Home Blog Page 1549

BTN Kanwil Sumatera Bidik Penyaluran KPR Subsidi 26.830 Unit

KPR: Satu perumahan yang dicover oleh Program KPR Subsidi BTN.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Kantor Wilayah 4 Sumatera, menargetkan penyaluran KPR subsidi sebanyak 26.830 unit hingga akhir 2023. Sampai kuartal pertama 2023 BTN Kanwil 4 Sumatera berhasil menyalurkan 7.808 unit KPR subsidi senilai Rp850 miliar.

“Kami optimistis target penyaluran KPR Subsidi di wilayah Sumatera dapat tercapai dengan berbagai strategi. Terutama mempererat kerja sama dengan developer,” ungkap Regional Office Head BTN Kantor Wilayah 4 Sumatera, M Amin Sholeh di Kota Medan, Minggu (28/5).

Amin menjelaskan, strategi BTN untuk mencapai target penyaluran KPR Subsidi tahun ini dengan melakukan pendekatan kepada para developer, baik yang eksisting maupun yang baru, untuk meningkatkan market share KPR Subsidi.

Selanjutnya, dengan agressive sales, termasuk marketing bersama developer, dan jemput berkas, terutama developer bank lain, serta kawal proses sampai akad kredit.

“Kami juga mengoptimalisasi pemantapan Database CBC (KYG), manajemen pipeline dengan sasaran top developer (rating platinum/gold), optimalisasi pendekatan ke developer yang akad di bank lain,” tutur Amin.

Adapun daerah prioritas penyaluran KPR Subsidi di Sumatera, yakni Palembang, Pekanbaru, dan Medan. Sementara untuk hunian milinial, menurut Amin, yang berada di wilayah kerja Kanwil Sumatera cukup banyak. Untuk menggarap penjualan segmen milenial ini, BTN menyiapkan data dan informasi pengembang melalui website BTN Properti.

“Sehingga, memudahkan para milenial untuk melihat rumah sesuai kebutuhan. Upaya lainnya, BTN menyiapkan Program KPR Milenial (KPR Gaess) untuk meningkatkan minat para milenial untuk mengajukan KPR, dengan berbagai gimmick yang menarik,” pungkasnya. (man/saz)

Penggunaan Gadget Tidak Sehat Bisa Sebabkan Syaraf Leher Terjepit di Usia Dini

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penggunaan Gadget yang tidak sehat bisa berbahaya bagi kesehatan. Dampak yang dirasakan, diantaranya menyebabkan terjadinya syaraf terjepit di usia dini, menurunnya daya kreativitas, dan cepat lelah.

“Penggunaan Gadget yang tidak sehat bisa berbahaya bagi kesehatan kita di waktu yang akan datang,” kata Inisiator Gerakan Gadget Sehat, Prof Ridha Dharmajaya dalam Sosialisasi Produk Hukum Daerah V TA 2023 Perda Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan yang digelar Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat Parlindungan Sipahutar di Lapangan Futsal Sekolah Budi Mulia, Jalan Kawat 7, Lingkungan 7, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Minggu (28/5/2023).

Menurut Prof Ridha Dharmajaya, Gerakan Gadget Sehat itu berhubungan dengan generasi muda saat ini dan mencakup semuanya. Di mana saat ini, Indonesia dalam kondisi bonus demografi.

Maksudnya, jelas Prof Ridha, jumlah anak muda di Indonesia lebih banyak dari pada jumlah orang tua. Sedangkan kalau di negara maju seperti Jepang, Amerika, Inggris, bahkan China, malah sebaliknya. Orang tua lebih banyak, sedangkan anak mudanya lebih sedikit.

“Sebab apa? Masyarakat di sana (negara maju) tak mau punya anak. Maka dalam 5-10 tahun ke depan, ketika orang tuanya pensiun, maka orang muda yang akan menggantikan sedikit. Kalau di Indonesia sebaliknya. Sehingga diperhitungkan Indonesia akan menjadi salah satu negara paling produktif di dunia. Didukung lagi dengan sumber daya alam yang kaya, sehingga kita berpotensi jadi negara maju. Namun banyak yang tidak suka Indonesia menjadi negara maju. Makanya generasi mudanya dibuat lemah. Diantaranya dengan narkoba, dan konten pornografi,” beber Prof Ridha.

Guru Besar USU yang juga pegiat sosial ini mengungkapkan, saat ini ada penyakit yang biasanya menyerang orang tua usia 50-60 tahun, tapi sudah menyerang generasi muda. “Apa itu? Saraf terjepit leher. Gejala awalnya tegang di leher, berat dipundak tangan kesemutan, sering pusing, mudah capek, bangun tidur juga gak segar. Ini mulai menyerang anak-anak kita dibangku SMP dan SMA,” ungkapnya.

Menurut Prof Ridha, jika generasi muda kita tidak mengubah kebiasaannya bermain gadget, maka gejala awal yang dirasakan itu akan menjadi gejala berat dan bersifat permanen. “Seperti apa? Kelumpuhan tangan dan kaki. Buang air kecil dan air besarnya lost, tidak berasa. Seksualnya, bagi yang lelaki hilang. Akibatnya, dalam 5-10 tahun ke depan kita harusnya memiliki generasi muda yang kuat, malah menjadi generasi muda yang lemah. Bukan bonus demografi, tapi bencana demografi,” tegasnya.

Prof Ridha pun menjelaskan, kalau kita bermain gatget dengan posisi leher ditekuk ke bawah, maka beban leher akan lebih berat. “Begitu leher kita tekukan 30 derajat, beban leher kita yang awalnya cuma 5 kg, menjadi 18 kg. Problemnya, anak-anak kita main getget lebih dari 3 jam. Apa yang terjadi? Akan terjadi kerusakan tulang belakang, syarat leher terjepit, dan bisa berdampak pada kematian saraf,” ungkapnya.

Lantas, bagaimana solusinya? Menurutnya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. “Pertama, modifikasi cara main gadgetnya. Posisi leher harus datar, jangan sampai tulang leher menekuk. Posisi layar gadget sejajar dengan mata kita. Kedua, kurangi durasi main gadget. Buat kegiatan atau biarkan anak kita bermain dengan teman-temannya,” bebernya.

Dia juga merasa miris melihat anak-anak balita sudah dibiarkan main HP oleh orang tuanya. “Sudah banyak anak yang jadi korban. Solusinya, ambil HP-nya, biarkan anak kita menangis. Sekarang anaknya menangis, tapi kalau bapak ibu biarkan terus anak itu bermain HP, suatu ketika bapak ibu yang akan menangis. Untuk itu, luangkan waktu kita untuk bermain dengan anak-anak,” imbaunya.

Dia pun berharap, dengan semakin tingginya kemajuan teknologi, maka orang tua harus lebih memperbanyak waktu untuk bermain dengan anak. “Mau tidak mau, mereka adalah pewaris negeri ini. Jangan patah semangat terhadap anak-anak kita. Apa yg kita lakukan hari ini akan berdampak pada masa depan mereka,” pungkasnya.

Menyikapi hal ini, Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan Parlindungan Sipahutar mengimbau masyarakat untuk mengontrol dan membatasi anak-anaknya bermain gadget. “Seperti yang disampaikan Prof Ridha Dharmajaya tadi, orang tua zaman sekarang gak mau ribet. Kalau anaknya nangis, langsung beri HP untuk menenangkannya. Ini harus dibatasi, karena tidak baik untuk kesehatan anak-anak,” ujar politisi Partai Demokrat ini.

Dia pun menegaskan, tekhnologi yang terus berkembang, harusnya membawa dampak positif buat kita. “Tapi kalau penggunaannya berlebihan, malah jadi membawa penyakit,” pungkasnya.

Hadir pada sosialisasi itu, Mantan Wali Kota Medan Akhyar Nasution, Guru Besar USU yang juga inisiator Gerakan Gadget Sehat Prof Dr dr Ridha Dharmajaya, Sp.BS(K), kader Partai Demokrat Fajri Akbar, Kepala Puskesmas Medan Deli dr Nur Lelin mewakili Dinas Kesehatan Kota Medan, Fajar Hamdi mewakili Camat Medan Deli, dan Lurah Tanjung Mulia Hilir Maklum Situmeang. (adz)

Kapolri: Selamat Irjen Pol Prof Dr Dadang Hartanto

DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS PENGUKUHAN: Rektor UMSU Prof Dr Agussani MAP (kiri) menyematkan tanda profesor kepada Irjen Pol Prof Dr Dadang Hartanto.

PADA acara pengukuhan guru besar Irjen Pol Prof Dr H Dadang Hartanto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyempatkan hadir langsung menyaksikan rangkaian prosesi yang digelar di auditorium Kampus UMSU di Jalan Kapten M Basri Medan, Sabtu (27/5).

Kapolri menyampaikan ucapan selamat melalui video yang ditayangkan di layar besar LED. Ia menyampaikan rasa bangganya atas raihan jabatan akademik tertinggi yang diraih Irjen Pol Prof Dr Dadang Hartanto di UMSU.

Menurutnya, Pati Polri yang meraih guru besar sangat dibutuhkan untuk mendukung upaya peningkatan sumber daya manusia di tubuh Polri agar Polri bekerja lebih profesional dalam tugas pelayanan publik.

”Saya mengpresiasi dan mendukung penuh sebagai dosen dan dikukuhkan sebagai guru besar Irjen Pol Dadang Hartanto di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara untuk pelayanan publik Polri dan berkontribusi bagi masyarakat,” katanya.

ISTIMEWA
UMSU: Dari kanan Prof Dr Agussani MAP, Prof Dr Haedar Nashir, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Irjen Pol Prof Dr Dadang Hartanto MSi di Kampus UMSU.

 

Apresiasi Kapolri

Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir berterima kasih atas kehadiran Kapolri di UMSU dan memberi dukungan penuh kepada Irjen Pol Prof Dr Dadang Hartanto meraih guru besarnya yang dibuktikan hadir pada prosesi pengukuhan, Sabtu (27/5).

Ia juga memberikan apresiasi kepada Kapolri yang kinerjanya berhasil meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi yang dipimpinnya.

Pada kesempatan itu, Prof Haedar juga menyampaikan apresiasi kepada Irjen Pol Prof Dr Dadang Hartanto yang memiliki etos akademis di luar dari tugasnya sebagai abdi negara di kepolisian. Semangat pembelajar sampai meraih pangkat akademik tertinggi di usia muda berhasil diraih.

Prof Haedar di depan Kapolri mengungkapkan rasa salut kepada Irjen Pol Dadang Hartanto yang meraih guru besar di UMSU tidak berlangsung instan melainkan melalui proses panjang dan penuh perjuangan. ”Saya tahu itu, jejak beliau meraih kepangkatan guru besar penuh perjuangan dan tidak instan, Pak Kapolri,” katanya.

Pada acara pengukuhan, Prof Haedar mengingatkan agar guru besar tidak sekadar menjadi dosen melainkan menjadi kaum intelensia dan menjalankan empat peran yang salah satunya adalah menjalankan peran moral. Bagaimana dunia akademik seluruh di perguruan tinggi menjadi kekuatan karakter moralitas kampus dan elit bangsa di negeri ini. Kekuatan moral melekat dengan jati diri bangsa sesuai nilai Pancasila, Tridharma Perguruan Tinggi dan kebudayan luhur bangsa.

Menurut Prof Haedar, potensi nilai luhur harus terus didorong dan diupayakan ekosistemnya. Peran akademisi dan kampus terus melakukan transfer nila-nilai itu agar menjadi nilai-nilai publik. Ia menegaskan bahwa menjalankan peran sebagai akademisi menjadi kerja strategis dan itu tidak mudah perlu topangan yang kuat termasuk UMSU dan para guru besarnya.

Kehadiran Irjen Pol Prof Dr Dadang Hartanto menjadi dosen dan guru besar di UMSU diharapkan menumbuhkan dan meningkatkan akselerasi untuk memajukan Indonesia sebagai negeri kita bersama. (dmp)

Petebu Sumut Mantapkan Dukungan Untuk Ganjar Pranowo Presiden 2024

Petani tebu dari Kabupaten Langkat, Deli Serdang hingga Kota Binjai yang tergabung dalam Petani Tebu Bersatu Dukung Ganjar (Petebu) saat mendeklarasikan dukungan untuk Calon Presiden 2024, Ganjar Pranowo, di Desa Kwala Begumit Kecamatan Stabat, Sumatera Utara, Sabtu (27/3/2023).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Para petani tebu dari Kabupaten Langkat, Deli Serdang hingga Kota Binjai, Sumatera Utara (Sumut) mantap mendeklarasikan dukungan untuk Calon Presiden 2024, Ganjar Pranowo, Sabtu (27/3/2023).

Langkah yang diambil Petani Tebu Bersatu Dukung Ganjar (Petebu) itu makin menambah kuat dukungan dari warga Sumut terhadap Ganjar untuk menjadi Presiden 2024.

“Kami solid untuk mendukung Ganjar Pranowo untuk menjadi Presiden Republik Indonesia tahun 2024-2029,” kata Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Petebu Sumatera Utara, Ridwan Husny.

Di kesempatan tersebut, mereka juga menggelar pelantikan dewan pakar, Pengurus DPW Sumut hingga DPD Deli Serdang dan DPD Langkat setelah deklarasi.

“Untuk deklarasi ini adalah yang kedua. Pertama pada 2022, bulan Oktober di Kota Datar, Deli Serdang. Hari ini yang kedua di Langkat yang diadakan deklarasi,” ucap Ridwan.

Pembacaan deklarasi dukungan terhadap Ganjar kali ini dilakukan di tengah hamparan perkebunan tebu yang berada di Desa Kwala Begumit Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Setelah membacakan deklarasi yang dipimpin oleh salah seorang tokoh petani tebu, para peserta kemudian menerbangkan balon merah putih sebagai simbol harapan yang tinggi terhadap Ganjar.

Ridwan pastikan deklarasi serupa akan terus berlanjut. “Kita akan terus melaksanakan deklarasi di daerah-daerah lain seperti di DPD Binjai, Kota Medan ataupun yang lain sesuai petunjuk dari DPP,” ujarnya.

Karena itu, perwakilan petani tebu dari berbagai daerah di Sumatera Utara turut diundang dalam kegiatan kali ini. Mereka turut menitipkan harapannya untuk Ganjar.

“Kami petani tebu (berharap) terangkat martabatnya. Jadi, petani tebu kita sejahtera,” tutur Ridwan mengutip harapan para petani yang hadir di lokasi acara.

Harapan serupa disampaikan oleh salah seorang tokoh petani tebu di Sumatera, Syahminan. Ia pun optimistis Ganjar dapat mewujudkan harapan mereka apabila terpilih menjadi Presiden 2024.

“Pak Ganjar sosok yang merakyat, peduli dan mengerti penderitaan rakyat. Harapannya, terpilihnya Pak Ganjar agar petani tebu bisa berjaya kembali,” tutur Syahminan.

Khusus di wilayah Kabupaten Langkat, para petani mengeluhkan lahan perkebunan tebu yang terus berkurang. Sehingga, para petani banyak yang beralih menjadi pekerja perkebunan kelapa sawit.

Keluhan dan masukan dari para petani itu ikut disampaikan langsung kepada Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Petebu Mapanai Lewa dalam kegiatan temu petani kali ini.

Mapanai mengatakan, para sukarelawan yang tergabung dalam Petebu bertekad mendukung pemerintah menciptakan swasembada gula apabila terpilih menjadi Presiden 2024 mendatang.

“Untuk swasembada gula ini tentunya dimulai dari bagaimana pabrik (gula) ini direvitalisasi dan ditambah pabrik-pabrik yang ada di basis-basis sentra perkebunan tebu,” tutur Mapanai seusai acara.

Ia meyakini kehadiran pabrik-pabrik gula akan menambah produksi gula nasional. Sehingga, hasil produksi dalam negeri bisa memenuhi kebutuhan gula di dalam negeri.

Penambahan pabrik gula itu perlu diikuti dengan perluasan lahan perkebunan tebu yang dikelola oleh masyarakat lokal. Sehingga, hal itu akan meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Kalau lahan itu memang kami harapkan karena petani sangat bersemangat menanam tebu tapi terkendala dengan lahan, kurang,” ujarnya mendorong pengelolaan lahan milik pemerintah oleh petani tebu.

Setelah mengikuti rangkaian kegiatan temu petani tebu, para Pengurus DPP, DPW dan DPD Petebu menyerahkan bantuan sosial ke rumah-rumah warga di sekitar lokasi. (rel/tri).

Harus Jelas dan Bermanfaat, Pemko Segera Tata Aset Daerah di Medan Labuhan

Kepala BKAD Kota Medan, Zulkarnain - Istimewa

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) akan melakukan penataan dan pengelolaan aset daerah yang terletak di 2 kelurahan, Kecamatan Medan Labuhan. Inventarisasi aset yang bersertifikat Hak Pengelolaan (HPL) nomor 1, 2, 3, 4, dan 5 dengan luas mencapai 180 hektare ini, berada di Kelurahan Sei Mati dan Nelayan Indah.

“Penataan dan pengelolaan aset ini merupakan program Wali Kota Medan, Pak Bobby Nasution, agar aset milik Pemko Medan menjadi jelas, sehingga dapat lebih bermanfaat untuk masyarakat,” ungkap Kepala BKAD Kota Medan, Zulkarnain, Minggu (28/5).

Dikatakan Zulkarnain, berdasarkan catatan dari Kartu Inventaris Barang (KIB) di kawasan Kecamatan Medan Labuhan, ada aset tanah milik Pemko Medan yang bersertifikat HPL bernomor 1, 2, 3, 4, dan 5 dengan luasan total tanahnya 180 hektare. Termasuk di dalamnya Kelurahan Nelayan Indah (Kampung Nelayan) yang dulunya dibangun.

Menurut Zulkarnain, Kampung Nelayan sendiri, sitem kerja sama penggunaan dan pemanfaatan aset Pemko Medan yang diberikan kepada masyarakat pada waktu itu adalah dalam bentuk Hak Guna Bangunan (HGB)

“Kampung Nelayan merupakan bagian dari HPL Pemko Medan. Waktu dibangunnya perumahan nelayan di Kampung Nelayan, Pemko Medan mengajukan rekomendasi teknis untuk diterbitkan HGB di atasnya. Artinya para nelayan yang dibangun rumahnya saat itu, diberikan HGB, yang diterbitkan oleh BPN,” tuturnya.

Dijelaskan Zulkarnain, sebelum melakukan penataan dan pengelolaan aset, pihaknya telah menggelar pertemuan di Kantor Kecamatan Medan Labuhan, guna mensosialisasikan kepada masyarakat, khususnya yang teridentifikasi selama ini menggunakan lahan yang merupakan aset Pemko Medan tersebut.

“Kemarin kami menggelar sosialisasi khusus melalui tim terpadu, yang dihadiri perwakilan Kejari Belawan, Kapolsek, dan Danramil, serta Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan perwakilan perbankan, BTN, bersama masyarakat yang teridentifikasi oleh kecamatan dan kelurahan selama ini menggunakan ataupun memanfaatkan lahan HPL Pemko Medan yang berada di Medan Labuhan,” jelas Zulkarnain.

Menurut Zulkarnain, sosialisasi dilakukan agar lebih menjelaskan dan memberikan keyakinan kepada masyarakat, HPL yang ada di Kecamatan Medan Labuhan itu adalah milik Pemko Medan, sebab teridentifikasi yang menggunakan dan memanfaatkan HPL tersebut berganti-ganti.

“Jadi kita tidak mengetahui informasi apa yang diperoleh masyarakat, khususnya masyarakat yang memanfaatkan aset Pemko Medan tersebut,” katanya.

Untuk itu, lanjutnya, saat ini pihak BKAD Kota Medan, terus mensosialisasikan HPL nomor 1 sampai dengan nomor 5 yang merupakan aset Pemko Medan. Berharap nantinya, masyarakat dapat bekerja sama dan berkolaborasi dalam melakukan penatausahaan aset yang tertib.

“Sebab langkah-langkah penatausahaan adalah inventarisasi sehingga dalam inventarisasi aset nanti tim terpadu akan mendapatkan dukungan sepenuhnya dari masyarakat,” jelas Zulkarnain.

Zulkarnain juga mengatakan, jika masyarakat sudah disosialisasikan dan memahaminya, maka ketika nantinya dilakukan inventarisasi seperti pemasangan plank, pengukuran ulang, dan pemasangan patok, tidak ada masyarakat yang menghalang-halangi.

“Kami juga akan lakukan inventarisasi dan validasi terhadap HGB yang diterbitkan pada HPL di Nelayan Indah. Kami berharap, semuanya mendapatkan dukungan dari masyarakat,” katanya lagi.

Dia jg menyebutkan, dalam sosialisasi yang digelar kemarin, pada dasarnya masyarakat yang memanfaatkan HPL Pemko Medan, mengakui, tanah tersebut bukan milik mereka, tapi milik Pemko Medan.

“Mereka juga berharap dilibatkan jika seandainya ada kebijakan ataupun program untuk mendayagunakan maupun memanfaatkan aset tersebut lebih produktif di masa mendatang,” sebut Zulkarnain.

Selanjutnya, Zulkarnain menegaskan, perencanaan penggunaan dan pemanfaatan ataupun kerja sama terhadap aset daerah adalah hal yang paling pokok dan seyogianya melalui mekanisme yang sah. Hal ini juga termasuk dalam bentuk penatausahaan aset yang tertib.

Untuk itu, BKAD Kota Medan juga akan melakukan langkah pengamanan dan penertiban agar Aset Pemko Medan terjaga, terpelihara, tidak hilang, dan terhapuskan ataupun digunakan tanpa kerja sama yang sah.

HPL di Kecamatan Medan Labuhan tersebut, diketahui telah tercatat menjadi Aset Pemko Medan berdasarkan Sertifikat HPL nomor 1 sampai dengan nomor 5, yang diterbitkan 1994 oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Artinya bagaimana pun aset akan digunakan sepenuhnya sebagai sumber daya pembangunan kota untuk meningkatkan program kerja yang berorientasi kesejahteraan masyarakat. Sebab, tanah (lahan) yang berada di Medan Labuhan tersebut, merupakan aset milik Pemko Medan yang harus dikelola secara tertib efektif dan produktif,” pungkas Zulkarnain.(map/saz)

Kapolri & Ketum PP Muhammadiyah Hadiri Pengukuhan Guru Besar UMSU Irjen Pol Prof Dadang Hartanto

UMSU: Kapolri dan Ketua Umum PP Muhammadiyah (3 dan 4 kiri) menghadiri pengukuhan Guru Besar UMSU Irjen Pol Prof Dadang Hartanto.

KEPALA Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi kompak menghadiri acara prosesi pengukuhan guru besar Irjen Pol Prof Dr Dadang Hartanto SH SIk MSi di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Sabtu (27/5).

Selain itu hadir anggota Kompolnas Irjen Pol Purn Dr Benny Josua Mamoto SH MSi dan tokoh nasional lainnya. Irjen Pol Prof Dadang Hartanto dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang Ilmu Administrasi Publik pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMSU.

Dalam orasi imiahnya, Irjen Pol Prof Dr Dadang Hartanto menyampaikan saat ini organisasi dihadapkan dengan lingkungan dengan karakteristik VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) yang dinamikanya sangat tinggi akibat terpaan media sosial. Dinamika sosial yang bergejolak menjadi tantangan oleh setiap organisasi, baik swasta maupun pemerintah.

Aspek VUCA dalam dinamika, katanya, perlu disadari menjadi aspek yang harus diperhitungkan agar organisasi dalam administrasi publik tetap berkembang dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Irjen Pol Prof Dr Dadang menegaskan lingkungan VUCA memerlukan organisasi pintar yang menghasilkan tata kelola pemerintah yang pintar pula, agar tata kelola pemerintah yang baik dan diterima oleh publik. Oleh karena itu, pada kesimpulan orasinya disebutkan bahwa dinamika itu memerlukan organisai pembelajaran dimana model organisasi pembelajaran Peter Senge menjadi pilihan.

Sementara Rektor UMSU Prof Dr Agussani menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo atas izin yang telah diberikan kepada Irjen Pol Prof Dr Dadang Hartanto mengabdi sebagai dosen selain aktif sebagai Pati di Mabes Polri.

Prof Agussani mengatakan paparan dalam orasi ilmiah Irjen Pol Dadang Hartanto cukup bernas. ”Kami mengucapkan terima kasih. Pengukuhan guru besar ini menjadi istimewa dan bersejarah dan menjadi sebuah kebanggaan tersendiri karena dihadiri tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang,” katanya.

Dijelaskan rektor, untuk mendapatkan jenjang kepangkatan guru besar membutuhkan perjuangan dan pengorbanan. Selain harus menjalankan kewajiban Tridarma Perguruan Tinggi berupa pengajaran, penelitian dan pengabdian, juga menulis karya ilmiah yang dipublikasi di jurnal internasional bereputasi.

Irjen Pol Prof Dadang Hartanto merupakan dosen tetap NIDK pertama di UMSU yang mencapai gelar kepangkatan akademik tertinggi terhitung pada 8 Februari 2023. Irjen Pol Prof Dr Dadang Hartanto meniti pendidikan kepolisian di Akpol (1994), PTIK (2002) dan Sekolah Staf dan Pimpinan Polri (2008) dan Sekolah Pimpinan Tinggi (2017). Irjen Pol Prof Dadang Hartanto tercatat sebagai Wakapoldasu tahun 2020 dan saat ini bertugas sebagai Widya Iswara Utama sejak tahun 2022.

Pada prosesi pengukuhan dalam sidang senat terbuka, Rektor UMSU Prof Dr Agussani MAP menyematkan tanda profesor kepada Irjen Pol Dadang Hartanto sebagai profesor ke-8 di UMSU dan profesor ke-241 di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia.

Usai penyematan tanda profesor, Kapolri Jenderal Pol Sigit Prabowo bersama Ketum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir didampingi Gubsu Edy Rahmayadi, Kapoldasu Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak yang turut hadir menyalami dan memberikan ucapan selamat kepada Irjen Pol Prof Dr Dadang Hartanto.

Turut hadir pada acara pengukuhan Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, Wakil Ketua DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani, Kepala LLDikti Sumut Prof Saiful Anwar Matondang MA PhD, Pimpinan Ponpes Alkautsar Medan Syech Ali Marbun, Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik, pimpinan Ormas Islam, organisasi mahasiswa Cipayung, pimpinan perguruan tinggi dan para jurnalis. (dmp)

Semua Warga Medan Berhak Dapatkan Pelayanan Kesehatan Secara Gratis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masyarakat Kota Medan, khususnya di kawasan Medan Deli dan Medan Perjuangan, masih banyak mengeluhkan program Universal Health Coverage (UHC). Masyarakat merasa sulit saat ingin berobat dengan menggunakan KTP. Apalagi jika status kartu BPJS mereka dalam kondisi menunggak.

Seperti yang disampaikan masyarakat dalam Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan Nomor 4 tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan, yang digelar Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan, Ishaq Abrar Mustafa Tarigan SIP MIP di dua lokasi yakni di Jalan Pancing 1 Kelurahan Mabar Hilir, Medan Deli, dan di Jalan Sei Kera, Medan Perjuangan pada 27 dan 28 Mei 2023.

“Kami masih merasa sulit berobat dengan menggunakan KTP. Apalagi kalau BPJS kita menunggak. Padahal, bukannya kami tak mau bayar tunggakan, tapi karena memang kami tidak mampu lagi membayarnya,” keluh warga.

Menyikapi hal ini, Ishaq Abrar Mustafa Tarigan mengatakan, sesuai amanat Perda Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan ini, Pemko berkewajiban memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat Kota Medan tanpa terkecuali. Menurut Abrar, selama ini penerapan Perda Nomor 4 Tahun 2012 ini dirasakan belum maksimal.

“Di mana pelayanan kesehatan oleh pemerintah belum seluruhnya dirasakan warga. Karenanya, kami Fraksi Demokrat di DPRD Medan akan terus mendorong pemerintah supaya penerapan Perda Kesehatan ini dapat lebih dimaksimalkan, sehingga seluruh masyarakat Kota Medan dapat benar-benar merasakan pelayanan Kesehatan secara gratis,” ungkapnya.

Karenanya, Abrar mengaku akan menindaklanjuti aspirasi warga ini dengan meminta Wali Kota Medan mengevaluasi Puskesmas dan rumah sakit yang tidak mendukung program UHC tersebut. “Ini menjadi atensi kami di Fraksi Demokrat,” tegas Abrar.

Sebelumnya, politisi muda Partai Demokrat ini juga mengungkapkan, Perda Kota Medan Nomor 4 tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan ini sudah disahkan sejak 2012 lalu, namun masalah kesehatan ini masih menjadi persoalan di tengah-tengah masyarakat. Dia pun memohon doa dari masyarakat, agar Fraksi Demokrat mampu memperjuangkan agar anggaran program UHC ini dapat dimaksimalkan dalam APBD Kota Medan.

“Jadi, nanti setiap warga Kota Medan yang memiliki KTP dan KK bisa berobat gratis. Dan yang perlu digarisbawahi adalah, UHC ini untuk seluruh masyarakat Kota Medan tanpa terkecuali, baik yang kaya atau miskin, semua masuk dalam tanggungan,” pungkasnya. (adz)

Pemkab Labuhanbatu & PT KAI MoU Berangkatkan Jamaah Haji

Bupati Labuhanbatu Erik Adtrada Ritonga melakukan penandatanganan MoU dengan PT Kereta Api Indonesia. (fajar)

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Bupati Labuhanbatu Erik Adtrada Ritonga melakukan penandatanganan MoU dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang dilakukan di Kereta Api Inspeksi dengan tujuan Rantauprapat – Mambang Muda pada Sabtu (27/5/2023).

Penandatangan MoU antara Pemkab Labuhanbatu dengan PT KAI di kereta inspeksi merupakan pertama kali di Indonesia. Penandatanganan Mou tersebut merupakan kerjasama Pemkab dengan PT KAI untuk keberangkatan jamaah haji dari Rantauprapat-Medan (PP).

Bupati dalam sambutannya mengatakan jamaah haji merupakan orang – orang yang akan menjalankan rukun islam kelima.

“Jadi Pemkab akan berusaha memberikan yang terbaik sehingga jamaah merasa nyaman dan aman dalam keberangkatannya,” papar Erick.

Bupati berpesan, kepada PT KAI agar menaruh petugas di setiap gerbong dan toilet untuk menuntun jamaah haji. Dikarenakan banyak jamaah haji yang lansia.

President divre PT KAI Regional Sumut Muhammad Arie Fathurrochman mengatakan MoU di Kereta Inspeksi tersebut merupakan pertama kalinya dilakukan dengan kepala daerah untuk keberangkatan jamaah haji.

“Sebagai informasi penandatanganan Mou antara Pemkab dan PT KAI merupakan yang pertama kali di Indonesia dengan kereta Inspeksi dan juga pertama kalinya di Indonesia PT KAI akan bekerjasama dengan pemkab dalam pemberangkatan jamaah haji, untuk itu kami akan memberikan yang terbaik untuk jamaah haji dan kami akan berusaha memberikan kenyamanan dan keamanan untuk jamaah haji,” urainya.

Untuk diketahui, keberangkatan jamaah Haji menggunakan kereta api dari Rantau – Medan (PP) merupakan yang pertama kali di Indonesia. MoU dengan PT KAI tersebut merupakan keseriusan Pemkab Labuhanbatu dalam memberikan pelayanan terbaik kepada Jamaah Haji.

Turut dalam rombongan Wakil Bupati Labuhanbatu Ellya Rosa Siregar, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra l Sarimpunan Ritonga, Kadis Kominfo Labuhanabatu Ahmad Fadly Rangkuti, Kakan Kemenag Labuhanbatu Asbin Pasaribu. Ketua MUI Labuhanbatu Abdul Hamid Zahid., Kabag Kesra Sekdakab Labuhanbatu , Kabag Kerjasama Sekdakab Labuhanbatu, Kabag Protokol Sekdakab Labuhanbatu dan Tamu Undangan Lainnya. (fdh/tri)

Dua Atlit Tinju Kota Tebintinggi Masuk Pelatda PON 2024

JJ Vargas Harianja didampingi Zalza Nabila berhasil meraih mendali emas dalam Kejurwil Tinju Piala Pangdam I BB di Kota Medan.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS – Dua atlit Tinju asal Kota Tebintinggi Zalza Nabila dan JJ Vargas Harianja lulus dan akan mengikuti Pemusatan Pelatihan Daerah (Pelatda) Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2024 dalam ajang Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) Amatir se Sumatera Piala Pangdam I Bukit Barisan (BB) Degdrasi Atlit Pelatda PON 2024.

Zalza Nabila kelas 50 kilogram dan JJ Vargas Harianja kelas 86 K
kilogram berhasil meraih mendali emas. Sedangkan Erwin kelas 48 kilogram dan Daud Delahoya kelas 80 kilogram hanya mempu memberikan mendali perunggu.

Empat atlit dari cabang olahraga tinju asal Kota Tebingtinggi ini berlaga di Gedung Serbaguna Medan dalam Kejurwil Tinju Amatir se Sumatera Piala Pangdam I Bukit Barisan (BB) tanggal 19-28 Mei 2023 yang diikuti oleh 10 Provinsi.

Ketua Pengkot Tinju Kota Tebingtinggi, Bahrum Harianja mengaku terharu dan bangga karena dua atlit Pengkot Tinju asal Kota Tebingtinggi berhasil meriah dua mendali emas dan dua mendali perunggu.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari wujud kepedulian KONI Kota Tebingtinggi yang terus melakukan pendampingan, monitoring dan pembinaan kepada Pengkot Tinju dan atletnya,” jelas Bahrum Harianja.

Tidak terlepas dengan keberhasilan Zalza Nabila dan JJ Vargas Harianja mampu meraih mendali emas dalam Kejurwil Tinju Piala Pangdam I BB, keduanya telah memberikan kontribusi bagi Kota Tebingtinggi dibidang olahraga cabor Tinju.

“Mereka masuk dalam Pelatda PON tahun 2024. Terus berlatih, karena keberhasilan prestasi itu tidak terlepas dengan semangat latihan yang serius serta mematuhi apa yang dikatakan pelatih. Tetap jaga semangat dan jaga kesehatan,” bilangnya.

Sedangkan Ketua Umum KONI Kota Tebingtinggi, Anton mengaku sangat bangga dengan berhasilnya dua atlet cabor Tinju asal Kota Tebingtinggi, Zalza Nabila dan JJ Vargas Harianja yang berhasil meraih mendali emas.

Kepada dua atlet tinju lainnya, Daud Delahoya dan Erwin jangan berkecil hati karena tidak mendapatkan mendali emas, tetapi Daud Delahoya dan Erwin sudah memberikan yang terbaik kepada KONI Tebingtinggi karena berhasil meraih mendali perunggu.

“Tetap semangat dan terus berlatih, atlit Kota Tebingtinggi pantang pulang sebelum membawa mendali dalam pertandingan,” ungkap Anton. (ian/tri)

Kajari Nias Selatan Santuni Sowanolo Laia Korban Penganiayaan

Kasi Intelijen Kejari Nisel, Hironimus Tafanao pada saat serahkan bantuan secara simbolis kepada korban penganiayaan Sowanolo Laia. Jum'at, (26/5).

NISEL, SUMUTPOS.CO – Kepala Kejaksaan Negeri Nias Selatan, Rabani M. Halawa, SH , MH dan jajaran melakukan aksi sosial berupa pemberian bantuan dan tali kasih kepada Sowanolo Laia yang merupakan korban tindak pidana penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Erlina Zebua Alias Ina Ayu di Kantor Kejaksaan Negeri Nias Selatan (Nisel), jalan Diponegoro No. 97 Pasar Teluk Dalam Kecamatan Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan. Jum’at, (26/5) sekira pukul 14:00 Wib siang.

Hal tersebut dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri Nias Selatan Rabani M. Halawa melalui Kasi Intelijen Kejari, Hironimus Tafanao, SH , MH kepada sejumlah awak media diruanganya, bahwa kita mengundang sikorban serta keluarganya sekaligus dilakukan pemberian bantuan dan tali kasih (santuni).

Tali kasih ini diinisiasi oleh kepedulian dan rasa kemanusian dari Kepala Kejaksaan Negeri Nias Selatan Rabani M. Halawa dan seluruh jajajaran untuk memperhatikan dan memberi suppor kepada Sowanolo Laia yang merupakan korban tindak pidana penganiayaan dan keluarganya yang kehidupan ekonominya lemah sehingga membutuhkan bantuan.

“Kegiatan ini mengandung makna agar jangan ada kesan bahwa pihak Kejaksaan Negeri Nias Selatan hanya memperhatikan dan memenuhi kebutuhan terdakwa dan keluarganya dan mengesampingkan kebutuhan dan kehidupan korban,” ucap Bung Hiro TF.

Bung Hiro TF menambahkan bahwasanya bantuan dan tali kasih itu diserahkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Nias Selatan Rabani M. Halawa, yang diwakili oleh Kasi Intelijen Hironimus Tafonao (Bung Hiro TF) dan Kasi Pidum Juni Kristian Telaumbanua. Bantuan yang diberikan berupa sembako berupa beras, minyak goreng, telur, susu, mie instan, dll yang diterima oleh Sowanolo Laia dan keluarganya.

Ditempat yang sama, korban penganiayaan, Sowanolo Laia dan keluarga pada kesempatan itu menyampaikan rasa terima kasih kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Idianto, S.H., M.H., dan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Irjen Pol. Drs. R.Z. Panca Putra Simanjuntak, MSi, serta Kepala Kejaksaan Negeri Nias Selatan Rabani M. Halawa yang telah mendamaikannya dengan terdakwa Erlina Zebua Alias Ina Ayu.

“Terimakasih kepada Kepala Kejaksaan Negeri Nias Selatan dan jajaran atas bantuan tali kasih yang telah diberikan kepadanya dan keluarganya dan tidak ada balasan darinya selain hanya berdoa agar Tuhan selalu memberkati kita semua,” ucap Sowanolo Laia.

Pada Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Nias Selatan Hironimus Tafonao, S.H., M.H, Kasi Pidum Juni Kristian Telaumbanua, S.H., M.H, Jaksa dan Staf pada Kejaksaan Negeri Nias Selatan, Sowanolo Laia dan keluarga.(Eud/tri)