30 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 15542

Pecinta Kostum Animasi Jepang Turun Ke Jalan

Wujud Solidaritas

MEDAN- Beraneka ragam aksi digelar untuk memberikan dukungan dan menunjukkan rasa solidaritas kepada warga Jepang yang baru mengalami bencana alam. Seperti yang dilakukan Komunitas Costum Player Medan. Mereka menggelar aksi di Bundaran Majestik, Jalan Gatot Subroto Medan, Minggu (20/3).

Dengan memakai kostum tokoh film animasi Jepang, seperti Sailormoon, Suikoden V, Samurai X dan lainnya, mereka mampu menyedot perhatian masyarakat yang melintas di kawasan bundaran Majestik tersebut.  Selain itu, mereka juga membagikan pita hitam kepada pengendara yang melintas, sembari membentangkan sejumlah poster berisikan dukungan dan rasa Solidaritas. Pembagian pita hitam tersebut dimaksudkan sebagai bentuk dukungan serta rasa solidaritas terhadap warga Jepang yang baru mengalami bencana alam gempa bumi dan tsunami.

Selanjutnya, mereka berjalan hingga ke depan Plaza Medan Fair. Di sana, mereka juga membagikan pita hitam dan menyuarakan kepada warga yang ada di sekitar untuk memberikan dukungan dan solidaritas kepada warga Jepang.
“Aksi seperti ini juga dilakukan serentak di beberapa daerah di Indonesia dan luar negeri. Kami dari golongan pelajar, mahasiswa dan pekerja pencinta kostum  animasi Japan berkumpul untuk mebagikan pita hitam sebagai wujud meminta warga Kota Medan bersama-sama memberikan dukungan kepada warga Jepang yang mengalami musibah,” ujar Lufi Anggota Cotum Player Medan kepada wartawan Sumut Pos, di sela-sela aksi. Walau di bawah guyur hujan, mereka tetap semangat melakukan aksi solidaritas tersebut. (mag-7)

Penertiban Ternak Babi Mentok

Wahid: Tunggu Perintah Wali Kota

MEDAN- Masalah penertiban ternak babi di Kelurahan Tegal Sari Mandala II Kecamatan Medan Denai, sampai kini belum terselesaikan. Bahkan, dipastikan tidak sesuai rencana alias molor.

Rencana awal, penertiban babi di kelurahan tersebut harusnya sudah selesai per tanggal 18 Maret 2011 lalu. Hal itu berdasarkan Surat Pemko Medan kepada Kapolresta Medan yang ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) Medan Syaiful Bahri tertanggal 3 Maret, dengan Nomor Surat 524/3688, Hal permintaan personel yang isinya,
“Sehubungan dengan Keputusan Wali Kota Medan Nomor 524/757K Tanggal 29 Juni 2010 tentang tim pengawasan usaha peternakan berkaki empat Kota Medan dengan ini, kami mohon kepada bapak untuk mengirimkan personil sebanyak dua orang untuk bertugas sebagai penyidik pengganti PPNS dalam menangani pengadilan Tipiring yang termasuk di dalam pengawasan usaha peternakan berkaki empat Kota Medan (terlampir formulir kesediaan, dan mengirimkan personil pengamanan sebanyak 90 orang). Adapun jadwal pelaksanaan kegiatan diselenggarakan pada 10, 11 Maret 2011 dan 15 sampai dengan 18 Maret 2011”.

Namun nyatanya, sampai saat ini tanda-tanda penertiban di kelurahan itu juga belum terlihat. Menyikapi hal ini, Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan (Kadistanla) Medan Ir Wahid kepada Sumut Pos, Minggu (20/3) membenarkan isi surat itu. Namun, upaya penertiban belum bisa dijalankan karena masih menunggu instruksi dari Wali Kota Medan Rahudman Harahap.

“Benar memang isi surat itu, seharusnya 18 Maret 2011 lalu semuanya sudah selesai. Namun kita ketahui, ternyata muncul persoalan lagi. Jadi, kita saat ini masih menunggu perintah lanjutan dari Wali Kota Medan. Senin (hari ini, Red) kita akan koordinasikan dengan Sekretaris Daerah (sekda) Kota Medan. Mungkin bakal ada rapat Muspida lagi. Sekalian calling down dulu,” ungkapnya.

Lebih lanjut Wahid menuturkan, dirinya juga akan menyampaikan adanya rencana pihak ketiga yang akan mengambil alih ternak kaki empat itu, untuk direlokasi ke kawasan STM Hilir, Deli Serdang. “Kita juga akan melaporkan itu kepada Wali Kota. Baru kita ketahui sikap dan instruksi wali kota selanjutnya apa,” tuturnya.
Sementara itu, terkait adanya upaya pembackingan dari oknum Wakil Ketua DPRD Medan August Napitupulu supaya penertiban ternak kaki empat di kelurahan tersebut menjadi tertunda, Bendahara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) Kota Medan Hasyim SE kepada Sumut Pos menyatakan, apa yang dilakukan August Napitupulu adalah bentuk kinerjanya secara pribadi.

“Itu bentuk pribadi sebagai wakil rakyat, apalagi yang bersangkutan dari Daerah Pemilihan (Dapil) di lokasi ternak kaki empat itu. Saat ini, memang belum ada laporan dari yang bersangkutan kepada pihak DPD PDI P Kota Medan,” ungkapnya.

Hasyim kembali menjelaskan, DPD PDI P Kota Medan juga sempat menerima aduan dari sekitar 100-an peternak kaki empat. Namun, laporan itu bukan dari para peternak kaki empat di Kelurahan Tegal Sari Mandala II, melainkan dari para peternak yang berdomisili di daerah Jermal Kecamatan Medan Denai.
“Memang ada 100-an peternak yang meminta agar PDI P Kota Medan memediasi dengan Pemko Medan. Tapi, peternak itu bukan dari Tangguk Bongkar,” ungkapnya.(ari)

Dishub Rugikan Pengusaha

MEDAN- Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Medan saat ini tengah melakukan perubahan jam operasi kendaraan barang menjadi malam hari. Dimana truk-truk bertonase tinggi baru boleh melintas sejak pukul 23.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB. Program ini dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan di Kota Medan.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Medan Syarif Armansyah Lubis alias Bob
kebijakan ini sudah dilakukan sejak dua minggu lalu. Hingga kini, pihaknya telah menindak sebanyak 55 angkutan barang (truk) yang melanggar aturan tersebut.

Terkait kebijakan Dishub ini, anggota DPRD Medan dari Fraksi Parti Amanat Nasional (PAN) Aripay Tambunan mengaku, tidak bisa menerima kebijakan Dishub tersebut. Menurut Ketua Komisi C DPRD Medan ini, kebijakan atau program kerja yang dilaksanakan Dishub Medan tersebut dapat merugikan para pengusaha.

Pasalnya, truk-truk yang masuk ke Medan membawa bahan-bahan material seperti bahan galian C dan sebagainya kebanyakan dari luar kota, khususnya dari Deli Serdang. Sementara di Deli Serdang, sepengetahuannya, angkutan barang boleh melalui jalan besar mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB.

“Jadi, ini bertentangan dengan Perda Deli Serdang. Dikhawatirkan, kebijakan ini akan merugikan pengusaha-pengusaha yang menggunakan jasa angkutan yang memiliki link usaha ke Medan,” kata Aripay.
Politisi PAN ini juga mengaku, dirinya pernah berbincang dengan pengusaha. Menurut pengusaha tersebut, dengan adanya kebijakan Dishub Medan ini, membuat para pengusaha menjadi rugi. “Saya pikir, ini menjadi ‘PR’ bagi Dishub Medan untuk mengevaluasi program itu,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Medan Syarif Armansyah Lubis alias Bob menepis anggapan Aripay tersebut. Menurutnya, kebijakan itu tidak merugikan para pengusaha. Karena, program itu juga tidak membatasi truk-truk bertonase secara keseluruhan.

Yang dilarang melintas pada jam-jam yang telah ditentukan itu, adalah truk-truk yang berroda 10. Sementara truk berroda 6 masih diperbolehkan. “Itukan tidak secara keseluruhan. Nah, titiknya pun hanya di inti kota yang dilarang seperti Jalan Sudirman dan beberapa ruas jalan lainnya. Yang boleh dilintasi itu ada titik-titiknya yang telah disepakati. Intinya yang boleh dilintasi berada di daerah pinggiran, tidak di inti kota,” ungkapnya.(ari)

Polair Lepas Tangkapan Kayu Ilegal

BELAWAN- Kayu gelondongan sebanyak ribuan meter kubik yang diamankan Direktorat Kepolisian Perairan Daerah Sumatera Utara (Ditpolairdasu) yang disandarkan di Dermaga IKD Belawan diduga sudah lepas, Minggu (20/3).
Petugas Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Belawan, Abubakar mengatakan, ribuan meter kubik kayu ilegal asal Nias tersebut sudah masuk ke Belawan pada Sabtu (12/3) lalu. Namun disinyalir ribuan meter kubik kayu yang diangkut kapal tongkang tersebut tidak dilengkapi dokumen resmi dan ditangkap oleh petugas dari Polair. “Sekarang ribuan meter kubik kayu tersebut sedang diproses pihak Polair,” ujarnya.

Menurut pantauan wartawan koran ini di Direktorat Kepolisian Perairan Daerah Sumatera Utara dari Sabtu (12/3) lalu hingga saat ini, Kepala Seksi Penindakan Ditpolairdasu, Kompol J Tamba belum memaparkan hasil tangkapan kayu gelondongan illegal sebanyak ribuan meter kubik tersebut. Lebih lanjut, saat wartawan koran ini mendatangi Polair untuk mengkonfirmasi hal tersebut, Kepala Seksi Penindakan Ditpolairdasu, Kompol J Tamba tidak dapat dikonfirmasi karena tidak ada di tempat.

Anggota DPRD Sumut Fraksi PKS, M Natsir mengatakan, harusnya hasil tangkapan tersebut diproses melalui hukum. Namun jika kayu ilegal tersebut tidak ditindaklanjuti ke proses hukum, pihak Polairud harus berani mempublikasikan ke masyarakat. Jika tidak, ada indikasi hal ini sengaja ditutup-tutupi dan mengundang kecurigaan, ada manipulasi oleh pihak Polairud. “Harusnya pihak Polairud terbuka dengan tangkapan tersebut dan jangan ditutup-tutupi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Natsir menambahkan, bahwa pihak Polairud yang menangkap kapal bermuatan kayu gelondongan illegal tersebut sangat perlu untuk dimintai keterangan atau diperiksa juga jika tidak mau transparan.
Jika memang terbukti melakukan kongkalikong dengan pelaku illegal logging ya pantas saja dari satuan Polairud dan komandan yang bersangkutan wajib melakukan itu dan mudah-mudahan saj komandannya tidak terlibat. “ jika terbukti bersalah dan melepas tangkapan tersebut, oknum yang melakukan hal tersebut harus dipecat,”tandasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Poldasu, Hery S membenarkan adanya tangkapan kapal yang bermuatan kayu gelondongan asal Nias tersebut yang dilakukan piahk Polairud. Namun, dia membantah bahwasannya kayu tersebut sudah dilepas. “Kayu tersebut masih diamankan oleh pihak Polairud kok,”ujarnya.

Lebih lanjut, Dia menjelaskan pihaknya masih melakukan tindaklanjut atas permasalahan tersebut. “Kayu tangkapan tersebut masih dalam proses pemeriksaan, pemiliknya masih mencari dan melakukan kelengkapan atas dokumen kayu tersebut,” tambahnya.

Hery mengatakan bahwa apabila pemilik kayu tersebut tidak bisa menunjukkan dokumen yang dilengkap, pemilik dan kayu tersebut akan diamankan memalui proses hukum,”tandasnya. (mag-11)

Satpol PP Diasuransikan

MEDAN- Para personel Satpol PP bisa sedikit bernafas lega dalam menjalankan tugasnya. Pasalnya, tahun ini Pemko Medan akan mengasuransikan seluruh personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Kota Medan.
Hal ini mengingat tugas-tugas yang diemban penegak Peraturan Daerah (Perda) ini cukup berat, karena tidak terlepas dari bentrokan dengan masyarakat.

“Kita sudah memikirkan ke arah sana. Asuransi nantinya apakah melalui Jamsostek atau lembaga asuransi lainnya. Pokoknya tahun ini harus sudah kelar,” kata Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap, kemarin.
Menurut Rahudman, Satpol PP adalah perangkat Pemerintah Daerah dalam memelihara ketentraman dan ketertiban umum serta menegakkan Perda. “Di kabupaten/kota, Satpol PP dipimpin kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada bupati/wali kota melalui sekretaris daerah,” sebutnya.

Dikatakan juga, keberadaan Satpol PP sebagai aparat penegakan Perda bukan merupakan musuh para pedagang kaki Lima (PKL). Satpol PP juga dalam menjalankan tugas sesuai peraturan dan ketentuan yang ada. “Apalagi Satpol PP dalam menjalankan tugas di lapangan selalu melakukan koordinasi, komunikasi dan silaturahmi dengan masya-rakat serta berbagai pihak terkait lainnya,” jelasnya.

Sementara Kasatpol PP Kota Medan, Kriswan ketika dimintai komentarnya terkait keinginan Pemko Medan akan mengasuransikan seluruh personil Satpol PP di Kota Medan, sangat menyambut baik. “Jika Pemko Medan berkeinginan mengasuransikan personil Satpol PP alangkah bagusnya. Justru momen inilah yang ditunggu-tunggu,” katanya.
Disebutkan, jika program Pemko Medan terwujud tahun ini maka tugas-tugas personil Satpol PP justru akan lebih bertanggung jawab dan semangat lagi. “Semoga tidak ada kendala dan program Pemko Medan tahun ini terwujud,” harapnya. (ari)

Medan Diteror, ‘Paket Bom’ di Gereja Diledakkan

MUI:  Ini Teroris Kelas Kecil

MEDAN BARU- Sebuah bungkusan plastik yang dicurigai bom di gerbang halaman Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Titipapan Gang Gereja Persatuan, Sei Sekambing B, Medan Petisah, membuat geger warga sekitar, Sabtu (19/3). Bungkusan diduga bom itu sontak mengingatkan warga atas penemuan bom buku di sejumlah lokasi di Jakarta dan sekitarnya.

Bungkusan mencurigakan itu pertama kali ditemukan warga bernama Immah (28) saat melintas di depan Jalan Titipapan Gang Persatuan sekitar pukul 10.30 WIB. Saat melewati gereja tersebut, Immah melihat sebuah bungkusan plastik merah terletak persis di pintu gerbang.

”Perasaan saya gak enak melihat bungkusan itu. Agak aneh aja saat melihatnya,” ujar Imma saat ditemui Sumut Pos di lokasi kejadian, kemarin.

Sepuluh menit kemudian, Imma memberitahukan temuanya kepada David Silalahi (53), gembala pimpinan gereja yang saat itu berada di rumah bersama jemaat gereja lainnya.

Secara bersama-sama, David, Imma dan beberapa warga lain melakukan pengecekan terhadap benda tersebut. Tidak satupun di antara mereka yang berani membuka plastik tersebut. Sementara itu, dalam setengah jam, lokasi sudah ramai dikerumuni masyarakat. Masyarakat tidak berani mendekati bungkusan tersebut. Mereka memasang jarak pandang lebih kurang 20 meter.

Diakui David, bungkusan itu mengingatkan mereka kepada teror bom buku yang terjadi di Jakarta, seperti yang diberitakan sejumlah media cetak maupun media elektronik. ”Aksi teror yang terjadi di Jakarta itu menjadi bahan pelajaran bagi kami untuk lebih waspada makanya kami tidak bertindak sembarangan, lihat saja di teve-teve dan koran-koran semua ada berita itu,” katanya.

Kondisi ini membuat panik para jemaat dan warga di sana. ”Setelah kami lihat bersama, kami langsung kasih tahu sama polisi. Tidak berselang lama, tim Jihandak datang ke sini,” kata David.

Tim Gegana Penjinak Bom datang membawa peralatan lengkap dari Sat Brimobda Sumut, sekitar pukul 13.15 WIB. Setelah mengamankan situasi, petugas meledakkan bungkusan di halaman gereja itu. Suara dentuman terdengar menggelegar, sementara getarannya terasa hingga radius 20 meter. Sejumlah serpihan juga berterbangan. Ledakan itu sontak membuat masyarakat di sekitar terkejut dan memancing kehadiran massa dalam jumlah lebih banyak.

Kapolsekta Medan Baru Kompol Saptono saat dikonfirmasi di lokasi kejadian mengatakan, benda mencurigakan yang ditemukan tersebut bukan bom melainkan sebuah plastik berisi kabel dan lampu natal. ”Itu bukan bom Mas…tetapi hanya plastik berisi kabel dan lampu natal,” ujar Saptono.

Meski demikian, Kapolsekta tidak membantah adanya bahan Kimia yang dapat meledak di dalam tas plastik tersebut. ”Memang ada mas, bahan kimia yang bisa meledak di dalam plastik itu, cuma itu bukan bom,” elaknya.
Hingga kini pihaknya belum meyakini aksi tersebut berkaitan dengan beberapa kejadian di Jakarta beberapa waktu lalu. ”Tidak.… tidak ada Mas.… Tidak ada kaitannya kok. Toh hanya kabel dan bola lampu saja yang ditemukan,” lanjutnya.

Sedangkan Lurah Sei Sekambing B Kecamatan Medan Petisah, Ali Sitepu (52), sangat yakin benda yang ditemukan itu adalah bom. ”Sangat berbahayalah bom itu. Coba kalau tadi itu langsung dibuka oleh Pak David, apa yang akan terjadi,” ujarnya.

Dia mengakui, penemuan bom di gerbang Gereja tersebut merupakan penemuan benda aneh yang pertama kalinya terjadi di wilayahnya. “Ya ini yang pertama. Sebelumnya aman-aman saja, tidak ada yang aneh-aneh dan bom seperti sekarang ini,” akunya.

Ferdinan Tobing, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan yang tinggal tak jauh dari lokasi menduga, ada pihak tidak bertanggung jawab yang sengaja menebar teror. ”Itu ulah sekelompok orang yang ingin mengacaukan Medan ini, seperti yang terjadi di beberapa tempat lain, namun ini tidak ada hubunganya dengan SARA,” ujar Ferdinan.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Medan ini meminta pihak kepolisian lebih proaktif menangani aksi teror yang menimbulkan keresahan di masyarakat.

MUI: Ini Menakut-nakuti Saja

Kepanikan warga Medan setelah penemuan bungkusan diduga bom di depan Gereja Pantekosta Jalan Titi Papan, diharapkan bisa meningkatkan kewaspadaan. “Jika warga menemukan hal-hal yang dianggap membahayakan, diharapkan bisa segera melaporkan ke pihak keamanan,” ungkap Wali Kota Medan Rahudman Harahap, kemarin (19/3).

Saat ditanya apakah bom tersebut merupakan aksi teroris, Rahudman belum berani memastikan. Rahudman menyatakan, masih akan melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian. ”Kita tidak bisa memastikannya, kita akan koordinasi dulu dengan pihak kepolisian,” katanya lagi.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Medan Muhammad Hatta berharap masyarakat tidak panik. “Saya melihat ini ada upaya orang untuk membuat resah. Dari berbagi sisi, mereka mudah memasukkan gagasan-gagasannya untuk tujuan tertentu. Namun, sebaiknya masyarakat jangan mudah terpancing. Kalau kita terpancing, maka akan tertawa orang-orang yang tidak bertanggungjawab itu,” kata M Hatta.

Meski masyarakat diminta tidak terlalu merisaukan kejadian itu, tapi masyarakat tetap harus waspada. ”Jangan terlampau serius melihat itu. Karena, kalau kita terus ketakutan, kita akan dihantui bayangan sendiri. Meskipun seperti itu, kita harus tetap waspada,” tuturnya.

Lebih lanjut Hatta menyatakan, orang-orang yang membuat kacau ini adalah teroris. Karena sejatinya, teroris itu adalah orang yang selalu menimbulkan keresahan. Namun, kejadian ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan persoalan Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA).

”Orang yag membuat kekacauan atau menakut-menakuti orang adalah teroris. Tapi ini teroris kelas kecil, bukan teroris kelas besar. Hanya menakut-nakuti saja. Dan itu membuat polisi jadi bulan-bulanan. Dan ini sedikit pun tidak ada hubungannya dengan persoalan SARA,” tegasnya. (mag-8/ari)

Paket Misterius Gegerkan Nusantara

Geger penemuan paket yang dikira bom juga terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, kemarin (19/3). Selain di Medan, Sumatera Utara, paket misterius yang membuat sibuk kepolisian tersebut juga ditemukan di Tuban, Kediri di Jawa Timur, Jakarta, Jawa Barat, Jogjakarta, Sulawesi Utara dan wilayah Indonesia lainnya.

Paket misterius di Kabupaten Kediri diterima pengurus Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Cabang Kecamatan Kepung. Paket tersebut diterima seorang petugas di GPdI yang berlokasi di Desa Damarwulan. Dari kurir yang mengirimkannya, paket disebutkan berisi buku. Kecurigaan muncul karena tidak tertera identitas lengkap pengirimnya. Akhirnya pihak gereja memilih melaporkan ke polisi karena khawatir isinya bom.
Paket itu akhirnya diledakkan oleh tim penjinak bom Kompi I Sat Brimob Detasemen C Polda Jatim. “Sudah diledakan tadi di Lapangan Desa Gadungan Puncu sekitar 7 kilometer dari gereja,” kata Kapolsek Kepung AKP Heri Siswoko, kemarin.

Menurut dia, setelah diledakan akhirnya diketahui apabila isi paket yang sempat dicurigai berisi bom oleh pengurus gereja itu ternyata berisi buku. “Isinya buku kerohanian, sekitar 10 buku,” katanya.

Di Tuban, sebuah paket tanpa identitas yang diserahkan seorang pengendara sepeda motor tak dikenal membuat trauma pemilik toko Toko Makmur Jaya, Sabtu (19/3) siang. Lily, karyawan toko dan Alwi, pemilik toko ketakutan dan langsung menelepon polisi di Polres Tuban.

Polisi yang menerima laporan, langsung menerjunkan tim yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Budi Santoso. Setelah melalui berbagai protap, akhirnya paket berukuran 50 cm x 40 cm tersebut dibuka. Dan ternyata isinya hanya brosur produk kasur, sprei dan benner sprei.

AKP Budi Santoso mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus teror ini dan menyelidiki siapa pengirim paket tersebut. “Masalah ini tetap ditindaklanjuti sesuai aturan hukum,” tegas Budi Santoso, saat ditemui wartawan di lokasi kejadian.

Warga Jalan Mahakam I, Kebayoran Baru Jakarta Selatan juga menerima sebuah paket mencurigakan, kemarin. Paket yang dikirimkan ke sebuah rumah di depan Hotel Gran Mahakam itu mencurigakan karena tidak terdapat nama pengirim. Setelah diledakkan oleh Tim Gegana, paket itu ternyata berisi sepatu. “Akhirnya diledakkan oleh Gegana setelah itu diketahui paket itu berisi satu pasang sepatu perempuan ditujukan untuk pemilik rumah Ibu Gaby,” kata Kapolsek Kebayoran Baru AKBP Irsan.

Irsyad mengatakan, awalnya penerima paket mengaku tidak pernah memesan sepatu. Namun setelah diingat-ingat, sepatu itu ternyata dikirim dari rekanan toko di Grand Indonesia, tempat dia memesan sepatu.
“Tapi salahnya dikirim tanpa konfirmasi makanya dia curiga, karena kan memang sedang marak ada teror,” kata Irsan.

Gegana yang memeriksa paket tersebut meledakkan paket karena saat diperiksa, metal detector berbunyi. “Mungkin karena mengandung logam, akhirnya diledakkan,” kata Irsan.

Sehari sebelumnya, Jumat (18/03) sampai pukul 19.00 WIB saja, seidaknya delapan terror bom ditemukan di Jakarta. Memang tidak seluruh benda mencurigakan itu terbukti bom. Sejumlah pengamat berpendapat teror ini dilakukan secara sistematis oleh kelompok yang sama. Berikut ini lokasi paket mencurigakan yang diduga bom di sekitar Jakarta itu (selengkapnya lihat grafis). Sebelumnya empat bom buku dikirim dan ditujukan kepada Ulil Absar Abdalla di Kantor KBR 68H Utan Kayu, Kepala BNN Gories Mere di kantor BNN, Ketua PP Japto Soerjosoemarno dan musikus Ahmad Dhani yang menerima bom buku. (bbs/net)

Mahfud: Bukan Pengalihan Isu

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mohammad Mahfud MD tidak percaya kalau teror bom buku yang akhir-akhir ini marak terjadi di Indonesia merupakan pengalihan isu.

“Saya sama sekali tidak percaya kalau teror bom buku itu merupakan satu upaya untuk pengalihan isu. Apalagi berkaitan dengan masalah WikiLeaks,” terang Mahfud setelah meresmikan Pusat Kajian dan Studi Konstitusi Unversitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), di UMSU Kampus Jalan Muchtar Basri Medan, Sabtu (19/3).

Menurutnya, teror bom buku tersebut bekerja menurut isunya sendiri. Jika kemudian isunya berubah, hal itu karena adanya persepsi yang muncul di masyarakat akibat pemberitaan-pemberitaan dari media.

“Kalau saya melihat sama sekali tidak ada kaitannya teror bom buku itu dengan pengalihan isu terkait Wikileaks. Wikileaks dan teror bom buku itu juga merupakan persoalan sendiri. Jadi jangan dikait-kaitkan dengan adanya pengalihan isu,” kata Mahfud.

Untuk itu, Mahfud mengimbau masyarakat untuk bersabar dan menunggu Polri membongkar kasus teror bom buku tersebut. ”Saya percaya dengan kemampuan yang dimiliki Polri, kasus tersebut pasti dapat segera di bongkar,” ujarnya.
Seperti halnya kasus teroris yang semua pelakunya bisa ditangkap. Demikian juga dengan kasus mutilasi, padahal kaki korban sudah terpisah dari kepala, dan kepala sudah berada di tempat lain. ”Yakinlah polisi bisa mengungkap semua itu. Polisi kita itu hebat, jadi saya kira polisi bisa mengungkap itu semua,” tutur Mahfud. (saz)

Enam Perampok Bank BRI Cabang Medan Diringkus

Simulasi Penanggulangan Teror dan Perampokan

Kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Medan, Jalan Putri Hijau, Medan, dirampok enam pria bersenjata, Sabtu (19/3) pagi. Tetapi para pelaku yang berjumlah enam orang berhasil diringkus oleh aparat kepolisian karena di bank tersebut telah terpasang kamera pengawas.

Hal itu terjadi saat Polda Sumut melakukan latihan penanggulangan teror dengan membuat simulasi penanganan perampokan di kantor bank tersebut. Simulasi dimulai ketika dua anggota perampok mengendarai sepeda motor masuk dan memantau gedung BRI Cabang Medan yang menjadi target perampokan.

Setelah kondisi dinilai aman, dua anggota kawanan perampok itu memanggil rekan-rekannya yang datang mengendarai dua sepeda motor guna mendukung rencana perampokan gedung tersebut.

Enam pelaku yang terdiri dari tiga, di antaranya memasuki gedung untuk mengambil uang dan tiga lainnya bersiap-siap dengan sepeda motornya untuk melarikan diri. Namun, gedung BRI Cabang Medan telah terpasang kamera pemantau yang terkoneksi langsung dengan kantor Kepolisian terdekat.

Berselang dua menit, sejumlah anggota Satuan Samapta Polresta Medan yang datang dengan senjata lengkap berhasil menyergap tiga anggota kawanan perampok yang berada di area parkir sepeda motor. Sedangkan untuk menangkapn
tiga anggota kawanan perampok yang masih berada dalam gedung BRI, pihak kepolisian mengerahkan tim Antireror Satuan Brimob Polda Sumut yang menggunakan senjata lengkap.

Karena terkepung, tiga anggota perampok itu berupaya melindungi diri dengan menyandera pegawai dan pengunjung nasabah tersebut. Untuk menyelamatkan pegawai dan nasabah bank itu, petugas melakukan negosiasi sambil mengimbau kawanan perampok menyerahkan diri.

Akibat sudah terkepung dan tidak mungkin melarikan diri, kawanan perampok itu keluar dari gedung BRI dan menyerahkan diri kepada petugas yang bersiaga di bagian luar gedung. Setelah mengamankan tiga perampok, pihak kepolisian menurunkan tim penjinak bahan peledak (Jihandak) dari Satuan Brimob Polda Sumut untuk menyisir benda-benda berbahaya yang mungkin ditinggalkan kawanan penjahat tersebut.

Setelah itu, tim medis dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) memasuki gedung tersebut melihat kemungkinan adanya pegawai atau nasabah BRI yang terluka atau mengalami trauma atas kejadian itu. Sedangkan langkah terakhir mengirimkan unit olah TKP untuk mendapatkan bukti atas peristiwa perampokan tersebut.

Lima Menit

Usai latihan, Kapolda Sumut Irjen Pol Oegroseno yang berada di lokasi mengatakan, prosedur yang dilaksanakan dalam latihan itu perlu disempurnakan lagi, meski dinilai cukup baik.  “Harus berlatih terus, berulang-ulang,” ujarnya Oegreseno.

Dikatakan Oegreseno, untuk kepentingan jangka panjang, pengamanan gedung seperti perkantoran dan bank harus menggunakan teknologi, khususnya kamera pengawas dan terkoneksi dengan kantor kepolisian terdekat sehingga petugas dapat bertindak cepat jika memantau gelagat akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kalau ada kamera, paling lama lima menit polisi harus sudah sampai,” ucapnya.

Dengan keberadaan kamera pengawas, lanjutnya, Polri juga bisa lebih aman menjalankan tugasnya jika diperintahkan menjaga sebuah perkantoran atau bank. Hal itu disebabkan jika masih menggunakan pola lama yakni menempatkan polisi di depan kantor bank, maka kawanan perampok akan menghabisi anggota Polri terlebih dulu jika ingin melaksanakan aksinya.

“Kalau ada pengawas, anggota Polri bisa lebih tenang termasuk meminta bantuan jika menemukan adanya gerakan mencurigakan. Mungkin polisi bisa memantau saja dari control room,” bebernya.

Sementara itu Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga saat dikonfirmasi wartawan koran ini beberapa waktu lalu mengatakan, menanggapi aksi tebar bom buku seperti yang terjadi di Jakarta beberapa waktu lalu, pihaknya telah memerintahkan seluruh jajaranya untuk meningkatkan kinerja inteligen dan memasang camera CCTV di tempat-tempat tertentu.

Yang utama dalam mencegah serta mengantisipasi adanya aksi teror bom seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di Jakarta, gerakan inteligen dan pemasangan camera CCTV harus dilakukan segera,” kata Tagam beberapa waktu lalu.

Dijelaskan, kejadian memilukan pada hari Selasa (14/3) lalu yang melukai Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur dan (17/3) lalu juga mengancam Rumah Ahmad Dhani mengharuskan di Jajaran Polresta Medan untuk bersiaga.
“Akibat kejadian di Jakarta itu, kita di Medan ini harus lebih waspada lagi termasuk memeriksa barang-barang titipan serta menebarkan inteligen.”Jelas Tagam.

Dia mrnambahkan, sebagai pimpinan Polresta Medan, dia sangat respon dalam kasus meledaknya bom di Jakarta yang melukai perwira polisi. Oleh sebab itu, semua tim dalam kepolisian di Mapolsek akan mengawasi dan mengantisipasi peredaran paket buku yang mencurigakan. (adl/mag-8)

Sama-sama Optimis

Valencia vs Sevilla

VALENCIA-Menatap lanjutan La Liga Primera jornada ke-29 yang berlangsung di Stadion Mestalla, dini hari nanti, gelandang klub berjuluk Los Ches Joaquin mengatakan bahwa pertandingan ini akan berlangsung keras.
Pasalnya, masih menurut Joaquin, kedua tim sama-sama memiliki pemain gelandang yang piawai mengatur ritme permainan, sehingga mempermudah kinerja pemain yang mengisi lini depan. “Pemain belakang pasti melakukan sapu bersih,” bilangnya.

Kendati begitu Joaquin menegaskan bahwa paluang timnya untuk meraih kemenangan atas Sevilla sangat terbuka. Ini bisa dilihat dari catatan pertemuan kedua tim, yang lebih berpihak kepada tuan rumah.
Betapa tidak, lihatlah dari 66 kali menjamu Sevilla di Stadion Mestalla, tuan rumah menang 49 kali, bermain imbang 8 kali dan kalah 9 kali.

Artinya, Los Ches selalu lebih dominan dari pada calon lawannya itu. “Sepanjang sejarah klub ini, kami selalu memiliki gelandang yang kreatif. Inilah yang menjadi kunci kemenangan  atas Sevilla,” bilang  Joaquin seakan tak memperdulikan jika pada pertemuan pertama yang berlangsung di kandang Sevilla, Los Ches dibekap dengan skor 2-0.

“Kami sangat percaya diri akan memetik kemenangan atas mereka. Kami sudah lupakan kekalahan atas Schalke 04 (Liga Champions) dan atas Real Zaragoza. Kami ingin segera bangkit karena rival (Villareal) telah berada di balakang kami. Jika mereka menang atas Bilbao dan kami kalah dari Sevilla, maka mereka (Villareal) akan di atas kami, karena memiliki selisih gol yang lebih baik,” bilang Joaquin.

Terpisah, gelandang Sevilla asal Kroasia Ivan Rakitic mengatakan bahwa timnya membutuhkan poin sempurna dalam lawatan ke Stadion Mestalla agar dapat berlaga di pentas Liga Champions musim depan.
“Mereka memiliki banyak pemain hebat, tapi kami tak punya pilihan lain, kecualil mengalahkan mereka. Mungkin karena ambisi kami dan ambisi mereka sama-sama menginginkan hal yang sama (lolos Liga Champions),” bilang Rakitic.

Selanjutnya Rakitic mengatakan bahwa tekad untuk meraih kemenangan atas Valencia disebabkan kondisi tim yang sedang bergairah. “Banyak yang mengatakan bahwa Barcelona adalah tim terkuat di dunia, tapi pekan lalu kami menahan imbang mereka dengan skor 1-1.

Ini membangkitkan motivasi kami untuk melakukan hal yang sama kepada Valencia,” tekad Rakitic.
Selain motivasi yang sedang membubung, pulihnya cedera Anders Palop dan  Deiego Perotti juga membuat tim ini kian bergairah. “Keduanya  sangat mengerti skema permainan 4-4-2 yang saya usung. Karenanya, kehadiran mereka sangat berarti bagi kami,” bilang Gregorio Monzano, entrenador Sevilla. (jun)