Home Blog Page 15363

Masyarakat Bersabarlah…

Dugaan Penyelewengan Bansos Pemko Medan Masih Pulbaket

Dugaan korupsi Bantuan Sosial (Bansos) Pemko Medan belakangan ini semakin menarik. Bukan karena Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan terus mengejar penikmat uang yang harusnya untuk sosial itu, namun kasus ini ternyata tidak begitu diketahui oleh wakil rakyatyang duduk di DPRD Medan.

Ya, sejumlah anggota DPRD Medan, tidak mengetahui adanya dugaan proposal fiktif dari dana hibah Pemerintah Kota (Pemko) Medan sebesar Rp11,261 miliar lebih Tahun Anggaran (TA) 2010 lalu.

“Saya tidak mengetahui itu, mungkin anggota PKS atau anggota dewan lainnya,” ungkap anggota DPRD Medan, Surianda, dari Fraksi PKS DPRD Medan yang ditemui Sumut Pos di ruangan Fraksi PKS DPRD Medan, Senin (23/5). Senada dengan Surianda, Ketua Fraksi PKS DPRD Medan Salman Al Farisi pun mengaku tak tahu-menahu.
Terlepas dari itu, hingga saat ini Kejari Medan, masih terus pengumpulan barang bukti keterangan (pulbaket) soal dugaan korupsi Bantuan Sosial (Bansos) Pemko Medan senilai Rp11,261 miliar. Namun hasil pulbaket yang dilakukan Kejari Medan, hingga saat ini belum jelas juga statusnya.

“Kita sudah bekerja.Saat ini anggota (intel Kejari) sedang pengumpulan barang bukti keterangan (pulbaket), dari hasil pulbaket ini apabila ditemukan penyimpangan anggaran, maka statusnya bisa naik untuk segera dilakukan penyidikan,” tegas Kajari Medan Raja Nofrizal pada wartawan Senin (23/5) di Jalan Adinegoro Medan.
Namun, Raja, enggan menjabarkan apa hasil pulbaket yang saat ini sedang dikerjakan oleh Kejari Medan. “Hasil pulbaket belum bisa kita terangkan.Kita masih menyimpulkan dan mencari tahu apakah ada kerugian negara atau tidak,” tegas Raja.

Raja juga meminta masyarakat untuk bersabar dalam pengungkapan dugaan korupsi Bansos Pemko Medan. “Intinya kita masih bekerja.Masyarakat sabarlah, pengungkapan kasus ini kan tidak memakan waktu yang sebentar karena kita akan memanggil selain pejabat, staf, juga yang menerima bantuan. Makanya, kasus ini belum bisa di publikasikan,” ucap Raza menutup pembicaraan.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Medan Muhammad Hatta yang dikonfirmasi Sumut Pos membenarkan penerimaan dana hibah tersebut terhadap MUI Medan sebesar Rp2,5 miliar pada Tahun 2010 lalu. “Iya. Benar, MUI Medan menerima dana hibah sebesar itu. Dan saya tegaskan, tidak ada mark up atas dana itu kepada kami. Dan itu diterima melalui rekening MUI Medan,” tegasnya.

Dijelaskannya, jumlah Rp2,5 miliar itu berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (PAPBD) Pemko Medan 2010.  “Dana itu berasal dari APBD dan PAPBD 2010. Rp2 miliar dari APBD dan Rp500 juta dari PAPBD 2011. Pencairannya dalam dua tahap yakni, tahap pertama sebesar Rp1miliar dan tahap kedua sebesar Rp1,5 miliar. Kalau waktu tepat pencairannya saya lupa,” bebernya.

Sementara itu pengamat hukum Medan yang juga wakil Direktur LBH Medan, Muslim Muis pada Sumut Pos Senin (23/5) di Jalan Hindu Medan, mengatakan agar kejaksaan jangan hanya janji. “Kasus Bansos Pemko Medan ini sangat rentan dengan penyelewengan anggaran di sana.Hal ini juga memungkinkan adanya proposal bodong, untuk itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab Kejari Medan untuk mengungkap kasus tersebut,” tegas Muis.

Muis, juga memberikan aprisiasi pada Kejari Medan karena ada niat membongkar dugaan korupsi Bansos Pemko Medan. “Tapi kasus itu harus diungkap, jangan seperti kasus-kasus yang lainnya yang sangat lambat dalam penanganan dan pengungkapan kasus korupsi di Kota Medan,” tegas Muis menutup pembicaraan.

Sebelumnya Kantor Balai Kota Medan telah diobok-obok oleh tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan. Petugas yang melakukan penggeledahan tersebut dari Bagian Intelijen Kejari Medan. Keberadaan Tim Intelijen Kejari Medan mencari sejumlah proposal yang diduga fiktif dari ruang Bagian Sekretariat Daerah (Setda), Bagian Agama dan Pendidikan. Dari ruangan tersebut, petugas Kejari Medan menyita ratusan berkas proposal untuk diselidiki.
Bantuan Pemko Medan kepada penerima yang sampai saat ini belum ada Surat Pertanggungjawabannya (Spj) adalah Bansos kepada Forkala Kota Medan sebesar Rp350.000.000 dan Bansos kepada Perwakilan Ummat Budha Indonesia Kota Medan sebesar Rp250.000.000.  (rud/ari)

Petugas Kejatisu Datangi Biro Binsos Provsu

Kantor Gubernur Sumatera Utara kembali dikejutkan dengan kehadiran dua petugas dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Senin (23/5). Diketahui, dua petugas dari Kejatisu tersebut datang melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Biro Binsos lantai III Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan.

Informasi yang diperoleh, kedatangan dua oknum kejaksaan ke Biro Binsos tersebut guna memeriksa seluruh bagian di biro itu. Sayangnya, tidak diketahui apakah kedatangan dua petugas dari Kejatisu tersebut dalam rangka menyelidiki kasus dugaan korupsi di Binsos Provsu senilai Rp215 miliar. Kedatangan oknum kejaksaan diketahui dipimpin oleh Iwan Ginting, yang berada di lantai III Kantor Gubsu sejak pagi hingga tengah hari.

Setelah beberapa lama, dua petugas Kejatisu tersebut kemudian masuk ke ruangan Kepala Biro Binsos, Hasbullah Lubis. Tak berapa lama, kedua petugas Kejatisu tersebut keluar meninggalkan Kantor Gubernur dengan terburu-buru.
“Kedua jaksa datang dengan pakaian setengah dinas. Mereka memakai baju berwarnah putih dan celana coklat,” ucap salah seorang PNS di biro tersebut yang enggan menyebutkan namanya kepada wartawan.
Iwan Ginting yang berupaya dikonfirmasi wartawan selepas keluar dari ruangan Biro Binsos terlihat menghindar. Dan ketika ditanya tujuan kedatangannya, Iwan Gintang dan rekan hanya senyum-senyum sambil berlalu menuju mobil yang terparkir di halaman Kantor Gubsu.

Kepala Biro Binsos, Hasbullah Lubis ketika dicoba dikonfirmasi melalui seluler tidak mengangkat. Didatangi ke ruangannya tidak dapat ditemui. “Maaf bapak lagi sibuk,” ujar staf Hasbullah. (ari)

Proposal Diduga Fiktif

Penerima Jumlah Spj
1. MUI Medan Rp2,5 miliar ada
2. Majelis Zikir Mazta Ummul Mukminin Rp200 juta ada
3. HIPHI Kota Medan Rp150 juta ada
4. FKUB Rp1 miliar ada
5. Forkala Rp350 juta
6. Perwakilan ummat Budha Indonesia Kota Medan Rp250 juta
7. LPTQ Medan Rp775 juta ada
8. PHDI Medan Rp250 juta ada
9. PGSI Medan Rp150 juta ada
10. Farsi Medan Rp75 juta ada
11. Dewan Kesenian Medan Rp500 juta ada
12. PGI-D Medan Rp1 miliar ada
13. Kemenag Medan Rp996,7 juta ada
14. Dewan Masjid Indonesia Rp50 juta ada
15. PGRI Medan Rp250 juta ada
16. BKAG Medan Rp500 juta ada
17. HSBI Rp50 juta ada
18. PD IPQOH Rp250 juta ada
19. KBIH An Nabawi Medan Rp70 juta ada
20. Panitia Safari Natal Fokkrindo Rp1 miliar ada
21. Dewan Pendidikan Medan Rp350 juta ada
22. Panitia Pembangunan Catholik Center Rp500 juta Ada
Total Rp11.216.000.000

Dominasi Di Natale

UDINE- Liga Italia musim ini telah berakhir. Dari persaingan topskor nama attacante Udinese Antonio Di Natale menjadi yang tersubur.

Fakta ini sekaligus melanjutkan dominasi bomber lokal di kategori tersebut.

Data dari Soccernet menunjukkan bahwa Di Natale mengoleksi 28 gol dari 35 kali penampilannya di Seri A musim 2010/2011. Ia mengungguli nama-nama lain seperti Edinson Cavani, Samuel Eto’o, dan Zlatan Ibrahimovic.
Keran gol Di Natale musim ini dibuka saat mengalahkan Sampdoria 2-1 pada 22 September silam. Ada pun gol terakhir dibukukan saat membekap Lazio (8/5) 2-1 di mana pemain berjuluk Toto itu memborong semua gol.
Pria kelahiran 13 Oktober 1977 tersebut tercatat tiga kali mencetak hat-trick di Seri A musim ini, masing-masing ke gawang Lecce (14/11), Napoli (28/11) dan Palermo (27/2).

Tampilnya Di Natale sebagai capocannonieri semakin memantapkan para pemain Italia sebagai pemain tersubur dalam sepuluh musim terakhir.

Ada pun bagi Di Natale sendiri, ini adalah kali kedua secara berturut-turut dia menjadi pemain dengan koleksi gol terbanyak setelah musim lalu juga menjadi top skorer dengan 29 gol.
Antonio Di Natale sendiri justru mengaku jika dirinya senang bukan semata karena gelar pemain tersubur yang diraihnya musim ini, tapi karena dirinya bisa berkontribusi maksimal membawa Udinese lolos ke Liga Champions musim depan.

Kepastian Udinese meraih tiket tersebut didapat usai mereka bermain imbang tanpa gol saat menjamu AC Milan, Senin (23/5) dinihari WIB.

“Semua pemain pasti ingin memberikan yang terbaik untuk klub yang telah membesarkannya. Dan itu pula yang saya lakukan untuk klub ini (Udinese),” bilang Di Natale.

Selain mampu membawa timnya lolos ke zona Liga Champions dan meraih gelar topskor, Di Natale pun merasa senang bisa mencetak 57 gol untuk Udinese dalam dua musim berturut-turut. “Saya sudah mencetak 57 gol dalam dua tahun ini. Itu membuat saya bangga,” ujarnya.

“Saya persembahkan kesuksesan ini untuk keluarga saya. Hari ini merupakan hari yang membanggakan. Pastinya akan ada perayaan besar-besaran untuk sukses ini,” pungkasnya. (bbs/jpnn)

Guidolin Sanjung Strikernya

SAAT tumbang di dua laga beruntun pada giornata 34 dan 35 sempat membuat posisi Udinese tergelincir ke tangga keenam klasemen Serie A Italia.

Namun, situasi berbalik usai I Friulani (julukan Udinese) membukukan kemenangan 2-1 atas Lazio. Udinese kembali memegang kendali dalam perebutan tiket terakhir ke Liga Champions.

Pelatih Francesco Guidolin memuji performa bagus Alexis Sanchez dan Antonio Di Natale, dua aktor utama dalam laga tersebut. Sanchez menyetor sebuah assist sementara Di Natale memborong gol kemenangan. “Saat dua anak panah perak tersebut memimpin jalan bagi tim, kami memainkan tempo yang sangat berbeda,” ujar Guidolin kepada Football Italia pascapertandingan.

“Yang paling memuaskan dari tim ini adalah skuad tergolong muda tapi diyakini mampu bersaing di Liga Champions. Tak ada hal lain yang bisa dibicarakan sekarang ini, kecuali merasa bangga karena mereka (Antonio Di Natale dan Alexis Sanchez) mampu tampil maksimal,” bilang Guidolin. (net/jpnn)

Tersangka, KPK Seret Nunun

JAKARTA- Setelah lebih dari setahun berkutat dengan penanganan kasus suap cek perjalanan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan fasilitator pemberi suap, Nunun Nurbaetie Daradjatun sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Penetapan tersangka tersebut terungkap pertama kali pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI di gedung DPR, kemarin (23/5). Padahal, istri Mantan Wakapolri, Adang Daradjatun tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sejak akhir Februari lalu.

“Berdasarkan Rapim (Rapat pimpinan KPK), maka kami telah menetapkan bahwa Ibu Nunun Nurbaetie sebagai tersangka,”ujar Ketua KPK, Muhammad Busyro Muqoddas dalam RDP, kemarin.

Busyro menyatakan penetapan tersangka atas Nunun tersebut, dilakukan dengan ekstra hati-hati. Sebab, lembaga antikorupsi tersebut tidak memiliki kewenangan mengeluarkan Surat Penetapan Penghentian Penyidikan (SP3). Mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) tersebut pun memastikan penetapan tersangka terhadap pemilik PT Wahana Esa Sejati tersebut, didasarkan atas dua alat bukti yang cukup.  “Ya, pasti ada dasar untuk mentersangkakan Nunun. Ya kaitannya dengan alat-alat bukti. Alat bukti apa ya kita tidak bisa kasih tahu, itukan penyidik, rahasia perusahaan,”tegas Busyro, ketika ditemui di sela-sela RDP dengan Komisi III DPR RI.

Ketika ditanya mengapa KPK baru mengumumkan penetapan tersangka tersebut, Busyro menegaskan, hal tersebut terkait dengan strategi penyidikan. Sehingga, tidak semua informasi dipublikasikan. “Saat penyidikan kan tidak boleh semuanya terbuka,”tegasnya.

Menyoal keberadaan tersangka baru tersebut, mantan Dekan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) itu, belum mau memberikan jawaban pasti. Busyro hanya mengatakan Nunun saat ini kerap bolak-balik di dua negara, yakni Singapura dan Thailand.

Namun, dia memastikan, penyidik KPK akan terus memantau pergerakan Nunun. Bahkan, KPK akan menempuh sejumlah cara untuk menyeret Nunun kembali ke Indonesia.  “Bisa lewat jalur ekstradisi. Kalau tidak ad perjanjian ekstradisi, kita tempuh jalur lain, kita pakai cara lain, cara diplomasi. Pokoknya, macam-macam cara kita tempuh,”urainya.  Selain itu, KPK juga mengandalkan pihak keluarga Nunun untuk menyeret yang bersangkutan. (ken/jpnn)

Sindikat Narkoba Asal Afrika Perdaya TKW

JAKARTA- Jaringan pengedar narkoba dari Afrika punya modus baru dalam menyelundupkan narkoba ke Indonesia. Sindikat ini memperdaya Tenaga Kerja Wanita (TKW) sebagai kurir pembawa paket narkoba dengan iming-iming diberi Rp17 miliar.

Kemarin, Senin (23/5) tiga orang ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Mabes Polri. Ketiganya, Toni Appiah (warga negara Ghana), Priyettin Debora (WNI) dan Yanuari Mariyanti (TKW di Singapura).
“Penangkapan berlangsung 9 Mei dan 10 Mei di Jakarta,” kata Kasubid II Narkoba Mabes Polri, Kombes Siswandi, di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Senin (23/5).

Yanuari Mariyanti alias Yanti, bertindak sebagai kurir. Wanita yang empat tahun terakhir bekerja di Singapura tersebut menyelundupkan herion seberat 489,3 gram yang dikemas menjadi 54 butir kapsul dengan cara menelannya.
“Ini dilakukannya pada 7 Mei 2011 di Hotel Central, Kuala Lumpur, Malaysia. Dia lalu terbang ke Bandung lalu melanjutkan perjalanan lewat darat ke Jakarta,” papar Siswandi.

Setibanya di Jakarta, Yanti langsung menuju Puri Inn, Cikini. Di hotel tersebut Yanti mengeluarkan 54 butir kapsul dari dalam perutnya untuk diserahkan kepada Priyettin Debora yang merupakan pacar dari Toni Appiah.
Pasangan kekasih tersebut ditangkap pada 9 Mei 2011 di kawasan Srengseng, Jakarta Barat. Sedangkan Yanti ditangkap di Cikini keesokan harinya. “Saya dijanjikan dibayar dolar US 2 juta setara Rp17 miliar. Sampai sekarang saya belum terima duitnya sama sekali,” ujar Yanti yang juga hadir dalam keterangan pers sore ini.
Pengakuan wanita muda ini secara tidak langsung membuktikan dirinya hanya menjadi korban penipuan. Sebab harga jual 489,3 gram heroin jauh di bawah nilai dolar US 2 juta.

“Tampaknya dia dibohongin. Dia diiming-imingi dapat bayaran besar agar mau jalankan misi itu,” ujar Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Boy Rafly Amar. (bbs/jpnn)

Untuk Udinese

Udinese vs AC Milan

UDINE-Udinese kembali lolos ke Liga Champions setelah lima musim absen. Usai melakoni pertarungan menegangkan kontra AC Milan, akhirnya mereka bisa berpesta bersama publik Friuli.

Pelatih Udinese, Francesco Guidolin, merasa tegang selama 90 menit saat timnya menjamu Milan, Senin (23/5/2011) dinihari WIB. Pasalnya, Rossoneri tampil sangat dominan dalam pertandingan tersebut.
Jantung Guidolin berdegup makin kencang setelah eksekusi penalti Antonio Di Natale bisa digagalkan Marco Amelia. Dia tentu khawatir Milan justru bisa unggul di sisa waktu.

Akhirnya, kekhawatiran Guidolin tak terbukti. Hasil imbang tanpa gol bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Hasil tersebut membuat seisi Stadion Friuli bergemuruh. Udinese lolos ke Liga Champions lagi setelah terakhir kali tampil pada musim 2005/2006.

“Di Natale sangat jarang gagal mengeksekusi penalti, jadi saat itu terjadi kami menyadari bahwa kami akan menderita sampai akhir,” ujar Guidolin di Football-Italia.

“Saya berterima kasih kepada para pemain, klub, dan fans yang menderita bersama kami. Saya ingin menikmati malam ini sepenuhnya— dan ini akan jadi malam yang panjang,” katanya.
“Ini sebuah malam yang ajaib. Ada atmosfer yang fantastis dengan stadion yang penuh dan kami harus menikmatinya,” tambah Guidolin.

“Kami akan berpikir tentang babak kualifikasi Liga Champions setelah ini. Tapi, bisa finish di peringkat keempat untuk klub seperti Udinese merupakan pencapaian yang luar biasa,” tuntas pelatih 55 tahun ini.
Terpisah pelatih AC Milan Massimiliano Allegri mengaku puas dengan penampilan timnya, meski tidak mampu mencetak gol saat bertandang ke markas Udinese dalam pertandingan pamungkas Serie A Italia
“Datang ke sini (Udine), kami bisa memainkan pertandingan yang sungguh-sungguh dan meraih hasil yang bagus,” ujar Allegri di website resmi klub.

Allegri pun memberikan pujian terhadap gelandang senior Andrea Pirlo, yang akan meninggalkan klub pada musim panas ini.  (bbs/jpnn)

Totti Inginkan Ancelotti

ROMA-Pemecatan Carlo Ancelotti menuai respons dari AS Roma. Seperti yang diungkapkan kapten Roma Francesco Totti, dia sudah menunggu Ancelotti menjadi pelatihnya musim depan. Totti menilai klubnya harus segera mendekati Ancelotti setelah statusnya free.

“Saya harap Ancelotti dipertimbangkan (sebagai pelatih Roma, Red) setelah tidak lagi bersama Chelsea. Semoga saya masih berkesempatan dilatih olehnya sebelum waktu saya (sebagai pemain) berakhir,” ungkap Totti kepada Football Italia.

Giallorossi (sebutan AS Roma) kerap disebut sebagai tujuan Ancelotti musim depan. Ancelotti juga tertarik menangani Roma karena alasan historis. Nama Ancelotti mencuat kali pertama di lapangan hijau semasa menjadi gelandang Roma periode 1979 sampai 1987.

Bersama Giallorossi, Ancelotti meraih gelar pertamanya, yakni scudetto Serie A pada 1983. Kala itu, Ancelotti berstatus sebagai kapten Roma. Ancelotti juga membawa Roma meraih empat trofi Coppa Italia.
“Ancelotti tercatat dalam sejarah Roma sebagai salah satu pemain hebat di masanya dan dia akan melengkapi sejarah itu apabila melatih Roma,” jelas Totti.

Hanya, keinginan Totti sepertinya sulit terealisasi karena dua alasan. Pertama, Ancelotti telah menyatakan apabila dirinya masih ingin tinggal dan bekerja di Inggris. Kedua, Roma sudah membidik pelatih yang lain. Salah satunya adalah pelatih Chievo Stefano Pioli.

Walter Sabatini, direktur baru Roma, sudah mengadakan pembicaraan serius dengan Pioli Jumat lalu (20/5). “Ya, saya memang berbicara dengan Sabatini. Saya sangat tersanjung kinerja saya mendapat perhatian dari Roma. Sekarang, kita tunggu saja kabar selanjutnya,” ungkap Pioli kepada TeleRadioStereo kemarin.
Selain Pioli, Roma juga telah mendekati eks pelatih timnas Cile, Marcelo Bielsa. (dns/bas/jpnn)

Pemain Tuntut Pemaksa Kehendak

JAKARTA- Ancaman sanksi dari FIFA kepada PSSI membuat banyak pihak ketir-ketir dan kecewa  berat. Diantaranya adalah para pemain dan mantan pemain yang tergabung dalam Asosiasi Pemain Sepak Bola Indonesia (APSI).

Kemarin siang, APSI mengecam tindakan pemaksaan kehendak yang dilakukan sebagian pemilik suara saat digelarnya Kongres PSSI Jumat kemarin di Hotel Sultan Jakarta. Akibat tindak pemaksaan pihak-pihak yang  punya kepentingan itu, kongres yang agenda pokoknya adalah memilih Ketum, Waketum, dan anggota Exco PSSI periode 2011-2015 deadlock.

Dalam keterangan  persnya kemarin, APSI bersiap menuntut para oknum “pengacau” kongres tersebut jika nantinya FIFA benar-benar menjatuhkan sanksi kepada PSSI. “Kami akan tuntut mereka yang terbukti memaksakan kehendak di kongres FIFA nanti benar-benar menjatuhkan sanksi kepada PSSI,” kata perwakilan APSI, Bambang Pamungkas.
Dalam jumpa pers kemarin, selain Bambang Pamungkas, juga turut hadir sejumlah pemain Timnas Merah Putih. Antara lain Muhamad Nasuha dan Toni Sucipto. Hadir juga mantan pemain Timnas seperti Hendro Kartiko, Elly Idris, Rully Nere dan Marzuki Nyakmad.

APSI sangat berharap pemerintah turut berupaya mencegah agar sanksi tidak dijatuhkan. APSI meminta Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono berserta Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng turun tangan langsung mengatasi persoalan ini.

Tapi Bambang Pamungkas menegaskan jika pemain tidak akan larut dan terlibat dalam perselisihan pihak-pihak tertentu. “Kami di tengah-tengah saja. Tidak di pihak mana pun. Kami hanya pemain yang terjun langsung di lapangan. Kami sangat berharap usaha kami dihargai. Kami sangat berharap Indonesia tidak di-suspend FIFA. Jika disanksi dampaknya sangat tidak bagus bagi para pemain,” lanjut kapten timnas itu.
Menanggapi adanya rencana pihak-pihak yang akan menggugat, kelompok 78 yang menjadi sasaran bersikap santai. Salah satu pentolan kelompok 78, Hadiyandra mepersilakan siapa saja melakukan gugatan. (ali/jpnn)

Bye-bye Ancelotti

LONDON – Carlo Ancelotti mengakhiri karirnya di Chelsea dengan memori pahit. Sebagaimana prediksi, Ancelotti kehilangan jabatannya sebagai pelatih Chelsea dua tahun terahir seiring berakhirnya Premier League musim ini (2010-2011) Minggu lalu (15/5).

Tragisnya, Ancelotti menerima vonis pemecatan hanya dua jam usai Chelsea keok 0-1 dari Everton di Goodison Park. Kekalahan itu tidak memengaruhi posisi The Blues (sebutan Chelsea) yang tetap finis kedua dengan selisih sembilan poin (76-82) dari Manchester United. “Chelsea Football Club memastikan apabila Carlo Ancelotti tidak lagi menjadi bagian dari klub terhitung sejak hari ini (15/5),” demikian rilis Chelsea di situs resmi klub.

Chelsea menyebut alasan pemecatan Ancelotti karena pelatih asal Italia itu tidak mampu menjadikan performa John Terry sesuai dengan ekspektasi. Di musim ini, Ancelotti gagal mempersembahkan trofi apapun. Kontras dengan musim lalu ketika pelatih berjuluk Don Carletto itu berhasil menyandingkan trofi Premier League dan Piala FA. Itu adalah kali pertama dalam sejarah Chelsea.

“Klub merasa saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan pergantian (pelatih) sebagai persiapan untuk musim depan,” tambah rilis Chelsea.

Berhubung kontrak Ancelotti baru berakhir Juni 2012, Chelsea harus membayar biaya pengganti sisa kontraknya yang ditaksir 6,5 juta pounds atau hampir Rp 90 miliar. Itu belum termasuk biaya untuk Bruno Demichelis, asisten pelatih Chelsea sekaligus tangan kanan Ancelotti, yang ikut dipecat.

Tapi, biaya itu jelas bukan masalah bagi Chelsea yang Januari lalu merogoh 50 juta pounds (Rp 690 miliar) untuk merekrut Fernando Torres dari Liverpool dan ditahbiskan sebagai transfer termahal di Inggris. Toh, Chelsea memang sudah biasa mendepak pelatihnya di tengah masa kerjanya.

Pemecatan Ancelotti seakan menambah panjang daftar pelatih Chelsea di era kepemilikan Roman Abramovich. Sejak Abramovich mengakusisi Chelsea delapan tahun lalu, Ancelotti adalah pelatih keenam. Pertanyaannya kini, siapakah yang akan menjadi pelatih ketujuh ?

Dalam rilisnya, Chelsea belum memutuskan siapa target mereka. Yang pasti, Chelsea sudah akan memutuskan pelatih baru sebelum memulai pramusim pada 9 Juli nanti.

Eks pelatih Chelsea yang kini menangani Turki, Guus Hiddink, masih menjadi favorit Abramovich sekalipun sudah menyampaikan penolak. Sedangkan pelatih muda sensasional FC Porto Andre Villas-Boas menempati urutan teratas versi bursa dibandingkan Marco van Basten, Frank Rijkaard, serta kolaborasi Mark Hughes-Gianfranco Zola.
Yang terbaru, Jose Mourinho masuk daftar. Pelatih yang mempersembahkan dua gelar Premier League beruntun. Namun, seiring masih menikmati perannya sebagai entrenador Real Madrid setahun terakhir, sepertinya, sulit bagi Chelsea menarik kembali pelatih berjuluk The Special One itu.

Di sisi lain, dipecat dari Chelsea bukan akhir dari segalanya bagi Ancelotti. Eks pelatih AC Milan dan Juventus itu sudah menyiapkan liburan di saat Chelsea mengumumkan pemecatannya. “Saya tengah berlibur saat ini dan saya tidak tahu sampai kapan menjalani liburan,” ungkapnya kepada The Mirror.
Ancelotti seakan tidak ingin mengganggu liburannya dengan memikirkan klub mana yang akan dilatihnya musim depan. Sebelumnya, Ancelotti sudah menyatakan apabila dirinya masih tertarik meneruskan karirnya di Inggris. Ancelotti juga sudah menyebut West Ham United, klub yang terdegradasi dari Premier League musim ini.  (dns/jpnn)

PBVSI Sumut Target Lolos PON XVIII

Medan-Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia Sumatera Utara (Pengprov PBVSI Sumut) menargetkan atlit putra-putri akan lolos dalam seleksi PON XVIII di Pekanbaru 2012. Sedangkan untuk kejuaraan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) 2011 ditargetkan akan masuk semi final.

Pencapaian target tersebut terungkap dalam Rapat Pleno I Pengprov PBVSI Sumut Periode 2011-2015, yang diselenggarakan di Kantor PLN Pembangkitan Sumbagut, Jalan Brigjen Katamso Km. 5,5 Titikuning, Medan, pada Sabtu (21/5).

Rapat ini juga sekaligus memperkenalkan Ketua Umum Pengprov PBVSI Sumut Ir Akbar Ali dengan personil Pengprov PBVSI Sumut. Akbar dalam sambutannya menyatakan, banyak potensi atlet bola voli Indoor dan Pantai di Propinsi Sumut yang dapat berprestasi.

Karena itu, pengurus diminta untuk  aktif melakukan pembinaan dan menanamkan rasa memiliki serta memberikan kontribusi  maksimal sehingga prestasi perbolavolian di Sumut dapat lebih ditingkatkan.

Sekretaris Pengprov PBVSI Sumut Marodjhan Batubara mengatakan, target lolos dalam PON tersebut harus terlebih dahulu lolos di ajang Pra PON yang berlangsung pada 24 Juni-2 Juli 2011.

Selain membahas soal target pada PON XVIII, rapat juga membahas pelaksanaan Voli Pantai Pesta Danau Toba yang dilaksanakan pada 19 – 21 Juni 2011 di Parbaba Kabupaten Samosir. Penanggungjawab even ini dipercayakan kepada T. Isdarwani.

Pengprov PBVSI Sumut meminta Pengurus Kabupaten & Kota PBVSI se Sumut untuk mengirimkan tim pada even ini. Rencananya, ke depan even ini akan lebih ditingkatkan lagi dengan mengundang peserta yang berasal dari luar Sumut. (ila)