Home Blog Page 168

Dodi Robert Simangunsong Ingatkan Sanksi Pidana jika Buang Sampah Sembarangan

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Sampah masih menjadi masalah serius di Kota Medan. Kondisi ini menjadi perhatian serius Anggota DPRD Kota Medan Dodi Robert Simangunsong. Politisi Partai Demokrat ini pun mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran, menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.

Hal tersebut dikatakan Dodi Robert Simangunsong ketika menggelar Sosialisasi Perda ke-10 Tahun 2025 Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang pengelolaan Persampahan di Jalan Bromo Gang Satia, Kelurahan Binjai, Medan Denai, Minggu (12/10/2025). Menurut Dodi, untuk menciptakan kebersihan itu harus dimulai dari diri sendiri, keluarga lalu lingkungan.

“Bila sampah tak dikelola dengan baik, maka akan memiliki dampak yang banyak. Tidak hanya bisa menjadi sumber penyakit, tapi sampah yang dibuang sembarangan juga bisa menyebabkan terjadinya banjir,” kata Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan ini.

Dodi juga mengingatkan, ada sanksi pidana dan kurungan badan, atau denda hingga puluhan juta bagi orang yang membuang sampah sembarangan. Disebutkannya, sanksi tersebut tertuang dalam Pasal 35 Ayat (1) Perda Nomor 6 tahun 2015 yang berbunyi, “Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau pidana denda paling banyak Rp10.000.000.00 (sepuluh juta rupiah)”.

Untuk itu, Dodi mengimbau warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke sungai. “Larangan ini juga diatur dalam Pasal 57 ayat 1 tentang larangan buang sampah di Sungai,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Lingkungan XII Kelurahan Binjai, Medan Denai, M Ikhsan Hutasuhut dalam sambutannya mengungkap yakan, persoalan sampah memang menjadi persoalan yang pelik di lingkungannya. Pasalnya, banyak masyarakat dari luar yang membuang sampah di lingkungannya.

“Sudah berulangkali kami mendapati orang luar membuang sampah di sini. Mungkin karena lahan (tempat sosialisasi Perda) ini merupakan lahan kosong, makanya orang membuang sampah ke sini,” kata Ikhsan.

Dia juga mengatakan, pernah membuka pos jaga, agar tidak ada yang membuang sampah di lahan kosong itu. “Saat pos ada yang menjaga, tidak ada yang berani membuang sampah. Tapi ketika pos sepi, sampah dibuang begitu saja,” ungkapnya.

Masyarakat terlihat begitu antusias menghadiri Sosialisasi Perda yang digelar Dodi Robert Simangunsong ini. Menurut pantauan di lokasi, semua kursi terisi, bahkan ada beberapa warga yang rela berdiri.

Meski sejumlah OPD yang diundang tak hadir, namun kegiatan Sosperda ini tetap berlangsung meriah dengan game yang dibawakan pembawa acara. Dalam game itu, warga yang mayoritas dari kaum ibu, mendapatkan hadiah jika berhasil menjawab pertanyaan. (adz)

Rico Waas Kunjungi dan Salurkan Bantuan Logistik untuk Pengungsi Banjir

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengunjungi para korban banjir di Kecamatan Medan Labuhan yang mengungsi di SD Negeri 060950 Jalan Kolonel Yos Sudarso dan Masjid Al-Ikhlas Jalan Titi Pahlawan, Kelurahan Pekan Labuhan, Minggu (12/10/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota didampingi sejumlah pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan, antara lain Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan Yunita Sari, Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Gibson Panjaitan, serta Camat Medan Labuhan Khairun Nasyir Tambusai.

Posko pertama yang dikunjungi adalah SD Negeri 060950 di Jalan Kolonel Yos Sudarso, Kelurahan Pekan Labuhan, Lingkungan III. Meski cuaca telah cerah, banjir belum surut di sekitar sekolah tersebut. Dengan menggulung celana, Rico Waas berjalan menerobos genangan air untuk menemui para pengungsi yang ditempatkan di lantai dua bangunan sekolah.

Di lokasi, Wali Kota menyapa warga satu per satu dan menyambangi ruang-ruang kelas yang dijadikan tempat pengungsian. Berdasarkan data BPBD Medan, terdapat 160 jiwa pengungsi di sekolah ini, terdiri dari orang tua, dewasa, dan anak-anak.

Dengan penuh empati, Rico Waas berdialog dengan para pengungsi untuk mendengar langsung kondisi dan kebutuhan mereka. Ia menegaskan kepada jajarannya agar memastikan seluruh kebutuhan dasar warga, seperti makanan, air bersih, dan layanan kesehatan, terpenuhi dengan baik. Wali Kota juga mengingatkan warga agar tetap menjaga kesehatan selama berada di pengungsian.

Sebagai bentuk kepedulian, Rico Waas menyerahkan secara langsung bantuan logistik dari BPBD Medan kepada para pengungsi. Bantuan tersebut antara lain nasi bungkus, beras, selimut, teh, gula, handuk, air mineral, dan mi instan.

Usai dari SD Negeri 060950, Wali Kota beserta rombongan melanjutkan peninjauan ke lokasi pengungsian di Masjid Al-Ikhlas, Jalan Titi Pahlawan, Lingkungan VII, Kelurahan Martubung. Posko ini menampung sekitar 250 jiwa, mulai dari orang tua, dewasa, hingga anak-anak. Seperti di lokasi sebelumnya, Wali Kota juga menyerahkan bantuan logistik dan menyampaikan dukungan moril kepada warga.

Camat Medan Labuhan, Khairun Nasyir Tambusai, melaporkan bahwa banjir di wilayahnya berdampak pada dua kelurahan, dengan total 1.444 KK atau 4.510 jiwa terdampak.

Banjir yang melanda Kota Medan sejak Sabtu (11/10/2025) disebabkan oleh hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak malam hari. Curah hujan tersebut menyebabkan meningkatnya debit air sungai sehingga terjadi luapan dan genangan di kawasan permukiman. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 23.00 WIB dan meluas ke berbagai kelurahan di tujuh kecamatan.

Berdasarkan data BPBD Medan, banjir melanda tujuh kecamatan dan 17 kelurahan, yakni Kecamatan Medan Maimun (Kelurahan Aur, Hamdan, Kampung Baru, Titi Rantai);
Kecamatan Medan Johor (Gedung Johor, Kwala Bekala); Kecamatan Medan Polonia (Sari Rejo, Polonia); Kecamatan Medan Labuhan (Pekan Labuhan, Martubung); Kecamatan Medan Selayang (Beringin); Kecamatan Medan Petisah (Sei Mati, Petisah Tengah, Anggrung); Kecamatan Medan Baru (Suka Raja)

Total wilayah terdampak mencakup 3.181 unit rumah, dengan 3.599 kepala keluarga dan 10.391 jiwa. Tidak terdapat laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, sebanyak 69 orang dievakuasi, terdiri dari lansia, anak-anak, balita, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.

Data dari BPBD juga menunjukkan lokasi pengungsian lainnya selain di Kecamatan Medan Labuhan, yaitu Kecamatan Medan Johor, di Masjid MDTA Muttaqin Kelurahan Kwala Bekala, menampung 350 pengungsi dan Kecamatan Medan Selayang, di Masjid Al-Qamar Kelurahan Beringin, menampung 85 pengungsi.

BPBD Kota Medan melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops–PB) segera melakukan berbagai langkah tanggap darurat, mulai dari evakuasi warga, pendataan wilayah terdampak, pemantauan cuaca dan debit air, hingga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap kenaikan debit air secara tiba-tiba. (map/ila)

Lewat Upskilling Yantek, PLN UID Sumut Teguhkan Komitmen Profesionalisme dan Keselamatan Kerja Petugas Lapangan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme petugas lapangan melalui pelaksanaan kegiatan Upskilling Yantek di dua wilayah kerja sekaligus, yakni PLN UP3 Medan Utara dan PLN UP3 Sibolga.

Kegiatan yang diikuti puluhan petugas pelayanan teknik (Yantek) dari berbagai Unit Layanan Pelanggan (ULP) ini bertujuan memperkuat kemampuan teknis, menanamkan disiplin keselamatan kerja, serta membangun budaya pelayanan unggul yang berorientasi pada kepuasan pelanggan.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik lapangan mencakup penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar, penguatan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta penerapan Budaya PS4 PLN (Penampilan, Sikap, Sapa, Senyum, dan Salam) sebagai pedoman interaksi dengan pelanggan. Pelatihan juga dilengkapi dengan simulasi tanggap darurat, praktik pemasangan jaringan, hingga pemeliharaan distribusi tegangan menengah guna memastikan setiap petugas siap menghadapi berbagai kondisi kerja di lapangan.

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Ahmad Syauki, menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi petugas lapangan merupakan investasi strategis untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus mutu pelayanan PLN kepada masyarakat.

“Petugas Yantek adalah ujung tombak PLN yang langsung berinteraksi dengan pelanggan. Karena itu, peningkatan kemampuan teknis harus berjalan beriringan dengan disiplin keselamatan dan etika pelayanan. Melalui Upskilling Yantek, kami ingin meneguhkan budaya kerja profesional dan aman yang menjadi ciri khas SDM PLN,” ujar Syauki.

Lebih lanjut, Syauki menambahkan bahwa kegiatan ini selaras dengan semangat continuous improvement PLN dalam mewujudkan layanan cepat, tanggap, dan andal di seluruh Sumatera Utara.

“Budaya PS4 (Penampilan, Sikap, Sapa, Senyum, dan Salam) menjadi simbol perubahan perilaku sekaligus komitmen PLN untuk menghadirkan pelayanan yang ramah, profesional, dan berkualitas. Dengan SDM yang kompeten dan berbudaya safety, kami yakin PLN mampu mewujudkan zero accident serta memperkuat kepercayaan pelanggan di setiap lini layanan,” pungkasnya.

Melalui pelaksanaan Upskilling Yantek di berbagai UP3, PLN UID Sumatera Utara menegaskan langkah nyata dalam mewujudkan pelayanan kelistrikan yang profesional, selamat, dan berkelanjutan. (ila)

PLN UID Sumut Dorong Pertumbuhan Industri Lewat One Day Service Penyambungan Tegangan Menengah di Rantauprapat

RANTAUPRAPAT- PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pelayanan cepat, tangkas, dan andal bagi pelanggan, terutama sektor industri yang menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Wujud nyata komitmen tersebut kembali terlihat melalui keberhasilan Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Rantauprapat yang merealisasikan penyambungan baru pelanggan Tegangan Menengah (TM) dengan tarif dan daya I3 sebesar 2.770.000 VA hanya dalam waktu satu hari (one day service).

Pelanggan baru tersebut adalah PT Sintong Unigolden Glove (SUG), perusahaan pengolahan sarung tangan lateks medis yang berlokasi di Jalan Lintas Sumatera, Hessa Perlompongan, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan. Penyalaan pasang baru dilaksanakan secara seremonial dan dihadiri oleh Manager PLN UP3 Rantauprapat Dwita AS, beserta jajaran, serta disambut langsung oleh Direktur Utama PT Sintong Unigolden Glove.

Dengan terealisasinya penyambungan ini, PLN tidak hanya memperkuat keandalan sistem kelistrikan di wilayah Sumatera Utara bagian selatan, tetapi juga turut mendorong tumbuhnya sektor industri manufaktur yang berpotensi membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar dan meningkatkan aktivitas ekonomi daerah.

Manager PLN UP3 Rantauprapat Dwita AS, menjelaskan bahwa layanan one day service merupakan bentuk nyata penerapan nilai-nilai transformasi PLN yang berorientasi pada kepuasan pelanggan dan efisiensi proses bisnis.

“Penyalaan one day service ini adalah wujud semangat kami dalam memberikan layanan yang cepat, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Dengan pasokan listrik yang andal, pelaku industri dapat segera beroperasi dan meningkatkan produktivitas tanpa hambatan,” ujar Dwita.

Sementara itu, General Manager PLN UID Sumatera Utara Ahmad Syauki, mengapresiasi kinerja tim PLN UP3 Rantauprapat atas keberhasilan penyambungan pelanggan industri secara cepat dan tepat, yang turut memberi dampak positif bagi peningkatan konsumsi listrik dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Keberhasilan penyambungan pelanggan TM secara one day service ini menunjukkan kemampuan PLN beradaptasi dan bergerak cepat dalam menjawab kebutuhan dunia usaha. Ini bukan sekadar percepatan layanan, tetapi juga bagian dari kontribusi PLN dalam mendorong investasi dan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat,” ujar Syauki.

Syauki menegaskan, PLN akan terus berkomitmen menghadirkan listrik yang andal dan berkualitas untuk setiap lini produktif masyarakat, mulai dari rumah tangga hingga sektor industri besar sebagai fondasi terciptanya ekosistem ekonomi yang kuat dan berkelanjutan. (ila)

SMA Swasta Syafiyyatul Amaliyyah Raih Partisipasi Membanggakan dalam ICSTEM 2025 di Kuala Lumpur dengan Inovasi Ramah Lingkungan

Peserta penerima Best Awards
Peserta penerima Best Awards

KUALA LUMPUR, SUMUTPOS.CO- SMA Syafiyyatul Amaliyyah turut ambil bagian dalam International Conference on Science, Technology, Engineering and Mathematics (ICSTEM) 2025 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 9-11 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi ajang bergengsi bagi pelajar dan akademisi dari berbagai negara dalam memamerkan inovasi berbasis STEM.

Di ICSTEM 2025 ini, siswa-siswi SMA Yayasan Pendidikan Syafiyyatul Amaliyyah (YPSA) berhasil meraih sejumlah prestasi membanggakan. Di ajang Eco-Cool Brick from Styrofoam Waste and Rice Husk Ash, Tim SMA YPSA terdiri dari Ray Konen, Raihana Faiha Azarine, M. Ali Chaidar Lubis, Fiona Callysta Amada, dan Syed Muhammad Rifai, meraih Double Gold dan Best Award kategori Teknologi Sipil dan Konstruksi.

Kemudian di ajang Carbon Dioxide Absorbing Wall Paint, Tim SMA YPSA melibatkan Omaar Al-Faridzi Siregar, Assyifa Janeeta Sinurat, Aisyah Talitha Rahma Rangkuti, M. Rizky Fadilah, dan Nayla Nurchalid mendapatkan medali emas.

Di ajang Eco-Friendly Fire Retardant Tim SMA YPSA kembali meraih medali emas bersama Azka Zahirah Hutahayan, T. Muhammad Raffa Athala, M. Uwais Al Qarni, Nadzifah Amira Dhiyaulrahmat, dan Asyifa Niracanti Nugroho.

Di ajang Emotion Tracking, tim terdiri dari Arsy Camilla Leviza, Kamila Syifa Silalahi, Fayza Bashirah Yasmine, Ahmad Rasyid Siregar, dan M. Rifat Khairy memperoleh medali perak. Dan terakhir, di ajang Eco-Superabsorbent, tim SMA YPSA yang beranggotakan Talitha Gendis Kesuma, Azra Zhafira Lubis, Radhitya Dzaky Permana, Siti Alma Khazanah Sibuea, dan Muhammad Agha Sadin, mendapat medali perak.

Kegiatan Ini diadakan di Silka Maytower Hotel dengan Tema ICSTEM 2025 kali ini adalah “Cultivating an Innovation Culture for Society 5.0,” yang menekankan pentingnya inovasi dan kreativitas dalam menghadapi tantangan masyarakat modern. Seluruh presentasi berlangsung singkat selama 7 menit, diikuti sesi tanya jawab 3 menit, dengan penilaian ketat pada aspek riset, inovasi, dan kemampuan presentasi.

Partisipasi Sekolah SMA Syafiyyatul Amaliyyah yang didampingi Syahmuda Manurung dan Novianti Panjaitan menegaskan komitmen sekolah dalam mengembangkan potensi siswa di bidang sains dan teknologi, serta membuka peluang kolaborasi internasional yang dapat memperluas wawasan pendidikan STEM Science, Technology, Engineering and Mathematics secara berkelanjutan.

ICSTEM 2025 ditutup pada tanggal 11 Oktober 2025, dengan penyerahan Piagam Penghargaan, Pemberan Medali dan hadiah. Partisipasi 8 Negara diantaranya Indonesia, Malaysia, dan Sekolah SMA Syafiyyatul Amaliyyah menandai keberhasilan acara yang menginspirasi generasi muda berkontribusi untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi global.

Sekolah Syafiyyatul Amaliyyah menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung sehingga partisipasi pada forum internasional bergengsi ini bisa terlaksana dengan baik. (rel/adz)

PDI Perjuangan Sumut Salurkan Beasiswa Senilai Rp247 Juta di Kepulauan Nias

NIAS, SUMUTPOS.CO – PDI Perjuangan Sumatera Utara melalui Ketua DPD, Drs. Rapidin Simbolon, MM, menyalurkan beasiswa senilai Rp247,2 juta untuk 313 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kepulauan Nias, Jumat (10/10/2025). Penyerahan simbolis dilakukan di SMK Negeri 1 Sogaeadu, Kabupaten Nias, disaksikan Bupati Nias Ya’atulo Gulo, Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoly, dan Ketua DPRD Nias Sabayuti Gulo

Beasiswa ini mencakup pelajar dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Kejuruan. Sebelumnya, 248 siswa telah menerima bantuan dengan total dana Rp154,35 juta.

Tahun ini, program diperluas dengan tambahan 65 penerima baru, terdiri atas 5 siswa SD, 10 siswa SMP, dan 50 siswa SMK, sehingga total nilai bantuan meningkat menjadi Rp247,2 juta menjadikannya salah satu program pendidikan dengan jangkauan penerima terbesar di wilayah Nias tahun ini.

Rapidin menegaskan, program beasiswa ini merupakan wujud politik yang berpihak pada rakyat kecil, bukan sekadar bentuk bantuan. “Beasiswa pendidikan ini bukan hanya untuk membantu, tetapi menjadi perangsang agar anak-anak Nias terus bersekolah, berhasil, dan suatu saat kembali membangun Nias di masa depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, prestasi siswa diharapkan terus dipertahankan agar status beasiswanya tidak dicabut. Selain menyerahkan beasiswa, Rapidin juga melanjutkan kegiatan pembagian benih jagung Pioneer kepada para petani sebagai bagian dari gerakan pemberdayaan ekonomi rakyat.

”Beasiswa ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga kurang mampu. Dan bagi yang belum mendapat, akan tetap kami usahakan,” kata Rapidin.

Ungkapan haru datang dari Friska Waruwu, siswi SMK asal keluarga petani. “Saya baru pertama kali menerima beasiswa. Terima kasih, Pak Rapidin. Saya akan belajar lebih giat dan berusaha jadi anak yang hebat,” ujarnya dengan mata berbinar.

Rapidin kemudian menyerahkan berkas 313 SK beasiswa yang akan segera dicairkan melalui Bank BRI, sambil berjanji memperjuangkan agar jumlah penerima terus bertambah.

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Sogaeadu, Sowa’a Halawa, turut menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian Rapidin. “Beliau satu-satunya anggota DPR RI yang datang langsung membawa beasiswa bagi anak-anak Nias. Ini bukti nyata kepedulian terhadap pendidikan dan masa depan SDM Nias yang berdaya saing,” katanya.

Dengan langkah itu, Rapidin Simbolon menegaskan, perjuangan politik sejati tidak berhenti di podium atau janji, tetapi hadir dalam bentuk nyata di tangan anak-anak yang kini kembali memiliki harapan untuk belajar dan membangun masa depan Nias yang lebih cerah. (adz)

Butuh Biaya Rp130 Juta untuk Pemulangan Jenazah Warga Langkat, Keluarga Buka Donasi

TUNJUKKAN: Adik Argo Prasetyo, Ega Prasetya saat menunjukkan foto almarhum ketika diwawancarai di rumahnya, Desa Karang Rejo, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat.(Teddy Akbari/Sumut Pos )
TUNJUKKAN: Adik Argo Prasetyo, Ega Prasetya saat menunjukkan foto almarhum ketika diwawancarai di rumahnya, Desa Karang Rejo, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat.(Teddy Akbari/Sumut Pos )

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Keluarga Almarhum Argo Prasetyo, akhirnya mendapat kabar baik dari Kedutaaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja. Jenazah yang masih tertahan di luar negeri itu, akhirnya dapat dipulangkan ke Tanah Air. Namun, keluarga harus merogoh kocek yang cukup dalam.

“Sudah ada jawaban dari Pak Ichwan, dari pihak KBRI. Saya juga sudah menanyakan soal biaya, diperkirakan kurang lebih biayanya 8.500 Dollar, jika dirupiahkan sekitar Rp130 juta,” ungkap Adik Argo, Ega Prasetya, Jumat (10/10).

Uang 8.500 Dollar itu diketahui Ega usai berkomunikasi dengan petugas yang menyimpan atau mengawetkan jenazah Argo.

“Saya menanyakan langsung dari rumah duka tempat penyimpanan jenazah almarhum Bang Argo,” bebernya.
Mendengar uang sebesar itu, Ega menyebutkan, keluarga masih tengah berupaya mengumpulkan.

“Jujur, itu uang yang sangat banyak dan ini kami juga sudah membuka donasi. Semoga ada orang-orang baik di luar sana yang membantu kami, agar mempercepat proses pemulangan Almarhum Bang Argo,” harapnya.

Argo Prasetyo berangkat kerja ke Kamboja tanpa pamit kepada keluarga pada April 2024. Awal tiba menginjakkan kaki di Kamboja, lajang berusia 25 tahun itu, masih berkomunikasi dengan keluarga di Tanah Air. Sebelum bekerja di Kamboja, sulung dari empat bersaudara itu, bekerja pada satu retail modern.

Kondisi Argo kritis sebelum meninggal dunia, diketahui keluarga melalui postingan media sosial yang diunggah oleh warga negara Vietnam, Senin, 29 September 2025. Dalam postingan itu, almarhum yang berdomisili di Desa Karang Rejo, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, diduga dianiaya dan kemudian ditelantarkan begitu saja di tempat pembuangan sampah.

Mengetahui kabar itu, Ega pun melakukan komunikasi intensif dengan warga negara Vietnam tersebut, meski terkendala bahasa yang harus dilakukan terjemahan. Dalam obrolan mereka, terungkap Almarhum Argo sudah mendapat perawatan medis selama empat hari di Rumah Sakit Syavrieng Provincial Hospital.

Artinya, postingan yang diunggah itu sudah beberapa hari berselang, dan Argo kemudian dilarikan ke rumah sakit. Tapi nasib berkata lain, Argo mengembuskan napas terakhirnya pada Selasa, 30 September. (ted/saz)

Bapenda Kota Medan Gelar Rapat Koordinasi Program Pemutihan dan Diskon Pajak Kendaraan Bermotor 2025

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan menggelar Rapat Koordinasi Program Pemutihan dan Diskon Pajak Kendaraan Bermotor Tahun 2025 di Aula Kantor Bapenda Kota Medan, Jumat (10/10).

Rapat ini dibuka langsung oleh Kepala Bapenda Kota Medan, M. Agha Novrian, didampingi Sekretaris Bapenda Kota Medan, T. Roby Chairi, serta Kabid Pengembangan dan Pengendalian Pajak dan Retribusi Daerah, Popy Maya Syafira.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kabid PSIPD Bapenda Provinsi Sumatera Utara, Fariz H. Hutagalung, Kepala UPT Samsat Medan Utara, M. Ainul Hafiz, perwakilan dari Korlantas Polri, Jasa Raharja, serta Camat dan Lurah se-Kota Medan bersama jajaran Kepala UPT Bapenda Kota Medan.

Program pemutihan dan diskon pajak ini dilaksanakan berdasarkan Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.44/712/KPTS/2025 tentang Program Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pemungutan Pajak. Program tersebut resmi dimulai sejak 1 Oktober 2025 dan memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat,antara lain:
• Diskon pokok PKB hingga 5% bagi kendaraan yang taat pajak dan belum jatuh tempo.
• Bebas Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) kedua.
• Bebas Pajak Progresif dan denda PKB.
• Bebas pokok tunggakan PKB sebelum tahun 2024.
• Bebas denda SWDKLLJ tahun sebelumnya.

Dalam sambutannya, M. Agha Novrian menyampaikan melalui pertemuan ini, mari kita bangun sinergitas khususnya Kecamatan dan Kelurahan untuk mensosialisasikan dan mensukseskan Program ini, agar seluruh lapisan masyarakat sampai ke tingkat lingkungan mengetahui dan memanfaatkan program ini sebaik-baiknya.

Melalui sinergi antara Pemerintah Kota Medan, Bapenda Provinsi Sumatera Utara, Samsat, Korlantas Polri, dan Jasa Raharja, diharapkan program ini mampu meningkatkan penerimaan daerah serta memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya kontribusi pajak bagi pembangunan Sumatera Utara dan Kota Medan.

Kemenhan Bakal Bentuk Batalion Teritorial Pembangunan di Parbuluan, Dairi

BERSAMA: Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, dan Kolonel Czi Gunawan, diabadikan bersama usai melakukan pertemuan membahas rencana pembentukan Yon TP di Desa Parbuluan 5, Kecamatan Parbuluan.(Istimewa)
BERSAMA: Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, dan Kolonel Czi Gunawan, diabadikan bersama usai melakukan pertemuan membahas rencana pembentukan Yon TP di Desa Parbuluan 5, Kecamatan Parbuluan.(Istimewa)

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) akan membentuk Batalion Teritorial Pembangunan (Yon TP) di Desa Parbuluan 5, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi.

Hal itu disampaikan Bupati Dairi Vickner Sinaga, dalam sambutanya saat menghadiri penyerahan hadiah bagi pemenang undian tabungan PT BPR NBP 8 Dairi, Kamis (9/10) lalu.

Menindaklanjuti yang disampaikan Vickner, Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Surung Charles Lamhot Bantjin, telah menerima kunjungan tim dari Kemenhan, pada Rabu (9/10).

Kunjungan itu, diketahui untuk meninjau lokasi pembangunan Yon TP tersebut.
Ketua Tim Kementan, Kolonel Czi Gunawan menyampaikan, pembentukan Yon TP bertujuan memperkuat pertahanan, stabilitas keamanan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pembangunan yang melibatkan masyarakat dan sektor terkait.

“Kunjungan ini merupakan bagian dari persiapan pembangunan fasilitas militer tersebut. Kami harapkan, kehadiran Yon TP ini membawa dampak positif pada wilayah sekitar terkhusus bagi Dairi,” ungkap Gunawan.

Gunawan pun menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Dairi, dan semua pihak yang turut serta mendukung program itu. Dia berharap, pemerintah dapat memfasilitasi masalah tapal batas wilayah agar tidak ada kontra dari masyarakat.

“Begitu juga masalah perizinan dari kementerian terkait, dan ditembuskan ke Kemenhan, untuk mempercepat proses administrasi,” bebernya.

Hadir pada kesempatan itu, Kasdim 0206/Dairi Mayor Inf Jimmy Barus, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Saut Marulitua Sinaga, dan Kepala ULP PLN Sidikalang Wira Siagian.(rud/saz)