Home Blog Page 15436

Milan Yakin Scudetto dan Datangkan CR7

MILAN – Bos AC Milan, Silvio Berlusconi semakin yakin timnya bakal jadi peraih scudetto musim ini. Di samping keyakinan akan itu, Berlusconi juga yakin bisa mendatangkan pemain termahal dunia, Cristiano Ronaldo yang akrab disebut CR7 itu.

Selain butuh modal besar dari segi pendanaan, Berlusconi optimis modal jadi juara liga bisa jadi alasan kuat memboyong Ronaldo dari Real Madrid.
Saat ini Milan masih berada di puncak klasemen Seri A dengan unggul dua poin atas Napoli di peringkat kedua dan lima poin dari Inter Milan di urutan kedua. Dengan Seri A menyisakan enam pekan lagi, peluang terbesar jadi scudetto ada di tangan Milan.

Jelas ini merupakan kabar gembira bagi Milanisti yang sudah menantikan gelar ini sejak musim 2003/2004. Ini menandakan bahwa pembelian besar-besaran yang dilakukan Berlusconi di awal dan pertengahan musim tidaklah sia-sia. Kedatangan pelatih Massimiliano Allegri pun membawa perubahan berarti bagi Milan.
“Milan adalah tim yang sudah keluar dari periode tak baik. Terima kasih kepada skuad besar yang telah kami persiapkan dan mempermudah kami mempersiapkan line up tim musim ini secara baik,” sahut Berlusconi kepada Football Italia.
“Kami berada di puncak klasemen dan dikejar oleh Napoli, tim yang luar biasa. Tujuan kami adalah tetap berada di puncak klasemen pada akhir musim,” sambungnya.

Soal Ronaldo tadi, Berlucsconi harus merogoh kocek sangat dalam untuk memboyongnya, bagi Berlusconi itu tidak jadi persoalan karena dalam dunia sepak bola tidak ada yang tidak mungkin untuk diwujudkan.
“Kita boleh bermimpi dan terkadang itu menjadi kenyataan. Jika kami memenangi scudetto, musim depan kami bisa mendatangkan satu atau dua pemain besar. Peluang mendatangkan Ronaldo bukanlah mimpi karena pemain bisa memutuskan untuk meninggalkan klubnya,” katanya. (net/jpnn)

Kuatnya Supremasi Pendidihan Ketimbang Penyaringan

Andai saja “teknik penyaringan air” menjadi pengetahuan yang membumi di tanah air,  berapa besar anggaran dapur rumahtangga yang bisa dihemat secara nasional. Beban pengiriman air bersih untuk korban bencana alam pun tentu tidak akan seberat yang tampak selama ini.

Sejak SD para siswa sudah diperkenalkan dengan hal tersebut, termasuk praktiknya di laboratorium.  Tetapi entah kenapa, tradisi pendidihan masih mendominasi dalam menghasilkan air minum. Malah nyaris mitos. Sebutlah lima persen bahan bakar dialokasikan untuk itu. Bisa dihitunglah konsumsinya secara keseluruhan.

Kekurangan air didihan rasanya kita pahami. Tidak bisa diminum seketika. Harus didinginkan dulu. Karena panasnya, sebagiannya menguap, meskipun relatif bisa diabaikan. Kekurangan lainnya, mengandung partikel dan menimbulkan bau untuk sumber air tertentu. Meskipun, okelah kuman-kumannya terbasmi, tetap bisa menjadi ancaman bagi kesehatan.

Lihatlah dalam seharian. Masih banyak orang lebih memilih air minum hasil memasak ketimbang teknik penyaringan. Yang terakhir ini seakan-akan tidak berlegitimasi sosial. Walaupun sudah dilakukan berdasarkan metode yang tepat, namun bila disuguhkan kepada tamu, sekurang-kurangnya muncul juga rasa cemas pada mereka, apa yang terjadi pada perutnya bila diteguk. Kecuali si tuan rumah tidak menceritakannya sama sekali.

Tetapi bila dipikir-pikir, mereka tidak konsisten juga. Buktinya kalau disuguhi air mineral kemasan, tidak masalah. Padahal hasil penyaringan juga. Tidak mungkinlah semurah itu bila dimasak dulu.

Di Eropa/Amerika pun kabarnya mitos tersebut masih menyelimuti masyarakat Indonesia. Walaupun air keran sudah bisa diminum langsung, lembaganya pun memberi jaminan higienis, toh mereka tetap memasaknya lagi. Kalau untuk kopi panas, okelah.

Benarlah apa yang dikatakan beberapa tokoh pendidikan. Mengubah mitos tidaklah mudah. Memakan waktu bertahun-tahun. Perlu penyadaran intelektual yang berujung pada keyakinan.

Pakar yang terkait penyaringan air sudah banyak. Secara mendalam, pengetahuannya sudah mereka kuasai, termasuk berbagai tipsnya yang aplikatif dan praktis.  Media untuk mempublikasikannya sudah tersedia. Apalagi dengan adanya internet yang memungkinkan banyak orang bisa mengaksesnya secara gratis. Nah, andalan utama untuk menggerakannya tentu saja yang berkompetensi tinggi, seperti pemerintah. Bila perlu disertai praktik langsung, meneguk hasilnya.

Namanya juga penyaringan, menyaring ketidakmurnian dari sumbernya. Di era sekarang, inilah jawaban  terbaik untuk memperoleh air yang bersih serta sehat, skala perorangan, kolektif sampai industri. Yang terakhir ini telah menancapkan supremasinya dengan menarik keuntungan dari konsumen.  Sampai kapan? Apakah menunggu sampai harga atau persediaan bahan bakar mencapai suatu titik yang memaksa masyarakat mempunyai keterampilan menyaring air.

Mungkin untuk menyadarkannya akan lebih mencapai sasaran bila peralatannya sederhana, dikenal, serta bisa terjangkau. Lalu dikomunikasikan dengan bahasa yang mudah dipahami. Bukannya apa-apa. Sebuah istilah, sebutlah nama zat penjernih air,  yang tidak familiar bisa dikonotasikan zat berbahaya.

Mulailah dengan pertanyaan inspiratif, “Kenapa takut minum air saringan buatan sendiri?  Air mineral yang dibeli di warung sebenarnya hasil saringan juga!”

Masyarakat harus terus dioptimiskan. Meskipun, sebutlah sumber airnya mulai keruh, malah berbau, selama kuantitasnya masih banyak, masih bisa diubah menjadi air bersih yang layak pakai, termasuk diminum langsung. Apresiasi ini saja merupakan modal yang tidak bisa dianggap enteng bagi munculnya motivasi serta berujung pada keinginan untuk mempraktekkannya.

Pendidikan merupakan sumber pengembangan tradisi. Termasuk di antaranya yang bisa menghemat anggaran belanja. Maka jadikanlah sarana menciptakan tradisi menghasilkan air minum buatan sendiri melalui penyaringan. Jangan sampai masyarakat dari generasi ke generasi dihadapkan pada status quo air minum.

Mari kita perjuangkan bagi terwujudnya peradaban tersebut melalui berbagai bentuk pencerahan, khususnya di bangku pendidikan. Sehingga pemahaman tentang air minum benar-benar berdasarkan kesadaran teknis, bukan terbawa paradigma yang sudah begitu selama ini.

Oleh: Nasrullah Idris
Bidang Studi Reformasi Sains Matematika Teknologi

Carroll Borong Dua Gol untuk Benam City

LIVERPOOL-Anak asuh Kenny Dalglish terus memperlihatkan performa yang impresif. Kembalinya bentuk permainan The Reds (julukan Liverpool) kemarin (12/4) kembali memakan korban.
Tak  tangung-tangung, kali ini yang menjadi korbannya adalah tim penghuni empat besar klasemen sementara English Premier League (EPL) Manchester City.

Hebatnya lagi, kemenangan yang diraih The Reds itu diperoleh dengan skor telak 3-0 yang disumbangkan Andy Carrol (2 gol) dan Dirk Kuyt.

Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Anfield,  tuan rumah memainkan dua pemain muda dalam starting eleven-nya. Jay Spearing mengisi posisi yang ditinggalkan Steven Gerrard, sementara John Flanagan dimainkan di posisi bek kanan.Semua gol dalam pertandingan ini tercipta pada paruh pertama. Dua gol Carroll dan satu gol Kuyt tak mampu dibalas sama sekali oleh kubu tim tamu.

Kemenangan ini tak mengubah posisi Liverpool di peringkat keenam klasemen sementara Premier League. Pasukan Kenny Dalglish mengoleksi 48 poin dari 32 laga.

Sementara bagi City, kekalahan ini membuat mereka gagal menggusur posisi Chelsea dari peringkat ketiga. Anak buah Roberto Mancini tetap di peringkat keempat dengan 56 poin.

Pelatih Liverpool Kenny Dalglish menilai skuadnya memang pantas mendapat kemenangan saat menghadapi Manchester City. Hasil itu didapat berkat kerja keras seluruh tim.

“Saya pikir ini adalah performa yang memuaskan untuk setiap orang. Saya merasa mereka jelas pantas mendapat kemenangan ini,” ujar Dalglish kepada Sky Sports.

“Pemain bekerja keras untuk bisa meraih kemenangan 3-0. Itu membuktikan sikap profesionalisme mereka. Apalgi pada pertandingan itu pemain seperti tak ingin kehilangan bola,” bilang Dalglish.
“Seperti yang saya bilang sebelum pertandingan, pemain yang terpenting bagi kami adalah mereka yang bugar. Kami amat menyesal kepada mereka yang cedera,” imbuh pria yang akrab disapa King Kenny itu.
Terpisah Roberto Mancini, tactician Manchester City mengatakan bahwa kekalahan atas Liverpool sepenuhnya tanggung jawab dirinya. “Saya siap menerima semua konsekwensi atas kekalahan ini,” bilang pria yang akrab disapa Mancio itu. (bbs/jpnn)

Sediakan Hadiah dan Gelar Juggling Contest

MEDAN-Sebanyak 200 sekolah sepak bola yang akan mengikuti Danone Nation Cup 2011 Zona Sumut pada 16-17 April mendatang, kemarin (12/4) menjalani screening pemain di halaman gedung National Paralympic Committee (NPC) Sumut, Jalan Stadion Teladan Medan.

Menyikapi hal tersebut Plt Ketua PSSI Sumut Idrus Junaidi didampingi penasehat even Ir Badiaradja Manurung, Ketua Bidang Usia Muda, Futsal dan Sepak Bola Wanita, serta Ketua Biro Kompetisi Drs Azzam Nasution MAP mengaku salut dengan tingginya minat serta animo SSB untuk mengikuti even ini.

Diungkapkannya, juara pada zona Sumut nanti berhak berlaga pada even sejenis tingkat nasional, yang juga berarti berkesempatan mengikuti  even tingkat internasional yang berlangsung di Kota Madrid.

“Untuk tingkat nasional dan internasional, seluruh biaya transportasi dan akomodasi ditanggung pengelola Danone Nation Cup, dalam hal ini PT Mahaka. Jadi, ini merupakan kesempatan terbaik bagi tim-tim asal Sumut untuk menorehkan prestasi internasional,” bilang Idrus.

Sementara itu Ketua Panitia Mukhsin Pohan SH MSi didampingi Sekretaris Iwan Junaidi menerangkan bahwa pada gelaran DNC 2011 kali ini pihaknya mencoba formulasi baru, yang intinya berorientasi pada upaya meningkatkan animo para pemain untuk lebih giat berlatih.

“Selama ini, juara DNC hanya berhak tampil di tingkat nasional tanpa mendapatkan hadiah apa pun juga. Tapi kali ini, selain berlaga di tingkat nasional, panitia juga berinisiatif memberi uang pembinaan kepada dua tim finalis” bilang Mukhsin.

“Selain itu, tiap-tiap SSB yang terlibat pada gelaran DNC kali ini juga berhak mengirimkan seorang pemainnya untuk mengikuti juggling contest. Pemenang juggling contest ini pun akan mendapat uang pembinaan dari panitia,” tambahnya.

Menyikapai hal tersebut manejer tim SSB Sinar Sakti Medan Awal mengaku salut dengan gebrakan panitia. Menurutnya, apa yang dilakukan panitia DNC Zona Sumut perlu ditiru.
“Sesungguhnya tanpa ada uang pembinaan dan juggling contest pun kami tetap tampil semaksimal mungkin. Apalagi bila ada iming-iming uang pembinaan dari panitia, sudah pasti tekad untuk menjadi yang terbaik semakin membara,” bilang Awal.

Usai screening pemain yang berakhir hari ini, pada Jum’at (15/4) akan digelar technical meeting yang berlangsung di Aula Paskhas TNI UA Medan Polonia. (jun)

TI Medan Gelar Ujian Kenaikan Tingkat

MEDAN- Pengcab Taekwondo Indonesia (TI) Medan akan menggelar ujian kenaikan tingkat yang berlangsung di Gedung Tri Brata SPN Sampali Jalan Bhayangkara Medan pada 1 Mei 2011 nanti.

Ujian kenaikan tingkat ini merupakan program kerja TI Medan. Karenanya pada saat pelaksanannya nanti TI Medan akan melakukan kordinasi dengan TI Sumut.

“Kami berharap lewat ujian kenaikan tingkat ini para taekwondoin dapat menyerap semua ilmu yang diberikan oleh para sabeum (instruktur), sehingga ke depannya terjadi keseragaman teknik di antara taekwondoin,” bilang Bobby Octavianus Zulkarnaen SE, Ketua Pengcab TI Medan, kemarin (12/4).

Selanjutnya Bobby berharap agar  ujian kenaikan tingkat ini  dapat meningkatkan disiplin taekwondoin.
“Rencananya, ujian kenaikan tingkat ini akan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum TI Sumut Meherban Shah,” ungkap Bobby.

Bagi yang ingin mengikuti ujian kenaikan tingkat ini sudah dapat mendaftarkan diri dengan menyertakan foto copy sertifikat sabuk taekwondo terakhirnya, pas photo warna pakai dobok (pakaian taekwondo) ukuran 3×4 sebanyak dua lembar, foto copy sertifikat DAN pelatih, serta foto copy surat keterangan dari Unit/Dojang yang di terbitkan Pengcab TI Medan. (omi)

Panas

MEDAN-Suhu pertandingan antara PSMS kontra Persiraja kemarin malam sangat tinggi. Tak hanya di atas lapangan, pertarungan antara keduanya juga berlangsung di luar lapangan. Dua gol tuan rumah yang dikemas Vagner Luis menit 50 dan penalti Gaston Gastano menit 76 baru bisa meredakan suhu pertandingan yang diwarnai dendam itu.
Ya, laga tersebut memang sarat dendam. Pertemuan keduanya di Divisi Utama kerap panas. Para laga pertama PSMS takluk 3-0. Maka laga ke 21 bagi PSMS musim ini kemarin malam tersaji bak drama menegangkan. Sejak awal laga kedua tim saling serang dengan tempo tinggi. Maka itu pertempuran semakin sengit dengan iringan sedikit adegan ‘kungfu’. Meski saling serang dan banyak peluang tersaji di babak pertama, namun skor tetap kacamata hingga kedua tim turun minum.

Nah, menjelang babak pertama ini usai drama lanjutan terjadi. Laga bahkan sempat molor sekitar 30 menit. Rupanya ada insiden di ruang ganti. Penyerang Persiraja, Christian Bekatal dipukul orang tak dikenal. Hal ini sempat memancing kekisruhan, sebab Persiraja sempat tak ingin melanjutkan laga. Namun akhirnya seluruh skuad tim tamu masuk ke lapangan. Dan Christian Bekatal terlihat sudah mengenakan perban di kepalanya.  Dan laga pun dimulai. PSMS mengambil inisiatif serangan. Laskar Rencong bermain tetap pada tempo tinggi namun menjurus kasar. Sekitar lima menit laga berjalan, PSMS berhasil memecah kebuntuan. Berawal dari tendangan bebas yang digeber kapten tim, Affan Lubis, bola diagonal berhasil menyentuh kepala Gaston Castano untuk selanjutnya berpindah ke kepala Vagner Luis. Meski sempat menepis bola, kiper Persiraja tak kuasa menahan bola masuk gawangnya. Skor 1-0 untuk Ayam Kinantan diiringi dengan gemuruh sekitar 20 ribu penonton malam itu.

Keunggulan tuan rumah akhirnya terkunci setelah Rinaldo diganjal di kotak penalti menit 75. Tusukan Rinaldo tak kuasa dihentikan bek Persiraja. Wasit menunjuk titik putih dan Gaston Castano dipercaya jadi algojo berhasil melesakkan bola ke dalam gawang dan skor 2-0 berakhir untuk tuan rumah. Usai laga, Arsitek Persiraja Heri Kiswanto bisa menerima kekalahan dengan lapang dada. “Pertandingan berjalan dengan baik. Pemain sempat down lantaran insiden sebelum babak kedua. Saya sudah berusaha mengcover tapi kita tidak tahu apa yang ada di hati para pemain,” bebernya. “Inilah sepak bola, selalu penuh dengan pernak perniknya. Tapi permainan yang diperagakan kedua tim cukup baik,” sambungnya. Sementara Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa mengakui Persiraja tampil sangat baik dan layak di papan atas. (ful)

Dipukuli Pemuda Mabuk

Entah mimpi apa Len Tjai (48), semalam. Pasalnya, warga Jalan AR Hakim Medan ini dipukuli hingga babak belur oleh empat pemuda yang sedang mabuk-mabukan di Jalan Kalianda, tepatnya di Simpang Thamrinn Minggu (10/4) pukul 11.30 WIB.

Ceritanya, saat itu Len Tjai sedang berjalan kaki menuju rumahnya. Setibanya di Simpang Jalan Thamrin, Len bertemu dengan empat pemuda yang diduga sedang pesta miras. Saat itu, keempat pemuda yang sedang mabuk-mabukan tersebut melihat Len dan langsung mendatanginya. Len dituding telah bertindak tidak sopan kepada keempat pemuda mabuk tersebut.

Tanpa basa-basi, keempat pemuda itu langsung memukuli Len hingga babak belur, sampai-sampai gigi depannya patah dan bibirnya robek. Tak senang dianiaya, Len langsung mendatangi kantor polisi terdekat. Sekira pukul 12.48 WIB, Len mendatangi RSU Dr Pirngadi Medan untuk membuat surat visum melengkapi laporan polisi.(mag-7)

Lurah Dilarang Sakit

MEDAN- Wali Kota Medan Rahudman Harahap “mengharamkan” semua lurah di Kota Medan tidak masuk kantor karena sakit. Hal itu dikemukakan Rahudman saat memberi kata sambutan pada pembukaan evaluasi SKPD triwulan I, Selasa (12/4), di Hotel Emerald Garden.

“Saya tidak ingin mendengar para lurah tidak masuk kantor karena sakit. Saya tidak ingin mendengar laporan Anda sakit. Saya saja kalau sakit, tidak pernah melapor kepada Anda,” tegas Rahudman pada acara evaluasi tersebut.

Lebih lanjut Rahudman mengatakan, lurah harus bersedia setiap saat dalam melakukan pemantauan di kelurahan masing-masing. Maksudnya, setiap lurah harus tanggap terhadap hal-hal yang mungkin bias sewaktu-waktu terjadi.
“Lurah harus 24 jam siap sedia menerima laporan dari warganya. Mengayomi warganya dan lain sebagainya,” tambahnya.

Sementara itu, HM Syaf Lubis anggota dewan kota yang hadir pada kesempatan itu menyatakan, instruksi dan penegasan itu merupakan upaya antisipatif. Karena selama ini banyak hal-hal yang terjadi, tanpa pernah terduga.
Pada kesempatan itu pula Syaf Lubis mengomentari mengenai instruksi wali kota kepada lurah untuk segera menikah dalam rentang waktu tiga bulan ke depan.

Menurutnya, dengan menikahnya para lurah yang masih lajang akan membuat lurah tersebut semakin focus dalam memimpin setiap kelurahan yang dipimpinnya. Sementara mengenai waktunya, Syaf menuturkan, waktu tiga bulan yang diberikan adalah waktu yang sangat singkat.

“Tiga bulan itu singkat. Paling tidak enam bulan. Baru setelah itu, bias melakukan peninjauan kepada lurah-lurah itu dan jika ditemukan ada yang belum menikah, baru bias diambil tindakan,” bebernya.(ari)

Tindak Pelanggar Rambu Lalulintas

Kemacetan arus lalulintas di Kota Medan membuat ibukota Sumatera Utara ini menjadi semrawut. Kemacetan yang terjadi disebabkan banyak faktor, diantaranya padatnya jumlah kendaraann yang melintas di jalan raya. Karenanya, pemerintah diimbau untuk segera membatasi jumlah kendaraan, baik kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Hal ini disampaikan Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumut Haposan Siallagan SH MH kepada wartawan Sumut Pos, Jhonson P Siahaan di ruang kerjanya, Selasa (12/4). Berikut petikan wawancaranya.

Menurut Anda, apa penyebab kemacetan yang terjadi di Kota Medan?

Tak bisa kita pungkiri, masih banyak pengendara yang tidak tertib di jalan raya. Para pengendara seenaknya main terobos rambu dan marka jalan. Kondisi ini diperparah dengan minimnya jumlah petugas yang mengawasi, khususnya di persimpangan-persimpangan yang padat arus lalulintas. Nah, kondisi inilah yang menjadi faktor utama kemacetan di Medan, selain padatnya jumlah kendaraan.

Lalu, menurut Anda, apa yang harus dilakukan untuk mengatasi kemacetan ini?
Menurut saya, sarana dan prasarana juga belum 100 persen memadai atau dengan kata lain, jika 60 persen saja sarana dan prasarana sudah ada, maka arus lalulintas tidak akan macet dan bisa berjalan dengan lancar.
Sarana dan prasarana yang ada saat ini, juga tidak sesuai dengan pertumbuhan jumlah kenderaan yang semakin banyak. Salah satunya semakin banyaknya jumlah kenderaan roda dua. Badan jalan juga perlu diperlebar agar semua kenderaan bisa lewat dan jalur-jalur untuk kenderaan roda dua dan untuk kenderaan roda empat juga harus dibuat dengan tujuan supaya tidak main masuk saja ke jalur yang ada.

Untuk petugas sendiri, menurut Anda bagaimana kinerja mereka?
Menurut saya belum maksimal. Karena masih ada kita jumpai di lapangan bahwa petugas itu ada yang main mata dengan para pengendara yang melanggar lalulintas tersebut. Jika itu dibiarkan, mental dan perilaku masyarakat yang melanggar lalulintas akan semakin menjadi. Penegakkan hukum itu harus ditegakkan supaya tidak ada orang yang melanggar lalulintas.

Jadi, apakah gaji mereka sudah sesuai dengan kinerja mereka?
Kalau soal gaji, tentunya gaji yang mereka terima masih kurang sesuai dengan tugas mereka. Karena, jika gaji atau upah mereka tinggi otomatis mereka akan melaksanakan tugasnya dengan baik dan tidak akan ada petugas yang main mata dengan pengendara yang melanggar lalulintas tersebut. Upah atau gaji yang tinggi dibarengi dengan bonus, maka petugas itu akan melaksanakan tugasnya dengan baik. Pemerintah harus memperhatikan itu dengan baik dan benar.(*)

Kamis, Ganti Rugi Dibayar

MEDAN- Pembebasan lahan Fly Over Jamin Ginting sampai saat ini belum rampung juga. Bahkan pembayaran ganti rugi molor dari rencana semula. Buktinya, jadwal pembayaran ganti rugi lahan seharusnya pada Februari 2011 lalu, namun baru akan dilaksanakan Kamis (14/2) mendatang.

Menurut Ketua Tim Pembebasan Lahan Fly Over Jamin Ginting Thomas Sinuhaji mengatakan, keterlambatan ini dikarenakan pencairan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) juga terlambat dicairkan.
“Memang rencananya Februari lalu sudah kita mulain pembayaran ganti rugi tahap III, tapi karena terkendala dana dari APBN yang belum cair maka membuat pembayaran ganti rugi lahan juga tertunda. Tapi sekarang sudah cair, Kamis pekan ini sudah kita mulai lagi pembayaran,” terang Thomas Sinuhaji saat ditemui Sumut Pos di Hotel Emerald Garden Jalan Putri Hijau Medan, Selasa (12/4).

Lebih lanjut Thomas menjelaskan, dalam pembayaran tahap III ini dana yang diterima tim pembebasan lahan sebesar Rp15 miliar. Sementara itu, warga atau kepala keluarga (KK) yang belum menerima ganti rugi lahan dari 130 warga yang terdata sebanyak 73 KK. Sedangkan yang telah menerima sebanyak 57 KK.

“Untuk tahap I dan II di 2010 lalu dana yang telah disalurkan sebesar Rp10 miliar, untuk 57 KK. Dengan dana ini, diharapkan bias terselesaikan pembayaran ganti rugi lahan tersebut,” terangnya.
Dikatakannya lagi, dengan kenyataan itu, menegaskan bahwa pada 2011 ini belum ada sama sekali pembayaran yang dilakukan oleh tim kepada warga.(ari)