Home Blog Page 15356

Gatot Ajukan Hasiholan dan Nurdin

Tiga Kandidat Sekdaprov Terganjal di Tim Penilai Akhir

MEDAN-Tiga kandidat calon Sekretaris Daerah Provinsi Sumut (Sekdaprovsu) yang diusulkan Gubsu non aktif, Syamsul Arifin, terganjal di Tim Penilai Akhir (TPA) yang dipimpin Wapres Boediono. Ketiga kandidat sudah dibahas di TPA pada 8 April 2011, namun hingga kemarin TPA belum mengeluarkan keputusan siapa yang akhirnya dipilih.

Padahal, pembahasan calon Sekda Sumut bersamaan dengan calon sekda di tiga provinsi lainnya. Sementara, kemarin TPA sudah menetapkan nama sekda untuk ketiga provinsi, yakni Sekdaprov Sumatera Barat, Kalimantan Tengah dan Bengkulu. “Tadi (kemarin, Red) sudah ada pemberitahuan dari sekretaris kabinet, sudah keluar nama Sekda Sumbar, Kalteng, dan Bengkulu. Sumut belum,” ujar Kapuspen Kemendagri, Reydonnyzar Moenek kepada wartawan di kantornya, kemarin (28/4).

Ketiga calon sekda Sumut yang diusulkan Syamsul adalah Kadis Pendapatan Daerah Pemprovsu Syafaruddin, Kadis Pendidikan Pemprovsu Saiful Safri, dan Penjabat Bupati Madina, Aspan Sofyan Batubara. Doni, panggilan Reydonnyzar, mengakui memang proses pembahasan calon Sekda Sumut bersamaan dengan calon sekda di tiga provinsi tersebut. Hanya saja, dia tidak mau memberikan keterangan mengapa untuk calon Sekda Sumut belum keluar namanya.

Sementara itu, informasi yang diperoleh Sumut Pos, dalam persoalan ini sebenarnya pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) hanya tinggal menunggu surat resmi dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu, Gatot Pujo Nugroho untuk mengganti ketiga nama calon Sekda Provsu tersebut yakni Nurdin Lubis dan Hasiholan Silaen. (sam/ari)

Kalian Memang Kejam…

Unjuk Rasa di Kantor PTPN IV Ricuh

MEDAN-Kantor PTPN IV di Jalan Suprapto didemo puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Simalungun (Gemasi). Mahasiswa menuntut perusahaan milik BUMN itu mengembalikan tanah seluas kurang lebih 60 hektar yang terletak di Desa Mariah Jambi Kabupaten Simalungun, Kamis (28/4).

Aksi berlangsung ricuh saat pengunjuk rasa mengoyang-goyang pagar kantor. Petugas Satpam yang berusaha menenangkan massa terlibat pertengkaran dengan massa. Buntutnya terjadi saling pukul. Pengunjukrasa kemudian membakar ban di depan pintu gerbang kantor, tapi dibalas satpam dengan menyemprotkan racun api kepada para pengunjuk rasa. Pegawai PTPN juga ikut menyiramkan racun api dan air hingga mengenai wartawan yang melakukan peliputan.

Pengunjuk rasa pun semakin nekat menerobos pagar yang dijaga ratusan satpam dan pegawai PTPN IV dan polisi. “Kalian telah melakukan pembodohan terhadap masyarakat, kalian juga telah merampas tanah masyarakat, kalian lebih kejam dari Jepang,” teriak Rajauli, seorang pengunjuk rasa.

Tak hanya itu, pengunjukrasa juga sempat beradu argumentasi dengan seorang wanita berpakaian hijau yang mengaku sebagai polisi. Wanita paruh baya ini meminta para pendemo tertib dan tenang tidak mengganggu kepentingan sarana umum, namun bukannya tertib pengunjuk rasa malah semakin geram karena wanita paruh baya yang berpakaian hijau ini gagal membawa Dirut PTPN IV untuk bertemu dengan pengunjuk rasa. “Kami tidak percaya lagi, kalian semua sama pembohong dan penipu,” teriak massa.

Setelah gagal masuk, pengunjuk rasa membubarkan diri  dan berjanji akan membawa 10.000 orang untuk melakukan aksi ulangan. Sekadar diketahui aksi itu bermula saat 60 hektar lahan milik petani yang berjumlah 61  KK dikuasai pihak perkebunan di Desa Mariah Jambi Kabupaten Simalungun dibuktikan dengan surat kepemilikan lahan yang masih berlaku. (mag-8)

Orangtua Anak Hilang Datangi Poldasu

MEDAN-Sebelas orang tua yang kehilangan anaknya, Kamis (28/4), mendatangi Polda Sumut. Mereka meminta Kapoldasu, Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, untuk mengusut kasus yang sudah lama mengendap di Polda Sumut. Pasalnya, kasus itu sudah sejak lama mereka laporkan ke Poldasu, namun hingga kini tak jelas pengusutannya.

Para orang tua itu mengatakan, kasus itu mereka laporkan pada 5 April 2010. Dalam laporan itu mereka menyatakan, anak mereka pergi meninggalkan rumah dan tak kembali hingga kini. “Kami minta agar Kapoldasu membantu untuk mengusut kasus hilangnya anak kami untuk segera diungkap. Agar kedepannya kasus seperti ini tidak terulang lagi,” ujar Khudri Ahmad, perwakilan orang tua di ruangan Dir Binmas Poldasu, Kamis siang (28/4).

Berdasarkan data para orangtua, anak-anak yang hilang itu adalah Deyulanti (25), warga Jalan Salak S-12-17 Tanjung Gading, Batubara, Alumni D3 USU Medan dan Mahasiswi Semester 1 UMN Medan dan hilang sejak 26 Maret 2009, Nurhidayah (23), warga Jalan Pelita IV Gang Madrasah No 5 Medan, Alumni IAIN Medan, hilang sejak 24 Desember 2008. Kemudian, Mawaddah (23), warga Teluk Nibung, Tanjung Balai, Asahan, Alumni IAIN Medan dan hilang sejak 2 Januari 2009, Kiki Amalia (18), penduduk Jalan Datuk Kabu Gang Mushalah, Medan, pelajar SMU Negeri 10 Medan, hilang sejak 11 Agustus 2008, Gusti Khairani Simatupang (22) penduduk Jalan Garu IV Gang Ikhlas No 128 Medan, Mahasiswa UMSU Semester VIII, hilang sejak 25 Januari 2009. Selanjutnya, Dori Israwani Siregar (23), warga Perumnas Mandala Medan, Alumni Polmed, Medan dan hilang sejak 14 Oktober 2009, Harni Purnama Ningsih (23), warga Sei Sikambing, Medan, Alumni USU dan hilang sejak Maret 2009, Yuli Mayasari (24), warga Tanjung Mulia.(adl/jon)

Empat Rumah Disambar Petir

LABUHAN- Warga yang berada di Lingkungan IV, Gang Tanjung, Medan Deli terkejut. Pasalnya, empat rumah warga disambar petir, Kamis (28/4). Keempat rumah masing-masing milik Letti (37), Sri Wahyuni (36), Mando (50) dan Nilawati (28). Akibat perisitiwa itu, peralatan elektronik warga rusak.

Seorang warga, Andi (26) mengatakan, suara ledakan keras seperti bom datang tiba-tiba. Setelah dilihat ternyata petir menyambar rumah, pohon dan tiang jemuran. (mag-11)

Dua Bandar Togel Diringkus

MEDAN-Petugas dari Satuan Unit Vice Control (VC) Dit Reskrim Poldasu berhasil meringkus dua bandar judi jenis toto gelap (togel, red) di dua tempat terpisah, Kamis (28/4) sekitar pukul 16.00 WIB. Keterangan yang diperoleh, kedua tersangka bernama Asiong alias joni (38) Warga Jalan Ternak, Medan Polonia dan Simin Sony (50) Warga Jalan Danau Batur No. 47A Medan.

Saat dilakukan penggerebekan di rumah Asiong, polisi berhasil mengamankan barang bukti tiga buah HP, 3 buku tabungan, dua buah rekap togel dengan omzet per hari Rp10 juta. Kemudian, dari rumah Simin polisi berhasil menemukan barang bukti berupa 2 HP, dua lembar catatan omset togel dan uang senilai Rp2 juta. Bisnis haram tersebut sudah dilakoni pelaku selama delapan bulan. Selanjutnya tersangka bersama barang bukti diboyong ke Poldasu untuk proses lebih lanjut.

Kanit VC Poldasu Kompol Saptono saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih melakukan pengembangan dalam kasus tersebut untuk memburu bandar-bandar yang lainnya yang masuk dalam jaringan mereka. “ Tersangka masih diperiksa penyidik dan kasusnya akan kita kembangkan,” ujarnya. (adl)

Mou: Kenapa?

MADRID – Real Madrid harus menerima nasib yang nyaris sama dengan kontestan semifinal Liga Champions 2010-2011 lainnya, Schalke 04. Sama-sama harus takluk di kandang sendiri, juga dengan skor sama-sama menyolok 0-2, di mana kedua gol pun terjadi di paruh akhir babak kedua, serta sama-sama berat sebelah dalam hal ball possession. Well, mungkin, hanya ada beberapa perbedaan tipis saja.

Jika di laga Schalke v Manchester United, pencetak dua gol adalah Ryan Giggs dan Wayne Rooney, maka di laga kemarin (atau Kamis dinihari WIB) kedua gol diborong oleh bintang utama Barcelona, Lionel Messi. Yang pertama dicetak pada menit ke-74, hasil umpan crossing Ibrahim Afellay yang baru saja masuk, sementara gol kedua dicetak beberapa menit jelang bubaran dengan skill khasnya mendribbling bola beberapa meter memasuki kotak penalti.
Yang berbeda dari laga Schalke-United dan Real-Barca, yang pertama tentu saja adalah selisih kelas kedua tim yang saling berhadapan. Secara reputasi dan kekuatan di atas kertas, Schalke dengan United jelas beda, sementara Real dan Barca bisa disebut seimbang – tanpa perlu menyebut sebagai seteru abadi. Lalu, ada faktor kartu merah langsung (direct red card) terhadap gelandang Real, Pepe, dan pengusiran sang pelatih pada laga di Madrid semalam, sementara di Gelsenkirchen (kandang Schalke) tidak. Lantas perbedaan yang mungkin paling menyolok, komentar seusai laga.

Sehari sebelumnya, Schalke relatif bisa menerima kekalahan, setidaknya dengan kapten Manuel Neuer yang mengaku performa timnya memang tak sebaik di perempat final. Namun mereka juga tidak putus asa begitu saja, minimal lewat ungkapan pelatih Ralf Rangnick yang optimis menyebut segala sesuatu masih bisa terjadi di leg kedua (laga tandang) di mana mereka akan bermain tanpa beban. Sementara dari kubu Real, menerima kekalahan (dengan lapang dada) tampaknya tidak termasuk sesuatu yang mereka tunjukkan.

Adalah pelatih penuh kontroversi juga prestasi, Jose Mourinho, yang paling menunjukkan ketidakpuasannya terhadap laga itu, langsung dalam jumpa pers seusai laga. Bukan ketidakpuasan pada penampilan timnya, namun lebih pada kepemimpinan wasit dan official lainnya, serta lebih jauh, terhadap UEFA. Mou – sapaan Mourinho – bahkan mengungkapkan tudingan adanya konspirasi, terutama terkait perjalanan dan sukses Barca.
“Jika saya sebutkan (pada) UEFA apa yang benar-benar saya pikirkan dan rasakan (saat ini), karir saya akan berakhir sekarang,” ujar pelatih berjulukan The Special One itu, seusai pertandingan, seperti dikutip The New York Times, Kamis (28/4).

Pernyataan itu bukan berarti Mourinho akan bermain ‘rahasia-rahasiaan’. Malah sebaliknya, sejumlah kalimat bernada tudingan pun segera dibeberkannya di depan media. Antara lain yang intinya bahwa ada konspirasi selama ini antara Barcelona dengan UEFA. “Saya tak tahu apakah ini karena (sponsorship) dari Unicef yang mereka miliki, atau karena mereka adalah ‘orang-orang baik’. Saya tak mengerti. Selamat kepada Barcelona karena menjadi tim yang hebat, dan selamat atas ‘hal-hal lain’ yang mereka miliki,” ujarnya sarkastis.

Lebih jauh, Mourinho pun berkomentar soal faktor wasit yang ia sebut sebagai salah satu kebaikan UEFA pada Barcelona. “Saya hanya akan menanyakan satu pertanyaan yang saya harap suatu hari mendapatkan penjelasan: Kenapa? Kenapa Ovrebo? Kenapa Busacca? Kenapa De Bleeckere? Kenapa Stark? Kenapa?” ujar Mou lagi. (ito/jpnn)

Lima Kartu Kuning, Tiga Langsung Diusir

SETIAP laga El Clasico dilangsungkan, wasit dipaksa bekerja keras. Itu juga terjadi pada first leg semifinal Liga Champions antara Real Madrid bersus Barcelona, kemarin dini hari. Terjadi banyak insiden yang membuat wasit Wolfgang Stark harus mengeluarkan banyak kartu.

Ya, dua kartu merah langsung, lima kartu kuning, plus diusirnya Jose Mourinho dari bench pemain menunjukkan betapa panasnya tensi sepanjang laga kemarin dini hari. Sempat terjadi beberapa bentrokan yang melibatnya banyak anggota kedua tim.

Kartu merah pertama dijatuhkan kepada kiper cadangan Barca Jose Manuel Pinto. Dia menjadi penyebab pertengkaran sejumlah pemain sesaat setelah peluit tanda jeda pertandingan ditiup. Pinto sempat menampar wajah bek Real Alvaro Arbeloa.

Kemudian, disusul kartu merah langsung kepada Pepe setelah dinilai melanggar bek kanan Barca Danil Alves pada menit ke-61. Mourinho pun menyusul satu menit kemudian lantaran memprotes keras keputusan tersebut kepada ofisial keempat.

“Saya tidak mengerti, mengapa setiap tim yang bermain melawan mereka (Barcelona) di Liga Champions selalu berakhir dengan sepuluh pemain. Lihat saja Arsenal, Chelsea, dan lainnya,”ketus Cristiano Ronaldo, seperti dilansir Telegraph.

Dia menambahkan, bukannya mencari alasan, tapi dengan sepuluh orang di lapangan, situasinya lebih sulit. “Saya yakin kalau kami bermain dengan 11 orang, situasi dan hasilnya akan berbeda,” bilang mantan winger Manchester United itu.

Sindiran yang sama juga disampaikan striker Real Emmanuel Adebayor. “Kami selalu saja mendapat kartu merah melawan mereka. Sepak bola itu olahraga untuk lelaki. Tapi, kalau bermain melawan Barca, mereka baru disentuh sudah jatuh. Mereka terlalu cengeng,” kata Adebayor.
Dari kubu Barca, gelandang kreatif Xavi Hernandez menyatakan bahwa kartu merah untuk Pepe memang layak.  (ham/jpnn)

Lazio Pinang Adebayor

ROMA- Lazio mulai merencanakan skuadnya untuk musim depan, mereka dikabarkan akan segera menambah amunisi di lini depan, Emmanuel Adebayor menjadi target utama Il Biancocelesti. Pemain Internasional Togo tersebut saat ini sedang menjalani masa peminjamannya dari Manchester City di Real Madrid, namun, meski bermain cukup cemerlang, tampaknya klub raksasa Spanyol tersebut enggan untuk mengubah status kepemilikan Adebayor.

Celah tersebut coba dimanfaatkan oleh Lazio, akrena Adebayor sendiri juga sudah tidak ingin kembali ke Inggris untuk membela City. Harga Adebayor yang dipatok oleh City sebesar 15 juta Euro tampaknya juga tak akan menjadi masalah bagi klub asal ibukota Italia tersebut, karena Lazio memiliki beberapa cara agar Adebayor dapat berlabuh ke Italia tanpa biaya yang mahal.

Hal ini tak terlepas dari masih adanya tanggungan City kepada Lazio atas pembelian Aleksandar Kolarov sebesar 17.5 juta Euro di awal musim ini. Lazio berharap tanggungan City tersebut dapat digunakan untuk menutupi biaya transfer yang diminta City. Namun, Lazio tak akan dengan mudah memboyong Adebayor, karena gaji Adebayor di City maupun di Real Madrid sama-sama cukup besar, sehingga lazio harus mampu menawar kepada Adebayor agar mau mengurangi besarnya gaji yang diminta Adebayor.  “Kita akan lihat situasinya pada akhir musim nanti. Bila Emmanuel (Adebayor) ingin tetap di sini (Manchester City), tak masalah,” kata Pelatih Roberto Mancini. (net/jpnn)

Syamsul Dicopot dari Ketua Golkar

  • Dibayangi Konflik Internal
  • Digantikan Andi Ahmad Dara

MEDAN-Kewenangan yang melekat pada diri Syamsul Arifin dilepas satu per satu. Setelah berstatus non aktif sebagai gubernur Sumut, Syamsul juga telah dilengserkan dari jabatannya sebagai Ketua DPD Golkar Sumut. Pencopotan sementara itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) DPP Nomor : Kep/115/DPP/Golkar/IV/2011 tanggal 26 April 2011 yang ditandatangi Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie dan Sekjen Idrus Marham.

Syamsul Arifin sengaja dibebastugaskan dari kursi ketua Golkar Sumut karena sedang menghadapi persoalan hukum terkait penyalahgunaan APBD Kabupaten Langkat 2000-2007. Pencopotan dimaksudkan agar Syamsul Arifin lebih fokus. Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Agung Laksono, Rabu (27/4) di Hotel Swiss Bell Jalan S Parman Medan.

“Saya diminta Bapak Ketua Umum DPP menyampaikan pemberhentian ini kepada masyarakat Sumut melalui media,” jelas Agung Laksono didampingi Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Leo Nababan, Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumut Zaman Gomo Mendrofa, Sekretaris Hardi Mulyono dan sejumlah pengurus lainnya.

Agung yang juga Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) ini mengatakan, selama Syamsul berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), roda organisasi tetap berjalan dengan baik sebagaimana mestinya. Tapi, pencopotan ini hanya bertujuan memberikan waktu yang lebih leluasa kepada Syamsul yang menghadapi persidangan dalam kasus dugaan korupsi APBD Langkat 2000-2007 sewaktu dia menjabat bupati.

Alasan lainnya untuk menjamin tetap efektif dan efisiennya roda kepemimpinan DPD Partai Golkar Sumut.
“Saya sudah berkomunikasi dengan Pak Syamsul tadi malam (kemarin, Red), beliau sudah mengetahui pemberhentian ini. Bahkan menurut beliau, sudah ada komunikasi dengan Bapak Aburizal Bakrie dan dapat diterima dan dipahami demi kepentingan koordinasi dan konsolidasi yang lebih kuat ke depannya,” jelasnya.

Melalui SK tersebut, DPP Partai Golkar menunjuk Andi Acmad Dara sebagai Plt Ketua DPD Partai Golkar Sumut. Dengan ditunjukkan Plt ini, mandat yang diberikan sama dengan Ketua DPD yang dipilih melalui Musda. Kewenangan Andi adalah untuk menjalankan fungsi, tugas dan wewenang Ketua DPD Partai Golkar Sumut, termasuk melakukan langkah-langkah konsolidasi organisasi yang dianggap perlu demi menjamin efektifitas kepemimpinan Partai Golkar Sumut.

“Perannya hampir sama tapi bukan berarti bisa seenaknya mengganti-ganti orang,” tegas Agung.
Agung tak menyebutkan apakah tugas Andi Achmad Dara termasuk mempersiapkan musyawarah daerah luar biasa (Musdalub). Menurutnya, kebijakan soal hal tersebut akan diatur kemudian oleh DPP. “Soal hal ini saya tidak berani mengungkapkannya, namun sepenuhnya di DPP,” sebutnya.

Merujuk kasus yang sama di DPD Partai Golkar Sulawesi Utara, Plt yang ditunjuk akhirnya termasuk mempersiapkan Musdalub dan menghasilkan ketua DPD definitif. Kemungkinan bisa saja sama, untuk persoalan tersebut tetap saja menjadi wewenang DPP.

Andi Achmad Dara yang akrab disapa Adey dianggap tepat melanjutkan kepemimpinan Golkar di Sumut. Sebab beliau merupakan salah satu unsur pengurus harian yang bertanggung jawab terhadap pemenangan pemilu untuk wilayah Sumatera.

Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut, Hardi Mulyono berharap informasi pengangkatan Plt dapat segera tersebar ke seluruh kabupaten/kota agar tidak muncul kesimpangsiuran terkait kepemimpinan di Sumut. Kemudian, seluruh unsur pengurus dan kader dapat lebih memperkuat konsolidasi jelang Pemilihan Gubernur Sumut (Pigubsu) 2013 dan Pemilu 2014 mendatang.

“Ini pemberhentian sementara. Kalau misalnya besok bebas, ya dikembalikan lagi (jabatan ketua Golkar Sumut),” kata Hardi.

Wakil Ketua DPD 1 Golkar Sumut Ajib Shah mengungkapkan, proses pemberhentian Syamsul Arifin sebagai Ketua DPD 1 Sumut telah melalui proses dan mekanisme yang sesuai, terlebih dahulu melakukan konsolidasi dan komunikasi ddengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

“Ini adalah satu hal yang biasa. Dan ini sebelumnya telah dikonsolidasi dan dikomunikasikan dengan Bang Syamsul oleh DPP. Dan keputusan ini demi masa depan Golkar yang lebih baik,” katanya.

Pria yang juga Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut ini juga menegaskan, dengan dinonaktifkannya Syamsul Arifin dari jabatan Ketua DPD 1 Golkar, tidak dan bukan menunjukkan adanya  perpecahan di tubuh Golkar, khususnya Golkar Sumut.

Terkait target di Pemilu 2014, mantan calon Wali Kota Medan ini menerangkan, Golkar Sumut tetap optimis untuk menjadi partai yang meraih suara yang signifikan pada pemilu nantinya. “Insya Allah, kita tetap eksis di Pemilu 2014 mendatang. Dan ini dalam rangka perbaikan rakyat Sumut,” ungkapnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumut lainnya, Chaidir Ritonga menyambut keputusan DPP tersebut adalah hal yang terbaik, selanjutnya DPD Sumut sendiri tetap satu sikap demi suksesnya pembangunan yang sejahtera berdasarkan kerakyatan, konsolidasi partai yang dimulai sejak 2010 sampai saat ini. Hal ini juga terkait kaderisasi 10 juta kader yang difokuskan tahun 2011 dan suksesi pemilu mulai dari pemilu kepala daerah, legislatif hingga presiden.

Seperti diketahui, selang sepekan setelah berstatus terdakwa perkara dugaan korupsi APBD Langkat tahun 2000-2007, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan Keppres penonaktifan Syamsul. Syamsul sendiri saat ini masih menjalani penahanan di Rutan Salemba dan kasusnya masih dalam tahap persidangan di pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor), Jakarta. (ril/sam)

Kajatisu: Kasus Alkes USU Prioritas Utama

Janji Lunasi Utang Penanganan Korupsi

MEDAN-Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu), AK Basuni Masyarif, memastikan bakal ada pejabat atau mantan pejabat di Universitas Sumatera Utara (USU) yang dijadikan tersangka dugaan korupsi pengadaan alat-alat kesehatan (Alkes) di Fakultas Kedokteran USU senilai Rp39 miliar.

Pernyataan tersebut dilontarkan kajatisu pengganti Sution Usman Adjie ini Rabu (27/8) di kantornya di Jalan AH Nasution. “Saya sudah dengar kasus itu (korupsi alkes FK USU) secara gamblang, namun belum mendapatkan laporan mendetail,” tegas kajati yang baru sepekan lebih bertugas di Kejaksaan Tinggi tersebut. Sepengetahuannya, kasus tersebut masih terus diusut di Pidsus. “Yang jelas dari semua saksi yang diperiksa bakal ada yang akan dijadikan tersangka,” tegasnya.

Basuni masih enggan membeber siapa calon tersangka dan jumlah kerugian negara dari kasus tersebut. “Belum..belum bisa kita jabarkan siapa saja yang diperiksa dan berapa kerugian negera. Kita tidak mau mengeluarkan statemen yang membuat si terperiksa menjadi ketakutan,” tegas Basuni.

Basuni berjanji menjadikan kasus dugaan korupsi Alkes di FK USU sebagai prioritas utama bagi dirinya selama bertugas di Sumut. “Kasus ini menjadi prioritas utama, karena ini bagian utang Kejatisu yang masih tertinggal dan masih belum terselesaikan. Kasus itu akan kita usut,” tegas Basuni.

Dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) terjadi pada 2010 dengan nilai Rp39 miliar. Sejauh ini sejumlah pejabat dan mantan pejabat USU telah diperiksa untuk dimintai keterangan, termasuk sejumlah profesor. Di antaranya, SYP, DM, KHY dan GLN.

Selain kasus Alkes USU, kasus mengendap di Kejatisu yang diakui Basuni sebagai utangnya antara lain dugaan korupsi APBD Dinkes Sergai: Pembangunan Rumah Sultan Sulaiman, alkes dan obat 2007-2008. Dugaan korupsi Dinas Pendidikan Medan: soal pembangunan kelas internasional SMA senilai Rp1,2 ,iliar tahun 2008 (lihat grafis).
Semua pejabat yang bertanggung jawab sudah dipanggil penyidik dengan alasan klarifikasi di bidang Pidsus. Namun sejauh ini belum ada keterangan, apakah kasusnya dilanjutkan atau dihentikan. (rud)