25 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 15330

Antisipasi Korupsi di Empat SKPD

KPK datangi Pemko Medan

MEDAN-Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kota (Pemko) Medan, mendapat supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (9/5). Tujuannya untuk mengantisipasi korupsi di empat SKPD.

Usai  acara pejabat Pemko Medan di empat SKPD itu menghindar ketika hendak dikonfirmasi wartawan.
Kepala Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB), Syampurno Pohan,  langsung meninggalkan Balai Kota Medan. “Iya, tiga hari acaranya,” jawabnya sembari meninggalkan wartawan. Sikap yang tidak jauh berbeda diperlihatkan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Kota Medan, Darussalam Pohan.
“Ke Inspektorat saja ya,’ jawabnya berulang-ulang kali.

Saat ditanya Sumut Pos, apakah kehadiran KPK ke Pemko Medan dikarenakan memang banyak pejabat Pemko Medan yang terjerat kasus korupsi? Kembali lagi, dengan pernyataan berulang-ulang diungkapkan Darussalam Pohan dengan mengatakan, yang bisa memberikan keterangan adalah Inspektorat Pemko Medan.
“Inspektorat saja, kan mereka yang mengundang kita,” jawabnya.

Mendengar jawaban yang ketakutan seperti itu, membuat Sumut Pos dan sejumlah wartawan lainnya gerah dan meninggalkan Darussalam Pohan.

Tak jauh berbeda dengan yang ditunjukkan Kepala Inspektorat Pemko Medan, Farid Wajedi yang ditanya mengenai kehadiran KPK. Farid Wajedi berupaya untuk menghindari kejaran wartawan.

Namun, setelah didesak akhirnya Farid Wajedi menjelaskan, proses supervisi KPK tersebut akan berlangsung selama 3 hari sejak kemarin, hingga Rabu (11/5).

“Ini tujuannya pembinaan saja, dan hasilnya tidak akan diumumkan. Dan sampelnya empat SKPD saja. Jangan karena KPK datang seolah-olah ada masalah,” kilahnya.

Beda hal nya dengan yang ditunjukkan Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu, Wiriya Al Rahman saat ditanyai sejumlah wartawan. Dan Wiriya dengan tegas menjawab pertanyaan Sumut Pos mengenai, apakah kehadiran KPK ke Pemko Medan karena banyaknya kasus korupsi di Pemko Medan, Wiriya menjawab, kehadiran KPK adalah sebuah bentuk supervisi untuk pencegahan tindakan korupsi.

“Ini progres inisiatif anti korupsi. Apa namanya, SKPD-SKPD ini kan punya program. Kita (BPPT) punya niat untuk anti korupsinya. Jadi kehadiran KPK ini untuk pencegahan tindakan korupsi sejak dini,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota KPK yang hadir yakni, Litbang KPK, Anis Wijayanti yang didampingi Fungsionaris Litbang KPK, Lira Redata menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan antisipasi atau pencegahan tindak pidana korupsi. Dan itu terlepas dari fakta integritas pelayanan publik yang dikeluarkan oleh KPK terhadap Pemko Medan.

“Ini tahun ketiga. Akan mengadakan inisiatif anti korupsi. Tahun ini pesertanya ada 28. Jadi salah satunya adalah Pemko Medan. Hari ini adalah dalam rangka verifikasi jawaban questioner dari KPK,” bebernya.
Ditambahkannya, questioner yang diperkirakan sebanyak 60 soal tersebut terdiri dari beberapa indikator yakni, kode etik, ada pengaduan masyarakat, penyelenggara negara, pengadaan. Pokoknya ada lima indikator utama, nanti ada turunannya lagi,” tambahnya.(ari)

Mati Lampu, Dewan Malas Rapat

MEDAN- Lampu listrik di gedung DPRD Medan padam pada pukul 15.50 WIB, atau setelah setengah jam dibuka, Senin (9/5), saat mengikuti rapat paripurna rekomendasi DPRD Medan atas Rapat Gabungan Komisi-komisi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemko Medan.

Akibatnya, anggota DPRD Medan yang hadir satu per satu meninggalkan ruang sidangn Anggota DPRD Medan lainnya Aripay Tambunan dengan berkelakar di tengah kegelapan, dengan berpura-pura mengangkat telepon selulernya dan menyatakan matinya listrik di gedung dewan terhormat tersebut, karena belum bayar rekening listrik.
“Halo Pak. Saya lagi di gedung dewan, lampunya mati. Karena belum bayar rekening, Pak!” katanya yang langsung disambut gelak tawa oleh anggota DPRD Medan lainnya.

Nah, anggota DPRD Medan Muslim Maksum di tengah kegelapan itu juga sempar berkelakar. “Nanti dibilang Bang Sabar (Sabarsyam Surya Sitepu, Red), saya pula yang mematikannya,” ujarnya.
Dan pernyataan ini langsung disambut Sabar dengan menyatakan, Muslim Maksum ini pandai menyindir. “Lim-lim (Muslim Maksum, Red), pandai kali ngekik,” jawabnya.

Perdebatan ringan antara dua anggota DPRD Medan ini, juga telah terjadi beberapa menit sebelum padamnya listrik. Saat itu, Muslim Maksum melakukan interupsi dan menyarankan, agar Sabar Sitepu yang membacakan hal-hal yang penting saja terkait hasil rekomendasi DPRD Medan mengenai Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Pemko Medan Tahun 2010.

“Interupsi ketua, sebaiknya yang dibacakan yang inti-intinya saja. Kalau dibaca semua, nanti yang bacakan kecapean. Sekedar usul ketua, terima kasih,” saran Muslim.

Ketua DPRD Medan Amiruddin tampak langsung menanggapi, namun kemudian dipatahkan oleh Sabar Sitepu dan menyatakan, dirinya tidak letih kalau hanya membacakan hasil rekomendasi tersebut secara tuntas.
“Maaf ketua, saya yang membacakan ini saja tidak merasa capek. Jadi, bisa saya lanjutkan ketua?” tanya Sabar kepada Amiruddin.

Amiruddin kemudian mempersilahkan Sabar untuk melanjutkan pembacaan hasil rekomendasi DPRD Medan tersebut. Namun, beberapa menit kemudian listrik langsung padam.
Rapat yang seharusnya dimulai pukul 14.00 WIB, namun molor dan baru dimulai pada pukul 15.20 WIB. Itu pun setelah Ketua Komisi C DPRD Medan Jumadi langsung angkat bicara, supaya rapat paripurna segera dimulai.
“Pimpinan, sekarang sudah pukul 15.20 WIB, kita sudah terlalu lama molor dari jadwal yang ditetapkan,” kata Jumadi.
Ketua DPRD Medan, Amiruddin yang memimpin sidang langsung menyahuti usulan itu dan  membuka sidang. Pantauan Sumut Pos, tercatat sebanyak 15 kursi anggota DPRD Medan melompong.

Ke-15 kursi tersebut adalah yang diduduki, Deni Ilham Panggabean, Damai Yona Nainggolan, Parlindungan Sipahutar, Irwan Sihombing, Surianda, Ainal Mardiah, Ahmad Arif, Landen Marbun, Ahmad Parlindungan Batu Bara, Bangkit Sitepu, Janlie dan baru masuk 19 menit setelah rapat dibuka, Godfried Effendi Lubis, Remon Simatupang, Ikrimah Hamidy yang terlihat baru masuk pukul 15.37 WIB, dan satu kursi kosong lainnya adalah atas nama Budiman Panjaitan.

Pantauan Sumut Pos sebelum rapat tersebut dimulai, Surianda tampak terlihat di kursinya, namun ketika rapat dimulai dan sampai Sumut Pos meninggalkan ruang rapat tersebut sekira pukul 14.10 WIB, Surianda tak terlihat lagi. Begitu pula dengan Ahmad Arif, dimana sebelum rapat dimulai dirinya tampak hadir dan bahkan sempat bertegur sapa dengan Sumut Pos. Namun anehnya, ketika rapat Ahmad Arif tak berada di tempat.

Pemandangan yang seolah lazim pada setiap rapat adalah banyaknya, anggota DPRD Medan yang hilir mudik. Tercatat ada beberapa yang keluar dari ruang sidang antara lain, Juliandi dan Jumadi keluar ruang rapat sekira pukul 15.30 WIB, sedangkan HT Bahrumsyah keluar pukul 15.36 WIB, Kuat Surbakti pukul 15.40 WIB dan Hasyim SE pukul 15.43 WIB.

Salah seorang wartawan yang tepat disamping Sumut Pos menyatakan, untuk anggota Fraksi PKS yang keluar dikarenakan menunaikan ibadah salat Ashar.

“Kalau orang PKS keluar rapat, karena salat, yang lain nggak tahu,” kata wartawan tersebut kepada Sumut Pos.
Berdasarkan rapat tersebut, terkesan semakin malasnya anggota DPRD Medan untuk mengikuti rapat. Namun berbanding terbalik ketika ada agenda kunjungan kerja (kunker) DPRD Medan. Di sisi ini, kegiatan kunjungan kerja (kunker) ke luar daerah, sangat jarang anggota Dewan yang absen. Seperti kunjungan yang akan dilaksanakan pada Selasa, 10 Mei 2011 (hari ini, Red) ke Jakarta dan Surabaya oleh Badan Musyawarah. Sekira 21 orang anggota Badan Musyawarah DPRD akan ramai-ramai berangkat.(ari)

Heboh, Tabung Racun Api Meledak

MEDAN-Warga Lingkungan VII, Kelurahan Suka Raja, Kecamatan Medan Maimon mendadak heboh. Pasalnya, di Toko Laris Jaya tempat pengisian ulang racun api di Jalan Brigjen Katamso mengeluarkan suara ledakan keras, Senin (9/5) sekitar pukul 11.00 WIB.

Akibatnya, pemilik toko berlantai III no 245, Jimy Rustam mengalami luka bakar di lengan sebelah kanannya sepanjang 10 cm. Warga di sekitar lokasi langsung melarikannya ke RS Permata Bunda untuk menjalani perawatan medis.
Keterangan yang diperoleh di lokasi, diduga tabung racun api yang sudah tidak layak pakai masih digunakan oleh Jimy dengan cara mengisi ulang.

“Tabung tersebut kami dapat dari kapal, sewaktu suamiku (Jimy Rustam, Red) mengisi ulang obat racun api tabung tersebut. Tiba-tiba saja langsung meledak,” ujar Christine, istri korban yang ditemui di lokasi.

Dijelaskan Christine, ledakan yang keras tersebut keluar dari tabung yang sudah tidak layak pakai lagi. Sehingga pecahan tabung mengenai lengan kanan Jimy. “Karena bawah tabung sudah bekarat, sehingga tidak mampu menahan muatan obat saat dilakukan pengisian ulang. Akibatnya suami saya terkena pecahan ledakan tersebut dan harus dilarikan ke RS Permata Bunda,” ucap Chiristine.

Polisi yang tiba dilokasi tidak diizinkan oleh Christine untuk melakukan pemeriksaan terhadap ledakan tabung tersebut. “Jangan masuklah, kan tidak ada korban jiwa. Kan dari tadi sudah aku jelaskan, kalau tabung racun api meledak,” cetus Christine lagi sambil menutup pintu garasi tokonya.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, polisi membawa Christine beserta saksi lain untuk diperiksa di Polsek Medan Kota untuk diambil keterangannya. “Tempat kejadian perkara sudah kita cek, dan memeriksa beberapa saksi untuk diambil keterangannya. Sementara korban belum diambil keterangannya karena masih menjalani perawatan medis di rumah sakit,” kata kapolsek Medan Kota, Kompol Sandi Sinurat.(adl)

Kajatisu: Tidak Akan Ditutup

Dugaan Kasus Korupsi Alkes USU

MEDAN-Hasil penyelidikan dugaan korupsi alat kesehatan di Fakultas Kedokteran USU, hingga saat ini belum ada yang dijadikan tersangka oleh Kejatisu. Namun, Kejatisu membantah bahwa penyelidikan kasus itu telah dihentikan.
“Meskipun belum ada yang dijadikan tersangka oleh penyidik namun kasus itu masih bergulir dan masih dalam penyelidikan,” tegas Kasi Penkum Kejatisu, Edi Irsan Kurniawan Tarigan SH, Senin (9/5).

Tarigan juga mengakui dari beberapa pejabat dan mantan pejabat Rektorat USU yang dimintai keterangan, belum ada yang dijadikan tersangka.

“Kita akui belum ada tersangkanya. Namun kasus itu masih terus berjalan. Penyidik masih bekerja untuk mengungkap kasus tersebut,” beber Tarigan.

Tarigan juga mengatakan ada 4 pejabat USU yang diperiksa sifatnya klarifikasi. “Pemanggilan pejabat itu sifatnya klarifikasi. Meskipun belum ada pemeriksaan lanjutan. Namnun kasus itu tetap disidik hal ini sesuai komitmen kita untuk mengungkap korupsi di Sumut,” ucap Tarigan. Dikatakan Tarigan lagi apabila ada temuan yang mengarah menjadi bukti maka tidak tertutup kemungkinan pejabat tersebut akan dipanggil.

Sementara itu Kajatisu, AK Basuni M juga menegaskan bahwa untuk mengungkap kasus dugaan korupsi dirinya tidak mau gegabah. “Apalagi kasus korupsi ini melibatkan institusi pendidikan, jadi kita tidak mau memanggil orang banyak. Mengingat kita juga memakai azas praduga tidak bersalah. Jadi tidak perlu kita memanggil semua orang yang terlibat dalam perkara tersebut, namun sejauh ini saya belum mendapatkan laporan dari penyidik,” tegas Basuni.

Basuni juga berjanji selama dirinya masih menjabat sebagai Kajatisu, dirinya berjanji tidak akan menutup kasus korupsi. “Kita juga akan memberikan informasi pada masyarakat, apakah kasus itu layak diteruskan atau tidak. Kita akan transparan agar masyarakat berpikiran kita yang tidak-tidak dalam penanganan kasus korupsi,” tegas Basuni. (rud)

Tiga Rumah Ludes Terbakar

MEDAN-Tiga rumah ludes dilahap api, di Jalan Bilal Gang Jawa, Kecamatan Medan Polonia, Senin (9/5) sekitar pukul 10.00 WIB.

Keterangan yang dihimpun, api diduga berasal dari korslet listik di rumah Ponirah (38). Api dengan cepat merembet ke rumah yang ada di sampingnya. Beruntung, warga sekitar cepat menjinakkan api dengan merobohkan atap rumah Ponirah, sehingga api tidak sempat meluas ke perumahan warga yang lainnya. Namun seluruh barang-barang milik Ponirah bersama Emma (28) dan Antit (30) tidak tersisa.  Seorang Warga, Ali Hanafiah Nst (53) mengatakan, api berasal dari rumah Ponirah. Dikatakannya, rumah dempet tiga itu memang milik Ponirah, Emma dan Antit menyewa rumah milik Ponirah.

Dijelaskannya, dalam peristiwa itu sebanyak Rp18 juta uang kontan milik Emma dan Rp3juta milik Ponirah hangus.(mag-8)

Terima Kasih Sumut Pos

Gebyar Pembaca Berhadiah

Pembaca Sumut Pos sejak tahun 2001 ini mengungkapkan kegembiraannya mendapatkan hadiah yang dibagikan Sumut Pos yang diundi, Sabtu (7/5).

‘’Terima kasih Sumut Pos atas hadiah yang saya terima,’’ kata Rahman, usai menerima hadiah dari Manajer Keuangan Sumut Pos, Mariana Lubis didampingi Koordinator EO Sumut Pos, Deddi Mulia Purba dan Manajer Umum/SDM Sumut Pos, Desi Desfita Dongoran.

Rahman mengaku baru pertama kali mendapat hadiah undian sehingga dirinya tambah semangat untuk membeli Sumut Pos.

‘’Saya beli rutin secara eceran. Pagi tadi saat beli Sumut Pos, saya lihat nama saya tertera mendapatkan hadiah Gebyar Pembaca Berhadiah. Lantas saya ke Sumut Pos untuk segera mendapatkan telepon Blackberry tersebut,’’ terangnya.
Pegawai Kantor PW Al-Washliyah ini menyebut hadiah yang didapat sebagai kenang-kenangan yang berharga baginya.  Kegembiraan serupa juga dirasakan Suherman, warga Jalan Pasar V Dusun XII Tembung yang mendapat hadiah telepon flexi. Pria yang bekerja sebagai tukang pangkas ini tahu dapat hadiah ketika koran langganannya diantar loper ke rumah.

Sementara itu Debora Siringo-ringo, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU), warga Jalan HM Jhoni Nomor 70B Medan akan mengambil hadiah utama berupa sepeda motor Honda Beat pada Selasa (10/5) sekira pukul 10.00 WIB. (fal/eo)

Pesawat tak Layak Dipaksa Terbang

Penyebab Jatuhnya Pesawat Merpati

MA 60 Diminta Digrounded

JAKARTA-Peristiwa kecelakaan pesawat jenis MA 60 milik maskapai penerbangan Merpati Nusantara Airline yang jatuh di Teluk Kaimana, Papua Barat, Sabtu (7/5) kemarin, telah membuka bobrok pemerintah, yakni  kementerian perhubungan, terutama Dirjen Perhubungan Udara.

“Menteri Perhubungan dan Dirjen Perhubungan Udara harus bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat Merpati tersebut,” kata anggota Komisi V DPR Rendy Lamajido, Minggu (8/5).

Pihak Merpati Nusantara Airline juga disalahkan politisi PDI Perjuangan itu karena membeli pesawat buatan Xian Aircraft, Cina, yang belum memiliki lisensi dari Federal Aviation Administration (FAA) AS. Sertifikat FAA selama ini dijadikan standar pemeliharaan teknis pesawat.

Rendy menduga Dirjen Perhubungan Udara  melakukan keteledoran karena tidak mengecek dulu apakah pesawat MA 60 buatan Cina tersebut layak dioperasikan untuk rute penerbangan di Papua. Pasalnya selama ini kondisi alam dan iklim di Papua sangat berbahaya bagi penerbangan. “Untuk mobil saja, tipe Kijang tidak bisa melintas di jalan becek. Pesawat pun demikian. Saya menduga Dirjen Perhubungan Udara teledor dengan membiarkan pesawat itu beroperasi. Sebab bisa saja pesawat itu tidak bisa dioperasikan pada iklim dan kondisi alam seperti di Papua,” ujarnya.

Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla ternyata tak menolak sejak awal rencana pembelian pesawat buatan Cina itu. “Kalau ditanya sejarahnya, dulu memang penuh perdebatan. Pesawat MA 60 tak punya track record,” kata Jusuf Kalla di Semarang, kemarin.

Kalau pun pesawat jadi ihadirkan, lanjut Kalla, mekanismenya harus sewa, bukan beli. Dengan demikian, urusan maintenance dan lain-lain masih menjadi urusan sang produsen. “Kalau pada akhirnya dibeli, ya saya tidak tahu,” jelasnya.

Mantan Ketum DPP Partai Golkar ini mengaku pernah ke Beijing untuk urusan pesawat itu. Di sana, ia menyatakan produsen harus bertanggung jawab jika ada masalah dengan pesawat tersebut. Salah satu caranya, produsen diharuskan membangun pabrik dan menyiapkan teknisi dari Cina.

Kalla juga menyebutkan, pesawat MA 60 sangat tidak cocok dengan iklim Indonesia. “Indonesia kan kepulauan. Butuh pesawat yang tangguh. Makanya saya tidak setuju,” ungkap Jusuf Kalla lagi.
Pengadaan pesawat itu sempat terganjal karena ditemukan crack di bagian rudder (sayap pesawat bagian belakang). Namun pihak Xian Aircraft kemudian memperbaikinya.

Merpati memesan 15 armada dari Xian dan telah datang 13 unit. Meskipun body buatan Cina, tapi mesin tetap menggunakan buatan Kanada. Selain Indonesia dan Filipina, pesawat itu digunakan di berbagai negara dunia ketiga seperti Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo, Myanmar, Tajikistan, Zambia, Sri Lanka, Zimbabwe, Laos, Ghana, Ekuador, dan Bolivia.

Lepas dari ada atau tidaknya lisensi FAA, seluruh pesawat itu harus di grounded. “Untuk menghindari pesawat itu mengalami kecelakaan, seluruh pesawat MA 60 milik Merpati digrounded saja. Ini persoalan nyawa manusia,” tegas Rendi.

Menurut dia, ketika pesawat Adam Air direncanakan terbang dari Jakarta menuju Makasar ternyata mendarat di Tambolaka, Nusa Tenggara Timur, pihaknya meminta seluruh pesawat boeing 737-300 di-grounded karena ada ketidakberesan navigasi jenis pesawat itu. Namun, grounded itu tidak dilakukan sampai akhirnya pesawat boeing tipe yang sama jatuh di sekitar pantai Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Sebanyak 102 penumpang tewas.

“Makanya saya minta kepada pemerintah yakni Departemen Perhubungan, dalam hal ini Dirjen Perhubungan Udara  untuk menggrounded seluruh pesawat tersebut,” tegas Rendy.
Sebab, kata dia, ada indikasi komponen pesawat tidak memenuhi syarat keselamatan. Dugaan itu diperkuat keraguan dunia penerbangan internasional terhadap uji kelayakan pesawat produk Cina tersebut.

Black box pesawat Merpati Nusantara Airlines telah ditemukan Minggu sore kemarin. Kondisi kotak hitam utuh dan ditemukan di kedalaman 12 meter, Teluk Kaimana, Papua Barat. “Ditemukan pukul 16.00 WIT di 500 meter dari landasan,” ujar Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Wachyono.

Menurut Wachyono, kondisi kotak hitam masih utuh. “Pada kedalaman 12 meter, kondisi utuh,” imbuh dia.
Kemarin, Tim SAR juga telah menemukan 3 jenazah korban pesawat. “Ada tiga jenazah yang baru ditemukan. Jadi sekarang tinggal 5 jenazah lagi yang belum ditemukan,” kata Kepala Bandara Kaimana Papua Gagarin Mulyansah kemarin petang.

Pesawat naas tersebut mengangkut 19 penumpang dan 6 orang awak. Sebelumnya, 17 jenazah telah ditemukan dan berhasil diidentifikasi. Dengan ditemukannya 3 jenazah itu, berarti sudah 20 jenazah yang ditemukan.

Ke-20 jasad korban tadi malam disemayamkan di RSUD Kaimana. “Kami berharap proses evakuasi keseluruhan korban pesawat bisa diselesaikan secepatnya, sehingga proses pengembalian jenazah kepada pihak keluarga bisa dilakukan serentak,” jelas Kepala Basarnas Pusat Nono Sampono.
Nono mengakui, proses pencaharian sedikit lambat mengingat kondisi badan pesawat hancur berkeping-keping. Cuaca buruk yang menyelimuti Kota Kaimana, Papua Barat, Sabtu siang hingga sore, mengakibatkan bangkai pesawat terseret hingga 500 meter dari bibir pantai.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Wachyono mengatakan, Polda Papua menambah personel dari Polair Polres Kaimana guna mempercepat proses pencaharian para korban pesawat naas tersebut.(dry/rmo/jpnn)

Hari Ini Sudah Boleh Ambil Hadiah

Gebyar Pembaca Sumut Pos Periode I

MULAI hari ini, Senin (9/5), pemenang Gebyar Sumut Pos Periode I dapat mengambil hadiah utama sepeda motor Honda Beat dan hadiah lainnya. Hadiah utama ini dimenangkan mahasiswi bernama Debora Siringoringo, warga Jalan HM Jhoni Nomor 70B Medan.

“Hadiah dapat diambil pada 9-23 Mei 2011 pukul 09.30-16.00 WIB di Graha Pena Medan Jalan Sisingamangaraja Km 8,5 Nomor 134 Medan Amplas. Para pemenang diwajibkan membawa kopian kartu identitas dan menunjukkan identitas aslinya dengan data diri sesuai yang tertera di kupon. Hadiah dapat diambil dari saudari Melinda atau saudara Deddi Mulia Purba di Kantor Sumut Pos,” kata Manager Event Organizer Sumut Pos Darwin Purba didampingi Koordinator Event Organizer Sumut Pos Deddi Mulia Purba di Graha Pena Minggu (9/5).
Para pembaca Sumut Pos yang beruntung diimbau untuk mengambil hadiah sesuai waktu yang telah ditetapkan. “Bila hadiah tidak diambil sampai batas yang ditentukan panitia maka hadiah akan menjadi milik Sumut Pos,” ujar Darwin.
Bagi-bagi hadiah bagi pembaca Sumut Pos ini masih akan diundi di Bulan Agustus 2011 untuk penarikan undian periode Mei-Juli 2011. Karenanya, Deddi mengajak pembaca Sumut Pos baik yang membeli eceran maupun langganan untuk tetap mengikuti program Gebyar Pembaca Sumut Pos periode II. “Caranya dengan mengisi data diri pada kupon Gebyar Pembaca Berhadiah Sumut Pos. Pengiriman kupon dapat dititip melalui puluhan toko yang dihunjuk panitia, diantar langsung ke Graha Pena maupun dikirim melalui pos,’’ kata Koordinator EO Sumut Pos tersebut.

Dalam undian kali ini, 10 pembaca Sumut Pos yang berhasil meraih hadiah masing-masing satu unit telepon flexi yakni Asriani Jalan Pimpinan Gang Murni Nomor 28 Kelurahan Sei Kera Hilir I Medan Perjuangan, Yulisna Jalan Pertemuan Nomor 46 Medan Perjuangan, Syarifuddin S Jalan Brigjen Katamso Gang Amir Nomor 9 Kampung Baru Medan, Muhammad Yusuf Siregar Jalan Selamat Nomor 173 Lingkungan IX Medan Amplas, Suherman Jalan Pasar V Dusun XII Tembung, Taufik Hidayat Jalan Pelopor Nomor 47 Medan Kota, Supiatman Jalan Pasundan Gang Sedulur Nomor 46 Medan, Alma Hotnida Sari Bulan Jalan Perjuangan Griya Setia Budi C-1 Medan, Sukardi SE Jalan Raya Batang Kuis Gang Tirta Jaya Nomor 7 B Bedimbar Tanjung Morawa dan Rahmad Ramadhan Nasution Jalan Letda Sujono Nomor 36 Gang Palapa Medan Tembung. ‘’Untuk hadiah dispenser diraih Siti Masfufah Jalan SM Raja Km 5,5 Gang Garu II Nomor 12A Medan dan hadiah telepon Blackberry diraih Abd Rahman Rais Jalan Beringin Pasar VII Gang Murni Nomor 14 Tembung,’’ rinci Deddi.

Adapun 30 pemenang Gebyar Pembaca Berhadiah Sumut Pos untuk hadiah kaos terdiri ME Sinurat Jalan Pembangunan Nomor 119 USU Padang Bulan, Ari Syahputra Jalan Pematang Pasar Alfaka VIII Nomor 96 Tanjung Mulia, Eli Saragih SH Jalan Pintu Air IV Nomor 197 Kuala Bekala, Syafrizal Jalan Karya Bhakti Nomor 71 Indra Kasih Tembung, Muhammad Aswin Jalan Rawa Gang Setia Nomor 5 Medan, Ahmad Iqbal Lc Jalan Suka Cerdas Kelurahan Suka Maju Kecamatan Medan Johor, Rizki Haryani Jalan Beringin Nomor 48 Pasar VII Tembung Deli Serdang, Endang Sugiyanti SPd Kompleks Puskoppabri Blok A Nomor 5 Dusun VII Tanjung Morawa, SabaruddinJalan Deli Tua Km 9,3 Nomor 85, Herawati Jalan Halat Nomor 175 Kota Matsum 11 Medan Area.

Sarian Seno Jalan Pelajar 110 Teladan Timur Medan, Fadly Syahputra Jalan Pimpinan Gang Amal Nomor 13/14 Medan, Nurlina Br Manullang Jalan Jamin Ginting Lingkungan I Nomor 20 Simpang Selayang Medan, Lamsari Masution Jalan Air Bersih Nomor 159 A Medan, Hotma Hervita Sihotang Jalan Karya Dame Gang Ayem Nomor 56 D Medan, Misni Hayati Jalan Letda Sujono Gang Pejuang Nomor 8 Medan Tembung, Wandarmansyah Barus Jalan Dame Nomor 57 Lingkungan VIII B Kelurahan Timbang Deli, Nurman SPdI Jalan Pamah SDN 108075 Deli Tua, Wilson Manurung Jalan Syailendra Nomor 32 Pringgan, Rahmat Sembiring Jalan Limau Manis Pasar XIV Dusun VII Medan Sinembah Tamora.

Ilmiati Jalan Pelajar Pasar III Mariendal I, Jhonson Pardomuan Pasaribu Jalan Tempuling Nomor 142 Sidorejo Hilir Medan, Nazaruddin Abas Jalan Utama Gang Cendana 220 A/10 Medan, Michael Endro Jalan Bersiap Nomor 95 Desa Tengah Pancur Batu, Nebus Sembiring Jalan Bunga Rampe 157 Simalingkar B Medan, Darwin TariganJalan Perwira Dusun VI Desa Mekar Sari Deli Tua, drg Jemmy Sembiring Jalan Binjai Km 7,5 Pasar 2 Nomor 285 Medan, Bun Tjhin Jalan Batang Kuis Pasar VI Desa Telaga Sari Tanjung Morawa, Sularno Jalan Utama Nomor 184 Kedai Durian Deli Tua dan Rusmaidar Jalan Panglima Denai 127 B/Jalan AR Hakim 153 C.

Sedangkan 30 pemenang hadiah jam dinding yakni Megawati Gang Masjid Nomor 47 Medan, Lestari Ruma Horbo Jalan Parkit VIII Nomor 235 Perumnas Mandala Medan, Tumpal Marpaung SE Jalan Jamin Ginting Nomor 689 Kelurahan Titi Rante Medan Baru, Ahmad Gani Martinus Jalan Tulip Nomor 122 Komplek TMI, Samuel Purba Jalan Perkutut Gang Ikhlas Nomor 4 Helvetia Tengah, Nurmansyah SSos Jalan Persamaan Nomor 8 Simpang Limun Medan, Jasudin Sitorus Jalan Enggang XIII/304 Perumnas Mandala, Rusli Jalan Eka Suka IV Nomor 27 Gedung Johor Medan, Poppy Dian A Siregar Jalan Letda Sujono Gang Pisang Nomor 3 Medan dan Okvandri A Nainggolan Jalan Pendidikan Dusun III Sei Rotan Percut Sei Tuan Deli Serdang.

Iyutlina Situmorang Jalan Jala IV Lingkungan 04 Gang Kambing, Lorong Keluarga, Paya Pasir Medan Marelan, Yan Yunarto Pasar VII Simpang Beringin Tembung, Tugimin SM Jalan Garu III Nomor 88 Medan, Ansari SS Perumahan Villa Setia Budi Flamboyan Jalan Flamboyan Raya Blok II Nomor 9 Medan, Harningsi Fitri Situmorang Jalan AR Hakim Gang Pendidikan Nomor 20 Medan, Sudin Sinaga Jalan Bajak V Nomor 12 Lingkungan VIII Medan, Mutia ST Jalan Bajak Nomor 52A Medan Amplas, Syahyu Nelvi Jalan SM Raja Km 6,1 Nomor 31 Medan, Paing Jalan Sejati Nomor 39 Dusun V Desa Mariendal Kecamatan Patumbak, Diba Suraya Jalan Medan Area Selatan Gang Gelas Nomor 14 Medan.

Selanjutnya Dahrul Faisal Tjg Jalan Utama Gang Setia Nomor 40A Medan, Achmadin Situmorang Jalan Pimpinan Gang Melur Nomor 10 Medan, Hasan Lubis Jalan Selamat Gang Haji Nomor 2 Kelurahan Sitirejo II Medan Amplas, Sudes Wanti Jalan Cinta Karya Nomor 49 Sari Rejo Polonia Medan, Ratna Wati Jalan Sempurna Nomor 182 Medan, Irwan Dusun I Desa Bakaran Batu Lubuk Pakam Deli Serdang, M Rais Jalan Brigjen Bejo Gang Kelapa II Nomor 81A PBD II, Amrizal Nasution Jalan Akasia Raya Nomor 66 Blok II Perumnas Helvetia Medan, Riky Bayudianto Jalan Karya XII Gang Mustafa III Nomor 6C Medan Johor dan Bun Tjhin Jalan Batang Kuis Pasar VI Desa Telaga Sari.

Untuk 25 pemenang hadiah payung yakni Farida Hanum Jalan KL Yos Sudarso Km 7,8 Gang Tape Nomor 1 Lingkungan I Medan, Amri Bachtar Kompleks Pinang Baris Nomor 5 Medan Sunggal, Freddy Abdullah Jalan Panglima Denai Gang Zainal Abidin Nomor 15D Medan, Syahyu Nelvi Jalan SM Raja Km 6,1 Nomor 31A Medan, Loisa Simanjuntak Jalan Darussalam Gang Turi II Nomor 2 B Medan, Faizah Zahria Nasution Jalan Pimpinan Gang Amal Nomor 13/14 Medan, Adriana Armawita S di Negeri Gugu Kecamatan Sibolangit, Ida M Tambunan Gang Pendidikan Lorong Bersama Medan, Hendra Effendi Jalan SM Raja Nomor 353A Simpang Limun Medan, Suradman Chaniago Jalan Beringin I Dusun VIII Gang Kasuari Tembung.

Kemudian Drs Harmaini Margolang Jalan Tirta Deli Dusun II Desa Tanjung Morawa A Kecamatan Tamora, Ali Sunandar Jalan Sei Mencirim Km 15,2 Diski Sunggal, Drs Chaidir Zein Nasution Jalan Garu IIA Gang Melur Nomor 36B Medan, Raja Jalan Seriti VI Nomor 65 Perumnas Mandala Medan, Frengki Saragi Jalan Trikora Nomor 6 Medan, Ria Royani Jalan Garu IIB Gang Jasa Nomor 36 Harjosari I Medan Amplas, Anas Abd. Rachman Jalan Puyuh XIV/243 Kenangan Baru, Perumnas Mandala, Lasmiati Jalan Limau Manis Pasar XIII Tanjung Morawa, Jasudin Sitorus Jalan Enggang XIII/304 Perumnas Mandala, Murni Sitompul Patumbak, Benni Yus Jalan Sari Nomor 57 Lingkungan I Kedai Durian, Medan Johor, Sahat Maruli Hasugian Jalan Besar Deli Tua Nomor 82, Junianto Marpaung Jalan Nanggar Jati Nomor 70C Medan, Budi Masya Dusun III Desa Mariendal II Patumbak dan Muhammad Rolit Nasution Jalan Selamat Gang Sederhana Nomor 9 Medan. (dmp/eo)

Jaga Azas Praduga tak Bersalah

Pemeriksaan Kasus Penganiayaan Ir Masfar

MEDAN-Kasus penganiayaan dan penyiraman soda api dengan korban Ir Masfar Sikumbang, harus diperiksa secara objektif. Proses pemeriksaan yang dilakukan pihak kepolisian tetap harus berjalan dan semua pihak hendaknya tidak memperkeruh suasana.

“Penyelidikannya harus disertai bukti. Nah, mencari pembuktian itu adalah tugas kepolisian,” kata Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan Amiruddin, Minggu (8/5).

Objektif dalam konteks azas pra duga tak bersalah. “Kita tahu ada azas pra duga tak bersalah.
Maka ini juga harus jadi perhatian, paling tidak seperti yang saya katakan tadi pemeriksaan harus objektif,” ungkapnya.

Ketua DPRD Medan pengganti Deni Ilham Panggabean ini menambahkan, polisi juga harus transparan ke publik.

“Masyarakat di luar memiliki asumsi masing-masing. Setelah pemeriksaan yang objektif nanti, sebaiknya pihak polisi membeber persoalan yang sesungguhnya,” pintanya.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan 12 saksi, penyidik Jahtanras (Kejahatan dan Kekerasan) Polresta Medan masih menganalisis keterangan saksi mata penyiraman soda api terhadap Masfar, Selasa 26 April lalu. “Kita masih mendalami keterangan satu saksi yang diduga melihat pelaku di lokasi kejadian,” ujar Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Fadillah Zulkarnaen dari telepon selulernya, Minggu (8/5)
Fadillah mengharapkan peran masyarakat membantu mengungkap pelaku dengan melaporkan ke polisi bila melihat seseorang dengan wajah seperti sketsa yang disebarkan.

Disinggung pengakuan Ir Masfar yang masih dirawat di RS yang sudah dipertemukan dengan seorang tersangka, Fadillah mengatakan orang tersebut bukanlah pelakunya. “Korban ragu saat memberikan keterangan. Setelah dilakukan pemeriksaan kedua orang yang dicurigai, ternyata bukan mereka pelakunya. Jadi kita masih menetapkannya sebagai saksi,” ungkapnya. (ari/adl)

Rp1 Juta untuk Tidur di Moncong Merlion

Ikan Kepala Singa yang Sedang Jadi Hotel mewah Satu Kamar

Salah satu kepiawaian Singapura memang jualan. Patung Merlion di Merlion Park, dekat Marina Bay, misalnya. Si singa berbadan ikan itu sedang dialihfungsikan sebagai hotel luks. Berikut laporan wartawan Jawa Pos (grup Sumut Pos) DOAN WIDHIANDONO yang baru berkunjung dari sana.

WAJAH Merlion tak tampak Selasa (3/5) siang itu. Separo atas patung yang terletak di dekat Esplanade, gedung seni dengan atap berkontur kulit durian tersebut, sedang ditutup papan-papan. Warnanya oranye.
Badan yang berbentuk ikan masih tampak. Tapi, tubuh itu dikelilingi rangka-rangka besi yang begitu rapat. Persis seperti orang merenovasi bangunan. Kesannya, Merlion sedang dipercantik. Mungkin diperbaiki, dicat, atau dibersihkan.

Meski begitu, antrean di sekitar buntut Merlion tetap begitu panjang. Orang berbaris satu per satu, membentuk ular dengan tiga kelokan, untuk kemudian “lenyap” beberapa saat di kotak oranye yang sedang menutupi kepala Merlion tersebut.

Memang, Merlion sedang tak tampil dalam wujud biasanya: singa jantan berbadan ikan yang sedang meludah, eh menyemburkan air. Ia sedang didandani Tatzu Nishi, seniman yang lahir di Nagoya pada 1960 dan kini menetap di Berlin serta Tokyo. Selama sekitar sebulan, 13 April-15 Mei, patung merlion itu menjadi The Merlion Hotel, penginapan sangat mewah dengan hanya satu kamar.

Nizhi adalah salah satu di antara 63 seniman dari 30 negara peserta Singapore Biennale 2011. Para artis itu memamerkan 161 karya yang tersebar di empat venue. Yakni, Singapore Art Museum, The National Museum of Singapore, Old Kallang Airport, dan Marina Bay. Nah, karya yang dipajang di Marina Bay ya The Merlion Hotel tersebut. Ia adalah karya seni berbentuk kamar hotel atau hotel yang sejatinya adalah karya seni. Sama saja.

Dalam penjelasan yang dirilis Singapore Biennale, Nizhi disebut menawarkan persepsi berbeda tentang monumen Merlion, tetenger Singapura yang dibangun pada 1972 tersebut. Nishi meruntuhkan persepsi orang tentang ruang awam dan ruang pribadi. Caranya, dia mengawinkan Merlion, monumen yang kondang sebagai ruang publik itu, dengan ranah yang begitu intim dan personal. Yakni, kamar hotel.

The Merlion Hotel pun bukan sekadar benda seni. Ia hadir benar-benar sebagai hotel yang bisa di-booking dan diinapi. Jatahnya, hanya satu penyewa tiap malam, mulai pukul 19.00 dan check-out keesokan paginya sebelum pukul 10.00. Ongkosnya SGD 150 atau sekitar Rp 1,045 juta. Cukup murah untuk menikmati kemewahan kamar hotel di sebuah lokasi strategis di Singapura.

Kemewahan hotel itu pun bisa dirasakan pengunjung secara gratis, tiap hari mulai pukul 10.00 hingga 19.00. Saat itulah orang-orang antre panjang demi masuk sejenak ke hotel satu kamar tersebut.
Para pengunjung pagi – yang gratisan- akan diberi koin plastik, mirip biji permainan karambol, saat mengantre. Warnanya hijau atau kuning. “Maaf, ini untuk apa?” tanya Jawa Pos kepada salah seorang petugas pameran yang bertugas mengatur antrean.

Nancy, petugas berparas manis itu, menjelaskan bahwa koin plastik tersebut adalah nomor antrean dan sebagai tanda masuk hotel. Aneh, memang. Sebab, koin itu polos. Tak ada nomor, tak ada huruf. Juga tidak ada nominal dolar penanda pembayaran. “Ya memang. Kan masuknya gratis. Jadi, ini pura-puranya uang masuk hotel,” ujar Nancy lalu tersenyum.

Karena yang dimasuki adalah hotel, pengunjung terikat sejumlah aturan. Itu sudah dijelaskan saat pengunjung mulai berbaris masuk hotel. Jadi, setiap beberapa langkah, ada petugas pameran yang terus-menerus menyuarakan aturan tersebut. Yakni, jumlah pengunjung yang masuk dibatasi, tidak boleh mengotori hotel, tidak boleh memindah barang, tidak boleh menggunakan kamar mandi, tidak boleh keluar ke balkon. Sampai di sini, masih belum terbayang bahwa moncong Merlion itu bisa menjadi hotel yang fasilitasnya begitu lengkap.

Di ujung antrean, ada dua petugas lagi. Semua masih muda, berusia anak kuliahan. Satu orang bertugas mengambil uang-uangan, seorang lagi mengatur jumlah pengunjung, yakni sekitar 10″15 orang sekali masuk. Bersama wartawan koran ini, siang itu ada 12 pengunjung lain.

Aturan pertama sudah dirasakan di kepala antrean itu. Yakni, pengunjung harus melepas alas kaki. Tak ada tempat untuk menaruh sepatu atau sandal. Semua diletakkan sendiri di trotoar di tepi muara Sungai Singapura (Singapore River) tersebut. Setelah itu, berjalan berjingkat-jingkat menuju tangga besi untuk masuk hotel. Jalan berjingkat itu bukan peraturan. Tapi, kalau siang, paving stone trotoar di pinggir jalan tersebut begitu panas.

Setelah tangga besi “yang juga panas kalau siang”, pengunjung akan langsung disambut meja resepsionis. Ada dua orang yang bertugas menerima tamu untuk malam. Persis hotel betulan. Kalau siang, mereka hanya mempersilakan pengunjung langsung masuk kamar.

Di dalam kamar itulah aroma kemewahan langsung menyambut. Kamar tersebut berukuran sekitar 5 x 5 meter persegi. Temboknya bernuansa cokelat dengan kertas dinding bermotif ikon-ikon Singapura. Mulai Singapore Flyer alias wahana kincir setinggi 165 meter (tertinggi di dunia), patung Sir Thomas Stamford Raffles, hingga gambar Merlion itu. Langit-langit hotel tersebut putih bersih dengan lampu temaram mengelilingi sudutnya. Lantainya praquet kayu yang menguatkan kesan klasik dan mewah. Di tengah-tengah ada karpet merah sebagai alas tempat tidur king sized.

Tapi, titik perhatian utama di ruang tersebut adalah si kepala singa yang menyembul di tengah-tengah lantai, tepat di atas bagian kepala tempat tidur. Kepala singa itu sundul langit-langit. Singa tersebut menganga dan menatap tajam ke arah laut. Di dalam mulutnya ada kepala saluran air. Di situlah biasanya air mengucur terus-menerus.

Biasanya, orang memang tak bisa sedekat ini dengan kepala Merlion setinggi 8,6 meter tersebut. Mereka hanya bisa melihat dari jauh atau mendekat ke tubuhnya sebagai latar belakang foto. Jarang sampai bisa melihat detail kepala, mengamati matanya, hingga mendekat ke gigiginya.

Di seberang pintu masuk, tepat di depan wajah singa, ada jendela kaca yang bisa dibuka. Di luar adalah balkon berlantai kayu dengan pagar besi. Pemandangan dari balkon cukup spektakuler. Khas Singapura. Yakni, Singapore Flyer, tribun penonton Grand Prix F1 Singapura, gedung Esplanade, serta Marina Bay Sands “hotel dan kasino yang berdiri menantang langit dengan tiga tower kembar itu.

Kamar mandi hotel pun cukup mewah. Nuansanya putih. Bagian dinding yang menghadap laut adalah kaca. Karena itu, kalau dibuka, orang seolah-olah mandi di ketinggian, berbatasan langsung dengan laut.
Di seberangnya juga masih tampak Marina Bay Sands, hotel mewah yang ongkos menginapnya empat hingga delapan kali lipat The Merlion Hotel yang hanya satu kamar itu. Bolehlah kalau para tamu mandi sambil membayangkan menginap di Marina Bay Sands. Seperti makan nasi-kerupuk di sebelah orang jual sate.

Sebagai sebuah penginapan, The Merlion Hotel memang harus lengkap. Selain balkon dan kamar mandi itu, tamu juga mendapat fasilitas standar berupa perangkat mandi dan coffee-maker plus dua botol air mineral. Semua pakai logo The Fullerton, hotel bintang lima di seberang jalan. Logo dan nama The Fullerton juga ada di dua pasang sandal putih untuk para tamu hotel.

Selain sebagai ekspresi seni, pengubahan patung Merlion sebagai hotel itu sejatinya menggugah kembali potensi monumen tersebut sebagai wahana wisata Singapura. Sebab, Merlion itu mulai terengah-engah mengejar tempat wisata lain yang tampil jauh lebih elok. Sebut saja Universal Studio Singapura di Pulau Sentosa yang hampir selalu full. Di kawasan Marina Bay, patung Merlion “bersaing” dengan Singapore Flyer dan Marina Bay Sands.

Memang sulit mengukur berapa pengunjung yang datang di monumen Merlion itu. “Tak ada data pasti. Tapi, rasanya turis hanya mampir sekejap di sini. Satu”dua jepretan, langsung pergi,” kata Koh Leuw, seorang penjaga pameran. Pendapat itu pun pribadi, bukan berdasar data resmi.

Memang, para turis masih tetap menjadikan patung Merlion di kawasan Marina Bay itu sebagai “lokasi wajib” yang harus disambangi ketika di Singapura. Selain di situ, ada empat lainnya yang dinyatakan sebagai patung Merlion resmi oleh pemerintah Singapura. Di Marina Bay ada dua. Satu yang sedang jadi hotel, satu lagi kembaran kecilnya (setinggi 2 meter) yang berada di belakangnya.

Yang paling jangkung adalah Merlion setinggi 37 meter di Pulau Sentosa. Selain itu, ada dua Merlion lagi “masing-masing setinggi 3 meter” di kawasan Grange Road dan Mount Faber.

Di luar Singapura, kembaran Merlion ada di Merlion Restaurant di Cupertino, California, Amerika Serikat. Di negeri kita, Merlion “persis yang di Singapura” berada di kawasan perumahan CitraLand, Surabaya, Jawa Timur.

Kalau berminat menginap di bawah mulut singa, silakan datang ke Singapura. Harus cepat karena, kata petugas pameran, yang mengantre untuk tidur sangat banyak. Hotel tak pernah kosong satu malam pun. Kalaupun menginap di The Merlion Hotel, tak perlu khawatir singa itu tiba-tiba menyemprotkan air ketika para tamu sedang tidur di bawah moncongnya. (*/c5/ttg)