Home Blog Page 15594

Pembunuh 2 Warga Madina Ditangkap

RANTAU- Masih ingat kasus pembunuhan warga Dusun III Desa Bintungan Bejangkar Baru Kecamatan Batahan Kabaupaten Mandailing Natal (Madina)? Nah, Selasa (19/4) sekitar pukul 01.30 WIB, Roy Chandra Siregar (35) ditangkap di Dusun Sidorukun Pangkatan, Labuhan Batu.

Dari hasil penyelidikan, Roy Chandra Siregar merupakan suami korban Hamidah yang dibunuh bersama ibu mertuanya, Misikem. Usai pembunuhan itu, Roy Chandra Siregar melarikan diri, hingga akhirnya ditangkap petugas.
Kapolres Labuhanbatu AKBP Hiarbak Wahyu Setiawan, melalui Kasat Reskrim AKP Tito Travolata Hutauruk membenarkan penangkapan tersebut. Dijelaskannya tersangka ditangkap saat ingin melarikan diri dengan mengendarai Honda Supra X BK 3694 TY milik, Misikem.

Penangkapan itu kata Tito atas informasi Polsek Batahan yang menyebutkan Roy Chandra Siregar alias M Aswan Hadi alias Bimas, (35)  warga Simpang Limun, Medan telah melukai dan menghilangkan nyawa Hamidah (35) dan mertuanya. Dari informasi itu, tersangka melarikan diri ke wilayah hukum Mapolres Labuhanbatu dan kemudian dilakukan pengejaran hingga berhasil ditangkap. DisebutkanTito, Roy disangkakan melanggar pasal 338 dan lokasi kejadian disita alat bukti buku nikah Roy dengan Hamidah, dan lain sebagainya.(riz/smg)

Rachman Juara Dunia di Bangkok

BANGKOK – Muhammad Rachman membuat kejutan. Dia kembali menyandang sabuk juara dunia kelas terbang mini (47,6 kg). Gelar baru itu diraih setelah dia berhasil meng KO kan juara bertahan asal Thailand, Kwanthai Sithmorseng pada ronde kesembilan, di Bangkok, Thailand, kemarin (19/4).

Ini adalah kejutan bagi Rachman, pasalnya dia menyandang gelar juara dunia versi WBA (World Boxing Association), saat usianya tak muda lagi. 23 Desember nanti Rachman genap berusia 40 tahun. Sebelumnya, Rachman juga pernah menyandang predikat juara dunia, versi badan tinju dunia, IBF.

“Saya tak pernah menyangka bisa mendapat gelar dunia lagi. Apalagi usia saya sudah sangat tua. Tapi, ini membuktikan jika pengalaman adalah modal paling penting. Saya sangat puas dengan hasil ini,” ujar Rachman saat dihubungi oleh Jawa Pos, tadi malam.

Dalam duel tersebut, sebenarnya Rachman tidak diunggulkan. Selain faktor usia, Rachman juga hanya berada di peringkat ke-12. Sementara lawannya lebih mudah sebelas tahun dari Rachman. Dua hari sebelumnya, Chris John juga berhasil memberikan kejutan yang sama, dengan berhasil menaklukan petinju yang jaub lebih muda dari dia, Daud “Cino” Yordan.
Selain itu, petinju yang saat ini pemilik Merah-Putih Blitar Boxing Camp ini, menyatakan jika lawan juga unggul dari segi fisik. Itu membuat dia sempat drop pada ronde-ronde awal. Alhasil, Rachman sempat terjatuh saat pertarungan memasuki ronde kelima setelah mendapat sebuah hook kiri dari sang lawan.

“Tapi, saya mencoba bangkit dan melakukan perlawanan. Alhamdulilah saya mampu mengambil alih permainan dengan mencoba memperkuat pertahanan,” cerita petinju yang juga nyambi sebagai kontraktor ini.
Nah, dengan sedikit bersabar lama-lama Rachman mampu mencari peluang untuk melancarkan pukulan ke arah Sithmorseng. Klimaksnya terjadi pada ronde kesembilan, sebuah upper cut kiri Rachman berhasil bersarang tepat di ulu hati dan disusul dengan hook kanan dibagian dagu Sithmorseng.

“Tapi, lawan sempat bangun, kemudian saya kejar dengan melancarkan beberapa kombinasi pukulan dibagian wajahnya. Setelah itu, dia tak bangkit lagi, bagi saya ini adalah pekerjaan yang luar biasa,” ucap Rachman.
Sebelum berangkat ke Thailand, dia mengaku jika hanya membutuhkan waktu dua bulan untuk mempersiapkan diri. “Itu pun hanya joging ringan setiap pagi, kemudian menjaga nutrisi makanan. Untuk urusan diatas ring, saya lebih banyak andalkan pengalaman,” kata dia.

Dengan hasil tersebut, Rachman mengaku jika sudah ada tiga pertandingan yang menunggunya. Itu membuat dia tidak memiliki waktu lama untuk beristirahat. “Saya langsung ditawarkan tiga pilihan, tapi untuk sementara saya belum menetukan sikap,” tegas dia.

Sebenarnya, dalam karir tinju, Rachman juga punya pengalaman buruk di Thailand. Petinju yang dibesarkan di Sasana Akas Probolinggo, tersebut kalah angka telak dalam duel selama 12 ronde saat menantang juara dunia kelas terbang mini versi WBC Oleydong Sithsamerchai di Phuket pada 29 Mei 2009.
Setelah itu, Rachman pun kalah TKO pada ronde kesembilan ketika mencoba merebut sabuk juara kelas terbang mini versi WBC Internasional dari pinggang Denver Cuello asal Thailand di Iligan City, Filipina (25/9).
Rachman sempat dianggap habis setelah kehilangan gelar IBF dari petinju Filipina Florante Condes. (dik/jpnn)

Stasiun Pengumpul Minyak Diancam Bakar

LANGKAT- Stasiun pengumpul minyak mentah milik PT Exindo anak PT Pertamina, di Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, diancam bakar oleh seseorang melalui sambungan telepon, Selasa (19/4).

Humas PT Exindo Binsar Simatupang kepada koran ini menyebutkan, pengancaman dilakukan oleh seorang pria melalui telepon genggam miliknya. “Pelaku menelepon saya dan mengancam akan membakar stasiun,”ujar Binsar.
Ketika ditanya sebab pengancaman dimaksud, Binsar mengaku, kalau persoalan antara pihaknya dengan seseorang yang melakukan pengancaman sudah sejak lama berlangsung, terkait pengambilan minyak mentah di kawasan dimaksud.

Mengenai pelaku pengancaman, dia mengaku, mengenal pelaku sebagai warga yang bertempat tinggal di lokasi stasiun pengumpulan minyak. “Pelakunya saya kenal, tapi rasanya tidak enak kalau disebutkan siapa orangnya, biar ditangani polisi saja,” ungkapnya.

Keterangan diperoleh, pengancaman terhadap stasiun pengumpul minyak PT Exindo oleh seorang warga, diduga karena stasiun pengumpul minyak, tidak melibatkan warga sekitar, sehingga terjadi perselisihan berkepanjangan dan berujung pengancaman. Atas ancaman tersebut, pihaknya merasa resah dan membuat pengaduan ke Polsek Padang Tualang.(ndi)

PABBSI Sumut Genjot 6 Atlet

MEDAN- Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Angkat Berat dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI) Sumatera Utara menyiapkan enam atletnya untuk persiapan Pra PON yang berlangsung di Pekanbaru mendatang.
Ke enam atlet tersebut terdiri dari lima atlet putra dan satu atlet putri. Kelima atlet putra itu adalah Ismail (Deli Serdang), Teguh I Santoso (Serdang Bedagai), Mustakim (Deli Serdang), Rico Goncales (Medan), dan Faebolo Dodo Wangsa (Medan). Sedangkan satu-satunya atlet putri adalah Mona Julia Rahayu (Serdang Bedagai).
Hal tersebut disampaikan Kabid Binpres PABBSI Sumut sekaligus Pelatih Angkat Besi, Raden Mas Asnawi pada wartawan Sumut Pos, Selasa (19/4).

Selanjutnya Asnawi yang kemarin didampingi pelatih Chairuddin mengatakan bahwa keenam atlet tersebut digembleng setiap hari, baik pagi maupun sore hari di  Gedung PABBSI Sumut Jalan Helvetia Medan.
Terkait materi latihan yang akan diberikan Asnawi mengatakan bahwa untuk saat ini pihaknya berfokus pada materi latihan teknik dan penguatan otot. (omi)

Alexandra Mulai Suka Berkuda

DUNIA balap sangat identik dengan Alexandra Asmasoebrata. Berbagai kejuaraan nasional dan internasional sudah diikutinya. Beberapa di antaranya membuahkan gelar juara.

Namun, jangan kaget jika suatu saat melihat dara yang akrab disapa Andra tersebut asyik menjadi joki. Pasalnya, Andra kini mulai senang menunggang kuda. Tetapi, hobi tersebut tidak dilakukannya untuk menjadi atlet profesional. Perempuan kelahiran 23 Mei 1988 itu hanya menjadikannya sebagai ajang untuk melepas kepenatan. “Itu hanya hobi, tetapi juga variasi latihan fisik biar nggak bosen” jelas Andra.

Brand ambassador sebuah kartu GSM itu terlihat sangat enjoy ketika menjalani hobi barunya tersebut. Hal itu terlihat dari intensitasnya menunggang kuda yang dilakukannya di kawasan Pulo Mas, Jakarta Timur (Jaktim). Dalam seminggu, minimal dua kali dia harus meninggalkan mobil tunggangannya dan beralih menjadi “driver” kuda.
“Latihan rutinnya sejak awal tahun ini,” tambah perempuan yang ke salon minimal dua kali seminggu hanya untuk merawat rambutnya tersebut.

Meski begitu, hingga saat ini Andra belum memiliki keinginan untuk menjadikan hobinya tersebut sebagai sebuah profesi. Dia menegaskan masih cinta dengan dunia balap mobil yang sudah membesarkan namanya. Buktinya, saat ini Andra serius mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai kejuaraan balap yang menunggunya. (ru/c7/bas/jpnn)

SMS Kunci Jawaban Sama dengan Judi

Panitia Pusat UN 2011 Akui Belum Sempurna

Panitia Pusat Ujian Nasional (UN) 2011 masih berpendapat pelaksanaan ujian berjalan mulus. Puluhan laporan kecurangan dari masyarakat di penjuru Indonesia, disebut masih belum bisa dibuktikan kebenarannya.

Koordinator Panitia Pusat UN 2011 Mansyur Ramly mengatakan jika hingga hari kedua pelaksanaan UN tingkat SMA-SMK dan sederajat berlangsung lebih baik dibandingkan tahun lalu. Terkait laporan kecurangan mulai dari kebocoran naskah soal, hingga berseliwerannya kunci jawaban melalui HP siswa, Mansyur menyebut belum bisa dibenarkan.

Mansyur tetap pada pendiriannya, jika nanti laporan kecurangan itu benar-benar terbukti, pihaknya sudah menyiapkan sanksi. “Tapi kan kembali lagi, saat ini semua itu belum terbukti,” tandasnya, Selasa (19/4).
Dia tidak memungkiri, jika UN tahun ini memang terdapat beberapa kekurangan. Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemendiknas itu menyebut, kekurangan yang sudah terbukti antara lain kekurangan lembar soal di beberapa daerah.

Kekurangan lainnya adalah keterlambatan penyerahan soal di tingkat satuan pendidikan atau sekolah. Persoalan lainnya adalah ada beberapa sekolah yang memperbolehkan siswa masuk ruang ujian membawa tas.

Lantas, bagaimana dengan siswa yang membawa HP ke dalam ruang ujian? Mansyur mengatakan jika belum ada pembuktian laporan tersebut. Dia menjelaskan, dalam standard operating procedure (SOP) UN yang harus dijalankan sudah ditentukan HP dilarang masuk ke ruang ujian. “Panitia tetap berpendapat SOP itu dijalankan,” tambahnya.
Mansyur mengatakan, informasi yang dia peroleh dari daerah setiap siswa yang kedapatan membawa HP sudah dikeluarkan sebelum menerima soal ujian. Setelah siswa tersebut disterilkan, baru bisa masuk ruang ujian untuk mengerjakan soal.

Terkait munculnya SMS yang berisi kunci jawaban, Mansyur menjelaskan belum ada pembuktian jika SMS tersebut benar, sesuai soal yang dikerjakan siswa. Begitu pula dengan kabar kebocoran naskah soal di beberapa tempat, Mansyur mengatakan belum menemukan bukti lembar soal yang berada di luar lingkungan pendidikan.

Staf Kemendiknas Bidan Komunikasi Media Sukemi juga mengatakan beberapa SMS kunci jawaban tidak tepat. Dia mengatakan, pihak panitia pusat sudah mengkonfimasi ke panitia daerah terhadap isi SMS tersebut. “Tidak ada yang tepat. Semuanya itu spekulatif,” katanya.

Modus yang digunakan penyebar SMS tersebut adalah, jika siswa lulus baru diwajibkan membayar kompensasi dari pengiriman SMS itu. Besarannya bisa mencapai Rp1 juta lebih. Namun, jika siswa tidak lulus tidak wajib membayar. “Ini kan spekulatif. Sama dengan berjudi,” tambahnya.

Kepala Pusat Informasi dan Humas (Ka PIH) Ibnu Hamad mengatakan laporan yang masuk ke call center Posko UN Kemendiknas terus bertambah. Catatan kemarin, laporan kecurangan mencapai 49 laporan. Baik melalui SMS, telepon, hingga email. Ibnu mengatakan, setelah laporan kecurangan itu masuk masih perlu pembuktian. Menurut Ibnu, laporan kecurangan itu wajar dan setiap tahun pasti muncul. “Pak Menteri (Mohammad Nuh) saja bilang potensi kecurangan ada,” katanya. Namun, dia menegaskan laporan dari masyarakat itu masih perlu dibuktikan kebenarannya.

Di bagian lain, Kepala Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Sulistyo menegaskan ulang sikap institusinya. Dia mengatakan, sikap PGRI saat ini bukan merestui atau melepaskan guru mata pelajaran yang di-UN-kan untuk berbuat curang. Sulistyo bahkan mewanti-wanti, Kepala Sekolah wajib dicopot jika ketahuan ada kecurangan dalam pelaksanaan UN. “Bukan gurunya yang dimutasi,” katanya tadi malam.

Selama ini, dia tidak memungkiri jika kepala sekolah kerap membebani guru untuk meloloskan seratus persen seluruh siswanya. (wan/jpnn)

Lulusan SMA tak Bisa Jadi CPNS

Segala daya upaya dilakukan siswa SMA yang kini berperang di Ujian Nasional (UN). Ya, mereka wajib lulus agar masa depan cerah teraih. Namun, sayangnya, ijazah SMA ternyata bukan jawaban.

Pasalnya, kesempatan bagi lulusan SMA dan sederajat untuk mengikuti seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) kini tertutup. Badan Kepegawaian Negara (BKN) sudah mengeluarkan kebijakan, minimal peserta seleksi CPNS adalah lulusan diploma tiga (D III).

Seleski CPNS tahun ini, dijadwalkan akan digelar September. Saat ini, BKN dan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN dan RB) terus menerima permohonan kebutuhan CPNS dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) seluruh Indonesia.

Kepala Bagian Humas BKN Tumpak Hutabarat menjelaskan, Selasa (19/4), pembatasan perekrutan tersebut sudah dikaji.  Sebagai pemanasan, program pembatasan tersebut akan dilakukan dulu di Pulau Jawa dan Sumatera. Sedangkan untuk Indonesia bagian Timur belum bisa diterapkan.

Tumpak mengatakan, dari beberapa pengajuan kebutuhan CPNS dari BKD yang masuk ke BKN, masih terdapat daerah-daerah di Pulau Jawa dan Sumatera yang mengajukan jatah PNS untuk pelamar berijazah SMA dan sederajat. Posisi yang disediakan di antaranya untuk tenaga supir, kebersihan, dan sebagaian tenaga administrasi.

Setelah keluar aturan pembatasan tersebut, BKN menetapkan tidak menyetujui permintaan tersebut. Dia mengatakan, aturan pembatasan ini didasari masih banyaknya pegawai honorer yang berijazah SMA. Tumpak menjelaskan, jika seleksi CPNS saat ini masih membuka lowongan untuk lulusan SMA dan sederajat, jumlah honorer lulusan SMA tidak akan pernah tuntas.

Tahun ini, kuota nasional seleksi CPNS diperkirakan 250 ribu. Jumlah ini menyusut dari tahun sebelumnya yang mencapai 300 ribu. (wan/nw/jpnn)

Ulama: PKS Tetaplah Jadi Perekat Umat

Kebiasan membenturkan umat antar ulama patut disayangnya dan hal tersebut harus dihentikan segera mungkin. Peran inilah segera diambil Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan harus bisa menjadi perekat umat.

Ungkapan tersebut disampaikan seorang ulama di Sumatera Utara, Al Ustadz H Hafiz Yazid, Selasa (19/4) saat ditemui Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sumut di kediamannya Jalan Garu I, Medan dalam agend silaturahmi menjelang pelaksanaan Milad Partai Keadilan Sejahtera (PKS)  ke 13.

Yazid menyampaikan, sekarang ini ada hal yang perlu dibenahi, khususnya kebiasan-kebiasan yang membenturkan antar ulama. Di sinilah peran PKS dituntut untuk berperan demi kepentingan umat.

“Disayangkan, kalau masih ada kebiasaan-kebiasaan yang membenturkan antar ulama, PKS diharapkan mampu menjadi perekat antar umat,” ujar Hafiz Yazid, saat menerima kunjungan Ketua Umum DPW PKS Sumut, H M Hafez Lc MA, Ketua Bidang Pembangunan Ummat, H Surianda Lubis S Ag dan Ketua Kaderisasi, H Mahmud Saleh SPdi, MA.
Pada kesempatan itu, dia juga menyambut baik langkah-langkah silaturhmi yang dilakukan PKS. Begitu juga dengan budaya menghormati ulama dan menimba ilmu dari para ulama, atas dasar cinta terhadap ulama.

Pesan itulah yang disampaikan Mantan Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan tersebut. Hingga kini, dia masih aktif mengisi sejumlah pengajian di pelosok-pelosok Sumatera Utara. Selain itu, masih rutin mengisi manasik bagi calon jamah haji, sekaligus sebagai pengisi materi tetap, pada pengajian Al Ittihad di Medan.

Acara silaturhmi tersebut berlangsung penuh keakraban. Al Ustadz Hafiz Yazid dan para Pengurus DPW PKS Sumut, sempat terlibat diskusi sejumlah judul buku yang berasal dari dalam dan luar negeri.

Ketua DPW PKS Sumut, H M Hafez Lc MA juga mengundang Al Ustadz Hafiz Yazid, untuk hadir pada puncak peringatan Milad PKS Sumut, yang akan dilaksanakan Minggu (24/4) di lapangan Benteng Medan.

Hafez menyampaikan, DPW PKS Sumut terbuka untuk dikritik maupun ditegur secara langsung oleh kalangan ulama, jika ada kebijakan yang dianggap kurang sesuai atau bertentangan dengan kemaslahatan umat di Sumatera Utara.
Sebab, dengan adanya kritikan inilah kami bisa tumbuh dan mengetahui segala hal yang masih kurang dari apa yang telah dibuat selama ini.

Setelah pertemuan tersebut, akhirnya ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Al Ustadz Fauzan. Kemudian, pesan Al Ustadz H Hafiz Yazid akan menjadi hal yang menjadi masukkan untuk dibuat sebagai program kerja partai. (ril)

Indeks Saham Terangkat, Rating Jeblok

JAKARTA- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengalami kenaikan meskipun tekanan jual masih tinggi. Indeks naik 5,577 poin (0,14 persen) ke level 3.732,650 dan Indeks LQ 45 menguat tipis 0,765 poin (0,11 persen) ke level 668,631, pada penutupan perdagangan kemarin.

Sepanjang hari kemarin, indeks sebenarnya lebih banyak bergerak di zona merah dan sempat terlempar dari level 3.700 ke titik 3.691,293. Penutupan perdagangan sesi pertama Indeks terkoreksi 14,303 poin (0,38 persen) ke level 3.712,770.

Head of Technical Analyst PT Batavia Prosperindo Sekuritas Billy Budiman, mengatakan, aksi ambil untung kemarin terjadi pada beberapa sektor unggulan terutama perbankan dan pembiayaan.

Billy memerkirakan perdagangan hari ini (Rabu) indeks masih menguat karena bursa Eropa saat ini sudah memperlihatkan penguatan. “Lagipula meski S&P melakukan downgrade terhadap ekonomi AS (Amerika Serikat), terlihat ini membuat market Indonesia semakin menarik karena makin banyak dana yang pindah ke Indonesia setelah fund managers Jepang pindah duluan pas gempa belum lama ini,” ungkapnya.
Technically, kata Billy, jangka menengah ini IHSG masih potensial naik jika dilihat dari MACD weekly-nya. Indeks kemarin  bergerak di kisaran support 3,690-3,700 dan Resistance 3,750-3,760. Saham unggulan antara lain ASII, BBRI, BBNI, INDF, MYOR, INTP, PTBA.

Frekue nsi transaksi perdagangan kemarin mencapai 88.715 kali pada volume 3,018 miliar lembar saham senilai Rp 3,545 triliun. Sebanyak 98 saham naik, 100 saham turun, dan 114 saham stagnan. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 218,265 miliar di seluruh pasar.
Sementara kondisi bursa di Asia kemarin ditutup negatif merespon S&P yang memangkas outlook kredit jangka panjang Amerika yang diyakini bisa membuat perekonomian melambat. Indeks Komposit Shanghai anjlok 57,25 poin (1,87 persen) ke level 3.000,08.

Indeks Hang Seng merosot 309,69 poin (1,30 persen) ke level 23.520,62. Indeks Nikkei 225 tergerus 115,62 poin (1,21 persen) ke level 9.441,03. Indeks Straits Times turun 22,91 poin (0,73 persen) ke level 3.121,47. (gen/kim)

Aktifkan Ekstrakurikuler

AGAR terhindar dari kegiatan negatif, serta mengarahkannya ke hal-hal yang bermanfaat, SMP Negeri 3 Lubuk Pakam, Jalan Sunda Kecamatan Lubuk Pakam,mengaktifkan siswanya mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.
Kegiatan ini ada  bermacam-cama yakni olahraga karate, pramuka, bola volly, pencak silat serta klub bahasa inggris. Tak hanya itu, kegiatan ini juga sudah membuahkan hasil, sehingga mengharumkan nama SMP Negeri 3 Lubuk Pakam, baik tingkat Kabupaten, Provinsi hingga Nasional.

Di tingkat kabupaten, SMP Negeri 3 melalui Cucu Ningtra dan Margaret Tambunan berhasil meraih juara pertama dan  juara tiga, lomba pidato berbahas inggris, tahun 2009. Kini keduanya bersekolah di SMA Negeri 1 Lubuk Pakam.
Tak hanya itu, SMP Negeri 3 juga berhasil merebut juara satu, lomba cepat tempat antar pramuka se-kabupaten Deli Serdang. Kemudian prestasi yang mengharumkan sampai tingkat nasional, prestasi Siti Theresia (12) siswi kelas dua yang berhasil menjadi juara pertama kegiatan kejuaran karate tingkat pelajar yang baru digelar Desember tahun silam, di Jakarta.

Wartawan Sumut Pos, berkesempatan berbincang-bincang dengan Siti Theresia. Dengan mengenakan pakaian sekolah putih biru, Theresia menceritakan awalnya dia  tidak yakin dapat memperoleh juara pada even yang digelar di Jakarta itu. ”Saya kurang yakin, tetapi semua  lawan-lawan dapat saya kalahkan bang,”ucap Siti Theresia yang bercita-cita ingin jadi Polwan itu.

Ditambahkanya, keberhasilannya memperoleh juara, atas bantuan serta dukungan sekolahnya. ”Saya senang dapat mengharumkan nama orangtua, sekolah dan kabupaten,”ucapnya. Kedepannya, harap Siti Theresia, siswa-siswa SMP Negeri 3 Lubuk Pakam akan lebih banyak lagi prestasinya baik di bidang olahraga, maupun kegiatan lainnya. (btr)