yang kerab terjadi di kawasan hutan pesisir Langkat, menjadi tanggung jawab besar bagi Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) Kabupaten Langkat. Dinas ini diharapkan untuk menghentikan atau meminimalisir aksi perambahan hutan di wilayah tersebut.

Ketika ditemui di kantornya, Rabu (4/5) kemarin, Kadis  Hutbun Langkat Supandi Tarigan mengaku, pihaknya telah maksimal melakukan tindakan perspektif terhadap sejumlah pengusaha “nakal” yang membuka lahan di kawasan hutan Negara di Langkat.

Namun yang menjadi persoalan, kata dia, pihaknya tidak ada wewenang untuk melakukan tindakan perspektif seperti yang diinginkan masyarakat banyak.

Pasalnya, ada instansi yang lebih berwenang menangani persoalan itu. “Dan kita telah melakukan koordinasi kepada pihak-pihak dimaksud,”ujarnya.

Mengenai seringnya perambahan dan pengalihfungsian hutan di Kabupaten Langkat, Supandi ditemani sejumlah stafnya mengaku, kalau dirinya siap turun ke lapangan bila ada laporan masyarakat terkait perambahan hutan di wilayah kerjanya. “Kita nggak mungkin kuasai semua lapangan yang begitu luas, makanya kita menunggu laporan warga dan akan kita tindak lanjuti segera sesuai kewenangan kita,”sebutnya.

Ketika dinyatakan Dishutbun Langkat lemah dalam hal pengawasan hutan, Supandi langsung tensi dan membantah tudingan tersebut.

“Jangan sesekali mengatakan Hutbun lemah dalam pengawasan hutan, karena kami sudah capek bekerja di lapangan,” ucapnya bernada tinggi sembari menunjuk staf-stafnya. (ndi)

Berat

Villareal vs Porto

VILLAREAL-Bukan tugas yang ringan bagi Juan Carlos Garrido, entrenador Villareal untuk membawa timnya melangkah ke partai final Europa League tahun ini.

Penyebabnya, apalagi kalau bukan kekalahan 1-5 yang dialami The Yellow Sub Marine (julukan Villareal) saat bertandang ke markas Porto, pekan lalu.

Kendati begitu Garrido mengatakan bahwa pada leg kedua yang berlangsung di Stadion El Madrigal yang berlangsung dinihari nanti dirinya akan meminimalisir kesalahan yang pernah terjadi pada leg pertama lalu.
“Hal pertama yang harus kami lakukan adalah mempercayai jika pemain memiliki kemampuan untuk mengalahkan mereka (FC Porto, Red). Apalagi saya melihat jika motivasi pemain sedang tinggi,” bilang Garrido.
Menurut Garrido, bukti dari tingginya motivasi pemain, adalah kemenangan 2-1 yang diraih Giuseppe Rossi saat menjamu Getafe.  “Saat itu kami sempat tertinggal. Namun dengan semangat tak kenal menyerah akhirnya kami mampu membalikkan keadaan,” urai Garrido.

“Besok (dinihari nanti, Red)  kita akan melihat apakah anak-anak mampu melakukannya lagi atau tidak. Jika ukurannya kualitas pemain, saya yakin anak-anak mampu melakukannya. Saya selalu percaya dengan kemampuan pemain,” tambahnya lagi.

Sementara itu di tempat terpisah pelatih Porto Andre Villas Boas mengatakan bahwa tim yang akan dihadapai anak asuhnya nanti adalah tim besar dengan materi pemain yang mumpuni.

Kendati begitu, Villas Boas tetap optimis jika Hulk dkk akan mampu mencuri kemenangan, seperti saat Porto mencuri kemenangan 4-0 di kandang Vittoria Settubal, akhir pekan lalu.

“Tak ada yang pernah menyangka jika kami mampu meraih kemenangan besar di kadang Setubal. Tapi itu kami lakukan. Memang, apa-apa yang tak pernah terpikirkan justru sering kali terjadi,” bilang Villas Boas.
Karena hal tersebut di atas Villas Boas pun mengatakan bahwa menghadapi Villareal nanti dirinya takkan tampil dengan sistem bertahan, meskipun Boas mengakui jika Villareal adalah tim yang sangat bagus ketika melakukan serangan ke jantung pertahanan lawan.

Nah, menyikap strategi yang kerap dilakukan calon lawannya itu, Villas Boas membeberkan jika pertandingan nanti bakal berlangsung menarik, karena dirinya pun menggaransi jika Falcao dkk akan  tampil menyerang.
Jika kedua kubu bakal tampil menyerang, siapakah menurut anda yang tampil sebagai pemenang pada pertandingan nanti? Apakah Villareal yang akan didukung puluhan ribu pendukungnya, ataukah Porto yang pada lawatan terakhir di kandang Spartac Moscow mampu mencuri kemenangan 5-2? Sama-sama kita tunggu jawabannya, dinihari nanti. (jun)

Presiden Pun Akui Sulit

Villareal vs Porto

PRESIDEN klub Villareal Fernando Roig tak menampik jika pertandingan melawan Porto bukanlah pertandingan yang gampang untuk dilewati. Prediksi Roig tadi terkait dengan penampilan timnya saat bertandang ke markas Porto, pekan lalu.  “Saya melihat peluang mereka (FC Porto) untuk tampil di babak final sangat besar. Namun, itu bukan berarti kami tak memiliki peluang dan ingin meninggalkan kompetisi begitu saja. Selama pertandingan belum berakhir, apa saja bisa terjadi,” bilang Fernando Roig, Presiden Villareal.

Karena hal tersebut Roig pun menghimbau kepada fans untuk terus mendukung  Giuseppe Rossi dkk, yang sejauh ini terus memperlihatkan semangat tak kenal menyerah, seperti saat membalikkan kekalahan 0-1 menjadi kemenangan 2-1 atas Getafe di ajang La Liga Primera.      “Saatnya menyatukan tekad untuk meloloskan tim ini,” bilang Roig. (jun)