Home Blog Page 15477

Tertibkan Bangunan di Pinggir Sungai

Solusi Mengatasi Banjir Medan

MEDAN-Banjir Kota Medan beberapa hari lalu tidak bisa dipungkiri terjadi karena Sungai Deli dan Sungai Babura tidak mampu menampung besarnya debit air akibat derasnya hujan. Pendangkalan dan penyempitan sungai akibat berbagai hal menjadi biang keladinya.

Direktur Lembaga Pengkajian Pemukiman dan Pengembangan Kota (LP3K) Rafriandi Nasution menegaskan, salah satu penyebab penyempitan kedua sungai besar yang membelah Kota Medan karena banyaknya bangunan di sekitar daerah aliran sungai (DAS)

Bahkan sisi-sisi kedua sungai dipersempit dan diluruskan demi membangun gedung-gedung bertingkat di sekitar DAS
“Selain faktor alam, faktor yang seharusnya mendapat perhatian serius adalah factor yang disebabkan manusia di sekitar sungai itu sendiri. Ini karena Pemko Medan lebih mementingkan sisi ekonomi dan bisnisnya daripada mempertimbangkan sisi keberlangsungan hidup manusia dan tumbuhan yang ada di sekeliling kita,” terang Rafriandi, kemarin (3/4).

Rafriandi melihat wajar bila pemko memilih jalan pintas mendukung pembangunan gedung-gedung di sekitar DAS yang mengganggu keseimbangan alam. “Itu untuk menutupi kelemahan Kota Medan yang memang tidak memiliki kualitas sumber daya yang bisa dimanfaatkan meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Medan. Risikonya, menimbulkan kecemasan berkepanjangan bagi masyarakat Medan,” tegasnya.

Apa yang bisa dilakukan ke depannya? Menurut Rafriandi, setidaknya Pemko menolak permohonan baru izin pembangunan di sepanjang DAS. Anggota dewan juga harus benar-benar melakukan pengawasan, paling tidak mensiasati masalah Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW).

“Pengawasan yang perlu dilakukan DPRD Medan dan DPRD Sumut adalah adanya toleransi-toleransi pendirian bangunan di DAS, dari 15 meter ditoleransi menjadi 8 meter. Sebenarnya, inilah yang mebuat rusak,” tegasnya.
Banjir yang terjadi beberapa hari lalu juga menandakan Pemko Medan tidak menghargai alam. “Boleh saja membangun, tapi harus menghormati hak-hak alam. Jangan mentang-mentang jadi penguasa, semena-mena membuat aturan dan memberi izin berdiri semua bangunan tanpa pernah memikirkan dampak di kemudian hari. Jadi, tidak ada alasan bagi Pemko Medan untuk tidak menertibkan bangunan-bangunan yang berdiri di DAS Sungai Deli dan Babura,” tandasnya.

Salah satu contoh pemberian izin dari Pemko Medan yang mengabaikan keselamatan banyak pihak adalah keberadaan Central Bussines District (CBD). “Boleh membangun, tapi harus tunggu dulu lah bandara pengganti Polonia itu selasai. Contohnya CBD, saat ini Polonia masih berfungsi sebagai bandara sebelum pindah ke Kualanamu. Tapi pembangunan  terus berjalan. Nah, jika nanti tiba-tiba ada pesawat yang jatuh di daerah CBD itu, baru semua pihak saling menyalahkan,” tuturnya.

Wali Kota Medan Rahudman Harahap yang dikonfirmasi Sumut Pos di rumah dinasnya di Jalan Sudirman hanya berjanji mengevaluasi izin AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan bangunan di bantaran kedua sungai itu. “Kita akan evaluasi AMDAL nya, terhadap semua kawasan-kawasan perumahan di kota ini,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Medan Sabar Syamsurya Sitepu di lokasi yang sama seusai acara Car Free Day malah membela Pemko Medan. Menurutnya, bangunan dan hotel-hotel yang dibangun di sekitar DAS Sungai Deli dan Sungai Babura masih sesuai ketentuan Badan Wilayah Sungai Sumatera (BWSS). Dimana bangunan berdiri 15 meter dari bibir sungai. Bahkan, ada pentoleriran dibolehkannya pendirian bangunan di bantaran sungai berjarak 8 meter.
“Kita harus tahu juga, ada aturan dari balai sungai. Dan bangunan serta hotel yang ada masih sesuai dengan aturan dari BWSS itu,” katanya.

Terkait penanganan kerusakan sarana dan prasarana pasca banjir, Rahudman menyatakan, Pemko telah bekerjasama dengan pihak Lanud Medan dalam pembangunan jembatan di Sari Rejo yang rusak karena banjir. Untuk jembatan di Medan Labuhan juga akan dibenahi, dan yang akan mengerjakan itu adalah dari pihak Pemko Medan sendiri dalam hal ini Dinas Bina Marga Kota Medan.

Rahudman juga menuturkan, Pemko Medan juga telah mengajukan proposal bantuan kepada pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat. Dalam proposal tersebut berisi, untuk pembuatan tanggul-tanggul baru, penanganan penduduk yang menjadi korban banjir.

Pada kesempatan itu pula, Rahudman mengakui, salah satu factor pendukung terjadinya banjir adalah system drainase di Medan yang mulai menyempit. “Kita harus jujur mengatakan, banyak drainase mengalami penyempitan. Apakah akibat pembangunan yang ada. Ini akan segera kita evaluasi,” tegasnya.

Pusat Bantu Rp200 Juta

Sementara itu, BNPB pusat melalui Direktur Penanggulan Darurat, Tri Budiarto, menyerahkan bantuan uang tunai untuk korban banjir Rp200 juta kepada Wali Kota Medan Rahummad Harahap. Penyerahan dilakukan di rumah dinas wali kota.

Dari rumah dinas wali kota, Tri Budiarto langsung meninjau sejumlah tempat yang menjadi korban banjir. Diantaranya, pemukiman warga pinggiran Sungai Babura di Daerah Petisah Tengah dan melihat jembatan yang putus di Kelurahan Sari Rejo Medan Polonia.

Kepada wartawan, Tri menyoroti buruknya penataan kota, khususnya penataan bangunan di sekitar DAS. Untuk itu, dia berharap Pemko Medan kembali melakukan penataan ulang tata ruang kota dan pemukiman warga di DAS. “Dengan penataan kota yang lebih baik, Kota Medan tidak akan menjadi korban banjir lagi,” tegasnya.
Terkait bantuan, Tri berharap bantuan itu bisa digunakan membangun kembali rumah warga maupun infrastruktur yang rusak diterjang banjir.

“Jangan lihat jumlah tetapi lihat kepedulian kita terhadap bencana yang dialami Kota Medan ,” ujarnya Tri Budiarto
Sementara itu Rahudman Harahap merencanakan meminta anggaran Rp100 miliar untuk membenahi Kota Medan. Diantaranya perbaikan tanggul-tanggul yang rusak, penanganan warga pinggiran sungai untuk direlokasi ke tempat yang layak dan memperbaiki sejumlah drainase yang buruk serta peninjauan izin komplek perumahan yang ada di Kota Medan. (ari/mag-7)

Bandara Kualanamu Rampung 75 Persen

Listrik Masih Kurang 15 Megawatt

MEDAN-Secara keseluruhan, pelaksanaan pembangunan Bandara Kualanamu sudah mencapai 75 persen. Bahkan, pembangunan sektor privat dan sektor publik bandara yang diperkirakan akan menjadi yang termegah di Pulau Sumatera ini sudah 99 persen atau tinggal finishing (penyelesaian akhir). Sektor privat adalah terminal penumpang, gedung kargo, jalan ke lokasi bandara, penampungan BBM, jalan dan parkir kendaraan.

Sedang sektor publik merupakan sistem navigasi udara, runway, apron, taxiway dan lain-lain.

”Untuk sektor publik dan sektor privat ada yang telah mencapai 99 persen atau tinggal finishing. Bahkan perkiraan akan selesai Juli 2011 mendatang. Finishingnya tinggal menunggu penyelesaian pembangunan utamanya,” kata Humas Angkasa Pura (AP) II Wisnu, Jumat (1/4).

Ketika Sumut Pos mendatangi lokasi pembangunan Bandara Kualanamu, pintu gerbang utama, dua jalur jalan utama menuju terminal terlihat sudah selesai dikerjakan.

Drainase utama Bandara Kualanamu telah selesai dikerjakan pada Febuari silam dan telah digunakan mengaliri air. Untuk mempertahankan kondisinya agar tetap berfungsi, pihak kontraktor melakukan perawatan dengan cara mengeruk sendimen di bagian dasar.

Dikatakan, lapangan parkir bandara seluas 50.820 meter persegi nantinya kan mampu menampung sekitar 407 unit taxi, 55 unit bus, dan 908 kendaran roda empat, telah selesai dikerjakan. Sekitar pingiran tempat parkir kini ditanami tanaman rumput serta sejumlah tanaman bunga.

Sarana penunjang listrik juga telah selesai dikerjakan. Bahkan sejumlah peralatan listrik berupa trafo telah standby. Fasilitas penunjang terminal penumpang berupa hydran dan alat keamanan lainnya, juga telah terpasang.
Sarana gedung keamanan telah berdiri dan selesai dikerjakan. Bahkan pihak AP II akan mengisi sarana mobiler dalam waktu dekat.

Namun demikian, pembangunan Bandara Kualanamu di Deli Serdang masih menghadapi beberapa kendala. Pertama, persoalan penyelesaian runway bandara sepanjang 3.75 kilometer dengan biaya Rp4,08 miliar yang rencana pengerjaannya oleh PT Waskita Karya selama 18 bulan terhitung Januari 2011 lalu.

Kemudian persoalan akses jalan tembus, baik jalan bebas hambatan (tol) atau jalan bukan tol. Ketiga adalah kendala pembebasan lahan, dimana di area bandara tersebut masih terdapat sebanyak 34 Kepala Keluarga (KK) yang menikmati hasil kebun kelapa sawit di sekitar lahan bandara. Yang terakhir adalah kelengkapan sarana dan prasarana seperti pengadaan arus listrik. Kebutuhan arus listrik untuk bandara sebesar 20 megawatt namun yang tersedia masih 5 megawatt. Selain itu, sarana dan prasarana air serta telekomunikasi juga belum selesai pengadaannya.
“Empat kendala ini merupakan hasil komunikasi antara saya dengan  pihak Angkasa Pura (AP) II beberapa waktu lalu. Kita mendorong agar pembangunan bandara ini bias secepatnya selasai, karena pada prinsipnya DPRD Sumut memiliki political will dan legal standing dalam pengawasan itu. Karena, dengan selesainya pembangunan bandara, akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Sumut ini,” kata Chaidir Ritonga, Wakil Ketua Bidang Kerjasama Legislatif dan Lembaga Politik DPD Golkar Sumut kepada Sumut Pos, kemarin (3/4).

Terkait pembebasan lahan, Chaidir menjelaskan, harus ada solusi segera bagi sekitar 34 KK yang masih bermukim di area bandara. Namun, untuk keberadaan kebun sawit, menurutnya harus tetap dipertahankan untuk mendukung keasrian bandara. “Kebun sawit itu membuat area bandara menjadi lebih ramah lingkungan dan menjadi ciri khas Sumut sendir,” ungkapnya.

Pengamat ekonomi dari Universitas Sumatera Utara (USU) Jhon Tahbu Ritonga menuturkan, rencana penyelesaian Bandara Kuala Namu memang sudah berlarut-larut. Karena dari sepengetahuannya, rencana semual bandara tersebut diprediksi selasai Tahun 2010 lalu, kemudian molor lagi menjadi Tahun 2011. Nah saat ini, katanya lagi akan selesai Tahun 2012 mendatang.

“Saya tidak yakin, 2012 nanti bandara itu siap. Karena Sumatera Utara sudah tidak memiliki dinamika penuntasan Bandara Kualanamu. Dan patut dicamkan juga, Sumut tidak mampu berbuat banyak karena proyek ini adalah proyek dari pemerintah pusat,” ungkapnya.

Jhon Tahbu juga menyoroti anggota dewan Sumut yang juga tidak bergairah dalam upaya mendorong pemerintah pusat melakukan percepatan penyelesaian bandara internasional itu.

“Gatot sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu pernah menyatakan, akan melakukan penyelesaian infrastruktur. Ini harus benar-benar dibuktikan. Salah satunya, pembebasan lahan Medan-Kualanamu, Kualanamu-Tebing Tinggi (untuk pembangunan tol Medan-Tebing Tinggi),” katanya.

Jhon Tahbu juga menyoroti pertikaian antara Gatot dengan fraksi-fraksi di DPRD Sumut. Pertikaian ini berdampak semakin lamanya penyelesaian pembangunan bandara itu. Seharusnya, baik Gatot maupun fraksi-fraksi yang ada di DPRD Sumut bersinergi. “Percepatan pembangunan akses Kualanamu dan Jalan Tol Medan-Tebing Tinggi merupakan uji kapasitas bagi Gatot. Dulu Wagusbsu Rudolf Pardede menjadi Gubsu, mampu melakukan percepatan pembangunan Bandara Kualanamu. Sehingga Wapres kala itu menjanjikan bandara tersebut selesai 2010. Dan menjadi bukti kinerja Rudolf sebagai calon DPD RI dalam Pemilu 2009 dan meraih suara terbanyak. Jadi, Gatot harus mampu meyakinkan para stakeholder di pemerintah pusat dalam percepatan penyelesaian pembangunan Bandara Kuala Namu,” ungkapnya. (ari)

——————

Struktur Landasan Fleksibel

Bandara Internasional Kualanamu dipastikan akan memiliki runway dengan panjang sekira 3.750 meter dengan lebarnya sekira 60 meter. Ketebalan aspalnya sekita 16 centimeter (cm), dengan biaya Rp4,08 miliar.

Demikian disampaikan, Konsultan Manajemen Kontruksi Pembangunan Sektor Udara PT JEV,  Purwanto melalui Humas AP II Wisnu, Jumat (1/4). “Progresnya 13 persen dan diselesikan hingga akhir November 2012,” bilang Purwanto saat dihubungi Wisnu melalui ponsel nya.

Namun, secara keseluruhan pelaksanan pembangunan runway telah mencapai 70 persen. Struktur landasannya dengan sistem flexsibel dengan pengaspalan dengan tinggian 16 cm. Dipilihnya sistem struktur flexsibel aspal adalah sesuai dengan perencan pembangunan bandara megah ini.

Areal Bandara Kualanamu sendiri berada di Kecamatan Beringin dan Pantailabu, Deli Serdang, merupakan bekas kuala atau teluk. Sedangkan pengujian kadar tanah serta kualitasnya dilakukan konsultan teknis berkerjasama dengan Universitas Sumatera Utara. Tujuan pengujian itu untuk mengetahui kestabilan kondisi tanah.

Menurut tim teknis, diperkirakan untuk 10-20 tahun mendatang akan terjadi penurunan permukaan tanah, sehingga dikwatirkan kelak akan terjadi kerusakan di runway, apron, taxiway. Untuk mengatasi itu dibuat perbaikan kondisi tanah dengan cara pemadatan tanah permukaan atau disebut priloding.

Priloding dapat disebut menekan permukaan tanah dengan benda tertentu hingga kondisi yang dikehendaki. Dengan perlakuan ini, maka terhematkan waktu yang cukup signifikan. Dengan priloding, hanya dibutuhkan waktu 3-4 bulan untuk membuat permukaan tanah menjadi datar serta padat.

Hingga saat ini lokasi yang telah priloding di runway dengan luas 180.000 meter persegi atau 3.000 meter X 60 meter. Selanjutnya, apron dengan luas 30 hektare, sedangkan taxiway memiliki luas 120.000 meter persegi atau 3.000 meter X 40 meter.

Material yang digunakan mengpriloding berbeda-beda (lihat tabel, Red). Tetapi, cara priloding adalah menimbun material tanah atau pasir dengan asumsi setiap beban mampu menekan sampai 5 ton per meter persegi. “Sama dengan tekanan ketika takeoffnya pesawat Airbus A 380,” terangnya.

Kemudian tanah permukaan yang dipriloding dipisahkan dengan membuat lapisan khusus antara tanah awal dengan material yang ditimbun. Secara berkala, kondisi priloding diperiksa derajat kosidasinya.

Derajat kosidasi yang standar 90 persen. Setelah  tercapai derajat kosidasinya, maka dilakukan pemotongan terhadap material yang ditimbunkan. Usai pematangan lahan, dilakukan pengaspalan dengan struktur flexsibel aspal. Tetapi untuk bagian apron dengan luas 30 Ha diberikan cor.

Untuk runway yang kini masih proses pelapisan dengan pasir sungai sedang mencapai pekerjan 50 persen. Sedangkan untuk taxiway sudah diaspal dengan sistem struktur flexsibel aspal. Secara pekerjaan, sistem struktur flexsibel aspal dimulai dengan pemadatan lahan.

Pemadatan dilakukan dengan material tanah timbun, pasir laut selanjutnya ditimpa dengan pasir sungai. Kemudian akan ditimpa lagi dengan pasir puti yang diperoleh dari pengunungan. Tindakan selanjutnya menimbunya dengan sirtu kemudian diaspal dengan mengunakan aspal hotmix. Bila dilihat secara keseluruhan pelaksana  pembangunan telah mencapai 75 persen (btr)

Menang Dulu, Baru Terpeleset

Lawan Berguguran, Lorenzo Supertenang

Berbagai elemen banyak membantu Jorge Lorenzo meraih juara di Grand Prix Spanyol, di Sirkuit Jerez, kemarin (3/4). Kesalahan lawan, nasib buruk lawan, sampai hujan. Namun, banyaknya “pertolongan” itu tetap tidak akan membuahkan kemenangan bila tidak ada faktor superpenting: Ketenangan dan kehebatan Jorge Lorenzo sendiri.

Nanang Prianto dari Jerez, Spanyol

Balapan di Jerez kemarin “seharusnya” bukanlah milik Lorenzo. Barisan Honda, khususnya Casey Stoner dan Dani Pedrosa, menunjukkan kecepatan luar biasa saat latihan dan kualifikasi. Stoner bahkan bilang masih punya kecepatan ekstra yang tersimpan setelah meraih pole position.

Ketika lomba kemarin, segala elemen seolah ingin membantu Lorenzo. Hujan yang turun membuat balapan jadi lebih “setara.” Keunggulan power Honda RC212V tidak bisa lagi dijadikan senjata utama.

Usai start, Stoner memang mampu melejit ke depan. Tapi si mungil Pedrosa (158 cm), yang dalam karirnya dikenal buruk di lintasan basah, langsung melorot ke urutan sembilan.

Stoner di depan, Lorenzo ternyata tidak perlu kerja keras untuk mengalahkan pembalap Australia itu. Dia harus berterima kasih kepada Valentino Rossi, yang membantu “membuka jalan lebar di depan.”
Andalan utama Ducati itu memang mampu melejit ke depan dan bertarung sengit dengan Stoner. Pada putaran ketujuh, Rossi sesaat berhasil menyalip Stoner di tikungan pertama. Sayang, Rossi kemudian sliding, lantas ikut men-tackle Stoner keluar lintasan. Stoner instan out dari lomba, sedangkan Rossi mampu melanjutkan dari posisi paling belakang.

Begitu Stoner keluar, kemenangan seharusnya berada di tangan Marco Simoncelli. Bintang muda Honda Gresini (motor factory di tim satelit) itu di ambang sukses pertama dalam karirnya.
Beruntung lagi bagi Lorenzo, Simoncelli membuat kesalahan sendiri di putaran ke-12n
Si kribo keluar dari lomba. Berada di depan, Lorenzo masih belum aman. Lintasan yang mengering memberinya ancaman baru. Semakin kering lintasan, semakin cepat Pedrosa. Tiba-tiba saja, si mungil sudah ada di belakang Lorenzo dan terus mendekat.

Faktor lain lantas kembali “menolong” Lorenzo. Grip (kelekatan ban) pada motor Pedrosa terus menurun. Selain itu, masalah cedera bahu tampaknya ikut mengganggu upaya Pedrosa memburu kemenangan. Pedrosa pun kembali melorot ke belakang. Pedrosa bahkan sempat melorot ke urutan tiga, di belakang rekan Lorenzo di Yamaha Factory Racing, Ben Spies. Tapi Spies lantas ikut terpeleset sendiri, dan Pedrosa finis di urutan kedua.

Usai melintasi garis finis, Lorenzo kembali menunjukkan gaya asyiknya merayakan kemenangan. Tahun lalu, dia merayakan sukses di Jerez dengan melompat ke danau yang berada di tengah sirkuit. Tahun ini, dia mencoba mengulangi “atraksi” yang sama. Namun, dia keburu terpeleset di pinggir danau, dan terjatuh ke dalam danau!
Tapi tetap tidak apa-apa, karena itu lebih baik daripada terpeleset di tengah lomba!

Saat jumpa pers usai lomba, Lorenzo mengaku GP Spanyol ini sangatlah menantang. “Sangat sulit untuk menjaga fokus, menjaga konsentrasi,” kata Lorenzo, yang kini mengambil alih pimpinan klasemen pembalap dari Casey Stoner. “Sangat sulit melihat yang lain berjatuhan. Ini lomba yang panjang. Tapi kami mampu bertahan di atas motor dan meraih kemenangan untuk kali kedua di Jerez, di sirkuit terbaik di dunia,” tandasnya.

Pedrosa pun mengakui lomba ini sangat sulit untuk dilakoni. Dia bilang, di akhir lomba motornya sudah sangat sulit untuk dikendalikan. Di trek lurus saja harus “setengah gas”.

“Saya sudah memberikan yang terbaik,” aku Pedrosa, yang Senin hari ini langsung menjalani operasi, mencoba mengatasi masalah cedera bahu yang tak kunjung pulih sejak operasi tahun lalu.

Hal senada diutarakan Nicky Hayden, pembalap Ducati yang kemarin finis di urutan ketiga. Pembalap asal Kentucky, Amerika Serikat, itu mengakui kalau posisi podium ini diraih juga berkat keberuntungan, karena banyaknya pembalap yang terpeleset keluar lomba. Tapi, dia menegaskan bahwa sudah menjadi tugas pembalap untuk menyelesaikan lomba. Posisi podium ini diraih karena dia tampil baik, tidak membuat kesalahan.
Catatan penting: Ini adalah podium pertama Ducati di musim 2011. Ya, Hayden meraihnya lebih dulu dari Valentino Rossi.

“Saya harus berterima kasih kepada seluruh personel tim. Tahun ini mereka benar-benar bekerja keras. Tahun ini tidaklah berawal dengan baik. Tapi mereka benar-benar punya komitmen penuh untuk meraih hasil baik,” kata Hayden, juara dunia MotoGP 2006.

Total, setelah lomba 27 putaran itu, hanya 12 pembalap diklasifikasikan finis di GP Spanyol dan berhak meraih poin. Lomba berikutnya (seri ketiga dari total 18 lomba) diselenggarakan di Estoril, Portugal, 1 Mei mendatang. (*)

Hasil Grand Prix Spanyol

  1. Jorge Lorenzo, Yamaha Factory Racing
  2. Dani Pedrosa, Repsol Honda
  3. Nicky Hayden, Ducati
  4. Hiroshi Aoyama, Gresini Honda
  5. Valentino Rossi, Ducati
  6. Hector Barbera, Aspar Ducati
  7. Karel Abraham, Cardion Ducati
  8. Cal Crutchlow, Tech 3 Yamaha
  9. Toni Elias, LCR Honda
  10. John Hopkins, Rizla Suzuki
  11. Loris Capirossi, Pramac Ducati
  12. Andrea Dovizioso, Repsol Honda

Fastest lap: Valentino Rossi, 1 menit 48,753 detik

Klasemen Pembalap (Setelah 2 dari 18 lomba)

  1. Jorge Lorenzo        45 poin
  2. Dani Pedrosa        36
  3. Casey Stoner        25
  4. Nicky Hayden        23
  5. Valentino Rossi        20
  6. Hiroshi Aoyama        19
  7. Andrea Dovizioso    17
  8. Hector Barbera        14
  9. Cal Crutchlow        13
  10. Karel Abraham        12

 

Leony Dukung Kemajuan Timnas

Leony menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sosok Nurdin Halid yang saat ini sedang menjadi buah bibir. Meski didemo dan terang-terangan disuruh melepaskan kursi ketua umum PSSI, Nurdin masih saja kekeuh.

“Dia itu nggak tahu diri ya. Baru tahu juga ada tipe orang seperti itu. Untuk aku agak aneh, mungkin waktu kecilnya jatuh kepalanya kena jadi begitu,” kata Leony agak bercanda.

Demi kemajuan sepakbola, Leony berharap Nurdin segera lengser.  “Dia sudah lama menjabat, dan sejak kepemimpinan dia PSSI nggak berkembang dan nggak ada prestasinya. Belum lagi dia banyak kena kasus. Sebagai orang yang berpendidikan agak aneh kalau dia bersikap seperti ini. Ada sebuah karakter yang batu kayak begitu,” kata bekas artis cilik ini.

Leony mengatakan, masalah yang dihadapi PSSI sangat bisa mempengaruhi prestasi timnas.
Pasalnya dunia sepak bola Indonesia sudah mulai membaik. “Kayak aku main film, kalau tim produksinya berantakan pasti kita nggak bisa juga tenang untuk berakting. Sama aja, pasti mempengaruhi prestasi mereka dan berimbas buruk,” ujar kekasih sutradara Aria Kusumadewa ini. (aal/jpnn)

47 Sekolah Belum Efektif Beraktvitas

Warga Bertahan di Pengungsian

Meski banjir telah surut, warga Kampung Mandailing Kelurahan Darat Kecamatan Medan Baru masih tetap bertahan di tempat pengungsian. Pasalnya, tempat tinggalnya tidak bisa ditempati lagi. Mereka hanya datang ke rumah untuk melihat barang yang bisa diselamatkan.

Rumah warga yang mayoritas bangunan semi permanen memang terlihat rusak parah setelah terendam air selama dua hari. Sementara disisi lain, warga ini tidak memiliki anggaran untuk memperbaikinya.
Hingga Minggu sore (3/4), didepan rumah warga korban banjir, masih terlihat berbagai perlengkapan rumah tangga yang dijemur. Seperti meja, tempat tidur, pakaian, tikar dan lainnya. Selain itu, alat-alat elektronik milik warga juga habis, setelah terendam seperti televisi, kulkas dan lainnya.

“Dapur hancur, dinding habis. Kita mengharapkan bantuan yang bekas pun tak apa-apa, yang penting bisa pergunakan,”kata salah seorang warga, Saunah Siregar (60) di depan rumahnya.
Saunah menuturkan, banjir sejak Jumat (1/4) dini hari tersebut, mengingatkannya pada banjir di awal 2011 lalu. Waktu itu, dirinya juga mengungsi karena banjir kiriman itu merendam tempat tinggalnya. Karena tak punya uang memperbaiki rumahnya yang rusak, Saunah masih bingung dimana dia tinggal selanjutnya. Nasib serupa dialami Sartini Lubis yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan suaminya Ramsyah yang kini lumpuh.
Kepala Lingkungan III Kelurahan Darat Kecamatan Medan Baru, Nurdin Lubis menyebut di lingkungan tersebut tercatat 30 rumah tergenang air. Dari jumlah tersebut, 16 diantaranya mengalami rusak parah dan penhuninya lebih memilih bertahan dipengungsian.

Sementara itu, 47 sekolah di Medan yang terendam banjir akibat meluapnya Sungai Deli dan Sungai Babura pada Jumat (1/4) lalu, belum menjalankan kegiatan belajar mengajar. Kepala Disdik Medan Hasan Basri mengatakan, ke-47 sekolah tersebut yakni 28 unit SD, 4 unit SMP, 9 unit SMA dan 6 unit SMK. “Rata-rata terletak bantaran Sungai Deli dan Sungai Babura di beberapa kecamatan. Yakni Kecamatan Tuntungan, Maimon, Polonia, Helvetia, Labuhan dan Belawan,” paparnya, Sabtu (2/4).

Tidak ada kerugian berarti di sekolah-sekolah yang terendam banjir tersebut. “Karena sebagian besar pihak sekolah berhasi menyelamatkan berbagai inventaris dan aset dari banjir. Hanya satu sekolah yakni SMP Negeri 10 Padang Bulan kerugiannya cukup besar karena pagar sekolah itu ambruk diterjang banjir. Sekolah itu memang sangat dekat dengan Sungai Babura,” ujar Hasan.

Hasan juga menjelaskan, pihaknya memaklumi jika proses belajar mengajar pada 47 sekolah tersebut belum efektif karena tentunya saat ini pihak sekolah sedang sibuk membersihkan sampah maupun lumpur pasca banjir. “Saya memang telah mengintruksikan pihak sekolah bersama siswa bergotong-royong membersihkan lingkungan sekolah pasca banjir. Kemungkinan hari Senin (hari ini, red) proses belajar mengajar sudah kembali efektif,” harapnya.
Sehari sebelumnya, Jumat (1/4) tercatat 11 kecamatan dari 21 kecamatan yang ada di Kota Medan terendam banjir akibat meluapnya Sungai Deli dan Sungai Babura.(mag-7/saz)

NATO Bantai Warga Sipil

Pasukan Kadhafi Kuasai Zintan

TRIPOLI-  Kelompok oposisi di Libya untuk pertama kali membenarkan korban sipil telah jatuh akibat serangan udara pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di pinggiran Kota Brega, 800 kilometer timur Tripoli. Mendengar kabar itu, Pemerintah Libya langsung mengeluarkan rekaman video yang memperlihatkan korban sipil perempuan dan anak-anak di sebuah rumah sakit di Brega.

“Tak tahu saya mesti bilang apa. Ini gila!” kata juru bicara pemerintah, Mussa Ibrahim.
Disebutkannya, serangan udara NATO membantai warga sipil, “Beberapa perdana menteri dan presiden di Eropa yang gila dan kriminal itu telah melakukan pembantaian terhadap bangsa muslim Arab,”ucap Ibrahim
Seorang dokter di rumah sakit di Brega, Sulaiman Refardi kepada jaringan berita Inggris, BBC mengamini pendapat pemerintah. “Semua yang tewas berumur 12-20 tahun,” katanya.

Ia menuturkan, gempuran pesawat NATO itu menghantam truk-truk berisi amunisi. Tapi ledakannya menghancurkan dua rumah yang berdekatan. Akibatnya, belasan orang tak berdosa tewas.

Menyahuti serangan NATO itu, kelompok oposisi mengakui serangan itu dipicu pasukan Kadhafi. “Tentara pro-Kadhafi menyusup dan menembakkan senjata anti-pesawat ke udara,” kata seorang laskar anti-pemerintah, Mustafa Ali Omar seperti dikutip jaringan televisi Arab, Al-Jazeera. “Eh, tiba-tiba pesawat NATO datang dan membombardir kami,” ujarnya.

Serangan terhadap warga sipil itu juga terjadi di Khoms, 100 kilometer dari Tripoli, dan di Arrujban, kota di sebelah barat daya yang berjarak 190 kilometer dari Tripoli. Sekretaris Jenderal NATO, Anders Fogh Rasmussen berjanji akan menyelidiki insiden itu. Namun pejabat Inggris dan Prancis yang memimpin serangan ke Libya, memilih bungkam.

Serangan terhadap penduduk sipil ini bakal memicu pertikaian antara Barat dan negara-negara Arab, yang sejak semula mendesak pemberlakuan zona larangan terbang dan melindungi warga sipil.

Pukulan balik itu membuat kelompok pemberontak menawarkan gencatan senjata. “Kami tak berkeberatan untuk meletakkan senjata,” kata Kepala Dewan Perlawanan Nasional, Mustafa Abdul Jalil, selepas bertemu dengan Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Abdelillah al-Khatibser di Benghazi. “Tapi kami tetap menginginkan Kadhafi dan anak-anaknya pergi,” tegasnya.

Terpisah, pasukan yang setia kepada Pemimpin Libya Muammar Kadhafi menembakkan meriam ke Kota Zintan, sekitar 160 kilometer di barat daya ibu kota, “Pasukan Kadhafi membombardir Zintan dengan tank-tank di Minggu pagi. Mereka masih mengepung kota itu,” kata penduduk, yang dipanggil Abdulrahman. Kelompok oposisi memasuki kota garis depan  hanya beberapa jam sebelumnya. Mereka mundur setelah diserang pasukan Kadhafi. (bbs/jpnn)
Sekitar 300 sampai 400 anggota oposisi terlihat berkumpul di jalanan untuk kembali ke daerah yang dikuasai oposisi sekitar 10 kilometer di timur. Ledakan-ledakan kuat menggetarkan daerah gurun saat pasukan oposisi mundur itu dihantam tembakan artileri. Pasukan opisisi membalas dengan menembakkan roket-roket dan meneriakkan, “Allahu Akbar” diselingi tembakan serentak. (bbs/jpnn)

30 WNI Terancam Hukuman Mati

LOMBOK BARAT- Sebanyak 30 orang warga negara Indonesia (WNI) terancam hukuman mati di Malaysia. Walaupun jumlahnya cukup banyak, tapi dalam lima tahun terakhir tidak ada WNI yang dieksekusi di Malaysia.

“Tahun ini ada 30-an orang yang terancam hukuman mati di Malaysia. Tahun lalu mencapai 177 orang,” kata Atase Ketenagakerjaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia, Agus Triyanto AS, Sabtu (2/4) seusai pertemuan koordinasi dengan Asosiasi Perusahan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) Nusa Tenggara Barat (NTB), di Senggigi, Lombok Barat.

Disebutkannya, Walfrida Soik (17), tenaga kerja wanita (TKW) asal Desa Raimanus, Raimanuk, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini di penjara Pengkalan Cepa, Kota Bahru.

Walfrida diberangkatkan ke negara itu tanpa sepengetahuan keluarganya pada bulan November 2009. Saat itu, dia ditampung Agensi Pekerjaan Master Sdn. Bhd/Lenny Interprise, dan dipaksa bekerja  di Lee Che Keng/Mr. Lee/A Weng sebagai penjaga Puan Yeap yang sedang sakit parkinson dan baru operasi bedah otak.

Walfrida akhirnya bersedia dipekerjakan menjaga Puan Yeap dan berujung terjadinya pembunuhan pada 8 Desember 2009 di Pasir Mas, Kelantan, Malaysia, hingga kasus pembunuhan itu disidangkan pada 8 Januari 2011.
“Sidang lanjutan akan digelar 20 April 2011, kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk membela Wilfrida,” ujarnya.

Agus membeberkan pada lima tahun terakhir ini tidak ada seorang pun WNI yang dihukum mati di Malaysia. (bbs/jpnn)

Jepang Gagal Hentikan Kebocoran PLTN

Otoritas Nuklir Jepang Sebut Perbaikan Butuh Berbulan-Bulan

TOKYO – Usaha mengontrol kebocoran radioaktif dari PLTN Fukushima Daiichi akan memakan waktu berbulan-bulan. Pasalnya, upaya kedua yang dilakukan para insiyur dan teknisi untuk menghentikan dan mencegah meluasnya kebocoran radioaktif tingkat tinggi yang telah mencemari perairan Samudera Pasifik gagal total.
Juru bicara Badan Keamanan Nuklir dan Industri Jepang, Hidehiko Nishiyama menyatakan bahwa PLTN Fukushima telah memuntahkan radioaktif setelah rusak akibat gempa dan tsunami pada 11 Maret lalu. Kabar baiknya, kata pria yang juga menjabat wakil dirjen NISA tersebut, sejumlah langkah untuk memperbaiki PLTN telah ditemukan.
“Kita akan menghadapi momen titik balik yang sangat krusial dalam beberapa bulan ke depan. Tetapi, itu bukan akhir dari semuanya,” tutur Nishiyama, Minggu (3/4).

Untuk memulihkan dan mengendalikan reaktor di PLTN itu, ujarnya akan diperlukan perbaikan sistem pendingin secara permanen. Perbaikan tersebut kian diperumit dengan situasi bahaya di sekitar PLTN yang memaksa para pekerja menghentikan tugas mereka.

Sejumlah masalah baru terjadi di PLTN itu hampir setiap hari. Pada Sabtu (2/4) lalu, para pekerja menemukan retakan sepanjang 20 centimeter di lubang perawatan. Mereka meyakini bahwa dari sanalah asal mula sumber kebocoran radioaktif iodine tingkat tinggi yang ditemukan di lautan selama lebih dari sepekan terakhir ini.
Selama ini, para pekerja selalu kesulitan menjelaskan dari mana asal air dan penyebab kebocoran radiasi tersebut. Untuk kali pertama, kemarin (3/4) mereka akhirnya dapat menemukan sumber kebocoran langsung ke laut.
Sebuah gambar yang dirilis perusahaan operator PLTN Fukushima Dai-ichi, Tokyo Electric Power Co. (TEPCO), menunjukkan bahwa dua pekerja berusia 21 dan 24 tahun sedang melakukan tugas pengecekan secara reguler saat gempa dan tsunami terjadi pada 11 Maret lalu. Dua pekerja tersebut lantas berlari menuju ruang turbin di bawah tanah. Keduanya dilaporkan masih ada di ruang itu saat tsunami menerjang.

“Kami sedih karena telah kehilangan dua pekerja muda yang berupaya untuk melindungi PLTN dari gempa dan tsunami,” kata Chairman TEPCO Tsunehisa Katsumata dalam pernyataannya.

Level radioaktif yang sangat tinggi di PLTN membuat upaya pencarian dua pekerja tersebut terlalu berisiko dan berbahaya. Jenazah mereka baru ditemukan pada Rabu (30/3) lalu, dan harus menjalani proses dekontaminasi. Sejauh ini pihak yang berwenang belum mengumumkan identitas mereka sambil menunggu konfirmasi dari pihak keluarga.

Krisis nuklir Jepang telah menambah penderitaan warga di timur laut negara tersebut setelah tertimpa gempa dan tsunami. Puluhan ribu orang kehilangan rumah dan harus tinggal di pengungsian. Sekitar 200 ribu keluarga tak dapat suplai air dan 170 ribu keluarga tidak menikmati listrik. Beruntung, aliran air mulai pulih lagi di kota pelabuhan Kesennuma pada Sabtu (2/4) lalu.

Sementara itu, tim negosiator Uni Eropa menyatakan bahwa krisis nuklir Jepang akan membawa dampak buruk terhadap upaya dunia dalam mengatasi perubahan iklim. (ap/afp/cak/dwi/jpnn)

Protes Pembakaran Al Quran, 10 Tewas

KANDAHAR- Sedikitnya 10 orang tewas dan 83 lainnya terluka di Kandahar, selatan Afghanistan. Insiden itu terjadi dalam aksi protes pembakaran Al Quran yang dilakukan sekte Kristen radikal fundamentalis di Amerika Serikat (AS), Sabtu, (2/4) waktu setempat.

“Ini adalah kerusuhan terburuk dalam beberapa bulan terakhir. Dua di antara korban tewas adalah polisi Afghanistan,” kata pejabat setempat, seperti dikutip dari laman Reuters.

Sejumlah pengunjuk rasa membawa bendera Taliban dan meneriakkan yel-yel seperti, Hidup Taliban, dan Matilah Amerika. Dalam kerusuhan yang berlangsung beberapa jam itu, mereka melakukan penjarahan, membakar ban, dan menyasar orang asing, termasuk melakukan pelecehan terhadap seorang wanita SMA.

Kerusuhan didorong kemarahan atas tindakan ekstrimis Terry Jones, yang melakukan pembakaran kitab suci Islam di hadapan 50 orang di sebuah gereja di Florida, 20 Maret lalu. Informasi ini tertuang dalam website Terry Jones. Tahun lalu, Jones juga berniat membakar Alquran tapi batal. (bbs/jpnn)