Home Blog Page 15352

Sumut Pos Gagas Seminar Pemekaran Medan Utara

MEDAN-Polemik pemekaran Medan Utara terus bergulir dalam dua tahun terakhir. Puncaknya adalah penyerahan kajian ilmiah oleh tim 17 Pemekaran Medan Utara kepada tim riset dari FISIP USU, apakah daerah pesisir ini layak dimekarkan sebagai pemerintah adminstratif  yang baru atau tidak. Wacana ini pula yang menjadi perbincangan dalam seminar sehari Sumut Pos bertajuk ‘’Pemekaran Medan Utara di Ambang Mata’’ di Hotel Asean International, Sabtu (30/1) besok.

Ketua Pelaksana, Darwin Purba mengatakan, seminar yang dihelat oleh Event Organizer dan Litbang Sumut Pos ini  menampilkan empat pembicara, yakni Anggota DPD RI Parlindungan Purba, Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, Dosen FISIP USU, Drs Ridwan Rangkuti MA, Wakil Ketua DPRD Medan, Ikrimah Hamidy, dan anggota Tim 17 Pemekaran Medan Utara Ibeng S Rani. Dia mengingatkan acara yang mendapatkan dukungan dari PLN Wilayah Medan ini merupakan bagian dari komitmen Sumut Pos urun rembug dalam isu-isu strategis di pemerintahan dan masyarakat.

“Kami mengangkat topik ini agar wacana pemekaran ini bisa disampaikan kepada publik dalam forum terbuka. Sebagian ada yang menganggap isu ini sensitif, tapi bagaimanapun harus disampaikan secara santun sehingga tidak muncul saling curiga antar kelompok,’’ ujar Wakil Ketua Pelaksana, Valdesz J Nainggolan.

Sementara, anggota tim 17 Pemekaran Medan Utara Safruddin menilai pembentukan kota baru yang mandiri secara administratif di wilayah utara merupakan solusi tepat untuk menjawab tuntutan dan kebutuhan masyarakat Medan utara terhadap pemerataan dan percepatan pembangunan. ‘’Kami butuh realisasi, bukan janji-janji. Jadi bagi kami solusinya adalah pemekaran,’’ katanya.

Hanya, di lain pihak, tak sedikit yang menentang pembentukan kota administratif tersebut. Aspirasi itu dianggap ‘’kebablasan’’ karena yang dibutuhkan masyarakat Medan Utara adalah percepatan pembangunan dan keadilan pembangunan.

‘’Tak perlu sampai pemekaran segala. Yang dibutuhkan saat ini adalah program pembangunan yang lebih terkonsentrasi ke wilayah Medan Utara,’’ tukas Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Ikrimah Hamidy. (*/fal)

Bos Gayus Segera Disidangkan

JAKARTA- Atasan terdakwa makelar pajak Gayus Halomoan Tambunan, Bambang Heru Ismiarso, segera berhadapan dengan majelis hakim. Kejaksaan Agung menyatakan berkas perkara tersangka kasus pajak PT Surya Alam Tunggal (SAT) itu telah lengkap alias P21.

“Sudah P21 atas nama tersangka Bambang Heru,” kata Kapusenkum Kejaksaan Agung Noor Rachmad di Jakarta kemarin (28/4). Bambang merupakan Direktur Keberatan dan Banding di Direktorat Jenderal Pajak. Dia adalah atasan Gayus langsung yang ikut terlibat dalam kasus Gayus.

Sementara itu, kemarin (28/4), Gayus Tambunan tiba di Kejari Tangerang, Jalan TMP Taruna, Tangerang, pukul 13.00 WIB. Dia datang dengan mobil KIA Travello berplat nomor polisi. Tentu Gayus tidak sendirian, dia didampingi 6 polisi. Gayus yang berkaus abu-abu ini tetap tampil dengan rambut pendeknya. Tidak ada kata-kata yang dia sampaikan, melainkan langsung masuk ke ruang Kasi Intel Kejari Tangerang.

Menurut Kajari Tangerang, Chaerul Amir, rupanya Gayus datang terkait proses penyerahan berkas dalam kasus paspor palsu atas nama Sony Laksono yang dipakainya untuk ‘jalan-jalan’.(aga/jpnn)

Pesawat Latih Jatuh, 2 Prajurit TNI AU Tewas

SLEMAN-Diduga karena tali pengait yang menarik glider terlepas sebelum waktunya, pesawat latih capung Glider milik TNI AU terjatuh di areal perkebunan tebu di Dusun Wotgaleh, Sendangtirto, Berbah, Sleman, kemarin (28/4). Kejadian yang mengakibatkan jatuhnya dua korban tewas itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 15.45.
Dua korban tewas adalah Sertu Ninang Siwiono, 40, warga Kalongan, Maguwoharjo, Depok dan Sersan Karbol Habibun Rahman, taruna Akademi Angkatan Udara (AAU) Jogjakarta.

Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Pangkalan Landasan Udara (Lanud) Adisutjipto Mayor Yuto Nugroho mengatakan, penyebab jatuhnya pesawat tersebut masih diselidiki. “Pesawat jatuh saat latihan rutin. Belum diketahui penyebabnya,” terangnya. Jasad kedua korban langsung dilarikan ke RS AU Harjo Lukito. Rencananya, jenazah disemayamkan di Lanud AU kemarin malam hingga menunggu pihak keluarga.

Salah satu saksi mata, Sawal, 40, yang rumahnya berada di luar areal bandara itu menuturkan, sore itu dirinya sedang menyapu rumahnya mendengar suara seperti benda terjatuh dari atas. Tidak lama kemudian terdengar benturan sangat keras. “Bersama warga lainnya dia kemudian melihat di lokasi kejadian berupa pesawat tanpa mesin sudah terjungkal di semak-semak tebu,” katanya. “Saya hanya melihat sayap pesawat dengan posisi miring karena terhalang rimbunan tebu,” imbuhnya.

Sawal menambahkan dirinya sudah terbiasa menyaksikan setiap sore pesawat latih jenis Glider tanpa mesin itu ditarik pesawat jenis Cessna terbang. Dia melihat kedua pesawat itu mulai terbang sekitar pukul 15.30. “Biasanya pesawat terbang dengan ketinggian lebih dari 200 meter baru dilepaskan pengaitnya untuk terbang bebas,” lanjut dia.

Namun, pada saat kejadian nahas kemarin angin kurang kuat berhembus, sebagaimana biasanya. “Pesawat Glider tanpa mesin kan terbang butuh angin, namun kemarin tidak ada angin,” paparnya.

Sesaat sebelum jatuh, Sawal melihat pesawat Glider itu ditarik pesawat jenis Cessna dari arah barat menuju ke timur. Dia memperkirakan sesaat sebelum jatuh ketinggian tidak seperti biasanya. “Rendah, sekitar seratusan meter. Biasanya 200 meter baru di dilepas,” terangnya.

Dari kesaksian Sawal, kawat baja yang digunakan menarik pesawat Glider itu terlepas di bagian depan. “Biasanya pesawat penarik (Cessna) melepaskan tali baja dari Glider. Tapi kemarin kabel tali baja malah lepas dari  depan (Cessna) masih mengikat Glider,” terangnya. Selanjutnya karena angin berhembus kurang kencang hingga Glider menukik ke tanah hingga terdengar suara benturan sangat keras.

Meski suara benturan cukup keras, namun tidak terlihat ledakan api atau muncul asap. (ron/jpnn/agm)

Tak Nyambung Karena Ngantuk Nonton Bola

10 Karyawan CIMB Jadi Saksi

MEDAN- Sepuluh karyawan CIMB Niaga Aksara menjadi saksi sidang lanjutan terdakwa perampokan Bank CIMB dan penyerangan Mapolsekta Hamparan Perak, Marwan alias Nano alias Wak Geng, di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (28/4).

Ke-10 karyawan Bank CIMB tersebut yakni, Zulfa Husna, Hendrika Yosefin, Hendra Gunawan, Evi Kurnia Nduru, Edward Saragih, Agus Heriadi, Vonni Berliana Hutauruk, Muhammad Sasli Pahmi, Pipit Harianti, dan Murdiantoro.
Dalam persidangan yang dipimpin Majelis Hakim diketuai Erwin Mangatas Malau dan Jaksa Penuntut Umum, Iwan Ginting, saksi Zulfa Husna, karyawan bagian Customer Service menjelaskan, dirinya mendengar letusan sebanyak tiga kali yang semula dikiranya letusan petasan.

Namun, setelah peristiwa perampokan tersebut, saksi mengetahui anggota Brimob dan dua sekuriti bank terluka. Saksi juga mengetahui uang sebanyak Rp363 juta hilang dari bank. Akan tetapi, saksi mengaku tidak mengenali para pelaku karena mereka memakai helm dan penutup wajah. Hendra Gunawan bagian mesanger (pengantar surat antar bank cabang) mengaku mendengar dua kali letusan.

Saksi juga mengaku ditendang di bagian tangan dan pinggangnya. Dia juga melihat petugas sekuriti Fahmi dalam keadaan terluka di bagian bahu sebelah kiri terbaring disebelahnya dekat meja kasir a.

Hakim Ketua sempat kesal dengan  saksi Hendra karena beberapa kali jawaban saksi tidak berkaitan dengan pertanyaan hakim. Hakim ketua pun menanyakan apakah saksi mengerti Bahasa Indonesia atau tidak. Ditanya seperti itu, saksi jujur mengaku ngantuk karena menonton pertandingan sepakbola dinihari tadi.

“Ngantuk saya pak tadi malam nonton bola,”akunya. Pada persidangan terdakwa Abdul Gani Siregar dan Pautan alias Robi, empat karyawan CIMB masing-masing Agus Heriadi, Edward Saragih, Vonni Berliana Hutauruk dan Hendrika Yosefin  didengar keterangannya secara bersama-sama. Keempat saksi mengaku mengalami trauma sampai sekarang dan telah menjalani konseling untuk pemulihan dari rasa takut. (rud)

Istri Pepi Diduga Terlibat Terorisme

JAKARTA- Nasib Deni Carmelita, istri tersangka teroris Pepi Fernando sebagai pegawai Badan Narkotika Nasional (BNN) masih belum diputuskan. Sebab, hingga kini lembaga antinarkotika yang dipimpin Gories Mere masih terus membahas nasibnya setelah ditetapkan penyidik Mabes Polri sebagai tersangka.

“Kami memang masih berkoordinasi dengan badan kepegawaian. Hingga hari ini (kemarin) belum diputuskan bagaimana statusnya,”  Kepala Bagian Humas dan Dokumentasi BNN Sumirat Dwiyanto saat dihubungi koran ini kemarin (28/4).

Hubungan Deni dengan wartawan adalah ketika BNN hendak melakukan konfrensi pers terkait penangkapan bandar narkoba pada Kamis (21/4) silam. Dia yang menghubungi semua wartawan. “Ternyata kan waktu itu ada penemuan bom di gereja (Gereja Christ Cathedral) BSD) yang dibuat suaminya,” kata Sumirat. Namun saat itu Deni tidak menunjukkan sikap yang aneh. Bahkan seperti biasa bersenda gurau dengan para wartawan. Jadi Sumirat mengaku tidak tahu menahu jika anak buahnya itu ternyata menyembunyikan aksi suaminya yang ternyata teroris. (kuh/aga/jpnn)

Hambali Wajah Baru

Jakarta – Wikileaks merilis sejumlah data sejumlah tahanan Guantanamo. Kawat yang dikeluarkan pada 30 Oktober 2008 itu salah satunya memuat identitas Hambali, teroris kakap asal Indonesia.

Dalam data yang dirilis detikcom dari Wikileaks, Kamis (28/4/2011) itu juga dilampirkan foto terbaru Hambali. Pria kelahiran Cianjur itu terlihat berjenggot lebat. Wajahnya sudah terlihat lebih tua dibanding foto lama yang beredar. Wajah Hambali pun tampak lebih tirus.

Dalam kawat itu disebutkan, Hambali mesti tetap mendapatkan penahanan. Nomor tahanan Hambali tercatat ISN US9ID-010019DP. Dalam kawat itu disebutkan sejumlah keterangan mengenai Hambali.
Hambali memiliki nama asli Riduan Isomuddin lahir pada 4 April 1964. Namun Hambali memiliki sejumlah banyak nama alias yakni Encep Nurjaman, Hambali al-Malaysi, Mizi, Azman, Alejandro Davidson Gonzalez, Hendrawan, Kahar, Muzabkar, Halim Osmann, Samsuri, dan Daniel Suarez Naveira.

Hambali disebutkan dalam dokumen itu sebagai anggota senior Al Qaeda, dia dituding bertanggung jawab atas peristiwa bom Bali 12 Oktober 2002 yang menewaskan 200 orang. (net/jpnn)

Tak Mesti Pakai Uang

Asti Ananta

ASTI Ananta tak pernah mengenal kata lelah dalam komitmennya untuk membantu anak-anak penderita kanker. Melalui Community for Children with Cancer (C3), presenter kelahiran Semarang itu terus mengetuk hati semua orang agar berdonasi, baik dalam bentuk materi maupun nonmateri.

“Saya sudah lama ada di C3 yang bertempat di bangsal anak-anak RS Kanker Dharmais. Jadi, di situ banyak anak-anak yang belum berusia satu tahun sudah mengidap kanker,? tuturnya.

Tugas utama Asti di C3 adalah menyebarkan informasi bantuan dana. Baik untuk pengobatan, operasi, maupun fasilitas lain yang sangat berguna bagi anak-anak penderita kanker karena mereka memang membutuhkan dana yang tidak sedikit.

“Tetapi, jika tidak punya dana, bisa menyisihkan waktu mengunjungi mereka untuk sekadar bermain bersama atau dengerin mereka curhat. Itu saja sudah sangat membantu penyembuhan. Bukannya lebih cepat sembuh, tetapi lebih cepat daripada mereka merasa sendirian,” papar nya(mug/jpnn/c6/ttg)

 

Kantongi Enam KTP, Andhika Tampung Duit Malinda

JAKARTA-Keterlibatan Andhika Gumilang dalam kasus penggelapan Malinda Dee semakin terang. Bintang iklan produk rokok yang disebut-sebut sebagai suami siri Malinda itu memiliki enam KTP dengan alamat berbeda-beda.
“Namanya (yang ada di KTP) sama semua,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafly Amar di kantornya, kemarin (28/4).

Sedangkan untuk alamat, selain berada di wilayah Jakarta, ada juga KTP Andhika yang beralamat di Bogor dan Cileungsi Jawa Barat. Namun, saat ditanya tentang apa motif pria 22 tahun memiliki lebih dari satu tanda penduduk, Boy mengatakan pihaknya masih mendalaminya. Yang jelas, kata Boy,  memiliki KTP ganda apalagi lebih dari dua merupakan pelanggaran berat.

Karenanya, pihaknya akan mendalami apakah KTP-KTP tersebut digunakan sebagai alat Andhika untuk melancarkan aksi pembobolan ini. Apalagi, sebelumnya Mabes Polri juga menemukan fakta bahwa Malinda memiliki banyak KTP yang diduga digunakan sebagai alat untuk mempermulus aksinya.

Memang menurut Boy, muncul kuat kecurigaan bahwa KTP-KTP tersebut dimanfaatkan Andhika untuk membuka rekening baru atas nama dirinya sendiri yang kemudian rekening itu digunakan untuk menerima uang-uang hasil kejahatan Malinda. “Pemeriksaannya masih belum tuntas. Sekali lagi sedang dikembangkan,” kata dia.

Apakah Andhika akan dikenakan pasal pemalsuan” “Tentu saja. Kalau menang terbukti palsu akan kami jerat dengan pasal kepemilikan identitas palsu,” ucap mantan Kanit Negoisasi Densus 88 itu. Untuk itu, Mabes Polri juga akan meneliti lebih lanjut instansi-instansi yang mengeluarkan KTP-KTP Andhika. “Instansinya jelas semua,” imbuhnya.
Boy juga menerangkan, pihaknya kini menelusuri rekening milik Andhika. Sebab, muncul dugaan bahwa rekening yang dimiliki Andhika itu merupakan salah satu rekening yang digunakan untuk menampung transaksi keuangan Malinda. Nah melalui rekening itulah, Andhika menggunakan uang-uang yang hasil kejahatan Malinda. Misalnya untuk membeli mobil dan lain sebagainya.

Di samping Andhika, polisi juga masih menelusuri apakah ada aliran dana Malinda ke pihak-pihak lainnya. Saat ditanya tentang dugaan aliran  PT Sarwahita, Boy mengaku belum tuntas memeriksanya. Menurutnya, hingga kini, transaksi aliran dana dari Malinda masih banyak yang merupakan transaksi pembelian barang.
Namun, lanjut Boy,  pihaknya masih fokus untuk menelusuri dugaan aliran dana ke sejumlah uang ke rekening lain yang diduga sebagai tempat penampungan hasil kejahatan Malinda.

Seperti yang diketahui, Andhika ditahan sejak Rabu (28/04) dinihari setelah menjalani pemeriksaan sejak siang.
Hasil pemeriksaan sementara, Andhika menerima uang Rp 311 juta dari Malinda. Selain itu, mobil Hummer B 18 DIK yang dibeli Malinda Dee diatasnamakan Andhika.

Pria yang pernah membintangi beberapa film televisi (FTV)  itu dijerat pasal 6 UU No. 15/2002 Jo UU No. 25/2003 tentang Pencucian Uang. “Ancaman minimal lima tahun maksimal 15 tahun, denda minimal Rp100 juta maksimal Rp15 miliar,” katanya. (kuh/iro/jpnn)

Sikat Judi dan Narkoba

LUBUK PAKAM- Kapolres Deli Serdang, AKBP Wawan Munawar SiK MSi terlihat semangat, saat acara pisah sambut dengan pendahulunya, AKBP Pranyoto. Acara yang berlangsung di Halaman Mapolres Deli Serdang itu, diawali dengan penyambutan, AKBP Wawan Munawar oleh personel Mapolres Deli Serdang, kemarin (28/4).

Usai penyambutan, AKBP Wawan Munawar mem berikan pengarahan kepada jajaran personel Mapolres Deli Serdang, yang dilanjutkan dengan acara ibu-ibu Bhayangkari Mapolres Deli Serdang. Saat acara, AKBP Pranyoto juga ikut mendampingi. Kemudian, acara diakhiri dengan pelepasan AKBP Pranyoto dari Mapolres Deli Serdang.  Usai acara, AKBP Wawan Munawar mengatakan, sama seperti pejabat baru lainnya, AKBP Wawan Munawar dalam program kerjanya ke depan juga akan melanjutkan program kerja Kapolres Deli Serdang yang sebelumnya.

Selain itu tambahannya, sambung Wawan Munawar adalah pemberantasan judi, narkoba dan penyakit masyarakat lainnya. “Memang untuk kasus judi dan narkoba menjadi prioritas utama kita. Kita tidak main-main dengan kedua penyakit masyarakat ini,” ungkap mantan Kapolres Nias selama dua tahun ini.

Ditambahkan Wawan pemberantasan judi dan narkoba sudah jadi komitmen institusi Polri .(btr)

Napi Cabuli Tahanan Wanita

TAPUT-  Dua narapidana kasus narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Siborongborong, berinisial AMM dan V mencabuli dua tahanan wanita titipan Polres Humbang Hasundutan, berinisial S br S (31) dan D br S (32).

D br S bersama S br S masing-masing dititipkan Polres Humbahas dalam status tersangka kasus perjudian.  Kepada METRO TAPANULI (Grup Sumut Pos), Kamis (28/4) D br S saat ditemui di LP Siborongborong mengaku, hampir 3 kali diperkosa AMM dan V.

Dikisahkan D br S, saat itu, Minggu subuh sekitar pukul 05.00 WIB, dia yang satu sel dengan S br S dibangunkan, salah seorang napi yang tidak ia kenal, guna mengikuti kebaktian Paskah di gereja.

Saat D br S keluar dari sel, salah seorang napi langsung menarik tangannya dan melakukan perbuatan tidak senonoh.  Namun, D br S meronta. Mendapat perlawanan, napi itu kemudian menawarkan uang Rp100 ribu kepada D br S agar mau memuaskan nafsunya. Namun, tawaran itu tidak digubris dan korban lari dari cengkeraman napi. Selanjutnya, korban masuk ke ruang selnya untuk mengganti pakaian untuk berangkat ke gereja. Sepulang dari gereja, sekitar pukul 10.30 WIB, D br S langsung dimasukkan petugas LP Siborongborong ke selnya semula. Akan tetapi, berselang beberapa menit kemudian, AMM datang membawa kunci sel dan membukanya.

Napi tersebut meminta agar keduanya keluar sel untuk berbincang-bincang dengan petugas LP. Setibanya di ruang jenguk tahanan, AMM menawari kedua korban untuk minum teh botol. Saat itu, kedua korban berbincang-bincang dengan kedua napi itu.

Setelah sekitar beberapa jam menunggu petugas LP tak datang, S br S mulai merasa jenuh. Sehingga, dia permisi kepada rekannya untuk masuk kembali ke dalam sel. Melihat D br S ditinggal rekannya sendirian, kedua napi tersebut langsung menarik tangannya dan memaksa masuk ke dalam sebuah kamar mandi di LP tersebut.

“Saat itu, AMM langsung menyekap saya di dalam kamar mandi,” beber D br S.
Mendapat perlakuan tersebut, D br S mengaku terus meronta dan berusaha berteriak minta tolong. Akan tetapi dirinya tak dapat berkutik akibat sekapan AMM. “Saya akhirnya dapat lepas dari sekapannya, setelah saya sempat bisa berteriak, barulah dilepaskan,”ungkap D br S.

Setelah keluar dari kamar mandi, ternyata, V sudah lama menunggu. Tangan D br S kembali ditarik V. “Mungkin tidak mau dia sama kamu lae. Aku aja,” ujar D br S menirukan ucapan V kepada rekannya AMM.

Sementara itu, S br S,  juga mengaku, turut menjadi korban perbuatan cabul napi di LP Siborongborong.  Ia mengisahkan,  sekitar pukul 05.00 WIB, dua napi yang tidak ia kenal datang membuka sel mereka dan meminta agar keluar untuk mengikuti kebaktian Paskah di gereja.

“Waktu itu aku jawab tidak ke gereja, karena saya lagi sakit. Kemudian saya pergi ke kamar mandi. Saat pergi ke kamar mandi, ternyata salah satu napi sudah mengikuti saya dan langsung masuk mendorong pintu kamar mandi yang belum sempat saya tutup,” ujar S br S.

Pasca kejadian tersebut, petugas LP Siborongborong, R Simanjuntak sempat diisukan menjadi pelaku percobaan pemerkosaan tersebut.  Kepada Kamis (28/4), R Simanjutak didampingi Kepala LP Siborongborong, Sigit Danarto mengatakan, dirinya sudah merasa difitnah dan dihina atas pemberitaan yang ada di sejumlah media.

Kepala LP Siborongborong, Sigit Danarto, mengaku telah memeriksa para pelaku dan korban. “Kita sudah periksa kedua napi pelaku itu, keduanya mengakui perbuatannya dari keterangan kedua tahanan wanita itu. Bahkan, kedua petugas jaga kita juga saya mintai keterangan,” ujar Sigit.

Disebutkan, bahwa kedua pelaku AMM dan V, kini telah dimasukkan ke dalam sel tahanan khusus LP Siborongborong. “Untuk sementara pelaku dimasukkan sel khusus ,” tandasnya. (hsl/muh/smg)