Home Blog Page 15418

Buku Materi Lokal Terkendala Ilustrator

Proses pembuatan buku berisi materi lokal (Mulok) yang digagas Disdik Sumut besama sejarawan dan praktisi pendidikan beberapa waktu lalu prosesnya masih 50 persen.

Sesuai jadwal, buku ini harusnya sudah dicetak dan disebarkan ke berbagai sekolah di seluruh pelosok Sumut pada April 2011 ini. Apa kendala yang menjadi hambatan? Berikut hasil wawancara wartawan koran ini Rahmat Sazaly dengan Koordinator Mulok sekaligus Sejarawan Unimed Ichwan Azhari, Jum’at (15/4).

Apa faktor yang paling mendasar terkendalanya penyelesaian buku ini?
Ini disebabkan minimnya sumber daya manusia (SDM) dalam bidang ilustrasi, sehingga terkendala pada proses pembuatan buku mulok jenjang sekolah dasar (SD).

Hingga saat ini untuk SDM illustrator cuma tiga orang, sedangkan buku mulok SD membutuhkan banyak gambar.
Kalau hanya buat tulisan muatan lokal itu gampang. Tapi untuk mencocokkan ke kurikulum juga membutuhkan proses editor yang harus diiringi dengan gambar.

Ilustrator dibutuhkan dalam penyelesaian buku mulok jenjang SD, karena hanpir 70 persen dari materinya menggunakan ilustrasi.

50 persen yang sudah selesai tadi mencakup apa saja?
Yang 50 persen itu mencakup tulisan tentang pahlawan, tertib lalulintas, ekosistem Danau Toba, seni rupa, musik dan sekolah sehat.

Dengan kendala ini, kapan target yang paling mungkin untuk menyelesaikan buku-buku ini?
Dengan adanya kendala ini, kita kembali menargetkan akhir April 2011 ini buku tersebut sudah bisa masuk percetakan. Di percetakan, kita juga tak menunggu sampai semua selesai, kita buat berjenjang. Bagian yang sudah siap langsung disebarkan.

Dalam penyelesaian ini, berapa kru yang sudah dimiliki?
Jumlah tim pembuat buku sebanyak 33 orang yang berasal dari USU, Unimed, UMSU, IAIN, USI, Pers, Polda, Ekosistem Danau Toba dan Museum Sumut.

Buku-buku ini nantinya diharapkan mampu menambah ilmu pengetahuan siswa tentang apa saja?
Melingkupi budi pekerti berbasis budaya, agama, matematika dan IPA berbasis budaya lokal dan Wisata Edukatif. Memahami karakter dasar yang dimiliki masyarakat, budi pekerti, lingkungan, sejarah yang mendalam tentang kondisi di daerahnya sendiri khususnya Sumut.

Buku ini juga nantinya tak hanya diperuntukkan bagi siswa, melainkan juga guru yang digunakan pada tahun pelajaran 2011/2012 mendatang. Karena itu kita harapkan buku tersebut sudah bisa didistribusikan selambatnya Mei 2011 mendatang ke seluruh kabupaten/kota.

Buku ini juga nantinya ada yang dijadikan sebagai suplemen dalam buku-buku pelajaran nasional dan ada buku muatan lokal yang berdiri sendiri.

Apa saja yang menjadi suplemen pelajaran nasional, dan apa pula yang berdiri sendiri?
Buku yang nantinya akan dijadikan suplemen pelajaran nasional yakni, Riwayat Hidup dan Perjuangan Tujuh Pahlawan Nasional Asal Sumatera Utara, Sejarah Kesultanan dan Budaya Etnik-etnik di Sumatera Utara, Penyebaran dan Pengaruh Islam, Kristen dan Hindu-Buddha di Sumatera Utara, Seni Budaya Sumatera Utara, Sosiologi-Ekonomi dan Ekosistem Danau Toba.

Sedangkan buku yang berdiri sendiri yakni, Situs-situs Sejarah di Sumut, Tertib Berlalu Lintas, Budi Pekerti Berbasis Budaya, Budi Pekerti Berbasis Agama, Matema-tika dan IPA Berbasis Budaya Lokal dan ditambah dengan buku pengembangan diri untuk SD, SMP dan SMA yaitu Lingkungan Sekolah Sehat dan Wisata Edukatif. (*)

Kunci Jawaban UN Diduga Bocor

Tanggung  Sendiri Akibatnya

MEDAN- Beredarnya informasi bahwa kunci jawaban Ujian Nasional (UN) telah bocor, mendapat perhatian serius dari Ketua Koordinator Perguruan Tinggi Pengawas UN Sumut 2011 Prof Selamat Triono Ahmad.
Dia mengimbau kepada masyarakat yang menemukan kecurangan pada UN tahun ini untuk menginformasikannya ke Unimed.

“Baik masyarakat maupun media massa yang menemukan kecurangan pada UN, diharapkan mengkonfirmasikannya kepada Unimed. Hal ini tentunya untuk ditindaklanjuti dan diambil tindakan tegas,” ungkapnya kepada wartawan, Jum’at (15/4).
Menurut Penjabat Rektor Unimed ini, tugas pengawas bukan hanya saat ujian berlangsung.

“Tapi juga bertanggung jawab sejak master naskah soal UN dari Jakarta sampai masuk ke percetakan, penggandaan, pengepakan, pendistribusian, pengiriman dan pengamanan naskah soal oleh kepolisian di kabupaten/kota,” tegas Selamat.

UN yang selama ini dilaksanakan, secara sistem sudah berjalan lancar. Menurutnya, beredarnya isu kecurangan pada waktu pelaksanaan ujian, hal tersebut mungkin hanya disebabkan human error saja Sementara itu, kembali Kepala Disdik Medan Hasan Basri menjelaskan, Dinas Pendidikan telah berupaya semaksimal mungkin mensosialisasikan kepada masyarakat termasuk kepada siswa, orangtua siswa dan sekolah untuk jangan mempercayai adanya isu kebocoran soal.

“Karena hal tersebut 100 persen tidak akan benar. Kita juga sudah secara terus-menerus mensosialisasikan hal ini kepada masyarakat melalui sekolah, running text di televisi, melalui media massa seperti radio dan surat kabar,” katanya.

Lebih lanjut Hasan mengatakan, jika tetap masih ada siswa maupun orangtua siswa yang mempercayai hal seperti itu, resikonya ditanggung sendiri. “Kenapa masih mau percaya, sementara sudah berulang kali kita ingatkan. Jika sampai menderita kerugian materi, ya tanggung sendiri akibatnya,” tegasnya.

Di kesempatan berbeda, Kabag Humas Yayasan Primbana Medan Mdt Simbolon menjelaskan, sesuai dengan pemberitaan di Sumut Pos terbitan Jum’at (15/4), pada tulisan tersebut pihak yayasan melalui kepala sekolah telah membantah adanya oknum tertentu yang dengan sengaja mengiming-imingi siswa dengan adanya kunci jawaban soal UN 2011 ini.

“Setelah orangtua membaca pemberitaan tersebut, sempat terjadi kebingungan oleh orangtua siswa yang langsung mengajukan pertanyaan ke pihak yayasan. Atas hal itu, kami juga telah mendatangi kantor Sumut Pos di Graha Pena Jalan Sisingamangaraja Medan, untuk mengklarifikasi hal tersebut,” ujarnya.

Dengan hal itu pula lanjutnya, pihak yayasan kembali menegaskan kepada masyarakat dan orangtua siswa, khususnya yang memiliki anak yang bersekolah di Yayasan Primbana Medan, untuk tidak mempercayai atau mengacuhkan adanya isu pembocoran soal tersebut.

“Sejak yayasan ini berdiri pada 2005 lalu, kami tak memungut sedikitpun dana dalam pelaksanaan UN tiap tahunnya. Kami malah membekali siswa dengan bimbingan belajar di sekolah dan berbagai try out, dan itu semua adalah gratis. Karena sudah ditanggung oleh yayasan,” kata Mdt Simbolon.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Medan Rebekka Girsang mengaku, menjelang pelaksanaan UN yang semakin dekat ini, pihaknya bersama siswa menggelar berbagai kegiatan untuk menumbuhkan rasa percaya diri siswa dalam menghadapi UN.

“Kita sudah menggelar do’a dan dzikir bersama pada Maret lalu sebelum UAS. Kami harapkan dengan telah menggelar kegiatan ini, anak-anak bisa berhasil. Tentunya, tak hanya berdo’a dan dzikir, kita juga telah membekali siswa dengan belajar dan kerja keras,” ujarnya.

Hal serupa diungkapkan Kepala SMA Negeri 3 Medan Sahlan Daulay. Pihaknya juga telah menggelar do’a bersama pada 10 Maret 2011 lalu. “Kegiatan ini kita harapkan untuk memohon kelulusan pada Yang Maha Esa. Tentunya dibarengi dengan usaha yang keras juga dari semua pihak. Pada tahun lalu kelulusan mencapai 97 persen. Jadi pada tahun ini dengan peraturan UN yang juga baru, diharapkan siswa bisa lulus 100 persen,” harapnya. (saz)

4 ABG Mabuk Lem Cap Kambing

SIBOLGA-Empat anak baru gede (ABG) ditangkap personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sedang mengisap tiga lem kambing dalam bentuk pasta di Lapangan Tennis persis di belakang Kantor Wali Kota Sibolga, Jumat (15/4) sekira pukul 08.00 WIB.

Keempat pelaku masing-masing berinisial DZ (14), BW (15), BS (16) siswa SMKN 1 Sibolga, dan HS alias PS (16) siswa SMA HKBP Sibolga. Keempatnya warga Kelurahan Sibolga Ilir Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Sibolga, Rumbun Simanjuntak SSos menyebutkan, penangkapan terhadap pelaku dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan, adanya 5 ABG yang sedang mengisap lem kambing.

Selain itu, kegiatan tersebut juga merupakan salah satu program kerja Satpol PP Sibolga. Sebab itu, mendengar laporan dari masyarakat setempat, pihaknya langsung mengerahkan sejumlah personel untuk memastikan kebenaran informasi yang mereka terima.

“Sesampainya di lokasi yang disebutkan, tepatnya di lapangan tennis di belakang kantor wali kota, personel Satpol PP menemukan lima ABG sedang asyik mengisap lem kambing, namun salah seorang temannya berinisial SN, siswa SMKN 1 Sibolga sempat melarikan diri.

Kemudian personel langsung mengamankan keempat pelaku tersebut bersama barang bukti tiga buah lem kambing dalam bentuk pasta, dua buah plastik sebagai tempat lem, dan satu buah mancis,” ujarnya.

Masih menurut Rumbun, saat keempat anak itu ditemukan sudah dalam kondisi agak mabuk akibat mengisap lem kambing tersebut. “Anak-anak ini kita dapati sudah dalam keadaan agak mabuk. Karena saat kita mintai keterangan, jawaban yang mereka berikan sedikit ngawur, bagaimana lazimnya orang yang mabuk,” tukasnya sembari menambahkan pihaknya akan rutin melakukan razia untuk menyergap yang lainnya yang kemungkinan masih melakukan perbuatan serupa.

Menyinggung tentang sanksi yang akan diberikan, Rumbun mengatakan masih sebatas pembinaan. “Orangtua dan guru sekolah yang bersangkutan kita panggil dan membuat pernyataan tidak akan mengulangi lagi. Apabila masih mengulangi maka akan kita serahkan ke pihak kepolisian,” tandasnya. (tob/muh/smg)

Parkir di Rumah Sepeda Motor Raib

SERGAI- Samsidi (36) warga Dusun I, Desa Pematang Setrak, Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai kehilangan 1 unit sepeda motor Yamaha Vixion BK 2489 XAA, dua unit helm dan telepon seluler, Kamis (14/4) sekitar pukul 05.30 WIB.

Menurut keterangan korban, ia mengetahui kehilangan hartanya setelah bangun pagi. “Aku tahu ketika bangun, sepeda motor parkir yang di ruang tamu dalam keadaan stang terkunci sudah raib. Begitu juga dua helm dan ponsel merek K-touch yang berada di sekitar ruang tamu,” bilang Samsidi, Jumat (15/4).

Ia menduga, para pelaku masuk dari jendela depan dengan menggunakan alat yang dipersiapkan dan keluar dari pintu belakang dengan membawa hasil curian. (mag-15)

Truk Muatan Kulit Kemiri Masuk Jurang

PAHAEJULU- Truk Fuso nomor polisi BK 9393WY bermuatan kulit kemiri masuk jurang di Ruangni Homang Desa Lobupining, Kecamatan Pahaejulu Kabupaten Tapanuli Utara, Jumat (15/4) sekira pukul 09.00 WIB. Tidak ada korban jiwa, hanya saja akibat peristiwa itu sempat terjadi kemacetan selama dua jam.

Sopir truk mengaku marga Tarihoran, Jumat (15/4) mengatakan, terjadinya peristiwa karena ia mengalami sedikit masalah ketika mengganti perseneling di tanjakan. Di saat bersamaan, satu unit kendaraan datang dari arah berlawanan.

Untuk menghindari terjadinya kecelakaan, Tarihoran membanting setir ke kiri. Kegagalan mengganti perseneling ini lah yang mengakibatkan truk bermuatan 20 ton kulit kemiri tidak dapat dikendalikan. Akibatnya, truk bukannya maju malah mundur ke arah jurang.(roy/des)

Harapan Warga di Pundak Gatot

MEDAN- Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho telah menerima semua data yang dimiliki masyarakat Sari Rejo, termasuk putusan Mahkamah Agung (MA) RI. Berkas tersebut diterimanya di sela-sela sidang Paripurna Istimewa DPRD Sumut dalam Rangka Memperingati Hari Ulang Tahun Provsu ke-63 di Aula Martabe, Lantai II Kantor Gubsu, Jalan diponegoro Medan Jum’at (15/4).

Setelah menerima berkas itu, Gatot menyatakan, akan mempelajari dann
kemudian menindaklanjuti persoalan tanah yang telah bersengketa sejak 1950 tersebut.

“Ini akan saya pelajari dahulu. Nanti setelah itu, baru bisa kita tentukan sikap dan tindakan selanjutnya,” ujarnya kepada wartawan Sumut Pos.
Sementara itu, masyarakat Sari Rejo melalui Ketua Forum Masyarakat Sari Rejo (Formas) Riwayat Pakpahan menjelaskan, saat ini masyarakat Sari Rejo menggantungkan harapan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho.

Hal itu dikarenakan, masyarakat Sari Rejo telah menempuh berbagai cara dialogis, baik dari tingkat Kota Medan hingga pemerintah pusat, bahkan juga telah mengantongi keputusan hukum dari institusi pengadilan hukum tertinggi yakni, Mahkamah Agung (MA), namun hingga saat ini persoalan tersebut belum juga tuntas.

Dijelaskan Riwayat, putusan MA RI No 229K/Pdt/1991 tanggal 18 Mei 1995 tersebut yang dalam amar putusannya menyatakan, tanah-tanah sengketa adalah tanah garapan, perbuatan tergugat yang melarang penggugat membangun rumah atau mengharuskan penggugat-penggugat agar terlebih dahulu memperoleh izin dari tergugat untuk membangun rumah di atas tanah-tanah sengketa adalah perbuatan melanggar hukum.

Artinya, dengan dasar hukum ini telah memperkuat masyarakat Sari Rejo untuk mendapatkan sertifikat tanah, yang selama ini mereka perjuangkan. “Kepada Pak Gatot kami titipkan harapan. Telah berbagai cara kami tempuh, tapi belum juga ada kepastian. Mudah-mudahan di tangan Pak Gatot persoalan ini bisa selesai,” terang Riwayat.

Sedangkan anggota Komisi A DPRD Sumut, Marasal Hutasoit yang ditemui wartawan Sumut Pos di Kantor Gubsu menyatakan, dalam perjuangan untuk segala jenis sengketa tanah di Sumut, termasuk Sari Rejo akan dibahas di Panitia Khusus (Pansus) Tanah DPRD Sumut, dimana Pansus Tanah tersebut saat ini telah melakukan inventarisir sengketa-sengketa tanah di Sumut untuk diselesaikan.(ari)

22 Eselon III Dilantik

BINJAI- Pemerintah Kota Binjai, tampaknya terus melakukan penyegaran di setiap struktur yang ada. Jumat (15/4), 22 pejabat eselon III dan satu orang diantaranya dari eselon IV kembali dilantik di Pendopo Umar Baki, Jalan Veteran, Kecamatan Binjai Kota.

Pelantikan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kota Binjai, Iqbal Pulungan, yang mewakili Wali Kota Binjai, HM Idaham SH Msi.
Diantara pejabat yang dilantik Enti Lafina  Nasution sebagai Kepala Bagian Pengolahan Data Elektronik dan Santel, Hardiansyah Putra Pohan SSTP, sebagai Sekretaris Kecamatan Binjai Kota, Athailah sebagai Kepala Bagian Kepegawaian RSUD Dr Djoelham, Dewi Ayu Putri, sebagai Kepala Bidang Verifikasi dan Pembukuan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Asset, Sufaat sebagai Kepala Bidang Pendapatan pada Dinas Pengelola Keuangan dan Asset, Irwansyah Putra AP sebagai Kepala   Bidang Pertamanan dan Pemakaman Umum Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Binjai.(dan)

Sejumlah Pejabat Kena Peras

RANTAU– Baru beberapa hari bertugas, nama Kapolres Labuhanbatu AKBP Hirbak Wahyu Setiawan mulai ‘diumbar’. Ada  orang tak dikenal, mengaku–ngaku sebagai ajudan dan pesuruh Kapolres Labuhanbatu AKBP Hirbak Wahyu Setiawan, menemui sejumlah pejabat dan meminta uang.

Tak ayal pejabat tinggi pada tiga Kabupaten hampir saja menjadi korban pemerasan oknum tersebut. Kejadian itu terungkap ketika sejumlah pejabat yang menerima telepon dari orang tak dikenal ini melakukan konfirmasi ke Polres Labuhanbatu untuk mengetahui kebenaran permintaan uang tersebut.

“Percobaan permintaan uang itu diketahui karena sejumlah pejabat mengkonfirmasinya ke kita (Mapolres Labuhanbatu) dan langsung kami jelaskan kalau hal itu tidak benar,” kata Kapolres AKBP Hirbak Wahyu Setiawan melalui Kasubag Humasy AKP MT Aritonang.(riz/smg)

Kartu Sehat Jadi tak Dapat

081361648xxx
Pak Wali Kota Medan kami sebelumnya mendapat kartu Medan Sehat tetapi setelah diperbaharui malah tidak dapat lagi. Menurut pihak puskesmas ada 20-an Kepala Keluarga di  Perumnas Simalingkar yang tidak dapat, alasannya karena terlambat menyerahkan berkas.

Tolonglah kami pak, karena anak saya butuh obat Depaken, sedangkan saya saat ini tidak kerja lagi, karena perusahaan tutup. Terimakasih pak atas bantuanya dan terimakasih juga buat rekan Redaksi Sumut Pos semoga jaya selalu dari E Ginting Simalingkar.

Pendataan di Kecamatan
Terimakasih, kami jelaskan untuk pendataan dilakukan pihak kecamatan, selanjutnya Dinas Kesehatan Medan hanya menerima pendataan yang telah dilakukan pihak kecamatan. Setelah nama diusulkan, kami baru menerbitkan kartunya ke kecamatan masing-masing, kemudian oleh kecamatan yang membagikan kartu tersebut ke peserta.

dr Edwin Effendy M Sc
Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan

——-

Minta Surat Miskin
Ketidak sinkronan data ini bisa saja diakibatkan beberapa faktor, mulai dari bukti tak bekerjanya kepala lingkungan untuk melakukan pendataan, selanjutnya bisa saja Kepling yang selama ini ditunjuk melihat yang selama ini warga pemegang kartu, ternyata tidak berhak. Jadi sangat banyak penyebabnya.

Untuk itu, bila benar-benar miskin, sebaiknya temui lurah dan minta dibuatkan surat miskin dari Lurah. Kemudian ditandatangi camat, setelah itu di bawa ke Dinas Kesehatan Kota Medan dari dinas tersebutlah dikeluarkan direkomendasi untuk pelayanan kesehatan.

H T Bahrumsyah SE
Anggota Komisi B DPRD Medan

PHK Tanpa Pesangon

081933220xxx
SMS untuk Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (dinsosnakertrans) Medan, kasus 1 pada 2002 lalu, mohon arahan dan penjelasan sebelum menikah, saya dan calon isteri sama-sama kerja pada PT AX kemudian setelah 2 tahun 8 bulan kami menikah.

Nah kenapa calon isteri tidak ada pesangon? atau hak apa seharusnya di terima calon isteri saya? Kasus 2 terhitung bulan Maret 2011 Saya di PHK karena salah informasi kepada Direktur Utama 100% saya tidak merugikan perusahaan. Nah hak-hak apa yang harus saya terima? dan diusia saya saat ini 41 tahun sudah sulit melamar kerja adakah UU tenaga kerja mengatur bisa menuntut uang konvensasi kerugian? selain ke Disnaker perlukah kasus ini disampaikan misalnya ke aktivis dan Komnas HAM? terima kasih atas arahan dan penjelasannya. Terimakasih Sumut Pos.

Buat Laporan Tertulis
Kami sampaikan kepada pengirim SMS ini untuk membuat laporan tertulis ke Dinsosnaker. Karena, dengan adanya surat inilah dasar kami bisa menindaklanjutinya. ke perusahaan yang ditujukan.

T Irwansyah
Kepala Dinsosnaker Kota Medan