Home Blog Page 15395

Polisi Stop Pengendara di Jalur Tol

082167663xxx

Pak Kapolresta Medan yang terhormat apa boleh anggota Satlantas menyetopi mobil di jalan tol, karena kalau kita melaju kencang tiba-tiba diberhentikan apa tidak berbahaya?

Polisi Berhak Berhentikan Pengendara

Terimakasih pertanyaannya, sesuai prosedural di kepolisian, polisi berhak memberhentikan pengendara di mana pun berada. Termasuk di jalur tol. Namun, pemberhentian kendaraan itu ada dua kemungkinan, pertama adanya pelanggaran lalulintas dan adanya kecurigaan polisi mengenai tindak pidana.

Tapi, kami jelaskan untuk memberhentikan pengendara tetap dilakukan dengan santun dan sopan serta tak membahayakan pengendara. Seperti memberikan imbauan peringatan lewat pengeras suara, selanjutnya diberikan tanda-tanda berhenti. Proses itulah yang dilakukan, karena bagaimana pun keselamatan pengendara yang diberhentikan maupun pengendara lain tetap diperhatikan.

AKBP Raden Heru Prakoso
Kabid Humas Poldasu

Harus Ikuti Prosedural

Prosedural penangkapan tetap harus melalui aturan yang berlaku dan dengan cara sopan dan santun. Bila diketahui cara penyetopannya tak sesuai aturan atau dengan cara yang kasar serta membahayakan pengendara, sebaiknya buat laporan saja untuk ditengahi dalam prosedural hukum.

Selanjutnya, bagi kepolisian sebaiknya memberikan pembinaan yang lebih intens, hal tersebut sebagai bagian agar  tak terjadi arogansi  anggota kepolisian di lapangan. Dengan cara pembinaan inilah yang bisa menjadikan polisi pada posisi pelayan masyarakat yang baik. Kemudian,  polisi juga harus membuka layanan yang mudah bagi masyarakat untuk mengadukan tindakan oknum kepolisian.

Muslim Muis
Wakil Direktur LBH Medan

2010 Ditetapkan Sebagai Sekolah Standar Nasional

SMP Negeri 23 Medan

SMP Negeri 23 Medan baru saja mendapatkan predikat sebagai Sekolah Standar Nasional (SSN). Berkaitan dengan itu, sekolah yang beralamat di Jalan Raya Medan Tenggara Ujung ini terus berbenah.

Kepala SMP Negeri 23 Medan, Nilam Cahaya Hasibuan MPd mengatakan predikat SSN diperoleh dari Kementerian Pendidikan RI, sekitar tahun 2010 lalu.

Ini merupakan prestasi yang harus dipertahankan dan bahkan menjadi target lagi untuk lebih meningkatkan mutu anak didik pada tahun berikutnya.

“Sejauh ini setidaknya baru tiga sekolah lanjutan tingkat pertama di Medan yang mencapai predikat SSN. Meskipun kita tidak pernah menyangka akan mendapatkan predikat ini, namun ini menjadi motivasi bagi para staf pendidik untuk meningkatkan ke arah yang lebih baik mungkin saja beberapa tahun ke depan kita bias meraih predikat sebagai sekolah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI),”ungkapnya.

Sementara itu untuk memenuhi hal tersebut, lanjut Nilam bukanlah hal yang mudah, selain harus memenuhi delapan kriteria sebagai sarat SSN, seperti kurikulum, proses pembelajaran, pendidikan dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, penilaian serta yang terakhir adalah kultur sekolah. Untuk mendapatkan predikat (RSBI), Nilam mengaku, setiap sekolah juga harus memiliki staf pengajar yang mampu menguasai bahasa asing.

“Yang mana setiap guru harus mempunyai nilai TOEFL kurang lebih 600. Selain itu, 30 persen dari pendidik di sekolah menengah harus S2 atau S3 sesuai dengan pendidikan yang diajarkan,” ujarnya.
Alasan itulah yang menjadikan  SMPN 23 Medan ini untuk terus membenahi para staf pengajarnya.
Yakni dengan memberikan program pelatihan komputer dan Bahasa Inggris kepada setiap guru, serta mengikuti berbagai workshop maupun seminar tentang pendidikan.

Tak hanya memasang target, SMPN 23 perlahan membenahi sarana dan prasarana sekolah dengan membangun laboratoriunm komputer dan laboratorium IPA. SMPN 23 juga tengah mempersiapakan kelas efektif yakni diisi maksimal 32 murid dan seorang guru dalam mata pelajaran di setiap kelasnya.
“Sejauh ini kita memiliki sebuah kelas yang hanya diisi 20 siswa untuk melihat sejauh mana efektifitas proses belajar mengajar yang diterapkan dengan memaksimalkan jumlah peerta didik di tiap kelas. Sehingga pembenahan akan terus kita lakukan,” ungkapnya.(uma)

Bangun Laboratorium Bahasa Secara Swadana

MEDAN- SMA Negeri 3 Medan merenovasi sekaligus membangun laboratorium bahasa berskala internasional di sekolahnya Jalan Budi Kemasyarakatan 3 Pulau Brayan, Senin (16/5).

Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Ketua Komite SMA Negeri 3 Medan, Abdul Hakim Siagian, Kepala SMA 3 Drs Sahlan Daulay MPd disaksikan guru dan pegawai. Peletakan batu pertama ini berlangsung secara sederhana dipandu Wakasek Humas Drs  Muh Rais MPd MSi.

Drs Sahlan Daulay MPd menyampaikan, pembangunan laboratorium bahasa ini sebagai konsekuwensi terpilihnya SMA Negeri 3 Medan sebagai penerima bantuan peralatan laboratorium dari Depdiknas senilai Rp1,7 miliar.
Bantuan tersebut hanya akan dapat diperoleh apabila SMA 3 Medan memiliki bangunan laboratorium yang refresentatif. Oleh karena itu, laboratorium dibangun dengan dana swadaya. Pembangunan laboratorium  ini diperkirakan menelan dana Rp700 juta. Pembanguan laboratorium bahasa ini juga seiring dengan penetapan SMA Negeri 3 Medan sebagai sekolah Pusat Sumber Belajar (PSB) oleh Direktorat Jendral Pendidikan Menengah Kemendiknas.

Abdul Hakim Siagian SH MHum Ketua Komite SMA Negeri 3 Medan menekankan, komite sekolah pada prinsipnya akan selalu berusaha mendukung apapun yang dibutuhkan sekolah , sepanjang kebutuhan tersebut adalah untuk  memajukan kualitas pendidikan.

Salah seorang guru yang juga alumni SMA Negeri 3 Medan Drs Emir Harahap MM mengatakan, apa yang dilakukan sekolah dan komite beserta alumni untuk meningkatkan mutu pendidikan di SMA 3 merupakan terobosan yang patut didukung. Dia juga mengatakan dalam membangun pendidikan, merupakan tanggungjawab bersama, termasuk masyarakat.

Panitia juga mengharapkan partispasi masyarakat lewat rekening 100.02.04.036344-0 Bank Sumut Cabang Utama, atas nama SKM-SMA Negeri 3 Medan.(dra)

Warga Rebutan Solar PLN

Pencuri Bocorkan Pipa PT Pertamina

Pipa minyak milik PT Pertamina di Jalan Titi Pahlawan, Kebon Rambong, Kelurahan Paya Pasir, Medan Marelan kembali bocor. Hal itu diduga akibat adanya aksi pencurian minyak.

Saluran pipa minyak PT Pertamina untuk PT PLN di Kelurahan Paya Pasir itu diketahui sudah bocor, Rabu (18/5) pagi. Hal itu diketahui sesaat setelah warga sekitar diketahui berebut untuk mengambil minyak sekitar ribuan liter minyak solar tumpah bercampur dengan air di satu lubang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan koran ini, bocornya pipa saluran minyak jenis solar milik PT Pertamina itu mulanya diketahui warga saat mencium aroma solar.  Warga mencari sumber aroma tersebut, ternyata sumbernya itu ada di sebuah gudang yang bermoduskan tempat jual beli barang bekas milik Acek warga Jalan Marelan Raya Pasar IV. Di tempat itu  terdapat genangan minyak jenis solar yang ada di beberapa lubang.
Mengetahui itu, warga langsung berduyun-duyun datang membawa ember untuk menciduk minyak tersebut. Seorang warga, Khairul (30) mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak PT PLN . “Saat saya keluar rumah, warga di sini sudah ramai mengambil minyak. Saya yang beritahukan pihak PLN,” akuinya.

Setelah menerima laporan tersebut, pihak PLN dan polisi masuk ke dalam gudang tempat penyimpanan barang-barang bekas tersebut. Selanjutnya, polisi langsung memasang police line.

Di gudang itu, polisi menemukan ada sambungan pipa yang diduga dibuat pelaku untuk mencuri minyak tersebut. Selain itu, beberapa lubang untuk menyimpan minyak yang dicuri dari saluran pipa pertamina tersebut dan ada sumur yang digenangi minyak, sedangkan di atasnya ditutupi barang bekas berupa botol-botol minuman, kardus, jerigen dan drum .

Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan membawa barang bukti berupa selang sepanjang 15 meter, dua unit mesin pompa air, peralatan tukang seperti kunci dan juga 3 drum berisi minyak solar. Selain itu, ada satu mobil pick up dengan nomor polisi BK 8211 LL yang diduga sebagai alat pengakut minyak yang sudah dicuri pelaku juga dijadikan barang bukti.

Pemilik rumah, Semangat Bangun (38) terkejut atas kejadian tersebut. Sebab, selama ini tidak diketahuinya. “Saya tidak tahu soal karena saya jarang berada di rumah, setahu saya tempat itu gudang penyimpanan barang bekas,” katanya.

Lebih lanjut, dia menyebutkan pemilik gudang tersebut bernama Acek warga Jalan Marelan Raya pasar IV. Pemiliknya setiap hari datang ke gudangnya untuk mengecek penjualan botot.

Sementara itu, Assistent Manager PLN, MT Nainggolan mengatakan pihaknya menyerahkan seluruh masalah ini kepada pihak kepolisian agar dapat mengungkap pelakunya.

“Hal tersebut merupakan perbuatan oknum yang tak bertanggungjawab, sudah jelas ini pencurian dengan cara membocorkan pipa saluran minyak,” ujarnya.

Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Sugeng Riyadi membenarkan adanya penemuan tersebut. Hingga petang kemarin, sudah ada tiga orang yang dimintai keterangannya. “Kami masih kembangkan penyelidikan, nanti saya kasi kabar terbaru lagi ya,” ucapnya.  Dia juga berjanji memanggil pemilik gudang tersebut untuk dimintai keterangannya. (mag-11)

Rubuhkan Pagar di Tanah Garapan

LABUHAN- Puluhan warga Labuhan Deli mendatangi kantor camatnya menuntut pembongkaran pagar di atas tanah garapan warga seluas 74 hektare di Pasar III/IV, Desa Helvetia, Labuhan Deli.

Kehadiran warga ke Kantor Camat Labuhan Deli, Rabu (18/5) untuk menyampaikan tuntutannya agar Camat Labuhan Deli menerapkan Perda No 4/2006 tentang retribusi Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB).

Dalam orasinya, seorang warga, Syaifal (41) mengatakan puluhan warga ini sangat kecewa kepada Camat Labuhan Deli yang tak mengeluarkan tindakan teguran atapun pemberhentian pemagaran yang dilakukan pihak Satpol PP Deli Serdang di atas lahan yang dihuni warga pada 19 April 2011 lalu.

Camat Labuhan Deli, Maswardy mengatakan pemagaran dan eksekusi tersebut bukan wewenangnya. Pasalnya, apa yang terjadi saat ini merupakan hasil keputusan Pengadilan Negeri Lubuk Pakam. (mag-11)

Parkir Sesuka Hati

081375456xxx

Kepada Yth Bapak Wali Kota parkir di Medan suka hati saja, lihat di Jalan Pandu, parkir berlapis mana trotoar sudah jadi tempat jualan yang punya ruko, membuat pejalan kaki nggak ada tempat lagi? Terimakasih.

Kami Tetap Beri Imbauan

Terimakasih sarannya, kami dari Bidang Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Medan tetap memegang aturan dalam menjalankan tugas. Terkait parkir yang sesuka hati di Jalan Pandu, kami akan kroscek. Apabila tidak sesuai ketentuan, maka kami meminta juru parkir tak mengizinkan parkir.

Perlu kami ingatkan, parkir berlapis ini juga terkadang melalui mobil patroli sudah berulang kali kami ingatkan kepada para pengendara maupun juru parkir. Hanya saja, juru parkir sering tertekan akibat pengendara memaksa parkir. Jadi, da baiknya kita semua sama-sama membuat parkir lebih tertib.

M Pahmi Harahap
Kabid Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Medan

Pencatat Meter Listrik tak Kerja

082161046xxx

Kepada Direksi PLN keluhan kami kepada pencatat meteran listrik di perumahan Griya Permata 2 blok FF nomor 22 Tanjung Anom. Kami sangat-sangat kecewa atas kerja anggota bapak setiap bulannya nggak pernah mencatat meteran di rumah kami, asal main tebak saja sehingga kami sangat dirugikan. Dulu alasannya pagar kami di gembok sekarang sudah nggak di gembok masih begitu lagi. Pernah juga kami  membayar denda yang serupa, sekarang begini lagi jadi sampai kapan kami harus menanggung ini pak tolonglah diperhatikan kami yang rakyat kecil ini pak. Kepada Sumut Pos tolong di muat sebesar mungkin agar dibaca sama Pimpinan PLN, terimakasih Sumut Pos moga jaya terus.

081370716xxx

Kepada Yth Bapak Kepala PLN tolong dicek keberadaan tukang catat meter di Jalan  Garu 2 A sepertinya sudah lama meteran kami nggak dicatat orang yang biasa mencatat meter nggak pernah kelihatan.

Laporkan ke Kantor PLN Terdekat

Termakasih, kami jelaskan untuk pencatat meter dikerjakan oleh pihak ketiga. PLN memberikn pekerjaan pencatatan meter dengan perjanjian, pihak ketiga yang menerima pekerjaan mencatat meter wajib melaksanakan pencatatan. Apabila pihak ketiga memiliki kesalahan dalam mencatat meter, maka PLN akan memberikan denda kepada pihak pencatat meter.

Selanjutnya, apabila warga merasa dirugikan atas tindakan pencatat meter yang salah mencatat, sebaiknya buat laporan ke kantor PLN terdekat dan menunjukkan rekeningnya. Sehingga, kami dari PLN bisa menghitung selisih angka konsumen dengan angka pencatat meter.

Dengan dasar itu juga kami dari PLN bisa memberikan sanksi tegas ataupun memberhentikan kerjasama dengan pihak ketiga pencatat meter yang melakukan kesalahan. Sejauh ini, sudah banyak ditemukan kasusnya.

Raidir Sigalingging, Deputi Manajer PT PLN Wilayah Sumbagut

4 Warga HilangDiterjang Air Bah

Sungai Bingai dan Sembahe Meluap

BINJAI-Sungai Bingai (SB) tepatnya di Pantai Pai, Dusun 2 Tanjung Putri, Desa Namu Ukur Utara, Langkat, meluap, Selasa (17/5) sekitar pukul 14.30 WIB. Akibatnya, empat orang hilang diterjang air bah. Keempat korban masing-masing Abdon Nugroho Silaban (24), Nova br Siringoringo (26), Tito Sitinjak (10) dan Randa Sitinjak (7), semuanya warga Dusun 2, Desa Pagar Jati, Kecamatan Lubuk Pakam.

Keterangan saksi mata, Saleh Ginting (50), saat kejadian dia sedang berada di hulu sungai. Tiba-tiba, katanya, dia melihat air naik dan langsung turun ke hilir guna memberitahukan kepada pengunjung yag sedang asyik mandi-mandi. “Naik…naik…naik.., air sungai meluap. Cepat…cepat..,” ujar Ginting.

Namun, keempat korban yang saat itu berada di tengah sungai terlambat naik sehingga air menenggelamkan keempatnya. “Begitu saya imbau sambil berteriak, korban sudah dengar dan bergerak ke pinggir. Tetapi, korban mencoba mengangkat dua anak keciln

Begitu korban memeluk anak kecil air keburu sampai dan menyapu semuanya dan langsung tak terlihat lagi,” ungkap Saleh Ginting. Menurutnya, air yang datang dari hulu sudah bercampur lumpur bersama tumpukan sampahn
“Air sungai memang acap kali mendadak naik jika di hulu hujan deras,” katanya.

Rosen Purba (50), warga Padang Bulan Medan, mengaku melihat korban hanyut. “Iya, saya sempat lari untuk menyelamatkan korban tapi tak sempat keburu air datang,” paparnya.

Setelah kejadian itu, sambungnya, warga setempat dan para pengunjung berhamburan ke darat. “Bagaimana mau menolong korban, melihat airnya saja para pengunjung sudah takut,” ucapnya.

Warga kemudian melaporkan kejadian itu Polsek Sei Bingai. Polisi turun yang turun ke lokasi tak bisa berbuat apa-apa, karena air Sungai Bingai terlihat masih deras dan hitam. Warga dan polisi hanya mencari dari pinggiran sungai. Selain itu, warga lainnya terus mencari di hilir sungai tepatnya di Pantai SB, Binjai Selatan dan di Perumahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota.

Pencarian para korban yang dilakukan polisi maupun masyarakat sekitar, sejauh ini belum membuahkan hasil. Air yang masih deras menyebabkan upaya tersebut terkendala. Upaya pencarian juga dihentikan dan rencananya akan dilanjutkan esok karena sudah malam.

“Selain arus air masih deras, cuaca juga sudah gelap,” kata Kapolsek Sei Bingai, AKP M Sihombing kepada wartawan di lokasi kejadian.

Sementara itu, pengunjung pemandian alam di Sembahe, Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit juga mendadak heboh. Pasalnya, debit air Sungai Betimus (Sembahe) mendadak naik setinggi 2 meter, Selasa (17/5) sekitar pukul 02.00 WIB. Padahal, di sekitar lokasi tidak ada hujan. Bukan itu saja, air sungai yang mengalir hingga ke Sungai Deli yang awalnya jernih berubah menjadi keruh, kemudian arus deras membawa sampah-sampah kecil hingga menenggelamkan benteng sungai yang terbuat dari coran semen.

“Ini lain dari biasanya, banjirnya sangat tinggi. Biasanya kalau hujan mengguyur hanya terjadi banjir kecil. Namun ini sangat luar biasa. Banjir yang tinggi disertai dengan sampah-sampah kecil, ” ujar pemilik warung di pinggiran sungai.

Dijelaskan, meluapnya Sungai Betimus karena curah hujan di gunung tinggi, sehingga, air yang meluap mengakibatkan banjir di bawah. “Ini dikarenakan banjir di atas gunung, makanya seperti ini,” kata pengelola pondok di lokasi objek wisata yang terkenal di Sumatera Utara itu.

“ Tidak ada korban jiwa, di sini sudah biasa banjir. Tapi yang bikin heboh karena banjirnya tiba-tiba,” ujar penjaga pintu masuk Pemandian Alam Sembahe.

Pantauan wartawan koran ini, pengunjung di beberapa lokasi pemandian di sekitar aliran Sungai Betimus, terpaksa membatalkan niat untuk mandi-mandi di sungai. Padahal, pengunjung cukup ramai karena bertepatan hari libur nasional. “Batallah bang mandi-mandi. Padahal sudah direncanakan dengan matang bersama rombongan,” cetus Yuni (25), warga Langkat.

Sorang pengunjung, Yudi (35), warga Medan, mengatakan, mereka diberitahukan penyewa pondok untuk tidak mandi-mandi, karena ada banjir kiriman. “Kita diberitahu sama penjaga pondok jangan mandi-mandi dulu, karena ada banjir kiriman. Ini bagus juga untuk keselamatan,” kata Yudi.

Kanit Reskrim Pancur Batu AKP Faidir membantah ada korban jiwa. “Anggota sudah ada yang ngepam (bertugas, red) di lokasi pemandian tersebut. Namun, berdasarkan laporan anggota tidak ada korban jiwa,” beber Faidir. (dan/mag-1/adl/mag-8)

Korban Pengantin Baru

Dua korban yang hilang Abdon Nugroho Silaban (24) dan Nova br Ringo-ringo (26), ternyata pengantin baru dan baru sepekan yang lalu menikah. Hal itu dibenarkan oleh tulang korban, P Sianturi.

“Saya tidak peduli mau berapa saja uang keluar, yang penting kemanakan saya segara ditemukan,”ujar P Sianturi dengan nada panik.

P Sianturi juga mengatakan, kemanakannya itu berangkat dari Lubuk Pakam rombongan menggunakan mobil Isuzu Phanter. Mereka ingin menghabiskan waktu libur dengan mandi-mandi. “Kami tak sangka bisa jadi seperti ini,”ungkapnya.

P Sianturi berharap, jenazah kemanakannya dapat segera ditemukan. “Kalau sudah begini mau bilang apa lagi. Tinggal harapan sajalah, semoga dapat ditemukan dan dapat dibawa pulang,” harap P Sianturi. (dan/mag-1)

Data Korban Sungai Bingai16 Maret 2010

  • Daniel Sihombing, mahasiswa Unimed asal Desa Porongil Sidikalang
  • 11 September 2010
    Hasan (25), warga Desa Kebun Balok, Kecamatan Wampu, Langkat
  • 16 September 2010
    Diki (16) dan Hidayat (18), warga Mandala Medan
  • 1 Mei 2011
    Iqbal (14), warga Perumahan BTN, Kecamatan Binjai Utara.
  • 2 Mei 2011
    Aswati (26), warga asal Desa Wawar Lorong RT 03/04, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
  • 17 Mei 2011
    Abdon Nugroho Silaban (24)
    Nova Br Ringo-ringo (26)
    Tito Sitinjak (10)
    Randa Sitinjak (7)
    Keempatnya warga Dusun 2, Desa Pagar Jati, Lubuk Pakam

 

Peruntungan Terakhir

Persiba vs PSMS

SAMARINDA-PSMS akan melakoni laga terakhir penyisihan Grup B Babak Delapan Besar Liga Indonesia, melawan Persiba Bantul di Stadion Segiri Samarinda pukul 16.30 Wita, petang (18/5) nanti. Kalau menang, peluang lolos ke semifinal terbuka itupun masih berharap keberuntungan tuan rumah Mitra Kukar menang kontra PSAPn
Dengan begitu, PSMS akan memiliki poin empat dan finish di urutan kedua. Sedangkan tuan rumah akan mulus ke final dengan poin tujuh.

Menghadapi Persiba, PSMS tampak percaya diri. Lengkapnya skuad menjadi alasan bagus untuk meraih tiga angka. Asisten Pelatih PSMS Medan, Edi Syahputra menjelaskan, ada sedikit perubahan komposisi pemain di lini depan. Almiro de Sauza nantinya ke belakang, agar dapat memberi suplai bola ke goal getter, Gaston Castano. Tim yang dijuluki Ayam Kinantan ini juga tidak hanya konsentrasi menyerang, namun akan tetap memperhatikan pergerakan penyerang Persiba, Fortune Udo.

“Dia striker berbahaya, makanya kami antisipasi,” ujarnya.  “Saya yakin menang bila wasit berlaku adil,” tukasnya.
Selain itu, seluruh pemain juga sudah ditargetkan untuk lolos ISL. Hal itu tentu saja menjadi pemicu semangat Affan Lubis dkk. “Memang inilah jalan yang sangat dekat ke ISL. Tahun depan mungkin tidak akan sampai babak 8 besar. Jadi karena sudah di sini, kenapa harus berhenti,” beber Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa, kemarin.
Untuk mencapai target itu, sejumlah persiapan dan racikan strategi baru sudah disiapkan tim pelatih. Pemaksimalan lini depan menjadi senjata utama yang disiapkan. Menurut rencana, lini depan akan diisi dua striker. Gaston Castano dan Mahadi Rais. Nama terakhir merupakan pemain muda yang disiapkan untuk membuyarkan konsentrasi lawan. Apalagi pertahanan Persiba terbilang kokoh dan disiplin. Perang Mahadi cukup berat untuk meringkan tugas Gaston mencuri gol. “Semoga kita bisa mencetak gol dan bertahan dengan baik. Pertahanan Persiba rapi dan kuat. Tapi pasti masih ada celah,” beber Suharto, pelatih PSMS.

Di lini tengah nama seperti Almiro Valadares, Affan Lubis, Faisal Azmi dan Donny Fernando Siregar masih akan dipercaya jadi starter. Tusukan dan umpan ke lini depan diharapkan tercipta dari kuartet ini.
Sementara, Pelatih Persiba, Sajuri Syahid mengaku, timnya baru akan puas setelah mengalahkan PSMS dan lolos ke semifinal. “Kami tak ingin gagal lagi. Kami sudah sampai di pase baik untuk lolos ke babak selanjutnya. Kami tak ingin kegagalan musim lalu menghantui,” bebernya.

Menilik kualitas penggawa Persiba Bantul, sebenarnya semua pemain punya skill serta akselerasi mumpuni. Namun kesialan selalu saja menyertai Fortune Udo dkk, dan membuat mereka belum sekalipun mencetak gol di babak 8 Besar ini. “Kami memang belum dipayungi keberuntungan. Makanya peningkatan mental sangat diperlukan anak-anak,” terang Sajuri. (ful/ede/obi/jpnn)

Waisak Khitmad Meski Diguyur Hujan

MEDAN-Perayaan Waisak 2555 tahun 2011 yang jatuh pada Rabu (17/5), berlangsung khidmat di Kota Medan meskipun satu harian penuh Kota Medan diguyur hujan. Umat Budha yang merayakannya membanjiri vihara-vihara di Medan.

Di Vihara Borobudur Jalan Imam Bonjol Medan yang berdekatan dengan Hotel Tiara Medan itu, misalnya, sekira pukul 13.30 WIB, warga Medan yang merayakannya terlihat hilir mudik memenuhi ke vihara. Bukan hanya warga Medan yang mendatangi vihara, turis asing juga turut hadir. Tak sampai di situ, keempat turis asing yang datang itu juga mengikuti ritual pembacaan sutra atau doa-doa kepada Buddha.

Ramainya warga yang melaksanakan sembahyang di vihara tersebut tidak kunjung usai hingga wartawan Sumut Pos meninggalkan vihara sekira pukul 15.30 WIB. Sebelumnya, Humas Persaudaraan Muda-mudi Vihara Borobudur (PMVB), Adi Yanto yang ditemui Sumut Pos di vihara menjelaskan dalam menyambut perayaan Waisak tahun ini Vihara Borobudur menggelar kegiatan selama tiga hari berturut-turut terhitung sejak 15 hingga 17 Mei 2011.

Perayaan Waisak di vihara tersebut dimulai Minggu (15/5) dengan Ritual Puja Bakti pukul 09.00 WIB. Ritual Puja Bakti adalah ritual pembacaan sutra PA She Pa Fo Hung Ming Pau Chan Bab 1 dan Shang Kuang. Kemudian dilanjutkan pada pukul 13.00 WIB dengan pembacaan sutra Pa She Pa Fo Hung Ming Chan Bab II.

“Puja Bakti malam Waisak dipimpin oleh YM Bikkhu Jinadhammo Maha Thera diadakan Senin 16 Mei 2011 malam pukul 18.30 WIB. Puja Bakti diisi dengan pembacaan Paritta, Dhammadesana, Prosesi Lilin dan Renungan Waisak. Dan kembali diadakan Puja Malam Waisaka untuk menghormati dan memuji keagungan Buddha Sakyamuni. Ajaran beliau mengagumkan dengan memanjatkan Paritta pada pukul 22.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB,” jelasnya.
Ditambahkan, Selasa (17/5) dilakukan prosesi San Pu I Pai (3 Langkah 1 Sujud) pukul 04.30 WIB. Kemudian dilanjutkan Puja Bakti Theravada pukul 08.00 WIB, dan dilanjutkan lagi dengan rangkaian pembacaan Shang Kung dan I Fo (Pemandian Pratima Buddha) pukul 09.45 WIB. Pada pukul 13.30 WIB dilanjutkan dengan pembacaan sutra Cing Kang Cing. Puja Waisak ditutup dengan pembacaan sutra Phu Men Phing dan Hui Siang pada malam hari pukul 19.30 WIB.

Sementara itu, Ketua PMVB Vihara Borobudur 2011-1012, Indri Suzanna SKom menerangkan, Waisak adalah Hai Raya Agama Buddha terbesar yang memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama.
Pertama adalah kelahiran sebagai Pangeran Sidharta, kedua pada saat mencapai penerangan sempurna dan menjadi Buddha serta ketiga adalah saat Buddha Parinibbana (wafat, Red) pada usia 80 tahun.

Ketiga peristiwa penting ini semuanya terjadi pada Bulan Purnama di Bulan Waisak, yang merupakan bulan ke-5 sistem penanggalan pada masa Buddha Gautama. Pada masa ini, Waisak dirayakan oleh Umat Buddha di Indonesia termasuk di Medan saat Bulan Purnama di Bulan Mei.

“Perayaan Waisak Vihara Borobudur tahun ini mengambil tema Semua Yang Terkondisi Tidak Abadi, Dengan Eling Berjuanglah Untuk Pembebesan,” terang Indri.(ari)