Home Blog Page 15335

Penjagal Umat Muslim Bosnia Diekstradisi ke Belanda

BEOGRAD- Dalam waktu dekat, pemerintah Serbia akan mengekstradisi Ratko Mladic ke Belanda. Kemarin (27/5), tim dokter yang memeriksa kondisi fisik mantan jenderal 69 tahun tersebut menyatakan bahwa dia sehat. Dengan demikian, proses hukum terhadap penggagas pembantaian 8.000 muslim di Srebrenica itu bisa dilanjutkan.
“Kondisi kesehatan Ratko Mladic sangat baik dan memenuhi syarat untuk bisa menjalani persidangan. Kami juga sedang mempersiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk mengurus ekstradisi,” kata Hakim Maja Kovacevic dalam jumpa pers di Pengadilan Khusus Kejahatan Perang Serbia kemarin. Tapi, dia tak mengingkari kenyataan bahwa Mladic memang pernah mengidap beberapa penyakit berat.

Berdasar keterangan dokter, penyakit kronis yang pernah menghinggapi Mladic, tak akan mengganggu proses hukum terhadapnya. Karena itu, Kovacevic yakin Mladic akan segera pindah ke Den Haag, Belanda, untuk menjalani sidang. Dalam berkas dakwaan, Pengadilan Kriminal Internasional untuk Yugoslavia (ICTY) menuding Mladic melakukan kejahatan perang, pembantaian dan kekerasan terhadap kemanusiaan.

Kemarin, tim kuasa hukum Mladic menyatakan tidak terima dengan keputusan Pengadilan Khusus Kejahatan Perang Serbia. Karena itu, mereka akan mengajukan banding dalam waktu tiga hari. Sesuai instruksi Mladic, mereka bakal berusaha keras menolak ekstradisi.

“Senin nanti, kami akan mengajukan banding atas keputusan hari ini,” ujar Milos Saljic, pengacara Maldic.
Menurut mereka, buron nomor satu Serbia selama 16 tahun terakhir tersebut terlalu sakit untuk menjalani proses hukum. Apalagi, menjalani sidang di Den Haag yang jelas akan menguras banyak tenaga dan pikiran. Sebelumnya, Darko Mladic, putra Mladic, juga menyatakan hal yang sama.
Dalam kesempatan itu, Darko juga menegaskan bahwa sang ayah tidak bersalah. “Ayah saya tidak melakukan kejahatan-kejahatan yang dituduhkan kepadanya,” tandasnya.

Pernyataan tersebut kembali ditegaskan tim kuasa hukum Mladic usai mendengar keputusan pengadilan Serbia kemarin. Mereka pun menolak dokumen dari ICTY yang berisi dakwaan resmi terhadap Mladic. Setelah tertangkap dalam sebuah razia di Desa Lazarevo Kamis dini hari lalu (26/5), Mladic langsung dibawa ke Beograd. (ap/afp/bbc/hep/ami/jpnn)

Singapore Airlines Sasar Penerbangan Murah

SINGAPURA- SINGAPORE Airlines (SIA) akan mendirikan maskapai berbiaya rendah atau Low – Fare Airline baru yang akan mengoperasikan armada pesawat berbadan lebar untuk rute-rute jarak menengah dan jauh. CEO Singapore Airlines, Goh Choon Phong, menjelaskan maskapai baru ini didirikan setelah melalui proses evaluasi dan analisis yang sangat mendalam.

“Maskapai baru ini memungkinkan Grup SIA untuk melayani pasar-pasar baru yang belum tergarap dan memenuhi permintaan yang terus meningkat dari konsumen untuk penerbangan berbiaya rendah,” kata Goh Choon Phong seperti rilis yang diterima wartawan, Kamis, (26/5).

Maskapai ini diperkirakan akan mulai beroperasi tahun depan, dan akan dimiliki sepenuhnya oleh Singapore Airlines, namun akan dikelola secara independen dan terpisah dari manajemen SIA.(net/jpnn)

Kelompok G8 Desak Kadhafi Mundur

DEAUVILLE – Krisis politik Libya menjadi salah satu agenda penting dalam pertemuan G8 di Prancis kemarin (27/5). Amerika Serikat (AS) dan sekutu Eropanya sepakat bahwa kepemimpinan Muammar Kadhafi di Libya harus berakhir. Rusia yang semula tak sepakat dengan pernyataan itu pun berubah pikiran dan memberikan dukungan.
“Kami mendesak penghentian kekerasan terhadap rakyat sipil oleh rezim Libya. Kami juga mendesak rezim yang berkuasa tak lagi melancarkan serangan bersenjata di permukiman warga,” tulis G8 dalam kesepakatan bersama yang dirilis kemarin. Menurut mereka, Kadhafi sudah kehilangan legitimasinya sebagai pemimpin Libya. Sebab, semakin hari, pengaruhnya dalam masyarakat semakin pudar.

Tak hanya mengecam kepemimpinan Kadhafi, negara-negara G8 juga menuntut tanggung jawab rezim yang menyerang masyarakat. “Mereka yang melakukan kekerasan atau penyerangan terhadap warga sipil harus ditangkap dan diseret ke pengadilan. Seluruh pelanggaran ini tak mungkin tak akan berdampak hukum,” lanjut para pemimpin G8.
Mereka juga menyambut baik langkah Mahkamah Kriminal Internasional (ICY) akal melancarkan investigasi hukum di Libya. (afp/hep/ami/jpnn)

Penyanyi Korea Selatan Tewas Gantung Diri

KOREA SELATAN- Kabar mengejutkan datang dari penyanyi asal Korea Selatan, Chae Dong Ha. Mantan personel boyband SG Wannabe itu ditemukan tewas gantung diri di rumahnya. Awalnya manajer Dong Ha mengaku tidak bisa menghubungi kliennya. Ia pun panik kemudian meminta bantuan polisi untuk mencari Dong Ha. Ternyata ia ditemukan di kediamannya di Bulkwang-dong, Korea.

“Ia dinyatakan sudah meninggal ketika ditemukan, dan polisi telah mengkonfirmasi identitas tubuhnya,” ujar tim penyelamat Eunpyung-gu dilansir Naver, Jumat (27/5).

Menurut agensi Dong Ha, kliennya itu memang sudah lama menderita depresi. Ia kini sedang dalam masa istirahat pasca menyelesaikan promosi album ‘Essay’ di Jepang. Spekulasi yang beredar Dong Ha mengalami depresi sejak ditinggal mati mantan manajernya. Pria yang membantu kariernya itu meninggal dua tahun lalu bunuh diri dengan mengisap gas di sebuah kamar motel. (net/jpnn)

Badai Topan Songda Hantam Filipina

MANILA- Badai topan Songda di Filipina telah menyebabkan banjir dan tanah longsor. Badai tersebut juga menewaskan satu orang. Dewan Penanganan Bencana BNasional menyatakan, badai topan melewati bagian utara Filipina. Demikian dilansir ABC, Jumat (27/5).

Lebih dari 262 ribu warga yang sedang mencari perlindungan ke tenda pengungsian yang disediakan pemerintah kembali ke rumahnya setelah badai topan itu pergi. Tapi Dewan Penanganan Bencana Nasional kembali mengingatkan, kondisi Provinsi Batanes masih belum aman. Dikhawatirkan badai topan akan kembali.
Sebelumnya, Filipina juga dihantam oleh badai Aere yang menewaskan 31 orang. Dalam tahun ini, sekitar 20 badai dan angin topan telah menghantam Filipina. (net/jpnn)

Kecanduan Sosis Rasa Daging Babi

Greenwich- Seorang pria di Greenwich, Inggris, kecanduan sosis. Setiap hari, David Harding, 47 tahun, bisa makan 13 sosis. Akibat kecanduan sosis, kini ayah tiga anak ini tengah menjalani terapi untuk menghilangkan kebiasaan buruknya.
Demi melepas candu dari sosis, David sudah keluar kocek 2.000 poundsterling. “Saya tidak bisa hidup tanpa sosis,” katanya seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (26/5).

David mulai tergila-gila dengan sosis ketika dia berumur lima tahun. Setiap hari David pasti makan sosis dalam berbagai olahan, mulai dari digoreng, dimasukkan ke dalam roti sampai makan dengan kentang.
Sosis favorit David adalah sosis rasa daging babi buatan Mc Whinney’s.  (net/jpnn)

Sepp Blatter Disidang Kasus Suap

SWISS-Badan sepak bola dunia FIFA mulai menggelar sidang penyelidikan terhadap pimpinannya, Sepp Blatter. Langkah tersebut diambil menyusul tuduhan yang dilontarkan oleh Mohamed Bin Hammam, saingannya dalam pemilihan presiden FIFA pekan depan, bahwa Blatter mengetahui tuduhan pembayaran uang tunai.
Bin Hammam dan Wakil Presiden FIFA, Jack Warner, juga hadir dalam sidang hari Minggu untuk menjawab tuduhan suap. Komite etika terikat oleh peraturan untuk menyelidiki semua pengaduan oleh anggota komite eksekutif Fifa berdasarkan pasal 16 dalam kode etik lembaga sepak bola dunia tersebut. Bin Hammam dan Warner menghadapi tuduhan yang dilayangkan oleh anggota komite eksekutif FIFA, Chuck Blazer, bahwa mereka menawarkan suap dalam pertemuan di Uni Sepak Bola Karibia (CFU) bulan Mei.

Berkas bukti menyatakan tumpukan uang tunai senilai $40.000 diserahkan kepada para anggota CFU dalam pertemuan di Trinidad. Bin Hammam berikutnya menyatakan Blatter tahu-menahu tentang ketidakberesan itu, tapi tidak melaporkannya dan itu melanggaran kode etik. (bbc/net/jpnn)

Perwira Enam Negara Kunjungi Riau Pos

PEKANBARU- Riau Pos kembali kedatangan tamu spesial dari mancanegara.  Kamis (27/5), giliran Malaysian Armed Forces Defence College (MAFDC), Akademi Militer (Akmil)-nya Malaysia hadir bersama Konsul Malaysia di Pekanbaru Zamani Ismail. Dalam kunjungan pendidikan strategi militer ASEAN sekaligus pendidikan wawasan media massa ini, Akmil Malaysia membawa serta para perwiranya yang berasal dari enam negara ASEAN.

Sebanyak sepuluh staf pendidik dan sekitar empat puluh Akademika Akmil Malaysia dari enam negara, Malaysia, Indonesia, Brunei, Filipina, Singapura dan Thailand hadir. Kunjungan ini dipimpin Laksamana Pertama Dato Pahlawan Syed  Zahiruddin Putra bin Syed Osman. Dalam kunjungan ini berbagai masalah dibahas, dan ditanyakan langsung kepada Chief Excutive Officer Riau Pos Media Group, H Makmur SE MM Ak.

Mulai dari hal pemahaman ekonomi, politik dan kerjasama antar Indonesia-Malaysia, analisa pertahanan dari segi sosial ekonomi kedua negara, pengaruh situasi keamanan terhadap perkembangan hubungan ekonomi Indonesia-Malaysia dan termasuk seluk beluk Riau Pos sebagai media terbesar di Riau dan Sumatera Bagian Utara.
Puluhan perwira berpangkat Kapten hingga Letnan Kolonel dari enam negara ini secara bergantian antusias bertanya soal peran Riau Pos dalam berbagai bidang. Para peserta yang menjejali ruangan rapat redaksi Riau Pos siang itu semakin antusias setelah mendengarkan keterangan CEO Riau Pos Media H Makmur SE MM Ak, yang mampu menguasai pasar media massa di Riau, bersaing dengan belasan media harian lainnya.

Makmur menjelaskan, Riau Pos telah berdiri sejak dua puluh tahun lalu, kini telah memiliki anak perusahaan di lima provinsi dengan belasan media cetak. Sepuluh tahun terakhir ini Riau Pos juga mulai mendirikan media televisi.
“Berdasarkan penelitian badan riset independen, Riau Pos adalah koran dengan pembaca terbanyak di Riau,” kata Makmur di ujung penjelasannya mengenai Riau Pos.
Mendengar ini salah seorang staf pendidik Akmil Malaysia Kolonel Mohd Azmi bin Mohd Yusof penasaran, bagaimana bisa Riau Pos bisa dibaca ratusan ribu orang dalam sehari.
“Bagaimana, apa strategi Riau Pos itu bisa laris manis dan banyak dibaca oleh masyarakat daerah sini,” tanya Mohd Azmi.
Pertanyaan ini langsung direspon seketika oleh H Makmur. “Memang kita membangun pembaca mulai dari usia balita hingga yang tua,” kata H Makmur menjelaskan.(c-7/jpnn)

Pelaku Minta Dilepas

Terkait Dua Pencuri Tewas Diamuk Massa

LABUHAN- Ratusan warga Andan Sari Gang Trimo, Lingkungan 17, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, mendatangi Polsek Medan Labuhan, Jumat (27/5). Mereka meminta polisi segera membebaskan lima warga yang ditahan terkait tewasnya dua pencuri yang diamuk warga pada Rabu (25/5) lalu.

Lima warga yang diamankan polisi yakni Nasib (45), Sarmidi (46), Anto (34), Sofian (24) dan Rubingin (56). Warga menyesalkan penangkapan kelima orang tersebut. “Yang memukuli kan massa, saat itu banyak yang memukuli kedua pelaku. Namun, kenapa hanya lima orang itu saja yang diamankan? Kami minta mereka segera dilepaskan,” teriak warga yang berunjuk rasa di luar gerbang Polsek Medan Labuhan.

Setelah beberapa lama menunggu di luar, warga mulai emosi karena tidak ada jawaban yang pasti dari pihak kepolisian. Selanjutnya, warga yang emosi ingin masuk ke dalam sempat tolak-tolakan dengan polisi. Saat terjadi kericuhan tersebut, warga sempat berhasil masuk namun dipaksa keluar oleh petugas Polsek Medan Labuhan.

“Kenapa yang nangkap pencuri ditangkap. Kami berbuat seperti ini karena kami sudah tidak percaya lagi oleh pihak kepolisian yang tidak bisa menangkap pelaku pencurian. Padahal, pencurian sudah sering terjadi di daerah kami. Kami minta lepaskan warga yang ditahan,” teriak warga lainnya.

Kapolsekta Medan Labuhan, AKP Sugeng Riyadi mengatakan, kami  akan tetap melakukan proses hukum terkait tewasnya dua orang pencuri yang diamuk warga. “Kita akan tetap melanjutkan proses hukumnya karena ini menyangkut nyawa orang lain,” ujarnya.(mag-11)

KPK Sayangkan Partai tak Cegah Nazaruddin

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak mau disalahkan atas perginya mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin ke Singapura pada 23 Mei lalu atau sehari menjelang pencegahannya ke luar negeri. Nazaruddin bisa leluasa pergi ke manapun karena statusnya bukan sebagai tersangka.

“Itu (bepergian ke luar negeri) hak asasinya,” kata Ketua KPK Busyro Muqoddas di Gedung KPK, kemarin (27/5). KPK mencekal Nazaruddin, kata dia, lantaran keterangannya sangat diperlukan dalam perkara kasus suap proyek pembangunan Wisma Atlet Sea Games 2011 Palembang.

Apalagi, lanjut Busyro, Nazaruddin beberapa kali mengeluarkan pernyataan-pernyataan pedas di media terkait pelanggaran-pelanggaran di beberapa instansi pemerintahan. Seperti yang diketahui, beberapa kali pria kelahiran Simalungun itu pernah menyebut bahwa ada banyak sekali penyelewengan di tubuh Kemenpora yang dilakukan Andi Mallarangeng dan adiknya Choel Mallarangeng. Selain itu, Nazaruddin juga pernah mengancam akan membongkar borok di Mahkamah Konstitusi.

“Makanya kami mencekal dia supaya proses pemeriksaannya lancar,” imbuhnya. Mantan Dekan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia itu lalu mengatakan jika akhirnya Nazaruddin kabur sehari sebelum surat pencekalannnya keluar itu sudah di luar kemampuan KPK. Menurut Busyro, seharusnya Nazaruddin dengan elegan datang memenuhi panggilan KPK minggu depan. Sebab, lanjutnya, KPK adalah lembaga penegak hukum yang sangat steril dari berbagai kepentingan. Terutama kepentingan politik. “Jadi tidak usah kawatir ada kepentingan lain yang bermain di sini. Saya jamin tidak ada,” tegas Busyro. Mantan ketua Komisi Yudisial itu malah memiliki pandangan tersendiri terkait perginya Nazaruddin ke Singapura. Dia menyayangkan para kader Partai Demokrat yang tidak mencegah agar Nazaruddin tidak bepergian. Menurutnya, jika rekan-rekan di partainya memberikan masukan yang tepat, bisa jadi Nazaruddin masih tetap berada di tanah air dan KPK dengan mudah memeriksanya.

Di bagian lain, Ketua Departemen Komunikasi dan Informasi DPP PD itu berang terkait komentar sejumlah politisi Demokrat lainnya terkait pencekalan terhadap Nazaruddin. Dia lantas menuding kalau kubu Andi Mallarangeng ikut ‘bermain’ dalam kasus yang menimpa rekan sefraksinya di Komisi III tersebut. “Saya minta, orang-orangnya Andi yang tidak tahu masalah jangan asal ngomong, masak sama kawan sendiri sikapnya seperti itu, tidak punya naluri bela teman,” sesal Ruhut. (dyn/kuh/jpnn)