Home Blog Page 1658

Dua Warga Sergai Diamankan Miliki Sabu

DIAMANKAN: Kedua pelaku saat diamankan di Polres Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Satres Narkoba Polres Tebingtinggi berhasil mengamankan dua warga Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) memiliki narkotika jenis sabu.

Kedua pelaku diamankan ketika berada di Dusun IV Desa Paya Pasir, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Sergai, Sabtu (25/3) dini hari.

Kasi Humas Polres Tebingtinggi AKP Agus Arianto membenarkan, bahwa Satres Narkoba Polres Tebingtinggi berhasil mengamankan dua pelaku atas dugaan kepemilikan narkoba jenis sabu.

Kedua pelaku diketahui, Hari Chandra (34) warga Dusun Baru Desa Bandar Tengah Kecamatan Bandar Khalifah dan Muhammad Fhareza (22) warga Dusun V Desa Binjai Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Sergai.

“Kedua pelaku diancam dengan pasal yang dipersangkakan
Melanggar Pasal 114 ayat (1), Subs Pasal 112 Ayat (1) Yo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” bilang AKP Agus.

Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak satu paket plastik klip transaparan yang berisi serbuk kristal warna putih diduga narkotika jenis sabu setelah dilakukan penimbangan dengan 1,42 Gram, satu unit hanphone merek Nokia warna hitam satu buah plastik transparan. (ian/han)

Ini Alasan Pembebasan Lahan Pembangunan Underpass Simpang Juanda Belum Dilakukan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak tiga underpass akan mulai dibangun di Kota Medan pada tahun 2023 ini, dua di antaranya akan dibangun Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui APBD Kota Medan. Adapun kedua underpass yang dimaksud, yakni underpass simpang Jalan Juanda dan underpass simpang Jalan H.M. Yamin.

Sementara satu underpass lainnya, yakni underpass simpang Pondok Kelapa (simpang Manhattan Times Square), akan dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui APBN.

Kepada Sumut Pos, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Medan, Endar Sutan Lubis menjelaskan, bahwa untuk underpass simpang Jalan Juanda, Pemko Medan melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Medan, tengah mempersiapkan diri untuk melakukan pembebasan lahan. Namun, hal itu belum bisa dilakukan karena belum rampungnya Detail Engineering Design (DED) underpass tersebut.

“Untuk underpass (simpang) Juanda sedang dikaji kembali DED nya oleh Dinas PU (SDABMBK), karena terhalang oleh satu saluran MUDP (Medan Urban Development Project) dulu, kemudian adanya rel (kereta api). Jadi kondisi ini sedang di desain ulang, dikaji ulang oleh Dinas PU untuk mencari teknisnya supaya (pengerjaan underpass) tidak terhalang oleh rel dan saluran drainase yang pernah dibangun MUDP dulu,” ucap Endar kepada Sumut Pos, Minggu (26/3/2023).

Dikatakan Endar, pembangunan underpass simpang Juanda akan dilakukan dari arah timur ke barat, atau tepat di Jalan Juanda, bukan dari utara ke selatan atau di Jalan Brigjend Katamso. Sementara di Jalan Juanda terdapat rel kereta api yang kemungkinan bersinggungan dengan DED yang sudah dibuat sebelumnya, sehingga perlu dilakukan kajian ulang terhadap DED tersebut.

“Jadi untuk pembebasan lahan, itu kita menunggu DED nya selesai. Jadi kita tahu dan bisa memastikan dulu, yang mana yang kena pembebasan lahan dan yang tidak berdasarkan DED yang nanti sudah dikaji ulang,” ujarnya.

Sementara untuk underpass simpang Jalan H.M. Yamin, Endar mengatakan tidak ada lahan yang harus dibebaskan berdasarkan DED yang ada. Sebab, pembangunan underpass simpang Jalan H.M. Yamin tidak mengenai lahan milik masyarakat.

“Pekerjaan underpass simpang H.M. Yamin tidak ada terkena lahan (manapun),” katanya.

Dilanjutkan Endar, terkait rencana pembangunan dua underpass yang bersumber dari APBD Kota Medan tersebut, Pemko Medan telah mensosialisasikan kepada masyarakat, khususnya kepada berbagai pihak, khususnya kepada masyarakat.

“Kita sudah sosialisasi, sudah konsultasi publik, sudah kita undang masyarakat untuk menyampaikan bahwa disana akan dilakukan pekerjaan underpass,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Topan Ginting, belum dapat dihubungi Sumut Pos untuk dimintai keterangannya terkait perkembangan terakhir rencana pembangunan dua underpass tersebut. Khususnya soal apakah DED yang dimaksud telah selesai atau tidak dan kapan pekerjaan fisiknya akan mulai dilaksanakan.

Sebelumnya diberitakan, Sebagai upaya untuk mengurangi atau mengatasi masalah kemacetan akibat tingginya mobilitas masyarakat di Kota Medan, Pemko Medan memastikan akan mulai membangun dua underpass pada titik rawan macet di Kota Medan pada tahun 2023 ini. Kemudian, Kementerian PUPR juga akan mulai membangun satu underpass di Kota Medan pada tahun ini.

Kepada Sumut Pos, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Medan, Benny Iskandar ST MT, mengatakan bahwa seluruh underpass yang akan dibangun pada tahun ini direncanakan akan dianggarkan dengan anggaran multiyears tahun 2023 dan 2024. Saat ini khusus untuk dua underpass yang dibangun oleh Pemko Medan, yakni underpass Simpang H.M. Yamin dan underpass Simpang Juanda akan mulai dilakukan pembebasan lahan.

“Segera dilakukan appraisal untuk pembebasan lahan di sekitar kedua underpass yang akan dibangun, setelahnya baru akan dilakukan pembayaran pembebasan lahan. Untuk pembebasan lahan, itu tugasnya ada di Dinas Perkim (Dinas Perumahan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang) Medan,” ujarnya.

Setelah dilakukan pembebasan lahan, Pemko Medan akan melanjutkannya dengan pembangunan fisik. Ditargetkan, pembangunan fisik kedua underpass itu dapat dimulai pada pertengahan tahun ini.

Sementara untuk pembangunan fisik kedua underpass yang bersumber dari APBD Kota Medan tersebut, merupakan tugas dari Dinas SDABMBK Kota Medan.

“Pembangunan fisik kedua underpass yang dibangun dari APBD Kota Medan adalah tugas Dinas SDABMBK. Targetnya, kedua underpass tersebut akan selesai akhir tahun depan (2024),” katanya.

Lantas, berapa nilai anggaran masing-masing underpass? Benny mengatakan bahwa untuk kedua underpass yang dibangun dengan menggunakan APBD Kota Medan, telah dianggarkan sekitar Rp240 miliar untuk masing-masing underpass.

“Untuk underpass Simpang Juanda dan Simpang H.M. Yamin, itu telah dianggarkan Rp240 miliar untuk masing-masing underpass. Sementara untuk underpass Simpang Pondok Kelapa (Manhattan) saya belum tahu, itu dianggarkan di APBN,” pungkasnya.
(map)

OMG Binjai Bagi Kaca Mata Baca untuk Para Ibu Pengajian

Orang Muda Ganjar (OMG) cabang Binjai menggelar kegiatan pemeriksaan dan pembagian kaca mata baca kepada ibu-ibu pengajian, Minggu (26/2023).(ist)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Orang Muda Ganjar (OMG) cabang Binjai menggelar kegiatan pemeriksaan dan pembagian kaca mata baca kepada ibu-ibu pengajian, Minggu (26/2023).

Kegiatan ini digelar di Jalan Nuri, Kelurahan Mencirim, Kemacatan Binjai timur Lingkungan II, Sumatera Utara.

“Enam hari sebelum kegiatan Orang Muda Ganjar Binjai mengunjungi kecamatan Binjai lingkungan 2 untuk mendapatkan data ibu-ibu pengajian yang membutuhkan kaca mata baca sebelum dibagikan,” ujar Korwil OMG Binjai Bona Tri Swanda di lokasi.

Bona mengatakan semua warga yang menerima kaca mata menjalani pemeriksaan sebelum menerima kaca mata bantuan tersebut.

“Kami mendata ulang sebelum diberikan,” sambung Bona.

Selain kegiatan itu, OMG Binjai juga memperkenalkan sosok Ganjar Pranowo pada warga setempat.

Murdianti, warga setempat sangat bersyukur mendapat bantuan kaca mata tersebut.

“Terima kasih atas bantuan kaca mata kami sangat terbantu sekali,” ujar Murdianti.(rel/tri)

Putra Alm Zainudin MZ Bakal Beri Tausiyah di Masjid Quatul Muslimin Medan Area

MEDAN, SUMUTPOS.CO – BKM Quatul Muslimin bersama Yayasan Kampung Zikir Madani bakal menggelar Tabligh Akbar di Masjid Quatul Muslimin, Jalan HM Jhoni, Pasar Merah, Medan Area, Rabu (29/3/2023) malam, ba’da Salat Tarawih pukul 21.30 WIB. Pada Tabligh Akbar ini, BKM Quatul Muslimin dan Yayasan Kampung Zikir Madani menghadirkan ustad kondang dari Jakarta, Ustadz H Muhammad Syauqi MZ yang merupakan putra kandung Da’i Sejuta Umat Alm KH Zainuddin MZ.

Ketua Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Quatul Muslimin Medan Rivai Nasution mengatakan, kegiatan tabligh akbar ini dalam rangka Safari Ramadan 1444 Hijriah bertajuk kajian dan sosialisasi Pondok Pesantren Kampung Dzikir Madani. “Kita berharap semoga kegiatan ini berjalan lancar, aman dan kondusif,” kata Rivai.

Dia pun mengajak seluruh masyarakat, khususnya Umat Muslim di Kecamatan Medan Area, agar bisa hadir dalam tabligh akbar tersebut. “Melalui pemberitaan ini, saya selaku Ketua BKM Quatul Muslimin, mengajak Umat Islam untuk datang beramai- ramai mendengarkan tausiyah dari KH Muhammad Sauqy MZ yang merupakan putra Alm KH Zainuddin MZ ini. Semoga tabligh akbar ini bermanfaat bagi umat,” pungkasnya. (rel/adz)

Perjuangkan Perpanjangan HGB, Warga Medan Petisah Ngadu ke Wamen ATR/BPN RI

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Medan Petisah, Kota Medan, terus memperjuangkan hak-hak mereka untuk memperoleh rekomendasi perpanjangan Hak Guna Bangunan (HGB). Diantaranya dengan melakukan zoom meeting dengan Staf Hukum Wakil Menteri (Wamen) Agraria dan Tata Ruang (ATR) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN), Jumat (24/3/2023).

Zoom meeting ini diprakarsai Anggota DPRD Medan yang juga warga Medan Petisah Renville Napitupulu. Sebelumnya, warga juga telah melakukan zoom meeting dengan Staf Kantor Presiden RI, belum lama ini.

Zoom meeting tersebut dihadiri Wamen ATR/BPN RI dalam hal ini diwakili Budi Suryanto yang didampingi Staf Hukum Wamen ATR KA BPN RI. Sedangkan dari warga Medan Petisah, hadir Ketua dan Sekretaris Forum Petisah Bersatu Perry Iskandar dan Hendy Ong di dampingi sejumlah warga, anggota DPRD Sumut Sugianto Makmur, anggota DPRD Kota Medan Renville Napitupulu, dan konsultan hukum Dr Henry Sinaga SH SpN MKn.

Mengawali pembicaraan, Konsultan Hukum Dr Henry Sinaga, menyampaikan secara singkat kronologis permasalahan yang dihadapi warga Medan Petisah dan beberapa upaya yang telah ditempuh dalam memperjuangkan hak-hak mereka untuk memperoleh rekomendasi perpanjangan HGB. Atas penjelasan tersebut, pihak Staf Hukum Wamen ATR KA BPN RI meminta kepada warga Petisah untuk melengkapi berkas-berkas yang diperlukan dan mengirimkannya kepada Menteri ATR/BPN RI, Wamen ATR KA BPN RI, dan mengirimkan tembusannya kepada Dirjen Penetapan Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah, Dirjen Penyelesaian Sengketa Konflik Agraria dan Wali Kota Medan.

Budi Suryanto selaku Staf Wamen ATR/BPN RI berjanji akan membantu menyelesaikan masalah perpanjangan HGB tersebut dan mengimbau agar pertemuan berikutnya dilakukan dengan melibatkan BPN Kota Medan dan BPN Sumut. “Tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan,” ujarnya.

Sementara itu salah seorang warga Medan Petisah, Sugianto Makmur yang juga Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDI Perjuangan, meminta kepada Staf Hukum Wamen ATR/BPN RI agar mempertimbangkan untuk mencabut atau menghapuskan hak pengelolaan yang dipegang Pemko Medan agar persoalan perpanjangan HGB di Medan Petisah ini tidak terjadi berulang-ulang setiap kali masa HGB berakhir.

Zoom meeting ditutup dengan kesepakatan untuk melanjutkan pertemuan berikutnya dengan melibatkan BPN Kota Medan dan BPN Sumut, segera setelah dokumen-dokumen yang dibutuhkan oleh staf hukum Wamen ATR/BPN RI lengkap. (adz)

M Nuh Tegaskan Penjajahan Bertentangan dengan UUD 1945

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Alinea pertama pembukaan Undang-undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945 berbunyi, “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”.

Menurut anggota DPD RI asal Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Nuh, pembukaan UUD tersebut memuat suatu dalil objektif, yaitu gugatan terhadap penjajah karena penjajahan berarti mengingkari persamaan derajat manusia. Hal ini disampaikannya dalam Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Universitas Negeri Medan (Unimed), Jumat (24/3/2023).

Nuh pun menyinggung rencana kedatangan Timnas Israel pada pegelaran Piala Dunia U-20 pada Bulan Mei nanti di Indonesia. “Kehadiran Timnas Israel bertentangan dengan UUD NRI Tahun 1945, ini bukan hanya ranah agama tapi sudah ranah kemanusiaan,” ujarnya.

Mantan anggota DPRD Sumut ini menambahkan, sudah berapa banyak nyawa melayang akibat penjajahan Israel terhadap negara Palestina. Berdasarkan data yang didapat dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (UN OCHA) sejak tahun 2008 sampai 2021, ada sebanyak 5.736 nyawa melayang sia-sia akibat penjajahan yang dilakukan Israel. “Ini kejahatan kemanusiaan dan harus segera diakhiri,” tegasnya.

Di penghujung sosialisasi 4 Pilar ini, Nuh yang juga Ketua Persatuan Islam (Persis) Sumut ini, mengajak para peserta yang hadir untuk selalu berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kesehatan yang baik agar bisa menjalankan ibadah Puasa Ramadhan kali ini secara maksimal.

Sebelumnya, Nuh juga memaparkan mengenai 4 Pilar MPR RI yang mencakup beberapa point krusial diantaranya, Pancasila sebagai dasar dari ideologi negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai kontitusi negara dan ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan Negara. (rel/adz)

Semarakkan Ramadhan 1444 Hijriah, Rukun Wanita Bank Sumut Gelar Lomba Hifzhil Quran dan Baksos

BERSAMA: Plt Direktur Utama PT Bank Sumut Hadi Sucipto didampingi Ketua Rukun Wanita Bank Sumut Fitri Hadi Sucipto, diabadikan bersama Pengurus Yayasan Ma’had Daarul Qur’an Sulthan Mohd Husinjah, pada perlombaan Hifzhil Quran.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka menyemarakkan Bulan Suci Ramadan 1444 Hijriah, Rukun Wanita Bank Sumut (RWBS) menyelenggarakan lomba Hifzhil Quran dan bakti sosial (baksos) yang dilaksanakan di 2 lokasi, yakni Yayasan Ma’had Daarul Qur’an Sulthan Mohd Husinsjah, dan Kantor Pusat PT Bank Sumut, beberapa waktu lalu.

Kegiatan tersebut diawali dengan pagelaran lomba hifzhil Quran, bertempat di Yayasan Ma’had Daarul Qur’an Sulthan Mohd Husinsjah, yang turut dihadiri Plt Direktur Utama (Dirut) PT Bank Sumut Hadi Sucipto, dan pengurus Yayasan Ma’had Daarul Qur’an Sulthan Mohd Husinsjah. Serta jajaran pemimpin divisi dan pemimpin bidang Bank n Sumut, yang hadir mendampingi pengurus dan anggota RWBS.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua RWBS, Fitri Hadi Sucipto, menyampaikan dukungan dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan hifzhil Quran tersebut.

“Dengan berbagi rezeki untuk kegiatan positif seperti perlombaan hifzhil Quran ini, kami berharap melalui kegiatan ini dapat menjadikan generasi muda sebagai generasi penerus yang Qurani,” ungkap Fitri, dalam sambutannya pada pembukaan acara.

Pada kesempatan sama, pengurus Yayasan Ma’had Daarul Qur’an Sulthan Mohd Husinsjah, T Azmi mengucapkan terima kasih kepada Bank Sumut dan RWBS atas dukungan kegiatan perlombaan hifzhil Quran, dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat sekitar.

“Terima kasih saya ucapkan kepada Bank Sumut, Plt Dirut Bank Sumut Bapak Hadi Sucipto, Ketua RWBS Ibu Fitri, dan para ibu RWBS yang telah berkenan memberikan kelapangan waktu dan rezeki kepada Yayasan Ma’had Daarul Qur’an Sulthan Mohd Husinsjah. Semoga bantuan ini memberikan manfaat bagi masyarakat dan pondok pesantren. Serta dengan terselenggaranya kegiatan ini, dapat menjadikan generasi muda, generasi yang cinta Alquran, dan menanamkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya pada kehidupan sosial,” harapnya.

Pada kesempatan selanjutnya, RWBS juga menggelar baksos dengan tema ‘Sedekah Membersihkan Hati’ di lingkungan PT Bank Sumut. Ketua RWBS, Fitri Hadi Sucipto menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Bank Sumut, khususnya RWBS kepada petugas kebersihan lingkup PT Bank Sumut.

“Kami selalu berupaya agar RWBS dapat selalu bermafaat bagi sekitar. Satu di antaranya melalui baksos ini. Semoga bantuan dan sembako yang telah diberikan dapat bermanfaat dan dipergunakan sebaik mungkin,” pungkasnya. (rel/saz)

PTAR Sukses Kembangkan Benih Lokal Siporang, Petani Binaan Panen Perdana

Foto: Corcomm Martabe Rohani Simbolon, Community Development Manager PTAR bersama Dinas Pertanian Tapanuli Selatan, Balai Penyuluh Pertanian Batangtoru, kelompok tani binaan, serta stakeholder terkait, melakukan panen perdana uji varietas di area persawahan Kelompok Tani Aek Pahu, Desa Napa, Kecamatan Batangtoru.

BATANGTORU, SUMUTPOS – PT Agincourt Resources (PTAR) bersama Dinas Pertanian Tapanuli Selatan, Balai Penyuluh Pertanian Batangtoru, kelompok tani binaan, serta stakeholder terkait, melakukan panen perdana uji varietas benih padi Siporang organik di area persawahan Kelompok Tani Aek Pahu, Desa Napa, Kecamatan Batangtoru, Senin (20/3). Hasil pengubinan panen perdana ini sebanyak 5,2 ton/ha.

Siporang adalah benih padi unggul asal Kabupaten Tapanuli Selatan yang telah lolos serti­fikasi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan mendapatkan Serti­kat Tanda Daftar Varietas Tanaman, dan diserahterimakan oleh Bupati Tapanuli Selatan, Dolly Putra Parlindungan Pasaribu kepada PTAR pada bulan Juni 2022.

“Ke depannya, kami menargetkan angka 5,6 hingga 5,8 ton/ha untuk sekali panen, dua kali per tahun, dengan sistem organik ini,” kata Rohani Simbolon, Community Development Manager PTAR.

Untuk program ini, PTAR memberikan dukungan berupa sarana produksi tanaman, mulai dari pupuk kompos, pupuk cair untuk budidaya organik, pupuk dan pestisida kimia untuk budidaya konvensional, serta peningkatan kapasitas dan pendampingan dari awal budidaya hingga panen bersama BPP Batangtoru.

Selain dikembangkan di Kelompok Tani Aek Pahu Desa Napa, PTAR juga merangkul Kelompok Tani Permata Hijau Desa Sipenggeng dengan metode konvensional.

“Program ini adalah bentuk komitmen kami dalam meningkatkan kualitas sektor pertanian di Kabupaten Tapanuli Selatan, sehingga secara langsung juga dapat meningkatkan perekonomian lokal sekitar wilayah Tambang Emas Martabe, selain itu juga mendukung upaya Bupati dalam mengembangkan benih padi lokal,” ungkap Rohani.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian Tapanuli Selatan, Muhammad Taufik Batubara, mengatakan, panen padi Siporang di Kecamatan Batangtoru ini adalah momentum penting, karena secara endemik, benih Siporang tumbuh di area Sipirok yang memiliki ketinggian di atas 800 mdpl, sementara area Batangtoru merupakan dataran rendah.

“Artinya, benih Siporang ternyata bisa dibudidayakan tidak hanya di dataran tinggi. Ini membuka kemungkinan untuk pengembangan Siporang di daerah lain,” terang Taufik.

Selanjutnya, Taufik mengungkapkan, pengembangan benih padi Siporang ini selaras dengan visi Bupati dalam bidang pertanian, yaitu pengembangan pertanian melalui penguatan local wisdom di masing-masing kecamatan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PTAR yang telah banyak bekerjasama dengan pemerintah dalam penguatan sektor pertanian, serta telah banyak membuat program di sekitar lingkar tambang yang inovatif dan edukatif,” pungkas Taufik. (Rel)

Dinkes Suluh Masyarakat Soal TBC

BENTANGKAN: Kabid P2P Dinkes Kota Medan, Pocut Fatimah Fitri, bersama jajaran, saat membentangkan spanduk terkait Hari Tuberkulosis Sedunia, Jumat (24/3). Pihak Dineks Kota Medan pun melakukan penyuluhan ke sejumlah tempat, seperti rumah sakit, Puskesmas, fasilitas kesehatan, dan tempat-tempat umum.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia, sekaligus sebagai upaya mencegah penyebaran tuberkulosis (TBC), Pemko Medan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan, menggelar penyuluhan kepada masyarakat, Jumat (24/3).

Penyuluhan dilakukan di sejumlah tempat, seperti rumah sakit, Puskesmas, fasilitas kesehatan (faskes), dan tempat-tempat umum, di antaranya pasar.

Kepala Dinkes Kota Medan Taufik Ririansyah, melalui Kabid P2P, Pocut Fatimah Fitri menjelaskan, pada 24 Maret merupakan peringatan Hari TBC Sedunia. Dalam rangka memperingatinya, Dinkes Kota Medan melakukan sejumlah kegiatan. Satu di antaranya dengan melakukan penyuluhan tentang bahaya TBC, khususnya bagi anak-anak.

“Penyuluhan ini kami lakukan di seluruh rumah sakit, Puskesmas, dan faskes, termasuk tempat umum, seperti di Pasar Petisah n yang baru saja kami lakukan tadi (kemarin, red),” ungkap Pocut.

Pocut juga menjelaskan, penyuluhan TBC pada anak ini sangat penting dilakukan, mengingat penyakit tersebut pada anak, informasinya masih belum terlalu dipahami layaknya TBC pada orang dewasa.

“Pemeriksaan TBC pada anak ini lebih kompleks dan lengkap, karena gejalanya berbeda dari orang dewasa. Misalnya anak yang positif TBC belum tentu batuk berdahak seperti orang dewasa. Bisa saja hanya batuk biasa atau demam, padahal harusnya kalau anak tersebut beberapa kali mengalami kondisi yang sama, maka harus dicurigai dan segera memeriksakan kesehatanya. Ini yang harus disampaikan kepada masyarakat,” jelasnya, seraya mengatakan, jika ditemukan kasus positif TBC pada anak, maka penanganan medisnya wajib minum obat secara terus menerus selama 6 bulan, sama halnya seperti orang dewasa.

Sementara itu, Pocut juga menuturkan, dari data terakhir pada 2022, untuk jumlah kasus TBC positif yang ditemukan dan diobati di Kota Medan, jumlahnya mencapai 10.316 orang. Sementara untuk kasus TBC pada anak pada rentang usia 0-14 tahun, mencapai 789 orang.

“Ini data 2022 yang diperoleh dari aplikasi SITB. Sedangkan untuk total yang meninggal dalam kasus tersebut, ada 268 orang. Dan 28 orang di antaranya masih berusia anak-anak,” bebernya.

Untuk itu, dia mengimbau masyarakat agar lebih awas terhadap TBC. Penyakit mematikan ini dapat dicegah dengan pola hidup sehat dan diobati. Untuk itu masyarakat jangan ragu untuk berobat apabila mengalami gejala TBC.

“Masyarakat jangan ragu untuk berobat. Karena sampai hari ini, pengobatan TBC gratis, khususnya di rumah sakit pemerintah dan Puskesmas,” pungkas Pocut. (map/saz)