28 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 15567

Syaiful Syafri Diserang Lagi

Konsep Terlalu Muluk dan tak Ada Data

MEDAN- Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara Syaiful Syafri kembali dicecar anggota Panitia Khusus (Pansus) Pendidikan DPRD Sumut, di aula DPRD Sumut, Senin (14/3). Semua pernyataan yang disampaikan para anggota Pansus Pendidikan sangat pedas kepada Syaiful Syafri.

Awalnya, rapat dimulai dengan pemaparan yang disampaikan Syaiful Syafri. Dia menjelaskan tentang tiga poin yakni, program Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara dalam percepatan peningkatan mutu pendidikan di Sumatera Utara, permasalahan-permasalahan yang terjadi pada bidang pendidikan serta program Tahun Ajaran 2011 dan
rencana program kegiatan Tahun Ajaran 2012.

Dikatakannya, dalam intinya, ada tiga isu hangat yang dihadapi Dinas Pendidikan Sumut yakni, isu percepatan pembangunan PAUD, isu siswa miskin dan isu pendidikan miskin.

Untuk itu, Dinas Pendidikan Sumut menyiapkan konsep percepatan peningkatan mutu pendidikan di Sumut dengan beberapa item antara lain, peningkatan kompetnsi, penggunaan TIK dalam pembelajaran, penerapan model pembelajaran kontekstual, pembentukan gugus kendali mutu dan peningkatan guru profesional.
Pada kesempatan itu, melalui staf ahlinya Mutsuhito Sholin, Syaiful Syafri menjelaskan, ada banyak sekolah yang tidak baik di Sumatera Utara.

Tak lama setelah memberi pemaparan, Syaiful Syafri langsung diserang beragam pertanyaan, mengenai program atau konsep yang ditawarkan terlalu muluk, kemudian menyatakan banyaknya sekolah yang buruk, namun tidak memiliki data untuk itu, kemudian menyangkut juga persoalan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima Sumut sebesar Rp1 triliun lebih, memiliki peluang penyalahgunaan.

Semua kritik yang disampaikan para anggota Pansus Pendidikan sangat pedas diterima Syaiful Syafri. Sampai-sampai, saat anggota Pansus Sopar Siburian memberi pertanyaan mengenai pemetaan sekolah-sekolah yang dianggap buruk, dan kemudian pemetaan daerah-daerah yang masuk kategori tertinggal dan sebagainya, Syaiful Syafri sempat mengernyitkan jidadnya dan tangan sebelah kirinya tampak mengelus-elus jidadnya. Lucunya lagi, Syaiful Syafri tidak bisa menjawab pertanyaan yang diberikan Sopar Siburian dan beberapa anggota Pansus Pendidikan lainnya.
“Tadi sudah saya siapkan bahannya semua. Tapi, nggak tahu kemana kok jadi nggak ada. Saya janji, rapat selanjutnya semua data akan kami serahkan kepada anggota Pansus,” katanya dengan wajah memerah.

Mendengar jawaban itu, Sopar Siburian langsung mematahkannya. “Kalau memang datanya cuma ini, lebih baik data ini dikasih ke Komisi E saja. Ini Pansus, kami data yang jelas,” kata Sopar dengan nada tegas.

Hal senada juga disampaikan Ketua Pansus Pendidikan Aduhot Simamora. “Ya, kalau datanya hanya seperti ini, cocoknya ini dikasih ke Komisi E saja. Kita sekarang rapat Pansus, kami butuh yang terbaru, detil. Jadi agar kami bisa membahasnya lebih mendalam,” kata Aduhot Simamora beberapa saat sebelum menutup rapat tersebut.
Sebelumnya, anggota Pansus Pendidikan lainnya, Yusuf Siregar dengan nada lantang juga menyoroti mengenai program kerja Dinas Pendidikan Sumut tersebut. Dikatakannya, dirinya tidak yakin, Disdik Sumut akan mampu merealisasikan program yang terlalu muluk tersebut. “Saya berani jamin, jangankan sampai 100 persen program ini akan terealisasi. Paling cuma 30 persennya saja. Itu pun sudah sangat bagus, kalau bisa mencapai 30 persen,” tandasnya.

Sementara, terkait mengenai Sekda Provsu, seorang anggota DPRD Sumut dari Fraksi Demokrat yang meminta namanya tak dikorankan menyatakan, keberadaan Syaiful Syafri dalam nominasi kandidat Sekda Provsu tidak lebih hanya sebagai penggembira atau objek pelengkap saja.

“Ya, saya pikir Syaiful Syafri ini hanya objek pelengkap saja. Kalau prediksi saya, Kadispenda Syafaruddin yang lebih layak jadi Sekda. Karena kalau dilihat dari kepangkatan dan jabatan, Syafaruddin di atas dua calon lainnya. Dilihat dari senioritas, sudah barang tentu Syafaruddin diatas lainnya,” kata perempuan berjilbab yang juga mantan wartawan ini kepada Sumut Pos.

Sementara itu, Syaiful Syafri yang dikonfirmasi Sumut Pos mengenai hal tersebut, dirinya belum bisa memastikan apakah akan terpilih atau tidak. “Kalau cerita peluang, semuanya berpeluang. Makanya ikut Fit and Profer Test,” katanya.

Dikatakannya, untuk keputusan, masih menunggu dari Mendagri yang juga membutuhkan persetujuan dari Presiden. “Semuanya tergantung user. Itu juga harus mendapat persetujuan Mendagri, kemudian ke Presiden,” katanya.
Sembari berjalan dan menggandeng wartawan koran ini, Syaiful Syafri dengan tertawa renyah mengatakan kepada wartawan koran ini, agar ditulis bahwa dirinya adalah Sekda Provsu. “Adek tulis lah, abang ini jadi Sekda,” katanya sembari tertawa.(ari)

Nilai Cinta dan Perdamaian Leluhur

Gondang Na Poso pada Pesta Bona Taon 2011

Kebudayaan tradisi tidak hanya memiliki kekayaan secara artistik, tapi juga nilai-nilai yang masih relefan untuk diterapkan pada era globalisasi saat ini. Seperti Gondang Na Poso pada Pesta Bona Taon 2011 yang digelar Aliansi Perjuangan Mahasiswa (Alpamas) Universitas Sumatera Utara (USU) di Pelataran Parkir Fakultas Sastra USU, Sabtu (12/3).

Dibagi dalam dua kelompok, para undangan yang didominasi generasi muda berbaris berhadapan. Pihak panitia (hasuhuton) berbaris di depan panggung bersiap menyambut kelompok undangan di hadapannya. Dengan iringan ensamble Batak (uning-uningan, sarunai, gong) rombongan undangan membawa “santisanti”, persembahan (uang) yang diletakkan di atas piring berisi beras maju menjumpai panitia yang mengarahkan ke lapangan.
Setiba di lapangan, terjadi kegiatan berbalas pantun (umpama) antara undangan dan panitia melalui perwakilan yang ditunjuk. Pada kesempatan itu panitia menyampaikan terimakasih kepada ‘pargonsi’ (pemain musik tradisi dalam masyarakat Batak) sekaligus pemberitahuan kehadiran undangan. Lalu juru bicara kelompok undangan pun meyampaikan maksud dan tujuan kedatangan mereka. Setelah mendapat restu dari panitia, kelompok undangan pun meminta gondang kepada pargonsi untuk mengiringi. Bagaimana dialog begitu penting untuk setiap kegiatan dalam masyarakat Batak.

Diawali gondang mula-mula, dilanjutkan dengan gondang mangaliat, di mana undangan berbaris sembari membawa ‘santisanti’ menari ke hadapan hasuhuton. Lalu undangan yang mau menyerahkan ‘santisanti’ tadi meminta gondang dari lagu kesukaan rombongan. Saat itu biasanya gondang dimainkan dalam durasi yang panjang mengingat penyerahan santisanti juga tidak dengan cepat. Untuk itu hasuhuton pun merayu pemegang ‘santisanti’.
Setelah ‘santisanti’ diserahkan, undangan kembali meminta gondang marhusip untuk menyampaikan maksud dan keinginan dari anggota rombongan kepada anggota hasuhuton. Sesi ini adalah kesempatan untuk saling berkenalan di antara dua kelompok yang berbeda jenis kelamin ini. Karena merasa maksud sudah disampaikan, rombongan undangan mengajak pihak hasuhuton manari bersama dengan iringan gondang yang gembira. Kemudian ditutup dengan gondang hasahatan sembari mengucapkan “horas”.

Seperti yang disampaikan Ketua Pelaksana Pesta Bona Taon 2011 Ucok Haleluya, Gondang Naposo merupakan rangkaian kegiatan yang juga sebagai puncak dari kegiatan selama tiga hari sejak Kamis (10/3). Sekitar 25 undangan dari kelompok muda-mudi turut meramaikan kegiatan. “Kita sangat berterima kasih kepada pihak Rektorat USU dan Dekanat Fakultas Sastra atas dukungannya sehingga kegiatan ini dapat terlaksana. Begitu juga dengan sponsor dan undangan yang tak dapat kami sebut satu per satu,” ucap Ucok dalam kata sambutannya.

Meskipun mengalami banyak perubahan, lanjutnya, panitia mencoba mempertahankan nilai-nilai budaya seperti fungsi acara Gondang Naposo tersebut, tata cara dalam menari (manortor) dan meminta gondang tetap seperti dulu. Termasuk membuka kegiatan dengan rombongan orangtua manortor bersama hasuhuton. Dalam hal ini rombongan adalah Pusat Latihan Opera Batak (PLOt) pimpinan Thompson HS dan dua maestro Opera Batak Allister Nainggolan dan Zulkaidah Harahap. Selanjutnya, acara pun diserahkan kepada panitia sebagai naposo hasuhuton.
Beberapa rombongan yang turut meramaikan antara lain Black Canal Community, Paduan Suara Mahasiswa (PSM), Komunitas Alumni Budi Mulia Pematang Siantar, Satuan Mahasiswa Ikatan Pemuda Karya FISIP USU, Jah Bless Community, dan Naposo GKPI Pamen Padang Bulan Medan.

Pada dasarnya Gondang Naposo adalah pesta adat yang ditunggu-tunggu muda-mudi masyarakat Batak. Pasalnya, di acara yang dilaksanakan saat terang bulan itu sekaligus ajang mereka mencari pasangan hidup. Setiap rombongan undangan memenuhi panggilan “manortor” selalu membawa persembahan kepada naposo hasuhuton. Bila kasih terjalin, cinta tersambung, maka pihak orang tua yang terus mengamati akan mencatatkan dalam agenda mereka dan melakukan penelusuran lanjutan. Para orang tua tidak bisa membiarkan kisah itu berjalan sendiri dan itu menjadi tanggungjawab yang harus diahkiri baik atau buruk.

Kemampuan berstruktur, kematangan jiwa, ekspresi batin, lobby, diplomasi, kepemimpinan, dan pemupukan persaudaraan sejati tertempa melalui gondang naposo yang mengacu kepada kearifan leluhur. Dan itu sudah dilakukan sejak lama, konon lama sudah ditinggalkan.(*)

Mengandeng Pihak Swasta, Sarana Permanen

Untuk meningkatkan kulitas para pelajarnya, Yayasan Perguruan Taman Siswa cabang Lubuk Pakam mengandeng pihak ketiga. Pelajar yang menimba ilmu di bidang kejuruan dapat mengikuti kegiatan praktek di perusahaan-perusahaan terkenal yang telah ada ikatan kerjasama.

Bahkan tak jarang dari kegiatan belajar praktek itu para pelajar ditawari berkerja di tempatnya praktek. Ada sekira 25 perusahan swasta menjalin kerjasama dengan yayasan yang mengutamakan skill itu. Mulai PT United Traktor bahkan dengan PT Akik Elektrik jalinan kerjasama juga dibuat. Tujuannya semua untuk meningkatkan kualitas para pelajar. Soalnya bila hanya belajar teori tanpa didukung oleh kerja praktek diperkirakan akan sia-sia.

Bukan itu saja, meski memiliki gedung serta sarana yang permanen. Yayasan Perguruan Taman Siswa juga menyediakan tenaga pendidik lulusan strata satu lulusan perguruan tinggi negeri dan swasta.

Selain itu, pihak yayasan pergurusan menyediakan biaya beasiswa kepada tenaga pendidikanya yang hendak melanjutkan sekolah sampai pasca sarjana. “Bila ada yang mampu yayasan boleh saja membantu,” bilang Kepala Sekolah Perguruan Taman Siswa, KI Ngadino TA. SPd.

Untuk saat ini, ada sekitar 70an tenaga pendidik yang mengajar secara permanen di yayasan tersebut. Selain itu, di antara tenaga pengajar itu, ada yang bersetatus PNS yang diperbantukan mengajar di sekolah swasta.
Meski mendapat bantuan di bidang tenaga pengajar. Yayasan Perguruan Taman Siswa cabang Lubuk Pakam, sangat jarang menerima bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan. Sehingga seluruh pelaksanaan pembangunan fasilitas serta sarana dilakukan dengan dana mandiri melalui sumbangan orang tua siswa.(btr)

Sevilla Sukses Menahan Barcelona

SEVILLA-Tim peringkat pertama La Liga Primera Barcelona pulang dengan hanya mengantongi satu poin dari lawatan ke Sevilla. Sempat unggul lebih dulu, The Catalans harus puas dengan skor akhir laga 1-1.
Dalam pertandingan yang digelar di Ramon Sanchez Pizjuan, Senin (14/3) dinihari WIB Barca lebih dulu unggul melalui Bojan Krkic di menit 30. Tuan rumah kemudian mampu menyamakan kedudukan lewat Jesus Navas di menit keempat babak kedua.

Hasil imbang ini membuat keunggulan Barca atas Real Madrid di posisi kedua terpangkas menjadi lima poin, dari yang sebelumnya tujuh. Carles Puyol cs sementara mengumpulkan 75 angka.
Kendati dapat hasil yang kurang memuaskan Josep Guardiola, entrenador Barcelona menolak menjadikan wasit sebagai kambing hitam.

Memang, laga kemarin diwarnai beberapa keputusan yang dianggap merugikan kubu Barcelona. Selain gol Lionel Messi yang dianulir di menit delapan, tim tamu juga dirugikan karena ada beberapa klaim penalti yang tak dikabulkan sang pengadil.

Meski begitu, Guardiola tak lantas menyalahkan wasit atas hasil tak memuaskan yang didapat pasukannya. Mengkritik korps baju hitam disebutnya tak pernah dilakukan pelatih Barcelona.
“Sebuah institusi seperti Barcelona dan wasit selalu bekerja dengan kemampuan terbaiknya. Saya tak mau berkomentar soal gol Messi yang dibatalkan,” sahut Guardiola di Marca.

Terkait performa anak didiknya, Guardiola mengaku puas dengan apa yang ditampilkan Andres Iniesta dkk, terutama di babak pertama. (bbs/jpnn)

Semifinal, Derby Manchester

MANCHESTER- Sebuah gol dari Micah Richards memberi Manchester City kemenangan 1-0 atas Reading dan tiket ke babak semifinal. Lawan yang sudah menunggu The Citizens adalah saudara sekota mereka, Manchester United.
City harus berjuang keras sebelum memastikan meraih kemenangan saat menjamu Reading di babak perempatfinal Piala FA. Meski tampil dominan dan punya banyak peluang, skuad besutan Roberto Mancini akhirnya cuma unggul 1-0 lewat gol Richards di menit 74.

Hasil ini mengantar City lolos ke babak semifinal. Berdasar hasil undian yang dilakukan beberapa jam lalu, The Citizens dipastikan menghadapi MU. The Red Devils masuk ke semifinal setelah mengandaskan Arsenal dengan 2-0.
Semifinal lainnya akan mempertemukan dua tim kuda hitam, yakni Bolton Wanderers menghadapi Stoke City. Bolton kemarin menumbangkan Birmingham City dan Stoke beberapa jam lalu menyungkurkan West Ham United.
Nah, menatap laga ini Roberto Mancini, tactician Manchester City  mengaku kalau skuadnya masih kalah dibanding The Red Devils.

Di dua pertemuan kedua tim musim ini, City selalu gagal
mengalahkan saudara sekotanya itu. Setelah bermain imbang tanpa gol di City of Manchester Stadium, Carlos Tevez cs kalah 1-2 saat melawat ke Old Trafford.

Terkait pertemuan dengan United di babak semifinal pada awal Mei mendatang, Mancini mengaku kalau skuadnya kini masih tipis berada di bawah MU. Dia yakin kalau baru musim depan kedua tim akan punya kekuatan yang seimbang.

“Itu semifinal yang hebat. Anda akan lihat bagaimana itu sangat berarti untuk fans. Kami saat ini sangat dekat dengan skuad tim papan atas tapi kami butuh untuk lebih mengembangkan kemampuan,” sahut Mancini di Skysports.
Dengan laga akan dilangsungkan di tempat netral, Wembley Stadium, Mancini masih menyimpan keyakinan akan kemampuan pemainnya menjungkalkan ‘Setan Merah’. Apalagi pada pertemuan terakhir di Old Trafford mereka nyaris menundukkan tuan rumah.

“Penting buat kami telah memainkan pertandingan yang baik di Old Trafford pada pertemuan terakhir dan kami punya kesempatan untuk menang, seperti mereka,” yakin Mancio. (bbs/jpnn)

Inter Berterimakasih kepada Bari

Hasil imbang yang ditorehkan Inter Milan ketika melawan Brescia tidak terlalu disoalkan sebab rival utamanya, AC Milan juga bermain imbang melawan juru kunci klasemen sementara Bari.

Maka itu, pihak Inter Milan tak lupa berterimakasih kepada Bari. Dengan demikian, Inter semakin membuka peluang mengejar Milan untuk perburuan scudetto musim ini.

Awalnya, semua pihak memprediksi Milan bakal menang melawan Bari apalagi laga itu digelar di kandang sendiri. Akan tetapi Rossoneri mendapat hasil di luar dugaan si pemuncak klasemen cuma mendapat hasil imbang 1-1. Laga ini juga menorehkan catatan negatif untuk Zlatan Ibrahimovic akibat menerima kartu merah.
Dengan hasil itu berarti jarak antara kedua tim kini menjadi lima poin dari kemungkinan tujuh. Ini berarti Inter masih berpeluang besar dalam persaingannya merebut Scudetto kontra rival se-kotanya tersebut.

“Kami tahu kami telah membuat sebuah kesalahan dalam hasil seri kami dengan Brescia pada hari Jumat. Tapi beruntungnya tim lain juga tergelincir,” ujar bek Inter Marco Materazzi dikutip Football-Italia.
“Kesempatan kami memenangi Scudetto masih sama seperti beberapa hari yang lalu. Kami memikirkan seharusnya kami bisa menang saat melawan Brescia tapi memang benar kalau Bari sudah memberi kami pertolongan besar pada hari ini,” timpal Dejan Stankovic.

Sedangkan pihak Milan, sangat menyesalkan hasil itu ditambah kartu merah striker andalan mereka, Ibrahimovic. “Kami menciptakan banyak peluang. Semua orang berharap menang, tapi kami masih lima poin unggul di posisi teratas dan itu tak perlu dikhawatirkan,” sahut Masimilliano Allegri, arsitek Milan usai laga. (net/jpnn)

Ring Satu SBY Disusupi Informan AS

JAKARTA- Pemberitaan surat kabar Australia The Age mengenai Presiden SBY yang mengutip bocoran kawat rahasia pemerintah AS menunjukkan adanya informan di lingkaran dekat SBY. Informan ini harus diamankan karena sangat berbahaya bagi negara.

“Pasti ada orang di lingkaran satu SBY menjadi informan Amerika Serikat. Orang itu membocorkan gerak-gerik Presiden, ini sangat berbahaya bagi negara,” kata Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, pada acara pernikahan Din Syamsuddin di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Minggu (13/3).
Muzani menyatakan, SBY tidak perlu panik dan kebakaran jenggot mengenai berita tersebut. Namun SBY harus mencari siapa yang menjadi informan AS tersebut. “SBY tidak usah gugup dan kebakaran jenggotn
Yang penting dia harus cari siapa orang itu,” imbuhnya.

Muzani mengatakan, hingga kini Kedutaan AS tidak pernah menyangkal substansi kawat rahasia mereka yang dibocorkan Wikileaks dan dikutip oleh surat kabar The Age. Kedubes AS hanya menyayangkan pemberitaan itu. “Kedubes AS tidak membenarkan atau menyalahkan substansinya. Mereka hanya menyayangkan bisa bocor,” sambung dia.

Sebelumnya koran The Age memuat Headline berjudul ‘Yudhoyono Abused Power’. Di artikel tersebut, dibeberkan tentang penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan oleh Presiden RI SBY. Tidak hanya itu, koran yang mengambil bahan berita dari kawat diplomatik Wikileaks itu, juga membeberkan korupsi penting SBY.

Pemberitaan Harian Australia The Age dan Sidney Morning Herald yang menyudutkan Presiden Susilo Bambang Yudhyono (SBY) dan sejumlah tokoh lain dinilai sebagai upaya untuk menyulut konflik di Indonesia. Berita yang bersumber Wikileaks itu disinyalir ingin menjadikan Indonesia seperti negara-negara di Timur Tengah.

Salah satunya, berita yang menuding Presiden SBY menggunakan intelijen untuk memata-matai dan menekan rival politiknya. “Saya tahulah Amerika mau ngerjain SBY. Masak kita mau diobrak-abrik terus sama Amerika. Yang aneh, kenapa berita itu baru diungkap sekarang,” kata mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), As’ad Said Ali dalam keterangan persnya yang dilansir sebuah situs berita, kemarin.

Menurut As’ad, tidak mungkin Badan Intelijen Negara (BIN) melakukan hal seperti itu. Apalagi dirinya mengenal baik sosok mantan Kepala BIN Syamsir Siregar. Tidak mungkin Syamsir melakukan hal itu seandainya ada perintah melakukan itu. “Pak Syamsir orangnya lurus dan jujur. Beliau punya integritas. Tidak mungkin kalau beliau mau melakukan pekerjaan memata-matai seperti itu. Sebab, itu melanggar prinsip demokrasi,” ungkap As’ad yang Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini.

Lebih lanjut As’ad mengungkapkan, Syamsir pernah meminta berhenti pada Desember 2007 dari jabatannya sebagai Kepala BIN tanpa alasan pasti. Namun, saat itu Presiden SBY menolak memberikan izin. “Asal tahu saja, Pak Syamsir justru mau mundur pada Desember 2007, tapi Pak SBY tidak mengizinkan. Saya juga pernah minta berhenti pada Desember 2008, tapi Pak Syamsir juga tidak mengizinkan,” tuturnya.

As’ad menambahkan, selama bertugas di BIN, dirinya tidak pernah merekrut orang untuk disusupkan di kementerian tertentu. Apalagi dimanfaatkan pihak penguasa untuk menekan orang lain. Menurutnya, tugas BIN memang untuk mencari informasi, tapi bukan menekan.

Dalam The Age edisi Jumat 11 Maret 2011 diberitakan, laporan lain Kedubes AS yang dibocorkan Wikileaks mengindikasikan SBY menggunakan BIN tidak hanya untuk memata-matai lawan politiknya namun juga untuk memata-matai sekutunya.

SBY dilaporkan menggunakan BIN untuk memata-matai kandidat presiden lain yang menjadi lawannya. Kegiatan ini tampaknya dimulai ketika SBY menjadi Menteri Koordinator Politik dan Keamanan di era pemerintahan Megawati. Di mengarahkan intelijen untuk melaporkan kegiatan kandidat presiden Jenderal Wiranto.

SBY juga pernah meminta Kepala BIN, Syamsir Siregar untuk memata-matai Yusril yang saat itu menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg). Tugas spionase itu diberikan SBY kepada Syamsir saat Yusril melakukan kunjungan rahasia ke Singapura. Saat itu, Yusril disebut-sebut bertemu dengan sejumlah pengusaha asal Cina.
Istana sudah membantah semua tudingan itu. Mulai dari Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Luar Negeri, Teuku Faizasyah, Staf Khusus Bidang Dalam Negeri Julian Aldrin Pasha, serta para menteri, termasuk putra bungsu SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) juga membantah.

Selain tudingan penyalahgunaan kekuasaan, The Age dalam informasi kawat diplomatik yang dibocorkan WikiLeaks mengatakan Presiden SBY melalui Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi mengintervensi hakim yang menyidangkan kasus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Hal ini ditampik Ketua DPP PKB Helmy Faizal Zaini.

“Terkait tuduhan itu, sama sekali tidak mendasar. Seharusnya dibuktikan di pengadilan. Tidak bisa sembarangan menuduh,” kata Helmy di Kantor PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta, Minggu (13/3).

Apalagi, sumber itu, keluar dari orang asing. Sebab bagi dia, tidak seharusnya orang asing ikut campur dalam urusan dalam negeri negara lain. “Berita tersebut dikeluarkan tanpa sumber yang jelas, berita yang tidak mendasar. Kalau mau Wikileaks datang tabayyun,” sambung Helmy.

Dia lantas menuturkan tentang sengketa parpol. Di dalam UU Parpol, sengketa parpol bisa ditempuh melalui 3 jalur yakni musyawarah mufakat, menunjuk pihak ketiga, dan jika belum juga menemukan penyelesaian maka beru ditempuh tahap akhir melalui jalur pengadilan. “Kita sudah melalui proses yang begitu panjang. Tidak ada abuse of power atau intervensi dari pemerintah,” sambung pria yang menjadi Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal ini.
Dia menambahkan, keikutsertaan PKB dalam koalisi karena ingin bersama-sama mendorong kebijakan yang pro kepada rakyat.

Dituliskan dalam The Age, Jumat (11/3) bahwa kawat Kedutaan AS juga menyatakan bahwa SBY melalui Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi untuk ‘mengintimidasi’ setidaknya satu hakim pengadilan dari kasus sengketa kepengurusan PKB 2006. Sudi meminta pada hakim untuk tidak memenangkan PKB Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.
“Menurut kontak kedutaan, Sudi mengatakan kepada hakim ‘jika pengadilan membantu (Wahid) itu akan seperti membantu untuk menggulingkan pemerintah’,” tulis The Age.

Namun intervensi dari ‘tangan kanan SBY’ itu tidak berhasil dalam arti langsung karena, menurut sumber-sumber di Kedubes AS yang berhubungan dekat dengan PKB dan pengacara yang terlibat dalam kasus ini, pendukung Gus Dur menyuap hakim. “Pendukung Wahid membayar hakim dengan uang suap Rp3 miliar untuk putusan yang memberikan kontrol pada PKB Wahid bukannya faksi pembangkang,” tulis The Age.

Namun, tujuan strategis SBY dicapai melalui tekanan eksternal saat Gus Dur pada ‘posisi genting’ yang akhirnya membuat PKB Gus Dur mendukung pemerintah.

Seperti diketahui, PKB mengalami konflik internal yang akhirnya memecah PKB jadi 2. DPP PKB Kubu Gus Dur yang juga didukung Muhaimin Iskandar hasil Muktamar Semarang menggugat keabsahan Muktamar PKB di Surabaya serta menggugat Alwi Sihab dan kawan-kawan telah secara tidak sah menggunakan logo dan atribut PKB.
Namun akhirnya PKB Gus Dur mendukung pemerintahan Presiden SBY, apalagi masih memiliki 3 perwakilan di kabinet SBY yaitu Menteri Tenaga Kerja Erman Suparno, Menteri Percepatan Pembangunan Kawasan Tertinggal Saifullah Yusuf, dan Zanuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid yang menjadi staf ahli presiden.(net/bbs/jpnn)

Kepres Nonaktif Syamsul Masuk Meja Presiden SBY

Hari Ini Disidang, Dipimpin Hakim Tjokorda

JAKARTA- Kalau tak ada aral melintang, sidang perdana perkara dugaan korupsi APBD Langkat dengan terdakwa Gubernur Sumut Syamsul Arifin, digelar Senin (14/3) hari ini pukul 09.00 WIB. Sidang perdana di pengadilan tindak pidana korupsi ini mengagendakan pembacaan materi dakwaan oleh jaksa penuntut umum (JPU) yang dipimpin Chaterina Girsang. Sedang hakim pengadilan tipikor akan dipimpin Tjokorda Rae Suamba.

Dengan digelarnya sidang perdana ini, maka terhitung sejak hari ini, status Syamsul resmi sebagai terdakwa. Surat Keputusan Presiden (Keppres) penonaktifan Syamsul dari jabatannya diperkirakan hari ini sudah masuk ke meja presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk diteken.

Dirjen Otda Kemendagri Djohermansyah Djohan, Jumat (11/3) lalu menjelaskan, pihaknya sudah memasukkan draf Keppres ke Sekjen Kemendagri, Diah Anggraeni. “Senin mungkin sudah ke Pak Menteri, lantas diteruskan ke setneg dan lanjut ke presiden,” ujar Djohermansyah kemarin.

Dia yakin prosesnya di Kantor Setneg tidak lama. Terlebih, kata Djohermansyah, dia sudah meminta agar proses penerbitan Kepres penonaktifan Syamsul bisa cepat. “Saya sudah koordinasi dengan setneg agar diprioritaskan,” terang mantan Deputy Setwapres Bidang Politik itu.

Sementara, seperti sudah disampaikan, pengusulan tiga kandidat Sekdaprov Sumut yang diajukan Syamsul Arifin masih menggantung dan belum menemui titik final. Tiga kandidat Sekda yang diajukan tetap harus diproses sesuai aturan, sebab Syamsul yang belum dinonaktifkan masih berhak mengajukan nama calon.

Namun, lanjutnya, tatkala proses di Tim Penilai Akhir (TPA) belum selesai, Gatot Pudjonugroho yang tak lama lagi menjadi Plt Gubernur Sumut, diberi kesempatan membicarakan lagi masalah pencalonan sekda itu. “Wagub nanti (jika sudah menjadi Plt Gubernur, Red), konsultasi ke kemendagri untuk dijadikan pertimbangan. Nanti juga kita panggil untuk diberi arahan terkait jabatannya sebagai Plt Gubernur. Yang penting roda pemerintahan di Sumut bisa berjalan dengan baik,” ujar Guru Besar Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) itu.

Seperti diberitakan, tiga kandidat Sekdaprovsu pada 8 Maret 2011 menjalani fit and proper test di kantor Kemendagri, Jakarta. Ketiganya adalah Kadis Pendapatan Daerah Pemprovsu Syafaruddin, Kadis Pendidikan Pemprovsu Saeful Safri dan Penjabat Bupati Madina Aspan Sofyan Batubara. Ketiganya secara bergantian diuji oleh lima pejabat tinggi kemendagri, yakni Sekjen Kemendagri Diah Anggraeni selaku ketua tim, Dirjen Otda Kemendagri Djohermansyah Djohan, Dirjen Kesbangpol Kemendagri Tanribali Lamo, Kabandiklat Kemendagri Tarmizi Taher, dan Irjen Maliki Heru Santosa. Menurut Djohermansyah, hasil fit and proper test sudah disampaikan ke TPA. Hanya saja, proses di TPA bisa berbulan-bulan.

Di sisi lain, tim pengacara Syamsul dari Alfonso and Partner menyatakan kesiapan menghadapi sidang hari ini. “Sebagai pengacara, kita akan total melakukan pendampingan,”  ujar Samsul Huda, anggota tim pengacara Syamsul kepada wartawan koran ini.

Dalam persidangan Syamsul akan didampingi sebanyak 11 orang tim kuasa hukumnya. “Pak Syamsul sudah siap,” kata Syamsul Huda.

Dalam menghadapi dakwaan JPU di persidangan nanti, Syamsul Huda menyatakan siap melakukan pembelaan secara maksimal dan merespon dakwaan yang disusun penyidik. “Kita akan merespon, kita meminta JPU membuka seluruhnya di persidangan,”ujarnya.

Menurutnya, ada beberapa hal penting yang harus diungkap terkait sejauh mana tanggungjawab dan tugas Syamsul sebagai Bupati Langkat dalam pengelolaan APBD. Sebab, sebagai bupati, secara teknis ada hal-hal yang tidak dipahami Syamsul Arifin tetapi hanya diketahui stafnya. “Nanti akan kita buka di persidangan kelemahan kelemahan dakwaan tersebut,” paparnya.

Buyung Diperiksa

Di tempat terpisah, tersangka lain dalam kasus yang sama, mantan Bendahara Pemkab Langkat Buyung Ritonga, juga dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Sumut (Kejatisu) pekan ini. “Jadwalnya minggu ini kami periksa. Berkasnya sudah ada kami terima,” ucap Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut (Kajatisu) Sution Usman Adji, Minggu (13/3).

Menurut Sution, pemeriksaan Buyung baru bisa dilakukan saat ini karena sudah selesainya pemeriksaan Syamsul oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain itu, seluruh dokumen dan bukti yang diperoleh KPK telah dipinjam ke penyidik kejaksaan. “Kami sudah terima dokumen dan BAP nya dari KPK. Cukup banyak ada sekitar 1.000 halaman dan sedang dipelajari,” jelasnya.

Terkait status Buyung yang tidak ditahan, dia bilang tersangka masih kooperatif dalam menjalani pemeriksaan dari penyidik. “Kita lihat nanti, sejauh ini dia (Buyung) masih kooperatif,” kata Sution. Dasar penetapan tersangka terhadap Buyung Ritonga mengacu kepada adanya bukti hasil audit BPK RI terkait APBD 2000-2007 dengan kerugian negara tercatat sebesar Rp102,7 miliar. Dimana, bukti laporan pertanggungjawaban keuangan terbukti ada penyimpangan anggaran.

“Kita harapkan bisa cepat disidangkan. Karena BAP Syamsul kan sudah lengkap disidik KPK,” pungkas Sution.

Beban Gatot Semakin Berat

Partai pendukung Syamsul-Gatot Pudjo Nugroho (Syampurno) juga belum bersikap. Ketua DPD Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumut Fadly Nurzal kepada Sumut Pos menyatakan, partainya belum memiliki agenda pembicaraan arah koalisi.

“Kita belum ada membicarakan arah koalisi pendukung Syampurno. Syampurno itu satu paket, dan kami tetap pada komitmen sesuai visi dan misi Syampurno yang telah dilegitimasi DPRD Sumut,” katanya.
Sementara itu, peneliti pemerintahan lokal dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) DR Syarif Hidayat berpendapat, Gatot harus berani memutasi jabatan dengan pendekatan persuasif. Jika mutasi dilakukan secara revolusioner, membabat habis anasir-anasir klan Syamsul, kata Syarif, justru bisa berakibat fatal yakni berhentinya kinerja di birokrasi.

Intinya, lanjut Syarif, sebelum memutasi, Gatot harus membuat parameter penilaian yang tegas berdasarkan prinsip akuntabilitas dan transparansi. “Siapapun, misalnya pejabat itu berasal dari klannya Syamsul, jika parameternya jelas, maka ketika dia dimutasi, tidak akan mengganggu birokrasi,” ujarnya mengingatkan Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Rafdinal SSos menilai, ada ekses dari persidangan Gubsu Syamsul Arifin terhadap laju pemerintahan di Sumatera Utara.

Dampak pertama adalah memberi kejelasan terhadap pemerintahan di Sumatera Utara, di mana setelah naiknya status Gubsu Syamsul Arifin menjadi terdakwa, maka Wagubsu Gatot Pudjo Nugroho menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu yang juga akan menjadi Gubsu definitif, yang pada akhirnya mengemban amanah penuh untuk mengambil kebijakan dan sebagainya.

Kedua adalah memberi kejelasan terhadap status hukum dari Gubsu Syamsul Arifin sendiri, apakah bersalah atau tidak. Yang ketiga adalah menjadi syok terapi bagi para pejabat lain untuk tidak melakukan hal yang sama. Karena, dengan munculnya kasus yang melibatkan Gubsu Syamsul Arifin ini, secara otomatis membuat masyarakat Sumatera Utara menjadi ironi.

Bagaimana tidak, atas dasar itu pula pada akhirnya membuat Sumut mendapat predikat sebagai provinsi terkorup.
Ketua Forum Masyarakat Peduli Sumatera Utara (Formapsu) Awaluddin mengaku, dengan disidangnya Gubsu Syamsul Arifin menunjukkan sudah ada keputusan hukumnya yang kemudian membuat wagubsu secara konstitusi menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu, yang kemudian akan menjadi definitif.

Hanya saja, kata Awaludin, tipikal dari Gatot selama ini terkesan belum bisa membangun komunikasi politik antara eksekutif dengan legislatif.

“Kalau Gubsu Syamsul Arifin, tidak diragukan bisa membangun komunikasi politik dengan pihak legislatif, sehingga jaringannya luas. Seharusnya, Gatot juga bisa seperti itu untuk menguatkan dirinya dalam pemerintahan mendatang,” jelasnya.

Dikatakannya lagi, Gatot juga megemban tugas yang cukup berat ketika ditilik dari janji politik dirinya dengan Syamsul Arifin saat maju dalam Pilgubsu 2008 lalu. “Pekerjaan rumah (PR) yang cukup berat adalah merealisasikan visi dan misi Rakyat Tidak Lapar, Rakyat Tidak Bodoh dan Rakyat Tidak Sakit. Ini adalah komitmen paket yang harus dijalankan oleh Gatot. Saya pikir, sejauh ini yang terealisasi lebih kurang sebesar 50 persen. Jadi, 50 persen sisanya berada di tangan Gatot pada masa pemerintahan mendatang,” terangnya.

Gatot juga harus menghitung kekuatan pengaruh Syamsul di dewan.  Bukan tidak mungkin, orang-orangnya Syamsul yang mendapatkan jabatan empuk juga disokong politisi di dewan. Jika politisi direcoki, Gatot juga bakal balik direcoki dalam interaksi kerja dengan dewan.

Kedua, menyangkut pencalonan sekda. Ini yang justru paling rawan. Tiga kandidat sekda yang hasil fit and proper test-nya sudah dimasukkan ke Tim Penilai Akhir (TPA yakn Kadis Pendapatan Daerah Pemprovsu Syafaruddin, Kadis Pendidikan Pemprovsu Saeful Safri, dan Penjabat Bupati Madina, Aspan Sofyan Batubara.

Gatot: Yang Terpenting Bekerja Untuk Sumut

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Gatot Pudjo Nugroho mengaku, belum menerima surat bahwa Gubsu Syamsul Arifin akan disidang, Senin (14/3) hari ini.

“Saya pikir kita masyarakat Sumut menjaga suasana kekondusifitasan informasi yang beredar di media. Tapi secara pribadi, saya belum mendapatkan surat mengenai itu. Yang terpenting dari itu semua, saya pikir kami mengajak masyarakat Sumatera Utara untuk menjaga kondusifitas di Sumatera Utara dalam tahap-tahap berikutnya,” ujar Gatot saat dikonfirmasi Sumut Pos di sela-sela acara peresmian Sekretariat Xpedition Trail Mania Indonesia (Xtrim) Sumut, di Jalan Balam No 42 Medan Sunggal, Minggu (13/3).

Gatot juga membantah dirinya memiliki konflik pribadi dengan Syamsul Arifin. “Tidak ada,” katanya singkat. “Jadi, sekarang yang terpenting bekerja untuk Sumut,” tambahnya.(sam/rud/ari)

2 Personel Kangen Band Tertahan

Setelah personel Kangen Band ditangkap di base camp di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu dini hari, kemarin lima orang sudah diperbolehkan pulang.

Empat di antara lima orang tersebut adalah Dodhy, Bebe, Iim, dan Tama. Sementara itu, sang vokalis Andhika dan Izzy (keyboardist) masih menjalani pemeriksaan di Unit II Direktorat IV Narkotika Mabes Polri di gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur.

Menurut Ferry Juan, pengacara Kangen Band, lima orang yang dipulangkan tersebut diketahui tidak terbukti menggunakan ataupun memiliki narkoba. Seperti diberitakan, di base camp Kangen Band ditemukan 30 gram ganja dan pohon ganja dalam pot setinggi 4 cm. “Dari hasil tes urin, lima orang yang pulang tidak terbukti,” katanya, kemarin (13/3). Menurut Ferry, para personel band asal Lampung tersebut membantah memiliki tanaman ganja.
“Yang beli orang lain. Inisial pelakunya A. Katanya, dia beli karena ingin tahu bentuk tanaman ganja asli itu seperti apa. Jadi, ya dia yang harusnya bertanggung jawab. Bukan anak Kangen Band kok yang beli,” tuturnya. Inisial A yang disebut oleh Ferry diduga adalah supir band.

Dibandingan dengan yang lain, Andhika tentu lebih khawatir saat ada penangkapan itu. Sebab, sebelumnya dia terlibat kasus pemukulan seorang rekan. Karena kasus tersebut, dia dijatuhi hukuman empat bulan penjara dengan masa percobaan delapan bulan. Artinya, hingga Agustus 2011 Andhika tidak boleh terlibat kasus apa pun jika tidak ingin dipenjara.

“Kalau soal itu, ya nanti ditunggu dulu hasil pemeriksaannya bagaimana. Andhika terbukti bersalah atau tidak (di kasus kepemilikan ganja),” ucapnya.

Leksi selaku road manager Kangen Band menyatakan tidak tahu soal penangkapan tersebut. Sebab, dia tidak berada di base camp saat penangkapan terjadi. “Makanya, kalau ditanya tentang barang bukti itu, saya juga tidak tahu. Bentuknya yang di pot seperti apa juga tidak lihat. Lagi pula, saya nongkrong di situ kalau ada masalah kerjaan saja,” terangnya. Dia juga mengatakan tidak seluruh personel Kangen Band tinggal di base camp. Hanya Andhika, Bebe, dan Izzy yang tinggal di situ.

Gara-gara masalah itu, dia mengatakan beberapa kontrak band tersebut terganggu. “Itu pasti. Ada beberapa yang dibatalkan. Harus bagaimana lagi. Kami juga kaget,” ungkapnya. Namun, sejauh ini dia belum bisa menghitung berapa kerugian karena pembatalan kontrak manggung. “Soalnya, masih simpang siur juga kan. Nanti kalau sudah final keputusannya, baru bisa kami tahu kerugiannya,” tambahnya. (jan/c10/tia/jpnn)

Putuskan Menikah Ketika di Madinah

Pernikahan Din Syamsuddin-Novalinda Jonafrianty

Ratusan tamu undangan memadati Gedung Dakwah PP Muhammadiyah. Mereka hadir di hari bahagia Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Kemarin (13/3), akad nikah Din dan
Novalinda digelar.

Akad nikah dilangsungkan di Masjid Taqwa Muhammadiyah, di kompleks Gedung Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat.

Din tampak sumringah dengan balutan kemeja putih dan jas abu-abu. Din juga mengenakan dasi merah dan peci hitam. Sebelum akad nikah digelar, Din mengobrol dengan para tamu yang datang. Di antara ratusan undangan yang datang tampak Menko Perekonomian, Hatta Rajasa, Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, mantan Menkes Siti Fadilah Supari, mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris, dan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.
Tampak pula tamu dari kalangan artis seperti pelawak Tarzan dan pesinetron Inneke Koesherawati. Ketua MPR, Taufiq Kiemas juga hadir dalam acara dan bertindak sebagai saksi. Ketua DPD Irman Gusman juga menjadi saksi dalam acara tersebut.

Sedangkan sang mempelai wanita, Novalinda Jonafrianty, anggun dengan balutan baju dan penutup kepala putih. Saat ijab kabul digelar, anak-anak Din hadir. Mereka duduk di belakang kedua mempelai.

Dari pintu masuk Gedung Dakwah Muhammadiyah telah dipasang tenda hingga belakang Masjid Taqwa. Tamu undangan tersebar di masjid dan di gedung. Novalinda adalah perempuan berstatus janda dan masih kerabat almarhumah Fira Beranata, istri Din yang meninggal dunia 7 bulan lalu.
Novalinda adalah sepupu Fira. Saat ini, Nova yang berlatar belakang pendidikan hukum, adalah seorang notaris yang tinggal di Gresik, Jawa Timur. Dia lulusan Fakultas Hukum Unair tahun 1998. Meski tinggal di Gresik,  namun Nova berasal dari Bukit Tinggi, Sumatera Barat.

Menurut kerabat dekatnya, Din yang saat ini berusia 53 tahun baru membuat keputusan akan menikahi Novalinda seminggu lalu, tepatnya setelah pulang umroh.
Din tidak akan berbulan madu. Sebab bagi Din, pernikahannya kali ini adalah pernikahan lansia.
“Ini kan pengantin lansia, kakek-nenek. Nggak ada bulan madu. Alamiah sajalah. Besok lusa saya sudah ada kegiatan organisasi,” kata Din, usai syukuran pernikahannya di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (13/3).

Din menuturkan, secara pribadi dirinya telah menyampaikan kepada perempuan yang akrab disapa Linda itu bahwa dirinya tidak hanya membutuhkan seorang istri namun juga pendamping dan mitra. Dia pun menyampaikan, dirinya membutuhkan santunan psikologis.

“Sejak kepergian almarhum istri tercinta, sebagai laki-laki normal tentu sewaktu-waktu saya ingin menikah lagi,” tambah Din.

Dia menuturkan, ada banyak nominasi usulan dari promotor-promotor dan banyak proposal yang ditujukan padanya. Semua proposal itu disampaikan dengan niat baik. Kemudian saat umroh pada Februari lalu, Din bermunajat agar dikirim pendamping yang baik baginya.

“Sama sekali Novalinda itu di luar permintaan saya. Di Madinah tiba-tiba muncul proses rasional. Saya putuskan untuk melamar Mbak Linda. Dia juga nggak menyangka,” sambung Din.

Menurutnya, hal yang baik tidak boleh ditunda-tunda, termasuk dalam urusan menikah. Niat untuk menikahi Linda dikemukakan 3 minggu sebelum pernikahan. Din berharap, perkawinannya yang kedua ini ini merupakan yang terakhir baginya dan bagi Linda.

“Dalam rumah tangga kalau ada perbedaan karena sudah tua Insya Allah bisa diselesaikan. Doakan semoga tidak ada konflik,” ucap Din dengan wajah sumringah.
Dia menambahkan, setelah menikah, mereka akan tinggal di rumah yang tidak jauh dari rumah Din di bilangan Pejaten, Jakarta Selatan. Mulai malam ini, Din dan Linda akan tinggal bersama di rumah itu.
Soal keturunan, Din tidak ingin memiliki target. “Kalau masalah keturunan biar mengalir begitu saja. Itu kan amanat dari Allah. Umur saya sekarang 52, ya kalau masih boleh saya terima,” ujarnya.

Sementara itu Linda mengatakan, dirinya berusaha semaksimal mungkin untuk menempatkan diri dan berusaha menjadi istri yang baik. “Saya berusaha bisa menempatkan diri. Profesi saya sebagai notaris dan pendamping hidup, saya berusaha semaksimal mungkin jadi istri yang baik. Saya kenal Pak Din sudah lama. Almarhumah (Fira, istri Din sebelumnya) kan sepupu saya, insya Allah saya yakin,” kata perempuan cantik berkerudung putih ini. (net/bbs/jpnn)