24 C
Medan
Thursday, April 2, 2026
Home Blog Page 15653

Perbaiki Komunikasi Dokter

Cegah Berobat ke Luar Negeri

MEDAN- Wakil Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pudjo Nugroho meminta dokter dan pengelola rumah sakit meningkatkan profesionalisme, pelayanan dan komunikasi kepada pasien. Tujuannya untuk mengungari pasien berobat ke luar negeri.

Demikian diminta nya dalam acara  pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Seminar Nasional Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) di Hotel Tiara Medan, Rabu (23/2).

Menurutnya, dokter dan dunia medis harus mengedepankan fungsi sosial dan nilai-nilai kemanusian. Jangan semata mencari  untung dan memikirkan bisnis semata. Hal ini dilakukan untuk menghempang warga Sumut berobat ke luar negeri.

“Kompetensi keilmuan, profesionalisme dan peralatan di kita tidak kalah dibanding rumah sakit di luar negeri.
Tapi mengapa, banyak pasien kita lebih percaya dan memilih berobat ke luar negeri. Ke depan hal ini harus ditekan,” tukasnya.

Gatot menegaskan, pelayanan terhadap pasien haruslah menjadi perhatian serius para dokter dan pihak rumah sakit di Indonesia. “Jika tidak ingin rumah sakit dan dokter Indonesia ditinggalkan pasien,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Umum PERSI pusat DR Dr Sutoto Mkes tidak memungkiri masih banyaknya Warga Negara Indonesia (WNI) yang memilih berobat ke luar negeri. Menurutnya,  ada sekitar 500 ribu orang Indonesia yang berobat ke luar negeri setiap tahunnya. Menghadapi ini ada beberapa faktor yang harus dilakukan dalam upaya peningkatan.

Seperti penampilan dan fasilitas, dokter dan rumah sakit di Indonesia sebenarnya tidak kalah dengan rumah sakit di luar negeri, seperti di Malaysia, Singapura, India dan Cina.

“Hal yang dikeluhkan pasien Indonesia yang berobat di luar negeri, bukan pada profesionalitas pada kompetensi. Kita masih kalah dalam hal komunikasi dokter dengan pasien,”  sebutnya.

Disebutkannya, dokter di Indonesia masih belum terbiasa memberi penjelasan yang baik terkait penyakit pasien. Padahal, pasien sebagai teman dalam penyembuhan penyakitnya sangatlah dibutuhkan pasien.
Pada hakikatnya pasien ingin mengetahui semuanya, apakah penyakitnya, cara terapi dan tindakan medis yang dilakukan serta kemungkinan resiko terjadi. “Inilah yang ingin tingkatkan. Bagaimana pasien bisa nyaman ketika berobat di Indonesia,” tukasnya.

Ketua PERSI Sumatera Utara, dr Sjahrial R Anas menambahkan, setiap dokter dan rumah sakit memberi pelayanan kesehatan secara maksimal kepada masyarakat. Sesuai UU No 44/2009 tentang Rumah Sakit dan UU No 29/2004 tentang Praktek Kedokteran. (mag-9/ril)

Proyek Asahan III Belum Kelar

MEDAN-Polemik proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan III antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero, hingga saat ini belum kelar juga.

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Gatot Pudjonugroho yang ditemui Sumut Pos di Lantai 9 Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Diponegoro Medan, Rabu (23/2), awalnya enggan menjawab pertanyaan wartawan koran ini mengenai kelanjutan proyek senilai Rp2.2 triliun tersebut.

“Kita berbicara yang lain saja,” kata Gatot singkat. Namun, setelah didesak akhirnya Gatot buka suara. Menurutnya, terkait Asahan III telah ada pembicaraan antara Gubsu, Syamsul Arifin dengan pihak PT Bajradaya Swarna Utama (BSU). “Yang jelas, kemarin Pak Gubernur sudah ada permintaan dari PT BSU, dan sudah ada jawaban terhadap permintaan itu,” katanya.

Saat ditanya permintaan seperti apa dan jawaban apa yang diberikan oleh Gubsu Syamsul Arifin, Gatot enggan menjawabnya.

Sementara itu, pengamat Kelistrikan asal Universitas Sumatera Utara, Surya Tarmizi Kasim yang dimintai komentarnya mengenai hal tersebut mengatakan, sudah dimulainya pengerjaan pembangunan PLTA Asahan III oleh PLN, sudah menunjukan bahwa pihak PT PLN Persero telah menunjukan keseriusannya untuk menangani persoalan kelistrikan. Jadi sangat tidak etis jika proyek tersebut dipersoalkan lagi oleh Pemprovsu.

“Kondisi kelistrikan di Sumut selama ini sudah memprihatinkan. Seharusnya, ketika sudah ada pihak yang bersedia menangani itu maka sebaiknya diberi izinnya. Apalagi, pihak sebelumnya telah mengulur-ngulur waktu pengerjaannya. Sekarang kok malah diributin.

Semestinya Pemprovsu dan PLN bersinergi. Kita ketahui pula, dulu pihak pengembang pertama mengulur-ngulur waktu karena mengetahui PLN sedang tidak labil. Kenapa sekarang sudah lebih baik dan berupaya yang juga ke arah lebih baik, kok diributi,” tegas Surya Tarmizi Kasim.(ari)

Demo Mahasiswa Aceh Ricuh

BANDA ACEH- Aksi unjuk rasa di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Banda Aceh sempat ricuh. Aksi bakar ban yang dilakukan mahasiswa di halaman kantor dibalas dengan aksi dorong oleh aparat polisi Dalmas.

Pantauan wartawan di kantor DPRA, Jalan Daud Beureuh, Banda Aceh, Rabu (23/2), awalnya aksi hanya diisi oleh orasi-orasi. Mahasiswa menuntut agar BK DPRA menyidangkan seorang anggota dewan, Abdullah Saleh. Abdullah dituduh sebagai biang kerok terjadinya kekerasan terhadap mahasiswa dalam unjuk rasa yang digelar pada 17 Februari 2011 lalu.

Karena tidak mendapatkan respons, mahasiswa kemudian membakar ban. Tiba-tiba seorang komandan Dalmas Polresta Banda Aceh, AKP Nur Hamid mendekat mahasiswa kemudian menendang ban yang dibakar tersebut.

Api dari ban tersebut pun semakin berkobar. Pasukan Dalmas kemudian menyerbu mahasiswa dan mendorong mahasiswa hingga keluar pintu pagar. Setelah mahasiswa berada di luar, pintu pagarpun ditutup. Mahasiswa pun kesal dan menggoyang-goyangkan pagar kantor DPRA. Akibatnya salah satu pintu pagar rusak. Petugas dalmas masih terus berjaga di depan pintu.

Tiba-tiba hujan deras mengguyur. Aksi menggoyang pintu pagar itupun terhenti sejenak. Kurang lebih 15 menit, hujan pun berhenti. Mahasiswa kemudian kembali melanjutkan aksi goyang pintu pagar. Mahasiswa tetap bersikeras hendak masuk dan beraksi di dalam halaman kantor DPRA.(net/ra/jpnn)

Empat Pelajar ke Ichikawa Jepang

Pada Juli 2010, 4 siswa SMA Swasta Harapan 1 Medan terpilih mewakili Kota Medan untuk mengikuti program Sister City bersama 5 siswa SMA Negeri 1 Medan. adapun keempat siswa SMA Swasta Harapan 1 Medan tersebut yakni Zahra Khairalita, Andri Hans Siregar, Iqbal Zaehan dan Faisal Ramli Dali Munthe.

Petualangan keempat siswa ini juga berbarengan dengan siswa Amerika Serikat yang turut melakukan program serupa dengan Sister City. Keempat siswa ini berada di Ichikawa Jepang selama 10 hari. “Yang paling jelas terlihat di sana adalah pendidikan yang mengutamakan praktik daripada teori,” ujar Zahra, Rabu (23/2).

Andri menambahkan, selain itu, pelajaran dari tingkatan awal sudah lebih fokus diterapkan kepada siswa. Sistem pendidikan di sana juga sangat disiplin. “On time nya ini yang tak tahan, mereka sangat disiplin mengatur waktu. Lingkungan belajar mereka dimana pun sangat bersih, jadi untuk belajar sangat nyaman,” jelasnya.

Selain mendatangi komplek sekolah dan universitas, mereka juga diundang untuk jalan-jalan di museum. “Kami secara ditail diterangkan tentang sejarah dan kebudayaan Jepang,” ujar Iqbal.

Faisal juga berpendapat, banyak sekali yang harus dicontoh dari Jepang. “Selain disiplin dan bersih mereka juga sangat menjaga semangat mereka dalam mengerjakan segala sesuatu hal. Itu yang juga perlu kita tiru, pantang menyerah,” jelasnya.

Andri kembali menjelaskan, budaya yang patut dicontoh dari Jepang adalah mereka sangat mengutamakan bahasa sendiri. “Mereka dominan menggunakan Bahasa Jepang. Mereka menggunakan Bahasa Inggris hanya sekedarnya, ini juga perlu kita contoh. Di mana rasa nasionalis kita dari tahun ke tahun terus tergerus,” jelasnya.
Kembali Zahra mengatakan, tahun ini mereka (orang Jepang, red) akan hadir di Medan. “Ini kelanjutan dari program pertukaran pelajar tadi. Jadi saat ini kami sedang merancang jadwal untuk mengisi waktu mereka di Medan. Seperti mengajak mereka berwisata ke Danau Toba, karena pengalaman beberapa tahun lalu, orang Jepang sangat senang ke sana,” kata Zahra. (saz)

Mohon Adil ke Guru SD

082165267xxx

Kepada Yth Bapak Kadis Pendidikan Kota Medan kegiatan Dharma Wanita itu apa hanya milik KUPT SMP, SMA dan Kadis kota Medan saja. Sementara kami yang di  SD itu  hanya sebagai tumbal yang tugasnya membayar iuran setiap bulannya dan membayar kalender seharga Rp18.000 per setnya tolong yang adil Pak.

Sudah Cukup Adil

Terimakasih laporannya, kami tetap bersikap adil semampu kami. Setahu saya, kalau dibilang tidak melibatkan guru SD tentunya hal ini bertolak belakang, sebab selama ini pelaksanaannya melibatkan seluruh guru. Kemudian, nilai iuran yang dikutip untuk kegiatan yang selama ini dilaksanakan Dharma Wanita saja.

Beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan seperti perlombaan dan kegiatan lainnya tentang pendidikan karakter serta sering mengundang para nara sumber untuk seminar.

Hasan Basri
Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan

Diberi Waktu Sampai 12 Maret

Dirjen Bea Cukai: Hollywood Salah Sasaran

Dirjen Bea dan Cukai Thomas Sugijata menuturkan Motion Pictures Association (MPA) yang merupakan distributor film-film Hollywood memiliki sisa waktu sampai 12 Maret untuk mengajukan keberatan.
Di mana penetapan aturan reassessment (penghitungan ulang) royalti film yang baru, telah dilakukan tanggal 12 Januari dan sesuai ketentuan keberatan hanya bisa diajukan dalam 60 hari.

“Penetapannya itu tanggal 12 Januari. Nah para importir kalau keberatan silahkan mengajukan keberatan dalam 60 hari, ini jadi ya 12 Maret ini terakhir. Ini kan prosedur normal, bea cukai memeriksa, nanti jika dia keberatan bisa mengajukan argumentasi,” jelas Thomas di Jakarta, Rabu (23/2).

Importir film asing di Indonesia belum membayar royalti sejak tahun 1995. Alhasil, bea masuk pun membengkak karena royalti yang belum dibayarkan itu, bukan karena adanya kebijakan atau peraturan baru terhadap film impor.
Penambahan royalti ke dalam nilai pabean sudah sesuai World Trade Organization (WTO) Valuation Agreement dan sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 7/1994 yang diubah menjadi UU No 10/1995 tentang Kepabeanan Yang Mengatur Ketentuan Tentang Nilai Pabean.  Selama ini importir hanya memberi tahu biaya cetak kopi film, tanpa memasukkan royalti ke dalam nilai pabean sehingga kita menambahkan itu ke dalam nilai pabean.

MPA, selaku wakil produser film Hollywood, mempermasalahkan aturan dan penafsiran baru Ditjen Bea dan Cukai atas Peraturan tentang Pajak Bea Masuk yang diberlakukan per Januari 2011 yakni bea masuk atas hak distribusi. Dalam lampiran Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang dan Pembebanan Tarif Bea Masuk atas Barang Impor memang disebutkan, bea masuk film sebesar 5-15 persen.
Aturan yang ditetapkan pada 22 Desember 2010 itu membedakan tarif berdasarkan ukuran, jenis, dan bahan film impor. Kebijakan bea masuk film impor tertuang dalam SE-03/PJ/ 2011 tentang Pajak Penghasilan (PPh) atas Penghasilan Royalti dan Perlakuan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas Peredaran Film Impor.

Thomas Sugijata juga menyesalkan pemboikotan film asing oleh MPA. Thomas menilai MPA telah salah sasaran jika mengajukan keberatan pada Ditjen Bea dan Cukai.

“Kalau keberatan silakan ke pengadilan pajak, jadi nanti keberatan bukan ke kita, ke pengadilan pajak. Kalau perlu nanti prosedurnya kita kasih tahu,” pungkasnya. (net/bbs/jpnn)

Senang Nyanyi Sejak SD

Bakat terpendam biasanya sudah bisa dilihat sejak kita kecil. Itu pula yang diketahui orangtua Indah Permata Sari, sejak ia berada di kelas 5 SD. Siswa kelas X F SMA Swasta Harapan 1 Medan ini mengaku jika bernyanyi Ia merasakan satu hal berbeda dalam hatinya, tenang, senang dan bersemangat. “Kalau sudah dengan musik, pengennya nyanyi dan melepaskan semua perasaan yang ada, let it flow,” katanya, Rabu (23/2).

Gadis kelahiran Jakarta 19 April 1995 ini telah mengikuti les vokal sejak 5 tahun lalu. “Mama melihat bakat yang ada dalam diri saya, pada waktu itu saya masih kelas empat SD. Barulah pada kelas lima SD masuk les vokal. Dan untuk menjadi penyanyi profesional, kata pelatih  minimal harus belajar vokal selama 9 tahun. Dan saya akan mengejar itu, dan saya berharap saya bisa,” jelas Indah.

Dalam bernyanyi, Indah banyak menginspirasi dirinya dengan penyanyi-penyanyi Indonesia maupun dunia. Seperti Agnes Monica, Celine Dion dan Beyonce. “Karakter saya memang berada pada suara yang melow. Namun, segala jenis genre musik saya bisa, kecuali Jazz,” ujarnya.

Pada Januari 2011 lalu, anak keempat dari 6 bersaudara pasangan Rustam Effendi Siregar dan Tengku Sarinada ini sempat menjadi juara pertama lagu berbahasa Inggris pada even yang digelar satu institusi bimbingan Bahasa Inggris English First dalam merayakan ulang tahun institusi tersebut.

“Namun, karena memang sudah sering juara menyanyi sejak SMP kelas tiga, orangtua tak begitu mengapresiasi lagi. Mereka hanya memberikan dukungan-dukungan moril saja, dan itu memang sangat berguna untuk mempertahankan semangat saya,” kata Indah. Selain berlatih di les vokal, Indah juga berlatih di rumah. “Saya sering berlatih di rumah, karena memang sudah disediakan fasilitasnya oleh orangtua,” ungkapnya. (saz)

Tarif Listrik Tiba-tiba Melonjak

081370522xxx
Kepada PLN, saya mau tanya mengapa rekening listrik saya tiba-tiba melonjak, padahal selama ini masih relatif normal. Mohon jawabannya?

Hubungi Kantor Area Pelayanan Pelanggan

Terimakasih pertanyaannya, penyebab rekening listrik melonjak kemungkinan karena petugas tidak mencatat dengan benar angka pemakaian KWh pelanggan. Kami terus-menerus melakukan pembenahan dan pembinaan kepada petugas pencatat meter untuk meningkatkan akurasi baca meter. Untuk itu kami mohon partisipasi pelanggan untuk melaporkan kepada kami petugas yang tidak bekerja dengan benar. Sementara, jika pelanggan menemui rekening listriknya anjlok (terlalu besar atau terlalu kecil), jangan dibayar dahulu. Sampaikan hal itu ke kantor area pelayanan dimana pelanggan dilayani. Kami memiliki data historis pemakaian listrik pelanggan. Jika memang terjadi kesalahan pencatatan atau perhitungan akan langsung dikoreksi.

Raidir Sigalingging
Deputi Manager Komunikasi PLN wilayah Sumut

Bina Usaha Mikro Kecil

TEBING TINGGI-  Secara umum, seseorang sering mencampur adukkan pengertian usaha kecil menengah (UKM) dengan usaha mikro kecil (UMK), padahal kedua sektor usaha itu memiliki perbedaan yang mencolok, dimana UMK memiliki aset bersih Rp50 juta sedangkan UKM memiliki aset bersih hingga mencapai Rp500 juta.

“Sektor UKM itu sebenarnya tidak perlu dibahas, karena sudah memiliki aset bersih yang cukup besar, yang perlu dihidupkan oleh pemerintah daerah dan Kadin saat ini adalah ekonomi mikro yang umumnya digeluti oleh para pedagang. Mereka harus diberikan legalitas dan terdaftar pada kelompok-kelompok usaha supaya gampang didata,” ungkap Dekan Fakultas Ekonomi USU DR Jhon Tafbu Ritonga pada acara Rapimko dan Dialog Interaktif Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tebing Tinggi, Rabu (23/2)  sekira pukul 09.00 wib di Gedung Balai Pertemuan Kartini, Jalan Imam Bonjol Kota Tebing Tinggi.  Kata dia, perlu pemahaman yang benar dan fokus pada substansi masalah UMK yang merupakan bagian terbesar dari pelaku usaha, dimana 99,27 persen unit usaha non pertanian adalah UMK dengan daya serap tenaga kerja 84,59 persen.

“Untuk itu, pemerintah daerah dan Kadin harus mampu memberikan perhatian yang besar terhadap basis ekonomi kota yakni usaha mikro dan kecil (UMK) bukan UKM,” tegas JhonTafbu.

Lanjut Jhon Tafbu Ritonga, variabel yang paling menentukan pengembangan UMK ialah pembiayaan, padahal aspek terpenting adalah pengembangan nonfinansial yang terdiri dari legalitas, manajerial, produksi, pemasaran dan ketenagakerjaan, karena dengan sendirinya hal itu dapat mengatasi masalah keuangan.

Ketua Kadin Sumatera Utara, Irfan Mutyara dalam sambutannya mengatakan selaku induk dunia usaha, Kadin siap menjembatani kepentingan dunia usaha dengan pemerintah, sehingga dapat tercipta sinergi kegiatan pembangunan khususnya di Kota Tebing Tinggi.(mag-3)

8 Pelaku Judi Dibebaskan Polisi Ngaku tak Cukup Bukti

BINJAI- Polres Binjai melepas delapan pelaku judi yang baru diamankan. Alasannya, karena tak memenuhi unsur untuk ditahan. Kedelapannya, ditangkap di lokasi yang berbeda dan jenis judi yang juga berbeda.

Tiga diantaranya diamankan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Binjai Utara, Senin (21/2) sekitar pukul 22.00 WIB dengan jenis judi kopyok dan lima pelaku lainnya di Brahrang, Jalan Binjai-Kuala, Kecamatan Binjai Barat, Selasa (22/2) sekitar pukul 15.00 WIB dengan jenis judi ludo.

Dari tangan ketiga pelaku yang diamankan di Jalan Perintis Kemerdekaan Binjai Utara itu, yakni Zulfairi (30), Aldi (20) dan Rudi Wilianto (34), petugas menemukan barang bukti berupa,  enam buah mata dadu, lima batang lilin, dua alas lapak plastik, tas hitam, uang Rp242 ribu dan lainnya.

Sementara, barang bukti yang berhasil ditemukan petugas dari lima pelaku judi yang diamankan di Brahrang yakni, sejumlah alat untuk bermain ludo.

Selain itu, keterangan yang berhasil dihimpun wartawan koran ini, kedelapan pelaku judi tersebut bebas sekitar pukul 18.30 WIB setelah sempat menjalani pemeriksaan di ruang unit Judisila.

Untuk mengetahui lebih jelas, terkait bebasnya delapan pelaku judi tersebut, wartawan koran ini mencoba menjumpai Kanit VC Judi Sila Polres Binjai, Ipda Hanry Tobing SE, Rabu (23/2). Namun, saat dijumpai di ruang kerjanya, Henry Tobing tidak berada di tempat dan wartawan koran ini akhirnya mencoba untuk menunggu.
Setelah menunggu sekitar satu jam, akhirnya Henry Tobing masuk ke ruang kerjanya dan wartawan koran ini langsung mencoba untuk menghampirinya.

Untuk selanjutnya, Henry Tobing mengizinkan wartawan koran ini masuk ke dalam ruangannya.
Dengan kondisi ruangan yang dingin, wartawan koran ini langsung saja mengkonfirmasi terkait bebasnya delapan pelaku judi yang sempat diamankan oleh petugas, yang tak lain dipimpin langsung oleh Henry Tobing saat melakukan mengamankan para pelaku judi itu.

Menurut Henry Tobing, tiga pelaku judi yang bebas, tidak memenuhi unsur setelah menjalani pemeriksaan.
Sehingga, ketiganya tidak bisa ditahan. “Semalam itu, target kita sebenarnya judi Togas. Untuk itu, kita terlebih dahulu menghantarkan pelaku judi Tigas dan  kita kebali lagi ke lokasi judi kopyok  yang sempat kita lihat  sebelumnya,” jelas Henry Tobing,  dan meminta jangan menulis keteerangannya sebelum dicerna terlebih dahulu.(dan)