Home Blog Page 15487

Biar Tuntas, Kejati Panggil Pimpro

Dugaan Korupsi Alkes di USU

MEDAN-Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Sution Usman Adji, kembali tegaskan bahwa dirinya tidak akan menutup kasus dugaan korupsi pengadaan alat-alat kesehatan di Fakultas Kedokteran (FK) di Unversitas Sumatera Utara (USU). Pernyataan tersebut disampaikan orang nomor satu, di jajaran Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, pada Sumut Pos Kamis (31/3) di Jalan AH Nasution Medan.

Tertutupnya informasi yang dilakukan Kejatisu, mengenai dugaan korupsi pengadaan barang alat kesehatan di FK USU, yang merugikan negara Rp8-10 miliar ini, dikarena tim penyidik sedang bekerja, untuk mengungkap kasus tersebut. “Penyelidikan kasus itu tidak akan ditutup. Setidaknya kita menunggu hasil permintaan keterangan baik dari saksi ataupun dari yang dilaporkan,” tegas Sution Usman Adji.

Bersikukuhnya Sution Usman Adji, bahwa dalam perkara dugaan korupsi di FK USU, untuk tetap dilanjutkan karena atas dasar yuridis. “Kita bekerja atas dasar yuridis hukum pak.Namun kita belum bisa kita ekpos apa yang telah kita temukan, dari dasar pemeriksaan tersebut pada media,” tegas Sutio.

Ketika disinggung nama rekanan pengadaan alat-alat kesehatan tersebut, Sution enggan menjabarkan, dengan alasan masih melakukan penyelidikan. “Soal nama rekanan nanti dululah ya. Karena belum bisa kita katakan, karena masih banyak yang harus kita ambil keterangan dari beberapa pihak soal dugaan korupsi tersebut,” tegas Sution menutup pembicaraan.

Sumber wartawan koran ini di Kejatisu juga mengatakan, pihaknya tengah fokus mengusut dugaan korupsi tersebut. Bahkan, dalam waktu dekat ini, penyidik akan melayangkan surat panggilan kepada pimpinan proyek. “Kita akan panggil profesor yang jadi pimpronya untuk dimintai keterangan lagi,” kata sumber tersebut.
Sumber tersebut mengatakan, soal Alkes USU diduga terjadi mark up karena beberapa alkes pengadaan tahun 2010 tidak sesuai spesifikasi yang telah ditentukan. Spesfikasi dan kualitas yang telah ditentukan ada pada merek S, namun yang dibeli merek Ph. “Dari pelanggaran spek ini, diduga ada kerugian negara, karena harga alkes merek Ph lebih murah dari merek S,” katanya..(rud/ari/dra)

Paparan Nuklir Masuk Malaysia

PBB: Jepang Harus Perluas Zona Larangan

TOKYO – Paparan nuklir Jepang sudah masuk ke Malaysia, hal itu lantaran radiasi itu ditiup angin ke arah selatan maupun barat.Tapi, kadarnya masih relatif rendah.

Demikian diakui  Menteri Kesehatan Malaysia, Datuk Seri Liow Tiong Lai, Kamis (31/3). Menurut laporan Kementerian Ilmu, Teknologi dan Inovasi (MOSTI), angin bertiup ke arah barat dan selatan, sehingga bisa sampai ke Malaysia.

“Bahan radioaktif yang menyebar ke area (Malaysia) sudah bercampur tetapi kami akan memonitor situasi,” kata Liow, seperti dikutip The Star, Kamis (31/3).

Liow menyatakan akan melakukan tindakan pencegahan dan mengumumkan kepada masyarakat, jika situasi memburuk. Sementara itu, situasi lingkungan masih aman.
Menteri Datuk Seri, Dr Maximus Ongkili mengumumkan telah menguji 63 sampel makanan yang diimpor dari delapan prefektur di Jepang.

Hasilnya, makanan masih aman pencemaran bahan radioaktif. Sampel yang diambil antara lain produk sayuran, stroberi, jamur, susu, dan seafood yang diimpor dari 24 hingga 29 Maret dari prefektur Chiba, Fukushima, Gunma, Ibaraki, Miyagi, Nigata, Tochigi dan Yamagata. Tidak ada yang terdeteksi radioaktif Iodine-131, Cesium-134, dan Cesium-137. “Kalau pun ada, tak melewati ambang batas yang ditetapkan Jepang,” kata Maximus.

Singapura mendeteksi sayuran kubis dari Jepang mengandung bahan radioaktif. Jumlahnya sembilan kali di atas ambang batas yang ditetapkan dalam perdagangan internasional. Temuan itu dilaporkan ke PBB.

Sedangkan Badan Pengawas nuklir PBB meminta Jepang memperluas zona bahaya radiasi. Sebab, yodium radioaktif sudah terdeteksi dua kali dari zona bahaya. Sedangkan radiasi di air laut sudah mencapai 4.000 kali dari ambang batas. Kini, Jepang masih menetapkan zona bahaya 20 kilometer dari pembangkit nuklir Fukushima Daiichi.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menemukan data baru tentang radius paparan radiasi di sekitar PLTN.
Hasilnya dideteksi sekitar dua juta becquerels (Bq) zat radioaktif per meter persegi di sejumlah sampel tanah dari Desa Iitate, sekitar 40 kilometer barat laut reaktor 1 Fukushima. Angka tersebut dua kali lipat dari batas aman. (bbs/cak/jpnn)

 

Bom Surat Meledak di Swissnuclear

ZURICH – Negara-negara Eropa yang menggunakan atom sebagai pembangkit energi listrik mulai muncul. Salah satunya Swiss, Kamis (31/3), sebuah bom yang dikemas dalam amplop alias bom surat meledak di kantor asosiasi energi nuklir Swissnuclear di Kota Olten, Solothurn Canton.

Akibat ledakan pagi hari itu, dua pegawai perempuan terluka dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Seorang diantaranya terluka pada bagian lengan. “Bubuk mesiu dalam surat itu langsung meledak saat surat dibuka oleh seorang petugas pada sekitar pukul 08.15 waktu setempat,” kata Thalia Schweizer, jubir kepolisian Solothurn Canton. Canton adalah wilayah setingkat negara bagian.

Meski relatif kecil, ledakan itu sempat membuat karyawan kantor yang menaungi beberapa perusahaan pembangkit listrik di Swiss itu panik. Mereka berebut turun dari lantai empat, tempat bom meledak. Sebaliknya, aparat dan petugas keamanan langsung berlarian menuju sumber ledakan untuk mengamankan lokasi. Mereka langsung mensterilkan kantor Swissnuclear.

Tak lama kemudian, polisi memblokir jalan masuk ke gedung perkantoran yang terletak di pusat kota Olten tersebut. Polisi juga berjaga di setiap ruas jalan yang menjadi akses utama menuju gedung tersebut. Beberapa mobil polisi parkir di halaman gedung dan jalanan. Selain penyidik, polisi juga mengerahkan tim forensik ke lokasi ledakan.
Dari luar, sama sekali tidak terlihat kerusakan di gedung bertingkat itu. Menurut petugas, kerusakan di dalam gedung pun tidak terlalu parah. Kendati demikian, petugas tetap melakukan identifikasi. Mereka berharap menemukan petunjuk soal pengirim bom. Tapi, sampai kemarin sore, belum ada individu atau kelompok yang mengklaim serangan tersebut.

Sempat ada dugaan bahwa bom surat itu ditujukan pada enam karyawan Swissnuclear yang bekerja di lantai enam gedung tersebut. Namun, polisi tak langsung mempercayai laporan tersebut. Apalagi, motivasi di balik pengiriman bom surat itu masih terus digali. Tapi, belakangan, sentimen publik Swiss terhadap energi nuklir meningkat.
Sampai sekarang, Swiss masih mengoperasikan lima pembangkit listrik energi nuklir yang seluruhnya bernaung di bawah Swissnuclear. (afp/ap/bbc/hep/jpnn)

Tari Poco-poco Haram

PERAK-  Komite Fatwa negara bagian Perak memutuskan tari poco-poco dilarang tampil di Malaysia, karena memancing reaksi beragam. Larangan ini diberlakukan bagi tarian yang diketahui populer di Sulawesi Utara dan sempat tenar di Indonesia sekitar pada 2000-an.

Beberapa media di Malaysia melaporkan Jawatan kuasa Fatwa Negeri Perak telah memutuskan poco-poco haram bagi warga Muslim  dan keputusan itu akan segera dibukukan. Alasannya, poco-poco mengandung unsur kepercayaan Kristen  dan unsur pemujaan roh. Adapun yang mengandung unsur Kristen adalah gerakan kaki sang penari membentuk salib. Anggota biro politik sentral PAS, partai Islam, Khalid Samad menyebut keputusan komite fatwa Perak menggelikan dan tidak bisa diterima. “Pada dasarnya warga melakukan poco-poco untuk latihan tanpa motif keagamaan,” kata Khalid, Kamis (31/3).   Terpisah, Menteri Besar Perak Datuk Seri Dr Zambry Abdul Kadir menegaskan pemerintah tidak mempersoalkannya. (bbs/jpnn)

Ribuan Wisatawan Terdampar

PHANG NGA – Jumlah korban tewas akibat banjir bandang besar yang menimpa delapan provinsi di Thailand meningkat dari 15 orang menjadi  21 orang, sementara itu ratusan ribu lainnya terkena dampak banjir termasuk 2 ribuan wisatawan terdampar di sebuah pulau.

Kementerian Dalam Negeri Thailand, dilansir dari laman CNN, Kamis (31/3), banjir bandang menimpa daerah selatan Thailand  menewaskan 21 orang. Sebanyak 716.000 warga di delapan provinsi terkena dampaknya.   Delapan provinsi yang terdampak banjir yakni, Nakhon Si Thammarat, Phatthalung, Surat Thani, Trang, Chumphon, Songkhla, Krabi dan Phang Nga.  Surat Thani, daerah terparah terkena banjir. Kerugian diperkirakan mencapai 1,5 miliar baht atau sekitar Rp430 miliar. Sebagian besar telah diungsikan ke kuil-kuil. Menurut laporan Bangkok Airways, sebanyak 2.100 wisatawan tidak dapat pulang sejak Senin lalu. (bbs/jpnn)

Mantan PM Inggris Rebutan Kursi Pesawat

Pelayanan Buruk Maskapai Timur Tengah

Bagi banyak orang menumpangi pesawat adalah kendaraan yang nyaman dan pelayanannya juga baik, itu semua hanya sebagian saja. Buktinya, Mantan Perdana Menteri (PM) Inggris, Gordon Brown mendapati insiden perebutan kursi pesawat.

Insiden yang melibatkan Brown itu terjadi di pesawat dari Timur Tengah. Penumpang British Airways dari Oman ke London, Inggris, kehilangan tempat duduknya sebelum rombongan Brown naik, ketika pesawat itu transit di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Beberapa penumpang mendadak diberitahu ada masalah overbooking, yang berarti beberapa harus pindah kursi dan ada pula yang terpaksa tak bisa naik pesawat itu. Saat mereka melihat Brown dan rombongan yang berjumlah enam orang, penumpang pun marah.

Mereka yakin, Brown dan rombongan penyebab mereka kehilangan tempat duduk. Hal ini disangkal kantor Brown dan pihak maskapai. Seorang penumpang yang sedang hamil, memotret Brown dan menggunakannya untuk protes kepada maskapai. “Saya lebih menyalahkan maskapai ketimbang Brown. Asisten Brown, Kristy McNeill, benar-benar bersikap tidak menyenangkan,” ujar si ibu hamil, menolak memberi namanya. Sementara juru bicara British Airways menyatakan, keberadaan Brown hanya kebetulan semata.

“Situasi ini tak ada hubungannya dengan Gordon Brown. Kami meminta maaf kepada penumpang dan telah menawarkan kompensasi. Insiden semacam ini sangat jarang terjadi dan kami meminta maaf. Gordon Brown dan rombongan telah booking sejak awal, mereka tak terlibat,” demikian maskapai.

Juru bicara Brown menyatakan British Airways telah menyampaikannya dengan jelas. Pengubahan kelas dan pembatalan, lanjutnya, sama sekali tak ada hubungan dengan Brown yang telah booking sejak awal. “Ia tak meminta maupun menerima perlakuan khusus,” pungkasnya. (bbs/jpnn)

Penggali Nilai Ulos

Midian Sefnat Sihombing

Seperti suku bangsa lainnya, Batak memiliki kebudayaan sebagai investasi untuk mewujudkan kesejahteraan. Hal inilah yang direalisasikan Midian Sefnat Sihombing.

Ditemui di kediamannya Jalan Sei Belutu No.30 Medan, pria yang akrab disapa Mardi ini dengan lugas memberi penjelasan perihal jungkit. Jungkit adalah sebutan bagi teknik pembuatan kain pada masyarakat Batak yang dalam masyarakat Palembang disebut songket. “Semua kain tradisional termasuk Batak mengenal apa yang disebut menyisip benang tambahan ke kain. Ulos sendiri sangat istimewa karena menggunakan beragam teknik penyisipan yang saya sebut dengan double jungkit. Ini yang belum banyak dipahami masyarakat Batak. Jadi orang Batak itu sendiri yang membuat nilai ulos menjadi rendah,” buka Mardi.

Menurut alumnus Fashion Design Bunka Jakarta dan Esmod Jakarta juga sempat mengecap pendidikan di Tekstil Institut Kesenian Jakarta ini, ulos diciptakan oleh leluhur bangsa Batak memiliki nilai-nilai filosofi. Baik dalam pemilihan ragi (motif tenun ikat) hingga penggunaannya. Sebut saja ulos ragi otang yang mengambil unsur rotan atau ragi hidup dari unsur pria dan wanita yang menyatu untuk membuat kehidupan baru.

Dari penggalian yang dilakukan, Mardi bahkan berhasil menemukan keberadaan ulos na nidondang. Kain ini  ditenun dengan menggunakan benang yang didatangkan khusus dari Barus dan dihiasi dengan batu permata. Ulos na nidondang dan ulos runjat dulunya hanya digunakan oleh keluarga raja.

Semua kekayaan tadi coba diangkat lewat inovasi yang dilakukan. Pemilahan benang yang dilakukan secara manual juga minus pewarna kimia membuat kain terasa halus. Untuk benang sendiri, Mardi tak sungkan menggunakan sutra. Demikian pula untuk ragi yang menghasilkan efek cahaya. “Jungkit tidak pernah tergantung kepada benang yang digunakan. Untuk pewarna saya gunakan unsur alam seperti dari enceng gondok, bambu, hariara, harimotting,” tegasnya.

Tak heran karya suami dari Lusi Nainggolan ini dihargai dengan nilai yang tinggi dari Rp5,5 juta hingga Rp50 juta. Tidak itu saja, jungkit buatannya dikabarkan sudah melambai di luar negeri hingga Eropa. Berbagai penghargaan pun berhasil diraih sepanjang 2010 lalu. Terakhir dirinya menggelar pameran tunggal jungkit pada Grand Opening Museum Batak oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono di Soposurung Balige belum lama ini.
Ketertarikan Mardi sendiri terhadap seni sudah ada dari masa kanak-kanak. Diturunkan dari kedua orangtua kepada ketiga saudaranya meskipun hanya Mardi yang konsekuen dengan jalannya. Mardi memulai karir berkesenian pada 1980-an dengan membentuk sanggar seni. Dari bernyanyi, tari, juga drama turut digarap. Untuk selanjutnya melanjutkan pendidikan di Jakarta. “Sekarang ini seniman juga harus sekolah atau tidak akan pernah bisa memberi kontribusi positif,” ketusnya.

Dengan modal yang ada, bapak dari Nantinka Sihombing (7 bulan) ini memulai penggalian terhadap karya-karya sang leluhur. Tidak cukup dengan literatur, Mardi juga menjelajah ke berbagai daerah mencari masukan untuk sebuah karya yang fenomenal. Dan, Mardi akan terus melanjutkan langkah untuk kebangkitan kebudayaan Batak. (jul)

Bangun Rumah Kreatif untuk Remaja

KeberHasilan melewati banyak rintangan memberi Mardi sebuah pemahaman baru. Bahwa prestasi tidak diraih dengan instan. Perlu proses panjang yang dimulai sejak dini.

“Dulu memang menjadi artis modal tampang sudah bisa. Tapi sekarang ini tak laku lagi yang seperti itu. Gitu juga tawaran-tawaran dari agency untuk membuat orang jadi artis itu tidak betul,” tegas Mardi.

Menyadari hal itu,  dirinya mendirikan Rumah Kreatif Merdi Sihombing yang rencananya akan diluncurkan Mei mendatang. Dengan konsep pembinaan Rumah Kreatif Mardi Sihombing akan memulai pembinaan untuk usia lima sampai 15 tahun. Diawali pelatihan dasar modeling, catwalk, hingga akting agar anak didiknya memiliki kemampuan yang bida diandalkan nantinya. Pasalnya, selain latihan dasar tersebut, Mardi juga memberikan pengetahuan lain yang mendukung. Maksudnya, agar si anak lebih kaya. “Untuk modeling kita akan berikan latihan dasar balet untuk melatih kelenturan. Di situ anak-anak juga kita ajar bagaimana mendandani diri sendiri sesuai dengan konteks kegiatan. Akting sebagai komplikasi kehidupan sehingga pelatihan ini juga dapat mempersiapkan si anak untuk menghadapi persaingan global,” paparnya. (jul)

Ferrari Malinda Berplat Palsu

JAKARTA- Polisi sudah menyita sedan mewah Ferrari F 430 Scuderia milik penilap dana nasabah Citibank Rp17 miliar Malinda Dee. Sedan berlogo kuda jingkrak berwarna merah itu di parkir di halaman parkir Mabes Polri.
“Harganya bisa sampai Rp6 miliar,” kata seorang penyidik yang enggan disebutkan namanya di Mabes Polri, Kamis (31/3).

Mobil milik Malinda yang ditengarai dibeli dari dana hasil penggelapan uang nasabah Citibank itu disita dari sebuah lokasi di Tebet, Jakarta Selatan. Tadi malam (31/3) mobil itu sudah nongkrong di halaman parkir Bareskrim Mabes Polri. Saat disita, Ferrari itu menggunakan nopol palsu B 481 SAA. “Nopol aslinya yang B 5 DEE itu,” ujar polisi tersebut.
Selain Ferrari, penyidik juga membawa Mercy tipe E 350 bernopol B 467 QW yang sebelumnya disimpan di gudang penyimpanan Mabes Polri di Jakarta Utara. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam menjelaskan, nama asli perempuan tersebut adalah Inong Melinda. (wan/aga/ind/jpnn/c4/nw)

Cirus Dicekal 20 Hari

Jakarta- Imigrasi sudah mengeluarkan perintah cegah dan tangkal (cekal) ke luar negeri bagi tersangka kasus mafia hukum Cirus Sinaga. Masa pencegahan dilakukan untuk 20 hari ke depan sesuai dengan permintaan Polri.

“Baru ada usulan dari Kabareskrim. Tapi itu untuk penyidikan mulai tanggal 29 Maret sampai 20 hari ke depan,” kata Kasubdit Humas Ditjen Imigrasi Bambang Catur lewat sambungan telepon, Kamis (31/11).

Menurut Bambang, surat usulan dari Polri masuk pada tanggal 28 Maret 2011. Keesokan harinya, perintah cegah langsung dikeluarkan. Sementara itu, untuk perintah pencegahan ke luar negeri dalam jangka waktu setahun, Imigrasi masih menunggu surat permintaan dari Kejagung. “Dari Kejagung belum mengirim sampai sekarang,” ucapnya.

Sebelumnya, Jaksa Agung Muda bidang Intelijen (Jamintel) Edwin P Situmorang telah menerima permohonan cegah dan tangkal (cekal) terhadap jaksa Cirus Sinaga dari pihak Mabes Polri. Saat ini, pihak Jamintel sedang memproses kelengkapan permohonan tersebut untuk diteruskan Imigrasi.

Seperti diketahui, jaksa senior Cirus Sinaga terjerat dua kasus pidana yang kini ditangani penyidik Mabes Polri. Perkara pertama terkait dugaan pidana mafia hukum dalam penanganan berkas pencucian uang dan penggelapan Gayus Tambunan. Perkara kedua terkait dengan pidana pemalsuan dokumen rencana tuntutan (rentut) Gayus Tambunan dengan tersangka utama Haposan Hutagalung, mantan pengacara Gayus Tambunan.
Dalam perkara pertama, berkas Cirus Sinaga dinyatakan belum lengkap dan dikembalikan ke Mabes Polri. Dalam perkara ini, Cirus diduga menghapus pasal korupsi saat menangani kasus Gayus Tambunan sehingga berujung pada bebasnya Gayus Tambunan.

Oleh penyidik, Jaksa Cirus dijerat pasal 5 dan atau pasal 12 Undang-Undang Tipikor dan atau pasal 3 dan atau pasal Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang. Cirus disangka telah menghalang-halangi proses penyidikan, penuntutan perkara korupsi serta telah melakukan penyalahgunaan kewenangan.
Sedangkan perkara kedua terkait pemalsuan rentut, kini masih dalam tahap penyidikan di Mabes Polri. Belum diketahui kapan berkas perkara ini akan dilimpahkan ke Kejaksaan. (net/jpnn)

Pesepakbola Muda Medan Dilirik

Yamaha U-13 Football Festival Road to ASEAN Cup 2011

MEDAN – Tak dapat dipungkiri, Kota Medan termasuk sebagai salah satu kota penghasil pesepakbola andal. Maka itu Yamaha yang cukup konsen akan baka-bakat muda pesepakbola nasional kembali menggelar Yamaha U-13 Football Festival Road to ASEAN Cup 2011 regional Sumatera, di Medan pada 22-24 April mendatang.

Maka itu sejak hari ini hingga 10 April mendatang, pihak panitia pelaksana Yamaha U-13 Football Festival Road to ASEAN Cup 2011, membuka pendaftaran bagi tim yang berminat mengikuti ajang bergengsi tersebut.

Ketua Panitia Pelaksana H Saryono mengatakan, tim yang berminat mendaftar bisa mendatangi markas SSB Sejati Pratama Lapangan Sejati Pratama Jalan Karya Jaya Nomor 1 Medan. “Yang jelas pesepakbola di bawah usia 13 tahun kelahiran tahun 1998. Tidak hanya peserta dari Kota Medan, kami juga mengharapkan keikutsertaan tim lain di wilayah Sumut lainnya,” kata Saryono didampingi Sekretaris Panitia Ir Lukmanul Hakim Dalimunthe Kamis (31/3).
Saryono menjelaskan pertandingan akan digelar pada tanggal 22-24 april dengan mempertemukan dua tim yang terdiri dari sembilan orang. “Uang pendaftaran sebesar 150 ribu rupiah tiap tim. Pertandingan akan menggunakan gawang portable Sembilan lawan Sembilan,” kata Saryono yang juga pengurus PSMS Medan itu.

Selain mencari tim juara, 15 pemain terbaik yang dipilih oleh pemandu bakat bakal mengikuti even yang sama di tingkat nasional dan berkesempatan bersaing dengan 16 provinsi lainnya di Jakarta Mei mendatang. “Ada tim talent scouting yang menyaring 15 orang peserta terbaik untuk ke Jakarta dan bertanding dengan tim lain dari 16 provinsi bulan Mei nanti,” paparnya lagi.

Puncaknya, 15 pemain akan kembali dipilih untuk menantang tim-tim lain di kawasan ASEAN bulan Juni mendatang seperti Thailand, Filipina, Vietnam, dan beberapa negara lain di Thailand. Untuk level ini tahun lalu, Medan berhasil menjadi penyumbang pemain terbesar bagi Indonesia dengan terpilihnya enam pemain ke Vietnam. “Tahun 2008 lalu, Medan Juara I untuk nasional dan enam orang dipilih berangkat ke Vietnam yang juga meraih peringkat empat,” sebutnya.

Dia juga menjamin, segala bentuk KKN tidak akan berlaku di ajang ini. “Sehebat apapun dia kalau tidak main tidak akan mungkin terpilih. Kami juga tidak akan memberi kesempatan bagi pemain-pemain titipan,” pungkasnya. (ful)