Home Blog Page 1680

Usai Kontraktor Setor TGR, Dana PHJD Baru Bisa Cair

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUTR Kabupaten Humbanghasundutan (Humbahas), Anggiat Simanullang memastikan, baru bisa mencairkan sisa Dana Program Hibah Jalan Daerah (PHJD) Tahun Anggaran (TA) 2021 lalu yang mencapai Rp12,9 miliar kepada sejumlah kontraktor, usai para kontraktor menyetorkan tuntutan ganti rugi (TGR) hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI ke negara.

“Kami sedang susun berkasnya, agar dibayarkan. Tapi pembayaran dapat dilakukan setelah penyedia (kontraktor) melaksanakan rekomendasi BPK, dengan menyetor TGR sebagai temuan BPK,” ungkap Anggiat, belum lama ini.

Menurut Anggiat, kebijakan yang dilakukan pihaknya itu, merupakan keputusan Inspektorat, tanpa ada lagi kebijakan pemotongan langsung setelah pemerintah membayarkan utang kepada pihak ketiga.

“Kalau dulu, memang bisa langsung potong atas. Tapi sesuai keterangan APIP (Aparat Pengawas Internal Pemerintah) atau Inspektorat, sekarang ada regulasi yang tidak lagi mengizinkan kebijakan itu,” jelasnya.

Sebelumnya, anggaran Dana PHJD ini menjadi polemik, lantaran dana dari Rp22 miliar yang menjadi perjanjian hibah untuk PJHD tersebut, hanya Rp16 miliar yang dapat terealisasi. Sedangkan sisanya sebanyak Rp12.980.766.919, berhenti karena sekaitan adminitrasi adanya keterlambatan pelaporan realisasi kegiatan kepada pemerintah pusat. Sehingga, pemerintah pusat tidak lagi memunculkan dana untuk membayarkan. Hingga, hal ini jadi utang pemerintah kepada pihak ketiga.

Di antaranya CV IT dengan nomor kontrak: 1/SP/PHJD/BM.III/PUPR/X/2021 tertanggal 5 Oktober 2021, senilai Rp4.115.814.518; dan CV SJ dengan nomor kontrak: 2/SP/PHJD/BM.III/PUPR/X/2021 tertanggal 12 Oktober 2021, sebesar Rp8.864.952.401.

Terpisah, Romel Manullang, dari satu kontraktor, mengaku, Pemkab Humbahas telah mempersulit hak mereka. Seharusnya, pemerintah membuat tawaran naik atau solusi, bukan memperkeruh keadaan.

“Seharusnya pemerintah berpikir secara objektif. Bagaimana kami bisa melaksanakan rekomendasi BPK, kalau hak kami saja belum diberikan. Kendati demikian, kan bisa langsung dipotong saat pembayaran, bila perlu kami siap tanda tangani berita acara pemotongannya,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, seharusnya Pemkab Humbahas membuat kebijakan yang tepat, karena pihaknya dalam mengerjakan proyek selama itu, melakukan peminjaman kepada bank.

“Sekiranya kami melunasi itu lebih dulu, dari mana lagi kami dapat dana? Sementara dana kami habis terpakai selama menanggungjawabi pelaksanaan pekerjaan proyek yang diberikan pemerintah. Padahal tunggakan pembayaran yang dilakukan pemerintah kepada kami sampai tertahan setahun lebih, justru bisa kami maklumi.

Harusnya pemerintah maklum juga. Apalagi, dalam meyelesaikan tanggung jawab itu, kami melibatkan dukungan perbankan. Karena itu, kami berharap pemerintah memberikan solusi yang baik, dan bukan terkesan mempersulit kami yang sedang kesulitan ini,” harap Romel. (des/saz)

Tingkatkan Kemampuan Literasi Numerasi Siswa dengan Metode Tutor Sebaya

Hotma Wulansari Sitohang, guru kelas 1 di UPT SDN 30 Pasar Lapan Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara saat bersama siswa dalam praktek pembelajaran dengan metode tutor sebaya. (ist)

SUMUTPOS.CO – Meningkatkan literasi numerasi pada anak sangat penting, khususnya pada siswa kelas I sekolah dasar. Literasi numerasi adalah kemampuan atau kecakapan dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan menggunakan matematika yang berbasis angka-angka pada semua aspek kehidupan. Numerasi ini identik dengan angka-angka atau operasi hitung dalam kehidupan sehari-hari. Menulis,membaca,menyebutkan,mengurutkan serta membandingkan bilangan merupakan kemampuan yang harus dilatih dan dikembangkan.

Namun, saat ini matematika seolah masih menjadi momok di kalangan peserta didik tingkat sekolah dasar. Karena penuh dengan hitung-hitungan membuat peserta didik bosan. Bercermin dari hal itu, guru sekolah dasar di Kabupaten Batu Bara, Hotma Wulansari Sitohang menerapkan metode  pembelajaran yang lebih menyenangkan untuk meningkatkan literasi numerasi anak yakni dengan metode pembelajaran tutor sebaya ( peer teaching ).Tutor sebaya berarti siswa mengajar siswa lainnya  atau salah satu siswa berperan sebagai pengajar ( tutor ) terhadap siswa lainnya.

Dikatakan Wulan, metode ini adalah suatu strategi pembelajaran yang kooperatif dimana siswa akan rasa saling menghargai dan mengerti dibina diantara peserta didik  yang bekerja sama. Dalam hal ini guru bertindak sebagai fasilitator, memberi penguatan materi pada peserta didik. ‘’ Sering kali saya menemukan saat salah satu peserta didik diajari temannya merasa lebih bebas, seperti tidak ada tekanan beda dengan cara pengajaran antara guru dan murid. Mengarah akan hal tersebut, saya berinisiatif untuk menggunakan metode pembelajaran tutor sebaya ini. Diharapkan dengan metode ini  peserta didik termotivasi dan lebih bersemangat dalam belajar,’’ujarnya.

Metode tutor sebaya ini salah satunya diterapkan Wulan saat siswa dilatih menyebutkan dan membandingkan angka angka pada pelajaran menghitung berat badan.  Untuk mendukung kegiatan pembelajaran ini, Wulan menggunakan timbangan digital sebagai media pembelajaran. Dengan timbangan digital akan lebih memudahkan peserta didik dalam mengetahui berat badan karena langsung tertera angkanya beda dengan timbangan manual. Tujuan pembelajaran adalah peserta didik mampu menuliskan serta menyampaikan informasi terkait berat badan masing-masing peserta didik.

Sebelum kegiatan, Wulan yang merupakan guru kelas 1 di UPT SDN 30 Pasar Lapan Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara ini sudah mempersiapkan Lembar Kerja Peserta Didik ( LKPD ) berbentuk tabel yang isinya nama panggilan dan berat badan peserta didik. Dan bahan-bahan yang diperlukan adalah meja, kursi, timbangan digital,mikropon dan loudspeaker. Kemudian, kepada para siswa Wulan menyampaikan tujuan pembelajaran dan membagi kelompok serta menentukan ketua kelompok.

‘’Masing-masing ketua kelompok berada ditempat  yang telah disediakan. Kemudian setiap anggota menimbang berat badannya lalu melaporkan kepada ketua kelompoknya. Selanjutnya ketua kelompok menginstruksikan kepada anggotanya untuk menuliskan nama panggilannya beserta berat badan. Ketua kelompok akan mengajari anggotanya yang salah dalam penulisan di LKPD,’’sebut Wulan.

Dikatakan Wulan, secara tidak langsung dengan melihat tabel maka peserta didik mampu membandingkan berat badan yang satu dengan lainnya.  Mereka belajar membaca, menulis serta membandingkan angka dari berat badan masing-masing siswa. Diakhir kegiatan, masing-masing ketua kelompok menyampaikan hasil pengumpulan data berat badan yang tertuang di LKPD.

Metode tutor sebaya ini, membuat anak-anak lebih rileks dalam belajar. ‘’Ada siswa termasuk yang pemalu, tapi sewaktu kegiatan tampak percaya diri,’’ujar Wulan yang juga Fasda Kabupaten Batu Bara Tanoto Foundation ini. Kepala sekolah juga, lanjut Wulan mendukung metode ini. ‘’Kepala Sekolah berpesan agar guru menyiapkan media pembelajaran yang mendukung proses belajar lebih menyenangkan,’’ujar Wulan. (sih)

Wakil Bupati Yakin Kafilah Karo Mampu Raih Prestasi

Istimewa BUKA: Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting, saat menghadiri pembukaan MTQ Nasional dan Fahmil Quran Tingkat Kabupaten Karo.

KARO, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting, menghadiri Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional dan Fahmil Quran Tingkat Kabupaten Karo XXI di Gedung Van Hall, Jalan Samura Kabanjahe, baru-baru ini.

Acara pembukaan diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Nilawati Nasution, diikuti laporan panitia yang dibacakan Sekretaris Kesatuan Bangsa dan Politik, Maria Rasmekita br Barus. Acara dilanjutkan dengan pelantikan Dewan Hakim MTQ Nasional XXI Tingkat Kabupaten Karo 2023, oleh Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran Kabupaten Karo, Dapatkita Sinulingga. Dewan hakim ini nantinya akan menilai dan memilih qari dan qariah terbaik di setiap cabang dan golongan.

Dalam sambutannya, Theopilus menyampaikan, pelaksanaan MTQ XXI ini, berperan dalam Seleksi Tilawatil Quran dan Fahmil Quran Tingkat Provinsi Sumut, sehingga kafilah dari Kabupaten Karo bisa meraih prestasi hingga tingkat nasional.

“Saya yakin, jika kita bersatu, dapat mengantarkan Karo menjadi lebih maju dalam segala aspek pembangunan. Termasuk di antaranya dalam hal pembinaan baca Alquran. Dan pada tahun ini, kita tambahkan satu cabang, yakni fahmil Quran,” ungkap Theopilus.

MTQ Nasional XXI dan Fahmil Quran Tingkat Kabupaten Karo berlangsung selama satu hari, yakni pada Kamis 16 Maret 2023 lalu, yang diikuti peserta dari 17 kecamatan se-Kabupaten Karo. (deo/saz)

bank bjb Raih Penghargaan Sebagai Bank Peduli Perekonomian Masyarakat Desa

berkat terobosan dan ide kreatif yang dilakukan, bank bjb meraih penghargaan sebagai Bank Peduli Perekonomian Masyarakat Desa.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – bank bjb menyadari pertumbuhan ekonomi nasional sangat dipengaruhi kemajuan ekonomi dan literasi keuangan masyarakat desa. Karena itu, bank bjb senantiasa berkomitmen untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di pedesaan. Melalui berbagai produk dan layanan perbankan yang mengedepankan digitalisasi dan pengembangan bisnis yang berfokus pada kemudahan nasabah, terutama di desa-desa.

Kini, berkat terobosan dan ide kreatif yang dilakukan, bank bjb meraih penghargaan sebagai Bank Peduli Perekonomian Masyarakat Desa. Penghargaan tersebut diberikan kepada bank bjb, dan diterima oleh Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi dan Direktur Komersial & UMKM bank bjb Nancy Adistyasari, dalam acara Peringatan 9 Tahun UU Desa, di Gelora Bung Karno, Minggu (19/3).

Disampaikan Yuddy, apresiasi yang diberikan kepada bank bjb, menjadi bukti bahwa berbagai program pengembangan ekonomi desa, melalui berbagai produk perbankan bank bjb, ditelah dinikmati dengan baik oleh masyarakat.

“bank bjb mengucapkan terimakasih atas penghargaan yang diberikan. Ini akan memacu semangat bank bjb untuk memberikan layanan terbaik bagi desa-desa di seluruh Indonesia. Inovasi akan terus dilakukan sebagai bagian dari komitmen kami untuk mencapai visi dan misi perusahaan. Sekaligus juga memberikan layanan terbaik bagi masyarakat dan mengakselerasi pertumbuhan ekonnomi bagi negeri” ujar Yuddy.

Karena itu, bank bjb berkomitmen terus mendorong laju perekonomian desa, salah satunya melalui program Desa Digital. Program pemberdayaan desa melalui produk dan layanan perbankan dilakukan dalam rangka menciptakan ekosistem digital di perdesaan.

Saat ini, bank bjb telah melakukan piloting Desa Digital terhadap 38 desa di Jawa Barat dan Banten. Desa-desa piloting ini adalah diantara desa-desa yang telah memanfaatkan berbagai fitur desa digital bersama bank bjb. Saat ini, hampir semua layanan di desa tersebut telah memanfaatkan akses digital untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat.

Desa tersebut telah mengimplementasikan produk dan layanan bank bjb di antaranya layanan IBC (Internet Banking Corporate) yang telah terintegrasi dengan Siskeudes (Sistem Keuangan Desa), penyaluran Kredit UMKM, layanan Agen Laku Pandai bjb BiSA serta layanan perbankan lainnya seperti Giro Kas Desa, Giro Bumdes, Payroll Service, IBC Bumdes, DPLK, Kredit Ritel dan layanan QRIS bank bjb.

Desa digital yang digagas bank bjb hadir untuk memberikan layanan yang cepat dan inovatif bagi desa dan masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan misi bank bjb yaitu memberikan kontribusi dan berpartisipasi sebagai penggerak dan pendorong laju perekonomian daerah serta meningkatkan inklusi keuangan kepada masyarakat melalui digitalisasi perbankan.

Implementasi Desa Digital bank bjb yaitu membentuk ekosistem digital untuk mempermudah desa dan masyarakatnya.

Untuk memastikan pelaksanaan Desa Digital berjalan sesuai track, bank bjb melakukan kategorisasi level desa dan selanjutnya menjadi dasar target seluruh Desa menjadi Desa Digital bank bjb. Kategorisasi itu mulai dari Desa Digital, Desa Maju, dan Desa Berkembang. Tolak ukurnya adalah telah mengakses dan mengimplementasikan layanan dan produk perbankan.

“Tujuan dari program Desa Digital bank bjb adalah meningkatkan kemandirian desa melalui tata kelola keuangan desa yang terintegrasi dengan bank bjb. Juga mengkoneksikan aktivitas di desa dengan layanan perbankan,” kata Yuddy.

Desa Digital bank bjb juga akan mendapatkan fasilitas pembiayaan berupa Pemberian kredit produktif untuk pelaku UMKM di desa serta pemberian pelatihan kewirausahaan melalui program PESAT (Pemberdayaan Masyarakat Ekonomi Terpadu).

Disampaikan Yuddy, melalui pemberian fasilitas kredit produktif bagi pelaku UMKM diharapkan akan akan menumbuhkan perekonomian di desa. Selain pemberian fasilitas kredit, ekosistem di desa termasuk lembaga dan masyarakat desa juga diberikan pelatihan dan edukasi dalam programdigitalisasi yang dilakukan bank bjb juga dimakudkan untuk terus mendorong inklusi keuangan. Tujuannya, dapat memberikan solusi-solusi keuangan digital dan turut mengembangkan literasi keuangan di daerah.

Ke depan, bank bjb yang merupakan salah satu perbankan terbesar di Indonesia, juga akan semakin fokus melakukan transformasi digital dengan memperkuat infrastruktur teknologi sistem pembayaran sebagai jangkar optimalisasi pendapatan.

Apalagi, saat ini, pola perilaku masyarakat mulai beralih kepada transaksi digital, sehingga bank bjb terus berupaya meningkatkan inovasi produk, jasa dan layanan perbankan untuk terus menggenjot pertumbuhan bisnis.

Bahkan, saat ini telah terbentuk ekosistem digital yang meliputi pengguna aplikasi DIGI mobile sebanyak lebih dari 1,2jt pengguna per 31 Desember 2022. QRIS merchant bank bjb juga tumbuh dari menjadi lebih dari 895 ribu merchant. Agen Laku Pandai melalui bjb BiSA yang saat ini lebih dari 13.000 agen dan kedepannya akan terus dikembangkan melalui skema kerjasama dengan berbagai pihak.

Nantinya, ekosistem keuangan bank bjb dalam konsep branchless bank juga akan terus dioptimalkan utilitasnya dan dikejar pertumbuhannya hingga menjadi bagian dari kontributor fee based income yang jauh lebih besar di masa yang akan datang. (rel/sih)

Burhanuddin Sitepu Prihatin, Banyak Bantuan tapi tak Tepat Sasaran

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan Burhanuddin Sitepu siap memfasilitasi masyarakat yang belum menerima manfaat dari bantuan yang diberikan pemerintah, sepanjang masyarakat itu memang layak mendapatkannya. Penegasan ini disampaikan Burhanuddin Sitepu ketika menampung aspirasi masyarakat yang mencuat dalam pelaksanaan Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan Perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan di Jalan Bunga Mawar, Kelurahan PB Selayang II Medan Selayang, Minggu (19/3/2023).

Dalam sosialisasi itu, Nuraini, warga Medan Polonia, mengaku kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan gratis sebagai peserta penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan. “Saya sudah pernah mengusulkan melalui anggota DPRD Medan dari partai lain. Berkas saya sudah diminta, tapi tidak terealisasi juga sampai sekarang. Mereka beralasan, kuotanya sudah penuh. Apakah benar demikian Pak? Mohon penjelasan dari Bapak Burhanuddin Sitepu, semoga kiranya dapat membantu saya,” ujarnya.

Sementara Ari, warga Kelurahan PB Selayang II, Medan Selayang mengatakan, kucuran bantuan yang diberikan pemerintah tidak tepat sasaran. Pasalnya, menurut pengamatannya, penerima bantuan dari pemerintah orangnya itu-itu saja. Padahal masih banyak masyarakat kurang mampu yang lebih membutuhkan bantuan itu. “Ada warga, yang baru dapat bantuan dari pemerintah, bulan depannya dia sudah dapat lagi bantuan yang lain dari pemerintah. Sementara ada warga yang memang membutuhkan, tidak dapat bantuan. Harusnya kan bantuan itu digilir untuk yang lain agar merata,” ungkapnya.

Menyikapi aspirasi dari Nuraini, Burhanuddin Sitepu menjelaskan, program PBI BPJS Kesehatan itu saat ini sudah dialihkan ke program UHC yang diluncurkan Wali Kota Medan Bobby Nasution pada awal Desember tahun lalu. “Saya akan bantu ibu agar bisa ditampung dalam program UHC ini. Jika ibu atau anggota keluarga ada yang sakit, segera saja ke Puskesmas dengan membawa KTP. Nanti ibu akan dilayani untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis,” jelasnya.

Namun, lanjut Burhanuddin, jika tiba-tiba butuh pelayanan kesehatan bersifat emergency, bisa langsung ke rumah sakit dengan membawa KTP, “Nanti ibu akan diarahkan ke petugas BPJS kesehatan yang ada di rumah sakit itu untuk didaftarkan ke program UHC. Jika ibu menemui kendala, laporkan kepada saya, saya siap membantu,” tegasnya.

Menurut Burhanuddin, Pemerintah memang harus mempermudah pelayanan kesehatan bagi masyarakat, terkhusus yang kurang mampu. “Tidak ada lagi alasan orang sakit tidak bisa berobat. Begitu juga dengan anak-anak kita, tidak ada alasan untuk mereka tidak bisa sekolah,” tegas anggota DPRD Medan tiga periode ini.

Terkait bantuan yang tidak merata dirasakan masyarakat kurang mampu, seperti yang disampaikan Ari, warga PB Selayang II tadi, mantan Ketua Partai Demokrat Kota Medan ini mengaku prihatin. “Banyak sekali bantuan yang dikucurkan pemerintah pusat untuk membantu masyarakat, baik itu di bidang kesehatan, pendidikan, pelaku usaha, dan sebagainya, tapi tidak tepat sasaran dan hanya dinikmati segelintir orang yang itu-itu saja,” tegasnya lagi.

Untuk itu, dia mengingatkan dan meminta agar masyarakat yang memenuhi kriteria tidak mampu, dapat segera mendaftarkan diri ke kelurahan masing masing untuk didata dan masuk dalam data base DTKS sebagai penerima bantuan sosial dari pemerintah secepatnya. “Anggaran bantuan itu dipergunakan, yang tak lain untuk memenuhi hak-hak masyarakat tidak mampu. Misalnya hak atas kebutuhan pangan, hak atas pelayanan kesehatan, pendidikan, pekerjaan dan berusaha, termasuk hak atas modal usaha, perumahan, air bersih dan sanitasi yang baik serta lingkungan hidup yang baik dan sehat,” pungkasnya.

Hadir dalam sosialisasi ini Wali Raja Siregar mewakili Lurah PB Selayang II dan Ida Royani, Koordinator PKH Kecamatan Medan Selayang mewakili Kepala Dinas Sosial. Kegiatan ini juga dihadiri hampir 500 warga yang terdiri dari ibu-ibu pengajian se-daerah pemilihan 5, tokoh masyarakat, tokoh agama, mubaligh, ustad dan lainnya. (adz)