24 C
Medan
Saturday, January 3, 2026
Home Blog Page 15371

Lega Usai Terima Lamaran Presiden

Menko Perekonomian Hatta Rajasa, merasa lega usai menerima lamaran Presiden SBY untuk putrinya, Siti Ruby Aliya Rajasa. “Ya syukur Alhamdulillah, semoga berjalan lancar. Tolong doanya saja, mudah-mudahan diridhoi Allah SWT,” ungkapnya sumringah ketika acara lamaran putra kedua SBY kepada putrinya, di Hotel Shangri La Jakarta.

Ketika ditanya kembali apakah ia merasa lega usai lamaran tersebut, ia pun tersenyum lebar. “Ya doakan saja,” ujarnya. Jawaban yang sama dilontarkannya ketika dikonfirmasi waktu pernikahan apakah tanggal 11 November 2011. “Ya doakan saja ya,” ujarnya yang juga menjadi Ketua Umum PAN.

Prosesi lamaran Putra Susilo Bambang Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas dengan Putri Hatta Rajasa, Siti Ruby Aliya Rajasa itu telah berlangsung Selasa (26/4).

Acara lamaran yang berlangsung sekitar 2,5 jam di kediaman Hatta Rajasa di Komplek Fatmawati Golf Mention, Jakarta itu hanya dihadiri beberapa kerabat dekat kedua belah pihak.(net/jpnn)

Bupati Pidie Nyaris Dipukul

MEUREUDU- Bupati Pidie Jaya, Drs HM Gade Salam, Minggu (1/5) nyaris dibunuh orang gila, saat ngopi di Warkop Damai, pusat Kota Meureudu Kabupaten Pijay. Jamin, saksi mata mengatakan, kejadian itu berawal, ketika UJ yang diduga mengalami gangguan jiwa, melintasi di depan warkop Damai dimana Bupati sedang menikmati secangkir kopi.
Tiba-tiba UJ dengan spontan mengekspresikan sikap psikologis yang kurang sehat kepada Bupati Gade Salam, dengan menunjuk jari telunjuk mengucapkan kata ‘Ka preh beh’ (Kamu tunggu ya), dilontarkan kepada Bupati, Gade Salam dengan rawut wajah emosi.  “Sikap UJ yang terlihat aneh itu tidak diketahui apa penyebanya. Memang, diketahui, UJ selam ini menderita gangguan jiwa,” ungkap Jamin.

Selang beberapa menit kemudian, UJ datang ke warung Kopi Damai dengan membawa kayu tipis yang berukuran seperti lat/profil. Kayu itu itu, langsung dipukulkan ke arah Bupati Pidie, tapi untungnya pukulan itu ditangkis oleh Jamin, sehingga pukulan itu mengenai bagian pantatnya. Bupati Pidie Jaya  Gade Salam, mengatakan dia sangat menyadari jika kejadian yang menimpa dirinya dan warga lainnya merupakan suatu kejadian yang memang harus sangat dimaklumi.(mag-33/jpnn)

TNI Janji KTT ASEAN Bebas Teror

JAKARTA- Mabes TNI optimistis Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN tiga hari lagi berjalan aman. TNI menjamin acara yang diikuti 11 negara itu akan berlangsung aman tanpa gangguan terorisme. “Insya Allah aman dan lancar. Semua anak-anak sudah siap,” ujar Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono usai acara apel bersama pengamanan KTT ASEAN di Monas kemarin (1/5).

Apel Kesiapan Pengamanan KTT ASEAN ini juga dihadiri para Kepala Staf Angkatan dan Pejabat Polri serta diikuti oleh seluruh pasukan pengamanan yang terdiri dari Koopspam TNI, Satgaspam VVIP, Satgaspamwil, Satgaspamwilla, Satgaspamwilud, Satgaspamopsud, Satgassus Anti Teror, dam  Satgas Intel (Bais TNI).

Panglima menjelaskan, setiap anggota TNI dalam kondisi siaga jelang KTT ASEAN. “Ini tidak main-main karena banyak menteri dan unsur pejabat negara lain,” katanya.

Menurut Panglima, hal itu menuntut cara kerja yang cermat dan mendalam, kualitas berfikir dalam analisa PKT (Perkiraan Keadaan Taktis) dan PKM (Perkiraan Keadaan Medan) yang cerdas, cepat, tajam dan akurat. “Kita akan berkoordinasi dengan Polri soal penempatan ring-ringnya,” katanya.

Jumlah anggota yang ikut bersinergi dengan Polri disesuaikan dengan kegiatan dan lokasi yang digunakan KTT. “Kita bagi untuk ring 1 selalu dilakukan pengamanan VVIP, ring 2 bersama TNI dan polri dan ring 3 kebanyakan dilakukan polri dibantu oleh TNI,” ujar Agus.(rdl/jpnn)

Kepergok Joki, Langsung DO

Enam Titik Percetakan Soal SNMPTN Dirahasiakan

JAKARTA – Keberadaan joki dalam pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2011 masih menjadi ancaman serius. Para rektor dihimbau supaya tegas jika mendapatkan mahasiswanya ada yang ketangkap basah menjadi joki.

Ancaman pemecatan bagi para mahasiswa yang terlibat dalam jaringan perjokian tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Jendral Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendiknas Djoko Santoso. Dia mengatakan, saat menjabat sebagai rektor ITB periode 2008-2009 ia pernah memecat belasan mahasiswanya karena kedapatan menjadi joki SNMPTN.

Djoko menjelaskan, keberadaan joki memang bisa merusak proses SNMPTN. Untuk itu, dia menghimau seluruh rektor untuk memantau betul joki-joki di kampus mereka masing-masing. “Saya tegaskan langsung dipecat,” tandasnya di Jakarta kemarin (1/5).

Dalam pantauan sementara, Djoko mengatakan jika joki-joki SNMPTN akan beraksi di kampus yang berbeda. Dia menyebutkan, kebanyakan joki memilih beraksi di kampus yang berada di daerah jauh dari pusat pemerintahan. “Atau juga memilih menjauhi kampus-kampus besar.

Mereka menilai kampus besar resiko ketangkapnya juga besar,” ujar Djoko. Joki ITB yang pernah ditangkap basah, ternyata beraksi di daerah Makassar. Dia berharap, calon pendaftar SNMPTN supaya lebih fokus belajar dari pada sibuk menjari jasa para joki.

Koordinator Education Forum Suparman tahun ini masih mencium munculnya potensi tindakan perjokian. Meskipun pantian SNMPTN sudah menyiasati dengan pembagian tahun ijazah, tapi joki-joki tetap bakal dicari oleh calon mahasiswa. Penyebabnya, Suparman menilai saat ini masuk PTN melalui jalur SNMPTN masih menjadi idola. “Pertimbangannya lebih murah dibandingkan jalur mandiri,” kata dia.   Di bagian lain, Pengelola Keuangan Pantia Pusat SNMPTN 2011 Rohmat Wahab menjelaskan gerak joki tahun sudah tidak bebas lagi. Sebab, kalaupun ada joki dipastikan hanya melayani pendaftar SNMPTN dengan ijazah 2010 atau 2009. “Dengan sistem baru, kecil kemungkinan joki membantu peserta lulusan 2011,” tandasnya tadi malam.

Pria yang juga menjadi rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu mengatakan, selama ini kebanyakan praktek joki adalah mahasiswa angkatan lawas yang membantu mahasiswa angkatan paling anyar.
Setelah ada pembagian peserta SNMPTN berdasarkan tahun keluarnya ijazah, para joki itu kini tidak bisa bergerak leluasa. Para joki tersebut saat ini hanya bisa beraksi untuk angkatan mereka sendiri. Itu pun masih beresiko karena panitia sudah menyiapkan sejumlah variasi soal dalam satu kelas.

Sementara itu, Rohmat mengatakan proses percetakan soal ujian tulis SNMPTN 2011 sudah mulai berjalan. “Hari ini master soal diturunkan ke percetakan,” tandasnya. Sayang, Rohmat merahasiakan betul tempat-tempat percetakan soal SNMPTN tersebut.

Dia hanya mengatakan saat ini soal SNMPTN dilakukan di enam PTN yang tersebar di seluruh Indonesia. PTN tersebut tersebar mewakili pembagian wilayah penyelenggaraan SNMPTN.

Pencetakan dilakukan di tiga PTN wilayah I, serta di wilayah II, III, dan IV masing-masing satu PTN. “Saya tidak bisa menyebutkan nama kampusnya. Menjaga kebocoran,” kata Rohmat. Soal-soal tersebut dipastikan sudah tersebar ke seluruh PTN sebelum ujian berlangsung.

Aspek lainnya yang sudah dianyatakan siap menjelang pembukaan pendaftaran hari ini (2/5), adalah pusat data base pendaftar. Rohmat menerangkan, untuk pusat data base pendaftar SNMPTN jalur ujian tulis ditentukan di ITS Surabaya. Sedangkan pusat data base SNMPTN jalur mandiri ditentukan di Universitas Indonesia.
Rohmat menerangkan, penentuan pusat-pusat pengolahan data base itu tentunya dengan beberapa pertimbangan. “Saya rasa mereka sudah siap baik dari IT maupun SDM-nya,” ujar dia. Jadi, kemungkinan overload data pendaftar bisa dicegah.

Terakhir, Rohmat berpesan kepada peserta ujian tulis SNMPTN. Dia mengatakan, selama ini ada beberapa hal sepele yang diabaikan tapi bisa berpotensi merugikan peserta ujian. Diantaranya adalah, Rohmat mengingatkan supaya peserta ujian segera melapor jika mendapatkan lembar jawaban computer (LJK) yang cacat. “Laporkan dan segera minta yang baru,” kata dia.

Diantara kecacatan LJK yang berpotensi merugikan karena tidak bisa terbaca komputer adalah, cetakan yang kabur. Selain itu juga, beberapa kolom yang tersedia di LJK harus lengkap seperti yang tertera dalam buku panduan. Rohmat mengatakan, sudah menyiapkan sejumlah LJK serta lembar soal cadangan. Dia berharap, para calon mahasiswa memeriksa LJK dan seluruh lembar soal sebelum mengerjakan ujian.(rln/jpnn)

Kapolri Perintahkan Penyelidikan Aksi Tipu NII

JAKARTA- Mabes Polri akhirnya resmi melakukan penyelidikan terhadap dugaan pidana kelompok berkedok Negara Islam Indonesia (NII). Namun, Korps Bhayangkara hanya menyidik tindak pidana penipuan. “Masalah NII sudah dalam penyelidikan. Sedang dicari aspek pelanggaran pidananya,” ujar Kapolri Jenderal Timur Pradopo di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta kemarin. Kapolri hadir di Monas untuk apel siaga pengamanan KTT ASEAN 18.

Timur menjelaskan, upaya penyelidikan polisi telah menemukan sedikit titik terang. Polisi telah menemukan dugaan adanya pelanggaran hukum. “Unsur- unsur seperti penipuan,”katanya.

Namun, Kapolri membantah adanya rencana membuat negara baru seperti era Kartosuwiryo. “Bukan yang itu. Tidak ada rencana itu,”kata Timur.

Sebelumnya, mantan anggota NII  Solahudin mengungkapkan, pada kurun 2005-2008 NII gencar menggalang investasi emas kepada para anggotanya. Emas yang terkumpul bahkan mencapai  dua ton. Emas tersebut kemudian dikonversi ke duit berupa Rp 250 miliar dan diinvestasikan ke Bank Century.

Robert Tantular disebut Solahudin akrab dengan para pimpinan NII. Ternyata Bank Century kolaps. Duit yang diinvestasikan tak bisa diminta kembali. Kondisi itu diperparah dengan jumlah iuran bulanan NII yang menurun. Saat masa puncak dulu, jumlah total iuran semua anggota mencapai Rp 9 miliar. Kini, jumlah itu melorot menjadi Rp 5 miliar per bulan.(rdl/jpnn)

Tak Lolos PT, Bisa Bentuk Fraksi Gabungan

Pembahasan revisi Undang Undang Pemilu nomor 10/2008 menuai kritik. Kesepakatan syarat parliamentary treshold (PT) sebesar tiga persen di Badan Legislasi DPR, tak lebih sebagai bentuk upaya parpol penghuni DPR untuk bertahan hidup.

“Ketika muncul angka tiga persen, semangatnya adalah melarang yang lain masuk, biarkan kami tetap berkuasa,” kata Ferry Mursyidan Baldan, Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Nasional Demokrat dalam diskusi Prospek Parpol Baru di Pemilu 2014 di Galeri Cafe, Cikini, Jakarta, kemarin (1/5).

Menurut Ferry, ada semangat yang tidak benar dalam merumuskan revisi UU Pemilu. Seharusnya, anggota DPR bisa berpikir signifikan untuk proses perubahan. Tidak cukup menaikkan syarat pt dari ketentuan sebelumnya 2,5 persen menjadi 3 persen. “Harus ada upaya langsung melompat, paling tidak lima persen,” kata Ferry.

Alasan menaikkan syarat PT tiga persen, salah satunya karena angka lolos ke parlemen itu diberlakukan nasional, tidak hanya untuk DPR saja. Menurut Ferry, hal itu justru mengabaikan ketentuan konstitusi terkait syarat berserikat dan berkumpul. Karena partai kecil, otomatis terberangus meski memiliki suara yang cukup untuk menjadi wakil di DPRD.

“Penetapan PT untuk DPRD tidak fair, karena memberangus potensi daerah,” ujarnya. Dalam hal ini, konstitusi tidak melarang adanya parpol yang hanya memiliki kekuasaan di DPRD. Ketentuan UU Pemilu seharusnya memberi kesempatan kepada parpol kecil untuk berkembang. “Di daerah, ada potensi-potensi yang bisa berkembang,” ujarnya mengingatkan.

Bukankah PT tinggi justru menghapus suara rakyat lebih banyak? Ferry menyatakan, syarat PT tinggi bisa diatur lebih demokratis. Caranya, suara partai yang tidak memenuhi ketentuan angka PT bisa bergabung. Mereka nantinya membentuk fraksi baru, sebagai representasi suara yang mereka dapat. “Dengan begitu, tidak ada namanya suara hilang,”tandasnya.

Pengamat Politik dari Forum Masyarakat Pemantau Parlemen Indonesia (Formappi) Tommi Legowo menilai, sasaran perubahan UU paket politik saat ini tidak jelas. Ini karena, DPR tidak menerapkan sasaran akhir dari rumusan UU paket politik yang sebenarnya. Misalnya, jika disebutkan sasaran treshold nantinya 15 persen, maka DPR bisa melakukan revisi perubahan menuju angka itu. “Saat ini yang ada adalah upaya penyelamatan diri,” kata Tommi.
Hal ini tentu berimbas kepada keberadaan parpol baru. Menurut Tommi, saat ini ada apatisme yang tinggi dari publik untuk bisa mempercayai parpol. Jika parpol baru nantinya hanya memiliki program yang sama dengan penghuni lama, maka prospek untuk maju ke DPR sulit untuk terjadi. “Parpol baru harus membuktikan jika mereka benar-benar bekerja untuk pemilih,” kata Tommi.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Damai Sejahtera Sahat Sinaga mendukung usulan Ferry terkait penggabungan suara partai untuk syarat PT. Konsep UU Pemilu di tahun 2008 memungkinkan banyaknya suara hilang akibat syarat PT. “Kalau ada penggabungan, yang penting suara rakyat tidak hilang dan ada eksistensi kita di situ,” tandasnya. (bay/jpnn)

Cekcok, Mahasiswa USI Gantung Diri

Mayat tanpa Identitas Ditemukan

KUTALIMBARU- Warga Desa Sukarende, Kutalimbaru mendadak heboh, Minggu (1/5). Soalnya, warga menemukan mayat pria, tanpa identitas dengan sembilan luka tusukan di seluruh tubuhnya di areal ladang sawit.

Korban diperkirakan berumur 24 tahun, mengenakan baju kemeja warna hitam, celana panjang warna biru dongker  dengan tali pinggang merah terbujur kaku memegang jaket warna merah. Di sekitar lokasi, polisi menemukan pisau dapur, pinset, uang Rp2 ribu di kantong celana dan flashdisk berwarna putih.

Saat kejadian, ada seorang warga yang mendengar suara ribut-ribut yang keras di sekitar ladang sawit. Mendengar  suara ribut dengan jarak 300 meter, warga itu langsung memberitahukannya kepada Kadus I, S Ginting.
Menerima informasi dari warganya, Ginting langsung menuju lokasi kejadian.  Begitu sampai di lokasi kejadian, korban sudah bersimbah darah dan tak bernyawa lagi. Penemuan mayat itu lalu diteruskan kepada Kepala Desa selanjutnya ke Polsekta Kutalimbaru. Kemudian, Tim Identifikasi Polresta Medan bersama Polsek Kutalimbaru turun ke lokasi kejadian. Kanit Reskrim Polsekta Kutalimbaru, Ipda Manis Sembiring mengatakan, penemuan mayat diketahuinya ketika kepala desa menghubungi petugas. “Begitu dihubungi kepala desa, 17 menit saya langsung sampai di TKP “ ucapnya. Namun, saat dilakukan olah TKP, tidak ditemukan identitas korban.

Dari Pematang Siantar, Ari Nasution (22) Mahasiswa Universitas Simalungun (USI), Pematangsiantar nekat bunuh diri. Jasad mahasiswa semester enam Fakultas Ekonomi Manajemen ini pertama kali ditemukan ibunya, RS di kamar mandi rumahnya Jalan Singosari Gang Melati, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, Pematangsiantar, Minggu (1/5) sekira pukul 18.00 WIB. Informasi yang dihimpun, sebelum jasad korban ditemukan, siang hari itu Ari dan bapaknya Darwis sempat terjadi pertengkaran. Penyebabnya Ari meminta sepedamotornya diperbaiki oleh ayahnya.
“Tadi siang mereka ribut-ribut. Kedengarannya gara-gara Ari minta kepada ayahnya supaya sepedamotornya diperbaiki, supaya bisa dipakai ke kampus. Namun si Ayah bilang, besok saja diperbaiki. Tapi Ari ngotot hari itu juga harus diperbaiki. Sampai ibunya membujuk Ari, pertengkaran itu pun tak ada ujungnya,” kata saksi mata bermarga Saragih.

Berapa saat usai pertengkaran, kedua orangtuanya pergi dari rumah, dengan alasan ada urusan penting. Di saat orangtuanya tidak berada di rumah, sempat terlihat adiknya, Ari lalu-lalang di dalam rumah seperti orang kebigungan.

Sekitar pukul 18.00 WIB, orangtuanya pulang ke rumah. Lalu, ibunya langsung ke kamar mandi, untuk buang air. Namun pintu kamar mandi rumah permanen itu, terkunci rapat. Saat didobrak, ibunya melihat jasat Ari sudah tergantung dengan tali nilon. (adl/osi/smg)

Pengacara Bosur Surati Panglima

JAKARTA- Syarat pencalonan Albiner Sitompul sebagai Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) dipersoalkan pasangan Bonaran Situmeang-Sukran Jamilan Tanjung (Bosur).

Lewat kuasa hukumnya, 27 April 2011, pasangan Bosur mengirim surat ke Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono. Surat yang diteken Elza Syarief itu berharap Panglima TNI memberikan klarifikasi dan penjelasan mengenai status Albiner Sitompul.

Dalam surat itu, Elza menjelaskan pasangan Albiner-Steven PB Simanungkalit 23 Maret 2011 mengajukan gugatan sengketa pemilukada Tapteng. Dalam permohonan gugatannya ke Mahkamah Konstitusi (MK), Albiner menyebutkan identitas pekerjaannya sebagai anggota TNI-AD.

“Berdasarkan hal tersebut, barulah kami mengetahui bahwa saudara Albiner Sitompul adalah anggota TNI, namun dalam hal ini kami tidak mengetahui secara pasti status keanggotaan saudara Albiner Sitompul. Oleh karenanyalah kami mengajukan surat ini kepada yang terhormat Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono SE, kiranya berkenan memberikan klarifikasi dan penjelasan atas status saudara Albiner Sitompul,” demikian bunyi surat Elza Syarief itu.

Sejumlah wartawan mendapatkan foto copian surat tersebut kemarin dari anggota tim kuasa hukum Bosur. Disebutkan pula, hingga kemarin Panglima TNI belum memberikan jawaban atas surat dimaksud. Yang ditunggu dari Panglima TNI adalah keterangan apakah Albiner sudah mengundurkan diri sebagai anggota TNI, ataukah belum, sebagai syarat pencalonan.

Dalam suratnya, Elza juga menyebutkan sejumlah aturan yang mengharuskan anggota TNI mengundurkan diri jika mencalonkan diri dalam pemilukada. Antara lain Surat Telegram Panglima TNI Nomor STR/546/2006 tanggal 22 Agustus 2006.

“ST ini merupakan perintah untuk dilaksanakan,” begitu salah satu poin STR tersebut yang dicukil di surat pengacara yang namanya melambung saat menjadi pengacara keluarga Cendana itu.
Disebutkan juga Buku Saku Netralitas TNI Tahun 2008, yang intinya menyatakan bahwa netralitas TNI merupakan amanah reformasi internal TNI sesuai UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Netral pengertiannya tidak berpihak, tidak ikut, atau tidak membantu salah satu pihak.

“Prajurit TNI yang akan mengikuti pemilu dan pilkada harus membuat pernyataan mengundurkan diri dari dinas aktif (pensiun) sebelum tahap pelaksanaan pemilu dan pilkada,” tulis Elza menyebutkan ketentuan di STYR tanggal 22 Agustus 2006.

Selain itu juga Surat Telegram Panglima TNI Nomor STR/256/2010 tanggal 19 April 2010, yang mengatur hal yang sama. Disebutkan juga pasal 39 jo pasal 47 ayat (1) UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI yang mengatur larangan anggota TNI menjadi caleg dan jabatan politis lainnya.

Disebutkan juga aturan di pasal 59 ayat (5) huruf g UU Nomor 32 Tahun 2004 bahwa calon saat mendaftar wajib menyerahkan surat pernyataan mengundurkan diri dari jabatan negeri bagi calon yang berasal dari pegawai negeri sipil, anggota Tentara Nasional Indonesia, dan anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Surat dari pengacara Bosur itu ditembuskan ke sejumlah pihak, antara lain ke KSAD Jenderal TNI George Toisutta, Kasum TNI Letjen TNI Y Surjo Prabowo, Irjen TNI AD Mayjen TNI Soenarko, Ketua KPU Pusat, Ketua Bawaslu, Ketua KPU Sumut, Ketua KPU Tapteng, dan Ketua Panwaslukada Tapteng.(sam)

2 Pemancing Tenggelam di Danau Toba

BALIGE- Dua orang pemancing, Julkifli Simamora (15) dan Ivan Sianipar (19), keduanya warga Desa Sianipar Balige tenggelam di Danau Toba, Pelabuhan Lumban Bulbul Balige, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Minggu (1/5) sekira Pukul 14.00 WIB.

Informasi dihimpun METRO TAPANULI, saat itu keduanya hendak menyeberangi sungai Binanga Aek Halian Kelurahan Napitupulu Kecamatan Balige yang sangat dangkal dengan cara berjalan. Tiba-tiba keduanya tenggelam terbawa arus yang cukup deras. Diperkirakan keduanya tenggelam ke Danau Toba yang berjarak hanya beberapa meter dari lokasi mereka hanyut.

Tim penyelamat dari Polsek Balige yang menggunakan kapal Dinas Perhubungan Kabupaten Tobasa dan kapal milik Tb Silalahi dibantu warga terus mencari kedua korban di pinggiran Danau Toba. Tim pencari kesulitan menemukan kedua korban karena derasnya ombak serta angin yang kencang. Hingga pukul 18.20 WIB, kedua korban belum ditemukan.
Pencarian dihentikan karena sudah malam. Sementara kawat jaring yang digunakan untuk menjaga agar korban tidak terhanyut sampai ke tengah-tengah danau sering putus sampai tiga kali karena derasnya ombak dan angin yang kencang. Pencarian akan dilanjutkan, Senin (2/4) mulai pukul 08.00 WIB.

Sementara itu suasana duka tampak di rumah orangtua korban Ivan Sianipar dan  di rumah Br Sihite tante dari korban Julkifli Simamora. Keluarga hanya dapat menunggu dan berdoa agar kedua korban bisa ditemukan.
Kapolsek Balige, AKP Gipson Siagian membenarkan peristiwa tersebut.

“Karena hari sudah gelap dan peralatan serta lampu yang tidak memadai, pencarian untuk sementara dihentikan dan dilanjunkan besok (hari ini Senin) dengan mendatangkan 6 orang tukang selam dari Parapat,” ujarnya. (mag-1/smg)

Kasat Sabhara Polres Sergai Meninggal

SERGAI- Kasat Sabhara Polres Serdang Bedagai,AKP Drs Man Fitrawansyah meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya. Sebelum meninggal, Minggu (1/5) sekitar pukul 18.20 WIB, perwira tersebut sempat menjalani perawatan di RSU Gleni Medan.

Sebagai perwira Polisi, almarhum dalam kesehariannya sering bergaul dan akrab dengan siapa saja tanpa memandang status dan jabatan. Mulai dari penarik becak, pemilik warung kopi, ulama, tokoh pemuda, dan masyarakat serta siapapun ia selalu menyapa mereka hingga dalam berkomunikasi selalu diwarnai dengan gelak tawa.

Fitra meninggalkan seluruh orang-orang yang dicintainya dengan usia 46 tahun. Fitra meninggalkan seorang isteri serta enam orang anak. Direncanakan, Almarhum dimakamkan dengan upacara Kepolisian.(mag-15)