28 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 15541

Mantan Kapoldasu Sambut Peserta XSE 2011

Pemko Medan Dukung Xtrim Sumatera Expedition 2011

MEDAN-Pemko Medan melakukan penyambutan secara meriah kedatang para peserta Xtrim Sumatera Expedition 2011 (XSE 2011) di garis finish di  halaman Istana Maimoon, Medan, Minggu (20/3) sore.

Semarak acara penyambutan, sengaja dilakukan karena Pemko Medan ingin memperkenalkan wahana yang ada di Kota Medan kepada para peserta, khususnya yang datang dari luar provinsi Sumatera Utara. Demikian Walikota Medan, Drs.H. Rahudman Harahap, MM, sesaat setelah menyambut kedatangan para peserta.

Seluruh 350 peserta menyentuh garis finish disaksikan warga dan Muspida Tk I dan II, dan kehadiran ratusan trail mania ini mendapat sambutan meriah dari warga yang telah menunggu.

Sebagai tanda finish, di podium kehormatan, kepada para peserta disematkan topi rimba oleh Ketua Umum XTrim Indonesia Musa Idi Shah atau yang akrab disapa Doddy, bersama Mantan Kapoldasu Irjen Pol Oegroseno SH, Danpomdam I/BB Kol. CPM.

Sudirman mewakili Pangdam I/BB, Anggota DPR RI, DR H. Rahmat Shah dan Parlindungan Purba, Walikota Medan Rahudman Harahap, Ketua KONI Sumut Gus Irawan, Ketua Pengprov IMI Sumut Ijeck dan lainnya.
“Kita sengaja melakukan penyambutan ini secara meriah, karena kita Pemko Medan, ingin memperkenalkan wahana wisata dan budaya yang ada di Medan. Maka itu kita adakan di Halaman Istana Maimoon dan menonjolkan kebudayaan yang ada di Medan.  Seperti patung si gale-gale dan pagar ayu berbusana adat melayu,” kata Walikota.
Dia juga menyakini, dengan penyambutan ini, para peserta yang datang dari bebagai daerah di Indonesia, khususnya dari luar Sumut dapat mengenal lebih dekat tentang Kota Medan.

“Para peserta ini kan jumlahnya lebih kurang 350 orang dan 100 orang diantaranya datang dari luar  seperti Jakarta, Bandung, Kalimantan, Aceh dan daerah lainnya,” katanya.

Maka dari itu Pemko Medan, tambahnya, sangat mendukung touring yang diselenggarakan oleh Xtrim Indonesia ini. “Kita sangat berterima kasihkah kepada penyelenggara karena telah menjadikan Kota Medan sebagai jalur lintasan yang juga garis akhir touring ini,” tandasnya.

Sebelum tiba di garis finish, para peserta ini telah melalui tiga etape lintasan sejak Jumat (18/3), yang dimulai dari Tuktuk, Kab. Samosir.

Sementara, Ketua Umum XTrim  Doddy, dalam sambutannya mengatakan, hari ini (kemarin,Red) dia merasa sangat bangga menjadi warga Sumut, di mana event yang digelarnya mendapat dukungan Walikota Medan.
“Acara kemarin di Sibolangit, kita mendapat dukungan dari Wakil Gubernur Sumut, dan di hari pertama juga didukung Bupati Samosir,” ucap Doddy, seraya menambahkan, hari terakhir Walikota bahkan menjepun menggunakan trail di Namorambe, Deliserdang.

Dikatakannya, kegiatan XTrim Sumatera Expedition 2011 adalah event untuk menggabungkan peserta adventure se tanah air, agar bisa berpetualang bersama-sama dan bersenang bersama-sama.

Di balik adventur, tak lupa ada acara sosial dan lingkungan seperti penanaman pohon, penaburan benih ikan dan pemberian bantuan untuk sekolah serta mesjid.

Disebutkan, Xtrim berharap kegiatan yang digelar ini bisa menjadi agenda nasional ke tiga di tanah air, setelah di Jabar dan Jatim. “Karenanya, event ini bakal berlanjut di setiap tahun, dengan waktu penyelenggaraan di bulan yang sama,” papar Doddy.

“Diharapkan event ini bisa membangkitkan potensi pariwisata di Sumut,” pungkasnya. (jun)

Pengusaha Sawit Kritis Dibantai Perampok

TANJUNG BALAI- Rumah pengusaha kelapa sawit di Kecamatan Panipahan Kabupaten Rokan Hilir Riau, H Najip (60) disatroni kawanan perampok bersenjata tajam, Sabtu (19/3) dinihari sekira pukul 03.00 WIB. Perampok membacok leher Najip dan membuat Najip tewas kehabisan darah.

Informasi dihimpun di RSU T Mansyur Tanjung Balai, Minggu (20/3) menyebutkan, istri dan anak Najip yakni Saidah (58) dan Hamzah (23) juga kritis karena dibacok kawanan perampok.

Akibat peralatan medis yang tidak memadai,sementara kondisi Saidah dan Hamzah kritis, pihak RSU T Mansyur Tanjung Balai merujuk keduanya untuk dirawat di RSU di Medan.

Iwan (50) keluarga korban kepada wartawan mengatakan, dia mengetahui peristiwa perampokan itu dari informasi tetangga korban sekira pukul 04.00 WIB.  Kemudian dia langsung ke rumah korban. Sesampainya ia di rumah korban, ia melihat melihat ada bercak darah, sedangkan H Najib sudah tewas bersimpah darah yang keluar dari lehernya.

Sedangkan istri korban sudah tak sadarkan diri bersimpah darah dengan bacokan di kepala, wajah dan tangan kanannya.

Begitu juga dengan keadaan Hamzah yang mengalami luka bacokan di tangan kanan dan keningnya serta jari-jari tangan kirinya nyaris putus.

Kemudian Iwan dan para tetangga membawa ketiga korban ke klinik di Panipahan. Namun karena peralatan medis tak memadai, akhirnya Saidah dan Hamzah dilarikan ke RSU T Mansyur Tanjung Balai dengan cara menyewa kapal.
Namun pihak RSU T Mansyur menyarankan agar Hamzah dan Saidah dirujuk ke RSU di Medan guna mendapatan perawatan yang lebih intensif. Pasalnya peralatan medis di RSU T Mansyur kurang memadai untuk menangani korban. “Setelah kejadian itu, kami membawa korban dengan menyewa kapal Ferry. Kami berangkat dari Panipahan Jam 06.00 WIB dan sampai di Tanjung Balai Jam 09.00 WIB,” ujarnya.

Dari Langkat Amat alias Siwok (41) warga Dusun II, Desa Lubuk Kertang, Kecamatan Berandan Barat, Langkat, diculik enam pria bersebo dari tempat kerjanya di perkebunan kelapa sawit PT Sawita.  Akibat penculikan itu, Amat mengalami luka di sekujur tubuh dan trauma mendalam.

Menurut keterangan Amat, ketika ditemui dikedimannya, Sabtu (19/3) menyebutkan, peristiwa tragis tersebut terjadi Rabu (16/3) malam sekira pukul 22.00 WIB. Malam itu, dirinya baru selesai makan malam dan tengah beristirahat di pondok jaganya. Tak berapa lama, terdengar seseorang memaggil namanya dari areal perkebunan.  Begitu mendekat, dia langsung disergap sekelompok pria bersebo. Kedua tangannya diikat dan dia pun diseret sejauh 1 Km dari lokasi penyergapan menuju bibir pantai lalu dibawa ke pantai. Beruntung Amat diselamatkan nelayan. (ndi/sht/syaf/smg)

Sungai Barumum Meluap

AEKKANOPAN –  Ratusan rumah penduduk di Desa Teluk Sentosa Ajamu, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, sejak akhir pekan lalu terendam air yang disebabkan meluapnya air di Sungai Barumun.  Meski demikian, warga setempat belum ada yang mengungsi.

Informasi dari sejumlah sumber, dalam tahun ini, musibah air pasang ini adalah yang kedua kalinya terjadi. Namun, yang terakhir ini, menurut warga, adalah yang terbesar dari kejadian serupa yang pernah terjadi sebelumnya. Sebab, ada beberapa tempat yang terendam secara bersamanaan, seperti di Desa Teluk Sentosa, yakni Dusun IV dan Dusun V Sibaroh. Namun, yang terparah adalah di Dusun VI Raja Melawan, karena daerahnya berbatasan langsung dengan sungai Barumun.

Dahman (43)  warga setempat kepada METRO ASAHANmengaku, kejadian ini sudah ibarat ‘sarapan’ pagi bagi warga setempat.  “Kalau ini (banjir pasang,red)  sudah biasa. Paling bertahan 3 hari setelah itu surut kembali,”  ujarnya. Kata dia, kedatangan banjir memang tidak terduga kapan datangnya. Bahkan, pernah katanya banjir pasang terjadi pada dini hari tepat pada perayaan Idul Fitri, yang akhirnya membuat warga tak dapat merayakan hari besar keagamaan itu.(put/smg)

Evaluasi Kinerja Kadisdik Sumut

Sejumlah persoalan di Dinas Pendidikan Sumut terus bermunculan. Dari persoalan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) 2010 sebesar Rp56 miliar, kemudian rencana program Tahun Ajaran 2011 dan rencana program kegiatan Tahun Ajaran 2012 yang dinilai Panitia Khusus (Pansus) Pendidikan DPRD Sumut, hingga persoalan Dana BOS yang belum teralokasi.

secara maksimal. Seperti apa komentar anggota dewan terkait persoalan di Dinas Pendidikan Sumut ini? Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos Ari Sisworo dengan anggota Komisi E DPRD Sumut Nur Azizah Tambunan, Minggu (20/3).

Seperti apa Anda melihat persoalan-persoalan yang ada di Dinas Pendidikan Sumut?
Ini jelas menunjukkan kinerja yang tidak baik dari Dinas Pendidikan Sumut. Seharusnya, Kepala Dinas Pendidikan Sumut mampu menunjukkan kinerjanya ke arah yang lebih baik. Karena semua persoalan yang ada menyangkut masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Artinya, teguran dari Wakil Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho menjadi motivasi memperbaiki kinerja yang selama ini telah mendapat perhatian serius.

Perbaikan apa yang harus dilakukan Kepala Dinas Pendidikan Sumut?
Seyogyanya, semua hal yang menjadi persoalan harus segera dibenahi. Misalnya untuk Dana Bantuan Operasional Siswa (BOS). Ini adalah dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Harus benar-benar dikelola dan disalurkan secara baik dan benar kepada yang memiliki hak untuk menerimanya. Kemudian, diharapkan pendistribusian Dana BOS itu juga sebaiknya bisa tepat waktu dan terutama tepat sasaran. Sungguh sangat disayangkan, jika dana BOS sampai tidak dialokasikan. Apalagi itu telah mendapat teguran. Artinya, ini harus menjadi catatan agar pengalokasian dana BOS tersebut dipercepat. Karena, jika tidak dialokasikan ke kabupaten/kota sesuai dengan waktunya, maka dana tersebut akan diambil kembali oleh pemerintah.

Bagaimana dengan masalah program kerja yang juga disoroti?
Mungkin perlu juga dikaji ulang, agar program-program yang telah dibuat benar-benar mengakomodir kebutuhan di dunia pendidikan itu sendiri. Dalam arti kata, jangan sampai kembali terulang terjadinya Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) di 2011 ini.

Apakah Kadis Pendidikan Sumut Layak dievaluasi?
Persoalan evaluasi itu adalah hak dari kepala daerah. Namun, sebenarnya pengevaluasian itu juga tidak bisa dilakukan begitu saja. Evaluasi itu ada dua, yakni evaluasi kinerja dan jabatan. Maksud dari munculnya beragam persoalan ini, mungkin ada baiknya evaluasi yang dilakukan adalah evaluasi kerja terlebih dahulu. Setelah dilakukan evaluasi kerja, jika memang belum juga menunjukkan perbaikan mungkin baru bisa dibuat catatan untuk adanya evaluasi dari jabatan. Namun, kembali lagi persoalan evaluasi itu adalah hak dari kepala daerah.(ari)

Nyabu di Kantor Pemadam

LUBUK PAKAM-Tiga petugas pemadam kebakaran Pemkab Deli Serdang ketangkap tangan saat nyabu di markasanya, Jalan Karya Asih, Lubuk Pakam, Sabtu (19/3).

Ketiga PNS di bawah naungan Dinas Cipta Karya dan Pertambangan Pemkab Deli Serdang itu, adalah Asmawi (49) warga Jalan Melayu Kecamatan Beringin, bersama kedua rekannya Amir Hutasuhut (34) warga Desa Jati Sari, Lubuk Pakam, dan Achyar (33) warga Kecamatan Batang Kuis.

Aksi penggerebekan itu digelar jajaran Kepolisian Sektor Lubuk Pakam saat ketiganya sedang asyik menghisap sabu.
Kapolsek Lubuk Pakam AKP Mochammad Ikwan Khalik, mengatakan penyergapan terhadap ketiga pelaku penggunan sabu dipimpin anggotanya Kanit Reskrim Ipda Dimun Hutahuruk.

Sebelum disergab, petugas telah mengintai ketiganya. Pesta sabu digelar di teras kamar Komandan Pemadam Kebakaran.

“Mereka pesta sabu di latai 2 gedung kantor pemadam kebakaran. Informasi itu diperoleh dari warga setempat,” bilangnya.(btr)

Simpan WIL, Kapolsek Kuala Dilabrak Istri

LANGKAT- Kapolsek Kuala AKP E Turnip diduga menyimpan wanita idaman lain (WIL) di rumah dinasnya yang bersebelahan dengan Mapolsek. Bahkan, hal ini sudah berlangsung lama. Karena terlalu sering berbuat seperti itu dan terus merahasiakan perbuatannya, membuat oknum kapolsek ini jadi kelupaan kalau masih punya istri.
Akibat kecerobohannya, WIL yang disimpannya akhirnya diketahui. Bahkan yang menguak skandal itu sendiri tak lain adalah istri Kapolsek. Melihat WIL itu, istri E Turnip tak terima dan ibu Bhayangkari ini pun langsung menghajar perempuan yang disebut berstatus seorang bidan di salah satu Puskesmas di Kecamatan Sei Bingai, Langkat.

AKP  E Turnip saat dikonfirmasi perihal kabar dilabraknya WIL dari rumah dinasnya oleh istrinya menyangkal hal tersebut. Namun, Kapolsek tidak membantah kalau kasus ini telah di Proses di Polres Langkat.  “Ah ngak pernah itu ah, ngak ada itu,” sangkal Kapolsek . Kapolres Langkat AKBP Drs H Mardioyono SIK MSi membenarkannya. Melalui  SMS, Kapolres mengatakan telah memerintahkan anak buahnya menyelidiki kasusnya.(ndi)

Dipukul Pacar hingga Pingsan

Hanya karena selisih paham, Jumianah (39), warga Jalan Kejaksaan, Medan Baru, terpaksa mendapatkan perawatan intensif di RS Malahayati, Jalan Kejaksaan, Medan, Sabtu (19/3) malam 23.00 WIB. Jumianah cekcok dengan pacarnyan James (35), warga Polonia Gang A, di dekat rumahnya. Tidak hanya itu, Jumianah sempat pingsan 2 jam sehabis dipukul pacarnya lalu dilarikan ke rumah sakit.

Dengan kondisi bibir koyak, Jumianah menceritakan kepada wartawan koran ini, kejadian ini berawal ketika dia bersama pacarnya menjenguk sepupunya yang baru melahirkan. Tiba-tiba, James marah-marah dan mengajaknya pulang.

“Saya ribut dengan James, dia mengajak saya pulang. Saya mau pulang, tapi tidak mau naik sepeda motornya,” ujarnya sambil memegang bibir yang robek.

Dalam perjalanan pulang, mereka berhenti tak jauh dari rumah Jumianah. Tiba-tiba James menariknya dan memukulnya dengan sekuat tenaga. Mendapat pukulan telak itu, Jumianag pun terjatuh dan jatuh pingsan. “Saya tidak tahu masalahnya apa. Tiba-tiba saja James memukul saya. Saat saya sadar, saya sudah di RS Malahayati ini,” terangnya. Tak senang atas perlakuan itu, keluarga Jumianah pun membuat pengaduan ke Mapolsekta Medan Baru. “Ditangkap saja dia, karena dia kasar sekali sama perempuan,” ucapnya.

Dokter RS Malahayati yang menangani Jumianah, Dr Arif menjelaskan, Jumianah mengalamui luka serius pada bagian bibir sepanjang 1 cm. “Lukanya panjang 1 cm dan harus dijahit, tapi pasien tidak mau dijahit,” ungkap sang dokter.(jon)

Fergie Puji Pemainnya

MANCHESTER-Pemuncak klasemen sementara Premier League  Manchester United sempat dibuat frustrasi bahkan kehilangan seorang pemainnya saat melawan Bolton Wanderers. Namun dengan semangat pantang menyerah skuadnya tiga poin pun bisa didapat.

Dengan hasil ini The Red Devils semakin jauh dari kejaran Arsenal yang  kemarin ditahan West Bromwich.
“Itu bukan penampilan bagus tapi kami tidak pernah menyerah. Ini karakter klub ini. Tidak ada klub di Inggris yang memiliki semangat seperti itu,” sahut Ferguson kepada MUTV.

“Satu hal yang dapat saya nilai hari ini adalah bahwa kami punya lima pertandingan besar di beberapa pekan belakangan: dua laga melawan Marseille, kami telah bertanding melawan Chelsea, Liverpool dan kami mengalahkan Arsenal. Ini rangkaian gila dan para pemain pantas mendapat pujian,” sambungnya,
Sir Alex tak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para fans yang setia mendukung. “Fans amat fantastis dalam 20 menit terakhir, mereka selalu mendukung kami. Mereka sungguh luar baisa. Mereka selalu mendukung kami di segala lini. Faktanya kami terlihat lebih baik dalam hal itu. Kartu merah (Evans) bikin kami lebih ngotot,” bilang Fergie yang menonton dari  tribun akibat sanksi.

Meski mengaku termotivasi dengan kartu merah Evans, namun Fergie tak dapat menerima tekling Evans kepada Stuart Holden. “Saya sudah menyaksikan tayangan ulangnya. Kaki Evans memang sangat tinggi. Namun, saya pikir  tekelnya mencoba mendapatkan bola, begitu juga Holden,” bilang Ferguson .
“Nah, ketika wasit melihat ada pemain cedera (Holden), maka sangat wajar jika Evans mendapat kertu merah,” lanjut Fergie. (bbs/jpnn)

Tim Sepak Bola Pra PON Sumut Kembali Berlatih

Biaya Operasional dan Biaya Makan Hanya Bertahan Sepuluh Hari

MEDAN-Setelah sempat mengalami kevakuman akibat kehabisan dana, hari ini tim sepak bola Sumut yang dipersiapkan berlaga pada babak Pra PON mendatang kembali berlatih.

Rencananya, tim yang menjuarai turnamen sepak bola Bank Sumut dan Inalum Cup ini berlatih di lapangan sepak bola Paskhas, Medan. “Mereka kita genjot empat kali dalam sepekan, yakni Senin, Rabu, Jum’at dan Sabtu pagi. Diharapkan dengan pola latihan seperti itu kemampuan para pemain kembali terdongkrak, seperti saat menjuarai Piala Bank Sumut dan Inalum Cup,” bilang Rudi Saari, pelatih tim sepak bola Sumut didampingi asistennya Subono AT dan Mardianto.

Memang, sejak kali pertama terbentuk, hasil yang dicapai tim Pra PON Sumut cukup bisa diandalkan. Dari 13 kali melakukan pertandingan, baik yang bersifat friendly match ataupun turnamen, tim ini menorehkan hasil 11 kali menang, 1 kali imbang dan 1 kali kalah.

“Karenanya saya tak heran bila sebagian besar anak-anak ini  telah dilirik oleh tim-tim yang berkiprah di ajang Divisi Utama, maupun di Divisi I,” bilang Rudi lagi.

Sayangnya, meski telah ada kepastian jika tim ini akan kembali berlatih, namun tampaknya masalah pendanaan kembali bakal menghambat program latihan tim ini.

Pasalnya, setelah jajaran pengurus bersepakat mengumpulkan dana agar para pemain dapat kembali berlatih, ternyata dana dari hasil patungan itu hanya mencukupi untuk berlatih selama sepuluh hari.
Plt. Ketua PSSI Sumut H Idrus Junaidi mengungkapkan hal tersebut, Sabtu (19/3).

Menurutnya, selama ini hampir semua biaya operasional tim saat berlatih berdasarkan swadaya para pengurus.
“Semua pengurus telah berusaha membangun tim ini. Namun baru sampai disinilah kemampuan kami. Yang pasti, untuk sepuluh hari ke depan, baik biaya operasional maupun makan anak-anak diperhitungkan dapat ditanggulangi,” bilang Idrus lagi.  Lantas, bagaimana kelanjutan tim ini? “Kita berharap dukungan dari pihak-pihak terkait seperti KONI Sumut dan Pemprovsu. Semoga ada jalan keluar, sehingga tim ini tetap eksis menggelar latihan,” pungkas Idrus. (jun)

Hari Pers Dimeriahkan One Heart Jalan Sehat PWI Sumut

MEDAN-Panitia Hari Pers Nasional (HPN) 2011 dan HUT ke-65 PWI tingkat Sumatera Utara membuka pendaftaran peserta “One Heart Jalan Sehat PWI Sumut” mulai 21 sampai 25 Maret 2011 di Gedung PWI Sumut, Jln Adinegoro No.4 Medan.

Demikian Ketua Panitia Pelaksana Drs Hendra DS didampingi Ketua dan Wakil Ketua Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI Sumut SR Hamonangan Panggabean dan Jonny Ramadhan Silalahi di Medan, Minggu (20/3).
“Untuk hari pertama dan kedua pada 21 dan 22 Maret, panitia memprioritaskan pendaftaran peserta dari kalangan masyarakat umum. Ini sejalan dengan tema peringatan Hari Pers Nasional tahun ini bahwa PWI untuk Masyarakat,” jelas Hendra.

Ditambahkannya bahwa One Heart Jalan Sehat PWI Sumut merupakan puncak  perayaan Hari Pers Nasional dan HUT ke-65 PWI tingkat Sumatera Utara, menurutnya, digelar bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Sumut serta didukung Pemprovsu, Pemko Medan, KONI Sumut,  Disporasu dan KONI Medan.

Kegiatan  ini juga didukung CV Indako Trading Co selaku main dealer Honda di Sumatera Utara serta didukung PT Askes, Bank Sumut, Coca Cola, Indofood, SLIC Mild dan studio foto Topaz Hexagon.

Rencananya, kegiatan ini dipusatkan di Istana Maimoon Medan pada  Minggu, 27 Maret 2011. “Selain lucky draw dengan grand prize satu unit Honda Scoopy dan berbagai hadiah menarik lainnya, juga ada senam massal, bazaar, hiburan, resepsi dan pemberian penghargaan. Pokoknya seperti pesta rakyat lah,” timpal Monang.

Bagi   yang ingin mengikuti  acara  ini  dapat  menghubungi Halomoan (081361456 933), Syamsir (081265668069), Purwo (081361543433), Pujianto (081260591864), Yonan (082167638089), Ayub  (081264752371) dan Ilham 085261530877. (jun)