27 C
Medan
Friday, April 17, 2026
Home Blog Page 15519

Soal Scudetto, Jangan Lupakan Napoli

NAPLES-Musim ini termasuk musim paling ketat dalam perburuan gelar scudetto. Tiga tim teratas klasemen sementara berpeluang untuk merebut gelar jawara di akhir musim.

Peluang terbesar merebut scudetto memang ada di AC Milan dan Inter Milan. Tapi jangan lupakan juga Napoli yang punya kans sama besarnya untuk jadi yang terbaik musim ini.

Milan masih memimpin klasemen dengan 63 poin, hanya unggul tiga angka dari Inter di posisi kedua. Seri A sendiri masih menyisakan delapan laga.

Maka banyak yang menyebut pertemuan kedua tim pada Derby Milan 3 April mendatang bakal jadi penentuan siapa yang terdepan menuju di jalur juara.

Namun Napoli yang ada di peringkat tiga dengan selisih hanya empat poin pun masih punya peluang besar untuk jadi juara. Apalagi skuad Walter Mazzarri ini hanya tinggal berkonsentrasi di Liga Italia. Maka asa untuk merebut scudetto pun masih membumbung tinggi di dada para pemain Il Partenopei. Mereka percaya sukses di tahun 1987 dan 1990 bisa diulang karena pencapaian Napoli seperti musim ini akan sulit terulan. Musim 2010/2011 akan jadi pencapaian terbaik Napoli dalam dua dekade terakhir.

“Cavani percaya akan scudetto. Napoli harus punya kepercayaan diri akan itu. Musim seperti ini tak akan terulang,” ujar agen Edinson Cavani, Claudio Anellucci kepada Radio Mana Mana yang dilansir Football Italia.

“Walter Mazzarri sangat menghargai Cavani. Semua pemain percaya akan scudetto, sama dengan Edinson,” sambungnya.

Selain berbicara soal scudetto, Anellucci, pun turut bertutur soal masa depan striker asal Uruguay itu di Napoli. Ketertarikan Madrid pada striker 23 tahun itu sebagai sebab muncul rumor jika musim ini adalah kali terakhir Cavani bermukim di Italia.

“Jose Mourinho sangat merespek Cavani semasa di Palermo dan normal jika Edinson merasa tersanjung. Namun saya tegaskan jika masa depan klien saya ada di Napoli,” tuntasnya.(net/jpnn)

Nani Nekat Kritik Fergie

MANCHESTER – Ketidakpuasan terhadap manajer Manchester United Sir Alex Ferguson mulai berani disuarakan para pemainnya. Meski pengalaman mengajarkan bahwa pemain yang bersiteru dengan Ferguson biasanya bakal tersingkir.

Lihat saja nasib Roy Keane, Ruud van Nistelrooy, David Beckham, dan Jaap Stam. Mereka terlempar dari United karena bersinggungan dengan tactician asal Skotlandia itu. Namun, kondisi itu tidak membuat winger asal Portugal Nani gentar.

Faktanya, Nani berani mengeluhkan strategi yang diterapkan Fergie, sapaan Ferguson. Menurut dia, Fergie tidak memberikan kebebasan kepada dirinya di lapangan. Nani tidak bisa mengekspresikan cara bermain yang dia inginkan.
“Saya selalu berusaha untuk menikmati permainan saya, tapi tidak selalu memungkinkan karena saya memiliki tanggung jawab dalam tim. Terkadang saya rindu dengan gaya permainan jalanan,” jelas Nani kepada Don Balon.

“Itu tidak mudah untuk dilakukan di United. Sebab, Air Alex tidak memberikan banyak kebebasan. Saya tidak bisa melakukan trik, seperti yang biasa saya lakukan kepada teman-teman saya,” bilang mantan pemain Sporting Lisbon itu.

Hanya, terkadang Nani tetap nekat melakukan trik di lapangan. “Namun, saat pertandingan berada dalam control kami, saya terkadang mengambil risiko untuk melakukan trik. Sangat menyenangkan bila itu berjalan baik,” kata Nani.

Keluhan Nani biasanya tidak terlalu ditanggapi Fergie. Masalahnya, sekarang Nani merupakan salah satu pemain penting United. Kehadirannya sangat berarti di lini tengah United sejak hengkangnya Cristiano Ronaldo ke Real Madrid.

Berbeda dengan bek Wes Brown. Pemain jebolan akademi United itu kemungkinan besar akan hengkang dari Old Trafford, markas United, pada pengujung musim ini. Itu tidak lepas dari hubungan buruknya dengan Fergie sejak awal musim ini.

Berdasarkan kabar yang dilansir Daily Mail, hubungan buruk Brown dengan Fergie dimulai sejak tur pramusim di Amerika Serikat. Fergie gerah dengan komplain yang dilancarkan Brown. Sejak itu, dia jarang mendapat tempat di skuad United. Namun, belakangan hubungan mereka mencair  ketika  Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic cedera. (ham/jpnn)

LPI Sebagai Tolak Ukur Pembinaan

MEDAN- Walikota Medan Drs Rahudman Harahap MM mengharapkan agar Liga Pendidikan Indonesia (LPI) Kota Medan menjadi tolak ukur pada pembinaan pemain sepakbola di kalangan pelajar. Untuk itulah, Pemko Medan menyambut gembira dan memberikan dukungan sepenuhnya dalam penyelenggaraan LPI ini.

“Nah, Pembina hendaknya dapat transparan dalam mengelola olahraga. Karena dengan begitu diharapkan tewujud prestasi menggembirakan baik di tingkat Nasional dan Internasional,” ungkap  Rahudman Harahap pada pembukaan LPI Kota Medan tingkat SLTA Yang berlangsung di Stadion Teladan Medan, Jumat (25/11).

Lanjut Rahudaman, Gelaran LPI Kota Medan tahun 2011 ini dapat menjadi gebrakan bagi dunia pendidikan di Kota Medan untuk memperoleh prestasi yang dalam kaitan ini merupakan prestasi pelajar di bidang olahraga. “Saya menilai ini adalah penyelenggaraan terbesar dalam cabang sepakbola pelajar. Dari kegiatan ini muncul pemain dan tim terbaik yang diharapkan dapat mengharumkan Kota Medan di tingkat Sumatera Utara dan Nasional nantinya,” cetus  rahudman.

Sementara Ketua Panitia Pelaksana, Kadis Pendidikan Kota Medan Hasan Basri menyebutkan pelaksanaan LPI ini merupakan komitmen nasional secara berjenjang dari tingkat kabupaten/kota sampai tingkat nasional. Kegiatan ini juga merupakan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga dan PSSI. “Pelaksanaan LPI Kota Medan ini diharapkan dapat membangun karakter anak berprestasi,” terang Hasan Basri.

Sekretaris Panitia Nunuk Sanhaji menyebutkan, LPI Kota Medan diikuti 25 tim .  Ke-25 tim tersebut, yakni 1. SMKN 2, 2. SMAN 6, 3. SMA Dharma Pancasila, 4. SMAN 4, 5. SMAN 9, 6. SMAN3, 7. SMA Mulia, 8. SMAN 10, 9. SMA Budi Satria, 0. SMA Budi Murni 2, 11. SMKN 7, 12. SMK Arrahman, 13. SMK Sandi Putra, 14. SMAN 14, 15. SMAN 2, 16. SMAN 21, 17. SMAN 13, 18. SMK Al Washliyah 4, 19. SMA Budi Agung, 20. SMAN 19, 21. SMA St Thomas 3, 22. SMAN 5, 23. SMA Methodist 7, 24. SMAN 15 dan 25. SMAN 7. (omi)

Milik Button-Hamilton

MELBOURNE – Usai sesi latihan bebas pertama GP Australia milik Red Bull, kini latihan bebas kedua menjadi milik McLaren di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Jumat (25/3). Dua pembalap McLaren, Jenson Button dan Lewis Hamilton tampil di dua posisi teratas dengan menempuh 32 lap. Button mencatat waktu terbaik dengan waktu 1 menit 25,854 detik. Disusul Hamilton dengan waktu 1 menit 25,986 detik alias cuma defisit 0,132 detik dari Button.

Pembalap Red Bull, Sebastian Vettel yang menjadi penguasa sesi pertama kali ini harus puas di posisi keempat dengan waktu 1 menit 26,014 detik. Di atasnya, ada pembalap Ferrari, Fernando Alonso, dengan 1 menit 26,001 detik. Berturut-turut di posisi kelima dan keenam adalah Mark Webber (Red Bull) dengan waktu 1 menit 26,283 detik dan Michael Schumacher (Mercedes GP) dengan waktu 1 menit 26,590 detik.

Sebelumnya Hamilton menyindir Red Bull yang berhasil mengantarkan Vattel menjuarai F1 2010. “Red Bull bukan pabrikan, tapi perusahaan minuman. Ini perusahaan minuman vserus sejarah McLaren dan Ferrari,” cetus Hamilton. (net/jpnn)

Yang Penting Menang

(1)Persires vs PSMS(2)

MEDAN- PSMS hanya menang tipis 2-1 kontra tim yang sedang terpuruk Persires Rengat Jumat (25/3) sore. Gol PSMS dicetak Rinaldo di menit 35 dan Gaston Castano di menit 60.
Sedangkan gol tuan rumah dicetak Khoirul Anam di menit 63.
Hasil ini cukup mengecewakan arsitek tim Suharto. Namun begitu, Suharto bersyukur bisa meraih tiga angka.

“Yang penting kami menang walau bermain buruk. Pemain main bagus waktu bermain dengan Persih Tembilahan, tapi tetap kalah, ya lebih baik seperti ini,” sebut Suharto usai pertandingan.
Meski sukses dapat tiga angka, posisi PSMS di klasemen sementara grup I tak bergerak dari peringkat enam. Hal itu dikarenekan Persita juga meraih hasil maksimal saat menjamu Persiraja Banda Aceh 3-1, Persipasi menang 3-0 atas PSAP Sigli dan Persih menaklukkan Pro Titan 3-0. Kalah selisih gol dengan Persita Tangerang yang berada di posisi lima membuat PSMS tetap di urutan enam dengan 33 poin.

Untuk itu, kemenangan di Stadion Teladan 6 April mendatang menghadapi PS Bengkulu plus menghadapi dua klub wakil Nanggroe Aceh Darussalam Persiraja Banda Aceh dan PSAP merupakan harga mati. “Kami akan memperbaiki kondisi ini di Medan nanti,” sebut Suharto.

Sementara Asisten Pelatih PSMS Edy Syahputra mengaku kecewa dengan performa M Afan Lubis dkk. “Terus terang kami kecewa dengan penampilan anak-anak. Tapi kami mengerti kondisinya,” tukas Edy.

Kendati kalah, Asisten pelatih yang mengemban tugas pelatih kepala Persires Rengat Riki Yanto mengaku puas dengan performa yang ditunjukkan skuad asuhannya. Menurutnya, menghadapi tim sekelas PSMS, anak aushannya tampil sepenuh hati. Apalagi tim Askar Narasinga-julukan Persires-tidak diperkuat tiga skuad utama.

“Lawan kami tim besar. Itu yang membuat pemain jadi termotivasi. Apalagi pertandingan di kandang tentunya jadi harga diri.

Kami puas dengan performa pemain walaupun kalah. Tiga pemain utama kami juga tidak bisa main,” sebut Riki.(ful)

Pro Titan Bahkan tak Cetak Gol

Pro Titan dilibas Persih 3-0 pada laga Jumat (25/3) kemarin. Pro Titan yang datang dengan semangat tinggi pasca menang 4-0 kontra Persires bahkan tak kuasa mencetak gol.

Persih tampil dominan menghadapi tim tamu, sehingga mampu mencetak tiga gol pada babak pertama. Gol pembuka tim tuan rumah diciptakan Sharul pada menit 11.
Satu menit berikutnya atau tepatnya menit 12, Persih menggandakan keunggulan melalaui Leonardo Veron.

Keunggulan dua gol tidak membuat tim tuan rumah mengendurkan serangannnya.
Bahkan pada menit 30 Friday kembali menambah pundi golnya, sekaligus membawa timnya memenangkan pertandingan.Pro Titan yang mencoba mengejar ketertinggalan mencoba melakukan beberapa serangan pada babak kedua.

Namun  sejumlah peluang yang dimiliki anak asuh Dirk Buitelaar tersebut tidak mampu dikonversi menjadi gol. Hasil itu bertahan hingga usai laga.

Asisten pelatih Pro Titan  Yahya Broer saat dikonfirmasi via telepon mengatakan kekalahan timnya disebabkan beberapa kesalahan seperti miss marking yang dilakukan pemain bawah.
“Persih main cukup bagus dan menampilkan permainan long pass yang efektif.
Dua gol pembuka Persih tercipta akibat miss marking yang dilakukan pemain bawah,” sebutnya.(uma)

Ketua PWI Pusat Ikut Jalan Sehat

MEDAN– Ketua Umum PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Pusat, H Margiono dipastikan menghadiri peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2011 dan HUT ke-65 PWI Provinsi Sumatera Utara di Istana Maimun, Minggu (27/3).

Demikian dijelaskan Ketua PWI Cabang Sumut Drs Muhammad Syahrir didampingi Sekretaris Edward Thahir SSos, Ketua Panitia Drs Hendra DS dan unsur pengurus PWI Cabang Sumut lainnya menyusul diperolehnya konfirmasi kepastian kehadiran Ketua Umum PWI Pusat ke Medan, Jumat (25/3).

Menurut Syahrir, kehadiran Ketua Umum PWI Pusat ini merupakan kehormatan sekaligus kabar gembira bagi Sumut. Karena di tengah kesibukan yang tinggi, beliau masih meluangkan waktu datang ke Medan.

Selain akan berbaur dengan peserta Jalan Sehat, Ketua Umum PWI Pusat juga akan menyerahkan penghargaan kepada sejumlah lembaga mitra kerja, anugerah kesetiaan kepada anggota PWI Sumut, serta penyerahan Press Card Number One (Kartu Pers Nomor Satu).

Penerima Press Card Number One, kata Syahrir, masing-masing akan diberikan kepada HM Zaki Abdullah, H Ali Soekardi, dan Drs H Muhammad TWH. Ketiganya merupakan bagian dari empat anggota PWI Sumut yang memperoleh Press Card Number One tahun 2011 dari PWI Pusat.

“Khusus terhadap HA Ronny Simon, beliau telah menerima langsung secara simbolis pada peringatan HPN di Kupang, Nusa Tenggara Timur, 9 Februari 2011 disaksikan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono,” terang Syahrir. (mag-9)

Keterlibatan Pejabat Dishub Diusut

MEDAN- Untuk mengungkap keterlibatan pejabat di lingkungan Dishub Sumut soal aliran dana dari hasil pungutan liar di jembatan timbangan Sibolangit, Kejatisu terus memeriksa tiga PNS Dishub yang tertangkap kemarin. Ketiga oknum yang masih diperiksa tersebut yakni Marlon Sinaga, Ahmad Sofyan, dan Panal Simamora.

“Ketiga oknum pungli jembatan timbangan itu, saat ini masih diperiksa. Kita juga mau tahu, mereka bekerja melakukan pungli atas perintah siapa. Kita juga akan telusuri aliran dana dari hasil pungli itu, akan disalurkan ke mana,” tegas Kajatisu Sution Usman Adji.

Sution juga mengatakan, pihaknya juga masih terus telusuri, soal adanya dugaan keterlibatan pejabat di Dishub Sumut. “Kita akan mengungkap kasus pungli ini, apakah ada keterlibatan pimpinan mereka masing-masing. Saat ini tim sudah bekerja kalau pun ada keterlibatan pejabat di Dishub Sumut, mereka akan kita panggil,” tegas Sution.

Pungli terhadap sejumlah supir truk di timbangan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang, diungkap petugas intelijen Kejatisu, dalam penyamaran yang dilakukan pada Kamis (24/3) dini hari sekira pukul 2.15 WIB. Dari tangan ketiga oknum Dishub yang ditangkap ini, petugas Kejatisu mengamankan uang tunai sebesar Rp16.474.000 beserta satu buah buku register Perda No 14 tahun 2007.

Penggerebekan itu berdasarkan Surat Rdaran dari Jampidsus Kajagung RI ini, berlaku di seluruh Indonesia, terkait pungutan liar. Dan Sumatera Utara, yang pertama kali melakukan penangkapan terhadap pungli di Indonesia.  Untuk menjebak oknum yang melakukan pungutan liar ini, Kajatisu dan anggotanya, terpaksa menyaru sebagai supir dan kernet truk bernopol BB 8355 YA dengan membawa jagung.

Perbuatan ketiga pelaku dikatagorikan sebagai tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 12 huruf a,b dan e Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 dan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana ‘orupsi Jo pasal 55 ayat 1 KUHP. (rud)

Rozak, Tukang Reparasi Sepeda Ontel

Ajak Masyarakat Ingat Sejarah

Memiliki benda bersejarah tentunya memberikan kebanggaan tersendiri. Namun memiliki pemahaman akan barang antik, juga merupakan keasyikan yang tak tergantikan oleh profesi apa pun.

Demikian tampaknya yang ingin dibuktikan anggota Polonia Ontel Community Medan, Rozak (41). Ditemui, Kamis (24/3) di rumahnya Jalan Mongonsidi Gang Baru No.17 Medan, Rozak baru saja selesai melakukan perbaikan di atap rumahnya yang bocor. Pekerjaan selingan di kala tidak ada permintaan untuk memperbaiki sepeda ontel. “Tidak ada kegiatan lain. Saya memang hanya tertarik pada sepeda tua. Ada keasyikan tersendiri saja,” ucapnya.

Tak diragukan lagi, nama Rozak bukanlah nama asing di kalangan pecinta sepeda tua. Pasalnya, keahlian dalam hal merenovasi sepeda ontel sudah terbukti dengan banyaknya pemilik sepeda ontel menggunakan jasanya. Seperti empat unit sepeda ontel yang terparkir di ruang tamu siap untuk dikirim ke pemiliknya. “Rencananya besok dikirim ke Aceh. Tapi ada beberapa ini yang sudah siap tapi belum diambil-ambil,” bebernya.

Kepada wartawan Sumut Pos, Rozak mengaku mulai mengenal sepeda ontel pada 1960 sebagai kendaraan sang ayah yang juga anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). “Ya dari nenek saya memang naik ontel. Ada yang merek Vonger, Valuas, Relli, semua ada di keluarga saya,” kenangnya.

Rozak mulai mengasah pengetahuannya lewat perkenalan dengan seorang pakar sepeda ontel keturunan Tionghoa. Dari proses tadi, dirinya pun bisa mengetahui tahun produksi sebuah sepeda ontel dengan memandang saja. “Sekarang ini yang banyak beredar di Kota Medan itu Empo, Relli, Valuas, Vonger. Tapi yang lebih berkesan itu Gazelle seri 11, karena sempat sebagai kendaraan Presiden Soekarno,” ucap suami dari Ponisa ini.

Tak heran dengan kemampuan yang dimilikinya, bapak dari empat anak dan kakek dari seorang cucu ini kerap mendapat kepercayaan untuk memperbaiki sepeda ontel dari berbagai daerah di Sumatera. Meskipun untuk memenuhi permintaan pelanggan, Rozak harus melakukan perjalanan panjang. Tentu saja untuk menemukan suku cadang sepeda tua yang tengah dikerjakan.
Dari perjalanan itu, Bapak dari empat anak dan kakek dari seorang cucu ini memiliki pengalaman berkesan. Kenangan yang akan diingatnya seumur hidup. Kisah itu adalah saat memperbaiki sepeda ontel merek BSA buatan Jerman milik seorang penduduk Padang Sidempuan. “Yang paling rumit kalau memperbaiki sepeda tua ini adalah saat mencat dan mencari suku cadang. Karena kalau sepedanya buatan Inggris tidak masuk kalau dipasang suku cadang produk Jerman,” tuturnya.

Seperti halnya kenangan manis, Rozak juga memiliki kenangan pahit dengan sepeda ontel ini. Yaitu ketika melakukan perjalanan panjang, sepeda yang ditungganginya mengalami kerusakan. Saat itu dia tak membawa satu pun kelengkapan untuk memperbaiki ontel miliknya. “Makanya kita buat sendiri tas untuk menyimpan perlengkapan. Biar tidak terulang lagi,” tambah pria berkacamata ini.

Keberadaan Polonia Ontel Community Medan pun seolah menjadi persinggahan perjalanan Rozak. Keahlian yang dimiliki dapat bermanfaat bagi anggota komunitas untuk menunjang gerakan jantung sehat. Dari komunitas itu pula dirinya dapat menjalin komunikasi dengan pemilik sepeda antik dari komunitas berbeda. Untuk itu dirinya memberi apresiasi kepada H Tri Wahyu yang menjadi inisiator pembentukan POC Medan tadi.

Semangat Rozak tadi rupanya menggugah warga lainnya. Satu per satu warga pun membeli sepeda ontel untuk kemudian bergabung dengan Komunitas Ontel Polonia Medan. Mereka dapat ditemui di sekretariatnya Jalan Mongonsidi Medan tepatnya di depan kantor Garuda Indonesia. Dari pukul 17.00 WIB hingga pukul 18.30 WIB dapat dilihat beberapa sepeda ontel berjejer rapi di depan sebuah warung berwarna kuning.

“Kita coba mengajak masyarakat untuk melirik kembali makna dari sebuah sejarah. Selain bersepeda baik untuk kesehatan, juga dapat menjaga lingkungan karena tidak menyebabkan polusi seperti sepeda motor. Apalagi sepeda ontel ini juga berhubungan dengan sejarah negara ini yang juga harus dijaga,” pungkasnya.

Sepeda pertama kali dibuat di negara Prancis pada 1791. Pada tahun 1817 Baron Von Drais de Sauerbrun membuat sepeda kayu tanpa pedal yang pertama. Sepeda ini disebut Hobby Horse (sepeda kuda-kudaan). Pada 1839 sepeda memakai pedal pertama kali digunakan. Namun bentuknya juga sangat lucu, karena roda depan besar sementara roda belakang kecil. Sehingga cara memakainya pun dibutuhkan keterampilan akrobatik.

Sepeda masuk Indonesia baru di awal abad ke-20 atau sekitar tahun 1910. Kala itu sepeda yang dipakai para kolonial itu dibawa dari negara asalnya. Baru setelah itu sepeda mulai dipakai para bangsawan, para misionaris, dan saudagar kaya. Fiets, begitu para kolonial ini menyebut sepeda. Namun, karena lidah Jawa tak fasih, orang lantas menyebut dengan “pit”. Sementara ontel dimaksudkan mengayuh, jadi sepeda ontel ini artinya sepeda yang di kayuh. (*)

Bayi Tanpa Batok Kepala Dirujuk ke Pirngadi

Entah Kenapa Saya Takut USG…

Bayi pasangan Sari Rianti (17) dan Rudi Kusmawanti (27), warga Jalan Kemiri, Gang Sederhana, Suka Dono, Deli Serdang, harus mendapat perawatan intensif di Ruang Perinatologi Lantai IV RSU Pirngadi Medan. Pasalnya, bayi yang baru dilahirkan ini tidak memiliki batok kepala
atau An Enchepali.

Dengan menumpang becak bermotor (betor), bidan dari Klinik Ekasari Jalan Gaperta Ujung Medan membawa bayi yang belum sempat diberi nama tersebut ke RSU dr Pirngadi Medan, Kamis (24/3) malam pukul 20.50 WIB. Dia terburu-buru memasuki ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Selanjutnya, bayi tersebut dibawa ke Ruang Perinatologi Lantai IV RSU Pirngadi Medan.

Untuk mengetahui latar belakang bayin tersebut, wartawan koran ini mendatangi rumah ibu bayi malang tersebut, Jumat (25/3). Namun, wartawan koran ini tidak bertemu dengan orangtua bayi malang itu. “Sari masih menjalani perawatan di Klinik Ekasari, coba cek ke sana saja,” saran kakak ipar Sari Rianti.

Kemudian waratawan koran ini mendatangi klinik dimaksud. Terlihat Sari terbaring lemas pasca persalinan anak pertamanya itu. Saat itu, Sari ditemani ibu kandungnya.

“Saya sudah tahu kondisi anak saya dari bidan. Saya sangat terkejut saat mengetahui kondisi anak saya. Anak saya lahir dengan berat badan 2,1 Kg. Tapi langsung dirujuk ke Pirngadi karena kondisinya yang nggak wajar,” kata Sari membuka cerita.

Menurutnya, selama masa kehamilan, dia selalu memeriksakan kandungannya ke Klinik Mariana. “Memang saat saya memeriksakan kehamilan saya, bukan langsung bidannya yang menangani, tapi perawatnya,” kata Sari.

Namun, pemeriksaan tersebut hanya berlanjut hingga tiga bulan. “Saya melakukan pemeriksaan di klinik. Tapi untuk pemeriksaan USG, saya nggak berani, entah kenapa saya takut. Setelah usia kandungan tujuh bulan, saya nggak pernah periksa kehamilan lagi,” urainya.

Selama mengandung, dirinya selalu mengkonsumsi susu dan jamu-jamuan. “Tiap periksa kehamilan ke klinik, saya sering juga dikasih minum vitamin. Selain itu, bawaan hamil saya juga bagus. Saya nggak pernah jatuh dan nggak pernah kerja yang berat,” katanya.

Sari mengungkapkan, dirinya sudah dua tahun menikah dengan suaminya yang bekerja sebagai buruh bangunan di daerah Aek Kanopan. “Suami saya belum tahu kondisi anak kami. Yang dia tahu saya sudah melahirkan dengan selamat,” katanya lagi.

Disebutkannya, untuk biaya persalinan, dirinya harus menyicil dengan pihak klinik. Pasalnya, dirinya tidak terdaftar dalam peserta Jamkesmas.

“Saya sangat berharap putri saya bisa sehat seperti bayi yang lain. Untuk biaya selama di rumah sakit, saya juga mengharapkan bantuan dari dermawan,” bebernya lagi.

Saat dikonfirmasi melalui telepon, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang dr Masdulhaq SpOG mengaku sudah mendapat kabar kasus yang dialami bayi tersebut. “Saya dapat kabar dari Kepala Puskesmas,” ungkapnya.

Menurutnya, karena keluarga Sari tidak terdaftar di Jamkesmas, maka bisa ditanggulangi dengan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Pemkab Deli Serdang. Jamkesda tersebut merupakan bantuan sosial dari Pemkab yang mengcover pembiayaan kesehatan warga miskin yang tidak tercover di Jamkesmas.

Teknisnya pihak keluarga mengurus administrasinya di Dinas Sosial Deli Serdang. Kemudian, surat tersebut dibawa ke rumah sakit umum daerah Deli Serdang. Kalau rumah sakit tidak mampu merawatnya, maka rumah sakit bisa merujuk ke rumah sakit pemerintah yang ada.
“Biasanya kasus seperti ini hanya dirawat-rawat saja, tidak dilakukan operasi,” tambah Masdulhaq.(mag-7)