31 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 15534

BBPOM Medan Uji Makanan Asal Jepang

MEDAN- Pasca Gempa Bumi 9,0 Skala Richter (SR) dan Tsunamidi Jepang menyisahkan radiasi radio aktif nuklir. Hal ini justru mengancam kesehatan bagi warganya sendiri, tak ayal makanan asal negeri Matahari Terbit itu perlu diantisipasi.
Pentingnya mengantisipasi ini, karena Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan menyadari,  Sumut sebagai salah satu wilayah tujuan produk makanan asal Jepang seperti permen dan biskuit. Sehingga, ada baiknya diantisipasi dari awal. Khususnya, pemeriksaan terhadap sejumlah kandungan makanannya.

Kabid Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen BBPOM Sumut Sacramento Tarigan menyampaikan, seluruh produk makanan dan minuman yang berasal dari Jepang pasca terjadinya gempa bumi dan tsunami di Japan, walaupun sudah ada izin dan sertifikasinya, tetap akan diuji kembali.

“BBPOM akan mengambil sample dan uji kembali bila ada produk yang terkontaminasi Radio Aktif Nuklir. Kita juga konfirmasi kepada Importir produk pangan dari Jepang agar diantisipasi,” sebutnya.
Lebih lanjut, dia menyebutkan untuk distribusi atau penjual turut bersikap preventif, agartidak menyalurkan produk asal Jepang tanpa sertifikat bebas radio aktif Nuklir untuk diperjual belikan sementara ini.

“Bila makanan tercemar radio aktif nuklir dikomsumsi tubuh bisa menimbulkan efek gangguan terhadap organ tubuh, jaringan sel darah dan sampai gangguan genetika. Jadi, saat ini lebih mengantisipasi makan produk Jepang,”tandasnya. (mag-7)

Tokoh Oposisi Kencani Pelacur

Direkam Durasi 30 Menit

KUALA LUMPUR – Tokoh oposisi Malaysia tersandung kasus video porno durasi 30 menit. Pria yang menjabat anggota parlemen sedang asik berhubungan intim dengan seorang perempuan yang disebut-sebut sebagai pelacur kelas internasional.

Munculnya rekaman video itu ditemukan di sebuah kamar hotel di Kuala Lumpur, tapi dirinya minta identitasnya disebut sebagai Datuk T. Demikian dilansir The Star, Senin (21/3).

Rekaman itu diketahui dibuat  pada 21 Februari lalu, setelah sempat heboh, sejumlah wartawan ini dibawa sekelompok orang tak dikenal untuk menyaksikan video tersebut ke sebuah kamar hotel untuk melihat rekaman video tersebut. Ketika itu wartawan dibawa , Datuk T untuk masuk secara bergiliran.

Datuk T menyatakan, sebaiknya wartawan lebih seksama melihat sosok dalam rakaman tersebut sebelum mengirimkan salinan rekaman pada politisi itu dan istrinya untuk kepentingan identifikasi.

Pada saat menerima rekaman tersebut, Datuk T menegaskan, jika pemeran pria itu benar politisi itu, maka ia dan istrinya harus segera mundur dari dunia politik. “Saya minta sejumlah LSM menggelar panel independen untuk menginvestigasi dan melakukan tes forensik profesional untuk melihat otentik atau tidaknya rekaman itu,” katanya.
Datuk T menceritakan, dirinya menemukan video itu setelah dirinya diminta politikus tersebut untuk mencari arlojinya di ruangan tempat hubungan seksual telah terjadi. “Saat aku tidak bisa menemukan arloji di meja, aku mencari di belakang meja rias. Saya terkejut menemukan banyak helai kawat di belakang meja rias. Saat memeriksa dari dekat, saya menemukan empat kamera CCTV tersembunyi, saya mencoba membuka dua laci lemari dan menemukan satu laci terkunci,”sebutnya. “Saya  lalu membuka laci yang terkunci menggunakan benda tajam.  Saya menemukan perekam CCTV aktif. Saya memutus kabel dan mengambil perekam dan keluar dari hotel,’’tambahnya. (bbs/jpnn)

Magang di Malaysia 5 Siswi SMK Terlantar

PEKANBARU- Sebanyak 4 siswi SMK Aisyiah Duri dan seorang siswi SMK Nurul Falah Pekanbaru diselamatkan Polsek Mandau, Kabupaten Bengkalis. Kelimanya diduga korban traffiking dengan modus, dilakukan dengan program magang sekolah ke hotel berbintang di Malaysia. Kelima siswi SMK tersebut seperti, Eis Dwi Malinda (16), Seri Rahmayeni (16), Rahmadani (16) dan Silvia (16) masing-masing siswi SMK Aisyiah, Duri dan Sumiati (16) siswi SMK Nurul Falah Pekanbaru.

Sesuai jadwalnya, kelima siswa SMK ini diberangkatkan pada Juni 2010 dengan perjanjian akan dipekerjakan di hotel berbintang. Tapi, faktanya kelimanya diperkerjakan di rumah makan. Selain itu, mereka juga tak bisa ke mana-mana karena paspor dipegang pemilik rumah makan atau majikan. Paspor itu tak pernah dikembalikan sampai sekarang. Akibatnya, kelimanya sempat terkatung-katung 4 bulan di KBRI Kuala Lumpur.

Salah satu orang tua seorang siswi melaporkan kehilangan anaknya ke Polsek Mandau. Berangkat dari laporan orang tua salah seorang siswi, Kapolsek Mandau Kompol Hary Wiawan menghubungi pihak KBRI di Kuala Lumpur. Dengan dibantu atase Kepolisian di KBRI, akhirnya lima siswi itu bisa dipulangkan tanpa harus menjalani masa hukuman atau denda karena melebihi izin tinggal di Malaysia.  (bbs/jpnn)

 

Pendeta Bakar Al Quran di Florida

GAINESVILLE- Seorang pendeta gereja Evangelis membakar kitab suci umat Islam, Al Quran, Minggu (20/3). Aksi pembakaran ini terjadi setelah pihak gereja Florida, Amerika Serikat (AS) menganggap Al Quran sebagai buku pedoman kejahatan.

Insiden pembakaran ini dilakukan di salah satu gereja kecil di Florida oleh seorang pastor Wayne Sapp, di bawah pengawasan pendeta Terry Jones. Sementara itu, Jones sendiri berniat melakukan aksi pembakaran Al Quran guna memperingati tragedi serangan teroris 11 September 2001.

Sementara insiden yang berlangsung hari Minggu tersebut diartikan sebagai penilaian Al Quran sebagai kitab suci yang dianggap bersalah dan harus dimusnahkan, karena menyebarkan kejahatan. Alasan itulah yang membuat kitab itu direndam selama delapan jam di dalam bensin, selanjutnya dibakar di dalam sebuah wadah besi di tengah gereja. Tidak lama kemudian, Pastor Sapp menyulut api dan mulai membakar Al Quran, demikian dilansir AFP, Senin (21/3).  Al quran itu terbakar selama 10 menit, sementara warga melihat sempat mengambil foto dari kedua orang yang melakukan pembakaran. September lalu, maksud Jones untuk membakar Al Quran menuai kecaman dari banyak pihak, termasuk Presiden Barack Obama, Menteri Luar Negeri Hillary Clinton dan Menteri Pertahanan Robert Gates.

Pendeta Jones membatalkan rencananya dan bersumpah tidak akan melakukan pembakaran. Tapi, untuk kali ini, bersama dengan Pastor Sapp, Jones mengklaim mencoba komunitas Muslim melakukan pembelaan terhadap kitab sucinya. Dirinya membakarnya sebagai bentuk pengadilan sesungguhnya. (bbs/jpnn)

Pengalihan Isu

Teror bom di sejumlah daerah di Indonesia merupakan peralihan isu kasus korupsi dan keburukan pemerintah yang belakangan ini dilansir media massa.

Hal itu diungkapkan oleh Prof Bungaran Antonius, Pakar Psikologi Universitas Negeri Medan, saat memberikan materi seminar Membina  Indonesia tanpa Kebohongan Publik di Aula Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan, Senin (21/3).

Menurutnya, teror bom akan melupakan sejenak permasalah dan kasus korupsi yang ada di Indonesia, karena masayarakat akan fokus dengan keselamatan serta keamanan dari ancaman teror bom. Bungaran menjelaskan, peristiwa yang terjadi membuat masyarakat merasa takut dan heboh.

“Makanya saya mengimbau kepada kepolisian agar secapatnya meredamkan isu bom yang selama ini menjadi teror kepada masyarakat,” ujarnya.

Hal senada juga sampaikan pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Rafdinal. Menurutnya, teror bom hanya isu untuk menutupi penyimpangan kepemimpinan SBY. Rafdinal mengungkapkan, seharusnya masyarakat lebih cermat menyikapi pengalihan isu. (mag-7)

Dilarang Donor Darah

Fraksi Partai Golkar merayakan ultah ke-43 dengan aksi donor darah di DPR. Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto didaulat untuk menyumbangkan darahnya. Namun dia malah dilarang dokter. Kenapa?

Acara donor darah di Gedung Paripurna DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/3) itu dibuka oleh empunya acara Ketua FPG Setya Novanto. Setya pun maju duluan untuk diperiksa dokter dari PMI selaku fasilitator. Usai diukur tekanan darahnya, dokter dari PMI pun bertanya, “Tadi habis minum obat,” tanya dokter. “Iya, tadi pagi habis minum obat,” jawabnya. “Oooo, belum bisa jadinya,” kata dokter.

Setya pun manut dan kembali mengenakan jasnya. Meski demikian acara donor darah ini tetap ramai. Puluhan orang baik itu politisi Golkar, Pamdal DPR, masyarakat sekitar antre untuk mendonorkan darahnya. 5 Tempat tidur disediakan bagi yang ingin menyumbangkan darahnya. Kebanyakan yang antre donor darah adalah Pamdal DPR. (net/jpnn)

Sketsa Kurir Bom Disebar ke Seluruh Polsek

JAKARTA-Mabes Polri tak kenal istirahat membongkar kelompok pengebom buku. Yang terbaru, sketsa pria yang diduga kurir bom itu dikirim ke seluruh jajaran Korps Bhayangkara hingga ke level Polsek.

“Kita berharap petugas di jenjang terdekat dengan warga bisa mengenali jika ada orang yang men curigakan,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Boy Rafli Amar di kantornya, kemarin (21/03) . Mabes membuat empat gambar, namun baru satu yang resmi diumumkan ke publik.

Menurut Boy, menangkap kurir pembawa bom bisa menjadi langkah awal untuk membongkar sel penyebar teror ini.
Kurir paling jelas adalah si pengantar buku untuk Ulil Abshar di Utan Kayu. Cirinya, wajah tirus, pipi cenderung kempot, mata sayu, berusia sekitar 30 tahun, dan berjenggot tipis. “Tiga lainnya, masih belum bisa disampaikan,” katanya.

Sumber Jawa Pos (grup Sumut Pos) di lapangan menyebut, hingga tadi malam, jejak kelompok firoqul maut wal ightiyalaat atau sel pembunuh rahasia itu sedikit demi sedikit sudah jelas. “Dengan izin Allah, dalam waktu dekat (penangkapan),” katanya.

Mantan kombatan yang sekarang aktif membantu Densus 88 Mabes Polri memerangi terorisme itu menyebut, kelompok ini terlatih namun tetap butuh tempat tinggal, butuh orang-orang yang membantu kebutuhannya. “Nah, orang-orang ini sudah tidak ada, mereka sendirian,” katanya.(rdl/jpnn)

Anis Matta Dilaporkan Teman ke KPK

Diduga Gelapkan Dana Pilkada Rp10 Miliar

JAKARTA- Sempat tertunda, salah satu pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Supendi akhirnya melaporkan mantan rekan satu partainya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin (21/3). Atas dugaan penggelapan dana Pilkada DKI Jakarta Rp10 miliar, Yusuf melaporkan Wakil Ketua DPR yang juga Sekjen PKS Anis Matta terkait kapasitasnya sebagai penyelenggara negara. Dia pun berharap KPK segera menindaklanjuti laporannya tersebut.

“Pertama karena UU (UU No 30 Tahun 2002) itu, dia (Anis Matta) kan penyelenggara negara. Saya sudah berulang kali di internal PKS untuk menyelesaikan hal-hal yang krusial. Tidak pernah diselesaikan, tidak pernah ditanggapi. Yaitu sejak tanggal 29 Juni 2004,” papar Yusuf ketika ditemui usai memasukkan laporannya di gedung KPK, kemarin (21/3).

Karena itu, Yusuf pun membantah pengaduannya ke lembaga antikorupsi tersebut merupakan buntut sakit hati akibat dipecat dari partai berlambang dua bulan sabit dan seuntai kapas itu. Dia menyangkal pernyataan yang disampaikan Mahfud Siddiq. Menurut Yusuf, dirinya sudah dipecat dari partai sejak 28 November 2010 pukul 20.20 WIB. Sementara pihaknya telah melaporkan dugaan korupsi Anis ke Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat sejak 2 Agustus 2010. “Itu kan tiga bulan sebelumnya,” kata dia.

Untuk itu, Yusuf menyerahkan sejumlah bukti permulaan bahwa terjadi penggelapan Rp10 miliar dari Rp40 miliar dana Pemilihan Kepala Daerah Adang Daradjatun sebagai mas kawin partai oleh Anis. Dana tersebut berasal dari Adang. Dia menegaskan, setelah ditelusuri hingga Dewan Syariat Partai Keadilan Sejahtera dan Ketua Dewan Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera, perkara penggelapan tersebut tidak ditindaklanjuti.

Mantan anggota DPR tersebut juga mengaku tak sembarang melaporkan Anis. Di samping bukti permulaan, pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah saksi. “Nama-nama selusin saksi. Mereka pengurus dan elit partai,”imbuh dia tanpa mau menjelaskan lebih jauh para saksi tersebut.

Terkait laporan tersebut, Yusuf juga menyatakan, pihaknya siap digugat. Dia juga membantah bahwa dirinya ditunggangi pihak lain. “Silakan gugat saya dalam 24 jam. Bagaimana saya mau ditunggangi. Ini keyakinan saya,”tegasnya.

TSekretaris Jenderal DPP PKS Anis Mattamengaku tidak mempermasalahkan. Menurut dia, Yusuf memiliki hak penuh sebagai warga negara untuk melaporkan siapapun. “Sepanjang tidak ada fakta hukum, maka kami tidak akan mensikapi secara serius,” kata Anis.  Disebutkan, bahwa dirinya menerima dana sebesar Rp10 miliar terkait pemilihan gubernur DKI Jakarta pada 2007. Sampai sekarang, hal itu hanya sebatas tudingan-tudingan. Namun, belum ada pihak yang bisa membuktikan tudingan tersebut. (ken/bay/jpnn)

Kanit Reskrim Medan Labuhan Dipropamkan

MEDAN-Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, AKP Oktavianus dipropamkan oleh pengusaha besi, Sumahdi (33), warga Jalan Bilal yang menjadi korban pemerasan Rp5 juta, Senin (21/3) siang. Pengaduan itu tertuang dalam surat pengaduan yang tertuang dalam nomor STPL/131/III/2011 Dit Propam Poldasu tertanggal 21 Maret 2011.

Sumahdi didampingi kuasa hukumnya, Iim Syahrizal SH di Mapoldasu mengatakan, Kamis (17/3) sekitar pukul 17.00 WIB, Sumahdi dijemput oleh Akeng yang menjadi rekan bisnisnya dan membawanya ke satu warung kopi di Komplek Asia Mega Mas. Di sana Akeng menagih utangnya sebesar Rp70 juta. Tapi, korban tak sanggup bayar. Kemudian dibawa ke Mapolsekta Labuhan Deli. Di perjalanan menuju ke Mapolsekta Medan Labuhan, Sumahdi kembali dianiaya, uangnya diambil dari dompet sebanyak Rp6 juta kemudian dari ATM Rp1,6 juta. Sumahdi dibawa ke Mapolsek Medan Labuhan menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Setelah itu, Jumat (18/3) dibebaskan oleh Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan dengan meminta uang cabut perkara  Rp5 juta.

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, AKP Oktavianus yang dikonfirmasi membantah memeras Sumahdi. (adl)

KY Segera Panggil Pengacara Ba’asyir

JAKARTA – Komisi Yudisial (KY) akhirnya mulai mengambil tindakan terhadap laporan terdakwa tindak pidana terorisme Abu Bakar Ba’asyir. Komisi pimpinan Eman Suparman itu akan memanggil para pengacara untuk dimintai keterangan.

“Dalam waktu dekat, berbagai pihak terkait akan diperiksa,” kata Juru Bicara KY, Asep Rahmat Fajar di Jakarta kemarin (21/3). Dia menambahkan, KY telah memproses pengaduan mantan amir Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) itu. Yakni dengan analisis dokumen laporan melalui rapat panel komisioner.

Karena itu, kata Asep, dalam waktu dekat para pelapor akan diperiksa. Dalam hal ini adalah para pengacara Ba’asyir. Apalagi rencananya para pengacara tersebut akan mendatangi KY hari ini (22/3). “Kami akan meminta mereka datang untuk mengetahui dalam kaitan apa para hakim dilaporkan,” katanya.

Meski begitu, Asep belum memastikan apakah majelis hakim sebagai terlapor akan ikut diperiksa. Sebab, pihaknya belum menemukan indikasi penyimpangan dari laporan tersebut. “Kalau ada penyimpangan yang kami temukan, mereka akan diperiksa,” katanya.

Sebelumnya diwartakan, Ba’asyir tidak terima dengan sikap majelis hakim yang memutuskan bahwa pemeriksaan enam belas saksi dilakukan secara telekonferensi. Ba’asyir menuding majelis hakim berat sebelah karena mengabulkan permohonan jaksa penuntut umum untuk kesaksian telekonferensi tersebut. Mereka menuntut majelis hakim diganti.

Jaksa berpendapat, pemeriksaan saksi dari rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, dilakukan untuk keamanan para saksi. Tujuannya, agar mereka tidak tertekan secara psikologis saat harus bertatap muka dengan Ba’asyir di pengadilan.

Kubu Ba’asyir menolak karena alasan telekonferensi tidak tepat. Mereka beranggapan bahwa saksi tetap harus didatangkan dalam sidang kecuali sakit berat atau sedang menjalani hukuman penjara. Dalam sidang, Ba’asyir dijerat tujuh dakwaan berlapis oleh jaksa penuntut umum karena dianggap mengetahui, merencanakan, mengatur, dan mendanai aksi pelatihan militer yang diduga terkait terorisme di pegunungan Jantho, Aceh Besar.(aga/jpnn)