Home Blog Page 15419

Mengerikan, Harus Dipublikasikan

Dua Legislator AS Lihat Foto Jenazah Osama

WASHINGTON – Kepala sebelah kiri Osama bin Laden, tepatnya mulai mata hingga menembus telinga, bolong. Bahkan, bagian otak yang tercecer. Semuanya disebabkan peluru yang ditembakkan dari jarak dekat, mungkin lewat mata dahulu, baru ke telinga atau sebaliknya.

Itulah kondisi mengerikan Osama setelah tewas karena ditembak pasukan Navy Seal Amerika Serikat (AS) di kediamannya di Abbottabad, Pakistan, pada 1 Mei lalu.

Semuanya terekam dalam total 15 foto. Sembilan gambar di antaranya diambil di tempat penggerebekan di Abbottabad dan tiga foto lagi dijepret saat Osama dimandikan di USS Vinson, sebelum dikuburkan di Laut Arab, tiga foto lain merupakan foto lama sebagai pembanding.

James Infahoe, senator Republik, orang luar pertama di luar semua aparat keamanan yang terlibat Operasi Geronimo dan pejabat tertentu di pemerintahan Presiden Barack Obama yang menyaksikan foto-foto tersebut di markas CIA di Langley.

Sebelumnya, Obama memang menolak merilis foto jenazah pemimpin Al Qaeda dengan alasan keamanan nasional.  “Banyak orang di luar sana bilang ingin melihat foto-foto (jenazah Osama) itu. Saya hanya bisa bilang, itu benar dia. Dia sudah tewas. Namanya tinggal sejarah,” kata Infahoe kepada CNN seperti dikutip Daily Mail.

“Tentu saja foto-foto itu mengerikan karena diambil persis setelah penyergapan,” lanjut anggota Komite Intelijen dan Militer Senat tersebut. Kendati demikian, Infahoe mendesak foto jenazah dipublikasikan, sebab ada dua foto yang layak dipublikasikan.

Politikus kedua yang menjadi saksi kematian Osama adalah Devin Nunes, berasal dari Republik, dia membahas secara detail apa yang dilihatnya. “Yang pasti, dia (Osama, Red) memang tewas,” katanya.

Selasa lalu (10/5) CIA memang menawari para anggota DPR dan Senat AS yang membidangi intelijen dan militer untuk menyaksikan foto-foto Osama. Infahoe adalah orang pertama yang memanfaatkan penawaran itu. Hari ini, rencananya, dua politikus senat lain, Kirsten Gillibrand dan Pete King, juga mengikuti langkah Infahoe dan Nunes.
Namun, tidak semua senator tertarik kepada penawaran CIA tersebut. Harry Reid, ketua Faksi Demokrat di senat, adalah salah seorang di antaranya. “Saya tak mau melihatnya,” katanya kepada The Daily Caller.

Reid percaya sepenuhnya bahwa Osama memang telah tewas. Jadi, dia tak perlu melihat foto-foto jenazah lelaki kelahiran Jeddah, Arab Saudi, tersebut untuk membuktikannya. Pekan lalu, bahkan dia menyebut desakan untuk merilis foto-foto itu sebagai sesuatu yang tak wajar.

Menurut para pakar hukum tata negara di AS, selama foto-foto itu masih berada di tangan militer (badan intelijen seperti CIA termasuk di dalamnya), mereka tak punya pilihan lain, selain harus merilisnya. Tapi, lain ceritanya kalau foto-foto tersebut sudah diserahkan kepada badan eksekutif, yang kewenangannya tak diatur dalam Undang-Undang Kebebasan Informasi. (c11/ttg/jpnn)

Bantah Kematian Kadhafi Muncul di TV

TRIPOLI – Setelah disebut-sebut telah mati saat adanya penyerangan NATO di kompleks perumahannya, untuk pertama kalinya setelah kabar itu, Presiden Libya, Muamar Kadhafi  muncul di televisi, Selasa (12/5) dini hari.

Namun, kemunculan Kadhafi di televisi ternyata mengundang pesawat tempur NATO kembali menyerang kompleks kediaman tokoh 68 tahun itu di kawasan Bab al-Aziziyah, Tripoli. Sedikitnya enam orang tewas dalam serangan itu.
“Tiga orang tewas di sini dan tiga lainnya tewas di tempat lain. Sedangkan 10 lainnya terluka,” kata seorang pejabat Kadhafi sambil menunjukkan lokasi penemuan tiga korban tewas di ruas jalan terdekat dengan kawasan Bab al-Aziziyah. Tiga korban tewas itu tergeletak tanpa nyawa di dekat tumpukan karung berisi pasir untuk perlindungan.
Pejabat yang minta dirahasiakan namanya itu mengklaim bahwa seluruh korban tewas adalah warga sipil. Tetapi, media asing yang diajak berkeliling Bab al-Aziziyah untuk melihat dampak serangan NATO tidak bisa mengonfirmasi kebenaran keterangan tersebut. Sebab, tentara Libya yang loyal kepada Kadhafi tak selalu memakai seragam militer.
NATO sengaja melancarkan serangan ke kompleks kediaman Kadhafi hanya beberapa jam setelah televisi Libya menayangkan gambar pemimpin yang berjuluk The Brotherly Leader itu. Dalam tayangan itu, Kadhafi terlihat sedang memimpin pertemuan. Yang hadir saat itu adalah sejumlah kepala suku. Tidak jelas apa yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Kondisinya terlihat sangat prima.

Menurut seorang pejabat Libya lain, pertemuan Kadhafi dan para kepala suku itu terjadi pada Rabu malam (11/5) waktu setempat. “Tayangan itu direkam pukul 19.30 waktu setempat (sekitar pukul 00.30 WIB kemarin),” katanya. Tak lama, rekaman itu ditayangkan stasiun televisi nasional Libya. Beberapa jam kemudian, NATO melancarkan serangan ke Bab al-Aziziyah.

Empat ledakan mengawali serangan NATO pada pagi buta. Dalam hitungan detik, jet tempur NATO melepaskan tembakan gencar ke Bab al-Aziziyah. Asap putih langsung mengepul ke udara. Warga di sekitar kompleks panik. Baku tembak pasukan Kadhafi dan NATO pecah.

Dari markasnya di Brussels, Belgia, NATO kemarin membenarkan serangan tersebut. “Pesawat udara NATO melancarkan 46 serangan di Tripoli. Termasuk menggempur empat gudang amunisi, empat pos komando, dan fasilitas pengendali serangan terhadap oposisi,” terang NATO. Selain itu, NATO melancarkan dua serangan rudal ke Tripoli dan satu serangan ke Misrata.   Seketika itu, oposisi Libya merebut Misrata dari tangan pasukan Kadhafi. (ap/afp/bbc/hep/dwi/jpnn)

Hewan Terpapar Radiasi Dimusnahkan

TOKYO – Gempa dan tsunami yang mengguncang Jepang sudah dua bulan berlalu. Meski masih dalam tahap siaga krisis nuklir, sejak awal pekan ini warga Fukushima yang tinggal tak jauh dari reaktor nekat menengok rumah mereka dalam zona steril. Termasuk menilik hewan ternak masing-masing.

Kemarin (12/5) Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Yukio Edano merilis kebijakan pemerintah tentang ternak warga Fukushima. Karena terlalu lama berada di kawasan terpapar radiasi, ribuan ternak milik warga itu akan dimusnahkan.
“Kami telah memerintahkan pemerintah setempat untuk memusnahkan seluruh ternak yang berada dalam zona 20 kilometer dari reaktor,” katanya.

Dalam kesempatan itu, dia juga minta maaf kepada para pemilik ternak yang susah payah merawat hewan-hewan piaraan mereka.

Kabarnya, sapi yang masih bertahan hidup dan segera dimusnahkan mencapai 10.000 ekor. Sebagai ganti rugi, pemerintah pusat akan memberikan kompensasi kepada para peternak di zona steril tersebut.

Menurut Edano, langkah tersebut sengaja diambil untuk menghentikan aktivitas warga di dalam zona steril. Sebab, zona 20 km dari PLTN Fukushima Dai-ichi yang dikelola TEPCO itu harus dikosongkan selama krisis nuklir. Sejauh ini, pemerintahan Perdana Menteri (PM) Naoto Kan belum mencabut status bahaya nuklir yang ditetapkan di Prefektur Fukushima pasca gempa dan tsunami pada 11 Maret lalu. (afp/hep/dwi/jpnn)

Santri Diminta Ajari Kesopanan Anak AS

SOLO- Duta Besar Amerika Serikat (Dubes AS), Scot Marciel sangat terkesan dengan kesopanan dan keramahan anak-anak pesantren. Seandainya kesopanan itu bisa ditularkan kepada anak-anak AS.

Demikian diungkapkannya saat mengunjungi santri Ponpes Al Muayyad Solo. Marciel mengakui, sangat terkesan dengan para santri yang bisa duduk sila dengan tenang mendengarkannya berpidato, Kamis (12/5).
Dia membeberkan, AS sekarang ini memiliki program pertukaran pelajar sebagai cara dua bangsa untuk saling mengenal. Seperti cara duduk bersila dengan sopan dan tenang.

“Anak-anak dari negara kami akan sulit beradaptasi, anak-anak tidak bisa duduk di lantai berlama-lama dan tetap tenang seperti para santri ini. Jadi kalau nanti para santri belajar ke negara kami, ajari anak-anak kami tentang duduk sopan dan bisa tenang,” ujarnya.

Pertemuan Dubes AS dengan pengurus dan santri tersebut digelar di serambi masjid Ponpes Al Muayyad. Ratusan santri duduk bersila dengan rapi di serambi masjid, sedangkan Marciel berdiri di mimbar.
Saat berkunjung ke salah satu pesantren terbesar di Solo tersebut, Marciel disambut dengan musik hadrah dan lagu-lagu ucapan selamat datang. Bahkan pimpinan pesantren, KH Abdul Rozaq Shofawi, mengalungkan kain rida warna putih kepada Marciel sebagai tanda persahabatan.

Di akhir kunjungan, Marciel menyerahkan buku biografi Presiden AS Barack Obama dan foto-foto tentang Amerika kepada KH Abdul Rozaq Shofawi. Selain itu Marciel juga menyerahkan sebuah kenang-kenangan berupa bola sepak berlogo Amerika kepada pimpinan pesantren mahasiswa Al Muayyad, KH Dian Nafi’. (bbs/jpnn)

Setiap Jam 48 Wanita Diperkosa

KONGO- Sebanyak 48 wanita Kongo diperkosa setiap jam, atau sekitar 1.152 wanita setiap harinya. Hal ini menunjukkan negara di benua Afrika tersebut menjadi negara paling berbahaya untuk ditinggali wanita.

Seperti dilansir laman Associated Press, Rabu (11/5), angka yang diperoleh berdasarkan penelitian Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health ini 26 kali lipat lebih tinggi dari pada angka yang dikeluarkan PBB.

Padahal, menurut PBB, diperkirakan terdapat 16 ribu kasus perkosaan setiap tahunnya. Untuk memperoleh angka tersebut, institut John Hopkins melakukan survei dengan cara wawancara empat mata korban kekerasan seksual Kongo.
Michelle Hindin, profesor spesialis kekerasan gender di institut mengatakan angka tersebut seharusnya bisa lebih besar lagi, karena beberapa dari korban enggan menceritakan pengalaman mereka. “Angka ini jelas mengejutkan,” ujar Hindin.

Hasil survei ini akan dipublikasikan di Jurnal Kesehatan Publik Amerika Serikat (AS), Juni mendatang. Survey menunjukkan lebih dari 400 ribu wanita telah diperkosa di Kongo selama rentang waktu 12 bulan pada 2006 dan 2007.
Kongo, negara berpenduduk 70 juta orang ini sejak puluhan tahun dirusak perang saudara. Beberapa kelompok militan pemberontak menggunakan pemerkosaan dan kekerasan seksual lainnya sebagai salah satu taktik perang. (bbs/jpnn)

Singapura tak Lindungi Koruptor Indonesia

JAKARTA- Singapura dituding disebut sebagai negara paling kotor korupsi karena melindungi koruptor Indonesia. Hal tersebut langsung dibantah , First Secretary (Political) Kedubes Singapura di Jakarta, Diana Lee.
“Artikel tersebut berisi tuduhan yang tidak berdasar dan tidak beralasan,”tulis Diana M. Lee, First Secretary (Political) Kedubes Singapura di Jakarta dalam penjelasan tertulis, Kamis (12/5.  Tanggapan itu lantaran Ketua DPR RI, Marzuki Alie menyatakan Singapura sebagai negara paling kotor korupsi karena melindungi koruptor Indonesia yang lari ke negeri mungil itu.

Lee menuturkan, tuduhan-tuduhan Singapura kurang kooperatif dalam proses bantuan hukum atau mutual legal assistance tidak benar. Sejauh mungkin, Singapura berkerjasama dengan mitra Indonesia bila ada permohonan bantuan hukum. Kerjasama ini terus berlangsung meskipun Indonesia belum menjalankan proses ratifikasi dengan DPR bagi Perjanjian Ekstradisi dan Persetujuan Kerjasama Pertahanan yang telah ditandatangani kedua Negara pada April 2007.  “Singapura mengambil sikap yang tegas terhadap korupsi,” tegas Lee. (bbs/jpnn)

Pembobol Serahkan Diri

Raibnya Dana Kas Pemkab Aceh Utara di Bank Mandiri

JAKARTA- Penyidikan kasus pembobolan Bank Mandiri senilai Rp220 miliar, Mei 2009 lalu memasuki babak baru. Pengusaha berinisial NH yang selama ini menjadi buronan menyerahkan diri ke kepolisian, Rabu (11/5).
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar mengatakan, buron pembobolan dana Pemkab Aceh Utara senilai Rp220 miliar yang disimpan di Bank Mandiri cabang Jelambar sudah ditahan.

“NH ini dia pengusaha. NH ini, dia datang menyerahkan diri, kemarin,” kata Baharudin kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (12/5).

Baharudin mengatakan, kasus pembobolan dana Pemkab Aceh Utara terjadi Mei 2009 lalu. Dana milik Pemkab Aceh Utara senilai Rp 220 miliar yang disimpan di Bank Mandiri, Jelambar itu, dibobol oleh lima tersangka.
Baharudin menyebut, keterlibatan NH dalam kasus ini, diaman NH menerima uang dari Richard Latief. Yang mana, uang yang diserahkan oleh Richard kepada NH sendiri adalah uang milik Pemkab Aceh Utara.
“RL (Richard Latief) menjanjikan dia dapat uang pinjaman. Padahal uang yang didapat oleh RL, itu dana Pemkab (Aceh Utara),” katanya.

Baharudin menyampaikan, dalam kasus tersebut, polisi telah menangkap 5 tersangka Mei 2009 lalu. Terakhir, polisi menangkap Richard April 2011 lalu. Richard juga pada 2009 lalu menjadi salah satu DPO polisi atas kasus pembobolan dana Pemkab Aceh Utara. Namun, ia kemudian ditangkap atas keterlibatannya dalam pembobolan dana Elnusa April 2011 lalu.

Lima tersangka yang sudah ditangkap pada Mei 2009 lalu yaitu Cahyono selaku Kepala Kantor Bank  Mandiri KCP Jelambar, Jakarta Barat, Kepala Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh Utara, Basri Yusuf, Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Aceh Utara, Muhammad Yunus A Gani Kiran serta dua orang pengusaha bernama Lista Andriyani dan Heri Sawari Bakri. “Lima tersangka itu sudah inkracht di PN Jakarta Barat pada Desember 2010 lalu,” katanya. (net/jpnn)

Briptu Norman Gandeng Pacar Baru

GORONTALO- Anggota Sat Brimob Gorontalo Briptu Norman Kamaru yang terkenal karena lagu Chaiya-chaiya ternyata menjadi rebutan para wanita. Setelah hubungannya berakhir dengan Indri, kini Briptu Norman menjalin hubungan dengan salah seorang siswa di salah satu sekolah yang ada di Kota Gorontalo, Vheby Makawimbang (19).

Informasi yang berhasil dirangkum Gorontalo Post (grup Sumut Pos), keduanya ternyata sudah merajut kasih sekitar dua bulan terakhir ini. Artinya, ketika menjalin hubungan dengan Indri, Norman tengah menjalin hubungan dengan Vheby. Tak hanya itu saja, kemesraan Briptu Norman dengan Vheby kini sudah beredar luas di facebook.

Ketika wartawan koran ini ingin bertemu Vheby dirumahnya, ternyata Vheby tak berada di rumah. Beruntung kakak Vheby, Wella Makawimbang  mau diwawancarai wartawan koran ini terkait dengan hubungan Briptu Norman dengan adiknya tersebut.

Ketika diwawancarai, Wella menjelaskan, bahwa adiknya telah berhubungan dengan Briptu Norman sejak dua bulan yang lalu. Akan tetapi, hingga saat ini tidak ada kejelasan dari hubungan tersebut. Ini dikarenakan, belum ada kepastian atau ketegasan dari Briptu Norman sendiri terkait bubarnya hubungan ia dengan Indri. Oleh karena itu, pihak keluarga meminta kejelasan hubungan tersebut. (kif/jpnn)

Pembelian Pesawat MA 60 Langgar UU

JAKARTA- Komisi XI DPR RI menilai pembelian pesawat MA 60 dari Tiongkok telah melanggar Undang-Undang. Pasalnya, Merpati Nusantara Airlines (MNA) dan pemerintah telah meneken perjanjian sebelum mendapat persetujuan dari Badan Anggaran DPR.

“Ini sudah melanggar Undang-Undang, karena Merpati dan pemerintah lebih dahulu bertindak sebelum disetujui,” ujar Wakil Ketua Komisi XI Harry Azhar Azis usai rapat dengar pendapat dengan Kementerian Keuangan, PT MNA, Bappenas, PT Perusahaan Pengelola Aset, Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, dan Kementerian BUMN kemarin.

Menurut kronologisnya, Kementerian Keuangan dan PT MNA telah menandatangani SLA (subsidiary loan agreement) pengadaan MA-60 pada 11 Juni 2010. Saat itu, Badan Anggaran belum memberikan persetujuan. “Badan Anggaran baru memberikan persetujuan pada 30 Agustus 2010 setelah melewati pembahasan pada 18-23 Agustus 2010 oleh Panitia Kerja SLA,” tegasnya.

Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara Kementerian Keuangan, Agus Supriyanto mengakui bahwa Kementerian Keuangan dan Merpati telah meneken perjanjian penerusan pinjaman dalam bentuk SLA dari EXIM Bank of China pada 11 Juni 2010. “Tapi, itu belum efektif. Baru efektif setelah ada persetujuan Banggar pada 30 Agustus 2010,” tuturnya.

Sekjen Kementerian Keuangan Mulia P Nasution berdalih, dana SLA dari Exim Bank of China, tidak diterima langsung oleh pemerintah. Dana sebesar 1,8 miliar renminbi itu ditransfer langsung ke rekening Xian Aircraft menggunakan withdrawn application. “Dengan aplikasi itu, pada neraca kita akan tercantum penerimaan pinjaman sekaligus penerusan pinjaman. Jadi dana tercatat in dan out,” tegasnya.

Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines membeberkan kronologi pengadaan pesawat jenis MA-60 itu. Menurut dia, pengadaan pesawat MA 60 itu berawal dari adanya kebutuhan. “Ketika itu, banyak bupati di daerah yang ingin dilayani dengan penerbangan Merpati. Jadi kita lantas mencari pesawat yang cocok buat ke daerah-daerah,” cetusnya. Lantaran belum ada Keputusan Menteri Nomor 6 Tahun 2006 , Merpati lalu memutuskan melaporkan kebutuhan itu kepada Kementerian Perhubungan.

Bak gayung bersambut, ada tawaran dari Xian Air Craft selaku produsen MA-60. Kemudian, terjadi pembicaraan di antara keduanya di Point Comission Meeting Indonesia-China pada 29 Agustus 2005.
Sardjono mengatakan, Xian Aircraft Company selaku produsen mempersyaratkan adanya persetujuan dari pemerintah sebagai kuasa pemegang saham, skema finansial, dan penandatanganan kedua belah pihak. “Karena mendesak dan belum mendapat skema finansial, kami memutuskan lease (sewa) dengan kondisi kalau skema finansial ditemukan, uang lease dikembalikan,” terangnya.

Dia menegaskan, sebelum memutuskan mengambil MA-60 sebagai pilihan, Merpati telah menyeleksi produsen pesawat lainnya, termasuk sempat menerima tawaran dari PT Dirgantara Indonesia. Tapi akhirnya, Merpati tidak jadi mengambil pesawat dalam negeri karena ketika itu produksi CN-250 dihentikan. “Kita kembali seleksi pesawat-pesawat dari luar,” ungkapnya.

Akhirnya, maskapai pelat merah itu mempertimbangkan untuk menyeleksi beberapa jenis pesawat dengan spesifikasi yang dibutuhkan untuk penerbangan ke daerah-daerah, antara lain ATR 72, Dash 8 Q 400 tipe propeler dari Bombardier Aerospace. “Mereka semua mahal, bisa USD 19-20 juta per unit. Makanya, pilihan pada MA-60 (harganya disebutkan USD 11,2 juta per unit-red),” kata Sardjono.

Selanjutnya, Merpati memutuskan menyewa dua unit MA-60 pada 2007 dengan menggunakan dana hasil usaha sebagai security deposit. Sardjono mengatakan, penyertaan modal negara sebesar Rp 75 miliar dan Rp 450 miliar yang dianggarkan dalam APBN 2005 sama sekali tidak digunakan untuk pembiayaan sewa dua pesawat itu. “Kita tidak pakai dana itu,” tuturnya.

Sementara itu, mantan Presiden BJ Habibie mengaku tidak tahu pasti kualitas pesawat MA-60 yang belum lama ini memakan korban jiwa. Namun, jika benar pesawat yang dibeli PT Merpati itu tidak memenuhi standar FAA, dirinya menilai hal itu seharusnya tidak terjadi.

Menurut dia, jika bicara pesawat, pemerintah atau maskapai manapun harus melihat sejarah panjang terbentuknya FAA. “Kita harus melihat sejarah industri penerbangan. Jika bicara yang terbesar dan tertua, itu adalah Amerika Serikat,” kata Habibie.

Mantan Menteri Riset dan Teknologi itu menyatakan, Amerika sudah hampir satu abad mengembangkan industri pesawat. Hampir 100 tahun lalu, setiap pabrik pesawat di Amerika menggaransi kualitas pesawat mereka masing-masing. “Namun, kecelakaan tentu terjadi, banyak pengalaman-pengalaman yang membuat mereka susah,” kata dia.(bay/jpnn)

Warga Tionghoa Was-was

MEDAN- Perampokan Bank CIMB Niaga Jalan AR Hakim munculkan perasaan was-was bagi kalangan etnis tionghoa. Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan perkara perampokan Bank CIMB Niaga dengan terdakwa Pamriyanto di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (12/5).

Camat Medan Tembung, Hendra yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengatakan, warganya merasa was-was pasca perampokan yang menewaskan Briptu Immanuel Simanjuntak, 18 Agustus 2010 lalu, khususnya bagi kalangan tionghoa.

Keterangan itu diperolehnya dari laporan kepala lingkungan (kepling) di wilayahnya. “Saya dapat informasi dari beberapa kepling, bahwa masyarakat, khususnya orang tionghoa merasa was-was pasca permpokan itu,” ungkap Hendra menjawab pertanyaan JPU, Fitri Sumantri.

Dihadapan majelis hakim diketuai Sugianto SH, Hendra mengatakan mengetahui ada perampokan di wilayahnya setelah laporan sekretaris camat dan pemberitahuan pihak kepolisian. Sedangkan dia mengaku kalau ke lokasi perampokan sehari setelah peristiwa.

JPU mendakwa Pamriyanto dengan pasal 15 Jo pasal 6 Jo pasal 1 Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak PidanaTeroris.

Terdakwa diancam melakukan permufakatan jahat, percobaan, atau pembantuan untuk melakukan tindak pidana terorisme, dengan sengaja menggunakan kekerasan.

Penasehat Hukum Pamriyanto, Ahmad Jufri Harahap mempertanyakan apakah perasaan was-was itu berkepanjangan dan terjadi secara meluas.  (rud)