Home Blog Page 1704

Pemkab Batu Bara Berkolaborasi dengan KSI untuk Pengendalian Sampah

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batu Bara memiliki rencana besar membangun tempat pembuangan akhir sampah (TPA) di Desa Simujur, Kecamatan Laut Tador.

Rencana ini diungkap Bupati Batu Bara, Ir H Zahir MAP dalam Sosialisasi Pengelolaan Sampah di Seluruh Kecamatan di Lingkungan Pemkab Batu Bara di Aula Kantor Bupati Batu Bara, Rabu (8/3/2023).

Tak hanya sebagai lokasi pembuangan, namun bagaimana sampah bisa dikelola dengan cara yang baik dan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

Harapan itu sejalan dengan hadirnya Khadijah Sharaswaty Indonesia (KSI) di daerahnya.

“Ini jugalah alasan KSI hadir di sini (Batubara) salah satunya memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana cara mengelola sampah dan menyulapnya menjadi uang,” ujarnya melanjutkan.

Bupati pun meminta kepada seluruh aparatur pemerintahan, khususnya di Pemkab Batu Bara untuk menjadi contoh di lingkungan masing-masing.

Masih menurut Zahir, sarana dan prasarana pengelolaan sampah akan dilaksanakan secara bertahap di Pemkab Batu Bara. Hanya tinggal keberlangsungan dan pemanfaatannya oleh masyarakat, sehingga fasilitasnya dapat benar-benar dimaksimalkan.

“Tantangannya adalah budaya dan kebiasaan masyarakat kita yang harus disinkronkan, agar pengelolaan sampah lebih optimal,” jelasnya.

Bupati juga meminta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Pemkab Batu Bara agar tidak jemu menstimulasi serta memotivasi kesadaran masyarakat. Sehingga memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan.

Dalam sosialisasi itu, Founder Khadijah Sharaswaty Indonesia (KSI) Sri Dewi F Natadiningrat turut menuturkan, sebagai sahabat bumi, KSI selalu mendukung dan akan berpartisipasi dengan siapapun jika berurusan dengan lingkungan, khususnya masalah persampahan.

“KSI hadir di sini sebagai mitra dalam program pengendalian dan pengelolaan sampah di Kabupaten Batu Bara,” ucap dia.

Terkait sampah ini, Dewi berpesan agar semuanya berhenti saling menyalahkan karena yang dibutuhkan adalah kerja sama-sama antara pemerintah dan masyarakat untuk membersihkan Batu Bara.

“Pemkab tidak bisa kerja jika masyarakatnya belum teredukasi sadar lingkungan. Begitu juga sebaliknya, masyarakat tidak bisa menikmati kebersihan lingkungan jika Pemkab tidak menyediakan sarana dan prasarananya.” pungkasnya.

Turut hadir dalam sosialisasi ini Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Batu Bara, Khairul Anwar MSi, Plt Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Pemkab Batu Bara, Frans Siregar ST., seluruh Camat se-Kabupaten Batu Bara serta para Koordinator Kebersihan Lapangan.(rel/ram)

Pekan Literasi Digital, Dorong Ciptakan Konten Viral yang Positif

Pekan Literasi Digital.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi menyelenggarakan kegiatan Pekan Literasi Digital di Hall UNPRI, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (9/3).

Di era digitalisasi dengan semakin banyaknya penggunaan internet dan media digital membuat peranan kreator konten menjadi penting. Namun tentu perlu adanya pemahaman tentang literasi digital untuk para kreator konten yang ingin berkarya di media sosial perlu, agar konten yang dibuat tak sekadar viral.

“Viral adalah konten yang bisa mempertemukan Anda dengan audience baru yang belum mengenal anda dan bisa membangun komunitas audience,” papar Founder Social Bread/Wakil Ketua Umum Siberkreasi, Edho Zell saat menjadi nara sumber kegiatan Pekan Literasi Digital dalam keterangan tertulis, Minggu (12/3).

Ia melanjutkan, seorang kreator konten tetap bisa memproduksi konten-konten positif dan konten-konten menginspirasi pengguna lain di media sosial menjadi viral asalkan mengemasnya dengan menarik. “Kita tetap bisa mengikuti tren atau perkembangan di media sosial yang dinamis, namun tetap positif,” sambungnya lagi.

Menyiasati cepatnya perkembangan tren yang terjadi di media sosial, maka seorang kreator konten bisa memaksimalkan hal-hal teknis yang diperlukan untuk membuat konten yang positif dan kreatif. Kemudian konten kreator juga bisa memaksimalkan kemampuan dan fasilitas yang dimiliki untuk membuat konten yang kreatif dan positif.

Sementara nara sumber lainnya memberikan catatan tentang keberadaan media sosial yang saat ini juga menjadi sarana pihak tak bertanggung jawab untuk melakukan provokasi dan menyebarkan berita bohong atau hoaks.

“Hal ini membuat media sosial menumpulkan kepekaan kita pada nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan,” ungkap Silmi.

Sementara jumlah pengguna internet Indonesia yang kini sudah mencapai 212,9 juta di tahun 2023 dan pengguna media sosial aktif sebanyak 167 juta tak lantas membuat kecakapan digital sudah mumpuni. Bahkan kecakapan digital haruslah terus diperbarui seiring teknologi yang akan semakin berkembang.

“Kecakapan digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan gawai tapi juga cerdas dan bijak menggunakannya,” tambahnya lagi.

Apalagi menuju tahun politik menjelang Pemilu 2024, biasanya penyebaran informasi akan semakin tenggelam dengan berbagai hal berupa ujaran kebencian dan hoaks. Untuk itu sebagai pengguna cerdas, ia mengajak memfilter isi informasi yang beredar di internet terutama media sosial agar tidak mudah terprovokasi hal negatif.

Melanjutkan nara sumber lainnya Dewan Pengarah Siber Kreasi, Yosi Mokalu mengungkapkan mengenai keuntungan memiliki kecakapan digital sebagai bekal untuk bersaing di dunia yang terus bergerak cepat. Selain itu, ia juga mengutarakan bagaimana menggunakan media sosial sebagai sarana berbagi hal-hal positif.

Pentingnya kecakapan digital membuat Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi untuk mengedukasi masyarakat untuk makin cakap digital.

“Literasi digital tahun 2023 ini menyasar segmen pendidikan, instansi pemerintah, masyarakat umum, dengan penyelenggaraan paralel di kabupaten/kota yang menargetkan 5,5juta orang tahun ini,” papar Yosi.

Sebagai informasi, kegiatan Pekan Literasi Digital merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi.

Kali ini hadir pembicara-pembicara program kegiatan Pekan Literasi Digital #MakinCakapDigital di tahun 2023 yang ahli dibidangnya untuk berbagi terkait budaya digital antara lain Kepala Dinas Kominfo Medan, Arrahmaan Pane dan Ketua Komite Edukasi Mafindo, Silmi Novita, serta Founder Social Bread/Wakil Ketua Umum Siberkreasi, Edho Zell. Selain itu hadir pula nara sumber lainnya seperti Content Creator, Cut Melisa dan Dewan Pengarah Siber Kreasi, Yosi Mokalu.

Adapun informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan dapat diakses melalui informasi lebih lanjut silahkan menghubungi Literasi Digital Kominfo di Website https://info.literasidigital.id, Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Literasi Digital Kominfo dan Youtube Literasi Digital Kominfo.(gus)

Perbarindo Sumut Gelar Khitanan Massal Gratis dan Bakti Sosial

Perbarindo Sumut Gelar Khitanan Massal Gratis dan Bakti Sosial.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menjelang Bulan Ramadhan, Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Sumatera Utara (Sumut) melakukan kegiatan khitanan massal dan bakti sosial (Baksos), di SD Negeri 067773, Jalan Paluh Nibung, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sabtu (11/3).

Ketua Panitia Ramadhan DPD Perbarindo Sumut Sugianto mengatakan, sebanyak 57 anak yang dikhitan dan 128 paket bantuan diberikan bagi masyarakat prasejahtera, yang sekaligus dirangkai pemeriksaan kesehatan dan pembagian kaca mata baca.

Ketua Perbarindo Sumut, Hardie Sabar didampingi Sekretaris Mery Sulianty Sitanggang mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan hubungan sosial insan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dengan masyarakat dan membantu yang warga yang masih membutuhkan uluran tali asih.

“Kegiatan serupa juga sudah diadakan pada tahun sebelumnya, sehingga ini menunjukkan kita konsisten untuk melakukan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan dan juga sebagai wujud untuk selalu menjaga keberagaman dan keharmonisan umat beragama,” kata Hardie.

Ditambahkan Mery, BPR/S ini berfungsi sebagai lembaga intermediasi yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan dan deposito. Kemudian akan menyalurkan kembali kemasyarakat dalam bentuk penyaluran kredit atau pembiayaan.

“Untuk itu, kita mendekatkan diri instansi BPR ini dengan kepada masyarakat, karena pada umumnya memang masyarakat menengah kebawah yang diprioritaskan. Jadi termasuk itu juga itu sasaran kita, supaya mereka mengenal BPR, dan mungkin dia tertarik,” ungkapnya.

Mery mengatakan, dalam kegiatan ini, pihaknya bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumbagut, Fakultas Kedokteran USU, Bank Sumut, LC Medan Lestari, PT NBP Group, PT Viar Motor Indonesia dan FAWS.

Kemudian, lanjut Mery, LC Medan Host, LC Medan Hangkesturi, Morning Academy, IKAL Lemhanas Sumut, Kadin Kota Medan, Forum TJSLBU Sumut dan BPR/S se-Sumut.

Sementara itu, Kepala OJK Regional 5 Sumbagut, Bone Quari mengapreasiasi kegiatan sosial yang diinisiasi oleh Perbarindo Sumut sebagai wujud kepedulian terhadap sesama khususnya bagi Masyarakat Prasejahtera.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Wakil Ketua Ikal Lemhannas Sumut, Dr.Sabrina Arba Dalimunte, Camat Medan Marelan Ansari Hasibuan, Kepala Sekolah SD Negri 067773 Abdi Abdullah dan Pengurus DPD Perbarindo Sumut.(gus)

BKD Imbau Seluruh Anggota DPRD Medan Serahkan LHKPN Tepat Waktu

Ketua BKD DPRD Medan, Rudiyanto Simangunsong

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Para pejabat publik wajib menyerahkan LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara)-nya ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Termasuk para Anggota Dewan di DPRD Medan, seluruhnya wajib menyerahkan LHKPN ke BPK RI Perwakilan Sumut.

 Atas hal ini, DPRD Kota Medan melalui Badan Kehormatan Dewan (BKD) mengimbau seluruh anggota DPRD Medan menyerahkan LHKPN sebelum lewat masa waktu yang telah ditentukan.

 “Bulan (Maret) ini, bulan terakhir melaporkan LHKPN. Kita menyerukan kepada kawan-kawan anggota dewan agar melaporkan harta kekayaan mereka selama menjadi anggota DPRD Medan,” ucap Ketua BKD DPRD Medan, Rudiyanto Simangunsong, Minggu (12/3/2023).

 Meskipun begitu, kata Rudiyanto, sepanjang pengetahuannya, sudah hampir seluruh Anggota DPRD Medan periode 2019 – 2024 telah menyerahkan LHKPN ke BPK RI.

 “Kalau pun ada yang belum, saya rasa hanya tinggal beberapa orang, karena memang Bulan Maret masih berlangsung, masih ada waktu untuk menyerahkan LHKPN nya (sampai akhir Maret). Kemungkinan laporannya masih disiapkan,” ujarnya.

 Selama ini, sambung Rudiyanto yang duduk sebagai Anggota Komisi I itu, laporan yang wajib disampaikan seluruh Anggota DPRD Medan setiap tahunnya tersebut tidak pernah mendapatkan masalah apapun.

 Hal itu dapat dilihat dari respon positif pihak BPK RI Perwakilan Sumut saat menerima laporan yang disampaikan masing-masing anggota dewan tanpa bantahan atau koreksi.

 “Alhamdulillah dari tahun ke tahun LHKPN yang disampaikan tidak ada masalah apapun. Para anggota dewan juga cukup kooperatif dalam melaporkan harta kekayaannya,” katanya.

 Dijelaskan Politisi PKS ini, bahwa melaporkan harta kekayaan selama menjadi anggota dewan adalah kewajiban setiap anggota dewan kepada pemerintah, laporan itu pun diserahkan secara individu ataupun perorangan.

 Ia pun meminta kepada setiap anggota DPRD Medan agar tidak perlu ada yang menutup-nutupi hari kekayaannya saat menyampaikan LHKPN, terutama jika memang mendapatkan harta kekayaan secara benar dalam menjalankan tugasnya sesuai yang diamanahkan rakyat.

 “Sepengetahuan saya, tak ada anggota DPRD Medan yang hidupnya hedonis, begitu juga anak-anak mereka. Banyak yang anaknya kuliah di swasta dan pakai kendaraan biasa saja. Untuk itu sekali lagi saya sarankan, setiap anggota DPRD Medan untuk wajib melaporkan harta kekayaan mereka tepat waktu,” pungkasnya.(rel)

PTPN III Terima Ganti Rugi Pelepasan Aset untuk Jalan Tol Indrapura – Kisaran

TERIMA: SEVP Business Support PTPN III, Tengku Rinel menerima ganti rugi pelepasan aset untuk jalan Tol Indrapura-Kisaran dari Ketua PPK Pengadaan Tanah Jalan Tol Indrapura-Kisaran, Andi Gumonggom Hutauruk. Sopian/Sumut Pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumatera Utara dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Jalan Tol Indrapura-Kisaran, Dirjen Bina Marga, mengapresiasi dukungan dan peran serta aktif PT Perkebunan Nusantara III (Persero) dalam pembangunan Proyek Strategis Nasional Jalan Tol ruas Indrapura-Kisaran Seksi II.

Hal ini diwujudkan dengan telah selesainya pembayaran Tahap II ganti rugi atas pelepasan aset PTPN III yang berada di Kebun Dusun Hulu, Desa Limau Manis, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batubara seluas 14,14 hektare senilai Rp14.079.117.710.

Penyerahan ganti rugi tersebut dilakukan di Kantor Wilayah BPN Sumatera Utara, Jumat (,10/3). Penyerahan ganti rugi aset PTPN III Tahap II ini diserahkan langsung kepada SEVP Business Support, Tengku Rinel oleh Ketua PPK Pengadaan Tanah Jalan Tol Indrapura-Kisaran, Andi Gumonggom Hutauruk. Kemudian, didampingi oleh Kepala Bidang Pengadaan Tanah Kanwil BPN Sumut, Khoirun Nisak, serta disaksikan oleh Kepala Seksi Pengukuran BPN Simalungun, Naslahudin.

SEVP Business Support, Tengku Rinel dalam sambutannya menyampaikan, PTPN III mendukung sepenuhnya pembangunan jalan tol yang merupakan Proyek Strategis Nasional dan berharap pembangunan jalan tol tersebut dapat berjalan lancar sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku serta pembangunan jalan tol tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Rinel.

Adapun pembayaran ganti rugi tahap I sebelumnya dilakukan pada 13 Februari 2023 dengan lahan seluas 21,61 Hektare senilai Rp23.066.698.131 dan telah rampung dilaksanakan. Areal tersebut berada di wilayah Kebun Dusun Hulu, Desa Banjar Hulu dan Desa Dusun hulu, Kecamatan Ujung Padang, Simalungun.

Penyerahan pembayaran ganti rugi Tahap I lalu, juga diserahkan langsung kepada SEVP Business Support, Tengku Rinel oleh Ketua PPK Pengadaan Tanah Jalan Tol Indrapura-Kisaran bersama Kepala Bidang Pengadaan Tanah Kanwil BPN Sumut dan Kesra Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. (ila)

Puluhan Warga Demo Proyek Kanal BWS di Deliserdang, Tolak Ganti Rugi Rp135 Ribu Per Meter

TOLAK: Warga Desa Beringin dan Desa Perkebunan Ramunia, Kabupaten Deliserdang menolak ganti rugi atas lahan mereka yang hendak dijadikan saluran pembuangan air buangan limbah dari kawasan Bandara KNIA dan sekitarnya.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Puluhan warga Desa Beringin, Desa Ramunia Dua, Kecamatan Beringin, dan Desa Perkebunan Ramunia, Pantailabu Baru, Kecamatan Pantailabu, Kabupaten Deliserdang berunjukrasa di atas lahan mereka, yang akan dibangun saluran pembuangan air buangan limbah dari Kawasan Bandara Kualanamu dan sekitarnya, Jumat (10/3).

Sambil berorasi, warga membentangkan spanduk yang bertuliskan penolakan ganti-rugi atas tanah mereka oleh Balai Wilayah Sungai(BWS) Sumut karena belum adanya kesepakatan nilai ganti rugi.

Warga merasa resah dengan ancaman pihak BWS dan Pengadilan, yang menyatakan akan mengambil paksa lahan mereka apabila menolak tawaran ganti-rugi lahan dengan harga yang diberikan oleh BWS.

Menurut seorang warga terdampak Rabiatul Adawiyah( 47), Ia tidak akan menjual lahannya ke BWS karena belum pernah ada dilakukan kesepakatan tentang nilai harga ganti rugi terhadap lahan miliknya.

” Saya bukannya tidak mau menjual kepada BWS. Masalahnya pak, tidak pernah ditawarkan nilai harga per meter. Tiba tiba mereka menentukan harga. Dan nilai itu memaksa. Kalau tidak mau dengan harga yang mereka tetapkan. Tanah saya akan diambil paksa melalui putusan pengadilan. Saya ini orang kampung pak, janganlah di takut takuti begitu, dan jangan juga kami ditokohi,” keluhnya.

Rabiatul meminta kepada Pemerintah baik itu Gubernur Sumatera Utara dan Presiden Jokowidodo melindungi haknya. ” Tolong Pak Gubernur. Tolong Pak Presiden Jokowi. Ini tanah kami, resmi bukan tanah garapan, berilah kami keadilan. Kami hanya menuntut kesesuaian hak kami,” pintanya.

Senada disampaikan Tumin(57) warga terdampak lainnya. Ia berharap sebagai masyarakat mohon diberikan keadilan dan perlindungan. Ganti rugi lahan miliknya yang ditetapkan BWS tidaklah sesuai. Harga tanah kami hanya dibayar Rp135.000 permeter sementara ada beberapa lahan diatas tanah kami itu dibayar dengan harga Rp 1 jutaan lebih.

” Kami seperti ditipu dengan BWS. Belum pernah membahas masalah kesepakatan harga ganti rugi. Kami hanya disuruh menanda tangani kesepakatan tanah itu bersedia diganti rugi tanpa ada nilai harga jual beli kesepakatan. Belakangan kami taunya akan menerima bayaran ganti rugi Rp 130.000 permeter. Kami menolak karena itu kami anggap tak sesuai. Pasca hal itu kami tolak, masalah ini dibawa ke Pengadilan dan kami terus ditekan dengan ancaman akan dilakukan pengambilan paksa atas tanah kami,” terang Tumin.

Sebelumnya, warga sudah melayangkan surat penolakan atas ganti rugi yang tak sesuai atas tanah mereka kepada Gubernur Sumatera Utara, DPRD Sumut, BWS Sumut, Bupati Deliserdang, DPRD Deliserdang, meski belum mendapatkan perlindungan. Puluhan warga yang terdampak proyek pembangunan kanal oleh BWS Sumut ini kini merasa resah.

Terkait masalah ini, Kepala Desa Perkebunan Ramunia, Kecamatan Pantailabu, Ngadino yang dikonfirmasi membenarkan persoalan sengketa lahan masyarakat terdampak proyek pembangunan kanal BWS sudah sampai ke Pengadilan. Dan uang ganti rugi lahan juga sudah dititipkan di pengadilan.

” Iya memang sejumlah warga kita yang terdampak proyek kanal itu menolak harga ganti rugi yang diberikan BWS. Untuk itu pihak BWS menitipkan uang itu dipengadilan. Terkait musyawarah sudah pernah dilakukan namun hal kesepakatan harga tidak ada dan kini sebagian warga terdampak itu menolak ganti-rugi yang diberikan BWS,” jelas Kepala Desa.

Terpisah, Plt Humas Bandara Kualanamu Candra Gumilar saat dikonfirmasi terkait proyek pembangunan kanal saluran pembuangan air limbah kawasan bandara Kualanamu mengatakan kalau proyek itu bukan proyek bandara Kualanamu melainkan proyek BWS Sumut.

” Saluran kanal pembuangan air itu tak hanya menampung resapan air dari kawasan bandara Kualanamu namun lingkungan masyarakat disekitarnya juga. Dan itu bukan proyek bandara Kualanamu tapi proyek dari BWS,” kata Candra.

Terkait sengketa lahan warga dengan BWS Sumut, Aktivis Pembela Masyarakat yang juga Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Deliserdang Indra Silaban SH mengatakan tindakam BWS semena mena. Pasalnya warga bukan pengarap dan tanah mereka jelas dasar hukumnya.

” Ini sah milik masyarakat dengan dokumen kepemilikan yang resmi dan sah dalam hukum. Jangan masyarakat ditakut takuti dengan memaksa merampas dengan alasan kepentingan negara. Masyarakat setuju kok tanah mereka diganti rugi untuk pembangunan kanal yang dimaksud. Tapi itukan harus ada kesepakatan, jangan sesuka hati menghargai tanah orang. Tuntutan masyarakat itu hal yang wajar atas tanah mereka. Karena sebelumnya juga ada tanah yang sudah diganti rugi pada jalur diproyek yang sama dengan Rp 1 juta permeter. Ini tidak adil bagi masyarakat dan LBH kami akan membela hak masyarakat,” tegas Indra.

Pembangunan proyek kanal BWS yang menjadi tampungan air limbah dan resapan anti banjir di samping tembok kawasan bandara Kualanamu ini dibangun sepanjang sekitar 6 – 7 kilometer sampai tepi pantai labu dengan lebar 40 meter.(btr/han)

Satlantas Humbahas Dorong Pelajar Tertib Berkendara

SOSIALISASI: Personel Satlantas Polres Humbahas saat bersama murid dan guru SMKN 2 Dolok Sanggul, sembari memegang spanduk imbauan tertib berlalin pada Ops Keselamatan Toba tahun 2023.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Satuan Lalulintas Polres Humbang Hasundutan (Humbahas) menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk Police Goes to School yang digelar dalam rangka Kegiatan Operasi Keselamatan Toba Tahun 2023 selama 14 hari yang dimulai 8 sampai 21 Maret.

Pada dan dihari ketiga menyambangi SMK Negeri 2 Dolok Sanggul, Jalan Sidikalang Desa Sirisirisi Dolok Sanggul, Jumat (10/3).

Dikatakan Kasat Lantas AKP Henry Palona Bangun , kegiatan Police Goes to School ini dilakukan untuk memberikan edukasi kepada para pelajar tentang pentingnya berlalulintas. Dengan merubah mindset atau pola pikir para pelajar yang mengutamakan keselamatan dari pada kesenangan dalam berkendara.

“Ini dilakukan, agar pelajar memahami tentang tertib berlalu lintas. Dan, guna mengantisipasi terjadinya pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh pelajar,” ujarnya.

Kemudian, lanjut dia, sosialisasi ini juga dilakukan dengan harapan para pelajar ini dapat menjadi pelopor keselamatan berlalulintas.

Karena, tujuan bertajuk Police Goes to School salah satu upayanya adalah dengan menanamkan budaya tertib berlalu lintas. Sehingga, dengan menanamkan tertib berlalu lintas, maka disiplin berlalu lintas akan tercipta dengan sendirinya. “Harapannya sosialisasi ini berdampak nyata, agar hal-hal yang tidak diinginkan di jalan tidak terjadi,” katanya.(des/azw)

Gerebek Kampung Narkoba tanpa Hasil

GEREBEK: GKN di Tandam Hulu I, Kecamatan Hamparan Perak, Deliserdang tak membuahkan hasil.istimewa.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Gerebek Kampung Narkoba (GKN) yang dilakukan tim gabungan TNI-Polri di Desa Tandam Hulu I, Kecamatan Hamparanperak Deliserdang tak membuahkan hasil. GKN tersebut dipimpin langsung Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai, AKP Irvan Rivaldi Pane, Selasa (7/3) lalu.

Informasi diperoleh, penggerebekan yang melibatkan unsur polisi militer, TNI dari Kodim Langkat hingga personel Satpol PP Kota Binjai berakhir sia-sia. Meski demikian, tim gabungan tetap mendapati sebuah gubuk yang terpampang barusan mesin jekpot dan diduga lokasi tersebut, dijadikan barak narkoba serta judi.

Dalam penggerebekan ini, tim gabungan cuma mengamankan 3 orang saja dari lokasi. “Benar, ada 3 orang yang diamankan saat GKN,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kasi Humas Polres Binjai, Iptu Riswansyah, Jumat (10/3).

Adapun ketiganya berinisial WS (28), AK (27) dan BA (28). Ketiganya sempat dibawa tim gabungan ke Mapolres Binjai guna dimintai keterangan dan pemeriksaan urine.

Menurut Riswansyah, tidak ada ditemukan barang bukti dari ketiganya. “Setelah dilakukan tes urin terhadap ketiganya, dinyatakan negatif narkoba,” kata dia.

Karenanya, penyidik mengembalikan ketiganya kepada keluarga pada Rabu (8/3). “Mereka sudah diserahkan kepada keluarganya dalam keadaan sehat,” pungkasnya. (ted/azw)

Mahasiswa Minta Usut Penggunaan Areal Hutan Gebang

DEMO: Belasan mahasiswa demo di depan Kantor Kejati Sumut, Jumat (10/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Solidaritas Perempuan Sumatera Utara, berunjuk rasa di depan Kantor Kejati Sumut di Jalan AH Nasution Medan, Jumat (10/3).

Dalam orasinya mereka meminta agar Kejati Sumut segera mengusut tuntas penggunaan areal kawasan hutan tanpa izin di Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat yang diduga dilakukan oleh oknum pengusaha.

Koordinator lapangan (korlap), Aura Nissah Galuh Suanda didampingi pimpinan aksi Nabila Ulfah Riandika dalam orasinya secara bergantian mengatakan sebelumnya masyarakat Gebang telah membuat pengaduan ke Kejati Sumut, pada 16 Januari 2023.

Menurutnya, oknum pengusaha tersebut diduga sedang membuka lahan hutan secara ilegal untuk dijadikan usaha.

“Kami menduga pembukaan lahan di areal kawasan hutan itu tanpa adanya izin. Selain itu, dugaan perkebunan kelapa sawit, rumah burung wallet, pembibitan benur udang windu tanpa ijin,” ujar korlap.

Tak hanya itu, mereka juga menduga adanya perbuatan pemalsuan keterangan didalam akta otentik penugasan/HAK atas tanah.

“Di mana hal itu bertentangan dengan UU No 41 Tahun 1999 tentang kehutanan khususnya pada pasal 50 ayat (3) jo pasal 78 yang berbunyi setiap orang dilarang mengerjakan dan atau menggunakan dan atau menduduki kawasan hutan secara tidak sah dan merambah kawasan hutan,” katanya.

Atas hal itu, mereka menuntut dan meminta agar Kejati Sumut segera mengusut tuntas perambahan hutan di Gebang, Langkat, menindak para pelaku perambahan hutan serta meminta agar dugaan tindak pidana ini menjadi tindak pidana khusus sesuai dengan Perpu Cipta Kerja Nomor 2 Tahun 2022.

Sebelumnya, kasus ini sudah dilaporkan ke Kejari Langkat. Namun menurut Kordinator Lapangan Aura Nissah, laporan tersebut hingga saat ini tidak berjalan di Kejari Langkat. Sehingga dirinya bersama massa aksi menggelar aksi demonstrasi di kantor Kejati Sumut.

Usai berorasi, massa aksi diterima tim jaksa dari Kejati Sumut yang diwakili Elisabeth Simbolon. Mereka menanyakan perihal surat pendemo yang sudah masuk terlebih dahulu ke Kejati Sumut sembari mengajak beberapa perwakilan massa aksi masuk ke ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejati Sumut.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut Yos A Tarigan saat dikonfirmasi pihaknya telah menerima massa aksi. Namun informasi yang disampaikan massa aksi akan dipelajari terlebih dahulu oleh Kejati Sumut.

“Terima kasih informasinya. Tentunya akan kita pelajari informasi tersebut. Namun silahkan sampaikan data dan fakta terkait hal tersebut ke PTSP Kejati Sumut,” tandasnya. (man/azw)

M Nuh: Lembaga Pendidikan Pengawal Idealisme yang Tidak Boleh Diganggu

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Peran dan fungsi lembaga kampus sebagai pencetak para orang “hebat” di masa depan, tidak boleh sirna karena adanya politisasi dalam kampus. Berpolitik boleh, karena memang manusia adalah mahluk politik.

“Yang jadi masalah adalah, lembaga pendidikan dipolitisasi, sehingga idealisme mahasiswa dibatasi oleh kepentingan politik praktis. Makanya, lembaga pendidikan sebagai pengawal idealisme, tidak boleh diganggu,” kata H Muhammad Nuh MSP, anggota DPD RI asal Sumatera Utara pada dialog publik bertajuk “Menuju Tahun Politik, Kampus Terlibat Politik Praktis?” yang digelar Negarawan Institute di GH Corner, Jalan DR Mansyur Medan, Jumat (10/3).

Menurut Nuh, mahasiswa harus terus menyuarakan idealismenya dan menjadi agen perubahan dalam segala hal, ketika melihat ada yang tidak beres di kampus harus segera dikritisi dan dicarikan solusinya. “Saya pribadi mengapresiasi dialog publik seperti ini, kekritisan mahasiswa harus selalu diasah dan dialog malam ini menjadi jawabannya,” kata Nuh.

Sedangkan Muhammad Liputra selaku Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) Universitas Sumatera Utara (USU) sekaligus Direktur Negarawan Institute yang juga menjadi pembicara pada dialog ini, mempertanyakan kehadiran Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah dan Erik Tohir Menteri BUMN yang hadir pada pengukuhan Rektor USU beberapa waktu lalu. “Apakah ini normal atau tidak?” sindirnya.

Reynaldo Ketua MPM USU yang juga menjadi pembicara dalam dialog itu mengatakan, sudah sepatutnya mereka takut berpolitik praktis di lingkungan kampus, apapun itu namanya. “Sudah seharusnya mereka takut berpolitik praktis di lingkungan kampus, karena kita mahasiswa adalah orang-orang yang cerdas dan kritis. Sudah seharusnya kita berpolitik secara sehat dan ini menjadi tanggung jawab pihak rektorat dan kita sebagai mahasiswa,” sebutnya.

Peserta dialog publik kali ini berasal dari berbagai elemen seperti dari Ikatan Pemuda Karya (IPK), Kelompok Aspirasi Mahasiswa (KAM) Erat, KAM Bhineka, KAM Perubahan dan Komisariat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Merah Putih USU jelas Dimas Aditya Presiden Mahasiswa USU. (rel/adz)