Home Blog Page 15496

Jaga Budaya Minum Teh

Tak kenal menyerah Endar Hadi Purwanto (46) mensosialisasikan budaya minum teh di tengah-tengah masyarakat Kota Medan. Dengan cara itu dirinya membangun kesadaran akan manfaat dari sebuah proses.

Dari kebiasaan meminum teh pada 1996 lalu, Endar dengan dukungan  penikmat teh Kota Medan lainnya mendirikan Ho Teh Tiam di Jalan Mongonsidi No 33 Medan 2008 lalu.

Lebih dari sekadar warung teh yang berorientasi kepada bisnis, Endar justru menerapkan konsep edukasi di dalamnya. Bagaimana memahami fenomena minum teh yang ada di tengah-tengah masyarakat.

“Di Tiongkok porsi masyarakatnya meminum teh 90 persen setiap harinya. Artinya, ada hal baik dari meminum teh ini karena pengenalan yang dangkal terhadap hal itu membuat banyak yang bilang bisa mengganggu ginjal dan lain sebagainya,” buka Endar yang ditemui di Ho Teh Tiam SPBU Brigjen Katamso beberapa waktu lalu.

Endar pun menjelaskan bila meminum teh pada dasarnya merupakan budaya asli Timur. Hal itu terbukti dari bahan baku yaitu Camellia sinensis yang ditemukan Georg Kamel di Tiongkok beratus-ratus tahun lalu. Namun saat ini budaya itu malah terkesan berasal dari negara Barat dengan berbagai teknologi yang justru mengaburkan makna aslinya.

Pria bertubuh tambun ini pun menyiapkan segala perlengkapan untuk minum teh tadi seperti skoci dan teko yang terbuat dari keramik, gelas, kayu juga tungku memasak di setiap meja yang ada. Hal itu dilakukan agar pengunjung membuat sendiri teh sesuai dengan seleranya.

Waiters yang ada akan memandu bila dibutuhkan dan mereka tidak akan melayani pembuatan teh tadi. “Tak kenal maka tak sayang. Jadi dengan membuat teh sendiri masyarakat baru dapat menikmati minum teh sebagai budaya bangsa Timur.

Semakin sering kita membuat teh kita akan menemukan bahwa minum teh juga dapat melatih ketenangan dan emosional. Dengan demikian pula hidup lebih dapat dinikmati,” tambahnya.

Di samping memperkenalkan tradisi seduh teh, Endar juga ingin membumikan tradisi minum teh termasuk bahan-bahan yang terdapat di dalam negeri. Sehingga hal itu bisa memberdayakan para petani teh di dalam negeri. Bahkan dari pengalamannya, bahan baku teh terbaik justru terdapat di Indonesia. Hanya saja selama ini teh terbaik tadi lebih banyak dikirim ke luar negeri.

Untuk itu dirinya pun kerap menggelar beberapa kegiatan berupa kompetisi menyeduh teh untuk khalayak. Kegiatan yang cukup mendapat apresiasi tidak hanya dari masyarakat awam.

Bahkan dari kegiatan tersebut, salah satu lembaga pendidikan swasta di Kota Medan menjadikan kegiatan menyeduh teh sebagai kegiatan ekstrakulikuler para siswanya. Pasalnya kegiatan menyeduh teh yang ditujukan untuk orangtua dinilai memiliki pesan-pesan moral bagi siswa.

“Kita lahir di tanah ini. Dari cari makan sampai nanti dikubur juga di tanah ini. Saatnya kita menunjukkan bahwa kita memiliki Indonesia. Jadi kekayaan tradisi ini tidak akan bermanfaat bila disimpan. Tradisi yang baik sudah seharusnya kita sebar luaskan,” tegasnya.

Kesibukan Endar melestarikan budaya seduh teh ini sama sekali tidak berhubungan dengan silsilah keluarga. Bahkan kedua orangtua sama sekali tidak berhubungan dengan bisnis teh. Endar bahkan lama bergelut di bidang yang tidak berhubungan dengan teh seperti fotografi, percetakan, dan farmasi sebelum pemahaman pentingnya melestarikan kebiasaan itu di tengah-tengah masyarakat. (jul)

Endar Hadi Purwanto
Konsentrasi    :     Tradisi Sedu  Teh
Lahir    :     Medan, 20 Januari 1965
Istri    :     Nurlela
Anak    :
Junied Hadi Purwanto (22)
Dwigamal Hadi Purwanto (20)
Lasmaria Hadi Purwanto (18)
Alamat    :     Jalan Pertempuran No.14F Medan

Beri Sanksi Tegas ke Pelaku KDRT

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) merupakan perbuatan yang membuat penderitan khususnya kepada kaum perempuan. Hal inilah yang semestinya dicegah sejak dini, dan diberikan sanksi yang tegas agar tak bertambah korbannya.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Kota Medan, Abdul Muluk Dalimunthe, Rabu (27/4) di Asean International Hotel Medan dalam acara Sosialisasi UU No 23 Thn 2004 tentang penghapusan KDRT.

Disebutkannya, di Kota Medan masih ditemui kasus KDRT, namun jumlahnya relatif kecil bila dibandingkan dengan kota/kabupaten lainnya di Sumut. Untuk menekan angka kekerasan ini, sebaiknya seluruh pihak turut bersama.
“Pemberantasan KDRT ini adalah tanggung jawab bersama-sama,” katanya didampingi Kabid PP dan KB, Dra Hj Suryani Lubis.

Muluk menambahkan, kasus KDRT itu digolongkan kekerasan yang menimbulkan kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan penelantaran rumah tangga. Bentuk kasus KDRT juga termasuk ancaman melakukan perbuatan, pemaksaan, perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkungan rumah tangga.

Di tempat yang sama, Biro Pemberdayaan Perempuan Anak dan KB Sekdaprovsu, Emmy Suryana Lubis mengatakan, penghapusan KDRT merupakan jaminan yang diberikan negara untuk mencegah terjadinya kekerasan, menindak pelaku kekerasan dan melindungi korban kekerasan.

Selain itu, sebutnya penjaminan itu juga harus dilakukan sedini mungkin dan terus disampaikan kepada khalayak ramai, sehingga kasus KDRT ini bisa dihilangkan. Selanjutnya, peran seluruh masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap persoalan KDRT ini.

Lebih lanjut, dia menyampaikan permasalahan KDRT yang ada saat ini sebenarnya bukanlah hal yang baru, melainkan sudah ada sejak dulu. Hanya saja, mulai saat ini peran seluruh pihak untuk melakukan pemberantasannya.
“Kita harus bersama hilangkan KDRT ini, karena perempuan itu harus dilindungi,” sebutnya.

Ungkapan tersebut diamini tiga nara sumber yang diundang yakni, Prof  H M Hasballah Thaib MA, Kanit PPA Polresta Medan, AKP Khairani S Sos dan mewakili Kejari Medan, Lila Nasution SH M Hum.
Hasballah menyampaikan, korban berhak memperoleh perlindungan dari advokat, lembaga sosial, Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan berdasarkan penetapan keadilan.

“Perlindungan sementara yang langsung yakni Polisi atau lembaga sosial, sebelum dikeluarkan penetapan perlindungan dari pengadilan,” ujarnya.
Dia menambahkan, bagi korban KDRT yang sudah berlarut larut mendapatkan kekerasan ada baiknya melaporkan kejadian ke pihak berwajib. Perlu diingat, melaporkan bukan memperumit masalah melainkan menghentikan dan memberikan efek jera.

Hadir dalam acara tersebut, Kabid PP dan KB Kota Medan, Dra Hj Suryani Lubis, Sekretaris PP dan KB, Syahnan Rajawali dan sejumlah undangan. (her)

Ketua Golkar Sumut Diusir Kader

Atribut Partai Dibakar, Massa dan Polisi Nyaris Bentrok

MEDAN-Kepemimpinan Andi Achmad Dara sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sumut mulai diuji. Hari pertama berkantor di Gedung Partai Golkar Sumut di Jalan KH Wahid Hasyim dan berkoordinasi dengan pengurus DPD Golkar lain, Jumat (29/4), Andi Achmad Dara didemo puluhan pria pendukung Syamsul Arifin.

Para Kader Golkar itu mempertanyakan kebijakan DPP melengserkan Syamsul dan menolak kepemimpinan Andi yang akrab disapa Adey itu di Golkar Sumut. Mereka juga minta Adey dan pengurus DPP Golkar lain kembali mendudukkan gubernur Sumut nonaktif itu sebagai Ketua DPD Golkar Sumut.

Massa pendukung Syamsul itu juga menuding Adey sebagai pengacau situasi kondusif Partai Golkar di Sumut. “Jangan kau obok-obok Golkar di Sumatera Utara ini,” teriak para pengunjuk rasa.

Massa menuangkan kemarahanya dan meminta agar Adey kembali ke Jakarta. “Hai kau orang Jakarta, jangan kau kacaukan Golkar Sumut ini. Hidup Syamsul…,” teriak para pengunjuk rasa lagi.

Situasi sempat tegang disaat para pengunjuk rasa membakar atribut partainya dan mengancam membakar kaos berlambang pohon beringin itu jika Adey tidak menemui mereka. “Kami minta kepada ketua agar datang kemari menemui kami… Jika tidak, kami akan membakar atribut ini serta membakar kaos yang kami gunakan ini. Cepat ketua, segera temui massa aksi,” teriak para pengunjuk rasa.

Para pengunjuk rasa bahkan nekat menerobos penjagaan ratusan personel polisi untuk masuk ke gedung bercat kuning itu. Pendemo nyaris bentrok dengan aparat keamanan dari Polresta Medan dan Polsekta Medan Baru untuk mengantisipasi aksi anarkis massa. Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga juga datang sebentar memantau kondisi di lokasi.

Massa yang sejak pukul 15.00 WIB berada di pelataran kantor Golkar itu, akhirnya diterima langsung Plt DPD Golkar Sumut. Setelah pertemuan tertutup dengan Adey para delegasi itu keluar tanpa sepatah kata pun, membisu.

Plt Partai Golkar itu Andi yang dikabarkan akan memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan yang sejak lama ditunggu, malah buru-buru memasuki mobilnya tanpa berkomentar apapun, “Awas, bapak mau lewat…. Itu Pak langsung ke mobil saja,” ujar ajudanya sembari membuka pintu mobilnya BP 118 N warna hitam.

Sebelumnya, Adey menjanjikan tidak akan merancang pelaksanaan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) untuk merombak susunan kepengurusan, termasuk memilih ketua Golkar Sumut defenitif.

“Musdalub atau apa pun namannya, tidak ada itu. Saya tidak bertugas untuk mengantarkan Musdalub. Saya hanya membantu memenej organisasi partai kita di Sumut,” ujar Andi Achmad Dara saat dihubungi Sumut Pos, kemarin (28/4).

Politisi asal Sumatera Selatan itu menjelaskan, langkah yang akan segera dilakukan sebagai Plt ketua Golkar Sumut, dirinya akan secepatnya melakukan konsolidasi. Langkah ini dianggapnya penting mengingat persiapan menghadapi pemilu 2014 harus dilakukan sejak sekarang.

“Targetnya menambah kekuatan Golkar di Sumut, minimal mempertahankan yang sudah diraih dalam pemilu 2009. Tidak ada pemikiran aneh-aneh seperti Musdalub. Semua untuk kepentingan partai,” terang koordinator pemenangan pemilu wilayah Sumatera DPP Golkar itu.

Kader Lompat Partai
Sejak Syamsul Arifin dilengserkan dari posisi Ketua DPD 1 Golkar Sumut, berbagai isu bermunculan. Mulai dari perpecahan di internal partai hingga aksi loncat partai yang dilakukan para kader.

Isu yang santer terdengar, banyak kader partai beringin yang mengincar Partai Demokrat untuk tempat berlabuh. Sementara itu, Ormas Nasional Demokrat (Nasdem) yang baru saja resmi mendaftar sebagai parpol peserta Pemilu 2914, menjadi salah satu pilihan berpindah haluan.

Kendati demikian, anggota Fraksi Golkar DPRD Sumut Isma Fadly Ardhya Pulungan enggan berkomentar. “Saya tidak tahu ada isu itu,” katanya mengelak. Nah, apakah hal ini pertanda Golkar Sumut pecah? pria yang duduk sebagai Sekretaris Komisi A DPRD Sumut ini tak mau enggan menjawabnya.

Wakil Sekretaris DPD 1 Golkar Sumut Sabar Syamsurya Sitepu juga membantah ada perpecahan di tubuh Golkar Sumut dan kemungkinan kader lompat partai. “Masih solid, yang suka pindah-pindah partai itu kutu lomcat namanya. Di Golkar tidak ada,” tegasnya.

Analis politik asal Universitas Sumatera Utara (USU), Ridwan Rangkuti, behkan melihat  keinginan kader Golkar untuk pindah ke partai lain merupakan sebuah yang merugikan. Merugikan misalnya, kalau lompat ke Demokrat, dipastikan tidak akan ada jabatan yang akan dipegang.

Karena, Demokrat telah melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda). Sementara, untuk Nasional Demokrat (Nasdem) belum tentu akan menjadi Parpol. Karena sampai saat ini masih dalam proses verifikasi. Dan dari proses tersebut belum tentu juga, Nasdem akan menjadi Parpol.

“Sebelum Syamsul Arifin diberhentikan sementara, memang sudah banyak yang berpindah. Namun, kalau kader pindah karena Syamsul Arifin diberhentikan, apakah itu menguntungkan? Kalau ke Demokrat, (posisi) sudah penuh, sementara Nasdem saat ini masih dalam pencarian konsep,” jelasnya.

Ridwan Rangkuti melihat tak ada pengaruh signifikan pelengseran Syamsul dari posisi Ketua DPD Golkar dengan hasil pilgubsu 2013 mendatan dan pada Pemilu 2014.

“Golkar adalah partai yang matang pengalaman, pergantian pimpinan tidak akan memberikan perubahan atau pengaruh yang terlalu besar. Mengenai suara, Golkar punya Tri Sukses yakni, Sukses Pemilu 2014, Pilkada 2013, dan Sukses pengkaderan. Dan ini tidak dimiliki yang lainnya, termasuk Nasdem,” terangnya. (mag-8/ari)

Bantah Paksakan Torres-Drogba

Manajer Chelsea Carlo Ancelotti membantah bila dia memaksakan Fernando Torres dan Didier Drogba dimainkan bersama dalam duel melawan Tottenham Hotspur, hari ini  (30/4). Namun tidak bisa dipungkiri bila Ancelotti berusaha keras menyatukan mereka dalam latihan.

Hal tersebut memunculkan spekulasi bila Ancelotti mendapat tekanan untuk memainkan mereka dalam derby London yang harus dimenangkannya.

Torres dan Drogba baru tiga kali dimainkan bersama dari 14 pertandingan sejak kedatangan striker Spanyol itu yang direkrut dari Liverpool. Kehadiran penyerang berharga 50 juta pounds ini juga memaksa Ancelotti mengubah skema permainan dari  4-4-2 menjadi 4-3-3.

Menurut Ancelotti dirinya memang tengah mencoba menduetkan Torres dengan Drogba. Terutama setelah Torres mengakhiri kemandulannya dengan mencetak gol saat menghadapi West Ham United, Sabtu lalu.

“Bila berjalan seperti harapan, ini hal yang bagus bagi tim dan kami bisa meraih hasil memuaskan. Menurut saya bukan hal mengejutkan bila mereka mulai bermain bersama pada pertandingan besok (hari ini, Red),” jawabnya.

“Bila mereka bermain bersama, solusi terbaik adalah memainkan 4-4-2. Tapi tak masalah kami bermain 4-4-2 atau 4-3-3. Hasil tidak bergantung pada skema yang digunakan,” kata Ancelotti lagi. (net/jpnn)

Seminar Pemekaran Medan Utara Digelar Hari Ini

MEDAN- Sabtu (30/4) pagi ini Sumut Pos menggelar seminar sehari dengan topik “Pemekaran Medan Utara di Ambang Mata” di Ruang Royal 2 Hotel Asean International Jalan H A Adam Malik, Medan.

Kerja bareng Event Organizer (EO) dan Litbang Sumut Pos dan didukung PLN Wilayah Medan ini merupakan kegiatan perdana pada tahun 2011. Sebelumnya, akhir Desember silam kegiatan serupa juga digelar di Garuda Plaza Hotel mengambil topik “Reorientasi Pelayanan Publik di Pemko Medan”.

Ketua Pelaksana Darwin Purba mengatakan, seminar sehari ini merupakan bagian dari program EO dan Litbang dalam mengemban misi edukasi yang harus diberikan setiap media kepada publik. Topik yang diambil bersumber dari isu-isu strategis yang berkembang di masyarakat. “Kami melihat seminar adalah momen paling pas mempertemukan pemerintah dan pemangku kebijakan dengan elemen masyarakat. Kali ini topik yang kami pilih soal polemik pemekaran Medan utara, karena isu ini yang sedang hangat dibahas. Anggota DPRD juga sudah memberikan perhatian khusus soal ini,” katanya.

Menurut Darwin, sejumlah pembicara yang diminta sebagai narasumber sudah menyatakan kesiapannya hadir sejak jauh-jauh hari. “Kami memang agak  kompromi dengan waktu para narasumber. Tentu saja agar pembicara yang tampil relevan dengan isu yang didiskusikan di seminar nanti,” dia menambahkan.

Wakil Ketua Pelaksana Valdesz J Nainggolan menambahkan, empat narasumber yang sudah confirm adalah Wali Kota Medan Rahudman Harahap, Wakil Ketua DPRD Kota Medan Ikrimah Hamidy, anggota Tim Pemekaran Ibeng S. Rani, dan Drs Ridwan Rangkuti, MA.

“Kami mengundang berbagai kalangan agar isu pemekaran ini dapat dikaji secara objektif. Ada yang pro dan kontra sehingga ada perimbangan dalam diskusi,” katanya. Seminar juga akan dihadiri dua anggota DPD RI yakni Parlindungan Purba dan Rahmat Shah yang akan tampil memberikan sambutan.

Untuk memberikan kontribusi ilmiah dalam seminar ini, kata Valdesz, pihaknya sengaja mengundang pakar politik Drs Ridwan Rangkuti MA dari Universitas Sumatera Utara. “Sebetulnya kami mengundang DR Fikarwin Zuska selaku Ketua Tim Kajian Ilmiah Pemekaran Medan Utara, tapi beliau berhalangan hadir. Jadi kami mempercayakan kepada pak Ridwan Rangkuti sebagai narasumber dari kampus,” dia menguatkan.

Ombudsman Sumut Pos Vincent Wijaya menyambut baik penyelenggaraan seminar tentang wacana pemekaran Medan Utara ini. Dia melihat perlu ada suatu momen agar para pemangku kepentingan (stakeholders) dan seluruh elemen yang berkepentingan terhadap pemekaran duduk bersama membincangkan masalah tersebut.

‘’Selama ini banyak yang tidak setuju tapi menyampaikannya lewat media saja, sedangkan yang mendesak bergerak sendiri seperti organisasi bawah tanah. Jadi perlu pemahaman komprehensif yang difasilitasi media seperti yang digagas oleh Sumut Pos,’’ pungkasnya.(eo)

Mencegah Rayap Masuk Rumah

Anda seorang yang menyukai perabotan dari kayu di dalam  rumah, dan kerap kesal karena harus berhadapan dengan makhluk perusak kayu atau rayap? Memanggil jasa pembasmi rayap sangat disarankan. Sementara itu untuk mengurangi aksi si rayap, berikut beberapa langkahnya.

Rayap berkembangbiak secara pesat pada musim hujan, ia menyukai suasana lembab. Pada musim hujan pula, rayap akan membentuk koloni baru. Dimana ada laron yang bermunculan merupakan rayap dewasa jantan dan betina yang mencari pasangan.

Anda sebaiknya mengenali tanda-tanda, apakah rumah sudah terserang rayap. Misalnya ada gumpalan kecil seperti lumpur di perabot dari kayu. Atau ada serbuk kayu dan lubang dimana-mana. Nah, kalau sudah melihat beberapa tanda-tanda invansi rayap, Anda dapat membongkar jalan masuk yang dibangun rayap dua kali dalam seminggu. Lakukan pemeriksaan menyeluruh pada perabotan dari kayu seperti rak buku, almari, dan lainnya.

Sebaiknya memberi jarak saat menempatkan barang-barang berbahan kayu dengan tanah atau lantai. Bereskan sisa material kayu dekat pondasi rumah, ini bisa menjadi pintu masuk rayap. Perbaiki genteng atau saluran air yang bocor. Kebocoran akan menyebabkan kelembaban. Lapisi perabotan dari kayu dengan pelitur agar mempersulit rayap memakan kayu. (net/jpnn)

Polisi Ditantang Tangkap Pelaku

Kasus Penganiayaan PNS Pemprovsu
MEDAN-Nasib Ir Masfar (MF), PNS yang bertugas sebagai sopir ibu-ibu PKK di Provsu yang diduga dianiaya orang suruhan orang kuat di Pemko Medan, mengundang banyak empati. Salah satunya dari Profesor Arief Nasution sebagai tokoh masyarakat. Kepada wartawan koran ini, Arief menyebut kejadian itu sebagai kanibalisme pejabat publik yang sangat mencederai perasaan masyarakat.

Untuk itu, dia menantang petugas untuk bergerak cepat mengusut tuntas kasus tersebut secara objektif dan transparan. “Jangan hanya fokus pada penyiraman soda api di Jalan Adam Malik yang diusut, tapi juga siapan
orang di balik penganiayaan itu,” katanya.

Prof Arief melihat adanya unsur perencanaan yang mendahului penganiayaan tersebut. Untuk itu dia berharap kepolisian mengantisipasi berbagai upaya untuk menghilangkan bukti-bukti. “Juga menghilangkan nyawa korban yang kemungkinan dilakukan untuk menghentikan penyelidikan kasus ini,” pungkasnya.

Penyelidikan kasus penganiayaan Ir Masfar (MF), PNS yang bertugas sebagai sopir ibu-ibu PKK di Provsu yang diduga melibatkan orang kuat di Pemko Medan.

Di sisi lain, meski penyidik Reskrim Unit I Kejahatan dan Kekerasan (Jahtanras) Polresta Medan mulai melakukan pengusutan kasus penganiayaan secara bersama-sama ini, Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga mengaku pihaknya kesulitan menangani kasus ini. Kapolres beralasan, selain kondisi korban yang kritis dan dirawat intensif di RS Columbia Asia akibat dugaan disiram soda api, pelapor yang juga istri korban belum bersedia di BAP lanjutan.

”Kita sudah membentuk tim. Penyidik saat ini tengah mendatangi rumah sakit tempat korban (Ir Masfar) dirawat. Namun belum dapat dipastikan apakah pelapor maupun korban sudah dapat di-BAP atau belum,” ujar Kapolresta Medan didampingi Wakasatreskrim AKP Ruruh Wicaksono di Mapolresta Medan, Jumat (29/4).

Polresta Medan sudah menerima pengaduan resmi dari keluarga korban dengan pelapor atas nama Sri Listrikaningsih (41), istri Ir Masfar. Laporan penganiayaan dan penyiraman soda api tertuang dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: STPL/1033/IV/2011/SU/Resta Medan tertanggal 25 April 2011. STPL ditandatangani penyidik pembantu, Bripka Robert Panjaitan dan diketahui Inspektur dinas B, Aiptu Zul Efendi.

Untuk melengkapi berkas perkara, laporan pengaduan korban telah dilengkapi surat permohonan visum et repertum kepada pihak Rumah Sakit (RS) Columbia Asia Jalan Listrik, Medan dengan nomor R/169/IV/2011/Resta Medan.

“Pelapor belum bersedia diperiksa lebih lanjut, karena mengurus suaminya di rumah sakit. Hal tersebut kita izinkan dengan syarat bersedia menandatangi surat pernyataan belum bersedia diperiksa,” ucap Tagam.

Tagam menegaskan, surat pernyataan tersebut penting untuk menghilangkan anggapan polisi lamban menangani kasus tersebut. “Bagaimana mau cepat ditindaklanjuti, semetara para saksi dan korban belum bersedia diperiksa,” cetus Tagam.

Meski sudah melakukan penyidikan dengan sistem “jemput bola” dengan mendatangi dan memeriksa korban di rumah sakit, hingga pukul 17.30 WIB penyidik belum dapat memeriksa korban yang masih dalam keadaan kritis.
Disinggung dugaan keterlibatan oknum pejabat tinggi di Medan dalam kasus tersebut, Tagam belum dapat memberikan keterangan. “Kalau di laporan polisinya, terlapor masih berstatus lidik. Jadi kami belum tahu siapa pelakunya,” tukasnya.

Dengan segala keterbatasan itu, polisi ditengarai belum mampu mengusut aktor di balik penganiayaan yang diduga dilatarbelakangi cinta segi tiga ini. ”Belum tahu Mas, kan masih lidik. Saya juga masih belum tahu jelas itu. Emang gimana sih ceritanya bang,” kata AKP Ruruh balik bertanya.

Lebih lanjut Kapolresta menambahkan, hingga saat ini pihaknya telah memeriksa beberapa saksi. Salah satunya berinisial DS yang diketahui orang dekat korban, Ir Masfar, serta beberapa orang lain. ”Inisialnya DS. Lainya nanti dulu lah ya, kan masih lidik,” ujar Tagam.

Ketika kembali ditanya soal dugaan keterlibatan orang kuat di Pemko Medan di balik peristiwa ini, Kapolresta malah emosi. “Polisi tidak dibenarkan untuk menduga-duga dan mengkait-kaitkan perkara, kita akan tindak dan bertindak sesuai hukum dan bukti-bukti, jadi tidak ada duga-dugaan,” tegas tagam. (tim)

Developer Medan Johor Metropolitan (MJ City) Serahkan Bantuan Kasur untuk Penduduk

Developer Medan Johor Metropolitan (MJ City) tak hanya konsisten membangun perumahan bebas banjir dan hunian nyaman, tapi juga peduli dengan masyarakat sekitarnya.

Kepedulian Medan Johor Metropolitan dibuktikan dengan membantu meringankan kesulitan masyarakat korban banjir dengan menggelar gerakan sosial memberikan kasur kepada lima puluh warga korban banjir di areal usahanya.

“Sudah saatnya kalangan dunia usaha tidak melupakan keberadaan masyarakat di sekitar usaha, apalagi saat ini masyarakat dalam kondisi kesulitan akibat meluapnya sungai dan menghabiskan harga benda mereka,” ujar Direktur MJ City Sulaiman Chow di Medan, Jumat (29/4) usai memberikan bantuan.

Dikatakannya, ini merupakan tahap pertama dan bakal ada tahap berikutnya dengan memberikan bantuan lainnya namun tidak terpaku hanya memberikan tempat tidur melainkan beberapa jenis lainnya.
“Seperti bantuan pendidikan, sembako, dan lainnya mengingat keterkaitan dunia usaha dengan masyarakat sekitar sangat kental dirasakan,” lanjutnya didampingi tokoh masyarakat setempat Syaf Lubis.

Sementara itu, Syaf Lubis berharap kegiatan bakti sosial ini tidak hanya dilakukan oleh MJ City saja melainkan pengembang-pengembang perumahan lainnya diareal bantaran sungai mengingat kondisi masyarakat disekitar itu sungguh memprihatinkan. “Kita berharap MJ City menyalurkan bantuannya lagi kepada masyarakat kurang mampu di areal usaha dan juga diikuti pengembang-pengembang lainnya,” ujarnya.

Sementara pengembang perumahan dengan metode kota satelit tersebut, MJ City tahap pertama mendirikan 350 unit rumah mulai type 45 hingga 88. Di areal itu tidak hanya pengembangan perumahan melainkan perkantoran, pusat perbelanjaan, olahraga, apotik, dan lain sebagainya. (rel/ila)

Tetap fokus

Chelsea Vs Tottenham

LONDON-Meski kecil namun peluang Chelsea untuk menyalip perolehan poin yang dikumpulkan pemuncak klasemen Manchester United tetap terbuka.
Saat ini Chelsea memiliki poin 67, atau tertinggal enam angka dari The Red Devils yang masih kokoh dipuncak klasemen. Artinya, jika anak asuh Sir Alex Ferguson mengalami dua kekalahan pada empat laga tersisa, sedangkan The Blues terus menuai kemenangan, maka kedua tim akan memiliki poin yang sama.

Karena hal tersebut Carlo Ancelotti, tactician Chelsea tetap meminta anak asuhnya untuk tetap fokus  saat menjamu Tottenham Hotspur pada lanjutan English Premier League (EPL) yang akan berlangsung di Stadion Stamford Bridge, malam ini.

“Takkan mudah meraih kemenangan karena Tottenham adalah tim yang sangat bagus dan amat kuat. Tapi kami ingin terus bersaing di Liga Primer hingga menit terakhir” bilang Don Carletto, tactician Chelsea.

“Tentu saja kami wajib mengalahkan Manchester United, karena itu target kami. Tapi sebelum itu kami harus mengalahkan Tottenham terlebih dahulu. Kami harus berjuang hingga musim kompetisi berakhir,” tambahnya.
Beruntung bagi pelatih asal Italia itu, karena menatap laga menghadapi Tottenham nanti mental anak asuhnya sedang membubung. Terlebih striker anyar yang dibeli dari Liverpool Fernando Torres sudah mulai menunjukkan ketajamannya.

Ya, setelah hampir tiga bulan mandul, Torres akhirnya membayar 50 juta poundsterling yang dikeluarkan Chelsea untuk menebusnya dari Liverpool akhir Januari lalu.

Gol yang ditunggu-tunggu itu datang pekan lalu, saat The Blues mengalahkan West Ham 3-0.
Ancelotti mengisyaratkan menurunkan Torres sebagai starter untuk partai melawan Spurs hari Sabtu besok, dan akan menduetkannya dengan Didier Drogba.

“Saya sangat senang (Sabtu lalu) karena saya memahami Torres perlu bikin gol dan melanjutkan momen ini. Saya tidak terkejut dengan reaksi rekan-rekan setimnya, karena di laga-laga terakhir mereka sudah mengusahakan semuanya supaya dia bisa mencetak gol,” tutur sang manajer di situs resmi Chelsea.

“Semua orang senang. Atmosfer di Stamford Bridge fantastis menyambut golnya. Torres dan Drogba bisa main bareng. Filosofi dan opini saya mengatakan, ketika kita punya pemain-pemain hebat, kita harus memainkan mereka bersama-sama. Jika seorang pemain punya keterampilan, kemampuan, maka mereka pasti bisa main bareng,” bilang Carletto.

Ditambahkannya, Torres pasti merasa tekanannya sedikit berkurang berkat gol tersebut. Dan di pertandingan berikutnya diyakini Torres akan terus membuktikan segala kemampuannya.

Di tempat terpisah gelandang Tottenham Hotspurs Tom Huddlestone mengatakan bahwa mereka siap mengalahkan The Blues, sehingga target menempati posisi empat besat dapat tercapai.

“Jika kami kalah dari Chelsea dan Manchester City meraih kemenangan di dua pertandingan mereka, maka sudah tidak mungkin menembus empat besar,” bilang Huddlestone. “Perlu diingat jika kami masih memiliki beberapa pertandingan. Jadi kami tidak akan menyerah. Kami ingin tetap fokus di pertandingan tersisa sehingga target meraup poin maksimal dapat terpenuhi,” ujar Huddlestone.

“Sekali anda merasakan atmosfer Liga Champions, maka anda akan menginginkannya lagi. Mungkin kami menjadi sedikit serakah tetapi kami telah membuktikan bahwa kami dapat bersaing dengan klub terbaik di kompetisi tersebut, jadi tidak berada di sana lagi tahun depan akan menjadi hal yang sangat mengecewakan,” pungkas Huddlestone. (bbs/jpnn)

Si Cantik Suka Petai

Julie Estelle

Banyak orang yang malu untuk menyatakan suka makan petai. Alasannya sederhana, tumbuhan dari suku polong-polongan itu memiliki bau yang khas dan kerap dianggap sebagai makanan orang kampung.

Tetapi, Julie Estelle (22) tidak begitu. Si cantik yang berdarah Prancis-Manado-Tionghoa itu terang-terangan menyatakan suka petai. “Iya, saya suka. Memang kenapa? Saya rasa, tidak ada yang salah. Petai itu kan Indonesia banget,”ungkapnya, saat ditemui di Planet Hollywood, setelah pemutaran film Cowok Bikin Pusing.

Dalam film tersebut Julie memerankan tokoh utama, Ciciel, yang gemar makan petai. Maka, ketika melakoni adegan makan petai, kekasih Ello itu tidak canggung. “Kan makannya nggak tiap hari. Sesekali saja. Tapi memang suka. Saya nggak pernah punya pengalaman buruk tuh kalau makan petai. Misalnya, diprotes karena mulut jadi bau. Asyik-asyik aja,” jelas dia.

Adik kandung Cathy Sharon itu menuturkan, adegan film yang diproduksi MVP Pictures tersebut termasuk salah satu yang menarik selama dirinya berkarir sebagai pemain film. Makanya, ketika melihat film itu diputar di bioskop kemarin, Julie senyum-senyum sendiri.

Apalagi, ternyata film yang juga dibintangi Aming, Marcel Chandrawinata, dan Laudya Chintya Bella itu diproduksi tiga tahun lalu. “Saya syuting film ini setelah film Selamanya. Sudah lama banget,” ucapnya.

Film Cowok Bikin Pusing tersebut memiliki beberapa kendala. Ada beberapa scene yang belum dibuat. “Akhirnya mereka bisa melengkapinya dengan editing. Meski begitu, alur ceritanya bagus kok. Saya saja baru dikabari beberapa bulan sebelumnya kalau akhirnya film ini bakal tayang. Wah, akhirnya. Nggak kebayang deh. Soalnya sudah lama banget,” tambah dia.

Karena dibuat pada 2008, di film tersebut akting Julie tampak belum sematang sekarang. “Iya ya, lucu ngelihatnya,” katanya. (jan/c13/ib/jpnn)