28 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 15382

El Real Turunkan Pemain Cadangan

MADRID-Benar jika Real Madrid masih berpeluang memenangi tropi La Liga Primera musim ini. Tapi ternyata, itu bukan menjadi target utama Jose Mourinho.

Buktinya, pelatih asal Portugal ini terlihat lebih serius mempersiapkan tim untuk menebus kekalahan 0-2 atas Barceloan pada babak semifinal Liga Champions leg pertama tiga hari lalu.

Saking seriusnya, tanpa sungkan Mourinho bakal mengistirahatkan empat pemain pilar, yang sesungguhnya dalam kondisi bugar saat menjamu Real Zaragoza, malam ini.

Keempat pilar yang bakal disimpan saat Los merengues menjamu Real Zaragoza, malam ini adalah Cristiano Ronaldo, Lassana Diarra, Raul Albiol dan Xabi Alonso.

“Mereka memang tidak cedera, tapi mereka sangat kelalahan usai menghadapi Barcelona. Mereka harus beristirahat sehingga menampilkan permainan terbaiknya, utamanya saat kembali menghadapi Barcelona pada leg kedua babak semifinal Liga Champions,” bilang Moutrinho.

Dengan absennya Ronaldo di lini depan Merengues, praktis Mourinho tinggal mengandalkan ketajaman Di Maria, Benzema, Higuain, Kaka dan   Adebayor.
Sementara itu untuk lini pertahanan Mourinho bakal bergantung kepada sejumlah pemain muda seperti Sergio Canales, Juanfran dan Nacho. Ketiga pemain muda ini akan ditemani Juanfran, Khedira, dan Pedro Leon di lini tengah permainan.

Meski tuan rumah tak tampil komplet, namun pelatih Real Zaragoza
Javier Aguirre mengatakan bahwa anak asuhnya harus tetap waspada.
Pasalnya, jika berkaca dari sejarah, terakhir kali Real Zaragoza mencuri kemenangan di Stadion Santiago Bernabeu adalah pada 4 Mei 1998. Saat itu Real Zaragoza menang dengan skor 2-0. (jun)

Suzuki Splash untuk Pelanggan Medan

Telkomsel Serahkan  Hadiah TELKOMSELpoin

MEDAN –  Telkomsel Branch Medan ( 26/4) menyerahkan hadiah TELKOMSELpoin periode III ( Juli – Desember 2010) berupa 1 buah mobil Suzuki Splash kepada Wenny Aditia Kurniawan SH. Program loyalty ini sebagai ungkapan rasa terima kasih atas tingginya kepercayaan masyarakat yang memilih produk Telkomsel (kartuHALO, simPATI dan Kartu As), yang telah mencapai 100 juta atau lebih dari 50% pengguna selular di seluruh Indonesia.

Para pelanggan yang memenangkan hadiah TELKOMSELpoin ini diperoleh berdasarkan undian yang dilakukan Selasa (01/02) di Wisma Mulia Jakarta, secara transparan di hadapan notaris, departemen sosial, dan pejabat pemerintah kota Jakarta.

Manager Telkomsel Branch Medan – Heribertus Budi Ariyanto mengucapkan selamat kepada para pemenang sekaligus berterimakasih atas begitu tingginya antusias pelanggan Telkomsel yang telah berpartisipasi dalam program TELKOMSELpoin.

“TELKOMSELpoin merupakan salah satu upaya Telkomsel untuk terus meningkat nilai tambah seluruh produk Telkomsel, sehingga pelanggan akan terus merasakan adanya kelebihan kompetitif dibanding produk selular lain di pasar,” ujar Heribertus.
Dikatakan Heribertus, dalam setiap periodenya, TELKOMSELpoin selalu mendapat respon positif dari pelanggan, karena memberikan nilai kompetitif produk Telkomsel.

Tahun ini program ini kembali dengan hadiah yang lebih besar lagi yaitu berupa 1 unit mobil Mercedes C 200 yang dimenangkan oleh pelanggan dari Surabaya. Bahkan dari sisi mekanisme programnya pun didesain lebih menarik. Pelanggan bisa mentransfer poin atau hadiah langsung yang didapatkan (SMS dan Pulsa gratis) ke saudara atau rekannya sesama Telkomsel.

TELKOMSELpoin merupakan suatu program terintegrasi bagi seluruh pelanggan Telkomsel baik yang menggunakan kartu kartuHALO maupun simPATI dan Kartu As, melalui mekanisme pengumpulan poin yang didasarkan atas pemakaiannya (1 poin = Rp 5.000 berlaku kelipatannya)   (*/sih)

Harry, Will You Marry Me

Antusiasme Teenagers Menyaksikan Royal Wedding

Sejak Kamis malam (28/4), semakin banyak saja warga yang menginap di jalanan demi menunggu prosesi pernikahan Pangeran William-Kate Middleton keesokannya (29/4). Jawa Pos ikut membaur bersama ribuan warga itu.

D. WIDHIANDONO, London

APA yang kamu nanti sehingga rela menginap di jalan pada malam yang dingin ini? “The big kiss! The big balcony kiss,” ujar Catherine Smith, remaja asal Ruislip, Inggris, kepada Jawa Pos (grup Sumut Pos).

Malam itu ,Kamis (28/4) pukul 20.00. Meski malam, langit masih terang. Seperti menjelang magrib kalau di Indonesia. Hanya mendung tebal yang membuat langit kian gelap.

Angin terus-menerus mengganggu orang-orang yang sedang duduk-duduk di ratusan tenda yang terhampar mulai Buckingham Palace hingga ujung The Mall, jalan lebar di depan istana sejauh sekitar dua kilometer.

Angin boleh dingin. Tapi, suasana sejatinya begitu hangat. Sepanjang mata memandang, orang-orang melambaikan bendera-bendera kecil bergambar wajah Pangeran William dan Kate Middleton. Yang tak punya bendera bisa membeli di penjual keliling yang beroperasi di sekitar itu. Harganya 1 poundsterling (sekitar Rp14.500) untuk bendera kecil dan 2,5 poundsterling (sekitar Rp36 ribuan) untuk yang berukuran besar. Semakin malam, harga bendera kian mahal.

Yang tidak punya bendera melambaikan apa saja. Topi-topi bermotif bendera Inggris, kertas-kertas bertulisan aneka harapan dan doa, juga kain warna-warni. Pokoknya ada yang dilambaikan. Seru sekali.

Malam itu Catherine sedang menggambari wajah Alice Edwards, kawannya. Gambarnya motif bendera Inggris. “Kami tidak mau besok pagi harus terburu-buru menggambar bendera. Jadi, sekarang saja menggambarnya.

Asal dia tidak tertidur dan gambarnya jadi terhapus,” kata Catherine.
Dua gadis itu tak mau menyebutkan umurnya. Yang jelas, masih remaja. Teenager, kata mereka. Catherine dan Alice boleh jadi berusia belasan.

Mereka mungkin juga masih jauh dari pemikiran soal masih perlukah Inggris mempertahankan sistem monarki. Atau, sudah saatnyakah Inggris beralih menganut sistem republik seperti negara-negara “modern” lainnya.

Bahkan, ketika ditanya apakah mereka mencintai keluarga monarki, dua gadis itu hanya mengangkat bahu lantas tertawa. “Yang penting, kami sekarang menikmati atmosfer ini. Kami ingin menjadi part of the story,” ujar Catherine. “Ya betul. Teman-teman yang tidak bisa datang ke sini pasti iri. Sebab, kami tepat berada di depan istana untuk melihat sang pangeran besok,” timpal Alice.

Dua gadis tersebut memang menyatakan bahwa pengorbanan menginap di jalan pada malam yang dingin itu dilakukan lantaran mereka ingin gaul. Mereka ingin menjadi bagian kecil dari sebuah kisah besar yang sedang disaksikan miliaran mata penduduk dunia.

Sementara itu, sejumlah penginap yang cukup berumur, yang asli Inggris, lebih menganggap bahwa mereka punya ikatan batin dengan monarki. Mereka mencintai keluarga kerajaan. “Merekalah simbol pemersatu Inggris.

Mereka cerminan Inggris yang asli. Jauh lebih besar ketimbang Big Ben,” ujar Samantha Smith, 65, yang menginap bersama anak dan cucunya. Mereka mendirikan tenda di samping gerbang Clarence House, tempat tinggal resmi Pangeran Charles dan anak-anaknya. Di situlah mereka berharap bisa melihat Pangeran William dan Pangeran Harry.

Malam semakin larut. Mendekati dini hari, orang-orang yang berdatangan ke areal The Mall dan Buckingham Palace kian banyak. Mereka membawa peralatan kamping lengkap. Tapi, yang datang tengah malam ini sudah pasti susah mendapat tempat terdepan. Setidaknya, mereka masih mendapat baris ketiga hingga keempat. Orang-orang di baris pertama pun mulai mati-matian menjaga tempatnya.

Berdasar pengamatan Jawa Pos, meski saling bersaing mendapatkan tempat terdepan, orang-orang itu tak sampai gontok-gontokan. Mereka masih bisa bersanding dalam kebahagiaan, menanti pernikahan akbar seorang pangeran dan seorang putri yang telah mencuri hatinya.

Memang, salah satu daya tarik terbesar dalam royal wedding itu adalah pangeran-pangeran Inggris yang ganteng-ganteng tersebut. Kegantengan mereka sudah lama tampil di media sejak masih bayi. Warga juga masih mengingat saat mereka dengan cool berjalan di belakang peti mati Putri Diana, ibu Pangeran William dan Pangeran Harry, pada 1997.

“Pangeran William sudah ada yang punya. Tapi, saya masih punya kesempatan dengan Pangeran Harry,” ujar Cecille, perempuan yang memakai baju bertulisan Suatu Hari Kunikahi Pangeran Harry.

Tulisan-tulisan senada banyak tersebar. Misalnya, Harry, Will You Marry Me. Ada juga yang menulis: Harry, I’m Good Enough to Be A Princess! “Tentu saja, gadis mana yang tidak mau dinikahi pangeran,” tegas Cecille. Itu pula yang katanya membuat dirinya rela menghabiskan malam yang dingin di pinggir jalan.

Memang, bagi orang-orang ’modern’ sekalipun, kisah cinta antara pangeran dan gadis biasa yang akhirnya menjadi putri tetap menarik. Sambil menonton, tentu di antara penonton ada yang berharap bisa bernasib seberuntung Kate Middleton. Dipinang pangeran, tinggal di istana yang megah, dan hidup bahagia selamanya.

Dini hari mulai datang. Dingin kian menggigit. Jalan-jalan di sekitar istana mulai ditutup, bahkan untuk pejalan kaki. Tapi, kemeriahan dan kehangatan orang-orang yang menunggu prosesi itu masih tetap terjaga. Mereka tetap bernyanyi-nyanyi sepanjang malam, menunggu lewatnya sang pangeran. (c5/kum/jpnn)

Eksekusi Harus Distanvas

Tanah 74 hektar eks HGU PTPN II

MEDAN – Anggota Komisi A DPRD Sumut, Raudin Purba mengatakan, Pemkab Deliserdang jangan membiarkan pembangunan pagar tembok permanen tanpa izin di atas tanah dieksekusi yang cacat hukum seluas 74 hektar eks HGU PTPN II di Pasar IV, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deliserdang oleh PN Lubukpakam, Selasa (19/4).

“Bongkar bangunan tembok dan hentikan segera karena yang memenangkan eksekusi tersebut tanpa alas hak yang kuat serta masih berperkara yang sedang dalam persidangan di PN Lubuk Pakam dan MA,” tegas Raudin Purba, Kamis (27/4).

Dia juga meminta Bupati Deliserdang, Amri Tambunan segera menindak tegas terhadap oknum yang membangun tembok tanp Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan tidak memiliki alas hak. Selain itu pembangunannya melanggar Perda dan merugikan pemerintah dalam hal pendapatan asli daerah.

“Jangan tutup mata, segera bongkar. Bupati harus melindungi rakyat, PTPN II juga rakyat, masyarakat penggarap yang sudah lama menetap di atas tanah tersebut juga rakyat,” tukasnya.

Anggota Fraksi PKS ini menambahkan, eksekusi tanah tersebut yang dilakukan PN Lubukpakam, Selasa (19/4), hendaknya distanvas (jangan diteruskan), karena cacat hukum. ‘’Camat juga harus perhatikan rakyat jangan ditindas. Polisi diharapkan segera menindak aktor intelektual dibelakang 65 orang yang telah nyata menggunakan surat palsu untuk eksekusi. Kita minta permasalahan ini distanvas dulu,” ucapnya.

Camat Labuhan Deli, Dedi Maswardy mengatakan, pembangunan tembok tersebut sah saja setelah eksekusi dilakukan.   (*/ila)

Teka-teki Lionel Messi

Real Sociedad Vs Barcelona

SAN SEBASTIAN-Saat ini Barcelona unggul delapan angka atas saingan terdekatnya Real Madrid. Anak asuh Pep Guardiola yang menempati peringkat pertama mengumpulkan poin 88, sedangkan Real Madrid mendulang poin 80.

Dengan unggul delapan poin ketika pertandingan hanya menyisakan lima partai lagi, harusnya Pep Guardiola dapat sedikit bersantai dengan mengistirahatkan beberapa pemain pilar, utamanya saat menghadapi tim sempilan seperti Real Sociedad.

Ini penting dilakukan karena beberapa pemain pilar kini sedang dalam kondisi tidak bugar usai tampil habis-habisan menghadapi Real Madrid pada leg pertama babak semifinal Liga Champions, tiga hari lalu.

Ya, saat ini diperoleh kabar jika pemain terbaik, sekaligus topskor klub Lionel Messi mengalami cedera. Benar atau tidak, yang pasti saat sejumlah pemain Barcelona melakukan latihan Jum’at (29/4) lalu, striker timnas Argentina itu tidak hadir di lapangan.

Kondisi ini tentu saja menambah panjang daftar pemain cedera, sebab sebelumnya kapetn tim Carles Puyo juga sudah lebih dulu diparkir. Belum lagi cedera terbaru yang dialami Anders Iniesta, yang diperoleh saat Los Blaugranas bertandang ke markas Los Merengues, tiga hari lalu.
Sementara Maxwell, Eric Abidal, Bojan Krkic dan Adriano juga masih tidak bisa tampil lantaran cedera.

“Kami tak ingin berspekulasi. Kami menunggu keputusan dokter tim apakah dia (Lionel Messi, Red) dapat dimainkan atau tidak,” bilang Pep Guardiola. (jun)

Jika pun nantinya dia tidak dapat diturunkan, itu bukan masalah besar, karena kami hanya menghadapi Real Sociedad,” bilang Pep Guardiola, entrenador Barcelona.

Dapatd kmaklukmi jika Pep terkesan sepele dengan kekuatan sang calon lawan. Pasalnya, tim berjuluk Txuri-Urdin sudah cukup lama tak mampu meraih kemenangan atas Blaugranas. Musim lalu, tim ini dua kali kalah atas Blaugarnas, masing-masing dengan skor 2-0 dan 5-0.

Terakhir kali Txuri-Urdin mengalahkan Los Blaugarnas di Stadion Anoeta San Sebastian adalah pada 1 Desember 2002. Saat itu tuan rumah menang dengan skor 2-1.

Menanggapi badai cedera yang dialami kubu Barcelona, gelandang Real Sociedad Xabi Prieto mengatakan bahwa kondisi itu takkan mengurangi kekuatan Barcelona.

“Mereka tetap tim yang kuat. Itu sudah berulang kali mereka buktikan. Meski tampil dengan banyak pemain cadangan, tetap saja tim ini sulit ditaklukkan,” bilang Prieto. (jun)

Outward Bound Kader Golkar Sukses

SERGAI-Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Serdang Bedagai menggelar kegiatan pendidikan dan pelatihan kader Outward Bound selama tiga hari yakni Kamis-Sabtu (21-23/4) di aula PTPN III Gunung Pamela, Kecamatan Sipispis, Sergai.

Pelatihan   diikuti sebanyak 89 orang peserta yang terdiri dari  unsur pengurus DPD Golkar Sergai, Pimpinan kecamatan, sayap pendiri dan yang didirikan. Kegiatan itu dibuka secara resmi  ditandi dengan pemukulan gong oleh Wakil Ketua Bidang Kadirisasi dan Keanggotaan Partai Golkar Sumut Amru Daulay, SH .

Amru Daulay, SH dalam sambutannya mengatakan, kegiatan pendidikan dan  pelatihan kader Outward Bound yang dilaksanakan oleh Partai Golkar Sergai merupakan yang pertama di Sumatera Utara. “Ini Sungguh luar biasa dan sangat baik bagi semua kader. Dengan pendidikan Outward Bound ini para kader atau peserta yang telah mengikutinya akan memperoleh pendidikan dan dapat meningkatkan kemampuan dalam pengenalan diri dan orang lain,” ujar Amru.
Tujuan digelarnya kegiatan ini adalah melatih ketahanan mental dan pengendalian diri. Menumbuhkan empati, melahirkan semangat kompetisi yang sehat, meningkatkan jiwa kepemimpinan dan melihat kelemahan orang lain bukan sebagai kendala. Outward Bound, kata  Amru, sangat ampuh dalam hal meningkatkan kemampuan mengambil keputusan dalam situasi sulit secara cepat dan akurat.

Ia  menyarankan kepada semua kader agar lebih meningkatkan kebersamaan dan tetap kompak dalam memajukan partai Golkar, terutama untuk meraih suara yang lebih banyak pada tahun 2014 nantinya dan mampu menambah kursi di lembaga legeslatif kabupaten Sergai.

Dia yakin, jika semua kader Partai Golkar Sergai dibawah pimpinan HT. Erry Nuradi mampu meningkatkan kebersamaan dan kekompakan, maka tahun depan suara Golkar suara rakyat akan lebih baik diperoleh dari tahun lalu.

Sementara itu, Bupati Sergai yang juga Ketua Partai golkar Sergai Ir.HT. Erry Nuradi  menyampaikan, pelatihan Outbound untuk upaya terapi kejiwaan salah satunya. ‘’Dengan Outward Bound kita mampu mengembangkan otak kiri dan kanan. Bukan hanya kecerdasan intelektual, moral, spiritual, serta karakter merupakan output yang lebih penting lagi dari pendidikan,”sebutnya. (*/mag-15)

Globalisasi Menawarkan Peluang

MEDAN-Anggota DPD RI, DR H Rahmat Shah mengingatkan kalangan mahasiswa untuk tidak menolak globalisasi secara mutlak.  Walau diakui, globalisasi selalu hadir dengan dua sisi, positif dan negatif. Kedua sisi ini terjadi pada segenap aspek kehidupan, sisi sosial, ekonomi, budaya, pertahanan, keamanan dan lainnya.

Hal tersebut dinyatakan Rahmat saat menjadi pembicara pada seminar mengenai dampak globalisasi terhadap nasionalisme yang diselenggarakaan oleh Himpunan Mahasiswa Departemen Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi USU, berlangsung di Gedung Pertemuan Fakultas Ekonomi Universtas Sumatera Utara, Rabu, (27/04).

Lebih jauh Rahmat mengungkapkan bahwa globalisasi jelas membawa pengaruh kepada nasionalisme. Selain itu fenomena globalisasi akan mampu membuka cakrawala masyarakat secara global sehingga apa yang di luar negeri dianggap baik, memberi aspirasi kepada masyarakat untuk diterapkan di negara Indonesia. “Permasalahannya, apakah semua  yang dilihat baik tersebut, baik dan cocok untuk diterapkan di negara kita ini,” ujarnya.

Menurut Rahmat, dengan demikian, globalisasi selalu menawarkan peluang dan tantangan. Rahmat mencontohkan, dengan globalisasi, akan terbuka pasar internasional, pasar bebas, dan akan membuka peluang bagi bursa tenaga kerja serta peluang devisa.

“Namun di sisi lain, Indonesia juga akan diserbu dengan arus komoditas dengan harga yang cukup murah sehingga dapat mematikan sentra-sentra produksi di negara ini,” tambahnya.

Dalam kaitan ini Rahmat menguraikan beberapa langkah antisipasi yang dapat dilakukan oleh generasi muda, khususnya, kalangan mahasiwa. Langkah-langkah tersebut yakni penguatan wawasan nusantara yang dilakukan dengan penjelajahan negeri dan mempelajari segenap aspeknya.

Selanjutnya adalah memperkuat budaya, yakni dengan mempertahankan kebiasaaan ramah tamah, gotong-royong dan saling tolong menolong. Hal berikutnya adalah pengamalan agama dengan usaha menjaga toleransi dan kedamaian.Lalu penegakan supremasi hukum yang diwujudkan dengan sikap berani dan terakhir adalah bersikap kritis terhadap pengaruh globalisasi. (*/ila)

Hidup Mati

PERSIKABO Vs PSMS

BOGOR- Seluruh skuad PSMS tampak tenang menatap laga terakhir musim ini kontra Persikabo Bogor, di Stadion Persikabo Cibinong, Sabtu (30/4) sore nanti. Laga hidup mati bagi PSMS. Jika menang, maka langkah ke babak delapan besar akan terbuka.

Itupun masih dengan syarat. Kalau PSMS menang namun di pertandingan lain antara Persih kontra Persita dimenangkan Persita, maka PSMS tak lolos karena Persita unggul  selisih gol. Jika PSMS kalah dan Persih menang, maka yang lolos ke babak delapan besar adalah Persih. Kesimpulannya, PSMS harus menang sembari berharap Persita kalah. Sungguh situasi yang tak mengenakkan.

Secara teknis, PSMS tak mengalami masalah besar. Absennya palang pintu, Vagner Luis akibat kartu merah sudah bisa diantisipasi oleh hadirnya Putra Habibi. Akumulasi yang diterima kapten tim Affan Lubis juga tak dipersoalkan karena masih banyak gelandang yang dimiliki PSMS.

Bisa jadi Affan digantikan Almiro Valadares atau Tri Yudha Handoko. “Siapa yang paling siap dia yang akan kita mainkan. Tapi yang jelas kita sudah siapkan strategi terkait absennya dua pemain inti kita,” kata Suharto, arsitek PSMS, kemarin.

Laga ini tentu bukan perkara mudah untuk dilewati. Meski secara materi skuad PSMS lebih baik, namun Persikabo punya rekor bagus di kandang sendiri sebelum akhirnya rekor kemenangan dikandaskan Pro Titan.

Selebihnya Persikabo selalu menang di kandang sendiri. Bara dendam atas kekalahan kontra Pro Titan diyakini akan dilampiaskan saat melawan PSMS.

“Kita tentu saja tak akan melepas laga terakhir ini dengan kekalahan. Kami ingin menang dan memperbaiki posisi,” kata Maman Suryaman, pelatih Persikabo.(ful)

Perbaiki Peringkat

Bintang Medan Vs Minang Kabau FC

MEDAN- Bintang Medan kembali melakoni laga kandangnya di Stadion Teladan, Sabtu (30/4) sore nanti. Kali ini yang akan menjadi lawan adalah Minang Kabau FC. Tuan rumah saat ini memiliki optimisme menjulang tinggi. Kemenangan besar di dua laga terakhir menjadi modal positif untuk menekuk tim tamu. Namun, Minang Kabau juga sedang onfire setelah mengandaskan Cendrawasih Papua, dengan skor telak 3-1 pekan lalu.

”Saat ini, kami berada pada performa terbaik. Dan saya optimis hal itu akan terus berlanjut, termasuk menghadapi Minang Kabau besok (hari ini),” ujar arsitek Bintang Medan, Michael Feichtenbeiner, kemarin.

Kian solidnya penerapan skema permainan usai kesembuhan beberapa pilar asing semakin menajamkan tim berjuluk Soldier Kinantan ini. Apalagi, di pertandingan ke 14 tersebut, mayoritas skuad asung berada dalam kondisi onfire, begitu halnya dengan skuad lokal.

Jika berhasil memetik poin penuh, Bintang Medan akan merangsek dalam 10 besar. Menggeser posisi Aceh United di peringkat ke sembilan. Gayung bersambut dengan ambisi Feichteinbener untuk membawa besutannya ke enam besar di penghujung putaran pertama. Asisten Pelatih Minang Kabau, Aris Rinaldi mengakui, Bintang Medan sedang berada pada top performa, namun menurutnya, Minang Kabau juga sedang dalam kondisi yang cukup baik. (ful)

Dukungan kepada Aweng Terus Mengalir

MEDAN-Gelaran Musdalub Pengprov PSSI Sumut disambut antusias oleh semua Pengcab PSSI Kabupaten/Kota yang ada di Sumut. Nyaris semua Pengcab memiliki harapan yang sama terhadap gelaran Musdalub tadi, yakni terjadi perbaikan di tubuh Pengprov PSSI.

Memang pasca wafatnya Ketua PSSI H Risuddin pada 19 November 2011 lalu, suasana di Pengprov PSSI Sumut tak lagi kondusif. Bahkan sempat terjadi silang pendapat terkait siapa yang paling berhak menyandang jabatan Plt Ketua PSSI Sumut.

Parahnya lagi, ada pula sejumlah oknum pengurus yang memanfaatkan konflik internal tadi untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Salah satunya adalah apa yang terjadi beberapa waktu lalu, tatkala sejumlah oknum pengurus mengutip uang pendaftaran kepada peserta turnamen/festival sepak bola yang pesertanya terdiri dari SSB dan siswa sekolah dasar (SD).

Padahal, nyaris semua pembina sepak bola, bukan hanya di Medan, di Indonesia, tapi juga diseantro bumi mengetahui lewat situs pengagas even, bahwa turnamen/festival sepak bola tadi tidak dikutip bayaran alias gratis.
Menyikapi tindakan oknum pengurus seperti yang disebutkan di atas tadi, Dewan Kehormatan PSSI Sumut Anuar Shah, atau yang akrab disapa Aweng bejanji akan menertibkannya.

“Tindakan manusia-manusia seperti ini lah yang merusak sepak bola Sumut. Ini akan saya bersihkan. Ke depan PSSI Sumut harus menjadi organisasi olah raga yang berwibawa, bermartabat dan mampu mengayomi atletnya,” bilang Aweng, Rabu (27/4) malam.

Sekum Pengcab PSSI Sergai Arifin Sinaga mendukung niat Aweng yang ingin membersihkan pengurus bermental bobrok. Tak sampai di situ, Arifin pun secara tegas mengatakan bahwa pihaknya akan mendukung Aweng sebagai Ketua PSSI Sumut.

“Jika visi dan misinya bagus, kenapa tidak? Lagian, dari beberapa tokoh yang telah menyatakan niatnya maju sebagai  Ketua PSSI Sumut, baru Aweng yang peduli dengan sebuah tim yang materi pemainnya berasal dari seluruh daerah Kabupaten/Kota yang ada di Sumut,” bilang Arifin, Kamis (28/4) lalu.

“Kepedulian dia terhadap tim sepak bola Pra PON Sumut menjadi sebuah bukti jika dia tidak menginginkan jabatan semata, tapi lebih dari itu, apa yang telah dilakukannya membuktikan bahwa dia memiliki komitmen untuk membangkitkan potensi pemain yang ada di luar Kota Medan, yang pada akhirnya akan memajukan sepak bola di Sumut secara keseluruhan,” tambah Arifin lagi.

Tak hanya Arifin, Ketua Pengcab PSSI Labuhanbatu Utara Abdul Gani pun setuju jika Aweng memimpin PSSI Sumut. “Saya pikir PSSI Sumut membutuhkan figur ketua yang selain peduli, juga mampu bersikap tegas terhadap anggotanya,” bilang Abdul Gani. (jun)