29 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 15571

Dendam Derby

MEDAN-Pertandingan Derby Medan, Pro Titan FC kontra PSMS Medan akan kembali tersaji di Stadion Teladan Medan, Senin (14/03) sore sekitar 15.30 WIB. Pada putaran pertama, PSMS berstatus tuan rumah  namun sore ini mereka menjadi tamu di kandang sendiri.

Dalam putaran pertama, Pro Titan FC taklukkan dari PSMS Medan dengan skor 2-0. Jelas skuad Dirk Buitelar tidak menginginkan hasil tersebut terulang kembali.

Apalagi berstatus tuan rumah di kandang yang sama.
Pelatih Kepala Pro Titan Dirk Buitelar mengusung dendam untuk mengimpaskan hasil yang pernah mereka raih di putaran pertama.”Saya tidak sabar menantikan laga (melawan PSMS) ini,” seru Dirk Buitelar kepada wartawan, Minggu (13/3).

Tim berjuluk Kuda Pegasus kini merasa optimis akan merevans kekalahan yang pernah mereka alami pada putaran pertama Divisi Utama Liga Indonesia Rabu (12/01) lalu itu.

Dirk Buitelar sangat antusias terhadap Derby ini, bahkan pelatih asal Belanda tersebut membandingkan pertandingan nanti layaknya Manchester United melawan Manchester City di Inggris.

“Saya tidak sabar menantikan laga (melawan PSMS) ini, teman-teman saya di Belanda juga mengikuti perkembangan Pro Titan melalui website,” ungkap Dirk Buitelar.

Keyakinan tersebut diperkuat dengan hadirnya mantan pemain PSMS yang sekarang membela Pro Titan, Mario Costas yang dipastikan turun dalam pertandingan nantinya.

Seperti yang pernah disampaikan Pelatih Fisik Pro Titan, Dick Buitelaar sebelumnya yang mengaku jika dirinya tak sabar untuk menyaksikan secara langsung penampilan pemain asing asal Argentina tersebut.
“Costas pemain yang sangat bagus, apalagi dia juga cepat beradaptasi dengan tim, selain itu dia juga tidak asing dengan Teladan sehingga diharapkan dia akan bisa membantu tim ini lebih berkembang” ungkapnya.
Rasa optimis bisa mendulang nilai penuh juga disampaikan Sekretaris Tim PSMS Medan Fityan Hamdi dalam temu pers di Jalan Sindoro Medan.

PSMS yang berhasil mengalahkan Pro Titan sebulan yang lalu tersebut di Stadion Teladan Medan dengan skor 2-0 tidak akan merubah pola permainan ciri khas PSMS yang terkenal keras namun sportif mencari kemenangan.
“Meskipun dalam laga sebelumnya kita menang namun kita harus tetap waspada.
Mengingat Pro Titan kini telah banyak berubah semenjak kehadiran beberapa pemain lokal dan ditambah dua pemain asing yang sudah tahu betul tentang sepakbola Indonesia,” sebutnya. (uma)

Gara-gara Curi Kabel

Dua anak baru gede (ABG) yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung terpaksa berurusan dengan polisi. Pasalnya, mereka nekat menyikat besi dan kabel milik Hasyim (32), warga Jalan Illeng, Kelurahan Rengas Pulau, Medan Labuhan, yang berada di halaman rumahnya.

Kejadian tersebut bermula saat kedua pelaku Rico (13) dan Robert (13), warga Lorong 7, Kelurahan Sei Mati, Medan Labuhan, melintas di Jalan Illeng dan melihat rumah Hasyim dalam keadaan sepi. Lantas, keduanya masuk memalui pagar depan dan mengambil kabel dan besi yang ada di halaman rumah tersebut dan memasukkannya ke goni yang mereka bawa.

Tak lama kedua ABG ini pergi, Hasyim keluar dan melihat kabel dan besi miliknya sudah hilang. Dia pun keluar dan bertanya kepada tetangganya. Seorang tetangga mengaku melihat dua orang masuk ke halaman rumahnya dengan membawa goni.

Menerima informasi tersebut, korban langsung melakukan pengejaran. Tepat di Jalan Titi Pahlawan, Hasyim menemukan kedua ABG ini dan langsung menyergapnya.

Selanjutnya, keduanya dibawa ke Polsek Labuhan Deli untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.(mag-11)

Walau Kami Tua, tapi tak Kalah Saing…

Majelis Taklim Forum Silaturahmi Kota Medan Gelar Lomba Busana Muslim Lansia

Seakan tak ingin kalah dengan anak-anak remaja masa kini, sejumlah wanita lanjut usia (lansia) berlenggak lenggok di atas catwalk (panggung, Red). Mereka memamerkan busana yang mereka kenakan, layaknya peragawati dengan busana rancangan desainer ternama.Seperti apa?

Bagus Syahputra, Medan

Jangan harap Anda dapat melihat wanita dengan bodi bahenol di acara Perlombaan Busana Muslim yang digelar di Auditorium Unversitas Al-Washliyah Jalan SM Raja oleh Majelis Taklim Forum Silaturahmi Kota Medan ini. Rata-rata pesertanya terdiri dari wanita lansia dengan batas usia minimal 50 tahun yang berasal dari berbagai majelis taklim atau pengajian di Kota Medan, Deli Serdang dan Labuhan Batu Selatan.

Sebelum tampil, ke-54 peserta dirias oleh anak-anak dan cucu-cucu mereka. Mereka di dandani di samping Auditorium Universitas Al-Washliyah dengan make up seadanya.

Satu per satu peserta dipanggil oleh MC. Dengan percaya diri, mereka mereka menunjukkan kebolehannya melenggak lenggok di atas panggung memamerkan busana terindah yang mereka kenakan di depan dewan juri dan penonton. Sontak para penonton memberi aplaus atas penampilan mereka. Tak jarang, aksi mereka juga membuat penonton ketawa.

Peserta yang menjadi pusat perhatian saat itu adalah Jariah yang kini berusia 77 tahun. Dia menjadi peserta tertua dalam acara ini. Dengan busana batik warna kuning keemasan dipadu dengan jilbab berwarna hitam, ibu lima anak ini seakan tak ingin kalah dengan peserta lainnya.

Dia melenggak-lenggok di atas panggung tanpa sedikit pun demam panggung, membuat penampilan nenek yang bercucu 16 orang dan cicit 22 orang ini lebih sempurna. “Saya ikut Perlombaan Busana Muslim Lansia ini hanya ingin menunjukkan kecantikkan saya. Walau saya tua, tapi tidak kalah saing dengan yang lain. Saya tidak mengharap juara, hanya berpartisipsi saja dengan busana dan make up seadanya,” ujar Jariah yang mengaku tinggal di Jalan Karya Medan.

Dalam acara ini, panitia menyiapkan hadiah bagi Juara I berupa uang tunai Rp500 ribu, Juara II Rp400 ribu dan Juara III Rp300 ribu.

Menurut Panitia Pelaksanan, Hikmatul Fadillah, acara ini dilaksanakan setiap tahun dan tahun ini merupakan tahun ketiga. “Acara ini kita laksanakan untuk membangkitkan rasa percaya diri dan silaturahmi sesama kaum ibu lanjut usia. Acara ini agak sedikit unik, biasanya peserta busana muslim itu diikuti anak-anak atau remaja, namun kali ini pesertanya wanita lansia dari pengajian yang ada di Kota Medan, Deli serdang dan Labuhan Batu Selatan,” bebernya lagi.(*)

Rahudman: Daudta tak Dipakai Lagi

MEDAN- Upaya penertiban ternak kaki empat di Kelurahan Tegal Sari Mandala II, Kecamatan Medan Denai akan terus dilakukan. Namun, upaya tersebut masih akan menunggu hasil rapat Muspida Plus Kota Medan.

“Kita Senin ini akan berkoordinasi dengan Muspida Plus untuk tindak lanjut penertiban ternak kaki empat. Kita tetap akan meneruskan itu,” ujar Wali Kota Medan Rahudman Harahap yang ditemui Sumut Pos di sela-sela acara peresmian Sekretariat Expedition Trail Mania Indonesia (Xtrim) di Jalan Balam No 42 Medan Sunggal, Minggu (13/3).

Bagaimana dengan upaya pembackingan oknum Wakil Ketua DPRD Medan August Napitupulu? Menjawab pertanyaan itu, Rahudman mengatakan, dirinya sendiri akan melakukan komunikasi dengan pihak pimpinan dewan lainnya, khususnya Ketua DPRD Medan, Amiruddin.

“Kita akan komunikasikan dengan pimpinan dewan. Kita menyayangkan adanya upaya penghadangan dari anggota DPRD Medan itu,” katanya lagi.

Selain menyayangkan sikap Wakil Ketua DPRD Medan August Napitupulu, Rahudman juga mengaku kecewa dengan Asisten Pemerintahan (Aspem) Daudta Sinurat. Pasalnya, di saat terjadinya negosiasi antara warga dengan pihak Pemko Medan di Kantor Lurah Tegal Sari Mandala I, Daudta Sinurat bersama Kepala Bagian Hukum Pemko Medan Iwan Habibi tidak berada di lokasi. Bahkan, Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan (Distanla) Medan Ir Wahid sempat kecarian Daudta ketika berada di Kantor Camat Medan Denai.

Menurut Rahudman, Daudta tidak akan “dipakai” lagi dalam proses-proses lainnya. “Tidak usah pakai dia (Daudta, Red) lagi. Kita cari yang berani saja,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Medan Amiruddin kepada Sumut Pos berjanji akan berkoordinasi dengan pimpinan DPRD Medan lainnya, guna menyikapi keberadaan August Napitupulu pada pelaksanaan penertiban ternak kaki empat tersebut.

“Dalam waktu dekat, kita akan panggil yang bersangkutan, untuk mengklarifikasi keterlibatannya dalam penertiban tersebut,” katanya.(ari)

Nyonya Tua Kembali Kecewa

Cesena (2) v Juventus (2)

CESENA – Juventus kembali meraih hasil mengecewakan. Berhadapan dengan klub gurem Cesena kemarin dini hari (13/3), Juve harus puas dengan hasil seri 2-2. Hasil di Stadion Dino Manuzzi itu menjadikan Nyonya Tua – sebutan Juve – tidak pernah menang dalam empat laga terakhirnya.

Juve seharusnya pulang dengan kemenangan setelah Alessandro Matri dua kali membobol gawang Cesena di babak pertama. Masing-masing pada menit ke-18 dan 35. Berarti, dari tujuh kali membela Juve sejak diboyong dari Cagliari Januari lalu, Matri sudah mempersembahkan lima gol.

Pada menit ke-40, kiper Juve Gianluigi Buffon menjatuhkan Marco Parolo di kotak terlarang. Buffon beruntung tidak dikartu merah sekalipun Juve dihukum penalti. Luis Jimenez sukses menjadi algojo. Tiga menit berselang, barisan pertahanan Juve kembali melakukan error. Bek kanan Marco Motta menerima kartu kuning kedua karena dianggap menendang striker Cesena Emanuele Giaccherini.

Kalah kuantitas pemain menyebabkan Juve lebih banyak tertekan di babak kedua. Sekalipun Buffon tampil brilian dengan lima kali penyelamatan, gawang tim tamu akhirnya kebobolan. Parolo akhirnya memaksakan skor 2-2 sepuluh menit sebelum bubaran.

Raihan seri kemarin tak pelak makin menyudutkan posisi allenatore Juve Luigi Del Neri. Itu karena posisi Juve di klasemen sementara semakin berat untuk bersaing di zona Eropa atau minimal enam besar. Selentingan di Italia menyebutkan, Marcello Lippi akan segera menggantikan jabatan Del Neri.
Tapi, beberapa pemain Juve masih membela Del Neri. Winger Juve Simone Pepe misalnya. Dia mengatakan, seri melawan Cesena bukan hasil yang buruk-buruk amat. “Bermain dengan sepuluh pemain mengingatkan kami saat menghadapi Lecce. Kala itu kami kalah, sedangkan kini kami bisa meraih satu poin,” ungkap Pepe kepada Football Italia.
(dns/jpnn)

Massimo Ambrosini Ingin Reuni dengan Ancelotti

MASSIMO Ambrosini begitu identik dengan AC Milan. Itu karena sejak 1995, Ambrosini telah mengenakan kostum Milan. Di musim ini, Ambrosini dipercaya sebagai kapten Rossoneri – sebutan Milan – karena loyalitasnya. Namun, situasinya terancam berbeda musim depan.

Ambrosini mengisyaratkan hengkang seiring belum adanya tawaran perpanjangan kontrak dari Milan. Kontrak lama gelandang 33 tahun itu bakal habis Juni nanti. “Sekarang, semuanya bergantung Milan,” ungkap Moreno Roggi, agen Ambrosini, kepada Radio Sportiva.”Massimo seorang Milanista sepanjang hidupnya dan kini kapten Rossoneri. Dia masih ingin bertahan, tapi selama tidak ada kontrak baru, dia juga harus membuat keputusan,” tambahnya.
Roggi tidak menampik spekulasi bahwa Ambrosini ingin bereuni dengan mantan pelatih Milan yang kini menangani Chelsea, Carlo Ancelotti. Ancelotti diklaim media Italia telah mengontak Ambrosini untuk bisa satu tim lagi. Kemungkinannya tidak hanya di Chelsea, dengan catatan Ancelotti masih bertahan, melainkan juga bisa di AS Roma, klub yang dikaitkan dengan Ancelotti musim depan.

“Keduanya pernah bekerja sama bertahun-tahun dan saling respek satu sama lain sehingga wajar masih berhubungan. Namun, saat ini, saya tidak bisa mendiskusikannya mengingat saya tidak dalam kapasitas mengomentari urusan Carlo,” paparnya.

Setali tiga uang dengan Ambrosini, isyarat hengkang juga meluncur dari mulut Clarence Seedorf. Gelandang serang 34 tahun Belanda itu dikabarkan tidak terlalu akur dengan pelatih Milan Massimiliano Allegri. Seedorf beberapa kali dipasang di posisi bukan spesialisasinya.

Saat Milan menahan 0-0 Tottenham Hotspur di Liga Champions (9/3), Seedorf memang dimainkan sebagai gelandang jangkar menggantikan Andrea Pirlo yang  didera cedera panjang. “Tidak ada masalah antara saya dengan pelatih. Saya respek dengannya sehingga saya selalu menerima apapun keputusannya,” kelit Seedorf kepada Corriere della Sera.

“Tapi, saya memang tidak banyak bermain musim ini dan telah mendapat banyak tawaran (dari klub lain). Target saya hanya ingin meraih trofi kelima Liga Champions,” ungkap pemain yang telah menjuarai Liga Champions bersama Ajax Amsterdam, Real Madrid, dan Milan (dua kali) itu.
Seandainya harus kehilangan gelandang veteran macam Ambrosini dan Seedorf, Milan sebenarnya tidak akan merugi. Justru itu menjadi kesempatan untuk meremajakan skuad. Apalagi Milan memiliki beberapa gelandang muda potensial. Sebut saja Kevin-Prince Boateng, Alexander Merkel, dan Rodney Strasser.  (dns/jpnn)

Dua Tahun Jadi Budak Seks Ayah Angkat

MEDAN- Malang benar nasib Bunga (18), warga Jalan Kasuari, Medan Sunggal. Dia terpaksa menjadi budak seks ayah angkatnya Suherianto (40), warga Jalan Marelan, Pasar IV, selama dua tahun karena takut diancaman.

Namun, penderitaan Bunga berakhir setelah terungkapnya kebejatan ayah angkatnya tersebut oleh orangtua kandung Bunga. Orangtua kandung Bunga curiga dengan perubahan pada diri anaknya. Setelah mengetahui apa yang terjadi pada anaknya, orangtua kandung Bunga langsung membuat pengaduan ke Mapolresta Medan, Jumat (11/3). Selanjutnya, polisi berhasil meringkus tersangka pada Minggu (13/3) pagi.

Bunga diangkat sebagai anak oleh Suherianto sejak masih berusia 14 tahun. Kala itu Bunga masih duduk di bangku SMP. Segala biaya sekolah dan kebutuhan hidup sehari-harinya ditanggung oleh Suheriantyo.

Namun saat Bunga menginjak usia 16 tahun dan duduk di kelas I SMA, tersangka mulai tergoda dengan kemolekan tubuh anak angkatnya itu. Dia pun mulai sering merayu Bunga untuk melayani nafsu birahinya. Namun, permintaan tersebut selalu ditolak Bunga.

Karena selalu mendapat penolakan dari Bunga, akhirnya Suherianto menyusun siasat untuk memperkosa anak angkatnya tersebut dengan ancaman, tidak akan membiayai sekolah dan kebutuhan hidupnya sehari-hari. Dengan ancaman itu, Suherianto pun berhasil merenggut kesucian anak angkatnya itu.

Ternyata, Suherianto ketagihan. Dia pun mengulangi perbuatannya setiap ada kesempatan. Hal ini terjadi hingga dua tahun lamanya.

Beberapa minggu lalu, Bunga dijenguk orangtua kandungnya. Saat itu, orangtua korban curiga dengan tingkah laku anaknya yang sangat berubah. Sehingga orangtua korban bertanya kepada Bunga, apa yang telah terjadi sebenarnya. Awalnya Bunga hanya terdiam, setelah didesak akhirnya korban mengungkapkan kalau selama 2 tahun menjadi budak seks ayah angkatnya. Mendengar perkataan yang keluar dari mulut Bunga.

Setelah berembuk dengan sanak keluarga, akhirnya pada Jumat (11/3) lalu, orangtua korban membawa Bunga ke Mapolresta Medan untuk membuat pengaduan. Berdasarkan laporan itu, pada Minggu (13/3) pagi, Tim Serse Polresta Medan langsung membekuk tersangka dari kawasan rumahnya.

Wakasat Reskrim Polresta Medan, AKP Ruruh SH SIK ketika dikonfirmasi wartawan di Mapolresta Medan, membenarkan penangkapannya. “Tersangka masih dalam pemeriksaan secara intensif di Mapolresta Medan,” ujarnya.(adl)

Pengawasan Syahbandar Belum Maksimal

BELAWAN– Tercatat selama 2010 lalu, terdapat 14 kasus kecelakaan kapal di perairan laut Belawan. Dalam pemberitaan sebelumnya pada Februari, terjadi kecelakan kapal kargo Temas Line menabrak kapal nelayan yang terjadi di lintasan lalulintas kapal tanker.  Tingginya angka kecelakaan kapal tersebut akibat pejabat Syahbandar Belawan diduga kurang menjalankan dan melakukan pengawasan terhadap peraturan atau perundang-undangan untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan di pelayaran.

Hal ini diakui Humas Syahbandar Belawan Arkhamuddin. Disebutkannya, ketidakpedulian dan tidak saling koordinasi sesama pejabat di Syahbandar Belawan menjadi kurangnya pengawasan lalulintas di perairan Belawan sendiri. “Selama ini bila ada kegiatan atau pun kecelakaan/peristiwa penting tidak ada saling koordinasi pada saya. Apalagi mengenai kecelakaan kapal kargo/tanker itu adalah pengawasan dari Kepala Bidang Kelaik Pelayaran Syahbandar Belawan,” ujarnya.

Arkhamuddin menambahkan, Kepala Bidang Kelaik Pelayaran Syahbandar Belawan harus mengadakan sosialisasi di struktur kesyahbandaran Belawan sendiri agar dapat memaksimalkan kinerja pelayaran. Serta melakukan pengawasan lebih intensif pada keselamatan dan keamanan aktivitas lalulintas perkapalan di perairan Belawan.
Sementara itu, Kasi Lalulintas dan Angkatan Laut Otoritas Pelabuhan BE Tarigan menjelaskan, semenjak ADPEL (Administrasi Pelabuhan) terbagi dua yakni Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (OP) awal 2011 lalu telah memiliki tupoksinya masing-masing. Menurutnya, otoritas pelabuhan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut merupakan jabatan baru yang akan mengelola kepelabuhanan sehingga pemisahan peranan regulator dan operator menjadi semakin jelas.

“Otoritas Pelabuhan merupakan lembaga pemerintah di pelabuhan yang melaksanakan fungsi pengaturan, pengendalian, dan pengawasan pelabuhan secara komersial. Sedangkan, UPP (Unit Penyelenggara Pelabuhan) bertugas menangani tugas yang sama pada pelabuhan yang belum diusahakan secara komersial. Untuk Syahbandar secara khusus merupakan unit pelaksana teknis yang melakukan fungsi keselamatan dan ketertiban pelayaran,” ujarnya.

Menanggapi tingginya angka kecelakan kapal laut tersebut, BE Tarigan mengungkapkan, tingkat pengawasan dan patroli di lintasan jalur kapal laut sangat kurang maksimal. Selama 2010 telah terjadi 14 kasus kecelakaan kapal, itu adalah angka yang cukup tinggi.  Ini wewenang dan tugas dari Kesyahbandaran yang mengatur lalu lintas kapal di perairan Belawan.” tambahnya. (mag-11)

Wali Kota Jangan Cuma Gertak Sambal

Kartu Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Medan Sehat (JPKMS) telah diserahkan kepada masyarakat di 21 Kecamatan di Medan. Penerima JPKMS sebanyak 78.006 kepala keluarga (KK) atau 348.855 jiwa. Dan, semua kartu tersebut ditandatangi langsung oleh Wali Kota Medan Rahudman Harahap.

Yang jadi pertanyaan, apakah jumlah penerima tersebut sudah mencakup semua warga miskin di Medan atau belum? Berikut analisis anggota Komisi B DPRD Medan Juliandi Siregar yang diwawancarai wartawan Sumut Pos Ari Sisworo, kemarin.

Apakah menurut Anda, jumlah penerima kartu JPKMS sudah mengakomodir semua warga miskin di Medan?
Kita sudah berkomunikasi dengan pihak Dinas Kesehatan Kota Medan. Dari data yang diberikan, seharusnya memang sudah mencakup semua penduduk miskin yang ada. Kendati demikian, tetap harus adanya pengawasan terhadap masalah JPKMS tersebut, seperti validasi data dan kemungkinan-kemungkinan lainnya.

Kemungkinan seperti apa maksud Anda?
Kita ketahui tidak semua penerima JPKMS itu mengetahui namanya masuk dalam daftar. Dari sini, dikhawatirkan adanya jual beli kartu tersebut terhadap orang yang namanya tidak masuk dalam daftar penerima. Hal itu berkaca pada pemberian kartu JPKMS pada periode sebelumnya. Untuk yang ini, dibutuhkan sebuah pengawasan ekstra. Karena, jika terjadi seperti ini itu sama artinya, mencuri hak orang lain. Ini perlu ditindak tegas. Apalagi, Wali Kota Medan Rahudman Harahap telah menggertak para keplingnya untuk tidak melakukan penyelewengan.

Jika penyelewengan tetap terjadi, sikap apa yang harusnya diambil wali kota?
Saat inilah kita akan menagih janji dari wali kota. Karena, kita ketahui Wali Kota Medan telah banyak memberi janji namun tidak terealisasi. Salah satunya mau menggergaji reklame yang tak berizin, tapi nyatanya tidak ada reklame yang digergajinya. Kalau persoalan ini adalah masalah pelayanan publik. Ini harus dikedepankan. Kalau memang ada kepling yang berbuat seperti itu, maka ditindak setegas mungkin. Dicopot misalnya. Kembali lagi, yang jadi pertanyaan apakah wali kota berani mencopot kepling. Kalau tidak berani, itu lah namanya gertak sambal.

Bagaimana dengan kartu JPKMS yang ditandatangani wali kota, apakah akan positif hasilnya?
Seharusnya memang, wali kota sebagai pimpinan tertinggi di Kota Medan harus diikuti instruksi-instruksi yang dikeluarkannya, terutama bagi rumah sakit provider. Karena, selama ini memang terlihat rumah sakit-rumah sakit provider yang ada enggan mengobati pasien yang masuk dalam data JPKMS. Untuk tipe rumah sakit seperti itu, seharusnya juga diberi warning oleh Pemko Medan agar melaksanakan instruksi wali kota, di mana kartu JPKMS yang ditandatangani wali kota menjamin bahwa pasien JPKMS akan dilayani sebaik mungkin.

Jika tetap saja ada rumah sakit provider yang membandel, apa sikap yang harus diambil Pemko Medan?
Ini kaitannya dengan Dinas Kesehatan Kota Medan. Antara pihak Dinkes Medan pastinya ada kerjasama dengan pihak rumah sakit provider. Jika ada, sebaiknya Dinkes Medan mengambil sikap tegas. Seperti, menghentikan kerjasama itu dan Dinkes Medan segera mencari rumah sakit provider lain, untuk menggantikan rumah sakit provider yang di black list tersebut. (*)

Ford Motor Gelar Test Drive

MEDAN- Guna menekan angka kematian akibat kecelakaan lalulintas yang terus meningkat, Ford Motor Indonesia menggelar pelatihan “Driving Skills for Life (DSFL)”. Pelatihan ini dimaksudkan untuk mewujudkan cara berkendara yang aman dan efisien.

Acara yang digelar di Lanud Medan dan diikuti berbagai komunitas ini menjadi gelaran perdana di Kota Medan. Sementara, kegiatan ini telah menjadi agenda tahunan bagi Ford Motor sejak 2008 lalu.

Sebanyak 7 mobil disiapkan oleh Ford Motor untuk Test Drive ini. Acara ini sangat seru, dimana para peserta bisa mencoba mobil terbaru dari Ford, Fiesta. Selain itu, para peserta didampingi instruktur yang berpengalaman yang memberikan tips dalam mengendarai mobil, baik di jalan padat lalulintas maupun jalan lenggang.

Communication Director PT Ford Motor Indonesia, Lea Kartika Indra mengatakan, keamanan dalam berkendara sangat disadari oleh Ford Motor. Karenanya, beberapa teknologi telah ditambahkan untuk mobil keluaran Amerika ini.
“Beberapa bahan keselamatan seperti rem yang ditambah dengan teknologi EBS, ABD. Dimana dalam teknologi ini akan mencegah ban mobil lengket. Selain itu, lanjutnya, airbag mobil ini juga dilengkapi dengan baja 55 persen, sehingga tahan terhadap benturan,” katanya. (mag-9)