Home Blog Page 15469

Tak Punya KTP, Ibu dan Bayi Tertahan di RS

MEDAN- Gara-gara tak punya KTP dan KK, Tiamsi Manalu (41), warga Jalan Perbatasan Krakatau Medan tertahan selama 10 hari di RSU Imelda, Jalan Bilal Ujung Medan. Tiamsi Manalu baru saja melahirkan anak keempatnya melalui operasi caecar di rumah sakit tersebut pada Minggu (24/4) lalu.

Rencananya, Tiamsi dirawat sebagai pasien Jampersal (Jaminan Persalinan). Namun, karena dia tidak memiliki KTP dan KK yang menjadi syarat utama dalam program dari Menkes RI itu, akhirnya dia dianggap sebagai pasien umum. Namun, dia tak sanggup untuk membayar biaya persalinan tersebut, karena tak memiliki uang.

Kepada wartawan koran ini, Tiamsi mengungkapkan, sebelumnya dia berserta keluarga tinggal di Sibolga kemudian merantau ke Medan. Kini Tiamsi bersama suami dan anaknya tinggal di sebuah rumah kontrakkan seharga Rp1,5 juta per tahun. Mereka sudah 4 tahun mengontrak di rumah tersebut. Namun yang mengherankan, selama 4 tahun ini mereka tidak pernah melaporkan keberadaan mereka kepada kepala lingkungan setempat untuk pendataan penduduk. Begitu juga kepala lingkungan setempat juga tidak melakukan pendataan atas warganya tersebut. Itu pula yang membuat mereka tidak memiliki KTP dan KK selama tinggal di Medan.

“Saya ini orang kurang mampu. Suami saya hanya bekerja sebagai penarik becak barang di pasar dan saya penjual bumbu masakkan di pasar. Penghasilan kami hanya cukup untuk makan sehari-hari,” kata Tiamsi saat ditemui di Lantai IV Ruang Persalinan RSU Imelda, Rabu, (4/5).

Menurutnya, saat dia hamil, mereka sudah mempersiapkan uang sebesar Rp500 ribu untuk biaya persalinan di klinik. Namun takdir berkata lain, Tiamsi tak bisa melahirkan secara normal, melainkan harus melalui operasi ceacar.
“Rencananya, saya ingin melahirkan di Klinik Nirmala, namun karena fasilitasnya tidak memadai, akhirnya dirujuk ke RSU Imelda ini,” kata Tiamsi yang melahirkan bayi dengan berat 3,2 kg ini.

Saat ditanyai mengenai Program Jampersal, Tiamsi mengaku mengetahuinya dari pihak Rumah Sakit Umum Imelda. “Saya mengetahui Jampersal itu dari RSU Imelda. Namun karena saya dan suami tidak ada KTP dan KK Medan, kami tak bisa menggunakan program tersebut,” katanya.

Kenapa tidak diurus KTP dan KK-nya? Ditanya begitu, Tiamsi lagi-lagi mengaku tak punya uang. “Untuk mengurus KTP dan KK itu kan memerlukan biaya, kami tak punya uang makanya sampai saat ini kami belum mengurusnya. Jangankan untuk mengurus KTP dan KK, untuk makan sehari-hari saja sulit Bang,” katanya.

Saat dikonfirmasi, manajemen RSU Imelda melalui Humas Walman Ritonga membantah penahanan pasien tersebut. “RSU Imelda sudah melaksanakan Jampersal. syaratnya itu sangat mudah, cuma menunjukkan KTP dan KK saja, tetapi pasien tersebut tidak memilikinya. Sementara suaminya meminta waktu untuk proses pembuatan resi KTP guna melengkapi syarat Jampersal. Sehingga istrinya, untuk sementara tetap di rumah sakit. Saya juga mengetahui dari pasien. Suami Tiamsi sudah tiga hari ini tidak pernah kembali menjengguknya ke rumah sakit,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Camat Medan Perjuang Budi Hariono saat dikonfirmasi menyarankan suami pasien segera melaporkan hal ini mengenai mereka tidak memilki KTP dan KK kepada kepala lingkungan setempat dan selanjutnya akan diproses di kelurahan. “Secepatnya suami pasien melaporkan hal ini kepada kepala lingkungan setempat biar diproses sehingga pasien bisa dikeluarkan dari rumah sakit” ujar Budi Hariono. (mag-7)

Motor Bertenaga Monster

Aprilia Tuono V4 R

Produsen motor asal Italia, Aprilia, baru saja merilis video resmi dari produk terbarunya Tuono V4 R yang sangat powerful dengan mesin berkekuatan 167,3 hp yang dipadu dengan kerangka yang sempurna.
“Dengan kecepatan supernya, motor ini diciptakan untuk pengendara yang sangat dinamis. Aprilia telah menciptakan sepedamotor dengan semangat yang gigih. Dan RSV4 ini mengandung elemen percepatan dan pengereman yang tak terbayangkan, handal di tikungan maupun di trek lurus,” ujar Aprilia.

Sepeda motor bertenaga besar, tidak ada artinya tanpa sistem pengeraman yang mumpuni. Untuk itu Aprilia V4 Rdilengkapi dengan sistem pengeraman buatan Brembo dengan kaliper radial dan cakram berukuran 320mm di depan dan 220mm di bagian belakang. Agar lebih ringan dan meningkatkan kestabilan saat melaju kencang, Aprilia menggunakan roda aluminium dengandesain 3 spoke. Pelek ini diklaim lebih ringan 2kg dibanding versi 5 spoke.
Agar nyaman, digunakanlah suspensi fully- adjustable Sachs berukuran 43mm untuk bagian depan dan Sachs shock absorber dengan piggy back nitrogen canisterpada bagian belakang. Dengan suspensi ini, redaman suspensi, ketinggian, hingga tingkat kekerasan dapat diatur sesuai kebutuhan pengemudi.

”V4R yang baru ini juga secara langsung dapat dikenali dengan lampu triplepada fairing atas, sebagaimana ciri khas dari sepeda motor ini. Seperti pendahulunya yang menggunakan silinderkembar, motor ini pun memiliki tubuh dan jiwa yang sama dengan WSBK homologated,” imbuh Aprilia. Untuk harga Aprilia belum mau mengungkapnya. (net/jpnn)

Tindak Pencuri Listrik

085275731xxx

Tolong dong Pak Wali Kota banyak di daerah Jermal III Gang Bangun Sari II dan III banyak pencurian listrik di rumah penduduk, ada juga rumah nggak ada meterannya tapi di rumahnya lampu semua hidup padahal petugas PLN sudah sering meninjau ke sana. Tapi petugas PLN cukup diberi uang tutup mulut Rp20.000 saja langsung aman, tanpa ada masalah. Kok bisa begitu jadi petugas ya nggak takut Pak nanti terjadi kebakaran yang diakibatkan pencurian listrik, kasihan rumah penduduk yang pakai meteran bisa terkena akibatnya nanti. Sumut Pos jaya terus. Terimakasih.

Laporkan ke 123

Silahkan Anda menyampaikan informasi dugaan adanya pencurian listrik kepada Area Pelayanan PLN terdekat atau ke 123. Kerahasiaan Anda akan dijamin.

Raidir Sigalingging
Deputi Manager Komunikasi PLN wilayah Sumut

Mahasiswa Harus Peduli Kondisi Bangsa

Anggota DPD RI, DR H Rahmat Shah, mengingatkan para  generasi muda, khususnya mahasiswa untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.

Tugas mahasiswa sekarang bukan hanya sekadar menyelesaikan kurikulum yang menjadi beban akademis saja, namun dituntut untuk membekali diri dengan mental dan perilaku, cara berfikir dan cara hidup yang baik serta selalu peduli  kondisi bangsa agar pada saatnya nanti benar-benar siap untuk mengambil alih tampuk kepemimpinan masa depan.

Demikian disampaikan Rahmat Shah pada saat memberikan ceramah umum di depan mahasiswa Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Tunas Bangsa Pematang Siantar yang mengadakan lawatan ke Museum Rahmat Gallery, di bilangan S Parman, Medan, Sabtu (23/04). Kesempatan pertemuan ini sendiri merupakan bagian dari rangkaian kegiatan reses Rahmat sebagai anggota DPD RI.

Kegiatan pertemuan ini sendiri diawali dengan kesempatan mahasiswa untuk berkeliling di komplek museum untuk mengamati dan mempelajari objek-objek yang ada di dalamnya.  Dari penjelasan yang diberikan, mereka mendapat informasi bahwa Rahmat International Wildlife Museum & Gallery  merupakan satu-satunya museum  yang ada di asia dengan koleksi lebih kurang 1000 species dari berbagai negara, mulai yang terkecil hingga yang terbesar sesuai dengan habitatnya.

Masih menurut Rahmat, Indonesia saat ini  diliputi berbagai masalah, karena sebagian oknum pemimpinnya bermental dan bermoral rendah, yang hanya memikirkan dirinya, keluarganya dan kelompoknya saja. Sehinga selalu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. “Hampir tidak ada beda antara pejabat dan penjahat,” ujar Rahmat.

Dalam kesempatan tersebut, Rahmat juga menjelaskan bahwa museum yang didirikannya didedikasikan untuk mengenalkan kepada masyarakat dari berbagai kalangan tentang keanekaragaman satwa liar yang ada di dunia agar mereka terpanggil untuk lebih menyayangi dan menjaga kelestarian lingkungan hidup dan satwa liar sebagai anugerah yang tidak ternilai dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Rahmat juga mengulas tentang keberadaan Monumen Nasional Keadilan yang berada di selasar museum. Monumen itu sendiri beberapa waktu lalu diresmikan oleh Ketua DPD RI, Irman Gusman, SE, MBA dan Ketua MK RI, Prof Dr Moh Mahfud MD pada bulan Maret 2011 lalu.

Menurut Rahmat, dirinya sebagai pribadi dan sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah utusan Sumatera Utara sangat peduli dengan upaya-upaya menentang kezaliman yang terjadi dalam aspek kehidupan berbangsa dan bernegara khususnya di bidang hukum, termasuk di dalamnya kasus-kasus yang banyak memakan korban seperti kasus pertanahan. Karenanya dengan mempelajari, menghayati dan memaknai Monumen Nasional Keadilan, diharapkan akan tumbuh pula rasa empati dan rasa perjuangan untuk membela keadilan menentang kezaliman yang terjadi di antara sesama.

Dalam pertemuan dengan para mahasiswa tersebut Rahmat juga menjelaskan tentang peran dan fungsi DPD RI beserta program-program yang telah dicapai serta upaya untuk mensosialisasikan gagasan amandemen kelima UUD NRI 1945. (*/ila)

Lampu Teplok Jatuh, Gudang Besi Hangus

MEDAN- Gudang besi bekas di Jalan KL Yos Sudarso Km 7,5 Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Medan Labuhan hangus  dilalap sijago merah, Selasa (3/5) sekira pukul 23.45 WIB. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu tapi  kerugian ditaksir  puluhan juta rupiah.

Keterangan yang himpun, sebelum terjadi kebakaran  penjaga gudang menyalakan lampu teplok .  Seorang saksi mata yang mengaku melihat kejadian , Iwan (20) menyebutkan, api diduga berasal sebuah lampu teplok yang jatuh dan menyambar bahan yang muda terbakar di tempat itu. Di kawasan padat rumah penduduk.
“Lampu teplok jatuh dan api langsung membesar, kejadiannya sangat cepat, tiba-tiba api langsung membesar, dan menghanguskan gudang besi  itu,” ujarnya.

Menurutnya,setelah  api membesar dirinya langsung menghubungi kepala lingkungan (Kepling), kemudian Kepling menghubungi petugas pemadam kebakaran.  Sekitar 15 menit saat api membesar, enam  mobil pemadam kebakaran datang untuk memadamkan api . Setelah satu jam, api berhasil dipadamkan di gudang milik  Ationg (52), warga Jalan Mahkamah, Medan.

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, AKP Oktavianus mengatakan polisi  masih melakukan penyelidikan.
“Kami masih melakukan penyelidikan, kami akan memeriksa pemilik dan penjaga gudang tersebut, kami juga sudah memasang garis polisi,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia menyampaikan, polisi akan memeriksa sejumlah saksi mata yang melihat kejadian ini, kemudian mengumpulkan bukti-bukti yang ada di tempat kejadian. (mag-11)

Ford Akan Luncurkan 8 Produk Terbaru

MEDAN-Di tahun 2011- 2012 ini, Ford Motor Indonesia (FMI) merencanakan pengenalan delapan kendaraan Global One Ford terbaru selama lima tahun kedepan di Asean termasuk di Indonesia.

Ford, produsen pabrikan Amerika ini akan memperkenalkan delapan produk terbaru tersebut dengan menampillkan ll-New Ford Ranger untuk pertama kali di Asean, tepatnya di Bangkok Show. Dan selanjutnya diikuti dengan All-New Ford Focus di 2012.

President Director FMI, Will Angove mengatakan, mereka berhasil melakukan penjualanan terbaik selama kuartal pertama, yang mencapai angka 253 unit untuk Ford Medan Gatot Subroto. “Dan salah satu penyumbang angka tetinggi untuk penjualanan yaitu Ford Fiesta yang mencapai 108 unit,” ujarnya.

Dikatakannya, sejak peluncuran perdananya pada November 2010 yang lalu hingga Maret 2011, Ford Medan sebagai tuan rumah ke pemilikan Ford Fiesta yang ke-2500.

Secara Nasional Ford Motor Indonesia (FMI) melaporkan kinerja terbaik dalam tiga bulan pertama di 2011, dengan angka penjualanan meningkat 184 persen hingga 3,317 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“All-New Fiesta merupakan mobil mungil yang diminati oleh masyarakat saat ini karena itu kami berhasil memenangkan hati konsumen dengan desain, kemanan, kualitas, efisiensi bahan bakar dan teknologi pintar yang terdepan dikelasnya,” tambahnya.

Selain itu, dengan pelayanan pelanggan kelas dunia, Ford Fiesta mampu menyedot perhatian konsumen muda dan trendi Indonesia. Karena itu penjualan Ford Fiesta yang ke 2500 menjadikan perayaan tersendiri bagi Ford Medan.
Sementara itu, Andee Yoestong, dealer principal Ford Medan mengatakan, Ford Medan juga akan meperluas jaringan dealer resmi dengan membuka leadership baru di jalan Sisingamangaraja Medan. (mag-9)

Polisi Siap Lindungi Wartawan demi Kepentingan Masyarakat

18 Pelaku Penyerangan Kantor Harian Orbit Ditahan

Polisi mengimbau wartawan di Kota Medan tetap bekerja sesuai profesi selaku kontrol sosial di masyarakat meskipun terjadi penyerangan kantor Surat Kabar Harian Orbit di Jalan T Amir Hamzah No 46, Selasa (3/5) malam.

Demikian disampaikan Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, Rabu (4/5). Menurutnya, jajaran kepolisian Sumut siap memberikan perlindungan bagi seluruh wartawan. Jika wartawan mendapatkan intimidasi dan kekerasan dari orang-orang yang tidak senang dengan pemberitaan media.

“Teman-teman wartawan baik cetak maupun elektronik, jangan pernah takut suarakanlah suara hatimu dan suarakanlah kepentingan orang banyak,” katanya seusai mengadakan silaturahmi dengan sejumlah kelompok buruh di restoran Jimbaran Jalan Patimura Medan.

Terkait adanya temuan yang tidak benar, Wisjnu menyampaikan apabila ada temuan yang tidak benar, karena peran wartawan menyuarakan kepentingan orang banyak. “Kami dari Polda Sumut siap di belakang wartawan apabila ketika menyuarakan ini ada orang-orang yang ingin menyerang wartawan,” imbuhnya.

Dia menegaskan, pihaknya tetap memberikan perlindungan terhadap wartawan, seperti perbuatan penganiayaan terhadap wartawan di Binjai. Kemarin sudah kita tangkap termasuk orang yang memukul wartawan di Binjai, sudah 24 orang yang ditangkap.

Ketika disinggung mengenai penyerangan sekelompok orang tak di kenal ke kantor redaksi Surat Kabar Harian Orbit, Wisjnu menuturkan aparat kepolisian sudah menangkap 24 orang yang diduga sebagai pelaku penyerangan.
“Seluruhnya masih diperiksa di Polresta Medan dan belum dapat dipastikan apakah penyerangan tersebut melibatkan organisasi atau lainnya,” cetusnya.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut, AKBP Raden Heru Prakoso menambahkan, dari jumlah 24 orang tersebut, polisi fokus pada 18 orang. Empat diantaranya karyawan media tersebut, yang juga menjadi korban.
“Dimintai keterangan sebanyak 18 orang saksi. Termasuk saksi korban, karyawan rekan-rekan pers empat 4 orang. Yang lainnya, dari 18 saksi itu, karyawan dari PT WDM,” ungkap  Heru Prakoso di ruang kerjanya.

Heru menambahkan, pemeriksaan terhadap saksi PT Wahana Dewata Mandiri (WDM) dapat ditingkatkan menjadi tersangka. Hal tersebut akan terlihat dari hasil pemeriksaan terhadap 14 saksi lainnya. Ketika ditanya, motif penyerangan atas ketidaksenangan PT WDP atas pemberitaan di Harian Orbit soal judi, mantan Wakil Direktur Lalu Lintas (Wadirlantas) Polda Sumut itu belum dapat memastikannya.

Diduga  motif di balik penyerangan dan pengrusakan tersebut, karena pemberitaan harian Orbit soal judi gaya baru yang dioperasikan PT WDM. Modusnya, PT WDM menjual produk dengan harga yang tidak sesuai dipasaran.  Namun, pembeli diharuskan membeli produk di atas harga tersebut, yang disediakan oleh penyelenggara yang tergantung digit nomor tebakan.

“ Iya, memang dugaan itu. Tapi, kita masih mendalami penyelidikannya, baru diketahui motif sebenarnya dari penyerangan itu. Karena kejadiannya kan tadi malam, jadi tidak bisa secepat itu kita pastikan apa motif penyerangannya,” bebernya sembari mengatakan kasus tersebut masih didalami Polresta Medan.

Heru menjelaskan, selain pemeriksaan saksi-saksi dan korban atas pengrusakan dan penyerangan tersebut, sejumlah barang bukti telah diamankan dari lokasi kejadian. Antara lain,barang-barang milik  Harian Orbit yang dirusak.
Ketika ditanya, soal adanya indikasi keterlibatan oknum aparat yang membekingi dan mengkomandoi penyerangan dan pengrusakan tersebut, Heru belum dapat memastikannya sebelum adanya hasil dari pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan olah TKP.

Ketua Aliansi Jurnalis Indonesia Kota Medan, Rika Yoez mengaku mengutuk keras aksi kekerasan yang dilakukan sekelompok orang terhadap wartawan dan kantor media, karena aksi kekerasan akan menghambat iklim demokrasi di Indonesia dan mematikan hak-hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang benar. Dia meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas otak pelaku penyerangan kantor media serta kekerasan yang menimpa jurnalis.

Sementara itu, Kordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Sumut, Muchrijal Syahputra menilai kasus tindakan prsemanisme yang dilakukan kepada media harus diungkap, karena banyak kasus yang menimpa jurnalis tak terungkap dan tak sampai ke meja hijau. (adl/mag-7)

.(adl)

Terapkan Full Day School

Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTS) Miftahussalam, punya program unggulan, untuk anak didiknya. Sekolah yang menerapkan sistem, Full Day School ini punya program Islamic Leadership Trainning.

Demikian diungkapkan Heri Maryanto SE, Pembantu Kepala MTS Miftahussalam, kepada wartawan koran ini di ruang kerjanya, MTS Miftahussalam Jalan Darussalam Medan, beberapa hari lalu.

“Biasanya setiap siswa, jam belajarnya hanya setengah hari saja, namun di MTs Miftahussalam jam belajar sampai sore hari,” ungkap Heri Maryanto.

Program ini menurut Heri, selain membantu siswa dalam memperoleh hasil belajar yang maksimal, setiap peserta didik juga nantinya tidak akan canggung dan akan terbiasa dalam menghadapi Ujian Nasional (UN).
Tak hanya itu, program Islamic Leadership Trainning ini juga bertujuan mengajarkan siswa menjadi seorang pemimpin yang memiliki landasan keislaman dalam penerapan di lingkungan dan kesehariannya. Sehingga tamatan, MTS Miftahussalam diakui di tengah-tengah masyarakat.

Selain program Islamic Leadership Trainning, ada juga program lain yang diterapkan yakni terampil Bahasa Arab, Bahasa Inggris,  kaligrafi serta seni membaca Al Quran.

Dari sisi olahraga, MTS Miftahussalam  juga menerapkan kegiatan pramuka, seni tari, futsal, karate dan bidang olahraga lainnya. Jam pelaksanaannya juga tidak mengganggu proses belajar mengajar, karena kegiatan olahraga ini dilaksanakan di luar jam belajar. Tak tanggung-tanggung sejumlah prestasi telah ditorehkan para siswa melalaui sejumlah event yang penah dilaksanakan.

“Prestasi terbaik yang pernah diraih siswa MTS Miftahussalam diantaranya Juara III Karya Ilmiah tingkat nasional dan Juara III tingkat Sumatera Utara, serta berada di peringkat 10 besar dalam bidang Sains Competition Expo Se Sumbagut Guru dan Siswa, serta beberapa prestasi di bidang seni,” pungkasnya.(uma)

Ekspansi Triliunan Rupiah ke Indonesia

Daihatsu dan Suzuki

Dua perusahaan otomotif asal Jepang yakni Daihatsu dan Suzuki terus mengembangkan usaha di Indonesia.
Bahkan akan menjadikan Indonesia sebagai basis industrinya di kawasan Asia.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, di 20 Mei 2011 ini Daihatsu akan meresmikan pabrik barunya yang berlokasi di Karawang. “Nilai investasinya mencapai Rp2,1 triliun. Sebenarnya Daihatsu itu dari dulu sudah ada. Tapi dia tambah lagi sekarang Rp 2,1 triliun,” tutur Hidayat di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, kemarin. Sebelumnya, Presiden Direktur Astra Daihatsu Motor Sudirman MR pernah mengatakan pabrik barunya di Karawang akan memiliki kapasitas produksi 100 ribu per tahun. Sehingga total produksi mobil Daihatsu bakal mencapai 430 ribu unit per tahun. Sebanyak 15 persen dari hasil produksi mobil Daihatsu itu akan diekspor.

Selain Daihatsu, Hidayat mengatakan, produsen otomotif Suzuki juga akan menjadikan Indonesia sebagai basis produksinya di Asia. “Mereka (Suzuki) punya komitmen sekitar 800 juta dolar AS. Dia mau datang ke Indonesia,” Hidayat.

Selain dua perusahaan otomotif, Hidayat mengatakan investor asal Cina juga ada yang sedang menjajaki investasi di dalam negeri pada sektor industri semen. Lokasinya di Grobogan, Jawa Tengah. “Mereka ingin investasi pabrik semen di Jawa Tengah. Saya belum berani ngomong karena saya belum tahu apa boleh diumumkan,” kata Hidayat. Namun dari informasi yang dihimpun, pabrik semen tersebut rencanaya bakal memerlukan investasi 260 juta dolar AS. (net/jpnn)

Dishub Medan tak Punya Komitmen Atasi Kemacetan

MEDAN-Persoalan kemacetan di Kota Medan menjadi persoalan yang belum terselesaikan. Hal ini menunjukkan Dinas Perhubungan (Dishub) Medan belum memiliki komitmen dalam menyelesaikan kemacetan tersebut.

Hal ini terungkap dalam rapat gabungan komisi-komisi DPRD Medan dengan Dishub Medan di Gedung Dewan, Rabu (4/5). Menurut para anggota DPRD Medan, banyak faktor yang menyebabkan kemacetan hingga kini belum bisa diatasi oleh Dishub Kota Medan. Beberapa faktor tersebut antara lain, kondisi jalan yang rusak, penertiban pasar yang masih kurang, hingga lokasi berjualan pedagang kali lima yang semrawut.

“Penyebab lain terjadinya kemacetan di kota Medan karena banyaknya traffic light yang rusak sehingga berekses pada kelancaran, kenyamanan, serta keamanan berlalu lintas. Dan itu adalah hak pengguna jalan untuk mendapatkannya,” ujar Ilhamsyah dari Fraksi Golkar yang juga Ketua Komisi A DPRD Medan.

Sementara anggota Komisi D Juliandi Siregar menilai, Dishub belum punya komitmen untuk menyelesaikan kemacetan tersebut. “Harusnya ada komitmen dari Dishub Medan untuk segera menyelesaikan persoalan kemacetan di Kota Medan. Karena persoalan transportasi ini merupakan persoalan yang harus diatasi. Dishub harus berkoordinasi dengan Polantas demi mengatasi kemacetan yang kerap kali terjadi,” tegas Juliandi.

Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi D, Daniel Pinem mengatakan, upaya-upaya yang telah dilakukan Pemko Medan untuk mengatasi kemacetan lalulintas, sampai saat ini masih terkesan percuma dan belum membuahkan hasil yang maksimal. Bahkan, terlihat tingkat kemacetan di Kota Medan kian hari semakin meningkat, dan hal ini dikhawatirkan dapat membahayakan siklus berkendara di kota ke-tiga terbesar di Indonesia ini, terutama bila ditinjau dari perkembangan kendaraan bermotor di Kota Medan.

Menyikapi itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Armansyah Lubis alias Bob menjawab, Dinas Perhubungan pada tahun 2012 akan memaksimalkan fungsi Auto Traffic Control System (ATCS). Selain itu, Dishub juga berjanji, akan memasang traffic light di tiap persimpangan. “Dari 219 persimpangan yang ada di Kota Medan kami telah pasang traffic light di 153 titik persimpangan,” tambahnya.

Dijelaskannya, ATCS memiliki fungsi memantau arus lalulintas dan mengontrol traffic light. ATCS juga digunakan untuk mengatur durasi waktu beroperasinya traffic light.

Pada kesempatan itu, Bob juga berjanji akan menambah traffic light di kawasan Medan Utara akan dimasukkan dalam P-APBD 2011. “Saat ini kita sedang lakukan pengkajian di mana-mana saja yang akan dibangun traffic light,” ucapnya.(ari)