Home Blog Page 1567

Balon DPD RI Dedi Iskandar Batubara Reski Mendaftar ke KPU Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bakal calon (Balon) anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Dedi Iskandar Batubara resmi mendaftarkan diri ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), di hari pertama masa pendaftaran calon, Senin (1/5/2023) siang. Kehadiran Dedi ditemani puluhan massa terdiri dari tim pemenangan, pendukung, simpatisan, termasuk istri dan putrinya, sejumlah Pengurus Wilayah Al-Jam’iyyatul Washliyah bersama pimpinan organ bagian, serta wartawan.

Sebelum mendaftar, Dedi bersama rombongan sekitar 50-an massa berjalan kaki dari depan Taman Budaya Medan menuju kantor KPU Medan di Jalan Perintis Kemedekaan, Kota Medan. Mereka membawa poster sosialisasi dan dukungan kepada sang calon.

Dedi Iskandar Batubara (DIB) yang masih menjabat sebagai Anggota DPD RI Komite III menyampaikan, langkahnya mendaftar lagi sebagai calon senator asal Sumut sebagai wujud dari upaya perjuangan membawa aspirasi masyarakat untuk periode berikutnya. DIB yang saat ini juga Ketua Pengurus Wilayah Al-Jam’iyyatul Washliyah Sumut, mengatakan langkah mendaftar ini dilakukan di hari pertama masa pendaftaran agar pemeriksaan atau jika ada perbaikan, dapat segera dilakukan. Meskipun secara administrasi, proses verifikasi sudah selesai dan dinyatakan Memenuhi Syarat (MS), DIB mengambil hari pertama sebagai bentuk keseriusan menjadi kontestan Pemilu 2024 mendatang.

Sementara itu, Anggota KPU Sumut Ira Wirtati yang menerima kedatangan rombongan DIB mengatakan, proses tersebut berlangsung dengan dua cara. Yakni penyerahan dokumen digital yang diunggah melalui aplikasi Silon KPU dan penyerahan berkas fisik sebagaimana berlangsung di Kantor KPU saat itu. “Jadi semua dokumen fisik diberikan langsung. Dan dokumen digital akan diperiksa tim verifikasi,” ujarnya. (adz)

Saksikan R2D 88 Road Race 2023, Bobby Nasution Jajal Sirkuit

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kehadiran Wali Kota Medan, Bobby Nasution, ke ajang R2D 88 Road Race 2023 di Sirkuit Multifungsi Disporasu, Minggu (30/4) kian menambah gairah para pembalap meraih prestasi.

 Tidak hanya menyaksikan dan memberikan semangat kepada para peserta yang berasal dari berbagai provinsi ini, Bobby Nasution bahkan sempat menjajal sirkuit tersebut dengan mengendarai sepeda motor RX King seraya mempraktikkan safety riding.

 Kedatangan Bobby Nasution dalam ajang yang menarik perhatian masyarakat Medan dan sekitarnya ini memang telah dinantikan. Maka, saat suami Ketua TP PKK Medan Kahiyang Ayu Bobby Nasution ini tiba, penonton pun bertepuk tangan. Tidak sedikit pula yang menyerukan nama pemimpin di ibu kota Sumatra Utara ini.

 Bobby Nasution didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Medan, Pulungan Harahap, pun membalas sambut penonton dengan lambaian tangan. Tepukan tangan pun kembali terdengar di ajang yang juga memperebutkan Piala Wali Kota Medan itu.

 Bersamaan dengan tibanya Bobby Nasution, seputaran balapan telah selesai. Maka, saat itu orang nomor satu di Pemko Medan itu pun langsung menjajal sirkuit itu seraya mempraktikkan safety riding. Aksi Bobby Nasution yang diiring beberapa pembalap ini kembali mengundang aplaus dari penonton.

 Setelah itu, bersama para penonton lain Bobby Nasution menyaksikan road race tersebut. Salah satu Kelas yang cukup membetot perhatian adalah  Kelas Bebek 4 Tak 150 CC STD Mix Rookie. Pasalnya, di Kelas ini terdapat pembalap cilik asal Tembung bernama A. Syafii.

 Syafii beraksi penuh percaya diri melaju dengan sepeda motornya. Anak usia sebelas tahun yang ini berhasil mengungguli seluruh lawannya dan menjadi juara di Kelas tersebut. Kemenangan bocah ini mendapat sambutan meriah dari penonton. Bobby Nasution pun turun dari tribun untuk memberikan selamat kepada pembalap cilik tersebut.

 Road race ini diikuti ratusan pembalap. Para peserta ini bukan hanya berasal dari kabupaten/kota di Sumatra Utara, namun juga dari berbagai provinsi lain di Indonesia. Selain itu, tidak sedikit peserta ini merupakan pembalap-pembalap andal yang mengukir prestasi.

 Perhelatan ini terbukti menyedot perhatian. Selain hadirnya pembalap andal, road race ini juga memperlombakan banyak kelas, di antaranya Bebek 4T 150cc TU MIX  Expert (MP1), Bebek 4T 150cc TU Mix Novice (MP3), Bebek 4T 150cc Std Mix Rookie (MP5), Bebek 4T 125cc Std Open (MP6), Matic 130cc Std Open (MP7), Sport 2T 150cc Open (JU), Bebek 2T 125cc TU Underbone, Bebek 2T s/d 120cc Non Kategori (Sumut), Bebek 4T s/d 125cc Std Non Kategori (MP6 Sumut), dan Matic 130cc Std Non Kategori. (rel)

Diduga Mengantuk, Sopir Trans Travel Tiomaz Hantam Pembatas Jalan Hingga Terbalik

EVAKUASI: Personil Polantas Polres Tebingtinggi melakukan evakuasi mini bus Trans Travel Tiomaz yang terbalik di Jalan Sudirman Kota Tebingtinggi.(Ist)

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Mini bus Trans Travel Tiomaz BK 7703 DP terbalik usai menabrak pembatas jalan di depan Rumah Sakit Pamela Jalan Sudirman Kelurahan Sri Padang Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi, Senin (1/5) pagi.

Akibat menabrak pembatas jalan, mini bus langsung terbalik, seketika itu, kemudian sopir melarikan diri meninggalkan mini bus kondisi terbalik dan penumpang didalamnya.

Puluhan penumpang mini bus yang didalam saat kejadian sedang tertidur pulas dan beberapa penumpang yang mengalami luka luka langsung dilarikan ke rumah sakit.

Kasat Lantas Polres Tebingtinggi AKP Dhoraria Simanjuntak membenarkan kejadian lakalantas tunggal sebuah mini bus di Jalan Sudirman Kota Tebingtinggi dengan posisi terbalik dan menimbulkan kemacetan lalulintas di jalan Sudirman.

“Mendapat informasi adanya mini bus terbalik, langsung personil Polantas Polres Tebingtinggi langsung melakukan pengamanan dan evakuasi kenderaan ke Unit Laka Polres Tebingtinggi. Sedangkan sopir saat ini sedang dalam pengejaran personil kepolisian karena usai kejadian sang sopir melarikan diri,” jelasnya.

Untuk korban jiwa, AKP Dhoraria Simanjuntak menjelaskan tidak ada, tapi beberapa penumpang mengalami luka luka dan menjalani perobatan ke rumah sakit Sri Pamela Kota Tebingtinggi. “Personil Polantas masih meminta keterangan para saksi terutama para penumpang mini bus,” terangnya.

Salah seorang penumpang mini bus, Rani (34) mengaku sopir bus melaju dengan kecepatan tinggi ketika memasuki wilayah Kota Tebingtinggi, para penumpang sebelumnya sudah memperingatkan sopir untuk tidak mengebut, tetapi sopir tidak mengindahkannya.

“Sebelum terbalik mini bus sempat oleng ke kanan dan langsung menabrak pembatas jalan dan terbalik, penumpang didalam sempet menjerit histeris dan keluar menyelematkan diri melalui kaca jendela mobil yang pecah dan masyarakat sekitar juga membantu melakukan evakuasi penumpang,” jelasnya.

Menurut Rani, mini bus Trans Travel Tiomaz datang dari arah Pematang Siantar menuju Medan, memasuki Kota Tebingtinggi sopir mencoba menancap gasnya karena ingin cepat sampai di Medan. (ian)

Ganjar Pranowo di Pilpres 2024, Koalisi PDIP – PPP Dinilai Sudah Cukup

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PDI Perjuangan secara resmi telah mengambil keputusan untuk mengusung kadernya sekaligus Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sebagai Calon Presiden (Capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024 mendatang.

Keputusan PDI Perjuangan tersebut mendapatkan respon positif dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang secara resmi juga telah mengambil keputusan untuk turut mengusung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

Presidium Kongres Rakyat Nasional (Kornas), Sutrisno Pangaribuan, menilai koalisi PDIP dan PPP untuk mengusung Ganjar Pranowo sebagai Capres di Pilpres 2024 sudah cukup, terutama dari sisi aturan.

“Berdasarkan hasil Pemilu 2019, PDIP memperoleh 128 dari 575 kursi (22,26 persen). Sementara, PPP memperoleh 19 (4,52 persen). Dari sisi aturan, keduanya telah memenuhi ambang batas pengajuan pasangan calon (paslon) di Pilpres 2024, yakni 26,78 persen atau lebih besar dari ambang batas minimal sebesar 20 persen,” ucap Sutrisno kepada Sumut Pos, Minggu (1/5/2023).

Tak hanya dari sisi aturan, Sutrisno yang juga merupakan kader PDI Perjuangan Sumut itu juga mengatakan bahwa koalisi PDIP dengan PPP juga dinilai sudah cukup dari sisi pergerakan politik.

Bahkan Sutrisno menilai, semakin banyaknya partai besar yang akan berkoalisi dengan PDIP untuk mengusung Ganjar Pranowo bukan lah hal yang terbaik. Sebab, koalisi ‘gemuk’ justru akan memperlambat pergerakan.

“Kerjasama politik kedua Parpol (PDIP – PPP) ini sudah cukup, tidak dibutuhkan lagi tambahan parpol parlemen yang akan membuatnya makin gemuk, lambat bergerak, dan kaku,” ujar Sutrisno yang merupakan Anggota DPRD Sumut periode 2014 – 2019 tersebut.

Ketimbang berkoalisi dengan sejumlah parpol besar, Sutrisno menilai bahwa PDI Perjuangan dan PPP yang sepakat mengusung tema ‘Kerjasama Untuk Indonesia Meneruskan Kebaikan Menangkan Ganjar’ itu akan lebih baik untuk berkoalisi dengan parpol-parpol baru ataupun parpol-parpol yang tidak memiliki kursi di DPR RI (non parlemen).

“Kedua Parpol sebagai produk sekaligus ‘korban’ orde baru ini lebih baik mengajak parpol baru dan parpol non parlemen yang tidak banyak maunya. Tambahan dukungan dari PSI dan Hanura sudah cukup,” katanya.

Kemudian, Sutrisno Pangaribuan juga menilai koalisi PDI Perjuangan – PPP ini sebagai kerjasama politik yang paling komplit, sehingga dinilai akan sangat efektif sebagai representatif dari rakyat Indonesia yang majemuk.

“Kerjasama politik (PDIP – PPP) paling komplit, sebab keduanya mewakili dua kutub politik riil paling kuat, yakni kutub nasionalis dan Islam,” tuturnya.

Meskipun begitu, Sutrisno meminta PDIP dan PPP untuk belajar dari ‘Koalisi Kebangsaan’, yakni parpol pengusung Megawati Soekarnoputri – Hasyim Muzadi pada Pemilu 2004 silam.

“Selain penggunaan kata ‘kebangsaan’ tidak tepat, koalisi parpol dalam jumlah banyak juga tidak menjamin (kemenangan),” tegasnya.

Selanjutnya, Sutrisno juga berharap agar PDIP – PPP dapat menjadikan Pilpres 2019 sebagai referensi, bahwa pada Pemilu 2019 koalisi parpol yang banyak juga tidak membuat Joko Widodo dan Ma’ruf Amin menang besar. Bahkan, kemenangan Joko Widodo – Jusuf Kalla di Pilpres 2014 masih lebih besar meskipun koalisi Parpol saat itu lebih sedikit.

“Sekali lagi, kemenangan Pilpres 2024 tidak ditentukan oleh jumlah parpol pendukung, namun oleh kesatuan paslon, parpol, relawan, dan simpatisan dengan rakyat. Maka, Capres Ganjar Pranowo membutuhkan koalisi ‘Besar’ atau koalisi ‘Bersama Rakyat’,” pungkasnya.
(map)

Datangi Lokasi Banjir Bandang di Sibolangit, Wagubsu Ingatkan Kewaspadaan Saat Hujan

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Pasca banjir bandang terjadi di kawasan objek wisata Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (30/4) sore, sekitar pukul 16.00 WIB. Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah langsung turun ke lokasi bencana alam tersebut.

Pria yang akrab disapa Ijeck itu, meninjau dan mendatangi langsung sejumlah lokasi terkena dampak banjir bandang itu, di Kecamatan Sibolangit, Senin (1/5) pagi. Ijeck turut didampingi, Kepala BPBD Sumut Tuahta Ramajaya Saragih, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumut Sei Suriani Purnamawati dan Camat Sibolangit Hesron.

Pertama kali, Ijeck melihat lokasi Desa Wisata Sembahe, selanjutnya melihat pipa air bersih milik Bumdes dan mengunjungi rumah Apriman Jaiy dan Op Nainggolan yang rusak akibat banjir di Jalan TVRI, Desa Bandar Baru.

Ada sejumlah desa di Kecamatan Sibolangit, terkena imbas banjir bandang tersebut, yakni Desa Tambunen, Desa Sembahe, Desa Batu Mbelin, Desa Bandar Baru dan Desa Kuala.

“Bersama Camat, BPBD dan Kadis Sosial, kita datang kemari untuk melihat dampak dari banjir bandang yang semalam sore terjadi. Ada dua rumah ini yang kerusakannya berat dan beberapa rumah lainnya dipenuhi lumpur. Tadi ada juga jalur pipa air bersih milik Bumdes yang rusak,” sebut Ijeck.

Kesempatan itu, Ijeck langsung meminta Camat untuk membantu membersihkan lumpur maupun material lainnya yang masuk ke rumah warga khususnya di rumah Opung Nainggolan, bersama Kadis Sosial ia juga menyerahkan bantuan sembako, sanitary kit dan matras tidur.

“Untuk pipa air bersih milik Bumdes tadi, Pemkab Deli Serdang telah melihat kondisinya untuk perbaikan dan kami pemerintah provinsi juga akan melihat porsi mana nanti yang bisa dibantu,” kata Ijeck.

Ijeck mengapresiasi kerja sama antara pemerintah dan warga dalam menangani dampak banjir bandang. Sehingga dalam waktu cepat dapat mengidentifikasi warga terdampak dan memberi bantuan usai banjir menerjang.

“Personil BPBD Sumut dan Pemkab Deli Serdang juga sudah bergerak bersama-sama membersihkan kayu-kayu atau material lainnya di jalur-jalur air seperti parit dan saluran air yang ada,” kata Ijeck.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para relawan dan masyarakat yang sudah sejak awal memberi peringatan kepada para wisatawan sehingga tidak ada korban jiwa.

“Kemarin memang berita banjir ini menjadi viral karena adanya kendaraan yang hanyut tapi dari laporan yang sudah kami terima, khususnya dari Polda Sumut dimana Bapak Kapolda juga sudah turun langsung kemari dan menyampaikan yang pertama bahwa tidak ada korban jiwa,“ katanya.

Ijeck mengimbau warga lebih waspada dan hati-hati akan potensi-potensi bencana yang terjadi akibat curah hujan yang tinggi saat ini.

“Sumut masih diselimuti hujan dengan intensitas tinggi. Masyarakat kita harap untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan wisatawan untuk terus waspada saat debit hujan tinggi,” kata Ijeck.

Lanjutnya banjir bandang ini tidak bisa diprediksi. “Kita tidak tahu di hulu sungai itu kondisinya bagaimana, mungkin sedimen yang terbawa banjir berupa tumpukan kayu sudah menutupi sungai, ini juga yang harus dicek,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Sibolangit, Hesron mengatakan hampir seluruh warga di sepanjang aliran sungai di Desa Tambunen, Desa Sembahe, Desa Batu Mbelin dan Desa Kuala terdampak banjir.

“Kita berupaya agar masyarakat bisa segera beraktifitas kembali,” sebut Hesron.(gus)

Banjir Bandang di Sibolangit Tidak Ada Korban Jiwa

Kondisi rumah warga mengalami kerusakan akibat banjir bandang di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang.(ist)

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Banjir bandang terjang kawasan Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (30/4) sore, sekitar pukul 16.00 WIB. Mengakibatkan dua rumah warga mengalami kerusakan.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Sumut, Zulham Efendi Siregar mengatakan rumah warga mengalami kerusakan milik atas nama Risman Nainggolan dan Ruslan Zai. Mereka merupakan warga, Bandar Baru, Simpang Amoi, Kecamatan Sibolangit.

“Tidak ada korban jiwa,” sebut Zulham saat dikonfirmasi Sumut Pos, Senin (1/5).

Untuk rumah warga mengalami kerusakan akibat bencana alam itu, Zulham mengungkapkan BPBD Deli Serdang menyiapkan rehabilitasi dan rekondisi rumah warga tersebut.

“BPBD Provinsi Sumut telah mengirimkan bantuan Sembako, Indomie matras dan personil untuk membersihkan lingkungan sekitar,” ucap Zulham.

Zulham menambahkan pihaknya bersama tim gabungan dari BPBD Deli Serdang dan TNI/Polri melakukan pembersihan material lumpur yang dibawa banjir bandang tersebut.

Sebelumnya, Tim SAR gabungan melakukan pencarian dan evakuasi mobil, yang terseret arus deras saat terjadi banjir bandang tersebut. Mobil berwarna putih itu, ditemukan di Dusun Lembahnaga, Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang.

Petugas SAR gabungan dari SAR Medan, BPBD Deli Serdang dan masyarakat sekitar, turun melakukan pengecekan terhadap bagian dalam mobil tersebut.

“Selanjutnya, tim SAR Gabungan langsung menuju lokasi penemuan mobil yang terseret arus sungai. Kemudian, tim langsung melakukan penyisiran dan memeriksa mobil namun tidak ditemukan korban jiwa,” sebut Kepala Kantor SAR Medan Budiono.

Sementara itu, Kepala BPBD Deli Serdang Amos F Karokaro, mengatakan mobil terseret arus sungai deras tersebut, sejauh 2 kilometer dari lokasi parkir di kawasan Pemandian Alam Tambun di kawasan Sembahe.

Diduga, mobil tersebut parkir terlalu dekat dengan sungai. Kondisi penumpang tidak berada di dalam mobil. Meski sudah ditemukan, saat ini mobil belum bisa dievakuasi.

“Jaraknya sekitar 2 Km dari titik awal. Sehingga saat banjir terjadi, mobil wisatawan itu tersapu. Saat ditemukan kondisinya ringsek parah,” jelas Amos.

Amos mengungkapkan dari pemantauan langsung di lapangan, belum ada laporan disampaikan oleh masyarakat, terkait orang hilang. Pasca banjir bandang tersebut.

“Sejauh ini untuk laporan korban jiwa, nihil,” tutur Amos sembari mengatakan pihaknya hanya menerima laporan kerusakan pondok-pondok di objek wisata Sembahe ikut tersapu derasnya air sungai itu.

Sedangkan, kondisi lalu lintas di seputaran Sembahe mengalami kemacetan. Lantaran, ada truk yang terjerembab ke dalam parit saat air mengalir deras di jalan utama.

Amos mengimbau masyarakat, untuk tetap waspada dan berhati-hati saat berada di lokasi objek wisata. Karena, saat ini cuaca ekstrim sedang melanda disejumlah daerah di Sumut. Termasuk, di Kabupaten Deli Serdang.

“Kepada masyarakat kami mengimbau berwisata dengan bijak. Ikuti arahan petugas yang ada di lokasi. Karena saat ini kita tengah menghadapi cuaca ekstrem yang tidak menentu,” ucap mantan Camat Namorambe itu.

Sedangkan, pemilik mobil dan penumpang mobil ditemukan masih di lokasi objek wisata Pemandian Alam Tambun di kawasan Sembahe, dalam kondisi selamat dan sehat. Mereka merupakan warga Padang Bulan, Kota Medan.(gus)

Soal Temuan Mayat di Bandara Kualanamu, DPRD Sumut Berencana Panggil Pengelola Bandara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPRD Sumatera Utara, Baskami Ginting menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang terjadi di Bandara Internasional, Kualanamu, Kamis (27/4/2023) lalu. Diketahui, mayat wanita bernama Aisiah Sinta Dewi Hasibuan berusia 38 tahun itu ditemukan terjatuh di bawah lift bandara. Korban diperkirakan pada Senin (24/4/2023) lalu, namun jasadnya justru baru diketahui dan ditemukan tiga hari setelahnya.

Dikatakan Baskami, pihaknya di DPRD Sumut berencana untuk meminta penjelasan kepada pengelola bandara, yakni PT Angkasa Pura II dan GMR Airport Consorsium terkait hal ini.

“Di saat semua pihak telah berbenah dan berupaya dalam memberikan pelayanan terbaik saat arus balik ini, terjadi peristiwa yang mengejutkan kita semua. Kami akan meminta penjelasan pihak bandara terkait pengelolaan dan pengawasan jalannya operasional di sana,” ucap Baskami, Senin (1/5/2023).

Baskami menjelaskan, Bandara Kualanamu di Kabupaten Deliserdang tengah melakukan transformasi standar operasional dan layanan. Kendati demikian kejadian ini mencerminkan bahwa implementasi safety management system yang dicanangkan belum diterapkan dengan baik.

“Korban saya baca dari berita yang ada, hendak mengantarkan keluarganya ke luar negeri. Lalu kejadian nahas itu terjadi setelah sebelumnya ia (korban) panik karena merasa terjebak di dalam lift,” ujarnya.

Diterangkan Baskami, kejadian ini dapat mencoreng nama Sumatera Utara ke depan. Pasalnya, Bandara Kualanamu Deliserdang merupakan pintu masuknya wisatawan dan investor ke Sumatera Utara.

“Sementara bandara merupakan etalase yang kita tampilkan kepada pelancong dan investor. Harusnya peristiwa ini tidak terjadi,” katanya.

Sebelumnya, Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Irsan Sinuhaji, dalam keterangannya menyampaikan, setelah ditemukan, jasad Aisiah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan otopsi. Diungkapkannya, Aisiah terjatuh dari lift setelah dia panik di dalam lift dengan dua pintu.

Saat sampai di lantai yang dituju, Aisiah panik karena pintu di hadapannya tidak terbuka. Padahal, pintu yang terbuka adalah pintu lainnya di belakang Aisiah.

“Dia panik terlihat dari CCTV, dia paksa buka dan melangkah jatuh ke bawah,” pungkasnya.
(map)

Imbau Warga Medan di Sekitar Sungai Deli, Wali Kota Minta Antisipasi Luapan Air

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Peristiwa banjir bandang yang melanda aliran Sungai Sembahe di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Minggu (30/4) menjadi perhatian Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

Atas peristiwa banjir bandang di Sungai Sembahe tersebut, Bobby Nasution meminta warga Kota Medan yang berada di sekitar aliran Sungai Deli untuk mengantisipasi terjadinya luapan air.

Pasalnya, Sungai Sembahe merupakan hulu dari Sungai Deli. Sehingga, meluapnya Sungai Sembahe sedikit banyaknya diyakini akan berpengaruh terhadap kondisi Sungai Deli.

“Hari ini telah terjadi banjir bandang di aliran Sungai Sembahe yang dimana (Sungai Sembahe) ini adalah hulu dari aliran Sungai Deli. Oleh karena itu Sungai Deli yang melintasi Kota Medan, kami mengimbau untuk masyarakat Kota Medan agar mengantisipasi terjadinya luapan air sungai di sekitar dan di aliran Sungai Deli,” ucap Bobby dalam video yang dirilis Minggu (30/4) sore.

Sebagai langkah antisipasi, Bobby berpesan kepada warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai Deli untuk lebih berhati-hati dan meminta warga untuk mencari tempat yang lebih tinggi agar lebih aman dari banjir.

“Saya tekankan sekali lagi warga untuk dapat mencari tempat yang lebih tinggi untuk mengantisipasi jika banjir terjadi dalam beberapa  jam kedepan,” kata Bobby Nasution.

Kemudian, Bobby juga mengimbau kepada masyarakat luas, khususnya warga Kota Medan agar waspada dan lebih berhati-hati dengan menghindari kawasan aliran Sungai Deli.

“Kami mengimbau juga kepada masyarakat untuk menghindari daerah yang berdekatan dengan Sungai Deli. Untuk sementara hal ini kami sampaikan, terimakasih dan tetap waspada,” pungkasnya.

Seperti diketahui, banjir bandang menerjang lokasi wisata pemandian alam Sembahe, Minggu (30/4). Diketahui, satu unit mobil berwarna putih hanyut dan puluhan pondok wisata habis terseret diterjang banjir.

Tak hanya di Desa Sembahe, banjir juga terjadi di Desa Daulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo. Akibat peristiwa ini, jalur lintas sumatera (jalinsum) Medan – Berastagi mengalami kemacetan parah hingga lumpuh total.

 

 Sungai Deli Aman Terkendali

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Muhammad Husni, memastikan bahwa kondisi Sungai Deli di Kota Medan terpantau aman dan terkendali.

“Sesuai intruksi Pak Wali, kita langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi Sungai Deli, bahkan sampai saat ini anggota masih disana untuk memantaunya. Alhamdulillah, hingga pagi ini Sungai Deli aman dan terkendali,” ucap Husni kepada Sumut Pos, Selasa (1/5).

Dijelaskan Husni, debit air Sungai Deli memang sempat naik pada Selasa (1/5) dinihari sekitar Pukul 01.00 WIB. Namun, kenaikan yang terjadi tidak begitu signifikan atau masih di bawah ambang batas.

“Sekitar pukul 1 dinihari tadi debit air memang sempat mengalami kenaikan, tapi tidak signifikan, hanya sekitar 20 – 50 cm, angka itu tentu masih di bawah ambang batas. Lalu sekitar satu jam kemudian atau sekitar pukul 2 dinihari, air sudah kembali surut,” ujarnya.

Begitupun, pihaknya tetap mengimbau warga Kota Medan, khususnya yang berada di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) agar tetap waspada dan berhati-hati. Utamanya, agar tidak beraktifitas di Sungai Deli dalam waktu dekat.

“Sebab yang kita khawatirkan itu kan bukan hanya luapan air, tapi juga adanya material yang terbawa arus air seperti kayu, bambu dan material lainnya yang bisa membahayakan mereka yang beraktifitas di sungai,” katanya.

Dijelaskan Husni, kondisi terkendalinya Sungai Deli saat ini membuat warga Kota Medan yang tinggal di sekitar aliran Sungai Deli tidak perlu di evakuasi. Namun, pihaknya telah mempersiapkan perlatan yang dibutuhkan untuk proses evakuasi apabila debit air secara tiba-tiba mengalami kenaikan.

“Intinya meskipun aman dan terkendali, kondisi debit air Sungai Deli terus kita pantau, dan warga tetap kita imbau untuk berhati-hati,” jelasnya.

Tak hanya Sungai Deli, lanjut Husni, BPBD Kota Medan juga ikut memantau ketinggian air dua sungai lainnya di Kota Medan sebagai antisipasi terjadinya bencana.

“Dan bukan hanya Sungai Deli, kita juga memantau ketinggian air Sungai Belawan dan Sungai Denai. Alhamdulillah hingga saat ini semua dalam kondisi aman dan terkendali,” pungkasnya. (rel)