Home Blog Page 1677

Viral Aksi Kekerasan Pengendara Akibat Tak Terima Disalib, Komisi I Minta Polisi Segera Tindak

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebuah video aksi kekerasan oleh seorang pengendara terhadap pengendara lainnya, viral di media sosial. Dari surat tanda penerimaan laporan kepolisian yang diunggah dalam video berdurasi 47 detik tersebut, diketahui bahwa aksi kekerasan itu terjadi di Jalan Megawati/A.R Hakim, Kelurahan Pasar Merah Timur, Kecamatan Medan Area pada Sabtu (18/3/2023) sekitar Pukul 22.30 WIB.

Dari video tersebut juga diketahui alasan aksi main hakim sendiri itu bisa terjadi. Tertulis dalam caption video tersebut, bahwa pelaku mencekik korban yang merupakan pengendara lainnya akibat tak terima disalib saat berkendara.

Berdasarkan amatan Sumut Pos pada video tersebut, pengendara sepeda motor dengan nomor plat BK 4220 AGH itu tampak mengenakan kaos dan topi berwarna hitam sedang mencekik pengendara lainnya. Bahkan, pria berkacamata tersebut sempat melakukan penamparan. Melihat hal itu, teman wanita pelaku kekerasan tersebut mencoba melerainya.

Atas hal itu, korban kekerasan yang belakangan diketahui bernama Irwato dan berstatus sebagai mahasiswa itu, melaporkan aksi tersebut ke Polsek Medan Area.

Atas kejadian tersebut, Ketua Komisi I DPRD Kota Medan, Robi Barus SE M.AP, mengaku sangat menyayangkan masih terjadinya peristiwa tersebut di Kota Medan.

“Kita sangat menyayangkan aksi bar-bar seperti itu. Apapun alasannya, kita tidak membenarkan adanya aksi main hakim sendiri,” ucap Robi kepada Sumut Pos, Senin (20/3/2023).

Untuk itu, Robi pun meminta pihak kepolisian, dalam hal ini Polsek Medan Area untuk menindaklanjuti laporan tersebut dengan segera menangkap dan memproses pelaku secara hukum.

“Kita meminta agar Polsek Medan Area segera menangkap dan memproses pelaku secara hukum agar ada efek jera bagi pelaku, sekaligus pelajaran bagi seluruh pihak. Sebab negara ini adalah negara hukum, tidak ada main hukum sendiri di negara ini,” ujarnya.

Selain itu, Robi Barus meminta kepada kepolisian untuk rutin melakukan patroli keamanan, khususnya dalam menjaga ketertiban berlalulintas agar tidak ada pelanggaran lalu lintas yang kerap membuat ‘gesekan’ antar pengendara.

“Lalu perlu dilakukan pembinaan terhadap anak-anak muda agar tertib berlalulintas dan menjadi generasi yang sadar hukum. Sebab tidak dapat kita pungkiri, bahwa sangat banyak anak muda yang melanggar aturan, khususnya aturan berlalulintas,” pungkasnya. (map)

Satpol PP Medan Buka Posko di Pasar Sukaramai

Kepala Satpol PP, Rakhmat Harahap

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), PUD Pasar, pihak kecamatan dan kelurahan berkolaborasi dengan TNI/Polri melakukan penataan Pasar Sukaramai beserta para pedagang kaki lima (PK5) yang ada di kawasan tersebut.

Untuk merealisasikan penataan Pasar Sumaramai dan PK5 yang ada di sana, SatPol PP Kota Medan telah membuka posko penjagaan di kawasan tersebut. “Kita akan melakukan penjagaan dan penataan Pasar Sukarmai sampai batas waktu yang ditentukan. Ini untuk menindaklanjuti apa yang disampaikan pimpinan (Wali Kota Medan), bahwa Pasar Sukaramai itu harus dikondusifkan,” ucap Kepala Satpol PP, Rakhmat Harahap usai memimpin rapat koordinasi, Sabtu (18/3).

Dalam penjagaan dan penataan ini, kata Rakhmat, pihaknya tidak melakukan tindakan yang represif. Sebab bagaimanapun, para pedagang juga merupakan masyarakat Kota Medan.

Rakhmat mengatakan, pihaknya telah membuka posko di Pasar Sukaramai sejak Jumat (17/3) malam. Hasil rapat koordinasi itupun semakin menekankan pentingnya dilakukan posko untuk menciptakan suasana kondusif di kawasan Pasar Sukaramai dan sekitarnya.

Sementara, seiring dengan operasional posko, lanjut Rakhmat, akan dicari solusi terbaik dan cepat. “Selama posko dioperasionalkan, kita juga akan melakukan analisis dan evaluasi. Kita juga mendorong agar PUD Pasar dapat mengambil langkah-langkah konkrit untuk menyelesaikan Pasar Sukaramai dan juga pasar-pasar lainnya,” katanya.

Rakhmat berharap, PUD Pasar Kota Medan juga bisa melakukan pendataan dan identifikasi pedagang Pasar Sukaramai yang pindah berdagang di kaki lima. Selain itu, sarana dan prasara di dalam Pasar Sukaramai juga harus dibenahi agar memberikan kenyamanan bagi pembeli maupun pedagang.

Rakhmat menjelaskan, dalam rapat koordinasi yang berlangsung di aula kantor Satpol Medan yang dihadiri perwakilan Polrestabes Medan, Dandim 0201/Medan, Polrestabes Pelabuhan Belawan, Camat Medan Area, Lurah Sukaramai I dan II, dan pihak PUD Pasar Kota Medan, juga dibahas langkah konkrit dalam memberantas pungli di tempat-tempat bisnis.

Rakhmat menambahkan, dalam rapat itu dijuga dibahas tentang menjaga kondisi stabilitas keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadan. Artinya, harus ada kondisi yang membuat orang nyaman dalam beribadah, disamping terjaganya rasa saling menghormati antar umat beragama.

Dalam rapat koordinasi itu juga, sambung Rakhmat, dibicarakan soal kondusivitas di kawasan Belawan. Kawasan ini menjadi perhatian khusus karena sering terjadinya tawuran. Untuk itu, pihaknya juga akan melakukan patroli, termasuk di kawasan-kawasan investasi. (map/ila)

Legislator PDIP Sumut Minta Larangan Impor Barang Bekas Dievaluasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Maraknya penjualan pakaian bekas, dalam prakteknya telah memberi kesempatan bagi masyarakat kelas bawah mendapatkan pakaian berkualitas dengan harga murah. Karenanya, alasan pelarangan impor pakaian bekas untuk melindungi UMKM dinilai salah sasaran.

“Pelarangan impor pakaian bekas, hanya menimbulkan “pat gulipat” dengan petugas di lapangan. Semakin dilarang, cuan-nya semakin gede, maka cawe-cawe yanh bisa dibagi pun semakin banyak,” kata anggota DPRD Sumut Sugianto Makmur dalam siaran persnya, Senin (20/3/2023).

“Kita masih ingat, ketika pakaian bekas banyak masuk, ada lapisan masyarakat yang secara langsung diuntungkan sejak proses impor sampai penjualan eceran. Masyarakat umum diuntungkan, karena uang yang perlu dibelanjakan untuk pakaian lebih sedikit,” sebutnya.

Pada saat ini, lanjut legislator PDI Perjuangan ini, ada fenomena “thrifting”, baju-baju atau apparel bekas yang berkualitas diperjualbelikan dengan harga yang mahal, meski masih lebih murah dari harga baru. “Ada bagian dari masyarakat yang senang bisa mendapatkan merk idamannya dengan harga murah,” ujarnya.

Sugianto pun merasa heran, mengapa pemerintah melarang impor pakaian bekas ini. “Bila negara merasa keberatan, keberatannya atas dasar apa? Keberatan kalau lebih banyak orang yang senang daripada sekelumit orang yang terganggu?” ketusnya.

Menurutnya, menteri harus mengerti dinamika perdagangan. Tidak melihat bahwa semua kebutuhan apparel itu bisa dipenuhi dengan produksi dalam negeri, baik industri maupun umkm. Bahkan data ttg umkm ini pun masih sangat diragukan.

Ada juga fenomena mobil bekas yang dimasukkan dalam daftar pelarangan dan pembatasan (lartas). “Kita pernah ramai mengimpor truk bekas dari Jepang. Saat itu, kita dianggap “tidak mampu” membeli truk baru. Maka diberi ruang untuk impor truk bekas. Saat ini, truk bekas tidak murah lagi,” ungkapnya.

Tapi perlu dimengerti, lanjut Sugianto, kenapa harga truk sangat mahal di Indonesia? Harga satu unit truk baru di Indonesia dengan 280hp 6×4, Rp1,2 miliar. Di Tiongkok, harganya hanya Rp450.juta. “Artinya, bila seseorang punya Rp1,5 miliar di Indonesia, dia hanya bisa beli 1 unit truk, sedangkan di Tiongkok, dia bisa membeli 3 unit truk,” bebernya.

Dia jug menyebutkan, meski negara ini dibangun dengan pajak, bea masuk, dan PNBP, tapi harus ingat efek domino yang timbul. Sampai sekarang, biaya logistik di Indonesia termasuk yang mahal. “Ada juga, asosiasi mobil/motor antik, yang menyampaikan bahwa begitu banyak motor/mobil lawas yang diekspor keluar. Termasuk motor-motor tua di Siantar yang semakin langka. Apakah impor mobil/motor antik akan mengganggu industri mobil/motor di dalam negeri? Segmen market yang sama sekali berbeda!” tegasnya.

Menurutnya, di Indonesia terlalu banyak aturan, yang membuat gerak langkah rakyat selalu terikat. “Bukankah tugas negara supaya rakyatnya lebih lincah, lebih efisien, dan lebih kompetitif ketika berhadapan dengan negara lain? Karenanya, harus segera dievaluasi segala aturan lartas yang ada, termasuk aturan baju bekas ini!” pungkasnya. (adz)

Pembangunan Tiga Gapura Batas Kota Target Selesai Akhir Maret

GAPURA: Revitalisasi salah satu dari tiga gapura batas kota yang ditarget selesai akhir Maret ini.markus/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Penataan Ruang mengatakan, proses pengerjaan pembangunan tiga gapura batas kota ditargetkan akan selesai pada akhir Maret 2023 ini.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Penataan Ruang Kota Medan, Endar Sutan Lubis, mengatakan sampai saat ini, progres pekerjaan dua dari tiga gapura yang sedang dibangun, yakni di Jalan Sisingamangaraja dan Jalan di Jamin Ginting sudah di atas 95 persen atau sudah dalam proses finishing. Sementara, satu gapura lainnya, yakni di Jalan Gatot Subroto, sudah mencapai 85 persen.

“Sesuai kontrak, semestinya ketiga gapura itu selesai pada 31 Desember 2022. Namun karena berbagai kendala, termasuk cuaca dan kondisi lapangan, kontraktor tidak bisa menyelesaikan sesuai dengan kontrak hingga berlanjut sampai saat ini. Tapi targetnya akhir Maret ini semuanya sudah selesai,” ucap Endar, Minggu (19/3).

Dikatakan Endar, sesuai dengan mekanisme yang ada, kontraktor diberikan kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaannya selama 50 hari di tahun 2023 ini, namun tetap membayar denda 5 persen dari sisa bagian kontrak. Artinya pada kesempatan pertama ini, kontraktor diberikan waktu menyelesaikan pekerjaannya sampai tanggal 20 Februari 2023.

“Dan tidak selesai juga, lalu kita beri lagi waktu sebanyak 40 hari lagi, yang batas akhirnya jatuh pada akhir Maret ini. Dalam masa perpanjangan ini, kontraktor juga dikenakan denda,” ujarnya.

Endar menerangkan, untuk gapura di Jalan Sisingamangaraja dan Jamin Ginting saat ini memang dalam proses finishing, termasuk pekerjaan arsitektur dan pengecatan. Sedangkan yang di Jalan Gatot Subroto, yakni kawasan kampung lanang, saat ini sedang dalam tahap pekerjaan lansekap. Sementara untuk bangunan gapura ke atas, sudah selesai.

Endar menjelaskan, pembangunan gapura ini dianggarkan dalam Perubahan APBD Kota Medan Tahun 2022. Untuk gapura di Jalan Sisingamangaraja dianggarkan sebesar Rp3,72 miliar dan mulai dikerjakan 30 September 2022, gapura di Jalan Jamin Ginting sebesar Rp2,3 miliar mulai dikerjakan 17 Oktober 2022, dan gapura Jalan Gatot Subroto sebesar 3,14 miliar dan mulai dikerjakan 30 September 2022. (map/ila)

Kopi dan Kain Tenun Jadi Promosi Andalan hingga ke Mancanegara

BERSAMA: Kepala KPw BI Provinsi Sumut Doddy Zulverdi bersama Deputi Gubernur BI Doni Primanto Joewono, Wagubsu H Musa Rajekshah dan lainnya, foto bersama di acara KKSU 2023, di Atrium Selatan Plaza Medan Fair, Jalan Gatot Subroto Medan, Jumat (17/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki mengatakan, kopi merupakan komoditas terbesar ketiga di Indonesia setelah sawit dan karet.

Hal itu disampaikan Teten secara virtual, disaksikan seluruh pengunjung yang hadir dalam acara pembukaan Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2023, yang digelar di Atrium Selatan Plaza Medan Fair, Jalan Gatot Subroto Medan, Jumat (17/3).

Hadir dalam acara tersebut, Kepala KPw BI Provinsi Sumut Doddy Zulverdi, Deputi Gubernur BI Doni Primanto Joewono, Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) H Musa Rajekshah, para pimpinan perbankan se Sumut, pelaku UMKM, dan lainnya.

Dijelaskan Teten, bahwa di Indonesia banyak ragam kopi, salah satunya kopi Sumut yang menjadi primadona di Tanah Air dan mancanegara, terbukti pada Tahun 2022, ekspor kopi Sumut berhasil mencapai Rp1,48 triliun, dengan volumer ekspor kopi sebesar 18,630 ton.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) selalu pro aktif dalam mendorong akselerasi pemberdayaan serta upaya meningkatkan promosi produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Tanah Air. Oleh karena itu, melalui KKSU 2023, yang mengusung tema, ‘Ragam Kreasi Budaya dan Pesona Kopi Sumut’, diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di Sumut, khususnya kopi,” harapnya.

Namun, sambungnya, meskipun begitu, ada juga tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan kopi, yakni lemahnya pemodal usaha kopi. 96 persen kopi dihasilkan oleh para petani kecil.

Kemudian, rendahnya produktivitas kopi. Banyak pohon-pohon kopi yang sudah menua dan butuh replanting. Selanjutnya, sulitnya akses pembiayaan dan pasar untuk pengembangan kopi. “Karena itu, kita mendorong koperasi dan UKM untuk mendukung usaha kopi ini,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Deputi Gubernur BI, Doni Primanto Joewono. Dalam kata sambutannya, Doni menyebutkan, bahwa di Sumut kopi sangat terkenal, bahkan hingga ke mancanegara.

“Di mancanegara, kopi robusta dan mandailing sangat terkenal. Karena itu kita mendorong kopi kita ini agar terus berkembang. Selain itu, teknologinya juga turut dikembangkan,” ujarnya.

Doni juga menyampaikan, bahwa di acara KKSU 2023 ini bukan hanya kopi yang dikenalkan, tetapi juga kain tenun, agar dikenal ke mancanegara. “Tentunya kita juga akan melakukan pendampingan untuk mempromosikan kekayaan Sumut ini ke kancah dunia,” katanya.

Sementara itu, Wagubsu, H Musa Rajekshah, atau yang kerap disapa Ijeck mengungkapkan, pasca virus Covid-19, yang paling besar dukungannya adalah UMKM.

“Saat ini UMKM Sumut sangat banyak tumbuh berkembang. Saya ucapkan terima kasih kepada perbankan yang telah melakukan pendampingan menuju internasional. Sebab, jika tidak ada pendampingan tentu akan sulit berhasil, khususnya dari segi pembiayaan atau sektor keuangan,” kata Ijeck.

Pihaknya berharap, perbankan tidak hanya hadir di perkotaan, namun juga dapat hadir di pedesaan atau kecamatan. “Karena masih banyak di pedesaan yang tidak tahu perbankan, sehingga meminjam dengan bunga yang sangat tinggi,” tuturnya.

Ijeck juga mengimbau, agar masyarakat minum kopi minimal satu kali sehari, karena ternyata menurut dokter kopi itu bagus untuk kesehatan, terutama jantung, tetapi kopi hitam tanpa gula. “Saat ini minum kopi menjadi tren, khususnya di kafe-kafe. Selain itu juga dapat mendukung berkembangnya UMKM kopi kita hingga ke kancah Internasional,” pungkasnya.

Dari amatan, sejumlah produk UMKM turut dipamerkan di acara KKSU 2023 tersebut, mulai dari makanan, minuman terutama kopi hingga mesin pengolahannya, pakaian dan pernak-pernik serta asesoris.

Ijeck beserta rombongan dari Pemprovsu bersama Kepala KPw BI Provinsi Sumut Doddy Zulverdi, Deputi Gubernur BI Doni Primanto Joewono menyambangi satu persatu stan-stan pameran di Atrium Selatan Plaza Medan Fair tersebut.

Bahkan ada diantaranya yang menyodorkan sambil mempromosikan produk UMKM nya kepada Ijeck. Dengan gerakan para pejabat di Sumut ini, membuat pengunjung yang hadir ikut dengan antusias membeli produk-produk UMKM yang dipamerkan, hingga rela mengantri panjang untuk membayar di kasir. Ada pengunjung yang membayar dengan uang cash dan ada juga yang menggunakan voucher belanja. (dwi/ila)

Dinas PPAPPKB Santuni Anak Yatim

SOPIAN/SUMUT POS SANTUNI: Plt Sekdakot Tebingtinggi Bambang Sudaryono didampingi Kadis PPAPPKB Nina Zahara ketika menyantuni anak yatim menjelang bulan Ramadhan..

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Sambut bulan suci Ramadan 1444 Hijriah, Pemerintah Kota Tebingtinggi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (PPAPPKB) melakukan pemberian santunan kepada anak yatim piatu di Kantor Dinas PPAPPKB, Jalan Gunung Lauser Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi, Jumat(17/3) sore.

Kegiatan tersebut dihadiri Plt Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Tebingtinggi Bambang Sudaryono. Dalam kesempatan ini, Bamban mengatakan bahwa sedekah merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap sesama, terutama kepada anak-anak yatim khususnya menyambut bulan suci Ramadhan.

“Di sinilah dibutuhkan keperdulian sesama, berbagi itu indah, menyisihkan rezeki kita untuk bersedekah, terutama dalam hal ini anak yatim,” ucap Bambang. Lebih lanjut Bambang berharap, agar kiranya kegiatan bersedekah dapat dilakukan tanpa memperhatikan momen tertentu.

“Saya berharap kegiatan ini jangan hanya menyambut bulan Ramadhan, setiap saat ada rezeki berbagilah,” harapnya. Pada kesempatan tersebut, Bambang juga menyampaikan bahwa saat ini Pemkot Tebingtinggi juga fokus dalam penanganan stunting.

“Saat ini Pemkot Tebingtinggi lagi fokus ke stunting, dari 213 yang stunting ada 27 yang perlu prioritas, fokus kita keroyok disitulah. Saya lagi mau kumpulkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dengan penanganan stunting,” ungkap Bambang.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana, Nina Zahara menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dimulai sejak tahun 2018.

Disampaikannya, kegiatan ini dapat terlaksana secara sederhana, dengan tabungan seikhlas hati yang dikumpulkan setiap Jumat Barokah dan setiap Fatmil Quran 2 minggu sekali yang dilaksanakan di Dinas DPPAPPKB. “Alhamdulillah, tahun ini untuk berbagi bisa bertambah, yang awalnya masih 10 anak yang kami kumpulkan, saat ini sudah menjadi 20 orang anak. Semoga kedepannya bisa lebih meningkat lagi,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga diisi dengan ceramah rohani oleh Ustad Ilyas Hibban dan penyerahan santunan kepada 20 orang anak yatim piatu, berupa sembako dan beras. (ian/han)

517 Guru Honorer Lulus Seleksi PPPK

Kabid Pengadaan Mutasi dan Informasi pada BKPSDM Dairi, Martua Simarmata.RUDI/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 517 orang guru honorer yang mengabdi di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi, lulus seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tahun 2022.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan Mutasi dan Informasi pada Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Martua Simarmata ditemui di Kantornya, Jumat (17/3).

Martua menerangkan, pada tahun 2022, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) memberikan kesempatan kepada Pemkab Dairi, membuka formasi guru PPPK sebanyak 620 orang.

Adapun pelamar atau mengikuti seleksi sebanyak 528 orang. Dan yang sudah lulus pasing grade tahun 2021 sebanyak 55 orang, sehingga total 620 orang.

Dari seleksi dilakukan, yang lulus seleksi keseluruhan sebanyak 517 orang.

Martua menyebut, ke-517 orang yang lulus itu yakni formasi guru sekolah dasar (SD) sebanyak 313 orang yakni guru agama Islam, Khatolik, Protestan serta Guru Kelas.

Sementara formasi guru SMP sebanyak 107 orang yakni untuk posisi guru agama Islam, Khatolik, Protestan, guru Bahasa Indonesia, lnggris, guru Bimbingan Konseling, guru IPA, Matematika, PPKN serta guru Pra Karya dan Kewirausahaan.

Namun, lanjut Martua, dari 528 orang guru honorer yang lulus PPPK, sebanyak 47 tidak penempatan. Mereka, menunggu formasi berikutnya.

Bagi PPPK yang belum penempatan, menunggu formasi selanjutnya. Dan bialamana ada formasi baru, harus lebih mengutamakan yang sudah lulus pada seleksi sebelumnya, ucap Martua.

Ditambahkan Martua, formasi tahun 2022, ada formasi tidak terisi seperti, guru bimbingan Konseling dan guru Olahraga. (rud/han)

Samperin Ibu-ibu Antre di Pasar Murah, Gubernur Edy Gratiskan Sembako

BERBINCANG: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi saat berbincang dengan ibu-ibu saat mengantri sembako di Kabupaten Deli Serdang.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Jelang Ramadan, ibu-ibu yang sedang mengantre untuk mendapatkan sembako murah, disamperin oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. Kegiatan itu, digelar oleh Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Sumut, di Lapangan Desa Pematang Johar, Kabupaten Deliserdang, Minggu (19/3).

Mantan Pangkostrad itu, menggratiskan paket sembako di pasar murah tersebut. Ibu-ibu tampak girang dan berterima kasih kepada Gubernur Edy Rahmayadi. Kemudian, Ketua IPEMI Sumut Yulidar Bugis menggratiskan minyak goreng.

“Untuk yang di sini, kita gratiskan semua, biar ibu-ibu senang. Sehat menjelang puasa ini,” ucap Gubernur Edy kepada ibu-ibu yang mengantre tersebut.

Sontak masyarakat yang hadir langsung mengucapkan terima kasih kepada Edy Rahmayadi. Tidak sampai di situ saja, Edy Rahmayadi juga mengatakan akan menjadikan lapa-

ngan tempat acara dilangsungkan menjadi lapangan bola.

“Nanti ingatkan saya, biar lapangan ini jadi lapangan bola, kita tanami rumput dan nanti saya kirim bola biar anak-anak di sini nanti ada yang jadi pesepakbola,”kata mantan Ketua Umum PSSI itu.

Sementara itu, Ketua IPEMI Sumut Yulidar Bugis mengatakan ada 6.500 paket sembako pada program pasar murah mereka. Paket sembako tersebut akan disebar dibeberapa daerah di Sumut.

“Kita siapkan 6.500 paket sembako dan akan disebar pada pasar murah di beberapa lokasi di Sumut, ini salah satu kegiatan kita menyambut bulan puasa,” kata Yulidar Bugis.

Salah satu masyarakat yang hadir pada pasar murah tersebut Sutiyem sangat bersyukur mendapat sembako gratis. Terlebih lagi bisa bertemu langsung dengan Gubernur Sumut.

“Tidak nyangka Gubernur mau ke sini, apalagi sembakonya jadi gratis, kami sangat berterina kasih kepada Pak Gubernur dan terus perhatian kami yang di desa-desa ini,” kata Sutiyem.

Pada kesempatan ini, Gubernur Edy Rahmayadi juga menyerahkan piagam penghargaan kepada IPEMI Binjai, Pangkalan Susu, Binjai-Langkat, Tebingtinggi dan Padanglawas. Mereka berhasil meraih penghargaan IPEMI terbaik se-Indonesia.(gus/han)

Bupati Sergai Ingatkan Pentingnya Mendidik Generasi Muda

SAMBUTAN: Bupati Sergai H. Darma Wijaya saat berikan kata sambutan dalam acara Isra Mikraj di Kantor Camat Tebing Syahbandar. fadly/SUMUT POS .

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Pentingnya para orangtua untuk mengarahkan para anak ke hal-hal yang positif. Demikian disampaikan Bupati Serdangbedagai (Sergai) H. Darma Wijaya pada peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, sekaligus menyambut bulan suci Ramadan 1444 Hijriah di Kecamatan Tebing Syahbandar, Kamis(16/3).

“Anak-anak kita adalah generasi penerus yang akan melanjutkan tongkat estafet pembangunan bangsa dan negara kedepannya,” ujar Bupati Sergai.

Bagi Darma Wijaya peran orangtua menjadi sangat penting dalam memberikan kasih sayang, penerimaan, penghargaan, pengakuan, dan arahan kepada anaknya. Tak hanya itu, Bupati menyebut Pendidikan agama juga menjadi salah satu aspek penting yang patut untuk diperhatikan.

“Latih anak kita menjadi seorang Qori dan Qoriah. Tidak hanya menjadikan anak saleh dan saleha, lewat kecintaan pada Alquran, anak-anak bisa beprestasi dengan mengikuti kegiatan religius seperti Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadist. Pemkab Sergai juga sudah memberikan apresiasi kepada anak-anak kita yang berhasil meraih prestasi di ajang tersebut dengan memberikan hadiah Umrah,” terangnya.

Bupati Sergai kemudian melanjutkan, peringatan Isra Mikraj 1444 Hijiah ini merupakan yang kesekian kalinya yang ia ikuti. Sebelumnya ia sudah hadir pada momen serupa di Dolok Masihul dan Sipispis.

“Kami atas nama Pemkab Sergai menyambut baik dan merasa berbahagia atas dilaksanakannya kegiatan ini, karena melalui momentum ini, kita dapat bersilaturahmi dan bertatap muka antara saya mewakili Pemkab Sergai dengan masyarakat, terkhusus di Kecamatan Tebing Syahbandar,” ucap Bupati.

Ia kemudian melanjutkan, salah satu hikmah Isra Mikraj yang paling penting adalah tentang kewajiban salat lima waktu, yang Allah perintahkan langsung kepada Nabi Muhammad SAW. Ibadah salat, ujarnya, merupakan ibadah yang diwajibkan Allah kepada ummat-Nya yang dilaksanakan lima kali sehari semalam dan juga merupakan media komunikasi antara umat-Nya dengan sang pencipta.

“Di antara pesan moral yang terkandung dalam pelaksanaan salat adalah terciptanya sebuah tatanan agar terbentuknya sifat adil, jujur, santun, kasih sayang, dan lain-lain. Jika salat didirikan dengan kusyuk dan benar, hal ini lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT,” tambahnya lagi.

Terakhir ia mengimbau kepada para umat Islam agar menyambut Bulan Suci Ramadan yang tinggal menghitung hari dengan penuh keikhlasan dan kegembiraan sehingga nantinya dapat melaksanakan ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya dengan penuh kekhuysukan dan mengharap rida dari Allah SWT.

“Karena kesempatan itu hanya datang seketika, sehingga kita harus dapat memanfaatkan dengan sebaik-baik mungkin. Waktu yang telah berlalu tak dapat dikejar dan yang akan datang juga mudah pergi. Untuk itu jangan biarkan waktu sedetik pun berlalu, karena sang waktu tak pernah mundur,” pesan Bupati sebagai penutup.

Perayaan Isra Mikraj kali ini diisi oleh tausiyah atau ceramah agama yang dibawakan oleh Ustadz HM Ghazali Saragih, S.Sos. Ikut meramaikan kegiatan ini di antaranya Unsur Forkompimcam Tebing Syahbandar, para kepala desa, serta masyarakat Tebing syahbandar. (fad/han)