25 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 15329

Nelayan Sulit Peroleh BBM Subsidi

BELAWAN- Nelayan tradisional di wilayah Medan bagin Utara mengaku masih kesulitan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) solar bersubsidi.

Seperti disampaikan seorang tokoh nelayan, Azhar Ong kepada wartawan koran ini, Senin (9/5). Dia memaparkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Dealer Nelayan (SPBN) PT AKR (Aneka Kimia Raya) merupakan dealer resmi yang ditunjuk pemerintah untuk mendistribusikan solar bersubsidi kepada nelayan tradisional, tapi pada pelaksanaannya terkesan disktriminatif melayani nelayan tradisional.

Bukti diskriminatif itu, sebutnya PT AKR di Kampung Kurnia Belawan cenderung melayani kebutuhan solar untuk kapal nelayan berkapasitas di atas 30 Gross Ton (GT) dari pada kapal nelayan tradisional yang sebagian besar berkapasitas di bawah 10 GT.

Padahal, ucapnya SPBN PT AKR di Kampung Kurnia Belawan setiap hari memperoleh jatah solar bersubsidi dari PT Pertamina sebanyak 21 kilo liter (KL) dan wajib dipasarkan kepada nelayan tradisional rata-rata Rp4.500 per liter. Sebenarnya jatah solar itu dipastikan cukup untuk memenuhi total kebutuhan nelayan tradisional di wilayah pesisir Belawan.

“Kami tidak percaya bila solar bersubsidi di SPBN PT AKR selalu cepat habis, karena pasokan dari Pertamina selama ini berjalan lancar,” tambahya.

Lebih lanjut, dia menerangkan jenis solar bersubsidi dialokasikan hanya untuk melayani kebutuhan kapal nelayan kecil dengan total kebutuhan mencapai sekitar 5.200 lebih KL per bulan. Selain wajib disalurkan melalui SPBN PT AKR, kebutuhan nelayan terhadap solar bersubsidi di Belawan dilayani tujuh unit Agen Penyalur Minyak Solar (APMS) binaan Pertamina dan satu SPDN binaan Pertamina Regional I.

Asisten Customer Relation Pertamina Pemasaran Region I, Rustam Aji menerangkan sejak berlakunya UU Migas No. 22/2001 maka posisi pertamina sebagai operator, sama dengan perusahaan minyak dan gas lainnya. Fungsi pengawas dipegang pemerintah melalui BPH Migas. (mag-11/ril)

Honda Gelar HRC 2011 di Medan

MEDAN-PT. Astra Honda Motor (AHM) bekerjasama dengan jaringan Main Dealer kembali menggelar balap motor bertajuk Honda Racing Championship (HRC) pada 28-29 Mei  2011.
Even yang berlangsung di Sirkuit Lanud TNI AU Polonia Medan ini merupakan bagian dari sembilan seri yang akan digelar di sembilan kota di Indonesia.

Arifin Posmadi, General Manager CV. Indako Trading Co mengungkapkan menyambut baik berlangsungnya HRC, karena even ini diyakini akan memberi pengaruh positif pada perkembangan dunia balap di Sumatera Utara.
Di sisi lain Arifin juga mengatakan pihaknya juga akan mengupayakan yang terbaik demi suksesnya ajang yang pertama kali digelar di Kota Medan.

“Gelaran akbar yang bertemakan Where Champions Are Born ini diharap mampu  melahirkan pembalap andal. Apalagi selama ini Sumut terkenal memiliki banyak pembalap andal,” ujar Arifin Posmadi.
Selain Kota Medan, even sejenis juga berlangsung di Jakarta awal April lalu, serta di Bandung, Jepara, Yogyakarta, Banjarmasin, Bali, Makasar, dan Surabaya.

Rencananya, HRC 2011 akan memperlombakan tujuh kelas yaitu MP1 bebek tune-up 125cc 4-tak terbuka, MP2 bebek tune-up 110cc 4-tak terbuka, MP3 bebek tune-up 125cc 4-tak pemula, serta MP4 atau bebek tune-up 110cc 4-tak pemula.

Tiga kelas lainnya adalah MP5 yaitu bebek standar 125cc 4-tak pemula, MP6 atau bebek standar 110cc 4-tak pemula dan MP7 yaitu motor matic bermesin standar sampai dengan 130cc terbuka.

Tim-tim andalan Honda di Sumatera Utara akan meramaikan even ini antara lain Honda Intrac, Kita-Kita Racing Community, Tomat Merah, Honda T7R, dan Honda Tommy Camel. Kelima Tim ini digawangi pembalap-pembalap berbakat seperti Yogi Hermana, Eko Riyanto, Jenius Simanjuntak, Zamet Pranata, Hambali, Tommy Hermawan serta masih banyak pembalap berbakat lainnya.

Sementara itu, Leo Wijaya, Marketing Manager CV. Indako Trading Co mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan pihaknya merupakan bentuk  keseriusan Honda di Indonesia untuk mencapai prestasi tertinggi di dunia ajang balap motor.

“Kami berharap gelaran ini dapat berjalan lancar dan bermanfaat bagi generasi muda yang merindukan ajang balap bergengsi untuk mengukir prestasi,” harap Leo Wijaya. (mag-9)

Pantai Barat Diancam Wabah Malaria

Ancaman mewabahnya malaria yang ditularkan nyamuk anopheles  di Sumut khususnya di wilayah Pantai Barat semakin menjadi, buktinya setiap tahun sering ditemukannya wilayah endemis. Bahkan, pada Mei 2011 ini ada sebanyak 700 warga terdeteksi malaria dan 91 diantaranya terjangkit malaria.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Sumut, dr Chandra Syafei Sp OG melalui Kepala Seksi Penanggulangan Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Sukarni kepada wartawan, Senin (9/5).

Sukarni mengatakan, sebanyak 91 warga yang terjangkit malaria itu terjadi di Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batanggadis, Mandailing Natal dinyatakan positif mengidap penyakit malaria. Munculnya itu memasukkan dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Sejak Kamis (5/5), tim sudah kita turunkan ke Mandailing Natal,” kata Sukarni.

Saat disinggung kategori KLB, Dinkes Sumut menjelaskan tingkat kasus malaria dua kali lipat dibanding dengan bulan sebelumnya dan banyak lagi kategori lainnya yang dapat dikatakan KLB.

“Makanya tim diturunkan ke wilayah endemis itu untuk melakukan pemeriksaan. Soal berapa jumlah penderita malaria di sana pada bulan sebelumnya, saya belum dapat informasi dari tim,” ungkapnya.

Dia juga menyebutkan, tim yang diturunkan ke Desa Tabuyung sudah melakukan penanganan seperti pemeriksaan kembali darah untuk memastikan apakah benar positif atau hanya demam biasa.

“Malaria positif disertai demam. Ini dari segi klinisi. Untuk itu perlu pembuktian lebih lanjut melalui pemeriksaan darah,” tandasnya.

Pengamat Kesehatan, dr Umar Zein menambahkan Madina merupakan daerah endemis, penanggulangan malaria seyogianya dilakukan secara terus-menerus. Kemudian, penyakit malaria juga menyangkut masalah lingkungan yang tidak bisa dirubah.

Untuk penanggulangannya, Dinkes harus melakukan penyediaan obat-obatan, kelambu, rumahsakit dan juga puskesmas. Untuk lebih meningkatkan penanggulangan malaria ini, harus ada program yang struktur dan terkoordinasi. (mag-7)

Asahan Loloskan Satu Atlet pada Selekda

KISARAN- Seleksi Daerah atlet panjat tebing yang dilaksanakan di Lapangan Merdeka Medan dari tanggal 7-8 Mei 2011 telah usai.

Atlet putri asal Asahan Nova Deprianti (16) berhasil menjadi utusan Pengprov  FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia) Sumut untuk mengikuti Pra PON yang berlangsung di Jakarta.

Ketua FPTI Asahan Bambang Siswanto melalui perbincangan telepon kepada METRO, Minggu (8/5) mengatakan bahwa secara umum utusan Pengurus Kabupaten (Pengkab) FPTI Asahan berada pada 3 besar setelah Kota  Medan dan Kabupaten Langkat.

Dikatakannya, sebanyak 7 Pengkab/Pengkot  FPTI se Sumut mengikuti Selekda yang dilakukan Pengprov FPTI Sumut. Adapun ketujuh  Pengkab/Pengkot FPTI yang mengikuti selekda tersebut adalah Deli Serdang, Langkat, Asahan, Medan, Binjai, Siantar, Tanjung Balai.

“Kita bangga dengan prestasi yang diperlihatkan atlet kita. Tapi kita takkan berpuas diri. Masih banyak yang harus dibenahi demi kemajuan atlet ke depannya,” bilang Bambang Siswanto.

Walau hanya meloloskan satu atlet, namun Bambang Siswanto mengaku bangga dengan perjuangan seluruh atlet, yang terdiri dari tiga atlet putra dan tiga atlet putri.

Adapun keenam atlet Asahan yang mengikuti Selekda tersebut adalah Acong, Dimas, Ismail, Nova Deprianti, Kartini dan Febri.

“Saya mengucapkan terima kasih atas perjuangan seluruh atlet serta dukungan KONI Asahan,” bilang Bambang.
Ditempat terpisah, Bustami Batu Bara, Pembina FPTI Asahan mengaku bangga dan gembira dengan prestasi yang diraih atlet Asahan.

“Selama ini mereka hanya berlatih dengan peralatan ala kadarnya. Jadi, ini prestasi yang sangat menggembirakan,” bilang Bustami. (van/smg)

IKASI Sumut Gelar Seleksi

MEDAN- Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Sumatera Utara akan menggelar seleksi guna menjaring atlet yang berlaga di ajang Pra PON yang berlangsung di Jakarta pada Oktober 2011 nanti.
Menurut Sekretaris IKASI Sumut Khairuman, gelaran seleksi itu akan berlangsung pada bulan Juni mendatang dan akan diikuti 19 atlet, yang terdiri dari 8 atlet putra dan sebelas atlet putri.

Kedelapan atlet putra  yakni Fauzi Wibowo, Gilang, Jabal Hidayat, Nugroho, Bram, Muhammad Riko, Muhammad Husein, dan Rizal. Sedangkan sebelas atlet putri adalah Rafika, Pika Saupika, Scal Fini, Miftahul Jannah, Dina Amriani, Rini Yuliani, Hairani, Diah Rahmayati, Yuliani dan Murni.

Terkait atlet yang menjadi andalan saat mengikuti Pra PON nanti, Khairuman mengatakan bahwa pihaknya masih mengandalkan Dian Rahmayati dan Jabal Hidayat. “Kedua atlet ini merupakan atlet pelatnas, yang tentunya memiliki jam terbang yang lebih baik dibanding rekan-rekannya yang lain. Jadi wajar jika kita menaruh harapan kepada keduanya,” ujar Khairuman. (omi)

Preman Nyamar jadi Buruh Bongkar Muat

BELAWAN- Polsek Belawan mengamankan sebanyak 16 orang warga Sicanang-Belawan yang menyaru sebagai buruh bongkar muat dalam operasi operasi pekat premanisme. Sejumlah warga itu diamankan karena melakukan pungutan liar kepada para supir truk,  Senin (9/5).

Kapolsek Belawan, Kompol A H Pulungan mengatakan sebanyak 16 orang warga Sicanang yang diamankan tersebut  terjaring dalam operasi pekat premanisme  yang berkedok buruh Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI), warga itu akan melakukan bongkar pupuk di PT Belawan Deli dan berencana mendirikan Plang SPTI.
Dalam kerjanya, warga itu sebutnya selalu menyetop truk yang lewat dan berpura-pura menjual minuman dengan mendirikan tenda dipinggir jalan. Setelah memberhentikan tersebut, mereka meminta uang dengan alasan untuk SPSI/SPTI.

Selanjutnya, 16 orang tersebut diboyong ke Polsek Belawan beserta barang bukti berupa satu unit Plang SPTI. Ke-16 orang yang diamankan yakni MS, SN, MAR, WG, TH, SUP, JP, AL S, ZUL, BAR S, EF, AND P, AW, M IND H, BUD, dan TR. Seluruhnya dibawa ke Polres Pelabuhan Belawan.

“Kami tetap meningkatkan pengamanan di wilayah kami dengan cara melakukan operasi rutin,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia menambahkan sebelumnya Sabtu, (7/5) delapan warga Sicanang yang dipimpin Doharman Harianja sudah kami amankan dan selanjutnya diberikan arahan dan dinasehati di Polres Pelabuhan Belawan.
Namun, mereka masih tetap saja membandel melakukan aksi tersebut. (mag-11)

Tempah Pelayar Andal

Akademi Maritim Indonesia (AMI) Medan

Pada 24 Nopember 1960, Yayasan Pendidikan Maritim Medan, HM Sani SH, berinisiatif mendirikan Akademi Perdagangan Pelayaran (APP). Lalu, pada 1984 hingga sekarang, berganti nama menjadi Akademi Maritim Indonesia (AMI) Medan.

Sejatinya, inisiatif ini muncul sebagai bentuk kepedulian terhadap remaja untuk dijadikan seorang tenaga ahli profesional yang memahami manajemen pelayaran, sekaligus mampu mengaplikasikan alat bantu manajemen pelayaran niaga.

Setiap taruna, sebutan untuk para peserta didik yang mengikuti pendidikan di AMI, akan diberikan keterampilan dalam ilmu teknologi pelayaran sebagai perwira pelayaran niaga di kapal-kapal nasional maupun internasional. “Hal ini kita lakukan secara berkelanjutan dan terus meningkatkan mutu pendidikan dengan mengacu pada kompetensi yang dibutuhkan pada lapangan kerja maupun standar yang ditetapkan oleh International Maritime Organization (IMO),” ujar Pembantu Direktur I AMI, M Nur ST, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (9/5).

Eksistensi itu semakin dibuktikan AMI dengan memperoleh perizinan yang menjadi suatu kekuatan terjaminnya penyelenggaraan Diklat kepelautan. Salah satunya adalah rekomendasi dengan klasifikasi “B” untuk tiga jurusan program studi yang disediakan AMI, yakni jurusan Teknika dan Nautika serta program Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga (KPN).

AMI Medan sebagai akademi maritim pertama dan tertua di luar Pulau Jawa, telah memiliki alumni  yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan luar negeri dan mampu menjabat berbagai posisi penting. Kini AMI Medan semakin mengokohkan diri sebagai satu-satunya kampus yang berada di Medan dengan memiliki pengakuan (Approval) dari Dirjen Perlautan.

Bahkan dalam ragka meningkatkan mutunya, AMI Medan telah melakukan kerja sama dengan beberapa lembaga pendidikan ternama seperti Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta dan lainnya. (uma)
instansi pemerintah maupun swasta yang ada di Indonesia maupun internasional.
“Sejauh ini sedikitnya lebih dari sembilan lembaga pendidikan dan perusaahan yang telah menjalin kerja sama dengan kita. Selain untuk penyerapan tenaga kerja sekaligus tempat praktik para taruna yang sedang menimpa ilmu di AMI Medan,” sebutnya.(uma)

Alumnus Tersebar di Dalam dan Luar Negeri

Di usia emasnya yakni  50 tahun, Akademi Maritim Indonesia, mampu memberikan berbagai kemajuan terhadap perkembangan akademinya. Selain telah memperoleh Pengakuan (Approval) dari Dirjend Perla No.DL/23/1/19.04 selama 5 (lima) tahun, AMI baru-baru ini juga telah menamatkan 70 kadet yang lansung diberikan Kementerian Perhubungan melalui Dewan Penguji Sertifikasi Kepelautan (DPKP).

“Ada 70 taruna yang baru saja lulus, yang terdiri dari 25 orang Ahli Nautika Tingkat III (ANT III) dan 45 Ahli Teknika  Tingkat III (ATT III),”  ujar Direktur AMI Yuris Danilwan Phd, saat dikonfirmasi belum lama ini.
Sementara beberapa waktu sebelumnya menurut Yuris, AMI juga menjalani telah ujian kelautan yang diikuti sebanyak 114 taruna angkatan tahun 2008, yang mana selanjutnya para taruna akan menjalani praktik kapal pada pelayaran asing dan dalam negeri.

“Sesuai program Diploma III yang diterapkan dalam pendidikan AMI Medan. Sampai bulan ini sedikitnya AMI telah menghasilkan 90 kadet untuk angkatan 2008,” ungkap Yuris.

Kini sesuai dengan semakin tingginya kebutuhan dunia terhadap perwira kelautan kelas III (Diploma III) yang mencapai angka 18.000 hingga tahun 2014 mendatang, AMI Medan memberikan kesempatan yang besar terhadap  peserta didik untuk mengikuti program  yang diterapkan. “Bayangkan saja setiap tahun dari seluruh tamatan sekolah pelayaran yang ada di Indonesia rata-rata per tahun hanya menamatkan taruna sebanyak 1800 orang, angka ini tidak sebanding dengan kebutuhan dunia yang mencapai 18000 orang. Kenyataan itu menunjukkan betapa besarnya peluang penyerapan dunia kerja di bidang pelayaran niaga,” sebutnya.

Bahkan, sejauh ini hampir seluruh tamatan AMI Medan langsung bekerja di perusahaan pelayaran swasta maupun BUMN, nasional dan internasional. (uma)

Gara-gara Emas Palsu

MEDAN-Aksi penipuan yang dilakukan Kawidasen berakhir di kantor polisi. Pria berusia 28 tahun Warga Jalan Musala, Desa Lalang, Kecamatan Sunggal itu diringkus pegawai kantor Pegadaian cabang Jalan Darusalam Medan, saat hendak menggadaikan perhiasan emas palsu, akhir pekan lalu.

Keterangan yang dihimpun, awalnya pria keturunan India tersebut ingin menggadaikan perhiasan emas ke kantor Pegadaian. Namun, saat itu petugas Pegadaian sudah menerima informasi dari beberapa kantor Pegadaian di Medan yang sudah tertipu dengan prilaku tersangka.

Usai petugas Pegadaian memeriksa perhiasan emas yang dibawa Kawidasen. Ternyata benar, emas yang dibawa tersangka itu palsu. Dimana, perhiasan itu terbuat dari besi biasa yang dilapis emas. Petugas langsung mengontak beberapa Pegadaian di Kota Medan untuk mengetahui ciri-ciri pelaku yang sebelumnya. Sama seperti informasi yang didapat, ciri-ciri pelaku sama dengan tersangka. Petugas Pegadaian pun langsung menghubungi petugas keamanan (sekuriti) yang berada di luar gedung dan langsung menahan Kawidasen. Kawidasen beserta barang bukti kemudian diboyong ke Mapolresta Medan.

Saat dilakukan pemeriksaan, tersangka mengaku aksi itu dilakukannya atas suruhan temannya Tanjung (40), warga Jalan Gatot Subroto, Simpang Barat, Kecamatan Medan Baru.”Dari pengakuannya, tersangka melakukan aksinya di 30 kantor cabang Pegadaian di kota Medan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Fadillah Zulkarnaen.

Dikatakan, Fadillah penahanan tersangka berkat kesigapan dari pegawai kantor Pegadaian yang sudah sempat tertipu. “Itu kemarin serahan dari Pegadaian, sekarang masih kita periksa dan sedang kita kembangkan,” tegasnya.(adl)

Bisa Dihitung dengan Jari

Pemerintah Kota Medan tampaknya tak serius untuk melakukan percepatan pembangunan di Kawasan Medan Utara. Buktinya pembangunan infrastruktur pendidikan masih sangat minim.

Bukan itu saja, sampai saat ini Dinas Pendidikan Kota Medan dan Sumut belum mengarahkan agenda yang diprioritaskan khususnya didunia pendidikan di daerah Medan Utara. Kenapa? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Nopan Hidayat dengan Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumut, Rudianto SSos Msi.

Apa tanggapan Anda tentang minimnya sarana pendidikan di Medan Utara?
Menurut saya dibandikan daerah yang ada di Medan, empat Kecamatan di  kawasan Medan Utara tertinggal, terutama sarana dan prasarana pendidikan. Hal tersebut, bisa dilihat dari minimnya sekolah yang ada di daerah ini. Kemudian kondisi sekolah-sekolah mulai Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Mengah Atas (SMA) sangat memprihatinkan. Tidak ada satupun sekolah favorit di kawasan Medan Utara. Jumlah SMA dan SMP misalnya, bisa dihitung dengan jari. Kalau ini dibiarkan, maka kualitas sumber daya manusia di kawasan ini akan sulit diperbaiki.

Apa Penyebabnya?
Penyebabnya tentu saja strategi dan kebijakan pembangunan yang tidak merata yang dilakukan Pemerintah Kota Medan selama ini. Pemko Medan sepertinya memprioritaskan kawasan Medan Utara untuk industri, tanpa memperhatikan bahwa kawasan ini juga adalah kantong kehidupan masyarakat yang sangat padat yang perlu dipenuhi sarana dan kebutuhan hidup lainnya sama seperti kawasan lain.

Apa dampaknya?
Akibatnya mutu pendidikan di kawasan Medan Utara menjadi rendah dibandingkan kawasan lain.

Apa yang harus dilakukan Pemko Medan?
Pemerintah Kota Medan harus membuat skala prioritas program untuk memperbaiki Kawasan Medan Utara terutama mutu pendidikan termasuk sarana pendidikannya.

Apa imbauan Anda?
Harus ada kebijakan misalnya dengan mengalokasikan anggaran pendidikan khusus untuk kawasan Medan Utara di APBD Medan. Bisa juga dengan menggalang kerjasama melalui dana CSR dari kalangan industri yg banyak terdapat di Medan Utara. Sarana utama yang harus prioritas adalah jumlah bangunan sekolah harus ditingkatkan, kualitas bangunan sekolah yg ada diperbaiki, melengkapi sarana perpustakaan, laboratorium dan sarana olahraga di sekolah-sekolah. (*)