Home Blog Page 1550

Bupati Labuhanbatu Berharap Warga Muhammadiyah tak Terpecah Ditahun Politik 2024

Bupati Labuhanbatu hadiri Musyda ke-XI Muhammadiyah dan Musyda ke-XII Aisyiyah Kabupaten Labuhanbatu. (fajar)

LABUHANBATU,SUMUTPOS.CO – Bupati Labuhanbatu Erik Adtrada Ritonga berharap ditahun politik 2024, masyarakat khususnya warga Muhammadiyah tidak terpecah.

“Kita masyarakat Labuhanbatu jangan mau dipecah-pecah, jangan mau dibuat irisan-irisan sehingga kita sesama masyarakat Labuhanbatu saling menjelekkan,” katanya pada Musyda ke-XI Muhammadiyah dan Musyda ke-XII Aisyiyah Labuhanbatu, Sabtu (27/5/2023) di gedung Nasional jalan Ahmad Yani Rantauprapat Kecamatan Rantauprapat.

Menurutnya, pilihan pemilih penentu arah bangsa kedepan. Sehingga, memilih mesti menggunakan hati.

“Kita harus tahu siapakah nanti yang akan menentukan bangsa ini. Hati kitalah yang memilihnya. Jangan mau diajak sana diajak sini, maka itu kepada orang-orang tua kami yang hadir disini bapak- ibu para alim ulama, legakan dan sejukanlah Kabupaten Labuhanbatu ini, agar Labuhanbatu bisa lebih maju lagi sesuai dengan slogan yang kita musyawarahkan pada hari ini,” pesannya.

Selanjutnya, Bupati Erick berharap Musyda juga menghasilkan mufakat yang baik dan juga pemilihan yang tepat sesuai dengan keinginan daripada masyarakat Muhammadiyah dan juga masyarakat Aisyiyah.

“Semoga Musyda ke-XI PD Muhammadiyah sesuai mufakat dan keinginan masyarakat Muhammadiyah Labuhanbatu. Selamat bermusyawarah kepada warga Muhammadiyah dan Aisyiyah yang ada di Kabupaten Labuhanbatu. Tentukanlah pilihan saudara para warga Muhammadiyah, kepada siapakah tongkat itu nanti akan diserahkan. Begitu juga dengan kaum perempuannya kepada siapakah tongkat itu akan diserahkan,” harap Bupati didampingi Wakil Bupati Labuhanbatu Ellya Rosa Siregar.

Sementara, Ketua PP Muhammadyah Labuhanbatu Yursalim Nasution dikesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu yang telah berkenan hadir pada Musyda ke-XI Muhammadiyah dan Musyda ke-XII Aisyiyah Kabupaten Labuhanbatu.

Musyda Muhammadiyah ke-II mengambil tema memajukan Labuhanbatu mencerahkan Sumatera Utara, secara historis pemilihan tema ini untuk memperteguh komitmen apa yang telah dimulai Muhammadiyah sejak 1 abad yang lalu dan terus konsisten untuk berkiprah dalam lintasan berbagai program dan amal usaha serta dakwah kemasyarakatan di seluruh wilayah nusantara.

Muhammadiyah optimis bahwa bangsa Indonesia dapat menjadi negara maju adil dan makmur khusus di Labuhanbatu, Muhammadiyah terus berkhidmat bergerak maju dan menabur amal saleh tiada henti-hentinya.

Menurut Ketua Muhammadiyah ini, tujuan diadakannya musyawarah ini adalah untuk merumuskan yang bermanfaat, mencari solusi permasalahan, dan juga secara antisipatif untuk mewujudkan keinginan yang lebih besar dan maslahah.

“Untuk itu nilai-nilai yang melekat pada pelaksanaan musyawarah mari kita junjung tinggi dan amalkan sehingga Musyda ke-II ini benar-benar membawa rahmat bagi kita dan bangsa ini,” ujarnya.

Disisi yang sama Yursalim menyampaikan, Gendang pemilu 2024 telah ditabuh sebagai jembatan emas untuk mewujudkan kedaulatan yang berkeadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Maka saya mengajak kepada seluruh keluarga besar Muhammadiyah mari kita gunakan hak pilih kita sebagai warga negara dengan baik, jangan ada warga Muhammadiyah yang golput,” katanya.

Di akhir pidatonya, Ketua Muhammadiyah berpesan menjelang pemilu 2024 ini, warga Muhammadiyah tidak perlu ditarik-tarik ke sana kemari, warga Muhammadiyah telah mampu mengiqro’ situasi dan kondisi, pungkasnya.

Terlihat hadir dalam Musyda tersebut, Asisten I Pemerintahan dan Kesra Sekdakab Labuhanbatu Sarimpunan, Ritonga, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara, perwakilan Polres Labuhanbatu, perwakilan Kodim 0209/LB, Ketua MUI, ketua NU AL Washliyah, pimpinan cabang Muhammadiyah Labuhanbatu, pimpinan cabang Aisyiyah Labuhanbatu, pimpinan ranting Muhammadiyah se-Labuhanbatu, pimpinan ranting Aisyiyah se-Labuhanbatu, dan para warga Muhammadiyah Labuhanbatu. (fdh/tri)

Soal Pelayanan Kesehatan yang Maksimal, Pemko Medan Harus Lakukan Perbaikan di Semua Lini

SOSIALISASI: Anggota DPRD Medan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Rudiyanto Simangunsong saat melaksanakan sosialisasi produk hukum daerah ke V Tahun 2023, Peraturan Daerah tentang Sistem Kesehatan (SKK) Kota Medan No 4 Tahun 2012.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Medan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Rudiyanto Simangunsong mendorong pelayanan kesehatan untuk masyarakat Kota Medan secara menyeluruh bisa maksimal dilaksanakan. Harapannya kedepan tidak lagi terdengar warga Kota Medan kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan saat berobat ke rumah sakit atau puskesmas.

Politisi PKS asal Tanjungbalai menegaskan hal tersebut saat melaksanakan sosialisasi produk hukum daerah ke V Tahun 2023, Peraturan Daerah tentang Sistem Kesehatan (SKK) Kota Medan No 4 Tahun 2012 yang dilaksanakan di sejumlah lokasi diantaranya Jalan Bromo Lorong Mulia No. 7 Kelurahan Tegas Sari II, Kecamatan Medan Area, Jalan SM Raja, Kelurahan Masjid, Kecamatan Medan Kota dan Jalan AR Hakim Gg.Pertama, Kelurahan Pasar Merah Timur, Kecamatan Medan Area, Sabtu-Ahad (27-28/5/2023)

“Perda ini sudah ada sejak 2012, di Kota Medan jangan lagi ada orang yang ber KTP Medan tidak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Dalam perda ini diatur semua terkait pelayanan kesehatan,” katanya.

Pria yang kini duduk di Komisi ID PRD Medan, menjelaskan perda ini mengatur sistem kesehatan masyarakat yang harus mampu melayani kesehatan bagi masyarakat secara maksimal. “Dengan Perda ini diharapkan pelayanan kesehatan mudah, cepat dilayani, dan pelayanannya maksimal,” harapnya..

Untuk mewujudkannya, Pemko Medan harus melakukan perbaikan disemua lini dalam upaya memaksimalkan pelayanan kesehatan seperti pembangunan rumah sakit di Medan Utara, perbaikan Puskesmas di Kota Medan.

“Kita mendukung perbaikan dan penambahan fasilitas kesehatan seperti Pembangunan Rumah Sakit dan perbaikan fasilitas Puskesmas,” katanya lagi.

Rudiyanto juga mengharapkan lahirnya Perda tentang kesehatan Kota Medan ini dapat menjamin pemeliharaan kesehatan bagi semua usia di Kota Medan sehingga mendapatkan pelayanan kesehatan dari semua elemen penyelenggaran kesehatan baik milik pemerintah dan perorangan dan swasta. “Ini harapan kita semua,” pungkasnya. (rel)

Sejumlah Pasar Sepi, PUD Pasar dan DPRD Medan Kolaborasi Ramaikan Pasar Kembali

DISKUSI: Dirut PUD Pasar Medan Suwarno, Kepala Cabang III PUD Pasar Medan Mahyudsin Ginting, Kepala Pasar Pendidikan M Harahap, dan anggota DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak saat diskusi bersama para pedagang di Pasar Pendidikan, Medan, Sabtu (27/5/2023).

MEDAN, SMUTPOS.CO – Sepinya sejumlah pasar di Kota Medan menjadi perhatian Pemko Medan dan DPRD Kota Medan. Guna menggeliatkan kunjungan masyarakat ke pasar, PUD Pasar Medan dan DPRD Medan mengadakan diskusi bersama para pedagang dan masyarakat. Diskusi diadakan di Pasar Pendidikan, Medan, Sabtu (27/5/2023).

Pada diskusi ini hadir Dirut PUD Pasar Medan Suwarno, Kepala Cabang III PUD Pasar Medan Mahyudsin Ginting, Kepala Pasar Pendidikan M Harahap, dan anggota DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak. Diskusi tersebut turut dihadiri perwakilan pedagang.

Usai diskusi, Dirut PUD Pasar Medan, Suwarno mengatakan, para pedagang menyampaikan harapannya agar Pasar Pendidikan dapat merubah tata letak atau penataan pedagang yang ada disana. Salah satunya keberadaan pedagang sayur mayur, ikan, dan daging yang biasanya berjualan di lantai 2.

“Kondisi itu dinilai membuat kunjungan masyarakat menjadi sedikit, sebab pengunjung yang ingin datang membeli sayur mayur, ikan dan daging enggan naik ke lantai 2. Untuk itu mereka minta agar diizinkan berjualan di lantai 1, sebab lantai 1 merupakan kios-kios yang dipakai berjualan pakaian,” ucap Suwarno.

Oleh sebab itu, Suwarno mengatakan akan mempelajari masukan dari para pedagang tersebut. “Nantinya akan kami rapatkan untuk kemudian dipelajari apakah memungkinkan keinginan tersebut. Selanjutnya kami akan meminta arahan dari Badan Pengawas PUD Pasar Medan mengenai kemauan pedagang untuk pindah berjualan di lantai 1,” ujarnya.

Menanggapi saran pedagang tersebut, anggota DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak berharap agar keinginan tersebut dapat ditindaklanjuti. Tujuannya, supaya masyarakat ramai berdatangan ke pasar dan berdampak dengan meningkatnya pemasukan pedagang. “Kita minta agar kepindahan pedagang menjadi bagian dari penataan di Pasar Pendidikan,” tutupnya. (map)

Sinyal Makin Kuat, Pertumbuhan Jaringan Indosat Capai 118% di Kepulauan Riau

Gedung pusat Indosat di Jakarta.

BATAM, SUMUTPOS.CO – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) serius dalam memperkuat jaringan di area terluar provinsi kepulauan Indonesia, salah satunya Kepulauan Riau (Kepri). Terbukti dengan bertumbuhnya jaringan di Kepri hingga 118% sejak merger.

Yesias Petrus Boeboe, District Operation Head Sumatera mengatakan Indosat sangat mendukung gerakan pemerintah untuk menghadirkan akses digital yang menjangkau area 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal) di Sumatera.

“Awalnya jaringan kami hanya terpusat melayani layanan kedua brand di beberapa kota kabupaten seperti Batam, Bintan dan Tanjung Pinang namun sekarang sudah mencapai pelosok desa,” ujarnya.

Dengan adanya penggabungan jaringan dengan teknologi Multi Core Operator Network (MOCN), jaringan Indosat saat ini sudah hadir hingga ke Lingga, Natuna dan Anambas.

“Natuna dan Anambas, merupakan dua pulau yang cukup sulit dijangkau, Indosat memaksimalkan sinyalnya agar bisa ditangkap di lokasi terpencil seperti Jemaja, Tarempa dan Palmatak,” ucap Yesias.

Tidak hanya itu, para pelanggan Indosat di daerah terpencil area Karimun dan Tanjung Uban Bintan juga sudah bisa menikmati jaringan yang lebih baik dengan penambahan sejumlah sites. “Untuk membuktikan pengalaman digital terbaik, Indosat melalui brand Tri menggelar turnamen Mobile Legend di daerah Teluk Sebong Pereh bagi para gamers dan kaum milenial,” ucap Yesias.

Selain Mobile Legend, Fahd Yudhanegoro, Head of Region Sumatera menegaskan untuk menambah awareness bahwa jaringan Indosat sudah lebih baik di Kepulauan Riau, Indosat menggelar berbagai aktivitas dan promosi khususnya di kalangan kawula muda.

“Saat bulan puasa lalu, Indosat melalui brand IM3 menggelar pasar Ramadan yang diramaikan dengan Food Bazaar, Art & Music Performance, dan dimeriahkan dengan kegiatan komunitas. Untuk menambah pelanggan baru, Indosat juga aktif terlibat dengan sekolah contohnya program Ranking 1 yang menyasar komunitas pelajar di Batam,” ucap Fahd.

Dengan semakin berkembangnya jaringan di Kepulauan Riau, komitmen Indosat memberikan marvelous experience dengan menghadirkan Mini Gerai dan 3 Kiosk sebagai bentuk pelayanan yang dapat memudahkan pelanggan untuk mendapat pelayanan terbaik Indosat di area rural.

“Sesuai dengan tujuan Indosat yaitu Empowering Indonesia, kami ingin masyarakat Indonesia bisa terhubung secara merata melaui jaringan Indosat dan meningkatkan geliat digital ekonomi masyarakat,” tutup Fahd. (rel/ram)

Peduli pada Perubahan Iklim Dunia, Indosat dan GSMA Berkolaborasi di Kalimantan Utara

UJI COBA: President Director & CEO Indosat Vikram Sinha (tengah), Head of Asia Pasific Global System Mobile Communications Association (GSMA), Julian Gorman (kanan) dan Wakil Rektor Universitas Borneo Tarakan Muhammad Djaya Bakri (kiri) saat melakukan uji coba IoT monitoring kualitas air di Universitas Borneo Tarakan, Senin (22/5).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) berkolaborasi dengan Global System for Mobile Communication Association (GSMA) dalam upaya meningkatkan ketahanan lingkungan dan ekonomi Indonesia dengan pengembangan mitigasi berbasis seluler. Kolaborasi ini merupakan salah satu inisiatif untuk menangani dampak perubahan iklim dunia yang dituangkan ke dalam program “Digitalisasi Konservasi Mangrove” di Kalimantan Utara.

Program berkelanjutan ini juga mendapatkan dukungan dari Kementerian Federal Jerman untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ), dan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), Universitas Borneo Tarakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, dan Pemda Sebatik Barat.

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan isu perubahan iklim dunia telah menjadi perhatian global dan berdampak signifikan bagi kelestarian ekosistem makhluk hidup. Kolaborasi Indosat dengan GSMA merupakan langkah nyata untuk mengatasi isu perubahan iklim lewat pemanfaatan teknologi digital.

“Upaya bersama yang sejalan dengan komitmen Pemerintah Indonesia ini akan meningkatkan ketahanan lingkungan sekaligus meningkatkan perekonomian yang tidak hanya bagi masyarakat sekitar, tapi juga mempercepat pertumbuhan ekonomi bangsa,” ujarnya.

Head of Asia Pasific Global System Mobile Communications Association (GSMA), Julian Gorman, menambahkan GSMA memperkuat komitmennya dalam mengatasi tantangan iklim global melalui dukungan program digitalisasi untuk mengatasi dampak buruk dan iklim ekstrim.

‘Kolaborasi antara Indosat dan GSMA Mobile Innovation Hub, merupakan bukti komitmen kami terhadap lingkungan mengenai bagaimana seluler dapat berkontribusi penting dalam menghubungkan komunitas melalui solusi digital. Apalagi, konservasi mangrove merupakan kebutuhan global di banyak komunitas pesisir. Kemitraan strategis ini tentunya membawa produktivitas dan ketahanan lingkungan di masa yang akan datang,” ungkapnya.

Program Digitalisasi Konservasi Mangrove ini merupakan kelanjutan dari penandatangan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Barcelona pada Maret 2023 lalu yang akan dilakukan dalam dua bentuk kegiatan. Pertama adalah pemetaan wilayah laut dan pesisir dengan menggunakan Open-source & Geospatial Mapping di wilayah pesisir dan laut Kalimantan Utara khususnya di Desa Setabu, Kecamatan Sebatik Barat. Kegiatan ini akan melibatkan warga serta tokoh masyarakat sekitar dengan menggunakan aplikasi Qfiled yang dapat diperbarui secara berkala.

Dengan aplikasi Qfield tersebut, Indosat bersama GSMA, BMZ dan GIZ juga memberikan pelatihan pemetaan untuk memetakan area wilayah pesisir dan pantai, serta memproduksi digital map untuk kegiatan selanjutnya. Keberhasilan dari kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk disosialisasikan kepada pelaku usaha lain serta melindungi mangrove dalam jangka panjang.

Kegiatan kedua adalah memperkenalkan solusi digital berbasis Internet of Things (IoT) kepada para petambak udang lokal untuk memantau kadar air dalam tambak, khususnya yang berdekatan dengan wilayah tumbuh mangrove. Tujuannya adalah agar produktivitas tambak-tambak kecil meningkat serta menghindari mangrove dari ancaman penebangan oleh para petambak besar.

“Digitalisasi akan mampu mengurangi dampak kerusakan alam dan memaksimalkan berbagai potensi yang belum tersentuh untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Indosat akan terus memposisikan diri sebagai kolaborator utama untuk memberdayakan Indonesia,” tutup Vikram. (rel/ram)

Indosat dan KADIN Gelar Pelatihan IT & Coding di Sektor Perikanan, Pertanian dan UMKM

PESERTA: Para peserta pelatihan IT & Coding di sektor perikanan, pertanian dan UMKM terlihat menyimak materi yang disampaikan di Medan. Acara ini merupakan kerja sama antara KADIN dan Indosat.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) berkolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menggelar program KADIN Tech Challenge: Menuju Indonesia Emas 2045. Peserta program mendapatkan pelatihan untuk mengembangkan berbagai sistem baik itu berupa database, sistem berbasis web, bahkan berbentuk aplikasi. Program ini diselenggarakan di tiga kota di Indonesia yakni Solo, Makassar dan Medan dan diikuti peserta yang berasal dari pelajar hingga freelancer.

Penyelenggaraan program di Kota Medan dilaksanakan selama dua hari secara tatap muka, yaitu 27-28 Mei 2023. KADIN Tech Challenge diikuti oleh lebih dari 300 peserta yang melanjutkan ke level menengah. Nantinya setengah dari mereka yang berhasil mencapai tingkatan ini akan menerima pelatihan secara tatap muka. Kelulusan program ini akan dilaksanakan pada Agustus 2023 sejalan dengan selesainya KADIN Tech Challenge dan 300 peserta tersebut akan otomatis tergabung ke dalam platform alumni IDCamp dan KADIN Talent Hub.

Program alumni IDCamp dan KADIN Talent Hub akan memberikan informasi lowongan kerja, penawaran pelatihan, dan program karir lain yang sesuai dengan keahlian para alumni. Indosat dan KADIN Indonesia juga mengajak para peserta IDCamp X KADIN 2023 untuk membuat berbagai solusi dalam program KADIN Tech Challenge: Menuju Indonesia Emas 2045. Tiga sektor yang menjadi fokus penyelesaian masalah adalah sektor pertanian, perikanan serta pemberdayaan UMKM. Peserta memiliki waktu hingga Agustus 2023 untuk menyumbang ide dan solusi melalui produk yang mereka buat.

SVP – Head of Region Sumatera Indosat, Fahd Yudhanegoro mengatakan, perkembangan di sektor ekonomi digital saat ini berkembang sangat pesat. Diperkirakan perputaran uang di sektor ini mencapai Rp4.800 triliun di tahun 2030.

“Ini akan menjadi kekuatan kita di Asia Tenggara, hampir 40 persen pangsanya. Untuk itu kami selaku perusahaan telekomunikasi dengan visi ‘Empowering Indonesia’ mengajak para milenial segera beradaptasi, sehingga pertumbuhan ini harus juga diimbangi dengan perkembangan talenta digital Indonesia. Bersama dengan KADIN, kami berkomitmen untuk ikut memfasilitasi percepatan kebutuhan ini melalui IDCamp x KADIN yang akan berujung pada penyerapan tenaga kerja di masing-masing kota kegiatan ini dilakukan. Dari data yang masuk, sejak pertama kalinya IDCamp ini diluncurkan pada 2019, ada setidaknya lebih dari 182ribu alumni yang telah mengikuti serangkaian pembelajaran online. Program ini akan terus kita dorong dan menjadi salah satu ‘champion’ dari program CSR Indosat,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum Bidang Komunikasi dan Informatika Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Firlie H. Ganinduto, mengatakan, pihaknya menyambut baik program kolaborasi antara KADIN Indonesia dengan Indosat untuk bergotong royong mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui pemberian program beasiswa IDCamp x KADIN 2023 guna mengembangkan talenta digital di Indonesia.

“Selanjutnya, para peserta program beasiswa dari wilayah Medan (dan sekitarnya) berkesempatan untuk langsung mengaplikasikan ilmu yang sudah dipelajari dengan jaringan pengusaha yang ada di Medan untuk diserap menjadi tenaga kerja terlatih,” ungkapnya.

Dalam program ini, KADIN Indonesia bersama dengan Indosat memfokuskan pada tiga sektor. Ketiga sektor tersebut salah satunya melibatkan sektor Perikanan, yang mana berperan dalam ekonomi Indonesia melalui peningkatan pendapatan, diversifikasi mata pencaharian, penyediaan protein hewani, dan pendapatan devisa. Sektor ini menyumbang 3,1% dari total produk domestik bruto (PDB) nasional dan 21,0% dari total PDB pertanian, menciptakan sekitar 6,4 juta pekerjaan langsung bagi rakyat Indonesia. Serta sektor pertanian dan UMKM yang juga memiliki peran penting dalam perputaran ekonomi Indonesia.

Informasi lebih lengkap mengenai IDCamp x KADIN 2023 dan KADIN Tech Challenge dapat dilihat di idcamp.ioh.co.id/KADINChallenge. (rel/ram)

KMN Apresiasi MK Perpanjang Masa Jabatan Pimpinan KPK

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Ketua Komite Muda Nusantara (KMN) Johan mengapresiasi langkah Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan uji materi atau Judicial Review (JR) yang diajukan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron. Dimana, salahsatu materi yang dikabulkan MK yakni soal perpanjangan masa jabatan pimpinan KPK menjadi lima tahun.

“Keputusan MK tersebut bersifat mengikat dan final. Karenanya, perpanjangan masa jabatan pimpinan KPK menjadi lima tahun sah menurut hukum dan wajib dilaksanakan,” ujarnya.

Karena permohonan pemohon diterima oleh MK, maka kata Johan masa jabatan pimpinan KPK dari 4 tahun menjadi 5 tahun adalah sah menurut hukum dan harus dilaksanakan.

“Tidak bisa tidak, karena putusan MK mempunyai kekuatan hukum mengikat yang sama dengan UU,” kata Johan, Sabtu (27/5) dalam siaran pers yang diterima Sumut Pos.

Johan menjelaskan, bahwa MK merupakan lembaga peradilan negara yang berwenang untuk memeriksa, mengadili, dan memutus, permohonan Judicial Review oleh pemohon terkait dengan ketentuan dalam suatu Undang-Undang yang dianggap bertentangan dengan Konstitusi Negara Republik Indonesia.

“Oleh karenanya, putusan MK itu bersifat final dan mengikat serta berlaku sejak diputus,” tutupnya.

Putusan MK

Mahkamah Konstitusi sebelumnya memutuskan mengubah periode kepemimpinan KPK diperpanjang dari 4 tahun menjadi 5 tahun. Hal itu untuk menguatkan kedudukan pimpinan KPK.

“Oleh karena itu, guna menegakkan hukum dan keadilan, sesuai Pasal 24 ayat 1 UUD 1945 dan menurut penalaran yang wajar, ketentuan yang mengatur tentang masa jabatan pimpinan KPK seharusnya disamakan dengan ketentuan yang mengatur tentang hal yang sama pada lembaga negara constitutional importance yang bersifat independen, yaitu selama 5 tahun,” kata hakim MK Arief Hidayat dalam sidang yang disiarkan channel YouTube MK, Kamis (25/5).

Sistem perekrutan pimpinan KPK dengan skema 4 tahunan berdasarkan Pasal 34 UU 30/2002 telah menyebabkan dinilainya kinerja pimpinan KPK yang merupakan manifestasi dari kinerja lembaga KPK sebanyak dua kali oleh presiden maupun DPR terhadap KPK tersebut dapat mengancam independensi KPK.

”Karena dengan kewenangan DPR maupun DPR untuk dapat melakukan seleksi atau rekrutmen pimpinan KPK sebanyak 2 kali dalam periode atau masa jabatan kepemimpinannya, berpotensi tidak hanya mempengaruhi independensi pimpinan KPK tetapi juga beban psikologis dan benturan kepentingan pimpinan KPK yang hendak mendaftarkan diri,” ucap Arief Hidayat.

Atas pertimbangan itu, MK mengabulkan gugatan yang diajukan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron itu.

“Menyatakan Pasal 34 UU KPK yang semula berbunyi ‘Pimpinan KPK memegang jabatan selama 4 tahun dan dapat dipilih kembali hanya untuk sekali masa jabatan’ bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat secara bersyarat sepanjang tdiak dimaknai ‘Pimpinan KPK memegang jabatan selama 5 tahun dan dapat dipilih kembali hanya untuk sekali masa jabatan,” ucap Ketua MK Anwar Usman. (fdh/tri)

Penggerebekan Wabup Rohil, IPW: Melanggar Privasi dan HAM

Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Indonesia Police watch mengkritik keras penggerebekan Polda Riau pada oknum Wakil Bupati Rokan Hilir H Sulaiman yang kedapatan sedang berada dalam kamar hotel mewah bersama seorang wanita yang bukan istrinya.

“Tindakan penggrebekan ini melanggar privasi personal dan melanggar HAM,” kata Ketua IPW,Sugeng Teguh Santoso, Sabtu (27/5) dalam siaran persnya yang diterima Sumut Pos.

Diberitakan bahwa Wabup Rokan Hilir H Sulaiman diitangkap dengan seorang wanita oknum pegawai Pemkab Rohil yang bukan isterinya dan telah dipulangkan oleh Dirkrimum Polda Riau Kombes Asep belum ditemukan pasal pidananya.

Kata Sugeng, IPW menilai tindakan penggerebekan oleh polisi dan atau Satuan Polisi Pamong Praja pada pasangan lelaki dan wanita yang bukan pasangan suami istri  tidak boleh dilakukan.

Alasannya, kata dia Polda Riau bukanlah Polisi Syariah. Karena Qanun (hukum syariah) tidak berlaku sebagai hukum tertulis di Riau. Seperti di Aceh yang tegas mengatur bukan pasangan suami istri berdua dua dalam kamar tertutup.

“UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Pidana yg  berlaku saat ini maupun UU NO. 1 tahun 2023 sebagai KUHP yang baru yang mengatur soal perzinahan dan juga kohabitasi menyaratkan sebagai delik aduan,” ujarnya.

Dimana, tanpa adanya aduan terlebih dahulu dari suami/ istri, anak atau orang tua tetapi sudah dilakukan penggerebekan/penangkapan akan menimbulkan kerugian bagi pasangan tersebut, apalagi bila yang diciduk adalah seorang tokoh publik.

“Praktek penggerebekan pasangan pria wanita di hotel harus dicegah. Kecuali dipastikan ditemukan adanya dugaan pelanggaran pidana seperti penyalahgunaan Narkoba,” tegasnya.

Kalaupun ada penertiban berupa penggerebekan pasangan bukan suami istri, menurut Sugeng polisi harus menjaga privasinya dengan mencegah terjadinya publikasi sebelum adanya laporan pidana resmi yang didasarkan adanya dugaan terjadinya tindak pidana.

“Penggerebekan yang dipublikasikan tanpa ada laporan pidana akan dinilai sebagai pencideraan politis apabila menyangkut tokoh publik,” tandasnya. (fdh)

IPW Apresiasi Langkah RJ Kasus Erlina Zebua

Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Kalangan Indonesia  Police Watch (IPW) mengapresiasi langkah Jaksa Agung ST Burhanudin, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Idihanto, Kapolda Sumut, Irjen (Pol) Ridwan Panca Putra Simanjuntak serta Kapolres Nias Selatan AKBP Reinhard Nainggolan yang secara bersama-sama memberikan atensi atas kasus pidana Erlina Zebua alias Ina Ayu.

“IPW apresiasi dengan langkah restorative justice serta menangguhkan penahananan atas terdakwa/tersangka Ina Ayu,” kata Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso, Sabtu (27/5) dalam siaran persnya yang diterima Sumut Pos.

Menurut dia, angkah restorative justice atau pemulihan keadilan bagi semua pihak dalam perkara penganiayaan yang diduga dilakukan oleh ibu Ina Ayu adalah langkah yang tepat. Karena langkah resrorative justice akan memberikan peluang lebih besar bagi pemulihan keadilan para pihak. Baik pelaku, korban, keluarga pelaku dan keluarga korban serta masyarakat.

“Langkah restorative justice tentu akan mengatasi keretakan sosial yang terjadi. Apabila memang tidak dapat tercapai langkah resrorativ justice proses hukum tetap dapat dijalankan hingga ada putusan pidana,” ulasnya.

Proses hukum pidana, lanjutnya sebagai suatu keperluan adalah last resort atau ultimum remedium sebagai upaya pemberian efek jera. Dan sosial enginering buat masyarakat. Bilamana upaya restorstif justice tidak tercapai. Tindakan aniaya oleh Erlina Zebua pada korban tidak dibenarkan karena bisa dinilai main hakim sendiri.

Kasus Erlina Zebua sebagai pelaku aniaya dan juga korban penyerobotan tanah memberikan pelajaran berharga pada aparat hukum untuk bertindak profesional, cepat, imparsial dan berkeadilan. Mencegah efek main hakim sendiri di tengah masyarakat.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Idianto, bersama Kapolda Irjen Pol Ridwan Zulkarnain Panca Putra Simanjuntak, melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Nias Selatan dalam rangka berita viral, Selasa, (23/5).

Hal tersebut dikatakan Kepala Kejatisu, Idianto didampingi Kapoldasu, Wakil Bupati Nisel, Kajari, dan Kapolres Nisel kepada sejumlah awak media ketika diwawancarai di kantor Kejaksaan Negeri Nias Selatan.

“Hari ini saya bersama Kapolda Sumut mengunjungi Nias Selatan dalam rangka ada berita yang agak viral. Alhamdulillah singkat saja sudah tercapai perdamaian antara si korban dan tersangka, dan masalahnya akan kita selesaikan secara kekeluargaan,” ucap Kepala Kejatisu. (fdh/tri)

Gelar Halal Bihalal dan Santunan ke Panti Asuhan di Langkat, Petebu Kenalkan Ganjar Presiden 2024

Petani Tebu Bersatu Dukung Ganjar (Petebu) menggelar halal bihalal dan pemberian santunan kepada yatim duafa di Kabupaten Langkat Sumatera Utara, Jumat (26/5/2023).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Petani Tebu Bersatu Dukung Ganjar (Petebu) menggelar halal bihalal dan pemberian santunan kepada yatim duafa di Kabupaten Langkat Sumatera Utara (Sumut), Jumat (26/5/2023).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk para sukarelawan Petebu untuk mendekatkan diri kepada masyarakat dan mengenalkan Ganjar Pranowo sebagai Calon Presiden 2024.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Petebu Kabupaten Langkat, Nasuhan memastikan dukungan dari masyarakat setempat terhadap Ganjar semakin meningkat. “Kami siap mendukung lebih banyak dari kabupaten lain,” katanya.

Dukungan itu ditunjukkan lewat antusiasme peserta yang hadir mengikuti kegiatan di lapangan Desa Kwala Begumit Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat, Jumat (26/5) sore.

Tak hanya dari para petani, dukungan juga diberikan oleh warga sekitar. “Petani (tebu) di sini ada sekitar 300 orang. Mereka siap mendukung Pak Ganjar jadi Presiden tahun 2024,” ujar Nasuhan.

Kegiatan yang dimulai pukul 15.30 WIB itu dibuka dengan penampilan seni Hadroh dari Pondok Pesantren Ulumul Quran Stabat. Selanjutnya, acara diisi tausiah keagamaan dari Ustaz Zubir.

Dalam ceramahnya, Ustaz Zubir turut menyinggung kriteria pemimpin yang layak dipilih menjadi Presiden 2024. Dia pun berharap, sosok tersebut adalah Ganjar Pranowo.

Sementara itu, Nasuhan mengungkapkan harapan dari para petani tebu untuk Ganjar apabila terpilih menjadi Presiden 2024 mendatang, salah satunya menyediakan lahan untuk para petani tebu di Langkat.

“Harapan kami semoga lahan yang diambil alih PTP bisa kami kerjakan kembali. Luasnya dulu di Kabupaten Langkat sekitar 600 hektare. Sisa lahan yang murni milik sendiri ada tiga hektare,” tuturnya.

Lahan tersebut sebelumnya sempat dikerjasamakan dengan warga setempat untuk perkebunan tebu. Namun, beberapa tahun terakhir pihak perusahaan mengambil alih lahan tersebut, sehingga warga pun kehilangan pekerjaan.

Sementara itu, di hari yang sama, para sukarelawan Petebu terlebih dahulu menyerahkan bantuan sosial secara langsung ke Panti Asuhan Washliyah, Desa Lalang, Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat.

Para penghuni dan pengurus panti asuhan yang sudah beroperasi sejak 1980-an itu pun menyampaikan terima kasih dan apresiasinya terhadap kelompok sukarelawan Ganjar.

“Kegiatan ini menurut saya sangat bermanfaat bagi anak-anak di panti asuhan ini. Harapan saya, kegiatan ini dapat berlanjut. Bukan hanya di sini, bahkan di tempat lain,” kata Pimpinan Panti Asuhan Washliyah, M Syah Batubara.

Ia menyebutkan sebanyak 25 anak yatim hingga fakir miskin saat ini menghuni panti asuhan dengan kondisi bangunan yang sederhana dan serba terbatas. Oleh karena itu, bantuan kebutuhan pokok dari para relawan pun sangat membantu menghidupi mereka. (rel/tri).