28 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 15331

Rp1 Juta untuk Tidur di Moncong Merlion

Ikan Kepala Singa yang Sedang Jadi Hotel mewah Satu Kamar

Salah satu kepiawaian Singapura memang jualan. Patung Merlion di Merlion Park, dekat Marina Bay, misalnya. Si singa berbadan ikan itu sedang dialihfungsikan sebagai hotel luks. Berikut laporan wartawan Jawa Pos (grup Sumut Pos) DOAN WIDHIANDONO yang baru berkunjung dari sana.

WAJAH Merlion tak tampak Selasa (3/5) siang itu. Separo atas patung yang terletak di dekat Esplanade, gedung seni dengan atap berkontur kulit durian tersebut, sedang ditutup papan-papan. Warnanya oranye.
Badan yang berbentuk ikan masih tampak. Tapi, tubuh itu dikelilingi rangka-rangka besi yang begitu rapat. Persis seperti orang merenovasi bangunan. Kesannya, Merlion sedang dipercantik. Mungkin diperbaiki, dicat, atau dibersihkan.

Meski begitu, antrean di sekitar buntut Merlion tetap begitu panjang. Orang berbaris satu per satu, membentuk ular dengan tiga kelokan, untuk kemudian “lenyap” beberapa saat di kotak oranye yang sedang menutupi kepala Merlion tersebut.

Memang, Merlion sedang tak tampil dalam wujud biasanya: singa jantan berbadan ikan yang sedang meludah, eh menyemburkan air. Ia sedang didandani Tatzu Nishi, seniman yang lahir di Nagoya pada 1960 dan kini menetap di Berlin serta Tokyo. Selama sekitar sebulan, 13 April-15 Mei, patung merlion itu menjadi The Merlion Hotel, penginapan sangat mewah dengan hanya satu kamar.

Nizhi adalah salah satu di antara 63 seniman dari 30 negara peserta Singapore Biennale 2011. Para artis itu memamerkan 161 karya yang tersebar di empat venue. Yakni, Singapore Art Museum, The National Museum of Singapore, Old Kallang Airport, dan Marina Bay. Nah, karya yang dipajang di Marina Bay ya The Merlion Hotel tersebut. Ia adalah karya seni berbentuk kamar hotel atau hotel yang sejatinya adalah karya seni. Sama saja.

Dalam penjelasan yang dirilis Singapore Biennale, Nizhi disebut menawarkan persepsi berbeda tentang monumen Merlion, tetenger Singapura yang dibangun pada 1972 tersebut. Nishi meruntuhkan persepsi orang tentang ruang awam dan ruang pribadi. Caranya, dia mengawinkan Merlion, monumen yang kondang sebagai ruang publik itu, dengan ranah yang begitu intim dan personal. Yakni, kamar hotel.

The Merlion Hotel pun bukan sekadar benda seni. Ia hadir benar-benar sebagai hotel yang bisa di-booking dan diinapi. Jatahnya, hanya satu penyewa tiap malam, mulai pukul 19.00 dan check-out keesokan paginya sebelum pukul 10.00. Ongkosnya SGD 150 atau sekitar Rp 1,045 juta. Cukup murah untuk menikmati kemewahan kamar hotel di sebuah lokasi strategis di Singapura.

Kemewahan hotel itu pun bisa dirasakan pengunjung secara gratis, tiap hari mulai pukul 10.00 hingga 19.00. Saat itulah orang-orang antre panjang demi masuk sejenak ke hotel satu kamar tersebut.
Para pengunjung pagi – yang gratisan- akan diberi koin plastik, mirip biji permainan karambol, saat mengantre. Warnanya hijau atau kuning. “Maaf, ini untuk apa?” tanya Jawa Pos kepada salah seorang petugas pameran yang bertugas mengatur antrean.

Nancy, petugas berparas manis itu, menjelaskan bahwa koin plastik tersebut adalah nomor antrean dan sebagai tanda masuk hotel. Aneh, memang. Sebab, koin itu polos. Tak ada nomor, tak ada huruf. Juga tidak ada nominal dolar penanda pembayaran. “Ya memang. Kan masuknya gratis. Jadi, ini pura-puranya uang masuk hotel,” ujar Nancy lalu tersenyum.

Karena yang dimasuki adalah hotel, pengunjung terikat sejumlah aturan. Itu sudah dijelaskan saat pengunjung mulai berbaris masuk hotel. Jadi, setiap beberapa langkah, ada petugas pameran yang terus-menerus menyuarakan aturan tersebut. Yakni, jumlah pengunjung yang masuk dibatasi, tidak boleh mengotori hotel, tidak boleh memindah barang, tidak boleh menggunakan kamar mandi, tidak boleh keluar ke balkon. Sampai di sini, masih belum terbayang bahwa moncong Merlion itu bisa menjadi hotel yang fasilitasnya begitu lengkap.

Di ujung antrean, ada dua petugas lagi. Semua masih muda, berusia anak kuliahan. Satu orang bertugas mengambil uang-uangan, seorang lagi mengatur jumlah pengunjung, yakni sekitar 10″15 orang sekali masuk. Bersama wartawan koran ini, siang itu ada 12 pengunjung lain.

Aturan pertama sudah dirasakan di kepala antrean itu. Yakni, pengunjung harus melepas alas kaki. Tak ada tempat untuk menaruh sepatu atau sandal. Semua diletakkan sendiri di trotoar di tepi muara Sungai Singapura (Singapore River) tersebut. Setelah itu, berjalan berjingkat-jingkat menuju tangga besi untuk masuk hotel. Jalan berjingkat itu bukan peraturan. Tapi, kalau siang, paving stone trotoar di pinggir jalan tersebut begitu panas.

Setelah tangga besi “yang juga panas kalau siang”, pengunjung akan langsung disambut meja resepsionis. Ada dua orang yang bertugas menerima tamu untuk malam. Persis hotel betulan. Kalau siang, mereka hanya mempersilakan pengunjung langsung masuk kamar.

Di dalam kamar itulah aroma kemewahan langsung menyambut. Kamar tersebut berukuran sekitar 5 x 5 meter persegi. Temboknya bernuansa cokelat dengan kertas dinding bermotif ikon-ikon Singapura. Mulai Singapore Flyer alias wahana kincir setinggi 165 meter (tertinggi di dunia), patung Sir Thomas Stamford Raffles, hingga gambar Merlion itu. Langit-langit hotel tersebut putih bersih dengan lampu temaram mengelilingi sudutnya. Lantainya praquet kayu yang menguatkan kesan klasik dan mewah. Di tengah-tengah ada karpet merah sebagai alas tempat tidur king sized.

Tapi, titik perhatian utama di ruang tersebut adalah si kepala singa yang menyembul di tengah-tengah lantai, tepat di atas bagian kepala tempat tidur. Kepala singa itu sundul langit-langit. Singa tersebut menganga dan menatap tajam ke arah laut. Di dalam mulutnya ada kepala saluran air. Di situlah biasanya air mengucur terus-menerus.

Biasanya, orang memang tak bisa sedekat ini dengan kepala Merlion setinggi 8,6 meter tersebut. Mereka hanya bisa melihat dari jauh atau mendekat ke tubuhnya sebagai latar belakang foto. Jarang sampai bisa melihat detail kepala, mengamati matanya, hingga mendekat ke gigiginya.

Di seberang pintu masuk, tepat di depan wajah singa, ada jendela kaca yang bisa dibuka. Di luar adalah balkon berlantai kayu dengan pagar besi. Pemandangan dari balkon cukup spektakuler. Khas Singapura. Yakni, Singapore Flyer, tribun penonton Grand Prix F1 Singapura, gedung Esplanade, serta Marina Bay Sands “hotel dan kasino yang berdiri menantang langit dengan tiga tower kembar itu.

Kamar mandi hotel pun cukup mewah. Nuansanya putih. Bagian dinding yang menghadap laut adalah kaca. Karena itu, kalau dibuka, orang seolah-olah mandi di ketinggian, berbatasan langsung dengan laut.
Di seberangnya juga masih tampak Marina Bay Sands, hotel mewah yang ongkos menginapnya empat hingga delapan kali lipat The Merlion Hotel yang hanya satu kamar itu. Bolehlah kalau para tamu mandi sambil membayangkan menginap di Marina Bay Sands. Seperti makan nasi-kerupuk di sebelah orang jual sate.

Sebagai sebuah penginapan, The Merlion Hotel memang harus lengkap. Selain balkon dan kamar mandi itu, tamu juga mendapat fasilitas standar berupa perangkat mandi dan coffee-maker plus dua botol air mineral. Semua pakai logo The Fullerton, hotel bintang lima di seberang jalan. Logo dan nama The Fullerton juga ada di dua pasang sandal putih untuk para tamu hotel.

Selain sebagai ekspresi seni, pengubahan patung Merlion sebagai hotel itu sejatinya menggugah kembali potensi monumen tersebut sebagai wahana wisata Singapura. Sebab, Merlion itu mulai terengah-engah mengejar tempat wisata lain yang tampil jauh lebih elok. Sebut saja Universal Studio Singapura di Pulau Sentosa yang hampir selalu full. Di kawasan Marina Bay, patung Merlion “bersaing” dengan Singapore Flyer dan Marina Bay Sands.

Memang sulit mengukur berapa pengunjung yang datang di monumen Merlion itu. “Tak ada data pasti. Tapi, rasanya turis hanya mampir sekejap di sini. Satu”dua jepretan, langsung pergi,” kata Koh Leuw, seorang penjaga pameran. Pendapat itu pun pribadi, bukan berdasar data resmi.

Memang, para turis masih tetap menjadikan patung Merlion di kawasan Marina Bay itu sebagai “lokasi wajib” yang harus disambangi ketika di Singapura. Selain di situ, ada empat lainnya yang dinyatakan sebagai patung Merlion resmi oleh pemerintah Singapura. Di Marina Bay ada dua. Satu yang sedang jadi hotel, satu lagi kembaran kecilnya (setinggi 2 meter) yang berada di belakangnya.

Yang paling jangkung adalah Merlion setinggi 37 meter di Pulau Sentosa. Selain itu, ada dua Merlion lagi “masing-masing setinggi 3 meter” di kawasan Grange Road dan Mount Faber.

Di luar Singapura, kembaran Merlion ada di Merlion Restaurant di Cupertino, California, Amerika Serikat. Di negeri kita, Merlion “persis yang di Singapura” berada di kawasan perumahan CitraLand, Surabaya, Jawa Timur.

Kalau berminat menginap di bawah mulut singa, silakan datang ke Singapura. Harus cepat karena, kata petugas pameran, yang mengantre untuk tidur sangat banyak. Hotel tak pernah kosong satu malam pun. Kalaupun menginap di The Merlion Hotel, tak perlu khawatir singa itu tiba-tiba menyemprotkan air ketika para tamu sedang tidur di bawah moncongnya. (*/c5/ttg)

Berondong? Yang Penting Cocok

Tiwi T2

Tua dan muda dalam urusan bercinta itu tidak penting. Kalau sudah jodoh dan merasa cocok satu sama lain, soal umur harusnya sudah tidak lagi dipermasalahkan.

“Secara pribadi, gue nggak begitu ngerti kenapa seseorang itu suka pasangan yang muda atau tua. Semua tergantung selera dan usahanya dapat pasangan. Yang penting masing-masing dari mereka dapat kecocokan. Itu jodoh namanya,” kata Tiwi T2 saat ditemui setelah manggung di Dahsyat RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta, baru-baru ini.

Penyanyi kelahiran 5 Februari 1986 ini menjelaskan, dalam bercinta jangan melihat pandangan orang lain. Karena, katanya, kesan itu selalu bermakna baik dan buruk. “Bisa positif atau negatif, tergantung pasangan itu ngejalanin hubungannya sebaik mungkin. Jangan mikirin orang lain deh,” ungkap jebolan Akademi Fantasi Indosiar (AFI) Tahun 2005 ini.

Nah kalau sudah menikah,kata Tiwi,  hendaknya saling bisa mengerti.  “Gue nyaranin aja, rahasia biar tetap harmonis, harus ada rasa cinta, saling pengertian. Tumbuhkan kasih sayang dengan pasangan dan saling mengisi di saat senang maupun susah,” saran  kekasih gitaris grup band Domino.(ade/rm/jpnn).

80-an Rumah Ludes Terbakar di Sibolga

SIBOLGA-Sekitar 80 rumah milik warga di jalan Mojopahit atau jalan Baru kelurahan Pancuran Bambu kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga ludes terbakar, Minggu (8/5) pukul 16.30 WIB. Informasi dihimpun METRO TAPANULI (grup Sumut Pos) menyebutkan, api dengan cepat membesar akibat angin kencang. Selain memusnahkan 80-an rumah, 2 usaha perikanan (tangkahan ikan) milik warga setempat juga musnah terbakar.

“Rumah-rumah warga kebanyakan terbuat dari papan,” ujar sejumlah warga di lokasi kejadian.
Dengan penyiraman dengan air seadanya ditambah dengan bantuan 2 unit pemadam kebakaran dan 2 mobil tangkai Air PDAM Tirta Nauli,api baru padam pukul 17.30 WIB.

Menurut Lurah Pancuran Bambu, Dicky Lubis SSos, data sementara diperkirakan 80-an rumah warga yang ludes. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir miliaran rupiah.
Aparat Polres Sibolga Kota masih mencari penyebab kebakaran.“Di lokasi kejadian kita melihat puluhan rumah warga sudah rata akibat besarnya api,” tandas Kapolres AKBP Joas Feriko.
Wali Kota Sibolga Drs HM Syarfi Hutauruk bersama Ketua DPRD Sibolga dan unsur Muspida yang meninjau langsung lokasi kebakaran. Korban kebakaran kemudian ditampung di Aula Kantor Kelurahan Pancuran Bambu dan Masjid Al Mukhlisin Eks PHR Sambas sebagai sebagai posko sementara korban kebakaran.
“Kita juga mendirikan dapur umum,” kata wali kota. (tob/muh/smg)

2 Pengganti Osama Ditakuti AS

Al Qaeda Siapkan Pemimpin

WASHINGTON – Delapan hari setelah penggerebekan di Abbottabad, Pakistan yang menewaskan Osama bin Laden, Al Qaeda belum mengumumkan pengganti sang pemimpin. Disebut-sebut ada dua pengganti yang akan ditunjuk Dewan Syuro organisasi yang sudah berusia 22 tahun tersebut.
Analis intelijen di Pentagon Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) percaya, Ayman Al Zawahiri yang selama ini menjadi orang nomor dua di Al Qaeda-lah yang akan menggantikan kedudukan Osama.
“Tapi, ada indikasi kuat bahwa dia tak disukai sejumlah kalangan di organisasi itu,” kata seorang pejabat senior Pentagonseperti dilansir Washington Post kemarin.

Fawaz Gerges, guru besar studi Timur Tengah di London School of Economics menganggap tak ada yang bisa menandingi kecerdasan intelektual dan ideologi Zawahiri. Maklum, dia terlahir dari keluarga intelektual. Dia adalah keturunan salah seorang pendiri Liga Arab dan imam besar Masjid Al Azhar, Kairo. Dia juga rajin berorganisasi sejak mahasiswa serta pernah ditangkap dan disiksa di awal kepresidenan Hosni Mubarak.
Banyak kandidat lain di luar Zawahiri (lihat grafis). Di antaranya, pemimpin Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP), Anwar Al Awlaki. Petinggi Pentagon lain menyebut dua nama lain, Atiyah Abd Al Rahman dan Abu Yahya Al Libi, jihadis veteran asal Libya.

“Atiyah dan Abu Yahya disukai karena pendekatan personal mereka dan lebih berpengalaman di lapangan,” kata si petinggi Pentagon kepada Washington Post. Faktor lain yang mungkin membuat Al Qaeda belum menunjuk pengganti Osama, secara struktural yang memegang kekuasaan di organisasi itu adalah dewan syura. Mayoritas anggota dewan tersebut sudah bersumpah hanya mengakui kepemimpinan Osama.
Bisa juga itu terjadi karena para jihadis di bawah Al Qaeda tak membutuhkan pemimpin baru. “Buktinya, sejak kematian Osama, nyaris tak ada perbincangan di forum kelompok jihad radikal tentang pemimpin baru Al Qaeda,” kata Rita Katz, direktur eksekutif SITE Intelligence Group, lembaga yang memonitor situs kelompok jihad di internet.

Bagaimana calon kuat lain, Anwar Al Awlaki? Meski mungkin secara struktural masih berada di bawah Zawahiri, dia justru dianggap lebih berbahaya oleh Pentagon. Sebab, 300 anggota AQAP yang dia pimpin merupakan sel Al Qaeda yang paling aktif beraksi.

Dialah sosok di balik aksi Umar Farouk Abdulmutallab yang nyaris meledakkan pesawat Northwest Airlines di langit Detroit, 25 Desember 2009. Juga pembantaian oleh Mayor Nidal Hassan di Fort Hood, Texas, yang menewaskan 13 orang sebulan sebelumnya.

Karena itu pula, seperti Zawahiri yang keberadaannya diupayakan dibongkar lewat dokumen yang disita di Abbottabad, AS bernafsu memburu lelaki kelahiran AS dari orang tua asal Yaman tersebut. Kamis lalu (5/5), dia beruntung karena lolos dari maut setelah sebuah rudal menghajar kendaraan yang semula diduga dinaiki lelaki bergelar insinyur teknik sipil itu. (c11/ttg/jpnn)

Selangkah Lagi

Man United vs CHELSEA
MANCHESTER-Juara bertahan English Premier League (EPL) Chelsea tampaknya bakal kehilangan gelar. Kemungkinan itu semakin besar setelah sang rival Manchester United, menaklukkan anak asuh Carlo Ancelotti dengan skor 2-1 pada matchday ke-36 yang berlangsung di Stadion Old Traffiord, kemarin (9/5) malam.

Pada pertandingan itu tuan rumah mencetak gol cepat melalui aksi Javier ‘Chicharito’ Hernandez pada detik ke-37 serta Nemanja Vidic di menit ke-23. Sementara Chelsea meraih gol hiburan lewat Frank Lampard di pertengahan babak kedua.

Dengan hasil ini maka The Red Devils selain melakukan revans atas kekalahan 1-2 pada putaran pertama yang berlangsung 1 Maret 2011 lalu, di sisi lain, kemenangan itu kian mengokohkan posisi The Red Devils dipuncak klasemen, setelah mengumpulkan 76 poin. Praktis Wayne Rooney dkk hanya membutuhkan satu poin tambahan dari dua laga tersisa, yaitu kontra Blackburn Rovers (14/5) dan Blackpool (22/5).
Sementara The Blues tertahan di posisi kedua dengan 70 poin.

Peluang juara hampir pasti tertutup, karena selain harus memenangkan seluruh laga tersisa, yakni saat menjamu Newcastle (14/5) dan melakoni partai tandang kontra Everton (22/5), anak buah Carlo Ancelotti pun harus menunggu agar sang pemuncak klasemen kalah dalam dua pertandingan tersisa. Sungguh mustahil.

Sebelumnya, bek yang juga pemain senior di kubu Manchester United Rio Ferdinand telah memprediksi jika timnya akan mampu mengatasi Chelsea.

Perkiraan mantan pemain West Ham dan Leeds United ini disebabkan dua kekalahan yang dialami Chelsea di ajang Liga Champions, beberapa waktu lalu.

“Chelsea tahu kami bisa mengalahkan mereka. Pasalnya, mampu bermain cukup baik pada dua pertemuan di ajang Liga Chamnpions, utamanya pertandingan yang berlangsung di Stamford Bridge. Saya tahu, mereka akan terbebani dengan kemenangan yang kami raih itu,” bilang Rio Ferdinand, centre back Manchester United. (bbs/jpnn)

Thailand-Kamboja Gagal Akhiri Sengketa

JAKARTA – Kohesivitas ASEAN mendapatkan ujian. Upaya forum konferensi tingkat tinggi (KTT) organisasi negara-negara di Asia Tenggara tersebut untuk mencarikan solusi terhadap sengketa perbatasan Thailand dan Kamboja tidak mem bawa hasil alias gagal. Kedua pemimpin negara itu justru terkesan sama-sama tidak ingin mengalah dalam perundingan yang dimediasi oleh Indonesia kemarin (8/5).

“Belum ada jalan keluar,” tegas Menlu Thailand Kasit Piromya kepada wartawan setelah pertemuan trilateral (Indonesia-Thailand-Kamboja) berakhir tanpa menjelaskan secara detail. “Kami memerlukan pembicaraan lebih jauh setelah ini,” terangnya.

Indonesia menjadi tuan rumah KTT ASEAN tahun ini. Dalam pidato pembukaannya, Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan bahwa tujuan pembentukan masyarakat ASEAN tidak akan tercapai tanpa perdamaian dan stabilitas dia antara negara-negara anggota.

SBY akhirnya setuju memediasi dialog antara perdana menteri (PM) dua negara itu terkait sengketa perbatasan yang telah menewaskan 20 orang dalam dua pekan terakhir. Akibat krisis di perbatasan tersebut, 100 ribu orang telah mengungsi. Sengketa atas kepemilikan kuil kuno yang diklaim kedua negara telah meletupkan sentimen nasionalis di antara rakyat kedua negara.

Namun, para analis berpendapat bahwa situasi politik domestik, khususnya di Thailand, justru memperparah isu sengketa itu. Misalnya, terkait popularitas pemerintahan PM Abhisit Vejjajiva jelang pemilu bulan depan. Kedua belah pihak terlihat enggan meredakan tensi yang memanas. Dalam sidang paripurna KTT ASEAN pada Sabtu lalu (7/5), PM Kamboja Hun Sen menyatakan bahwa tuntutan Thailand agar pihaknya menarik pasukan dari perbatasan sebagai permintaan yang tak masuk akal dan tak bisa diterima. “Thailand lah yang harus menarik pasukannya dari lokasi sekitar (wilayah sengketa),” tegasnya.
Dia mengingatkan, jika ASEAN tidak mengintervensi, sengketa perbatasan tersebut akan mengganggu pencapaian tujuan mulia negara-negara anggotanya.

“Siapapun tahu bahwa masalah perbatasan Thailand-Kamboja mengganggu suasana KTT dan sekaligus juga tantangan bagi ASEAN,” ujar Hun Sen. “Saya tidak yakin apakah masalah ini bisa diselesaikan. Tapi, pertemuan trilateral sangat baik,” tambahnya.

Merespons kritik tersebut, PM Abhisit menyatakan tidak bermaksud jelek terhadap negara tetangganya. Namun, setelah dialog tiga pihak (Thailand, Indonesia, dan Kamboja), “Kami mempunyai mekanisme bilateral yang berfungsi dengan baik,” terang Abhisit. (ap/afp/cak/dwi/jpnn)

Ranjau Antikendaraan Disebar di Misrata

TRIPOLI – Pasukan Muammar Kadfhafi dituding pasukan pemberontak memasang ranjau antikendaraan buatan Cina. Tudingan itu sesaat setelah adanya usulan verifikasi ranjau tersebut ke lembaga HAM Human Rights Watch. Demikian dilansir New York Times yang dikutip BBC, Minggu (8/5).

Ranjau tersebut dijatuhkan dengan parasut mini dari roket yang mengembang ketika mengudara, kata laporan koran Amerika New York Times, seperti dilansir BBC, Minggu (8/5).

Pasukan oposisi Libya mengatakan pasukan yang setia kepada pemimpin Libya Muammar Kadhafi membom tangki bahan bakar di Misrata, dan menyebabkan fasilitas tersebut terbakar. Misrata merupakan kota terbesar ketiga di Libya dan merupakan pelabuhan sangat penting bagi Libya.

Sebagian besar kota itu dikuasai oposisi yang mengangkat senjata untuk menumbangkan Kolonel Kadhafi, tapi mereka telah menjadi sasaran pengepungan selama beberapa minggu.

Lembaga HAM Amnesty International mengatakan serangan terhadap Misrata yang melibatkan penggunaan artileri berat, roket dan cluster bomb mungkin bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Pemerintah Libya sejauh ini selalu membantah laporan bahwa pasukannya menggunakan cluster bomb.
Menurut laporan di koran New York Times, lebih dari 20 ranjau Tipe 84 Model A asal Cina dijatuhkan di Misrata dari roket yang dilengkapi parasut mini Kamis larut malam. (bbc/bbs/jpnn)

Kesulitan Regenerasi, Promosi Lewat Hotel

Awa Odori, Tarian Tradisional Jepang yang Makin Tergerus Zaman

Mengunjungi Prefektur Tokushima, Pulau Shikoku, Jepang, tidak lengkap rasanya bila belum menyaksikan Awa Odori. Tarian tradisional tersebut menjadi puncak dari serangkaian festival rakyat yang menandai telah berakhirnya musim panas.

Jari-jari lentik empat bocah cilik bergerak lincah. Meski tidak seluwes para penari dewasa, tiga bocah perempuan dan seorang bocah lelaki itu terlihat amat bersemangat menggerakkan tangan dan kaki mereka mengikuti irama musik yang rancak.

Sesekali mereka terlihat saling lempar senyum dan mengangguk. Saat bocah lelaki melakukan kesalahan, berderailah tawa dari bibir tiga bocah perempuan tersebut.

“Awa Odori memang tarian rakyat. Siapapun boleh ikut menarikannya, seperti empat bocah kecil itu. Tidak perlu takut salah,” tutur Henki, pegawai Renaissance Naruto Resort Tokushima, kepada Jawa dua pekan lalu.
Saat itu, tepatnya pada 19 April lalu, hotel mewah di jantung Kota Tokushima (ibu kota Prefektur Tokushima) itu menyuguhkan Awa Odori. Menurut Henki, hotel tempatnya bekerja itu memang rutin menyajikan tarian khas tersebut kepada tamu.

Selain gerak tangan dan kaki yang relatif mudah, daya tarik dari tarian asli Tokushima tersebut adalah kostum para penarinya. Berwarna-warni dan sangat cerah. Kontras dengan warna kulit penduduk Negeri Sakura itu yang putih dan pucat. Perempuan dewasa yang memainkan tarian pemanggil roh tersebut itu juga memakai topi khas, seperti topi petani (caping) yang dilipat pada dua sisinya. Jadi, bentuknya lebih runcing dan ramping.

Sebagai rangkaian dari pesta rakyat, Awa Odori hanya dapat disaksikan setiap Agustus. Berbeda dengan penyajian di hotel, dalam festival tersebut, Awa Odori ditarikan oleh lebih banyak orang. Para penonton yang berjajar di pinggir jalan pun bisa ikut menari bersama.
“Gerakannya sangat simpel. Hanya tangan dan kaki yang aktif bergerak. Semua orang pasti bisa menarikannya,” kata pimpinan sanggar tari Uzuhio Ren.

Beberapa tahun terakhir, Uzushio Ren menjadi penghibur tetap hotel berarsitektur Romawi tersebut. Sanggar tari yang terdiri atas 100 orang itu memang cukup tersohor di Tokushima. Maklum, dari sekitar 800 ribu penduduk di sana, hanya 1-10 persen yang bisa menarikan Awa Odori. Uzushio Ren pun tidak pernah absen untuk meramaikan festival tahunan di prefektur yang dulunya dikenal sebagai Prefektur Awa tersebut.
“Tidak mudah mempertahankan tarian turun-temurun warisan dari nenek moyang ini. Apalagi, tidak banyak lagi generasi muda yang melirik Awa Odori,” ungkap pria paro baya yang didapuk sebagai pimpinan sanggar itu.

Buktinya, hanya ada empat bocah yang bergabung dengan sanggar tari tertua di Tokushima tersebut. Itu pun karena orang tua mereka sudah lebih dulu menjadi anggota Uzushio Ren.
Dari 100 orang yang menjadi anggota sanggar tari tersebut, tidak semuanya sebagai penari. Sekitar 10 orang berperan sebagai pemusik.

“Musik pengiring Awa Odori juga khas. Tidak seperti tarian lain pada umumnya,” kata Henki yang mendampingi rombongan Indonesia menyaksikan tarian tradisional tersebut. Musiknya sangat enerjik seperti gamelan pengiring kuda lumping di Jawa Tengah.

Alat musik yang ditabuh untuk mengiringi tarian unik tersebut pun tidak sembarangan. Semuanya adalah alat musik tradisional Jepang. Sebagian besar adalah alat musik yang dibunyikan dengan cara dipukul. Diantaranya odaiko, taiko, shimedaiko dan tsutsumi. Ukuran empat alat musik pukul itu beragam. Yang paling besar adalah taiko. Bentuknya mirip tifa dari Maluku. Tapi, ukurannya jauh lebih besar dan ditabuhkan dengan sepasang kayu.

Selain empat alat musik pukul tersebut, Uzushio Ren juga melengkapi iringannya dengan cika atau take. Meski cara membunyikannya juga dengan cara dipukul, materi pembuatan cika atau take itu berbeda dengan empat alat musik lain. Cika atau take terbuat dari bambu sepanjang 1-1,5 meter. Bentuk bambu itu dibiarkan seperti aslinya. Tapi, dengan desain khusus, bambu utuh itu mampu menghasilkan suara menarik.
Untuk melengkapi iringan musik yang rancak itu, Uzushio Ren juga menyelipkan kane. “Orang Jepang biasa menyebutnya lonceng kane,” kata seorang pria tua yang bertugas untuk memukul alat musik itu. Meski hanya terdapat satu kane, suaranya cukup dominan dalam rangkaian musik pengiring Awa Odori. Maklum, kane terbuat dari logam. Apalagi, kane sering dibunyikan selama tarian berlangsung.

Selain alat musik pukul, Uzushio Ren melengkapi keragaman musiknya dengan alat tiup. “Ini namanya yokobue,” kata seorang pemusik perempuan yang bertugas meniup seruling khas Jepang itu. Karena suaranya lirih, peniup yokobue selalu berdiri di depan alat pengeras suara. Dengan demikian, suara khasnya tidak tenggelam dalam alunan musik yang cenderung keras itu.

Regenerasi pemusik Awa Odori, kabarnya, sesulit mencari para penarinya. Dari sekitar 10 orang yang berperan sebagai pemusik, hanya ada seorang bocah lelaki yang ikut memainkan alat musik. “Namanya Shuugo. Usianya baru tujuh tahun,” ujar pemusik yang memainkan kane. Meskipun bersanding dengan rekan-rekan pemusik lain yang lebih senior, Shuugo tetap antusias memainkan odaiko yang melekat pada badannya seperti tambur.

Di akhir pementasan Awa Odori malam itu, Shuugo tiba-tiba menjadi populer. Itu karena alunan musik pengiring memainkan pertunjukan ekstra sekitar 15 menit. Setelah semua penari meninggalkan arena, para pemusik giliran memamerkan kemahiran mereka. Irama rancak dan penuh semangat membuat seluruh tamu hotel tetap bersemangat menirukan gerakan para penari Awa Odori sambil bergoyang.

Begitu musik berhenti, seorang nenek berkimono menyelipkan lembaran-lembaran yen ke balik baju Shuugo. Pipi bocah berambut cepak itu pun langsung memerah. Tidak mau kalah dengan nenek berambut ikal itu, beberapa tamu usia lanjut ikut menyawer Shuugo. Senyum bocah itu makin lebar. Malam itu, Shuugo pun panen yen.

Di era internet seperti kini, melestarikan budaya warisan leluhur memang bukan perkara mudah. Alat musik tradisional dan kostum berwarna-warni harus bersaing dengan senandung musik Barat dan pakaian ala Eropa yang lebih popular di kalangan generasi muda. Tetapi, upaya penggiat pariwisata Tokushima menampilkan Awa Odori di hotel-hotel populer patut diapresiasi. (hep/dwi/jpnn)

Jasad Nasrudin Dimanipulasi

Sejak kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen mencuat, Antasari Azhar berada di atas angin. Sebab, dua saksi ahli yang keterangannya diabaikan pihak pengadilan kembali memberikan keterangan yang meringankan Antasari di depan Komisi Yudisial (KY).

Dua saksi ahli yang sudah dimintai keterangan adalah ahli forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Abdul Mun’im Idris dan ahli information technology (IT) Institut Teknologi Bandung (ITB) Agung Harsoyo. “Yang belum tinggal ahli balistik (Maruli Simanjuntak),” kata Komisioner KY Suparman Marzuki kepada Jawa Pos (grup Sumut Pos), Minggu (8/5).

Menurut Suparman, dua saksi ahli itu sudah menjelaskan secara lengkap hal-hal yang terkait dengan kasus pembunuhan tersebut. Keterangan mereka pun meringankan Antasari. Sebab, ada kejanggalan-kejanggalan saat peristiwa penembakan Nasrudin.

Namun, Suparman enggan merinci keterangan yang diberikan Mun’im dan Agung. Ditemui sesaat setelah menjalani pemeriksaan pada Senin (25/4) lalu, Mun’im mengatakan bahwa keterangan yang disampaikan kepada KY merupakan pengulangan di pengadilan.

Memang, dalam persidangan, Mun’im menerangkan bahwa kondisi jasad Nasrudin sudah dimanipulasi saat diterimanya. Maksudnya, keaslian jenazah tersebut sudah tidak terjaga.
Kondisi itu karena Nasrudin sudah dipindahkan dari rumah sakit. Sesaat setelah ditembak pada 14 Maret 2009, dia dilarikan ke RS Mayapada Tangerang. Namun, jasadnya kemudian dipindahkan ke RSPAD Gatot Subroto. “Mayatnya sudah tidak asli, seperti rambut sudah digunting dan lukanya dijahit,” terang ahli forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) itu.

Mun’im lantas membeberkan faktor-faktor saat hendak melakukan otopsi. Misalnya, keadaan mayat baik dan barang bukti asli. “Akibat kondisi mayat (Nasrudin) seperti itu, tidak ada ciri luka tembak. Keaslian (jenazah) tidak terjaga karena sudah dijahit,” ungkapnya.

Dia mengatakan, Nasrudin meninggal karena dua tembakan. Hasil pemeriksaan forensik menyebutkan, korban meninggal akibat tembakan jarak jauh. Namun, menurut dia, pengertian jarak jauh itu bisa karena memang jarak jauh atau terhalang sesuatu. Saat memeriksanya, Mun’im mengaku masih menemukan dua peluru di kepala Nasrudin. Yakni, di sebelah kanan dekat telinga dan di batang tengkorak. Kedua peluru itu mengenai jaringan otak. Meski dalam kondisi penyok, peluru itu masih bisa dikenali tipenya, yakni berdiameter 9 mm.
Nah, diameter peluru itu yang kemudian memunculkan kejanggalan.

Sebab, dari keterangan ahli balistik Roy Haryanto, diameter peluru 9 mm tidak cocok dengan senjata yang ditunjukkan jaksa sebagai barang bukti, yaitu revolver kaliber 0,38 tipe S&W. Ahli menyebut peluru itu untuk senjata api jenis FN. Bukan hanya itu. Pistol tersebut juga dalam kondisi agak rusak, sehingga sulit dipakai.
Dalam keterangannya, Roy juga mengatakan, pistol revolver S&W yang digunakan untuk menembak Nasrudin tidak bisa dioperasikan oleh seorang amatir.

Setelah menyimak keterangan Mun’im Jumat (6/5) lalu, KY mendengarkan keterangan Agung Harsoyo. Memang, dalam persidangan Antasari sempat tersudut dengan keberadaan SMS yang menurut jaksa penuntut umum dikirimkan dari handphone Antasari ke handphone Nasrudin.

Suparman menerangkan, tujuan pemanggilan dua saksi ahli itu adalah untuk mengetahui seberapa jauh keterkaitan data dan kesaksian mereka dalam kasus ini. (kuh/fal/c2/agm/jpnn)

Yakin Antasari Kambing Hitam

Sejak Nasrudin Zulkarnaen tewas ditembak, Andi Syamsuddin penasaran. Adik Nasrudin itu tidak percaya bahwa kakaknya ditembak tanpa alasan kuat. Apalagi, selama ini Nasrudin bukan pribadi yang punya banyak musuh.

“Saya putuskan untuk investigasi sendiri setelah kakak meninggal,” kata Syamsuddin saat dihubungi dari Jakarta kemarin (8/5).

Syamsuddin juga tidak percaya ketika polisi menyatakan bahwa Antasari Azhar menjadi aktor intelektual di balik pembunuhan tragis itu. Setelah kematian Nasrudin, Syamsuddin menemui sejumlah pihak yang mengetahui kasus tersebut. Mulai Rani Juliani, sejumlah penyidik, bahkan juga Antasari. Terakhir dia menemui Antasari pada pertengahan Maret lalu. “Saya akhirnya percaya bukan dia pelakunya. Ada dalang di balik kasus ini. Itu yang harus diungkap,” katanya.

Syamsuddin mengatakan, investigasi yang dia lakukan menunjukkan bahwa bukan Antasari otak penembakan tersebut. Apa lagi dengan diperkuat pesan dari almarhum kepada dirinya. “Antasari memiliki kartu truf yang berbahaya kalau diungkap. Itulah mengapa diperkarakan,” ujarnya.

Antasari, kata Syamsuddin, hanya pihak yang dijadikan kambing hitam atas pembunuhan tersebut. Orang-orang yang berada di sekelilingnya dibikin sedemikian rupa untuk memperkuat dugaan bahwa lelaki kelahiran Bangka Belitung itulah yang merencanakan pembunuhan.

Lelaki berkumis lebat itu mengaku memiliki sejumlah informasi tentang pembunuhan tersebut. Dia juga memiliki data terkait dalang di balik rekayasa itu. Namun, dia menolak mengungkapkan. Dia khawatir dirinya justru akan diperkarakan jika membuka informasi itu. Sebab, kasus tersebut melibatkan sejumlah pejabat tinggi di Indonesia.

“Apakah LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, Red) bisa melindungi saya” Orang sekelas Susno Duadji dan Gayus Tambunan saja tidak bisa dilindungi. Apalagi, mereka menjalin kerja sama dengan kejaksaan dan kepolisian, bagaimana bisa independen kalau ada intervensi dari mereka,” katanya.

Karena itu, Syamsuddin hanya bisa memberikan dorongan moral. Dia tidak bisa terlibat lebih jauh terhadap kasus yang dihadapi mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu. Dia juga menuntut Antasari lebih transparan dalam mengungkap pihak-pihak yang ingin memerkarakan dirinya. Sebab, selama ini Antasari cenderung tertutup setiap ditanya dalang kasusnya. “Soal kasus hukum, hanya Pak Antasari yang bisa terus mengungkap. Dia yang punya kartu,” kata mantan wartawan itu. (aga/c4/iro/jpnn)