Home Blog Page 15444

Tirtanadi Harus Berikan Dispensasi

Beberapa hari terakhir pelanggan Perusahaan Daerah Air Minumm (PDAM) Tirtanadi merasa kecewa dengan buruknya pelayanan BUMD tersebut. Suplai air bersih berhenti total sehingga sangat mengganggu aktivitas. Sebagai konsumen seharusnya pelanggan mendapat servis yang baik. Seperti yang disampaikan Direktur Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK), Farid Wajdi, kepada wartawan koran ini, Ari Sisworo, Minggu (8/5).

Bagaimana anda melihat persoalan ini?
Dalam aturan atau undang-undangnya, negara wajib menjamin hak warga untuk mendapatkan air bersih. Tepatnya, dalam Pasal 5 UU No 7 Tahun 2004 tentang Sumberdaya Air. Dalam pasal itu disebutkan, menyatakan bahwa negara menjamin hak setiap orang untuk mendapatkan air bagi kebutuhan pokok minimal sehari-hari guna memenuhi kehidupannya yang sehat, bersih dan produktif. Ketentuan ini dimaksudkan bahwa negara wajib menyelenggarakan berbagai upaya untuk menjamin ketersediaan air bagi setiap orang yang tinggal di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jaminan tersebut menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, termasuk di dalamnya menjamin akses setiap orang ke sumber air untuk mendapatkan air. Kewajiban negara untuk menjamin hak atas air ternyata dibatasi hanya terbatas pada kebutuhan pokok minimal sehari-hari akan air. Dan itu adalah hak masyarakat.

Apakah hak masyarakat itu juga ada aturannya tersendiri?
Ada, yakni hak masyarakat sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 16 Tahun 2005 yang dalam hal ini adalah pelanggan untuk memperoleh pelayanan air minum yang memenuhi syarat kualitas, kuantitas, dan kontinuitas sesuai dengan standar yang ditetapkan. Selanjutnya, mendapatkan informasi tentang struktur dan besaran tarif serta tagihan. Kemudian, mengajukan gugatan atas pelayanan yang merugikan dirinya ke pengadilan. Juga, mendapatkan ganti rugi yang layak sebagai akibat kelalaian pelayanan. Dan, memperoleh pelayanan pembuangan air limbah atau penyedotan lumpur tinja. Maka dari itu, diperlukan kecukupan air yang dikonsumsi oleh masyarakat khususnya pelanggan.

Kecukupan air itu apa?
Kecukupan air merupakan prasyarat pemenuhan hak atas air, dalam setiap keadaan apa pun harus sesuai dengan faktor-faktor yang ada.

Faktor-faktor apa itu?
Pertama adalah ketersediaan suplai air untuk setiap orang harus mencukupi dan berkelanjutan untuk kebutuhan individu dan rumah tangganya. Kedua, kualitas. Air untuk setiap orang atau rumah tangga harus aman, bebas dari micro-organisme, unsur kimia dan radiologi yang berbahaya yang mengancam kesehatan manusia. Ketiga adalah Mudah diakses. Air dan fasilitas air dan pelayanannya harus dapat diakses oleh setiap orang tanpa diskriminasi dengan syarat.

Syarat-syaratnya?
Ada empat syarat antara lain, mudah diakses secara fisik. Air dan fasilitas air dan pelayanannya harus dapat dijangkau secara fisik bagi seluruh golongan yang ada di dalam suatu populasi. Kemudian Terjangkau secara ekonomi. Air dan fasilitas air dan pelayanannya harus terjangkau untuk semuanya. Biaya yang timbul, baik secara langsung maupun tidak langsung dan biaya lain yang berhubungan dengan air harus terjangkau. Sekanjutnya, non-diskriminasi. Air dan fasilitas air dan pelayanannya harus dapat diakses oleh semua, termasuk kelompok rentan atau marjinal, dalam hukum maupun keadaan nyata lapangan tanpa diskriminasi. Terakhir, akses informasi. Akses atas air juga termasuk hak untuk mencari, menerima dan bagian dari informasi sehubungan dengan air.

Apa yang harus dilakukan PDAM Tirtanadi?

Dalam hal ada masalah pengelola air harus dapat memberikan informasi yang sesuai dengan fakta yang terjadi kepada masyarakat. Kunci terpenting adalah ada informasi yang benar, jelas dan jujur. Bahkan perlu diberikan dispensasi manakala warga dirugikan akibat gangguan distribusi air yang ada. (*)

Pengunjung Dipaksa Bubar

MEDAN-Petugas Polresta Medan melakukan razia di dua tempat hiburan malam, di Iguana Discotiq, Jalan Iskandar Muda dan Tobasa Club HDTI, Jalan Imam Bonjol, Minggu dini hari (8/5) sekira pukul 02.30 WIB. Tidak ada ditemukan narkoba, senjata tajam atau senjata api dari pengunjung. Namun pengunjung di Tobasa Club HDTI dibubarkan paksa oleh petugas karena sudah melebihi waktu yang ditentukan.

Personel Polresta Medan gabungan dari Sat Sabhara, Sat Samapta, Sat Rekrim dan Sat Intelkam itu menggelar razia pertama di Iguana Discotiq. Dari tempat ini petugas tidak menemukan adanya barang-barang terlarang. Selanjutnya petugas melanjutkan razia ke Tobasa Club HDTI di Jalan Imam Bonjol. Dari tempat hiburan Tobasa Club HDTI ini, petugas juga tidak menemukan barang-barang terlarang dari pengunjung.

Aksi petugas ini sempat membuat pengunjung dua tempat hiburan itu heboh. Namun mereka tak menghalangi saat petugas melakukan pemeriksaan. “Cari hiburan saja bang, karena Minggu kan libur. Eh, tidak tahunya ada razia. Saya hanya minum-minum saja bersama dengan tiga teman saya,” ujar seorang pengunjung yang memakai kemeja putih bermotif garis. Dia menolak menyebutkan identitasnya saat ditanya wartawan koran ini.
Kabag Ops Porlesta Medan, Kompol Yusphi N kepada wartawan di depan Tobasa Club HDTI mengatakan, operasi ini difokuskan pada tempat hiburan malam.

Diucapkannya, operasi di tempat hiburan malam dilakukan sehubungan dengan intruksi dari Kapolda Sumut dan mengantisipasi peredaran narkoba di tempat-tempat hiburan malam. “Operasi ini dilakukan di empat rayon dan operasi ini mulai dilakukan sejak 30 April 2011 dengan nama Operasi Pekat Toba I,” tukasnya. (jon)

Jaksa dan Wali Kota Harus Proaktif

Dugaan Korupsi di Disdik Medan

MEDAN-Mencuatnya sejumlah kasus dugaan korupsi di Dinas Pendidikan (Disdik) Medan mengundang perhatian sejumlah politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Mereka meminta supremasi hukum ditegakkan, Kejari Medan dan Kejatisu diminta tegas mengusut dugaan korupsi tersebut. Tak cuma itu, untuk memudahkan pengusutannya, mereka juga meminta Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, untuk segera menonaktifkan Hasan Basri dari jabatan Kadisdik Medan.

“Pendidikan agenda utama dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Untuk itu, dalam dugaan kasus ini, Kejari dan kejatisu harus mengambil langkah yang cepat dan tepat. Jangan ada terkesan pengendapan kasus, atau intervensi pihak-pihak tertentu. Ini demi citra perbaikan hukum, serta tujuan luhur memperbaiki kualitas pendidikan,” ujar Ketua Fraksi PKS DPRD Medan Salman Al Farisi, Minggu (8/5).

Lebih lanjut, pria yang juga anggota Komisi B DPRD Medan ini menyatakan, secara umum Fraksi PKS selama ini tidak melihat ada perubahan signifikan dari waktu ke waktu dalam dunia pendidikan di Kota Medan. Meskipun anggaran pendidikan selalu meningkat dari tahun ke tahun. “Semua pihak diharapkan untuk proaktif, guna menyikapi penyelewengan di dunia pendidikan ini. Kalau Kejatisu dan Kejari sudah menentukan terkait hal ini, sebaiknya secepatnya Wali Kota Medan menonaktifkan oknum yang bersangkutan. Hal ini dalam rangka memudahkan, untuk menyelesaikan kasus tetrsebut. Kalau tidak demikian, dikhawatirkan ada yang menganggap wali kota juga terlibat dalam penyelewengan tersebut. Dan anggapan yang itu tidak kita inginkan,” tegasnya.

Penasehat Fraksi PKS DPRD Medan, Muslim Maksum, juga memberikan dukungan yang sama. Menurutnya, Kejari Medan dan Kejatisu harus segera melakukan proses pemeriksaan. Apalagi, selama ini terkesan kasus tersebut mengendap. “Kalau itu benar adanya temuan penyimpangan, maka pihak Kejari dan Kejatisu harus memproses itu. Terkait adanya temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI menyangkut penyelewengan itu, belum sampai ke KPK. Maka dari itu, saat ini pihak Kejari dan Kejatisulah yang harus menangani masalah tersebut,” ungkapnya.

Di antara dugaan korupsi di Disdik Medan yang mencuat adalah pembangunan kelas internasional di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Medan senilai Rp1,4 miliar lebih Tahun Anggaran 2007-2008. Dugaan pemotongan dana Bantuan Operasional Sekolah (Bos) sebesar 10 persen dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Medan senilai Rp1,5 miliar Tahun Anggaran 2007/2008. Ada juga dugaan pengutipan dana sertifikasi guru sebesar Rp500 ribu per orang, pengutipan buku Paket SMA sebesar 10 persen pada SMA Negeri se-Kota Medan. Dan ada juga dugaan pengutipan uang kartu pelajar sebesar Rp500 ribu persiswa. Padahal, dana tersebut telah dianggarkan di APBD Kota Medan setiap tahunnya senilai Rp2 miliar. Termasuk pula pengangkatan kepala sekolah yang diduga sarat Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dan pengangkatan kepala sekolah yang tidak seusai Daftar Urutan Kepangkatan (DUK).

Belum lagi, dugaan kebocoran anggaran DAK mulai tahun 2007 hingga 2009 mencapai Rp8.761.900.000. Sejak tahun 2007 Kadisdik Medan diduga telah melakukan pemotongan anggaran DAK sebesar 30 persen yang mencapai Rp752.400.000. Sedangkan pada tahun 2008 diduga pemotongan mencapai Rp3.810.900.000, serta pada tahun 2009 diduga dilakukan pemotongan sebesar 20 persen dengan nilai Rp4.198.600.000.(ari)

15 Ribu Warga Ancam Tutup Polonia

Konflik Tanah Sari Rejo

MEDAN-Kesabaran puluhan ribu warga Kelurahan Sari Rejo, Medan Polonia, sudah habis. Jika upaya mereka untuk memperoleh legalitas soal tanah yang telah mereka diami selama puluhan tahun tetap dihambat oleh pihak-pihak tertentu, aksi ‘pamungkas’ pun bakal mereka lakukan. Bukan sekadar ancaman, tapi aksi itu bakal benar-benar dilakukan.

“Kami akan pertaruhkan hidup mati kami hingga tetes darah terakhir untuk mempertahankan tanah ini. Tidak ada lagi kompromi. Kami harus mendapatkan sertifikat. Karena secara de facto dan de jure kami adalah pemilik tanah ini. Kalau tidak ada jalan keluar dalam jangka waktu dekat ini, maka kami akan turunkan massa sebesar 15 ribu orang untuk menutup akses Bandara Polonia, jika perlu ke landasan pacunya. Kami akan unjuk rasa ke Polonia dan CBD (Central Bussines District),” ujar Pieter Naiborhu, Kordinator Lapangan Forum Masyarakat Sari Rejo (Korlap Formas) kepada wartawan koran ini, Minggu (8/5).

Penegasan itu disampaikan Pieter di depan Ketua Formas, Riwayat Pakpahan, dan tokoh masyarakat lainnya dalam acara peresmian Kuil Shri Sitthi Vinayagar di Jalan Mawar Gang Buntu. “Selama ini, dan dari dulu masyarakat Sari Rejo sudah rukun dan hidup harmonis dalam tatanan sosial, agama dan sejarah serta bidang lainnya. Dengan berdirinya kuil ini juga, telah menguatkan bukti bahwa ini (tanah, red) adalah aset stabilitas keamanan nasional. Dengan ini pula, menandakan Sari Rejo merupakan miniatur Kota Medan,” katanya.

Riwayat Pakpahan menambahkan, dengan berdirinya kuil tersebut seharusnya bisa membuat pemerintah, dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk tidak lagi berpikir terlalu jauh. Yang terpenting, masyarakat Sari Rejo bisa mendapatkan sertifikat tanah. “Ini bukti kemajemukan yang ada. Jadi, bukan hanya secara de facto dan de jure saja masyarakat Sari Rejo memiliki bukti. Tapi, dengan realita seperti ini sudah menunjukkan bahwa benar adanya masyarakat Sari Rejo adalah benar orang-orang yang berhak atas tanah ini,” tandasnya.

Sementara itu, Kuil seluas lebih kurang sekitar 1.600 meter persegi tersebut diresmikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Dirjen Bimas) Kementerian Agama RI, Prof Dr IBG Yuda Triguna MS. (ari)

Horas Medan, Salam Damai untuk Indonesia

Melihat Konser GIGI di Lapangan Benteng

Penampilan grup band papan atas Indonesia, GIGI, menghanyutkan ribuan anak muda Kota Medan, Sabtu (7/5), di Lapangan Benteng. Apalagi saat Armand Maulana sang vokalis menyapa ‘Horas Medan’. Selanjutnya?

Bagus Syahputra, Medan

Hentakan dan lantunan tem bang-tembang gigi memang menghipnotis. Wajar saja, sudah lama grup band satu ini tak pernah menggeber pencintanya di Medan.

Tak heran bila akhir pekan kemarin Lapangan Benteng penuh sesak pengunjung.
Konser diawali dengan nyala kembang api di suluruh sisi stage. Di tengah keriuhan pengunjung, performance Gigi yang bertajuk Experience akhirnya dibuka dengan hits bertajuk Jomblo.

Armand selalu menyapa pengunjung dengan ‘Horas Medan’ dalam beberapa kali jedah. Salam khas Medan ini disambut fans ‘GIGI Kita’ dengan tepukkan tangan dan nyanyi bersama.

Sepanjang konser ada 12 lagu yang membuat rindu akan GIGI terobati. Dibuka dengan Jomblo, Basa-basi, Amnesia, Perdamaian, My Facebook, Setia Bersama, Janji-Nirwana, Sang Pemimpi, Nakal, 11 Januari, Ya..ya..ya..dan diakhiri Bye bye. “Senang banget, ada Armand, Dewa Budjana, Thomas, dan Hendi,” ujar seorang pengunjung sambil berjingkrak.

Dalam beberapa kali jedah, Armand menyisipkan kampanye Indonsia Damai, juga pesan damai untuk dunia. Armand menilai di Indonesia banyak teror bom dari orang tidak bertanggung jawab dengan mengataskannamakan agama. “Untuk Indonesia kita doakan selalu aman, tidak dibenarkan meneror orang dengan bom dengan mengatasnamakan agama,” teriaknya.

Armand mengatakan, saat ini usia GIGI telah 17 tahun pada 22 Maret lalu. Dia berharap GIGI bisa panjang umur dan bertahan dengan personel yang ada sekarang ini dan tetap eksis mengisi warna-warni musik Indonesia. “Tanggal 26 Mei nanti kita akan menggelar konser Akbar ulang tahun Gigi di Istora Senayan Jakarta,” katanya.

Meski berlangsung meriah, namun konser tersebut sempat tercoreng. Sejumlah pengunjung terlibat keributan karena saling dorong. Polisi pun terpaksa turun ke tengah lapangan untuk mengamankan perusuh. Pengunjung yang terlibat kekisruhan langsung diamankan dan dibawa ke back stage dan dikeluarkan dari areal konser.

Melihat itu, Armand sempat turun tangan menenangkan fansnya. “Di sini kita mau menikmati lagu GIGI, bukan mencari kerusuhan. Siapa yang membuat rusuh sama kita, kita bilang kampungan,” ujar Armand. Imbauan itu agaknya didengar, pasalnya setelah itu kerusuhan tak berulang.
Di akhir performance, GIGI menutup dengan single barunya berjudul Bye-bye diiringi nyala kembang api.(*)

1.500 Peserta Ikuti Pentas Seni

MEDAN- Sedikitnya 1.500 peserta yang terdiri dari pelajar TK hingga mahasiswa meriahkan gebyar pentas seni di MTS Al Ittihadiyah Jalan Karya Jaya Gang Karya VIII Pangkalan Mashur.

Tingginya jumlah peserta dalam memeriahkan acara tahunan yang rutin dilaksanakan Al Ittihadiyah tersebut memperlihatkan akan tingginya animo peserta yang hadir dalam mensukseskan acara.
Hal ini disampaikan Kepala Sekolah MTS Al Itihadiyah, Pamonoran Siregar saat ditemui di ruang kerjanya Minggu sore (8/5).

Adapun tujuan kegiatan itu sendiri lanjut Pamonoran tak lain sebagai bentuk motivasi terhadap siswa didik baik dari tingkat taman kanak-kanak hingga mahasiswa agar dapat berkarya secara positif.

“Setidaknya dengan acara seperti ini pengaruh lingkungan yang lebih cenderung mengarah ke tindakan negatif bisa dinetralisir dengan kegiatan-kegiatan positif yang membangun,” sebutnya.

Masih menurut Pamonoran, selain untuk memotivasi siswa didik, acara gebyar pentas seni  yang memperlombakan berbagai kegiatan seperti pembacaan ayat pendek, busana muslim dan peragaan busana daerah itu sekaligus memasyarakatkan kegiatan-kegiatan yang semakin pudar dimakan waktu.

Dalam kesempatan yang sama, ketua panitia kegiatan, Hamdan Yazid menerangkan, keseluruhan peserta yang mengikuti perlombaan dibagi ke dalam sebelas kategori perlombaan.

Yang mana dalam tiap katagorinya membedakan jenis usia dan tingkatan yang dilombakan. “Setiap katagori lomba kita bedakan dengan usia umur agar para peserta nantinya bisa bersaing secara sehat,” sebut Yazid.(uma)
Acara yang berlangsung selama empat hari, tepatnya Kamis (5/5)  tersebut berakhir Minggu (8/5) sore dengan mengumumkan para pemenang sekaligus penyerahan hadiah kepada para pemenang.(uma)

Polisi Kesulitan Kejar Pembunuh A Hok

BELAWAN-Hingga kemarin, Minggu (8/5), pengungkapan kasus pembunuhan A Hok (30), warga Karya Dame, Kecamatan Medan Barat, terus dilakukan Polres Pelabuhan Belawan. Namun belum ada satu orang pun yang bisa dijadikan tersangka. Padahal sejak Jumat lalu sudah ada delapan orang yang menjalani pemeriksaan.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Hamam mengaku, pihaknya masih kesulitan mengejar pelaku.
“Kami masih terus upayakan untuk mengungkap pelaku dan saksi mata akan ditambah untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sebelumnya pihaknya telah memeriksa tujuh orang saksi terkait kejadian tersebut. “Sampai saat ini saksi yang kami periksa sudah 8 orang. Sebelumnya tujuh orang saksi diperiksa dan satu lagi tambahan saksi, kami periksa kemarin. Kami belum bisa memastikan motifnya, apakah dendam karena sakit hati ataupun perampokan. Dari sejumlah saksi yang kami periksa, tidak ada yang mengarahkan ke dendam, karena menurut keterangan saksi, korban merupakan orang yang baik dan ramah kepada orang. Namun, apabila ada suatu masalah korban tidak pernah cerita,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku. Upaya pengejaran pelaku, pihaknya menelusuri tempat dimana bekerja dan teman-temannya. “Saya yakin pelakunya masih berada di Medan karena dia tahu betul daerah Medan ini,” tambahnya. Sampai kemarin Polres Pelabuhan Belawan belum bersedia menyebutkan identitas saksi yang telah diperiksa.

“Masih kami rahasiakan nama-nama saksinya, karena pelakunya belum tertangkap, kalau ada perkembangan sekecil apapun akan saya beritahukan,” tandasnya. (mag-11)

Mayat Mr X Hebohkan Labuhan

LABUHAN-Warga Dusun VI Desa Pematang Johar, Labuhan Deli, dihebohkan oleh penemuan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki yang tidak dikenal (Mr X, Red).

Mayat tersebut ditemukan oleh seorang pemulung dalam keadaan tersangkut di batu dengan kondisi telungkup dan badan sudah menggelembung di aliran sungai parit busuk di kawasan tersebut, Minggu (8/5).
Mayat Mr X tersebut diperkirakan sudah enam hari tewas. Pasalnya, kondisi mayat sudah membusuk dan sulit dikenali. Saat ditemukan, mayat tersebut mengenakan kaos warna kuning dengan celana jeans warna coklat. Sekilas, tidak ada bekas penganiayaan di tubuh korban.

Menurut keterangan di tempat kejadian perkara (TKP), seorang pemulung yang sedang mencari sampah dan cacing di sekitar parit busuk tersebut menemukan mayat itu sekitar pukul 08.00 WIB. Pemulung tersebut kemudian memberitahukan kepada warga. Dalam hitungan menit, tempat itupun menjadi ramai.

“Kemarin parit ini banjir, mayat tersebut diperkirakan berasal dari Medan karenakan aliran parit tersebut berasal dari parit busuk di kawasan Cemara Asri,” ujar seorang warga, Adi (23).

Tidak seorang pun warga mengenali mayat tersebut. Sekitar pukul 11.00 WIB mobil patroli Polsek Medan Labuhan terlihat datang ke lokasi dan menunggu jasad itu diangkat ke ambulan. Sementara itu, Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Sugeng Riyadi, tidak bisa dihubungi dan Kanit Reskrim AKP, M Oktavianus, tidak mengangkat ponselnya. (mag-11)

Kurikulum tak Sesuai Penamaan

Dalam beberapa tahun terakhir, dunia pendidikan di tanah air akrab dengan istilah ‘KTSP’. Akronim ini aslinya merupakan singkatan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Namun di lapangan kadang-kadang justru diplesetkan.

Satu di antaranya yakni seperti tertera pada judul tulisan. (Biasalah, orang Indonesia adalah jagonya kalau soal pleset-memlesetkan).

Tak jelas siapa pencetus plesetan di atas. Tapi setidaknya hal tersebut memang menarik untuk kembali dilirik. Masih pantas menjadi sesuatu yang perlu dibahas.

Jika dipikir-pikir, sesuai namanya, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan semestinya menyerupai sistem kredit semester (SKS) di perguruan tinggi. Artinya, para peserta didik pada tiap satuan pendidikan (SMP & SMA) seharusnya tidak lagi dikelompokkan berdasarkan tingkatan-tingkatan kelas, semisal: kelas VII, VIII, IX dan seterusnya.
Otomatis, tak ada pula kategori naik atau tinggal kelas yang biasanya dicantumkan untuk menutup tahun pelajaran (tahun akademik bagi mahasiswa). Sebagai gantinya ialah meraih predikat ‘lulus’ atau ‘tidak lulus’ per mata pelajaran, semester demi semester.

Sekadar ilustrasi, kira-kira begini. Misalkan pada semester pertama seorang siswa mengikuti mata pelajaran Matematika I, Bahasa Inggris I, IPA I dan sebagainya. Dari sejumlah mata pelajaran itu barangkali ia akan lulus semua.

Tetapi tidak tertutup kemungkinan ada pula beberapa mata pelajaran yang tidak lulus. Demikian juga untuk semester-semester berikutnya.

Nah, jika setelah tiga tahun (6 semester) ternyata masih ada mata pelajaran yang belum lulus maka siswa tadi harus mengulang atau mengikuti kembali mata pelajaran-mata pelajaran yang dimaksud sampai ia dinyatakan lulus seluruhnya. Dengan kata lain, seharusnya dalam KTSP tidak mengenal adanya Ulangan Umum (apalagi Ujian Nasional), kecuali untuk keperluan ‘pemetaan mutu’ semata.

Karena KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) telah dipatok sejak awal dengan berbagai perhitungan dan pertimbangan.
Jadi, siswa-siswa yang masuk SMP atau SMA pada tahun yang sama belum tentu tamat pada tahun atau bahkan semester yangsama pula. Tetapi tergantung kepada prestasi yang mereka peroleh.

Namun tentu saja hal semacam itu sangat sulit dijalankan. Kita masih memerlukan sejumlah tahapan untuk mengarah ke sana. Sementara kurikulum yang dulu acapkali bergonta-ganti wajah dan penampilan sudah cukup merepotkan dan memberatkan banyak kalangan, terutama para guru selaku ujung tombak dunia pendidikan.
Umumnya para praktisi pendidikan kita (terutama bapak dan ibu guru) masih salah dalam mengartikan kurikulum yang diluncurkan sejak tahun 2006 lalu itu.

Sebagian besar terkesan kurang mampu memahaminya secara utuh, terlebih untuk menyusun dan mengimplementasikannya dalam proses belajar-mengajar yang dilakukan.

Singkat kata, belum dapat beradaptasi dengan format asli KTSP tadi. Padahal KTSP diberlakukan adalah dalam rangka melimpahkan wewenang yang cukup besar bagi setiap satuan pendidikan (sekolah) dan para guru untuk menentukan tingkat keberhasilan siswa-siswi mereka.

Artinya, jika sebelumnya aktivitas para guru hanyalah sebatas melaksanakan apa yang telah ditetapkan oleh pemerintah (depdiknas) maka sekarang fungsi dan peran para pendidik itu meluas menjadi penyusun dan   pengembang kurikulum, sekaligus sebagai pelaksananya.

Dengan demikian berarti Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan sejatinya merupakan penerapan otonomi sekolah. Jadi, setiap satuan pendidikan (sekolah) sesungguhnya berhak dan bahkan dituntut untuk membuat dan memiliki kurikulum sendiri (khusus) sesuai situasi dan kondisi di lokasi masing-masing. Sedangkan pemerintah hanyalah berperan memberikan acuan, yakni berupa ‘Standar Isi’ yang terdiri dari beberapa ‘Standar Kompetensi’ dan ‘Kompetensi Dasar’saja. Selebihnya adalah terserah kepada pihak sekolah untuk menyusun, mengembangkan dan melaksanakannya di lapangan.

Akan tetapi apa yang terjadi selama ini? Benarkah bapak dan ibu guru bisa berkreasi, berinovasi dan berimprovisasi? Jauh panggang dari api. Malah semakin banyak  intervensi yang datang dari sana-sini. Biasanya berasal dari oknum-oknum yang menjadikan bisnis sebagai orientasi. Akibatnya, kebanyakan guru justru terpaku (dipaksa mengacu) kepada LKS dan buku-buku yang sebetulnya tergolong tak bermutu.

Sangat boleh jadi merupakan hasil kerja yang dicetak/diterbitkan dengan sistem ‘kejar tayang’ alias terburu-buru.
Apabila hal itu masih terus berlangsung maka sesungguhnya para guru malah semakin bingung. KTSP takkan  dapat dijalankan sebagaimana mestinya. Nyaris serupa saja dengan kurikulum-kurikulum sebelumnya. Hanya sekadar bertukar nama. Hegemoni pemerintah (terutama dinas-dinas pendidikan di daerah) tetap mendominasi wajah dunia pendidikan kita. Maka tak perlu heran kalau sebenarnya KTSP hingga saat ini belum dapat menyumbangkan nilai tambah apa-apa kepada para lulusan SMP maupun SMA, disebabkan tidak ada relevansinya terhadap lingkungan sekitar mereka.

Oleh karena itu, tiada cara lain kecuali kembali ke konsep asli. Memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada setiap sekolah (terutama para guru) untuk aktif berkreasi dan berinovasi merancang kurikulum dan perangkat-perangkat pembelajaran yang diperlukan.

Singkirkan intevensi, enyahkan campurtangan. Dari siapapun, dari pihak manapun. Kecuali sebatas memberi acuan sebagaimana telah disebutkan. Dengan begini barulah
KTSP benar-benar menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bukan Kurikulum yang Tak Sesuai Penamaan.(*)

Oleh : Drs Halim Mansyur Siregar
Guru SMPN-2 Pegajahan Serdang Bedagai

Amuk Ronaldo

MADRID-Tim peringkat kedua klasemen sementara La Liga Real Madrid mengamuk saat bertandang ke markas Sevilla. Empat gol Cristiano Ronaldo dan masing-masing satu gol Sergio Ramos dan Kaka membawa Los Blancos menggasak Sevilla 6-2.

Bertandang ke Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Minggu (8/5) dinihari WIB, Madrid membuka skor pada menit 21 lewat gol Ramos yang dengan sundulannya menjebol gawang Sevilla.
Di menit 31, Madrid menggandakan skor jadi 2-0 lewat tendangan Ronaldo dari dalam kotak penalti meneruskan umpan sundulan Karim Benzema.

Tiga menit menjelang turun minum, Madrid mencetak gol ketiga atas nama Kaka. Pemain asal Brasil itu merobek jala Sevilla dengan tendangan kaki kanan tepat dari luar kotak penalti.

Sevilla sempat memberi sinyal bisa melawan ketika mereka memperkecil ketertinggalan jadi 1-3 di menit 61. Alvaro Negredo menyarangkan bola ke gawang Madrid dengan sepakan keras kaki kiri.

Tapi selang empat menit kemudian, Madrid menjauh lagi jadi 4-1 lewat aksi  Ronaldo.
Pada menit 70, Ronaldo membukukan hat-trick guna membawa Madrid memimpin 5-1.
Madrid mencetak gol keenam pada menit 75, kembali lewat Ronaldo. Benzema lolos di kotak penalti Sevilla dan dari dekat garis gawang ia mengirim umpan tarik kepada Ronaldo yang dengan satu sepakan ringan menceploskan bola ke jala Sevilla.

Sevilla mendapat gol hiburan kedua kembali berkat upaya Negredo di menit 84. Kali ini, Negredo menaklukkan kiper Iker Casillas dengan tandukan terukur menyambut tendangan sudut. Hingga pertandingan berakhir, skor 6-2 buat Madrid bertahan.

Bagi Ronaldo, keberhasilannya mencetak empat gol tidak lepas dari peran rekan setimnya.
“Untuk bisa mencetak empat gol bukan perkara mudah. Dan saya harus memberikan kredit khusus buat rekan setim yang terus membantu saya,” ujar Ronaldo selepas laga sebagaimana dikutip Goal, Minggu (8/5).
Kesuksesan ini pun sukses mengantarnya mengungguli Lionel Messi dalam perburuan trofi El Pichichi (top skor La Liga) musim ini.

Dengan koleksi 33 gol, Ronaldo unggul dua gol atas bocah ajaib Barcelona yang baru mengoleksi 31 gol. Namun, Ronaldo membantah anggapan yang menyebutnya mengincar trofi El Phichi karena tidak ingin menunjukkan diri masih lebih hebat dari Messi. “Saya tidak ingin memikirkan menyabet gelar top skor,” sambungnya.
Dengan kemenangan ini, Madrid pun berhasil berhasil mengikis selisih poin dengan Barcelona menjadi lima angka. Secara matematis, dengan tiga laga tersisa di musim ini, peluang Madrid untuk bisa menyalip Barca  masih tetap terbuka. (bbs/jpnn)