Home Blog Page 15720

Kampus Tirai, Menampung Pecandu Napza dan HIV-AIDS

Kenalkan Metode Baru, Minimum Perawatan 1 Bulan

Kampus Tirai merupakan unit dari lembaga Medan Plus yang bertujuan memberikan pelayanan bagi pengguna narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (Napza) dan penderita HIV/AIDS.

Kampus Tirai Medan Plus yang terletak di Jalan Pijer Podi nomor 38, Padang Bulan, Medan ini berdiri sejak pertengahan 2005 lalu. Kampus ini memiliki program membantu pemerintah untuk menampung para pecandu Napza dan penderita HIV/AIDS secara gratis.

Seiring perjalanan waktu, Kampus Tirai ini mengalami kendala di segala bidang, hingga akhirnya tutup. Namun pada pertengahan 2010 lalu, kampus ini bangkit kembali, setelah adanya komitmen dari beberapa mantan pecandu Napza untuk membantu masyarakat yang masih ketergantungan dengan Napza.

Dalam proses pemulihan dan memberi motivasi kepada orang-orang yang ketergantungan Napza bukanlah hal yang mudah. Karenanya, Kampus Tirai saat ini membutuhkan sponsorship atau seseorang yang mau mengambil peran dalam proses pemulihan orang lain.

“Sponsorship bukan merupakan seorang pecandu, tetapi lebih efektif dan berguna jika mempunyai pengetahuan yang cukup tentang adiksi (ketergantungan),” ujar Eban, pengelola Kampus Tirai saat ditemui di kampus tersebut.
Eben menjelaskan, Kampus Tirai sudah merawat sebanyak 18 orang penyalaguna Napza dan penderita HIV/AIDS. Kampus Tirai juga memperkenalkan metode pemulihan baru dengan standart pelayanan, Intensif (rawat inap dengan minimum perawatan satu bulan) dan non intensif (rawat jalan) yang mengacu pada program pemulihan andiksi berbasis masyarakat (PABM).

“Awalnya dengn Individual konseling untuk melihat seberapa tingkat ketergantungan dan dampak lain yang berhubungan dengan lingkungan, keluarga dan penggunaan zat. Kita juga mempunyai trik manplaning yang merupakan program pemulihan yang dilakukan bersama consolar dan keluarganya. Jadi kalau dibutuhkan penanganan medis, kita akan berkordinasi dengan pihak medisnya,” ucap Eban lagi.
Kampus Tirai yang mendapatkan biaya dari beberapa donatur dan sumbangan dari keluarga yang dirawat dengan seikhlas hati mengharapkan kepada beberapa pihak untuk dapat menampung kembali bagi para mantan pecandu untuk dapat kembali kuliah, bekerja dan di tengah masyarakat.

“Semua itu tidak bisa dilakukan Medan Plus sendiri tanpa kerjasama dengan berbagai sektor,” jelasnya.

Ke depan, kata Eban, Medan Plus akan melakukan kerjasama lintas sektoral. Dia berharap, pemerintah dapat melihat kebutuhan masyarakat, khususnya dalam program pemulihan pelaku penyalahgunaan Napza dan HIV/AIDS.
Ternyata, Eban juga kesal terhadap polisi yang seharusnya dapat mengidentifikasi korban Napza. “Bagaimana polisi bisa berfikir untuk memutus mata rantai narkoba, jadi polisi jangan mengejar jumlah kasus Napza saja yang akhirnya harus mengorbankan pecandu sebagai pihak yang dirugikan dari bencana narkotika. Jadi, seharusnya negara bertanggung jawab terhadap bencana Narkoba. Di mana, aparat dan negara juga terlibat dalam peredaran Narkoba. Jadi diharapkan adanya tindakan tegas dari aparat. Kalau aparat tidak bisa mau menjadi apa negara kita ini,” ungkapnya dengan sedikit kesal.

Secara pribadi, Eban meminta kepada BNN (Badan Narkotika Nasional) mulai dari tingkat pusat sampai kabupaten/kota mengakomodir berbagai unsur, baik dari pemerintahan dan non pemerintahan harus melibatkan berbagai unsur agar tergabungnya mekanisme kontrol yang jelas.

Sekali lagi, Eban sangat mengharapkan kepada polisi agar lebih mampu mengantisipasi bagi pemakai untuk siapa yang ditolong dan ditodong. Sedangkan untuk target tangkapannya polisi bisa membedakan pemakai dan pengedar. Jadi efek jera yang dilakukan polisi tidak efektif.

“Jadi kita harapkan kepada teman-teman yang masih ketergantungan Napza bisa memanfaatkan UU Nomor 35 tahun 2009 untuk situasi yang dihadapi agar pecandu mengetahui hak-haknya,” katanya.(*)

Karateka Pelatnas Alami Penurunan

JAKARTA-Hasil Seleksi Nasional Karate nomor kata perorangan dan kumite yang dilakukan di kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno, kemarin (28/2), belum membuat PB Forki puas. mereka menyesalkan kemampuan Donny Darmawan dkk yang menurun.

Ketua umum PB Forki Hendardji Soepandji menjelaskan bahwa penilaian kemampuan yang menurun terlihat pada karateka yang diturunkan pada Asian Games 2010 lalu.

“Meskipun mereka masih terlihat unggul dari karateka yang lain. Tapi, secara keseluruhan mereka menurun dibandingkan penampilan saat Asian Games,” katanya.

Penilain tersebut berdasarkan pada catatan harian yang dibuat oleh PB Forki pasca Asian Games. Selama dua bulan terakhir, kemampuan fisik Donny dkk.  dinilai sangat jauh dari yang diharapkan. Padahal, dengan latihan yang sudah dimulai dari Desember  lalu, Hendardji berharap kemampuan anak asuhnya semakin baik.

“Saya kira akan melihat peningkatan yang signifikan kok malah melihat penurunan. Saya harus segera melakukan rapat dengan tim pelatih untuk membenahi hasil ini,” terang pria yang juga menjabat sebagai wakil ketua KONI pusat tersebut.

Kemampuan fisik yang menurun tersebut menurut Hendardji sangat berpengaruh terhadap kemampuan taktik dan strategi bertanding. Sebab, kekuatan dan kecepatan maksimal sulit  tercapai oleh karateka. VO2 Max ideal bagi karateka menurut dia berada di kisaran nilai 60 untuk pria dan 50 untuk wanita. Dengan hasil seleksi yang ditunjukkan, Hendardji yakin nilainya masih jauh dibawah ideal.

Tapi, dia pesimis kemampuan maksimal Donny dkk bisa didapat sebelum berangkat tryout ke pertandingan di luar negeri. Sebab, kejuaraan Italia terbuka sebagai ajang  tryout pertama tinggal sudah cukup dekat, yakni digelar pada 18-20 Maret nanti.

“Terlalu mepet dengan hanya tersisa waktu efektif sekitar dua mingguan. Mudah-mudahan saja ada peningkatan selama dua minggu ini dibanding sekarang. Itu penting meski tidak maksimal,” ujar lelaki yang dengan pangkat Mayjen tersebut.

Pada Seleknas kemarin ada 29 atlet berjuang untuk meraih 23 sampai 24 kursi tim pelatnas yang akan diberangkatkan tryout. Sayang, PB Forki belum bisa membeberkan hasilnya karena baru akan dimumukan besok (1/3).

Pastinya, dari jumlah 23 sampai 24 yang lolos seleksi ini, akan diseleksi kembali hingga menyisakan 20 karateka saja. Mereka akan dipastikan setelah kejuaraan pada Juni nanti. Setelah itu, mereka kembali turun di beberapa kejuaraan Internasional sampai September . (aam/jpnn)

Stadium, Pembuktian Sang Kuda Hitam

Bedah Kontestan Championship Series NBL Indonesia

Sebelum musim reguler NBL Indonesia, Stadium Jakarta telah ditahbiskan sebagai kuda hitam turnamen. Hal ini berdasarkan hasil gemilang sebagai juara ketiga di preseason tournament.

Pada babak playoff, Stadium kembali diuji. Mereka bertemu dengan Dell Aspac Jakarta, tim yang pernah mereka kalahkan pada turnamen pemanasan lalu.

Stadium Jakarta memiliki ekspektasi tinggi jelang regular season NBL Indonesia yang dimulai Oktober lalu. Sebab dalam babak Preseason Tournamen di Malang Juli lalu, Stadium tampil mengejutkan. Mereka menggasak Dell Aspac Jakarta dengan skor tipis pada perebutan tempat ketiga.

Masuknya mantan pelatih Aspac Abdurrachman Padang membuat para pemain Stadium terutama Merio Ferdiansyah tampil menggila.

Namun memasuki babak reguler, ternyata Stadium melempem. Bahkan pada seri perdana di Surabaya mereka takluk atas tim underdog Muba Hangtuah IM Sumatera Selatan.

Beberapa kali Momon panggilan Abdurrachman Padang mengatakan bahwa anak asuhnya over confidence. Mereka terlampau percaya diri karena hasil baik di Malang.

Selama seri regular, Stadium memiliki kelemahan sangat menyolok. Mereka terlampau tergantung pada Merio.
Memang, pemain yang berposisi sebagai shooting guard tersebut tampil konsisten. Dia menjadi pengumpul poin terbanyak ketiga di NBL Indonesia dengan 340 poin atau rata-rata 13,08 poin per-game.(nur/ang/jpnn)

Enam Kapal tak Berizin Ditangkap, Dua Berbendera Taiwan

BELAWAN- Kapal Pengawas Hiu Macan 001 milik Direktorat Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Kementrian Perikanan dan Kelautan (PSDKP) Belawan menangkap 6 kapal Illegal fishing berbendera Taiwan. Kapal itu ditangkap akibat memasuki perairan Aceh Barat tanpa memiliki izin.

Enam kapal itu ditangkap karena tidak memiliki izin menangkap ikan di perairan Indonesia tepatnya di Perairan Aceh Barat, Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI). Dua diantara enam kapal tersebut berbendera Taiwan yakni KM CT3-50104 (FT.168) yang dinakhodai, Kursin warga Negara Indonesia dan 11 orang ABK yang juga warga Indonesia, KM CT3-4510 (FT.68) dinakhodai, Abdul Khodir Jaelan warga Negara Indonesia dan 10 orang ABK warga Negara Indonesia.

Sedangkan, 4 kapal lainnya berbendera Indonesia yakni Kapal KM Indotuna 112 dinakhodai, Kuo Chin warga negara Taiwan dan 10 Orang ABK Kapal, 9 diantaranya warga negara Indonesia dan seorang warga negara Taiwan. KM Surya Terbit 68 dinakhodai, Mei Jun warga negara Taiwan dan 11 orang ABK, 10 diantaranya warga negara Indonesia dan seorang orang warga Taiwan. KM Koah Siung Yif  Ong yang dinakhodai, Lin Yi warga negara Cina dan 9 orang ABK. Delapan diantaranya warga Negara Indonesia dan seorang warga negara Cina serta kapal KM Makmur Jaya  05 (FT.05) dinakhodai, Sukiman warga negara Indonesia dan 11 orang ABK yang juga warga Negara Indonesia.
Kepala Stasiun Pengawas Perikanan SDKP Belawan ketika di temui PPS Gabion Belawan, Muktar APi membenarkan penangkapan enam kapal tersebut. Ke enam kapal  diamankan  kapal  pengawasan perikanan Hiu Macan 001 di nakhodai Samson, saat itu enam kapal yang di curigai berada di kawasan Indonesia tepatnya di Perairan Aceh Barat. “Kami langsung melakukan pengejaran dan akhirnya berhasil meringkus kapal illegal fishing berbendera Taiwan dan Indonesia,” katanya.

Dia menyebutkan, kapal tersebut tidak memiliki surat Laik Operasi Kapal Perikanan, Surat Izin Berlayar, VMS dan juga surat keterangan aktivitas Vessel Monitoring System (VMS). Kapal tersebut berangkat dari Thailand dan berbendera ganda.

Keenam kapal Illegal Fishing tersebut dikenakan tindak pidana melakukan penangkapan ikan tanpa surat izin perikanan (SIUP) dan surat Izin penangkapan Ikan (SIPI) di Perairan Aceh Barat. Keenam kapal tersebut melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf (b) Jo Pasal 92 Jo Pasal 93 UU No 45/2009, UU No 31/2004 tentang perikanan, ancaman hukuman enam tahun dan denda Rp 2 sampai Rp20 miliar.(mag-11)

Bukti Ketangguhan Melo

New York Knicks v Miami Heat

MIAMI – Carmelo Anthony kembali tampil menawan bersama tim barunya, New York Knicks. Dalam aksi ketiganya pemain yang dipanggil Melo itu memotori kemenangan Knicks atas Miami Heat dengan skor 114-108, di American Airlines, Senin (28/2) pagi WIB. Anthony yang digaet dari Denver Nuggets,  menorehan 29 poin dan sembilan rebound. Amare Stoudamire menambahnya menjadi 16 poin dan 10 rebound, sementara Chauncey Billups  membukukan 16 angka.

Heat sempat mendominasi pada kuarter pertama. Bahkan, LeBron James dkk sempat unggul 11 angka, yakni dengan skor 34-23 atas tim tamu Knicks.

Knicks bangkit pada kuarter kedua. Stoudemire dkk membalikkan kedudukan 52-51. Heat berusaha membalas pada kuarter ketiga. Hasilnya, tim tuan rumah unggul dengan skor 66-65. Tapi, Knicks kembali menguasai kuarter pamungkas. Lemparan tiga angka Chauncey Billups, membawa Knicks membalik keadaan menjadi 85-84. Bahkan, dua tembakan bebas Shawn Marrion membawa Knicks memimpin 87-84.

Begitupun, James tidak mau tinggal diam. Mantan bintang Cleveland Cavaliers berusaha menyelematkan muka Heat. Dia berhasil memasukan dua lemparan bebas, untuk membawa tim tuan rumah tercecer satu angka 87-86.
Sayang, usaha James untuk membawa Heat menang sia-sia. Pasalnya, Knicks berhasil menambah empat angka lagi, untuk membawa pulang kemenangan.

“Pertandingan-pertandingan seperti ini menyenangkan,” ujar bintang forward berusia 26 tahun itu.
“Ini membuat setiap orang mengeluarkan kemampuan terbaiknya,” pungkasnya. (net/jpnn)
Pada pertandingan LA Lakers menuai sukses saat bertamu ke Oklahoma City Thunder. Mereka menang tipis dengan angka 90-87. Pau Gasol dan Kobe Bryant menjadi penyumbang angka terbanyak Lakers dengan 18 dan 17 poin. (net/jpnn)

Kepala Dusun Pukuli Anak 14 Tahun

Dituduh Curi Daun Pisang

MEDAN- Dituduh mencuri daun pisang, Zainal Arif (14) warga Jalan Sei Baharu Dusun V Batang Nibung Hamparan Perak, Deli Serdang dipukuli Kepala Dusun (Kadus) tempatnya tinggal, Harmansyah. Akibat pukulan itu, Zainal mengalami defresi dan trauma serta harus menjalani rawat inap di RSU Pirngadi Medan.

Seperti dituturkan adik bapak Zainal, Halimah Tusakdiah kepada wartawan di RSU Pirngadi Medan, Senin (28/2). Peristiwa pemukulan itu terjadi, Senin (31/1) lalu. Saat itu, Zainal mengambil daun pisang di areal seluas 3 Hektare milik orang tuanya, tetapi Harmansyah menuduh Zainal telah mengambil daun pisang miliknya. Spontan, Hermansyah emosi dan langsung memukuli Zainal  dibagian tengkuk belakangnya serta punggungnya.

Usai adanya pemukulan itu, Zainal enggan menceritakannya kepada keluarga. Hingga akhirnya Zainal sering mengigau setiap malam memohon ampun agar tidak dipukuli. Hal inilah yang membuat orangtuanya bertanya-tanya. Paginya, sepupu Zainal yang ikut mengambil daun pisang, mengakui Zainal dipukuli Kepala Dusun.

Anak ketiga dari lima bersaudara buah pasangan Zainul Arifin dan Komariah itu,  semakin diketahui kondisinya mengalami defresi, Zainal harus menjalani perawatan di RS Angkatan Laut (AL) Belawan. “Zainal belum juga sembuh saat di rawat di RS AL  Belawan, makanya dirujuk ke RSU Pirngadi, Jumat (18/2), disini Zainal seperti lupa ingatan,” sebut Halimah. “Kami laporkan ke Polsek Hamparan Perak pada (4/2), kata Polisi kasusnya sudah lama. Kami coba melaporkan kejadian ini ke Polres KP3 Belawan  pada (11/2) setelah kami melaporkan beberapa hari kemudian, ada seorang yang datang mengaku dari Polres KP3 Belawan bahwa surat laporan kami hilang,” tambahny.

Dokter RSU Pirngadi , Zainal mengalami defresi sehingga kejiwaan agak terganggu. Kasat Reskrim Polres KP3 Belawan, AKP Hamam W membenarkan kejadian itu dan korban sudah membuat laporan di Polres KP3 Belawan. (mag-7/mag-11)

Pro Titan Tangan Kosong

Pro Titan gagal total mencapai target sapu bersih pada tur perdana di awal putaran kedua. Sebelumnya, Pro Titan takluk 2-1 atas Persita. Dan kemarin sore, mereka kembali mengalami kekalahan ketika melawat ke markas Persipasi dengan skor 2-1.

Melawan Persipasi, Pro Titan juga merasakan keputusan kontroversial wasit yang memimpin pertandingan. Wasit memberikan hadiah penalti pada menit 70 kepada tim tuan rumah yang dianggap jadi biang kekalahan anak asuh Dick Buitelar tersebut.

Tuan rumah mampu unggu lebih dahulu pada menit 12 lewat Stephen Menoh. Pro Titan mampu membalas dua menit setelah gol itu lewat Ghazali Muharam Siregar yang tidak terkawal di depan kotak penalti. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.   Memasuki babak kedua, beberapa kali anak-anak Pro Titan dicurangi dengan keputusan wasit Puji Suprayitno asal Jakarta.

Puncaknya pada menit 70, ketika wasit Puji menyatakan tangan pemain Pro Titan menyentuh bola di kotak penalti. Stephen Menoh yang diberikan kepercayaan sebagai algpojo, tidak menyia-nyiakan kesempatan dan berhasil menambah keunggulan bagi timnya 2-1. Skor itu lantas bertahan hingga usai laga.  “Saya melihat Persipasi tidak percaya diri melawan Pro Titan. Mereka merasa tidak yakin main 11 lawan 11 sehingga dibutuhkan lebih dari itu,”  sindir Wahyu asisten manajer Pro Titan atas kepemimpinan Wasit Puji.(uma)

Lampu Jalan Mati, Warga Mengeluh

MEDAN-   Lambatnya kinerja Dinas Pertamanan Kota Medan membuat warga di Jalan Menteng II mulai mengeluhkan kinerjanya. Pasalnya, sejak satu bulan ini lampu jalan di kawasan tersebut mati. Seperti disamapaikan seorang warga yang berdagang di kawasan itu, V Panjaitan (48) menuturkan, selama satu bulan ini lampu di Jalan Menteng II sudah mati, tidak tahu apa penyebabnya. Namun, ketika warga yang hendak menghidupkan lampu diketahui tidak menyala lagi. “Memang kami belum melaporkan kerusakan ini, tapi segeralah diperbaiki lampu jalan ini,” pintanya saat ditemui, Minggu (27/2) malam.

Di tempat yang sama warga setempat, Nikki (30) menerangkan ketiadaan lampu jalan ini membuat jalanan jadi gelap, dan bisa mengundang tindak kriminal. Jadi bagi instansi yang bisa memperbaikinya segera mungkin.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertamanan Kota Medan, Erwin Lubis ketika ditanyai mengenai lampu jalan, menyampaikan, petugasnya sudah mulai turun di sejumlah kawasan. Jadi, apabila masih ada kerusakan di sejumlah titik. (jon)

Ruang Tahanan Pakai Pewangi

MEDAN- Antisipasi tahanan kabur dan bunuh diri, Kepolisian Sektoral (Polsek) Medan perketat ketertiban para tahanannya. Demikian disampaikan Kapolsek Medan Kota, Kompol Sandi Sinurat, Senin (28/2) saat menggelar razia tahanan di Polsek Medan Kota.

Usai menggelar razia itu, Sandi tidak menemukan alat-alat yang digunakan tahanan untuk melarikan diri, Narkoba dan Handphone. Razia ini dilakukan agar pihak Polsek tidak kecolongan dengan tahanan yang lari dan coba bunuh diri.
“Saya tekankan kepada penyidik yang paling bertanggung jawab terhadap tahanan, dan jangan menyiksa tahanan, “ ucapnya.

Sandi menambahkan, paling diperhatikan, air bersih dan listrik. Dari 30 ruang tahanan lak-laki, seluruhnya diingatkan untuk menjaga kebersihan di dalam ruang tahanan. “Setiap ruangan diberikan pewangi agar tahanan tetap sehat walau mereka terhukum. Kami memberikan pencerahan terhadap tahanan agar mereka tidak bosan dan tidak mengulangi tindakan kriminal lagi, dan kami siap menerima laporan tahanan yang merasa disakiti di dalam tahanan” ujarnya. (mag-1)

Pukuli Kepala Sendiri Dengan Kayu

MEDAN-  Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Pirngadi Medan seketika ramai. Pasalnya, seorang pria pengangguran, Haris Tampubolon (22) warga Jalan Pengabdian Gang Satria, Medan Tembung mengamuk karena menolak dirawat , padahal luka dikepalanya cukup parah akibat dipukulinya sendiri dengan kayu, Senin (28/2).

Amukan Haris mengundang tontonan pengunjung di tempat itu, bahkan sejumlah perawat mencoba menenangkan untuk merawat luka di kepalanya, Haris tetap memberikan perlawanan, bahkan perlawanan itu ditunjukkannya ketika tangan dan kakinya dipegang sejumlah satpam.  Ulahnya ini membuat tim medis kewalahan dalam memberikan tindak medis.

“Aku nggak tahu persis kejadiannya, tiba-tiba saya dijemput karena anak saya kepalanya berdarah-darah akibat dipukulnya sendiri dengan kayu,” kata ibunya, Samaria br Saragih.

Dia menuturkan, anak nya ini tak pernah melawan, selama ini rajin salat. Tidak menyusahkan orang tua, hanya belum mendapatkan pekerjaan. “Anak saya tidak stres,” sebutnya. (mag-7)