Home Blog Page 15435

Sediakan Kelas Khusus

DI ERA tahun ajaran 2004/2005, kondisi SMA Negeri 2 Lubuk Pakam memprihatinkan. Dengan adanya  pergantian kepala sekolah Drs Mangadar Marpaung MAP kepada Drs Ramlan Lubis,  kondisi SMA Negeri 2 Lubuk Pakam mulai berubah secara berlahan.

Soalnya, lingkungan sekolah saat itu hampir 75 persen langsung perbatasan dengan pemukiman warga yang ada di sana. Bahkan belum memiliki pagar, hanya bagian depan sekolah ini saja yang sudah  dipagar dengan ketinggian  1,5 meter. Akibatnya para murid sering cabut serta dengan mudah  dimasuki orang yang tidak dikenal.

Kondisi sekolah yang belum terpagar ini memberikan efek  negatif bagi SMA Negeri 2, soalnya banyak warga membuka warung di sekitar sekolah, sehingga mempermudah siswa  merokok.  Selain itu, tidak jarang siswa terlibat narkoba, kemudian  banyak siswa datang terlambat dan tidak dapat ditegakkan disiplin.

Demikian segelumit pemaparan Kepala SMA Negeri 2 Lubuk  Pakam Drs Ramlan MPd didampingi Guru Teknologi Informasi  Komunikasi (TIK) Ewin Ramadansyah, ketika dijumpai Sumut Pos,  di ruang kerjanya, Selasa (12/4).
Lanjut pria berkumis tebal itu, perubahan pertama dibuatnya dengan  pembangunan pagar. Selanjutnya pembinaan siswa dengan  memberikan les tambahan belajar pada mata pelajaran tertentu.  Semua itu dilakukan dengan melibatkan orangtua .

Setelah sarana fisik dibangun, pembenahan terhadap siswa dilakukan.  Bahkan terkadang, dengan ketegasan yang dibuat Ramlan, membuat sebagian siswa yang tidak memiliki minat belajar hengkang, alias pindah sekolah.
Selanjutnya dibuat program kelas khusus untuk siswa kelas X melalui psikotest (seleksi tes kecerdasan) mereka yang terpilih dalam kelompok IQ yang tertinggi ditempatkan pada kelas khusus untuk dibina secara intensif menuju peningkatan mutu belajar.

Program itu idenya berawal dari Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Drs Bahrumsyah MM, tahun 2006. Beberapa SD, SMP dan SMA untuk mengadakan kelas khusus atau unggulan.  SMA  Negeri 2 Lubuk Pakam merupakan salah satu sekolah yang dihunjuk Dinas sebagai pilot proyek di Kabupaten  Deli Serdang. Untuk merekrut siswa yang akan ditempatkan di kelas  khusus /unggulan tersebut, maka setelah Penerimaan Siswa Baru,  sebelum ditentukan rombongan belajar, mereka lebih dahulu diadakan test potensi akademik.(btr)
dan test IQ bekerjasama dengan Biro Psihchology Marsha Puntadewa Medan.(btr)

Saksi Judi Labuhan Batu Mulai Diperiksa

MEDAN- Dit Reskrim Polda Sumut memeriksa FS, suami Ketua DPRD Labuhanbatu Hj Ellya Rossa Siregar, terkait rumah pribadinya di Jalan H Iwan Maksum, Desa Ujung Bandar, Kecamatan Rantau Selatan, Labuhanbatu dijadikan lokasi judi togel.

“Benar, Jumat (8/4) FS telahkita periksa terkait,” ujar Kasat I Tipidum Direskrim Poldasu, AKBP Rudi Rifani. Dikatakannya FS diperiksa sebagai saksi. “FS mengaku tidak mengetahui rumahnya dijadikan tempat judi,”  ucap Rudi.
Sebelumnya, Dit Reskrim Poldasu juga sudah memeriksa Ellya Rossa Siregar sebagai saksi Rabu (6/4). Namun, keterangan yang sama juga dilontarkan Hj Ellya Rossa kepada penyidik. Direktur Reskrim Polda Sumut, Kombes Pol Agus Andrianto mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan SP kap (surat perintah penangkapan) dan menerbitkan daftar pencarian orang atas inisial RS anak Ketua DPRD Labuhanbatu.

Dari Karo, polisi juga menggerebek arena perjudian dadu kopyok di Desa Batu Karang.  Dalam operasi itu diamankan 18 tersangka,  dan satu diantaranya dinyatakan sebagai panitia judi. Modus yang dipakai  dalam perjudian,   dengan mengadakan  hiburan keyboard.

Dari Karo, polisi juga menggerebek arena perjudian dadu kopyok di Desa Batu Karang.  Dalam operasi itu diamankan 18 tersangka,  dan satu diantaranya dinyatakan sebagai panitia judi. Modus yang dipakai  dalam perjudian,   dengan mengadakan  hiburan keyboard.(adl/wan)

Surat Nikah Belum Didaftarkan ke Catatan Sipil

Perkenalkan saya , Augustinus A.w Pangaribuan, warga Jalan Sei Belutu I Psr IX No. 18, Kelurahan PB Selayang I, Kecamatan Medan Selayang, Medan -Sumatera Utara.

Saya mempunyai suatu masalah di intern Keluarga, saya mempunyai seorang Abang Kandung yaitu : Alm. Sihar Herbert Jannes Pangaribuan, Pekerjaan Pegawai di salah satu Bank BUMN di Kabanjahe.

Pada 23 Januari 2010, Alm. abang saya itu menikah secara agama dan adat  dengan seorang wanita di sebuah Gereja di Medan, dan mempunyai Surat Nikah dari Gereja tersebut. Lalu kurang dari 5 bulan, si Alm abang saya meninggal. Tidak mempunyai keturunan dan sampai si Alm. abang saya tersebut meninggal. Abang dan wanita itu tidak memiliki Akte Catatan Sipil untuk pernikahan mereka. Sekarang kami mempunyai masalah di kekeluargaan dengan wanita dan keluarganya tersebut mengenai ahli waris untuk harta bawaan dari si Alm.

Yang ingin saya pertanyakan: Bagaimana status pernikahan Alm abang saya tersebut di pandang /menurut dari segi peraturan ataupun perundang-undangan Dinas Catatan Sipil yang berlaku di negara Indonesia pada saat sekarang ini? Apakah Alm. abang saya itu masih dianggap lajang /single? Dan sebagai catatan, sampai si Alm meninggal, nama si alamarhum masih ikut dalam Kartu keluarga dan alamat KTP menurut KK dan alamat dari orang tuanya (dengan kata lain si Alm abang saya tersebut belum mempunyai KK ataupun identitas lain). Saya memohon untuk Bapak agar sudi kiranya menjawab atau memberi penjelasan kepada saya. Terima kasih.

Orang Meninggal tak Bisa Dicatat Sipil

Terimakasih pertanyaan, kami beritahukan bahwa sesuai Perpres 25/2008 tentang catatan sipil di dalam satu pasalnya di sebutkan, khusus untuk perkawinan agar bisa dikatakan catatan sipil suami istri, harus mengisi formulir pendaftaran ke catatan sipil perkawinan. Tapi, bila sudah meninggal, maka suaminya tidak mesti mengisi lagi dan tidak bisa dicatatkan lagi. Hal ini sudah sesuai aturan yang berlaku di negara ini.

Darussalam Pohan
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil

Bandar Sabu Diringkus

TEBING TINGGI-  Satuan Reskrim Narkoba Polres Tebing Tinggi berhasil menangkap bandar sabu  Junaidi alias Bagong saat transaksi jual beli dengan pelanggan, Senin (11/4) sekira pukul 16.00 WIB.

Warga Jalan Ir H Juanda, Gang Beteng, Kota Tebing Tinggi ini tertangkap tangan anggota Sat Narkoba saat sedang bertransaksi bersama ketiga orang temannya di samping jalur rel kereta api, Jalan Taman Bahagia, Kampung Keling, Kota Tebing Tinggi.

Ketiga pembeli yang berhasil ditangkap, Ahmad Fadly Saragih alias Adul (23) warga Jalan Pasar Kebun, Kelurahan Tanjung Marulak, Umri Sinaga alias Umri (37) penduduk yang tinggal di Jalan Sudirman, Gang Subur dan Roy Madan Siregar  (26) warga Jalan Taman Bahagia, Kota Tebing Tinggi.

Dari Tapanuli  Selatan, pesta sabu yang dilakukan Julhamdi Nasution dan Sapril di Desa Sigumuruh, Kecamatan Angkola Barat, Tapsel, digrebek aparat, Selasa (12/4) sekitar pukul 02.45 WIB.
Dari tangan keduanya, diamankan barang bukti seperangkat alat bong, dua gulungan kertas dan satu plastik kecil sabu yang belum digunakan.

Kapolres Tapsel AKBP Subandriya SH MH didampingi Kasat Narkoba AKP Sabar Nainggolan dan Kasubbag Humas AKP Rahman AS Siregar, menjelaskan penangkapan 2 warga Padang Sidimpuan itu merupakan hasil pengembangan tertangkapnya 2 kurir ganja antar kabupaten, Imsar Pakpahan (26) dan Iswandi alias Babe (69) dengan barang bukti 2 kilogram daun ganja kering.(mag-3/phn/smg)

Jadi Sekolah Rintisan Standar Nasional

SMA Negeri 2 Lubuk Pakam

LUBUK PAKAM- Mungkin karena letaknya dekat dengan pusat perkotaan Lubuk Pakam, SMA Negeri 2 Lubuk Pakam, yang beralamat di Jalan Hamparan Perak, Kelurahan Pagar Merbau III, Kecamatan Lubuk Pakam, selalu diminati calon siswa.

Selain itu sekolah ini jugamudah dijangkau kendaraan umum, sehingga membuat SMA Negeri 2 Lubuk Pakam jadi favorit.

Guru-guru yang ada berlatar belakang pendidikan tinggi, dengan pengalaman mengajar  yang baik. Bahkan mengutamakan disiplin belajar dan senantiasa berusaha meningkatkan mutu pendidikan.

Tak hanya itu, SMA Negeri 2 Lubuk Pakam juga ditetapkan sebagai sekolah Rintisan Sekolah Standar Nasional (RSSN) yang terpilih tahun ajaran 2007/2008. Hal ini menyebabkan, peminat untuk bergabung ke SMA Negri 2 Lubuk Pakam meningkat setiap tahun, hingga pada tahun pelajaran 2008/2009 siswa yang belajar di sekolah ini mencapai 17 ruang kelas.

Selanjutnya, dengan luas areal 1,7 hektar, dengan jumlah lokal belajar 19 ruang kelas dengan daya tampung siswa 635 orang serta jumlah guru 57 orang ditambah 3 orang pegawai tata usaha. Lahan tersebut ditata sedemikian rupa dengan taman-taman mini di depan kantor dan di depan kelas dihiasi dengan bunga-bunga yang memancarkan keindahan serta hawa segar tatkala proses belajar mengajar berlangsung.

“Sebagai daya tarik, bagi siswa setiap tanaman diberi plang nama. Setiap tanaman diberikan plang dengan nama latin,” bilang Kepala SMA Negeri 2 Lubuk Pakam, Drs Ramlan MPd.

Untuk meningkatkan mutu pendidikan, dimulai dengan penertiban kegiatan proses belajar mengajar, penanaman disiplin bagi guru dan siswa. Penataan administrasi dan managemen sekolah menuju kepada sekolah yang tertib dan rapi dalam bidang tata kerja.

Menata ruang kantor, kelas, laboratorium, perpustakaan dan sarana lainnya. mengadakan pekerja  tetap untuk petugas penataan taman sekolah, menyediakan mesin pemotong rumput, serta mengupayakan meningkatnya citra sekolah. Disamping itu upaya dalam pembangunan infra struktur sekolah, pengadaan pagar (sudah selesai), parkir yang memadai.

Soal prestasi, SMA Negeri 2 Lubuk Pakam layak diperhitungkan, karena pada tahun silam, menyabet juara pertama sebagai pusat informasi konseling remaja untuk Kabupaten Deli Serdang. Untuk tingkat Provinsi Sumatera Utara mampu meraih juara II atas nama Anisa Nur Fat’rah.

Kemudian, siswa meraih juara pertama membuat blog atas nama Satry Wibowo tahun 2010. Kemudian prestasi lain, juara pertama tenis meja dalam Pekan Olahraga Remaja Se-Sumatera Utara atas nama Radna Nada Sari.(btr)
Dan sebagai juara satu untuk pencak silat dalam kegiatan yang sama atas nama Nanda. Masih banyak lagi pretasi yang diraih murid-murid SMA Negeri 2 Lubuk Pakam.(btr)

Pembakar Istri Dituntut 15 Tahun

RANTAU- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Rantauprapat  Erning Kosasih akhirnya menuntut  Ngertiken Sembiring (36) warga Desa Tanjung Mulia Kecamatan Kampung Rakyat Labusel, 15 tahun penjara dalam persidangan di PN Rantauprapat Senin (11/4).

Menurut JPU terdakwa terbukti melakukan penganiayaan terhadap istrinya bernama Arina Fairus Nasution (26) dengan cara membakarnya hidup–hidup hingga korban tewas akibat menderita bakar disekujur tubuhnya.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan JPU  dalam surat Nomor Reg Per: PDM_938/RP.RAP/11/2010 tertanggal 2 Desember 2010. Terdakwa dikenai pasal 44 ayat 1 dan 3  UU RI No 23 Tahun 2004 Tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. (riz/smg)

AC Dimatikan, Pedagang Kepanasan

Deli Plaza Didemo

Puluhan karyawan dan pemilik toko Deli Plaza Medan menyampaikan protes ke manajemen PT Sinar Menara Deli di lantai IV gedung Deli Plaza di Jalan Guru Patimpus Medan, Selasa (12/4).

Pedagang dan karyawan itu protes lantaran adanya pengurangan fasilitas yang dilakukan PT Sinar Menara Deli pasca rencana pengosongan gedung untuk pembangunan Deli Grand City. “AC dimatikan, eskalator dan penerangan dibatasi bagaimana kami bisa berdagang lagi, pengunjung pun jadi sepi,” teriak para pendemo serentak sambil menuju ke kantor PT Sinar Menara Deli.

Puluhan karyawan dan pedagang yang protes itu merupakan pemilik dan karyawan toko dari lantai satu hingga tiga yang memilih bertahan karena pihak PT Sinar Menara Deli akan melakukan penggusuran. Seperti, toko roti, butik, restoran, suplemen dan Biskop President.

“Tidak ada hak Deli Plaza mengurangi fasilitas di kios kami ini karena kami membayar sewa kios,” seru Liong Lai Tjin (51) pemilik Café Fountain disambut karyawan toko lainnya.

Tapi, protes itu terhalang saat memasuki kantor PT Sinar Menara Deli oleh sejumlah Satpam yang bersiaga di  kantor tersebut. Tak lama kemudian, utusan dari PT Sinar Menara Deli menemui pengunjuk rasa di luar kantor.
Seorang pengunjuk rasa, Liong Lai Tjin tampil ke depan.”Saya yang mewakilinya, kami menuntut fasilitas gedung, kami kepanasan semua karena tidak ada AC di gedung ini,” akunya.

Belum sempat Liong Lai Tjin maju, pengacara dari pengunjuk rasa langsung berhadapan dengan Hanafi. “Saya pengacara dari mereka ini,” ujar pengacara pedagang, Hilmar Robinson Silalahi SH dari Law Office CK.
Munculnya ungkapan itu, Hanafi menanggapi alasan pengurangan fasilitas Deli Plaza karena sudah ketentuan manajemen. Ini juga dikosongkan untuk pembangunan Deli Grand City.

Mendengar jawaban Hanafi tersebut, para pedagang tak puas, akhirnya perang mulut tak terhindarkan antara pengunjuk rasa, pengacara dengan Hanafi selama 15 menit. “Tuntutan tersebut tak bisa kami penuhi, karena masalah ini masuk dalam ranah hukum di Pengadilan Negeri (PN) Medan, tunggulah putusan pengadilan,” kata Hanafi.
Robinson menimpali, Pemilik Café Fountain sudah mendaftar gugatannya ke PN Medan. Gugatan PT Sinar Menara Deli  itu nomor gugatan 141/pdt.a/2011/PN Medan, gugatan itu terkait instruksi pengosongan dan pengurangan fasilitas gedung dengan ganti rugi tak sesuai.

“Sinar Menara Deli mengganti rugi Rp3 juta permeter, padahal PT Tokyuindo Pratama Sejahtera yang menaungi Café Fountain tanggal 15 Oktober 1996 pemakaian kios tanpa batas waktu dengan harga Rp302.850.000,” paparnya. (azw)

Perbaiki Jalan Kami

081260271xxx

Pak Bupati Langkat yang terhormat, kapan jalan ke telagah diperbaiki sudah  seminggu anak-anak sekolah tidak dapat ke sekolah, karena tidak ada motor yang jalan bagaimana nasib anak-anak ini mohon Bapak jangan janji-janji saja kasihani kami rakyat di sini.

Kami Koordinasikan ke Pemprovsu

Terimakasih pertanyaannya, jalan tersebut merupakan jalan propinsi, tapi kami dari Pemkab Langkat sendiri sudah menurunkan dua unit grader milik Dinas Pekerjaan Umum (PU), kemudian Bupati Langkat sudah menurunkan 25 truk sertu. Tapi, untuk penanganan lebih lanjut, kami masih berupaya ke propinsi karena jalan tersebut milik propinsi.
Sampai saat ini, belum ada anggaran untuk pembangunan di wilayah tersebut masuk ke APBD kami, jadi sekarang ini kami sedang berupaya menanyakan ke Propinsi. Mudah-mudahan, ada anggaran yang disiapakn Propinsi untuk jalan tersebut.

Syahrizal, Kabag Humas Pemkab Langkat

Honorer Sat Pol PP Tunggu Putusan Pengadilan

BINJAI- Nasib 310 honorer Sat Pol PP Kota Binjai, yang dirumahkan Pemerintah Kota (Pemko) Binjai bebarapa waktu yang lalu semakin tak jelas. Hingga kini pencairan gaji mereka belum juga dilakukan.

Sekretaris Daerah (Sekdako) Kota Binjai, Iqbal Pulungan mengatakan,  persoalan honorer Sat Pol PP, sudah diserahkan ke jalur hukum. “Mereka sudah melarikan masalah ini ke jalur hukum. Jadi, kita tunggu saja proses hukumnya. Apakah tuntutan mereka terpenuhi atau tidak,” kata Iqbal.

Selanjutnya kata Iqbal, jika permohonan honorer Sat Pol PP dikabulkan. Maka, Pemko Binjai juga siap memberikan apa yang mereka tuntut. “Kalau mereka menuntut gaji, dan permohonan mereka dikabulkan. Maka, gaji mereka akan kita keluarkan,” ujar Iqbal sambil menaki mobil Parawisata bersama rombongan Anggota DPRD Minahasa.

Kabag Humas Pemko Binjai, Rusli mengatakan, tidak ada dasar hukum untuk memberikan gaji para honorer Sat Pol PP itu. “Bagaimana mau kita cairkan gaji mereka kalau dasar hukumnya tidak ada,” kata Rusli.

Dijelaskan Rusli, dari PP nomor 56 tahun 2010 disebutkan personel Sat Pol PP harus diambil dari Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Karena ada PP 56 tahun 2010 inilah kita tidak bisa memberikan gaji mereka,” jelas Rusli singkat.

Menanggapi persoalan di tubuh Sat Pol PP ini, Surya Wahyu Danil SH, anggota DPRD Binjai mengatakan, tidak ada alasan Pemko untuk tidak membayarkan gaji mereka. “Masuknya honorer Pol PP, juga berdasarkan surat perintah dari pemko. Nah, berarti semuanya sudah jelas. Untuk itu, jika tidak dibayarkan juga. Maka, pemko sudah sah dan melakukan penipuan atau pembohongan publik dengan dalih internal mereka,”kata Surya.

Melihat nasib para honorer Sat Pol PP tersebut, Surya dengan tegas meminta, agar pejabat atau intansi terkait segera membayarkan gaji mereka. Bukan sebaliknya, dimana masalah ini dibawa ke dalam ranah hukum, guna mencari kebenaran di tubuh Pemko. (dan)

Sediakan Hadiah dan Gelar Juggling Contest

Danone Nation Cup 2011

MEDAN-Sebanyak 200 sekolah sepak bola yang akan mengikuti Danone Nation Cup 2011 Zona Sumut pada 16-17 April mendatang, kemarin (12/4) menjalani screening pemain di halaman gedung National Paralympic Committee (NPC) Sumut, Jalan Stadion Teladan Medan.

Menyikapi hal tersebut Plt Ketua PSSI Sumut Idrus Junaidi didampingi penasehat even Ir Badiaradja Manurung, Ketua Bidang Usia Muda, Futsal dan Sepak Bola Wanita, serta Ketua Biro Kompetisi Drs Azzam Nasution MAP mengaku salut dengan tingginya minat serta animo SSB untuk mengikuti even ini.

Diungkapkannya, juara pada zona Sumut nanti berhak berlaga pada even sejenis tingkat nasional, yang juga berarti berkesempatan mengikuti  even tingkat internasional yang berlangsung di Kota Madrid.

“Untuk tingkat nasional dan internasional, seluruh biaya transportasi dan akomodasi ditanggung pengelola Danone Nation Cup, dalam hal ini PT Mahaka. Jadi, ini merupakan kesempatan terbaik bagi tim-tim asal Sumut untuk menorehkan prestasi internasional,” bilang Idrus.

Sementara itu Ketua Panitia Mukhsin Pohan SH MSi didampingi Sekretaris Iwan Junaidi menerangkan bahwa pada gelaran DNC 2011 kali ini pihaknya mencoba formulasi baru, yang intinya berorientasi pada upaya meningkatkan animo para pemain untuk lebih giat berlatih.

“Selama ini, juara DNC hanya berhak tampil di tingkat nasional tanpa mendapatkan hadiah apa pun juga. Tapi kali ini, selain berlaga di tingkat nasional, panitia juga berinisiatif memberi uang pembinaan kepada dua tim finalis” bilang Mukhsin.

“Selain itu, tiap-tiap SSB yang terlibat pada gelaran DNC kali ini juga berhak mengirimkan seorang pemainnya untuk mengikuti juggling contest. Pemenang juggling contest ini pun akan mendapat uang pembinaan dari panitia,” tambahnya.

Menyikapai hal tersebut manejer tim SSB Sinar Sakti Medan Awal mengaku salut dengan gebrakan panitia. Menurutnya, apa yang dilakukan panitia DNC Zona Sumut perlu ditiru.

“Sesungguhnya tanpa ada uang pembinaan dan juggling contest pun kami tetap tampil semaksimal mungkin. Apalagi bila ada iming-iming uang pembinaan dari panitia, sudah pasti tekad untuk menjadi yang terbaik semakin membara,” bilang Awal.

Usai screening pemain yang berakhir hari ini, pada Jum’at (15/4) akan digelar technical meeting yang berlangsung di Aula Paskhas TNI UA Medan Polonia. (jun)