28 C
Medan
Sunday, April 5, 2026
Home Blog Page 15605

Tertibkan Balap Liar

081370195xxx
Kepada Bapak Kapolda yth tolong tindak tegas balap liar, khususnya di daerah Belawan sekitarnya. Karena ponakan saya sudah tewas ditabrak mereka. Ttolong segera suruh anggota Bapak membubarkannya mungkin ini akan mengganggu tidur Bapak-Bapak, karena mereka jadikan jalan sepi jadi sirkuit balap pada malam hari. Jangan sampai banyak korban lagi. Terima kasih Sumut Pos.

Kami Jaga Sampai Pagi
Pertama sekali, kami sampaikan turut berduka terhadap keluarga korban, Polda dan Polres Belawan tak henti-hentinya melakukan penertiban ini, sampai pagi pun akan ditunggu dan penertibannya langsung di pimpin Kapolres Belawan. Tapi, Polri dalam melakukan penertiban sangat berharap adanya bantuan dari masyarakat, sebab tanpa adanya bantuan masyarakat pekerjaan kami akan semakin terasa sulit. Terimakasih atas sarannya, kami tetap komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kombes Pol Heri Subiansaori
Kabid Humas Poldasu

—–

Atasi dengan Bijak
Komitmen penegakkan hukum di jalan raya harus lebih tegas dan bijaksana. Memang diakui, selama ini cukup banyak pengendara yang ugal-ugalan di jalan raya sampai kepada malam hari ada balapan liar.

Biasanya, balapan liar ini digelar pada dinihari di jalan yang bagus dan sepi pengendara, seperti di Jalan Amir Hamzah, Ring Road dan seputaran kawasan di Belawan juga ditemukan. Tak jarang didapati kabar adanya korban jiwa.   Menyikapi ini, sudah saatnya kepolisian menangkap pengendara yang tidak memiliki kelengkapan dan memberikan sanksi yang berat bila diketahui terlibat dalam balap liar. Sebab, secara fasilitas sudah ditempatkan dalam wadahnya balapan itu ada di sirkuit, bukan di jalan raya. Kepada kepolisian harus lebih tegas lagi.

Ikrimah Hamidy
Wakil Ketua DPRD Medan

Pasangan Mesum Digerebek Warga

LUBUK PAKAM- Perbuatan Erwin (20) bersama Mawar (15) bukan nama sebenarnya jangan ditiru. Pasalnya, meski belum pasangan suami istri, mereka nekad melakukan perbuatan asusila. Namun, sial aksi mesum itu diketahui warga Jalan Spoor Desa Sekip Kecamatan Beringin, Jumat (4/3) sekitar pukul 15.00 WIB.

Memang, sejak awal warga setempat curiga terhadap tindak tanduk Erwin warga Jalan Pembangunan I Gang Buntu Desa Skip. Erwin berkerja di koperasi simpan pinjam di Lubuk Pakam, kemudian mengontrak rumah milik Sugiyem di Jalan Spoor.

Sebelum aksi pengrebekan berlangsung. Warga menyaksikan Erwin memboyong Mawar yang saat itu masih mengenakan pakaian sekolah masuk ke dalam rumah. Selanjutnya Erwin lansung mengkunci pintu dari dalam.

Lantas warga melaporkan kepada Nuriman, Madi serta Ucok yang merupakan warga setempat dan sedang melintas. Kemudian  ketiga pemuda itu serta dibantu warga setempat, mengrebek rumah yang sudah enam bulan dikontrak Erwin.

Warga langsung mendobrak pintu rumah semi permanen itu, dan menemukan keduanya. Saat digrebek Mawar yang masih tercatat pelajar SMP Tsanawiyah di Lubuk Pakam itu sudah tidak mengenakan rok. Demikian halnya Erwin tidak mengenakan celana.

Setelah ketangkap tangan pasangan mesum itu diserahkan ke Mapolsek Lubuk Pakam. Karena di Mapolres Lubuk Pakam, tidak ada Unit Pelayanan Perempuan Anak (PPA) akhirnya, pasangan mesum berbeda usia itu, diserahkan ke Sat Reskrim Polres Deli Serdang.(btr)

Tewas Ditabrak Lari

TEBING TINGGI-  Irfan Tampati (23) warga Jalan Taman Bahagia, Lingkungan VI, Kelurahan Sripadang, Kecamatan Rambutan, Kota Tebing Tinggi tewas ditabrak lari pengendara mobil, Jumat (4/3) sekira pukul 07.00 WIB di Jalan Umum Tebing Tinggi Pematangsiantar.

Korban tewas tersungkur ke dalam parit dan sepeda motor honda CS1 BK 2032 SQ yang dikemudian Irfan tergeletak di samping kiri jalan. Saksi mata H Harumsyah Purba (39) warga Afdeling VIII  Kebun Pabatu, mengaku terkejut saat melihat korban tergeletak di jalan.

Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi, Juliani Prihatini SIk menjelaskan hingga saat ini polisi belum mengetahui identitas penabrak Irfan. Namun yang pasti, untuk sementara pengendara mobil diduga kurang hati-hati dan ngebut sehingga menabrak pengendara sepeda motor yang ada di depannya.(mag-3)

Mayat Mengapung di Sungai Belumai

LUBUK PAKAM-  Setelah sempat dinyatakan hilang pasca menyeberangi Sungai Belumai, akhirnya jasad Amat Tarmuji (80) ditemukan sudah tak bernyawa di sungai tersebut, Kamis malam (3/3) sekira pukul 19.30 WIB.

Jasad korban pertama sekali ditemukan warga, yang sedang mandi di Sungai Belumai, Dusun Kampung Kunyit, Desa Tumpatan Nibung Kecamatan Batang Kuis. Saat ditemukan, posisi jenazah dalam kondisi mengapung dan tersangkut batang kayu di tengah sungai.
Warga pun langsung melaporkan penemuan mayat tersebut kepada kepolisian sektor Batang Kuis.

Polisi yang datang ke lokasi,  dengan dibantu warga sekitar langsung mengevakuasi jasad korban ke darat. Hasil identifikasi, mayat tersebut adalah Amat Tarmuji, warga Desa Wonosari, Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang.

Kanit Reskrim Iptu Kamil Simanjuntak, setelah dilakukan penyelidikan melalui keterangan keluarga korban, diketahui Amat Tarmuji pergi meninggalkan rumah sejak Rabu (2/3) lalu. Tanpa meninggalkan pesan dan kabar.

”Setelah kita kabari keluarga korban, mereka langsung datang ke Desa Tumpatan Nibung, untuk memastikan apakah betul korban merupakan keluarganya yang pergi dari rumah kemarin,” bilang Kamil Simanjuntak. (btr)

Lagi, 61 Pejabat Eselon III dan IV Dilantik

SERGAI- Gerbong mutasi di lingkungan Pemkab Serdang Bedagai terus berlanjut. Kali ini, Sekretaris Daerah Pemkab Serdang Bedagai Drs H Haris Fadillah MSi melantik 61 pejabat eselon III dan IV lingkungan di lingkungan Pemkab Sergai di Aula Kantor Bupati di Sei Rampah, Jumat (4/3).

Mereka yang dilantik diantaranya Herry Sutrisno menjadi Sekcam Dolok Masihul, Drg Wahid Khusyairi MM menjadi Kabid Pengembangan SDM Dinkes Sergai, Julinar SP menjadi Kasubbag Keuangan dan Perlengkapan dan Mindo Hasian Nauli SPi menjadi Kasubbag Perencanaan dan Program/Akuntabilitas pada sekretariat Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan, Marben Pangaribuan SPd, menjadi Kasubbag Umum dan Kepegawaian pada sekretariat BPMPD, R Freddy Sinaga menjadi Kasi Pembinaan Kepemudaan pada Bidang Ke pemudaan Dinas Parbudpora.

Kemudian Ekin Tumanggor dilantik menjadi Kasi Penyelenggaraan dan Pembinaan Kesenian pada bidang Kebudayaan dan Kesenian pada Dinas Parbudpora, Jailani Syafii Ginting SSos MSi menjadi Pj Kasi Koperasi pada bidang Koperasi dan UKM Dinas Sosnakerkop, Rika Vera Sopha SH menjabat sebagai Kasubbag Pemberitaan dan Penerbitan pada Bagian Hubungan Masyarakat Setdakab Sergai, Yansen Sianturi menjadi Kasubbid Kedaruratan pada bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sergai, Simon Tarigan SH sebagai Kasi Linmas Kantor Kesbangpollinmas Sergai, Samino menjadi Kasi Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa pada Kantor Camat Tebing Syahbandar dan Jhonniaman Sitepu SKep sebagai Pj Kasi Monitoring dan Evaluasi pada RSU Sultan Sulaiman.(mag-15)

Tagihan Air Melonjak

0811642xxx
Bang bantulah kami, air kami di putus PDAM Tirtanadi Belawan alasan merusak meteran padahal kami pihak yang sangat di rugikan. Karena, tetangga hanya bayar Rp30.000 sampai dengan Rp50.000 per bulan. Kami 4 bulan terakhir di kenakan Rp500.000 (kwitansi resmi PDAM), lebih ironis bulan lalu dikenakan Rp1.000.000 lebih. Bulan ini Rp500.000 saat di kenakan Rp500.000 awal, istri buat pengaduan ke kantor sudah 4 sampai dengan  5 kali, bahkan diperbaiki dan dikerjakan oknum-oknum Tirtanadi dari kantor PDAM.

Acuan Kami Tetap Meter
Terimakasih laporannya, memang rekening bisa naik dan turun diakibatkan jumlah pemakaian. Tapi, PDAM Tirtanadi selalu membuat acuan untuk tagihan dari meteran. Bila ditemukan adanya lonjakan tagihan, bisa diakibatkan dua permasalahan, kesalahan pelanggan dan kesalahan PDAM Tirtanadi. Kesalahan pelanggan, bisa jadi seperti kebocoran pipa lewat meteran, misalnya kebocoran di dalam rumah atau kebocoran lainnya. Kami sarankan buat laporan ke kantor cabang. Sedangkan kesalahan kami, bisa seperti ada proses di meteran, dan bila benar kesalahan pada kami tagihan yang melonjak akan dihitung ulang. Begitupun, kami akan cek kembali pemilik rekening ini. Terimakasih.

Ir Joni Mulyadi
Kabid publikasi dan komunikasi

Bangunan di Atas Benteng

082160200xxx
Yth Bapak Camat Medan Denai di Jermal Baru ada seseorang membuat bangunan di atas benteng, saya sudah laporkan ke Kepling Pak Mardi tapi tidak ada respon mohon Bapak tinjau dulu ke Jermal Baru.

Dinas TRTB Bergerak
Terimakasih laporannya, kami akan mengeceknya langsung dan saya minta kepada Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) untuk bertindak serta memberikan teguran kepada pemilik bangunan.

Ir H Syaiful Bahri, Sekda Medan

Bahas Kebakaraan Pasar Dwikora

Anggota Dewan Gebrak Meja

SIANTAR-  Dua anggota DPRD Kota Siantar dari Komisi II Tumpal Sitorus dan Saud Simanjuntak saling  gebrak meja, adu mulut  dan nyaris adu jotos pada rapat dengar pendapat membahas kebakaran Pasar Dwikora. Akibat emosi keduanya, rapat terpaksa diundur hingga Selasa (8/3).

Keduanya terlibat adu mulut dan saling gebrak meja saat mendapat giliran memberikan tanggapan usai perwakilan dari Pemko Siantar memberikan pemaparan tentang kebakaran di Pasar Dwikora. Rapat sendiri dipimpin Ketua Komisi II Kennedy Parapat.

Saat berlangsung rapat, Saud memberikan tanggapan, dia tidak setuju dengan nota kesepakatan yang dibuat Pemko dengan perwakilan pedagang Pasar Dwikora Senin lalu (28/2) di Kantor Wali Kota.

Pemko dianggapnya tidak menghargai lembaga DPRD, sementara yang menjalankan roda pemerintahan di Kota Siantar ini lembaga DPRD dan Pemko Siantar.
“DPRD tidak difungsikan, tidak ada lagi harmonisasi dengan DPRD. Kenapa Pemko tidak melibatkan DPRD dalam membuat kesepakatan ini. Kebakaran itu bukan masalah wali kota, kalau mau buat kesepakatan harusnya  libatkan  muspida yang lain,” terangnya.

“Kalau memang tujuan Pemko membuat nota itu bagaimana supaya suasana diantara pedagang sejuk, harusnya libatkan DPRD. Kebakaran itu bukan tanggungjawab Hulman saja,” tegas Saud lagi.

Giliran Tumpal memberikan tanggapan, dia malah memberikan kritik terhadap Saud yang dinilainya melebarkan masalah dan tidak sesuai dengan agenda yang akan dibahas antara Pemko dengan DPRD. “Mohon maaf Pak Saud dan Pak Rudolf, saya minta supaya rapat ini jangan mengambang dan melebar kemana-mana. Yang perlu kita bahas sekarang bagaimana memperhatikan nasib 15.000 pedagang pasca kebakaran, tidak perlu kita bahas lagi nota kesepakatan itu,” jelas Tumpal dengan suara yang meninggi.

“Saya juga tidak setuju pernyataan pak Rudolf, masak pak Rudolf bilang status Pasar Parluasan tidak jelas. Status pasar itu jelas dikelola kecamatan, marah nanti bapak-bapak ini (Perwakilan Pemko, red)  kalau dibilang tidak jelas,” tegasnya lagi. “Izin pimpinan, kok jadi sesama kita yang berdebat, saya tidak setuju kalau tanggapan anggota yang lain diprotes,” teriak Saud.
“Izin pimpinan, itu hak saya mau ngomong apapun di Indonesia ini, saya juga anggota dewan,” balas Tumpal dengan muka merah.

“Izin pimpinan, hak saya juga ngomong apapun,” balas Saud dengan nada emosi. Tiba-tiba Saud menggebrak meja, braak. Dan Tumpal pun tidak mau kalah, Tumpal balas memukul meja. “Harusnya yang kita bahas sekarang bagaimana kedepan nasib 15.000 pedagang,” tambah Tumpal lagi melalui pengeras suara.

Disebabkan situasi panas antara dua orang ini, anggota dewan yang lain dari Komisi II yakni Fauzi Siagawan dan Christina Novelindah yang duduk  satu meja dengan kedua orang ini pun meminta supaya sidang di skor. Begitu juga dengan beberapa pejabat Pemko yang hadir meminta supaya rapat diskor. Dan Kennedy Parapat pun cepat tanggap. “Sidang kita skor 1 jam,”jelas Kennedy seraya mengetuk palu satu kali.

”Kenapa diskor, saya tidak emosi coba cek tensi darah saya dan saya juga tidak mabuk,” sanggah Tumpal seraya menunjukkan lengan tangannya. “Tapi bapak tadi emosi,” jawab Kennedy lagi. Usai rapat dinyatakan diskor, Saud lebih dulu keluar dari ruang rapat, disusul beberapa anggota DPRD yang  lain. Sementara di dalam ruangan Tumpal masih terus berbicara dengan beberapa orang yang ada di ruang rapat itu. Kemudian rapat diskor  hingga Selasa (8/3).

Belum sampai setengah jam sesudah rapat di skor, rapat kembali dibuka oleh Kennedy Parapat. Dan tidak lama kemudian palu diketuk lagi, rapat kembali di skor  hingga Selasa (8/3).
Sementara itu Asisten I Pemko Siantar Jumadi memimpin rombongan Pemko Siantar dalam rapat dengar pendapat dengan DPRD Kota Siantar. Terlihat ikut hadir Kadispenda Setiawan Girsang,  Kepala Bappeda Herowin TF Sinaga, dan Camat Siantar Utara Junaidi Sitanggang. (ral/smg)

Kasus Syamsul Cukup Banyak

Hingga Jumat (4/3) kemarin, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih belum mau membeberkan kasus apa yang mulai ditelisik di Pemprov Sumut. Cara ’tutup mulut’ ini memang sudah biasa dilakukan pimpinan KPK tatkala penelusuran sebuah kasus masih pada tahap sangat awal.

Namun, kepada Sumut Pos beberapa waktu lalu, Direktur Penyidikan KPK, Ferry Wibisono sempat mengatakan, dugaan kasus korupsi yang melibatkan nama Syamsul Arifin sebenarnya cukup banyak, tidak hanya satu atau dua. Ini berdasarkan pengaduan yang masuk ke KPK.
Hanya saja, kata Ferry saat itu, tidak mungkin semuanya diusut. “Kalau dituruti, ya nggak habis-habis,” ujar Ferry. Alasannya, laporan kasus korupsi yang ke KPK juga berasal dari daerah-daerah lain. Jika KPK hanya fokus ke salah satu aktor korupsi, maka kasus di daerah lain tak bisa tertangani. Alasan lain, jumlah penyidik di KPK terbatas, dibandingkan dengan jumlah kasus yang terus membludak.

Lantas mengapa akhirnya KPK masuk juga ke kasus dugaan penyelewengan dana bantuan sosial (Bansos) tahun 2009 senilai Rp215,17 miliar di Pemprov Sumut? Belum juga ada penjelasan terkait hal ini. Hanya saja, dalam catatan koran ini, saat menjalani pemeriksaan di awal-awal berstatus tersangka, Syamsul dicecar penyidik KPK mengenai sumber atau asal uang yang dikembalikan ke Pemkab Langkat, yang mencapai Rp64 miliar. Yang dalam dokumen yang didapat koran ini, dilakukan dalam 10 kali pembayaran.

Belum ada keterangan, apakah memang ada keterkaitan pengembalian uang itu dengan dugaan bobolnya dana Bansos di Pemprov Sumut. Juga belum ada keterangan, apakah karena ada keterkaitan dengan kasus Langkat sehingga KPK ‘terpaksa’ kembali intensif menyasar satu tokoh yang sudah berurusan hukum. Yang pasti, kalau ada keterkaitan, tetap saja kasus Bansos ini merupakan kasus baru, yang pemberkasannya terpisah dengan kasus Langkat.
KPK, memang masih getol membidik kasus-kasus korupsi Bansos, teranyar adalah kasus mantan walikota Pematangsiantar, RE Siantar, yang sudah menjadi tersangka.

Wakil Ketua KPK Haryono Umar Sumut Pos beberapa waktu lalu menjelaskan, penyelewengan dana Bansos sebenarnya sudah menjadi modus lama tindak pidana korupsi di banyak daerah. Disebutkan, dari sekian banyak item penganggaran, anggaran Bansos memang paling mudah diselewengkan. Dana itu oleh pelaku dikatakan telah disalurkan ke masyarakat, lantas dibuatkan tanda tangan-tanda tangan dan bukti penerimaan yang dimanipulasi alias fiktif.

Sementara, penggunaan dana Bansos itu juga tidak bisa dipantau. “Jadi dana Bansos itu memang rawan sekali. Bilang sudah diserahkan, tapi dengan manipulasi tanda tangan,” ujar Haryono.

Karenanya, KPK mendorong agar pemerintah menghapus alokasi dana Bansos. Ini lebih baik daripada uang terus dikorupsi dan semakin banyak daftar kepala daerah atau mantan kepala daerah yang masuk penjara.(sam)

Gatot Dilantik Jadi Majelis Ad Hock Peradi

MEDAN- Wakil Gubernur Sumatera Utara, H Gatot Pudjo Nugroho ST dilantik menjadi Dewan Majelis Daerah Ad Hock Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) Cabang Medan. Dengan dilantiknya ini, praktis Gatot memiliki tugas mengawasi sekitar 1.200 orang pengacara yang tergabung sebagai anggota Peradi di Sumut.

Pelantikan ini digelar, Jumat (4/3) di Grand Aston City Hall Medan. Gatot dilantik bersama anggota dewan majelis dan DKD Peradi lainnya berdasarkan SK Kep: 981/PERADI/DPN/XII/2010 tentang pembentukan Dewan Kehormatan Daerah (DKD) dan Dewan Majelis Ad Hock Peradi Cabang Medan. Setelah munculnya SK ini, maka orang-orang yang telah dilantik memiliki tugas memeriksa dan mengadili pengacara yang melanggar Kode Etik Advokat (KEA).

Gatot dilantik bersama tokoh lainnya, seperti Dirut Bank Sumut, Gus Irawan, Ajib Shah, Haposan Sialagan, Prof DR Syafruddin Kalo SH M Hum, Parlindungan Purba, Alamsyah Hamdani dan Jelly Leriza. Dewan majeli ini dilantik ketua Dewan Pengurus Nasional Peradi, Otto Hasibuan.

Ketua Peradi cabang Kota Medan, Sofwan Tambunan menyampaikan, hadirnya DKD dan Dewan Majelis Ad Hock Peradi di Sumut membawa warna baru dalam hal penegakkan hukum khususnya yang melibatkan advokat. Apalagi, selama ini ada terjadi dekadansi moral, di mana proses penegakkan hukum kurang membawa wibawa terlebih lagi ada yang melibatkan advokat.

“Kami sudah banyak dapat laporan, selama ini laporannya di teruskan ke pusat dan disidangkan di Pusat, jadi dengan hadirnya DKD dan Dean Majelis Ad Hock Peradi ini, semua laporan pengaduan yang masuk sudah bisa ditindak lanjuti,” sebutnya.

Usai dilantik, Gatot dalam kata sambutannya mengharapkan, dengan adanya pelantikan ini, bisa menumbuhkan kembali wibawa hukum. Sebab, dengan tegaknya hukum yang memiliki wibawa akan membawa aura wibawa pemerintahan. “Jika secara keseluruhan semua memiliki wibawa, secara otomatis kepercayaan investor akan semakin tinggi di Sumut,” ucapnya. (ril)