Home Blog Page 15542

Kumpulkan Seragam untuk Adik Kelas

MEDAN-Ujian nasional (UN) SMP, kemarin (28/4), berakhir. Ratusan siswa dari berbagai sekolah meluapkan kegembiraannya. Banyak yang langsung melakukan corat-coret seragam, banyak pula yang melakukann konvoi di jalanan. Namun ada hal yang berbeda di SMPN 16, Jalan Karya II, Medan.

Usai mengikuti UN terakhir, seluruh siswa mengumpulkan seragam yang mereka pakai. Rencananya, seragam itu akan diberikan kepada adik kelas atau siswa dari sekolah lain yang membutuhkan seragam itu.

Aksi mengumpulkan pakaian seragam ini telah direncanakan pihak sekolah, jauh hari sebelumnya. Aksi amal ini dianggap lebih bijak daripada corat-coret yang dianggap mubazir. “Hal ini sudah kita rencanakan sebelumnya karena untuk mencegah hal yang tidak berguna seperti coret-coretan seragam sekolah, lebih baik seragamnya dikumpuli kemudian digunakan oleh adik kelas yang membutuhkan atau siswa yang luar sekolah yang juga membutuhkan,” kata Irnawati, Kepala Sekolah SMPN 16.

Saat bel berbunyi pertanda UN telah berakhir, Irnawati langsung membariskan siswanya di halaman. Satu-persatu para siswa melepaskan seragam yang mereka pakai untuk disumbangkan kepada orang yang membutuhkan. Sebelumnya pihak sekolah sudah mengimbau para siswa untuk memakai pakaian rangkap di hari terakhir UN.

Ismi Lestari, siswa IX mengatakan, dia bangga bisa menyumbangkan seragamnya untuk adik kelas atau orang yang lebih membutuhkan. “Dari pada coret-coretan seragam sekolah, mubazir dan tidak berguna, lebih baik seragamnya dikumpulkan kemudian dibagikan kepada siswa yang membutuhkan,” katanya. (mag-7)

Sampah Masih Dibuang ke Sungai

Banjir masih menjadi dilema bagi warga Kota Medan. Apa langkah yang harus dilakukan Pemko Medan untuk mengatasinya? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Jhonson Siahaan dengan warga Kota Medan, Zahedi Charamsar.

Apa penyebab terjadi banjir di Kota Medan?
Penyebab utamanya adalah masyarakat masih membuang sampah di sungai. Tidak hanya itu, pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) yang tidak serius ditangani oleh pemerintah karena banyak bangunan rumah, hotel dan perusahaan yang berdiri di pinggiran sungai.

Apa langkah-langkah yang harus dilakukan?
Dilarang menebangi pohon-pohon yang ada baik di pinggiran sungai atau yang ada di jalanan, dilarang mendirikan bangunan di pinggiran sungai.

Apa tanggapan Anda tentang kinerja Pemko Medan?
Menurutu saya, kinerja Pemko Medan buruk. Artinya, Pemko Medan tidak tegas menangani masalah lingkungan ini yang menyebabkan terjadinya banjir jika musim hujan tiba. Pemko Medan harus membuat peraturan-peraturan yang tegas dalam menangani permasalahan lingkungan termasuk masalah sampah.

Apa imbuan Anda?
Buat pemerintah, jalankan peraturan-peraturan secara baik, benar dan harus tegas. Kaji ulang program-program lingkungan yang dianggap tidak menguntungkan dan penguasa jangan takut kepada pengusaha. Buat masyarakat, harus menumbuhkan kesadaran itu sendiri sejak dari usia dini dan harus sama-sama menjaga agar lingkungan itu menjadi bersih dan harus mempunyai kesadaran tinggi dimana masalah lingkungan ini ada di tangan kita masing-masing.(*)

PB Indocafe Sumut Siap Tampil

MEDAN- PB Indocafe Sumatera Utara siap bertarung di ajang Turnament Bulu Tangkis SGS yang berlangsung di Bandung 25-30 Mei 2011 nanti.

Sembilan atlet sudah disiapkan PB Indocafe Sumut untuk menghadapi kejuaraan tersebut, masing-masing tujuh putra dan dua putri. Mereka adalah Teguh Putra, Herdiyanto, Ibang Eka Bangsa, Muhammad Taufik Hidayat, Danang Hariandika, Yufi Virganda, dan Wiranto. Sedangkan putri Hafni fadillah dan Anggi Maharani.”Mereka itu memiliki skil yang baik,” kata Rahmat Pelatih Indocafe Sumatera Utara pada wartawan koran ini, Kamis (28/4).

Atlet-atlet Sumut tersebut, kata Rahmat sudah menjalani latihan mulai Senin hingga Sabtu, dari pukul 15.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB di Gedung Pengda PBSI Sumut Jalan Williem Iskandar/Pancing Medan. “Sebenarnya latihan yang diberikan merupakan latihan rutinitas, yakni latihan dasar dan fisik,” terangnya. Terkait target yang dicapai, Rahmat ingin Sumut meraih juara umum dengan menggondol medali emas sebanyak-banyaknya.(omi)

Enam Cabor PPLP akan Try Out

MEDAN- Sebanyak enam cabang olahraga Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP) dari Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara (Disporasu)akan melakukan try-out ke PPLP Pekan Baru, 29 April hingga 1 Mei 2011.

Dilakukannya try out bertujuan untuk mengetahui dan menguji kemampuan para atlet Medan dalam menghadapi Kejuaraan Nasional antarPPLP yang akan berlangsung Juni 2011 mendatang. “Dalam try out kita akan mengetahui atlet yang memiliki kemampuan,” kata Kasi Bidang Prestasi Disporasu, Drs Syafai Pilly di ruangan kerjanya Jalan Williem Iskandar/Pancing Medan, Kamis (28/4).

Dilanjutkan Pilly, keenama cabor PPLP Sumut yang diberangkatkan adalah Sepak Takraw, Pencak Silat, Panahan, Gulat, Atletik, dan Sepak bola. Untuk cabor Karate akan melakukan try out ke Kalimantan sekaligus mengikuti kejuaraan Karate yang akan berlangsung Juni. “ Jumat ini atlet cabor PPLP Sumut yang ikut try out, siap diberangkatkan ke Pekan Baru,” terang Pilly.

Terkait kesiapan atlet yang mengikuti try-out ke Pekan Baru, Pilly mengaku sudah memiliki modal kuat untuk bertanding.

“ Tentunya atlet PPLP Sumut sudah mempunyai bekal lah untuk persiapakn try-out,” akunya.(omi)

Parfi Sumut Gelar Expresi

Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Sumut, berencana menggelar kegiatan bertajuk Ekspresi pada Jum’at malam (29/4), di Garuda Plaza Hotel, Jalan SM Raja. Kegiatan itu digelar untuk menyongsong Kongres Nasional Parfi yang akan dilangsungkan 18 Mei mendatang.

Hal itu dikemukakan Ketua Parfi Sumut, Erwin Siregar, Kamis (28/4), didampingi sejumlah pengurus dan tiga artis Kota Medan yang telah berkecimpung di dunian perfilman dan sinetron di Jakarta, yakni Ayu Firza Aryani, Arien Wulandari dan Silvera Syamri, usai beraudiensi dengan Wali Kota Medan, Rahudman Harahap.

Erwin menjelaskan, selain memilih pengurus baru, kongres mendatang juga untuk menyusun program kerja. Pada kesempatan itu, Rahudman Harahap berharap kegiatan itu bisa membawa suasana baru, khususnya bagi Parfi Sumut. Hal itu bertujuan, untuk menghidupkan dan menggerakkan dunia  perfilman di Sumut. “Untuk itu perlu kita komunikasikan setiap kegiatan yang dilakukan, apa apa yang diperlukan dan difasilitasi, karena kegiatan yang dilakukan di Kota Medan menyangkut martabat kota,” ujarnya. (ari)

Jalan Macet Akibat Banyak Warung

081361672xxx

Tolong Pak Wali Kota jalanan kami sudah terganggu dan sudah sering penyebab macet akibat banyaknya bangunan liar terindikasi tanpa ada izin, warung, betor mangkal seenaknya di simpang Jalan Sakti Lubis-Jalan Busi menuju diklat PU. Kami menyesalkan tidak ada upaya dan tindakan Camat, Lurah dan Kepling untuk menertibkan atas badan jalan kiri-kanan tumbuh subur meyempitkan jalanan yang sudah meresahkan para pengguna jalan. Mohon segera tindakan tegas dari aparat terutama dari Bapak Wali Kota. Terimakasih.

Didiskusikan Lintas Instansi

Terimakasih informasinya, melihat laporannya yang melibatkan lintas instansi, maka perlu dikoordinasikan ke sejumlah instansi lainnya. Untuk itu, saya mintakan masing-masing instansi untuk membuat acuan dan mengkaji setiap masalah dibidangnya atas jalan tersebut. Jangan sampai, karena persoalan persoalan yang tak semestinya ada terimbas kepada banyak pihak. Untuk itu, setiap instansi harus melahirkan solusinya masing-masing.

Syaiful Bahri
Sekda Medan

Kami Tertibkan

Kami segera tindak lanjuti laporan warga ini, kami komitmen membuat rasa aman dan nyaman di Kota Medan. Khusus terkait pedagang ini, kami akan ingatkan Kasi Trantib Kecamatan untuk menertibkannya, bila dalam waktu dua hari belum ada maka kami yang akan segera bertindak untuk menertibkannya.

Kriswan
Kepala Sat Pol PP Kota Medan

Naik Pangkat Diminta Rp500 Ribu

087868394xxx

Pak Wali Kota, apa benar naik pangkat PNS di kenakan biaya Rp500.000 katanya untuk Kepala Dinas, Sekretaris dan Kabag Kepegawaian ini terjadi di Dinas Bina Marga Kota Medan. Saya salah satu korbannya yang minta Kaur umum Sdri Safrida Habsyah S Sos atau Efi.

Buat Laporan Tertulis

Terimakasih informasinya. Sebaiknya pelapor membuat laporan tertulis, sehingga kami bisa menindak lanjutinya lagi. Karena kami sudah mengecek langsung ke orang yang dimaksud.

Parluhutan Hasibuan
Kepala Badan Kepagawaian Daerah Kota Medan

Rahudman: Baru Kadispora yang Diperiksa

Inspektorat Medan Persilakan Periksa Kadisdik

MEDAN-Kepala Inspektorat Pemko Medan, Farid Wajedi, mempersilahkan Kejari Medan memproses dugaan korupsi di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Dalam kasus ini pihaknya tidak bisa mencampuri karena sudah masuk ke ranah hukum, sementara pihaknya hanya menegakkan disiplin sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No 53 Tahun 2010 tentang Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Hal itu dikatakannya kepada wartawan koran ini, Kamis (27/4), saat ditemui di Balai Kota Medan. “Inspektorat menyerahkan sepenuhnya kasus (dugaan korupsi, Red) Dinas Pendidikan Kota Medan kepada Kejari Medan. Setelah adanya ketetapan status terhadap kasus tersebut, Pemko Medan baru bisa mengambil sikap,” katanyan
Bukankah inspektorat punya hak melakukan penyelidikan dugaan kasus korupsi? Farid mengatakan, tugas itu memang ada pada inspektorat. Namun untuk kasus Disdik Medan, tetap menjadi hak Kejari Medan. “Persoalan itu masuknya ke ranah hukum. Jadi kita serahkan kepada penegak hukum. Setelah itu, baru kita bisa tentukan sikap dan disesuaikan dengan PP tentang disiplin PNS,” ulangnya.

Setelah ada kejelasan status dari Kejari Medan, lanjut Farid, inspektorat baru bisa mengambil tindakan untuk dilaporkan kepada wali kota. Dijelaskannya, dalam PP tersebut bisa saja ada sanksi penonaktifan dari jabatan, jika ada ketetapan terdakwa dari kejari.

“Untuk tingkat kesalahan relatif ringan, bisa diberi sanksi teguran. Yang terberat adalah bisa pemecatan baik secara hormat maupun tidak hormat. Kalau dihubungkan dengan persoalan hukum, maka baru bisa ditentukan sikap setelah adanya kejelasan status. Jika terdakwa, mau tidak mau harus diberhentikan dari jabatan. Jadi, kita ikuti terus perkembangan kasus ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut Farid menjelaskan, meskipun demikian, pihak Inspektorat Pemko Medan juga akan mempertanyakan kebenaran dugaan korupsi itu kepada pejabat Disdik Medan. “Persoalan hukum kembali diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Namun, kita tetap akan mempertanyakan itu kepada pejabat dinas yang bersangkutan,” tegasnya.

Berita sebelumnya, Kajatisu, AK Basuni mengaku terkejut karena Kejari Medan mengendapkan kasus dugaan korupsi di Disdik Medan selama dua tahun. Basuni kemudian meminta penjelasan perkembangan kasus tersebut kepada anak buahnya. Tak cuma itu, dia juga mengancam jaksa yang berani ‘main-main’ dalam kasus ini. Kemudian, dia menginstruksikan agar kasus itu dapat diselesaikan paling lama 30 hari ke depan.

Meskipun beberapa kepala dinas (kadis) di jajaran Pemko Medan diduga terjerat kasus dugaan korupsi, namun Wali Kota Medan, Rahudman Harahap belum bersikap.

“Setahu saya Kadispora yang diperiksa Kejari. Kalau Kadis Pendidikan Medan sampai saat ini belum ada laporan ke saya. Kita lihat nanti,” kata Rahudman Harahap, usai acara apel kebersihan Dinas Kebersihan Kota Medan di Lapangan Merdeka Medan, Kamis (28/4).

Saat ditanya sikapnya, Rahudman enggan menjawabnya dan meninggalkan wartawan koran ini menuju mobil dinasnya.

Seperti diketahui kepala dinas di lingkungan Pemko Medan yang diduga melakukan korupsi antara lain, Dugaan Korupsi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Medan, Hasan Basri terkait anggaran rehabilitasi gedung sekolah yang dananya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2007-2009 sebesar Rp8.761.900.000. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Hanas Hasibuan yang terjerat dalam kasus dugaan korupsi saat dirinya menjabat sebagai Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemko Medan tahun anggaran 2010 lalu.(ari)

Zainuddin Jadi Keluarga Sakinah Teladan 2011

Keenam Anaknya Sarjana dan Sudah Bekerja

TAPTENG- H  Zainuddin Panggabean bersama istrinya, Hj Jusnidar terpilih sebagai pasangan Keluarga Sakinah Teladan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) tahun 2011, dalam kegiatan Pemilihan Keluarga Sakinah Teladan Tahun 2011 yang digelar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapteng , Rabu (27/4) lalu.

Pasangan suami istri yang mewakili Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pinangsori ini, berhasil menggungguli 11 pasangan lainnya yang berasal dari 12 KUA se- Tapteng, sekaligus juga berhak mewakili Tapteng pada Pemilihan Keluarga Sakinah Teladan tingkat Provinsi Sumut yang akan belangsung Mei mendatang.

Juara kedua diraih pasangan HM Rijal Nahampun dan Nurlia Br Hotang dari Kecamatan Badiri, serta juara ketiga diraih pasangan Bustanul Siregar  dan Maseri  H  Sembiring. Masing-masing juara memperoleh piagam penghargaan ditambah uang pembinaan dari Kantor Kemenag Tapteng.

Hadir pada acara pemilihan sekaligus pengumuman pemenang tersebut, Wakil Bupati Tapteng, Ir H MA Efendi Pohan, Kepala Kemenag Tapteng, Drs H Sarmadan Nur Siregar M Pd, Kepala Pengadilan Agama Tapteng, Drs H Miranda Nur yang sekaligus bertindak sebagai Ketua Dewan Juri, para Kepala KUA se- Tapteng serta 12 pasangan peserta pemilihan.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Tapteng, Drs  H  Sarmadan Nur Siregar M Pd dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini untuk memberikan motivasi kepada keluarga-keluarga muslim yang ada di Tapteng, agar lebih dapat menciptakan keluarga yang sakinah yang dapat dijadikan contoh bagi kelurga lain di sekitarnya.
“Kegiatan ini secara rutin akan digelar setiap tahun dengan berbagai tingkatan sebagai program Kemenag, mulai dari tingkat KUA hingga tingkat nasional. Tujuannya demi meningkatkan motivasi bagi keluarga-keluarga muslim agar dapat menjaga kerukunan, mampu mendidik anak-anaknya dengan baik dan mampu bersosialisasi dengan baik kepada masyarakat lainnya,” ujarnya.

Wakil Bupati Tapteng, Ir H MA Efendi Pohan dalam arahannya menyampaikan pasangan-pasangan yang menjadi peserta seharusnya pantas bersyukur dengan title pasangan sakinah teladan yang saat ini melekat pada mereka.
Sakinah itu artinya bahagia, jadi keluarga sakinah maksudnya adalah keluarga yang bahagia. Bahagia pengertiannya relatif, tergantung kemauan orangnya. “Jika kita dinobatkan sebagai pasangan keluarga yang sakinah atau bahagia, sudah seharusnya kita bersyukur. Karena hal ini adalah idaman setiap pasangan keluarga di dunia. Sebenarnya saya tidak pantas memberikan nasihat pada acara ini, karena dari segi umur dan pengalaman, para peserta jauh lebih mapan daripada saya. Namun saya berharap, kegiatan ini jangan dijadikan kegiatan seremonial belaka, tetapi harus dijadikan sebuah hikmah dalam kehidupan kita,” tuturnya.

Salah seorang peserta, HM Rijal Nahampun saat diminta pesan dan kesannya seusai mengikuti pemilihan mengaku terkesan dengan kegiatan ini. Sebab katanya, baru kali ini dia disandingkan kembali secara berpasangan dengan istrinya, setelah 40 tahun menikah.

“Sejak menikah dahulu, inilah kedua kalinya saya disandingkan kembali dengan istri saya. Apalagi sambil berpegangan mesra, kami seperti pasangan pengantin baru kembali. Secara jujur  saya amat terkesan, dan ini mungkin juga dirasakan oleh pasangan lainnya,” ungkapnya.

Ketua Panitia Pemilihan Keluarga Sakinah Teladan Tapteng tahun 2011, Drs H Ngadiman KS usai acara menjelaskan, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi setiap pasangan yang menjadi peserta, yakni usia perkawinan lebih dari 30 tahun, terbukti mampu mendidik anak-anaknya hingga berhasil dalam kehidupannya, mampu bermasyarakat dengan baik, rajin beribadah dan telah menunaikan ibadah haji.

“Setelah kriteria itu terpenuhi, kemudian kita membuat ujian berupa tes tulisan dan wawancara tentang agama dan kemasyarakatan sebagai bahan penilaian. Sedangkan syarat-syarat utama tadi sebagai penilaian tambahan. Semua peserta ini merupakan keluarga  sakinah yang selama ini dikenal dan terbukti sebagai keluarga yang teladan di kampungnya. Seperti Juara 1 tadi, pasangan H Zainuddin Panggabean dan istrinya, Hj Jusnidar. Dari 6 orang anaknya, semuanya telah sarjana dan sudah bekerja, jadi sangat pantas dinobatkan sebagai pasangan suami istri teladan,” pungkasnya.(ahu/smg)

Messi Bagus Lawan 10 Pemain

Dua gol Barcelona diciptakan dari kaki Pemain Sepak Bola Terbaik Dunia 2010 (FIFA Ballon d’Or), Lionel Messi yang membungkam puluhan ribu suporter Real Madrid di Stadion Santiago Bernabeu. Lalu, bagaimana tanggapan bintang Real Madrid Cristiano Ronaldo?

Seperti diduga, Ronaldo tetap saja menyindir Messi. Ya, meski mengakui kehebatan seorang Messi, namun Ronaldo tetap menganggap keunggulan jumlah pemain yang membuat Barcelona akhirnya menang. “Dengan 11 lawan 11, kami sama sekali tidak menderita dan semuanya terkendali.

Kami memang tidak bermain baik tapi semua terkendali. Lalu kami bermain dengan 10 pemain dan mereka kemudian mencetak dua gol. Kebetulan?,” ujar Ronaldo dilansir Tribal.

“Dia (Messi) sangat bagus, tapi melawan 10 pemain itu sangat mudah. Saya harap saya punya kesempatan untuk bermain melawan 10 pemain (Barcelona),” lanjut CR7.

Terlepas dari sindiran Ronaldo, Messi tetap saja banjir pujian. Pujian tersebut salah satunya dilontarkan dari pemain timnas Belanda yang kini merapat di tim Inggris, Liverpool, Dirk Kuyt. “Messi punya kelas yang berbeda, sungguh pemain yang luar biasa! Umpan yang bagus dari Afellay saat dia datang. Bermain brilian,” timpal Dirk Kuyt.
Selain itu, bek andalan Manchester United, Rio Ferdinand juga ikut serta menyanjung Pemain asal Argentina itu. “Messi menyelamatkan pertandingan itu dari dibahas dan dikenang dengan buruk (karena kartu merah dan berbagai insiden sepanjang laga, Red),” tambah Rio Ferdinand.(bbs/jpnn)